Kumagawa Naruto

Disclaimer: I don't own anything from naruto manga. But this fic is mine

Rate: T

Pair: Naruto x Shizuka , Menma x Haku , Sasuke x Sakura

Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike

Summary : Hanya karena warna mata dan chakra yang berbeda dari anggota keluarganya dia dianggap aib bagi keluarga dan desanya, kini dia dibuang, diasingkan, tak dianggap. Namun setelah bertemunya dia dengan seseorang kini dia akan kembali dan membawa perubahan yang besar.

Warning :: Tidak Suka Jangan Baca!

Chapter 12

Uzushiogakure, sebuah desa tempat dimana clan Uzumaki berdiri, yah Uzumaki sebuah clan yang ditakuti karena Fuinjutsunya yang terkenal sampai penjuru negara. Namun desa tersebut kini sudah terlihat rata dengan tanah akibat serangan dari desa besar, Kiri, Iwa dan Kumo. Namun tak ada yang tahu, seluruh warga, Shinobi dan Kunoichi yang selamat dalam penyerangan tersebut ditempatkan kedalam sebuah dimensi yang dibuat oleh Uzukage sebelumnya.

Sebuah fuinjutsu yang berakibat fatal bagi sang Uzukage, nyawanyalah yang harus dia pertaruhkan. Hari yang menyedihkan tersebut bertambah akibat kematian dari sang Uzukage, namun hari tersebut pula dipilihlah Uzumaki Arashi sebagai Uzukage yang baru, walaupun begitu sebuah nama masih mereka kenang dihati mereka.

.

.

Didalam sebuah ruangan yang cukup besar, terlihat lebih dari sepuluh orang yang terlihat sedang membincangan sesuatu hal yang terlihat cukup penting, namun hal tersebut terhenti setelah dua orang yang masuk dengan aura yang menguar besar dari salah satu orang tersebut. " Naruto-kun!" Shizuka, gadis dengan rambut hitam yang diikat ekor kuda berlari cepat kearah Naruto dan memeluknya, entah kenapa wajah putih milik Shizuka kini menunjukan semburat merah saat melihat Naruto.

" Ada apa Shizuka-chan? Kau terlihat sangat bahagia?" Naruto bertanya seraya mulai melepas pelukan dari Shizuka dan setelahnya tangan kanan dia gunakan untuk mengusap lembut puncak kepala dari Shizuka, senyum dari mereka berdua tak luntur dari mimik wajah mereka. " entahlah Naruto-kun, saat melihatmu ada sesuatu yang mendorongku untuk memelukmu." Shizuka berucap dengan wajah yang semakin memerah, Dei yang melihat kejadian tersebut hanya tersenyum kecil.

" Anakku sudah besar rupanya." Dei berucap dengan senyum yang menghiasi wajahnya, Naruto yang mendengar ucapan dari sang ayah angkat hanya memiringkan wajahnya seraya memasang mimik wajah bingungnya, Dei yang melihat ekspresi dari Naruto hanya tertawa dan kemudian duduk disamping Arashi dan Taji.

" lebih baik kau segera membicarakan apa yang akan kau bicarakan Naruto." Dei berucap seraya menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya, Naruto yang tahu akan maksud dari sang ayah mengangguk meng'iya'kan setalahnya dia berjalan bersama Shizuka untuk kembali duduk ditempat yang tadinya dia tinggalkan.

" Baiklah, siapa diantara kalian berlima yang menginginkan sebuah elemen tambahan, tepatnya elemen angin ?" Naruto mulai membuka suaranya seraya menatap kelima temannya yang saat ini menatapnya bingung, Naruto yang mengerti kebingungan dari teman temannya mulai merogoh bajunya untuk mengeluarkan sesuatu setelahnya nampak tiga buah yang terlihat aneh dimata semua yang ada didalam ruangan tersebut (Minus Dei.)

" Ini adalah Akuma no Mi, buah iblis yang didapatkan Tou-san entah dari mana, ketiga buah ini masing masing memiliki nama, Gasu Gasu no Mi buah bertipe Logia yang dapat mengubah tubuhmu menjadi Udara, kalian yang memakan buah ini pun juga dapat mengeluarkan sebuah teknik dari manipulasi udara yang sudah kalian kembangkan, contoh saat aku menghentikan gerakan seseorang, saat itu lah aku menggunakan kekuatan buah iblis ini yaitu menghentikan Oksigen yang ada didalam darah-"

"-Kedua, buah ini bernama Baku Baku, buah iblis bertipe Paramecia, jika kalian memakan benda apapun dengan kekuatan dari buah iblis ini, dipastikan benda tersebut akan keluar dari salah satu tubuh kalian yang sudah kalian pilih. Dan jika level pengunaan kalian sudah tinggi kalian dapat memakan jutsu serangan dan dapat mengembalikan dengan mudah selain Genjutsu.:"

" Terakhir, buah ini bernama Sube Sube, dan aku anjurkan untuk siapa saja yang ingin memakan buah iblis ini sebaiknya dia adalah seorang perempuan, buah iblis ini membuat yang memakannya menjadi licin, dan lebih langsing hampir seluruh serangan fisik tak akan mempan padanya, bagaimana?" Naruto menyudahi penjelasaanya, kelima bocah tadi menatap dengan cukup kagum pada kekuatan dari buah iblis yang dipegang Naruto saat ini.

" tunggu sebentar Nii-san, bukannya memanipulasi udara dan memakan jutsu itu adalah kekuatanmu?" Dari ucapan Menma barusan seluruh orang yang ada diruangan tersebut mengangguk meng'iya'kan perkatan dari Menma, Naruto yang mendengar ucapan dari Menma hanya tersenyum kecil.

" Ya, ini memang kekuatan ku dan aku ingin membaginya pada kalian." Naruto menjawab pertanyaan dari Menma denga sangat sangat tenang, Menma dan Sasuke yang mendengar penuturan dari Naruto maju kedepan bersamaan dengan Haku serta Shizuka. " Apa kalian mau?" Naruto bertanya seraya menyodorkan ketiga buah iblis yang kini berada dikedua tangannya.

Sasuke mengambil Gasu Gasu no Mi, Shizuka mengambil Baku Baku dan Haku mengambil Sube Sube, dan dengan bersamaan mereka membuka mulut dan

HAP

GLEK HUUWWEEKKKKK

HUUAHAHAHAHA

Naruto yang mendengar suara orang muntah didepannya tertawa bersama dengan Dei yang kini juga ikut tertawa keras, Menma yang melihat kakaknya tertawa merasa bingung apakah kakaknya membohongi mereka?

" Apa apaan ini! Rasanya huek." Sasuke mengumpat walau masih dia tahan dengan wajah datarnya, namun berbeda dengan Shizuka dan Haku mereka kini hanya menatap Naruto tajam, Naruto yang merasakan killingintens didepannya dengan segera menghentikan tawanya. " Hahaha, ya memang seperti itu rasanya, tapi jangan kaget dengan kekuatannya." Setelah terhentinya ucapan dari Naruto tiga buah kunai dia lesatkan menuju Sasuke, Shizuka dan Haku.

Sasuke yang terkejut namun terlambat untuk menghindar akibat cepatnya lemparan kunai dari Naruto hanya dapat pasrah dengan kedua tangan yang dia silangkan didepan wajahnya untuk menghalau pergerakan dari kunai tersebut. Beda Sasuke beda Shizuka, dia entah karena apa membuka mulutnya walau tak sebesar Naruto. Sedangkan Haku, dia ingin merapatkan handsealnya namun terlambat.

Kunai kunai tadi tepat mengenai mereka bertiga, Sasuke pada tangannya, Shizuka didalam mulut sedangkan Haku pada lengan atas tangan kirinya, namun dari mereka bertiga sama sekali tak ada yang terluka sedikitpun. Tangan dari Sasuke berubah menjadi udara, sebuah kunai muncul dilengan kiri Shizuka dan kunai yang tadi menyerang Haku terlempar atau tepatnya meleset bak sebuah balok kayu diluncurkan pada lantai yang penuh akan air sabun.

" Bagaimana? Apa kalian puas?" Naruto angkat bicara, ketiga orang tadi menatap Naruto dengan lekat, mereka bertiga tersenyum dan mengangguk mantab setelahnya. " Arigatou Tebe/ Naruto-kun." Naruto yang mendengar ucapan dari ketiga temannya tersenyum enuh arti. " Baiklah baiklah, lebih baik kau teme dan Shizuka-chan kemari sebentar." Sasuke dan Shizuka yang mendengar ucapan dari Naruto sedikit bingung namun akhirnya menurut saja.

Setelah dekat, tangan kanan dari Naruto menyentuh pundak kiri Shizuka dan tangan kiri dari Naruto menyentuh pundak kanan dari Sasuke setelahnya-

Copy

Sebuah cahaya kecil muncul dari telapak tangan Naruto, tak begitu lama hanya membutuhkan waktu kurang dari satu detik cahaya tersebut menghilang kembali. Naruto yang mengetahui jutsunya berhasil tersenyum kearah Sasuke dan Shizuka. " Baiklah bagaimana jika kita berlatih." Ucapan dari Naruto hanya diberi anggukan bingung dari semua yang ada disana minus Dei yang saat ini sedang tersenyum kecil kearah Naruto.

.

.

Disebuah gua yang cukup gelap, saat ini terlihat sekitar sepuluh orang yang sedang berdiri dimasing masing jari pada patung besar yang saat ini ada didepan mereka.

" Baiklah, aku disini bertugas untuk membagi kalian dalam misi misi yang akan kita jalankan selama tiga tahun ini aku ingin sebagian dari kalian mencari uang untuk kelangsungan kelompok ini, dan sebagian dari kalian mencari informasi tentang Jinchuriki yang ada mulai dari ekor satu sampai ekor sembilan." Sebuah siluet dengan wajah yang tertindik nampak berbicara, dapat diketahui bahwa dia adalah Leader dalam kelompok tersebut.

.

.

SKIP TIME

Dikantor Hokage terlihat seorang laki laki berrambut kuning bersama beberapa orang tengah berbincang bincang, namun perbincangan tersebut terlihat tak begitu menyenangkan, dapat dilihat dari wajah sang hokage dan istrinya menatap kosong kedepannya tepatnya pada seorang kakek tua, laki laki berrambut putih panjang, seorang anbu dan dua orang jounin yang tengah berdiri didepan mereka.

" Apakah tak ada kabar sama sekali dari organisasi mata mata anda Jiraiya-sensei?" sang Hokage yang biasa dipanggil dengan nama Minato terlihat sangat serius saat melontarkan pertanyaan tersebut, namun jawaban yang dimintanya berbeda dengan apa yang dijawab dari sang Gama Sannin a.k.a Jiraiya, sebuah gerakan kecil berupa gelengan kecil sukses membuat sang Hokage berserta sang istri tertunduk lesu namun-

TOK TOK TOK

" Masuk." Sang Hokage menjawab dengan nada yang terdengar lemah, semua yang ada disana menatap kearah pintu tersebut dan nampaklah seorang wanita dengan pakaian yang didominasi warna putih dan merah, rambut hitam terurai sempurna. Dia berjalan masuk dengan perlahan seraya sedikit menundukkan wajahnya.

" Hokage-sama, saya melapor akan misi yang baru saja saya dan anggota saya selesaikan." Sang jounin yang diketahui bernama Kurenai Yuuhi memberikan sebuah gulungan yang kini diterima langsung oleh sang Hokage, dengan tenang sang Hokage membuka gulungan tersebut menatap dan membaca apa yang ada didalamnya setelahnya dia meletakkannya kembali diatas meja yang kini berada didepannya.

" Apakah ada tambahan lagi Kurenai?" Sang hokage menatap Kurenai dengan tatapan tenang, tak terlihat dari wajah tampang sedih dan rindu yang tadi dia perlihatkan pada orang orang yang tadi ada didalam, Kushina pun begitu sebuah senyum terulas diwajahnya.

" Ha'i Yondaime-sama, saat team kami melaksanakan misi kami bertemu dengan segerombolan bandit dan beberapa Missing-nin, pertarungan kami tak seimbang dan hampir membuat kami kehilangan nyawa, namun tujuh orang Shinobi muda datang menyelamatkan kami." Kurenai berhenti seraya menatap wajah sang Hokage yang terlihat cukup tertarik akan hal tersebut.

" Siapa mereka dan dari mana mereka berasal?" Sebuah pertanyaan dari sang Hokage yang ditunggu oleh Kurenai akhirnya terlontar, Kurenai tersenyum kecil yang sukses membuat semua yang ada disana cukup bingung akan hal tersebut.

" Kumagawa Naruto, Namikaze Uzumaki Menma, Uchiha Sasuke, Sakura Haruno, Shizuka, Yuki Haku serta satu lagi aku mendengarnya disebut dengan nama Uzumaki Taji."

.

.

.

Sudah lebih dari tiga tahun mereka berenam berlatih didalam sebuah dimensi yang digunakan para warga Uzushiogakure untuk tinggal dan berlindung didalam sana. Perubahan yang sangat derastis nampak dari keenam bocah tersebut.

Naruto kini sudah hampir dapat menguasai kekuatan yang dia miliki saat ini, teknik meniru jutsu miliknya sudah hampir sempurna, dan dia menemukan sebuah kekuatan baru yang berasal dari kekuatan naga miliknya, sebuah jutsu yang membuat dirinya dapat mengambil separuh kekuatan dari serangan musuh yang dilancarkan padanya dan dapat dia gunakan sebagai kekuatan miliknya sendiri, namun setiap kekuatan selalu memiliki kelemahan.

Kelemahan dari kekuatannya adalah harus menunggu sepuluh detik untuk menggunakannya lagi, oleh karena itu dia hanya mengeluarkan kekuatannya dalam keadaan genting saja. Dan kekuatan hasil Copyannya dari Sasuke dan Shizuka sudah setara dengan pengguna aslinya, walaupun itu hanya kekuatan dari hasil copyannya.

Kekuatan dari Menma pun juga tak kalah dari sang kakak, kekuatan dari Kyuubi sudah dapat dia kontrol sampai batas enam ekor walaupun itu belum sempurna, elemen angin miliknya pun juga sudah dapat dia kontrol dengan baik sebuah jutsu original pun sudah dia ciptakan, sebuah jutsu angin yang mengelilingi tubuhnya bak armor yang dia beri nama Ama fu. Tak hanya itu saja, sebuah Sunshin yang dia kolaborasikan dengan elemen petir miliknya pun juga dia ciptakan dengan bantuan dari sang kakak.

Sasuke pun tak mau kalah dengan Menma, kekuatan elemen Api dan Petirnya juga tak kalah dari Menma, Sunshin angin hasil dari kekuatan Akuma no Mi miliknya dia gunakan, jutsu jutsu original miliknya pun juga sudah dia ciptakan, bahkan beberapa jutsu ber'Rank S dia ciptakan bersama dengan Menma, sifat yang dahulunya tergila gila akan kekuatan memang masih melekat padanya, namun dia kini sudah mulai terbuka dengan kelima teman temannya.

Shizuka pun juga tak kalah dengan mereka para lelaki, dia kini tengah menyempurnakan sebuah eksperimen yang dilakukannya dengan Haku, penggabungan badan entah berhasil atau tidak sama sekali tak ada yang tahu, untuk Akuma no Mi miliknya dia sudah melebihi kekuatan dari Naruto yang dahulu, dia mulai dapat memotong Genjutsu yang membuatnya dapat mengendalikan sebagian tubuhnya, untuk elemen yang dia miliki dia dapat membuat sebuah jutsu yang disebut Kekkai Touta.

Hakulah yang paling meningkat pesat, Akuma no Mi miliknya tak hanya dapat membuat tubuhnya kebal akan beberapa serangan walau dia mengetahui sebuah fakta bahwa Akuma no Mi miliknya lemah akan elemen petir namun tubuhnya dapat memantulkan kembali serangan serangan yang ditujukan padanya, tak hanya itu Hyoton miliknya semakin meningkat pesat saat dia menemukan seorang pengendali Hyoton selain dirinya diUzushio ini.

Sedangkan untuk Sakura,bukan hanya kemampuannya saja yang berubah sikapnya yang dahulu FansGirl dari Sasuke dan Menma sudah menghilang, yang ada sekarang hanya rasa kagum pada kedua bocah tersebut, dan jika kalian tahu Sakura kini sudah dapat mengendalikan Human Strength yang saat itu hanya dapat dikuasai oleh Tsunade, begitu pula akan kemampuan Madic-ninnya, sangat tinggi walau masih dibawah Tsunade dan Shizune.

Saat ini terlihat mereka berenam sedang berdiri disebuah tanah lapang yang sangat luas untuk dijadikan sebuah arena pertarungan, namun tak hanya mereka saja didepan mereka nampak lebih dari seratus Jounin yang berdiri dengan senjata lengkap, disamping kiri dan kanan mereka nampak warga serta beberapa petinggi dari Uzushiogakure berdiri cukup jauh dari mereka, dapat diterka bahwa mereka saat ini akan mengadakan latih tanding.

" Baiklah, enam bocah spesial ini akan berlatih tanding dengan kalian semua, dari semua yang ada disini hanya Dei-sama sajalah yang mengetahui kekuatan dari mereka dan tak pernah Dei-sama membeberkan kekuatan penuh dari mereka berenam, oleh karena itu aku ingin melihat hasil latihan mereka berenam dalam latih tanding kali ini." Arashi, selaku Uzukage dari Uzushiogakure berucap dengan lantang, seluruh jounin yang ada disana mengangguk mengerti.

Namun Naruto yang tadinya berdiri tenang maju beberapa langkah saraya mengacungkan pedangnya kearah Jounin Jounin dari Uzushiogakure yang ada didepannya. " Aku ingin kalian semua mengeluarkan kekuatan kalian sesungguhnya, jangan menahannya sama sekali jika kalian ingin salah satu anggota tubuh kalian terlepas dari tubuh kalian." Naruto bertariak keras memprovokasi para Jounin, namun dapat dilihat oleh semua yang ada disana bahwa tak ada reaksi sama sekali dari para Jounin yang ada disana.

Naruto yang melihatnya dari balik kain yang menutupi matanya hanya tersenyum, dia tahu saat ini para Jounin itu sangatlah siap untuk melawan mereka berenam, mereka pastilah berfikir kenapa enam bocah yang tak diketahui sama sekali kekuatannya harus melawan mereka semua agar mereka tahu kekuatan dari bocah bocah itu.

" Kami tak akan menahannya sama sekali, kami tahu kalian spesial jadi aku tak akan menahan pertarungan ini walau aku harus membunuh kalian ataupun sebaliknya." Salah satu Jounin yang ada disana membalas ucapan Naruto dengan nada yang terdengar sangat mantap dan yakin, Naruto yang mendengarnya tersenyum kecil seraya menarik kain putih yang menutupi kedua bola matanya.

" Aku juga tak akan menahan ini,!" Naruto berteriak keras setelahnya dia membalikkan badannya menghadap adik dan teman temannya. " Jangan bunuh mereka, Uzushio masih membutuhkan kekuatan mereka." Anggukan dari teman temannya menjadi jawaban dari penuturan Naruto barusan. Keenam bocah tersebut pun sudah bersiap akan posisi masing masing setelahnya-

HAJIME

DUAR

SHANAROO

Sakura melompat tinggi seraya bertariak keras setalahnya sebuah hantaman tangannya ketanah membuat sebuah ledakan besar akibat kekuatan yang dia miliki, para Jounin yang melihat adanya bahaya mengarah pada mereka menghilang dengan cepat dan-

.

.

.

Tiga tahun sudah Naruto dan teman temannya berlatih didalam dimensi Uzushiogakure, dan hari ini setalah melakukan Latih Tanding yang dimenangkan oleh Naruto dan kawan kawannya walaupun mereka disulitkan dengan Fuinjutsu yang digunakan oleh para Shinobi Uzushio, namun akhirnya mereka menang dengan telak tanpa adanya korban luka dari kedua belah pihak. Saat ini, terlihat mereka semua keenam bocah tersebut beserta seluruh penduduk Uzushio berdiri digerbang Uzushiogakure.

" Apakah kalian serius ingin pergi dari sini, seluruh warga Uzushio sangat menyukai kalian semua.?" Sang Uzukage menatap keenam bocah yang saat ini tersenyum kearah seluruh warga Uzushio, keenam bocah tersebut kini menatap sang Uzukage seraya tersenyum kearahnya. " Bukannya kami tak betah disini, namun kami masih membutuhkan pengalaman dalam segi pertarungan Ero-kage."

Naruto menjawab dengan tenang dan diakhiri dengan candaan khasnya, semua yang ada disana tertawa saat mendengar panggilan sayang dari Naruto pada sang Uzukage, mereka sudah tahu tentang mereka berdua, Rival yang berbeda umur itulah yang biasa mereka sebut saat melihat pertengkaran mereka.

" Kau jaga diri Naru-chan, dan kembalilah kekeluargamu." Kumagawa Dei terlihat tersenyum kearah Naruto, Naruto yang mendengar ucapan dari Dei pada awalnya menunjukkan tampang kesalnya namun akhirnya dia tersenyum. " Ha'i Otou-san, suatu saat aku akan membawa baka tou-san pada hadapan tou-san Minato." Naruto tersenyum seraya menunjukkan senyuman lima jarinya pada sang ayah angkat, semua yang ada disana pun ikut tersenyum.

Jika kalian tahu, sudah saatnya Naruto mulai menerima keluarganya kembali, dia dan Menma tahu, lebih dari ribuan kali Minato berusaha menemui Menma dengan Hiraishinnya, namun mereka ada dalam sebuah dimensi yang akan benar benar sulit ditembus oleh jutsu apapun, dan kini Naruto mulai menerima Minato dan Kushina sebagai ibunya saat dia tahu bagaimana besar usaha Minato untuk menemui mereka berdua.

" Sasuke Uchiha, Shizuka, Yuki Haku dan Sakura Haruno kemarilah sebentar kami memiliki sesuatu untuk kalian." Dei memanggil mereka, dan dari belakang Dei berjalan dua orang yang tadi dilewati oleh Dei mereka Arashi dan Atarashi, Atarashi adalah adik kandung dari Arashi.

" Uchiha Sasuke, kau ahli dalam seni Kenjutsu sama seperti Naruto, dia memegang pedang yang bernama Masamune dan ini adalah pedang Murasama rival dari pedang Masamune, dahulu kedua pedang ini saling beradu untuk menjadi yang terkuat, namun entah kenapa pedang ini terlihat tertarik padamu." Dei mengambil sebuah pedang dari Fuinjutsu penyimpanannya, setelahnya dia memberikan pada Sasuke yang saat ini menatap pedang yang baru saja dia terima dari Dei.

" Pedang yang ringan." Gumaman dari Sasuke tersebut terdengar ditelinga dari Dei, Dei yang melihat gaya memegang pedang dari Sasuke terlihat tersenyum, samadengan saat melihat gaya Naruto memegang padangnya, Naruto yang memegang pedangnya dengan tangan kanannya dan mengarah kedepan sedangkan Sasuke memegang tangan kanannya dan mengarah pada belakangnya.

" Shizuka dan Yuuki Haku kemarilah." Arashi dan Atarashi memanggil Haku dan Shizuka untuk menghadap pada mereka, yah sekarang ini Haku dan Shizuka tengah berada didepan dari Arashi dan Atarashi untuk menerima hadiah perpisahan dari mereka, Arashi mengeluarkan sebuah gulungan yang entah apa isinya dan dia berikan pada Shizuka, Shizuka menerimanya dengan wajah yang terlihat bingung.

" Itu adalah gulungan Kuchiyose, namanya adalah Phoenix seekor burung api salah satu dari empat hewan legendaris dari Uzushiogakure, dia gila akan pertarungan, teteskan sedikit darahmu pada gulungan itu dan kau akan dapat memanggilnya kapan saja walaupun kau bukan berasal dari Uzushio, karena aku sudah mengubah sedikit sistem yang ada padanya. Aku percaya kau bisa." Arashi selesai akan penjelasannya, dan ucapan terimakasih telah terlontarkan dari Shizuka.

" Yuuki Haku, ini adalah sebuah scrool Jutsu dari clanmu, Jutsu ini adalah jutsu elemen es yang sudah lama menghilang, aku mendapatkannya dari salah satu sahabatku yang berasal dari clanmu, dia tahu bahwa clanmu sebentar lagi akan menghilang oleh karena itu dia menitipkannya padaku, aku percaya kau dapat membangkitkan lagi clanmu seperti dahulu bersama dengan Menma." Sedikit rona merah terlihat diwajah putih nan manis dari Haku saat menerima scrool gulungan tersebut.

Tak hanya Haku, Menma pun juga mengeluarkan sedikit rona merah pada wajahnya yang sukses membuat Naruto tertawa terbahak bahak.

" Dan kau Sakura Haruno, ini akan sedikit lama." Dei terlihat memegang kepala dari Sakura, dan-

ARRGGH

Teriakan yang tak begitu keras terlontar dari mulut mungil Sakura, setelahnya setitik cahaya memancar dari dalam sarung tangan yang selalu Sakura gunakan, Sakura yang sudah mulai sadar walau beberapa kali rintihan kesakitan masih dia keluarkan berusaha membuka kedua sarung tangannya, dan-

" Ini apa Dei-sama?" Sakura bertanya pada Dei dengan wajah yang telihat bingung seraya mengarahkan tatapannya pada Dei yang saat ini tengah tersenyum padanya, Dei berjalan mengarah pada Sakura yang masih menunjukkan ekspresi bingungnya. " Itu adalah segel Fuinjutsu yang kami gunakan untuk menambah kekuatan dalam hal medis, dan kau adalah salah satu Medic-nin terbaik yang aku jumpai walau kau masih memiliki umur yang relatif muda."

Dei mengucapkannya dengan nada yang terdengar bersemangat, begitu pula dengan Sakura sebuah kebanggaan tersendiri mendapatkan salah satu Fuinjutsu yang berasal dari Uzushio. " Arigatou Dei-sama." Sakura berucap dengan nada yang terdengar sangat bersemangat saat mengucapkan terimakasih pada Dei barusan.

" Baiklah, kembalilah keNaruto dan Menma mereka terlihat bosan menunggu kalian." Ucapan Arashi barusan sukses membuat keempat bocah tersebut tersenyum kearahnya, mereka berempat berjalan kearah Menma dan Naruto yang masih tetap pada posisi mereka semula, setelah sampai senyum terpampang diwajah keenam bocah tadi.

Lambaian tangan dari seluruh warga Uzushiogakure menghantar kepergian keenam bocah yang akan kembali kedesa seraya membawa jutaan kejutan bagi dunia shinobi.

SKIP TIME

Konohagakure no Sato, terlihat dua orang laki laki yang berbeda usia tengah berdiri dengan kunai cabang tiga dan sebuah tongkat yang dipengang oleh masing masing dari mereka berdua, Namikaze Minato dan Hiruzen Sarutobi ya merekalah kedua laki laki itu, sang Yondaime dan Sandaime Hokage tengah melakukan latih tanding dilapangan yang luas tepatnya sebuah lapangan yang berada diatas patung hokage.

Tetesan keringan terlihat dikedua wajah mereka. " ayo kita selesaikan latihan ini Minato." Hiruzen bersiap dengan kedua telapak tangannya yang sudah dia tempelkan satu sama lain, Minato yang melihat hal itu pun juga ikut merapatkan segel tangannya. " Aku tak akan kalah Sandaime-sama." Minato dan Hiruzen mulai merapatkan handseal mereka masing masing setelahnya.

Katon : Ryuu Endan

Fuuton : Uzugami

Sebuah kepala naga api meluncur kearah Minato, dan dari mulut Minato muncul pula sebuah pusaran angin yang mengelilingi kepala naga api yang barusaha dikeluarkan oleh Hiruzen namun-

ODAMA RASENGAN

Sebuah bola chakra sukses menghancurkan kedua jutsu yang baru saja bertemu satu sama lainnya, Minato da Hiruzen menatap dari mana datangnya bola chakra yang mereka kenal tersebut dan disana nampaklah bocah yang mereka kenal tengah berdiri bersama empat orang yang mereka kenal pula.

" Kau Menma?" Minato nampak masih ragu akan siapa yang saat ini berdiri didepannya, Hiruzen pun juga sedikit terkejut saat melihat siapa yang berdiri didepannya dan menghancurkan jutsu yang baru saja dia lontarkan pada Minato. " Ya Otou-san, ini anakmu Uzumaki Namikaze Menma!" Dengan semangat Menma menacungkan jempolnya pada sang ayah, dengan Hiraisinnya Minato berpindah dengan cepat kearah dimana Menma berada dan memeluknya dengan erat. ( OOC banget yak -_-) namun-

DUGH

" Ittai, kenapa kau memukulku tou-san!" dengan wajah yang dibuatnya kesal Menma menatap sang ayah dengan tatapan Horor saat dirasakannya sebuah pukulan kecil yang didapatnya dari sang ayah. " Dari mana saja kau selama tiga tahun ini Menma." Dengan senyum yang tak luntur dari wajahnya Minato bertanya pada Menma.

" Hehe berlatih." Begitu pula dengan Menma wajahnya pun tak lepas dari senyuman yang diarahkannya pada sang ayah. " Ehem, sepertinya ada yang dilupakan disini." Sebuah suara terdengar dari arah belakang Minato, Minato yang mendengar suara Hiruzen hanya berbalik seraya tertawa kecil kearahnya.

Menma berjalan kearah Hiruzen dan setelahnya dia memeluknya erat. " Aku pulang Jiji."

" Kau tambah besar Menma, dan dimana Kakak bodohmu itu?" Hiruzen melihat sekelilingnya, dan yang ditemukannya hanya Sasuke, Shizuka, Haku dan Sakura yang tersenyum kearahnya minus Sasuke. Minato yang tahu maksud dari sang Hokage sedikit menunduk sedih akan hal tersebut.

" Dia sedang ada sedikit urusan Jiji, mungkin dia akan sampai nanti malam." Menma tersenyum kearah Hiruzen yang saat ini sudah melepas pelukannya pada Menma. " Baiklah Tou-san, Jiji, aku dan teman teman mau mencari teman teman yang lainnya, aku ingin mengajak mereka spparing dan mau sedikit pamer pada mereka hehe." Menma sedikit tertawa setelahnya-

DUGH

" Baka, kau bilang pamer, orang tua itu akan memukulimu dengan rotan kalau kau pamer Baka!" Haku yang berdiri dibelakang Menma sukses menghantarkan sedikit bogem mentahnya pada Menma yang saat ini sedang dalam posisi yang benar benar tak elit baginya.

" Bisakah kau sedikit lembut padaku Haku-chan." Menma berdiri dan menatap Haku dengan sebuah benjolan dikepalanya. " Mereka sudah berpacaran Yondaime-sama, jadi maklumi mereka." Sasuke berucap dengan nada yang datar, dan kata kata yang terlontar dari Sasuke barusan sukses membuatnya mendapat tatapan horor dari Haku dan Menma.

" Apa?! Itu Fakta." Masih dengan ekspresi yang sama Sasuke membalas tatapan dari Menma dan Haku barusan, desahan panjang keluar dari mulut Menma dan jangan tanya lagi wajah Haku saat ini sudah benar benar memerah padam akibat hal itu. " Benarkan itu Menma?!" Minato nampak mulai mengintrogasi Menma, sedangkan Menma saat ini hanya dapat menyembunyikan raut wajahnya antara takut dan malu, dan jawaban dari Menma berasal dari sebuah anggukan kecil kepalanya.

" Kushina harus tau akan hal ini, dia pasti akan senang." Ucapan Minato bagai segenang air ditengah gurun yang panas bagi Menma, senyumnya benar benar mengembang saat ini. " Ja-Jadi Otou-san tak marah?"

" Kenapa harus marah, anakku sekarang sudah besarkan?" Menma yang mendengarnya tersenyum lebar dan melompat tinggi. " Baiklah, mari kerumahku kita rayakan kembalinya kalian keKonoha."

SKIP

Malam telah tiba, terlihat seorang bocah laki laki dengan penutup matanya berjalan perlahan menuju sebuah gerbang besar yang diketahui bernama Konoha, dia berhenti sejenak saat sudah melewati gerbang tersebut setelahnya dia menolehkan kepalanya kearah kiri dan dapat dia lihat dua orang shinobi yang saat ini membulatkan matanya dan membuka mulutnya saat menatap kearahnya.

Bocah tersebut berjalan kearah dimana kedua shinobi itu berada setelah sampai diangkatlah penutup mata yang saat ini dia gunakan. " Selamat Malam Kotetsu-san, Izumo-san." Sebuah sapaan kecil dia lontarkan pada Izumo dan Kotetsu yang masih dalam keadaan terkejutnya. " Na-Naruto?" keduanya mengeluarkan sebuah kata kata yang sama, Naruto yang melihatnya hanya tersenyum kecil untuk menanggapi hal tersebut.

" Jangan laporkan kedatanganku pada siapa pun, aku ingin membuat sebuah kejutan bagi Konoha saat ini." Setelah ucapan tersebut selesai, sebuah kobaran api menyelimuti tubuh Naruto dan terpaan angin sukses membuat seluruh tubuhnya menghilang. " Ka-kau melihatnya Kotetsu/Izumo?" dengan bersamaan keduanya bertanya satu sama lain.

" Dia semakin kuat saja."

Pindah Scene

Dikediaman dari Yondaime Hokage saat ini sedang diadakan sebuah pesta kecil kecilan yang dihadiri Hiruzen, Shisui, dan para Rokkie. Dapat dilihat kebahagiaan terpancar diwajah mereka namun hal tersebut tak berlangsung lama setelah-

DUAR

Pintu dari kediaman sang Hokage terlepas dari engselnya saat sebuah kaki berhasil membuatnya terlempar, dengan refleks yang terlatih seluruh orang yang ada diruangan itu menghindarinya. " Minato Namikaze! Aku menunggumu diTraining Ground diatas patung Hokage, panggil semua Jounin dan Chunin yang kau butuhkan, aku menantangmu bertarung!"

" Apa maksudmu Nii-san! Apa maksudmu dengan ini!" Menma berteriak kearah dimana Naruto berdiri, namun sedikit demi sedikit tubuh dari Naruto mulai menghilang ditelan api yang berkobar menutupi tubuhnya. " aku juga menunggumu Menma!" Dengan berakhirnya ucapan Naruto barusan menghilanglah dengan sempurna tubuh dari Naruto dalam kobaran api.

" Mi-Minato." Kushina berucap dengan mata yang mulai berkaca kaca, semua yang ada disana benar benar terkejut akan apa yang barusan dilakukan oleh Naruto, menantang bertarung sang ayah kandung dengan terang terangan didepan seluruh Rokkie dan keluarganya.

" Aku harus kesana." Minato berucap dengan nada tegas yang sukses membuat semua yang ada disana terkejut bukan main. " Panggil semua Jounin dan Chunin, juga Anbu yang ada diKonoha, perintahkan semuanya untuk menjaga arena pertarunganku dengan Naruto, dan jika aku mati disini jangan penjarakan atau membunuh Naruto, laksanakan!" semua yang ada disana benar benar terkejut bukan main saat ini, sebelum mereka bertanya lebih lanjut Minato sudah menghilang dengan kilatan kuningnya.

" Sandaime-sama, apa yang harus kita lakukan saat ini." Terlihat Shisui saat ini benar benar kalut akan hal tersebut, begitu pula dengan Sandaime a.k.a Hiruzen walau saat ini dia benar benar terkejut akan apa yang dilakukan cucu kesayangannya dia masih dapat mengkontrol emosinya. " Lakukan yang diperintahkan Minato, kalian juga para Rokkie, laksanakan apa yang diperintahakn Minato, panggil seluruh Anbu, Jounin dan Chunin segera."

Dengan titah dari sang Sandaime, semua yang ada disana segera menghilang namun tidak dengan Menma, Kushina dan Naruko. Walaupun Naruko masih kecil dia mengerti akan situasi ini, dia hanya bisa menanggis dalam diam, Menma terdiam akibat hal tersebut sedangkan Kushina dia menanggis seraya memeluk Naruko.

" Kita harus kesana Kushina, aku tahu Naruto sudah tak dapat menahan amarahnya lagi saat ini." Ucapan dari Hiruzen membuat tanggis dari Kushina semakin menjadi jadi, tanpa menunggu lagi Hiruzen memegang tangan dari Kushina dan Menma setelahnya mereka menghilang dengan Sunshin dari Hiruzen.

.

.

.

Training Groud diatas patung Hokage terlihat ratusan orang sedang berdiri, seluruh Anbu, Jounin dan Chunin berdiri menghadap seorang bocah yang saat ini membawa sebuah pedang panjang yang dipegangnya ditangan kanannya, namun tak berapa lama sebuah gumpalan asap muncul disamping Minato.

" Hiks, Naruto, apa yang akan kau lakukan pada ayahmu Naruto." Kushina berteriak keras disela tanggisnya, Minato yang melihat siapa yang datang menatapnya. " Aku ? aku hanya ingin menantang dia bertarung melawanku, aku ingin melihat seberapa besar kemampuan orang yang kalian panggil Hokage, atau kau dan Menma juga ingin ikut bertarung melawanku, atau Jiji juga atau bahkan kalian?" Naruto terlihat sangat tenang saat menjawab pertanyaan dari Kushina barusan.

Semua yang ada disana cukup terkejut akan apa yang dikatakan Naruto, terlebih lagi seluruh orang yang mengenal Naruto luar dalam, tak terfikir oleh mereka akan hal yang Naruto lakukan saat ini. " Apa kau gila Naru-chan, apa yang sebenarnya kau inginkan sampai sampai kau ingin melawan seluruh Shinobi Konoha.!" Shisui terlihat mulai naik pitam akibat ucapan dari Naruto barusan.

" Hahaha, Uchiha Shisui apa kau lupa satu batalion Jounin dari Kirigakure pernah aku habisi hanya dengan mata ini!" Naruto berteriak seraya menarik lepas penutup matanya, pancaran energi yang kuat dirasakan oleh semua yang ada disana, bahkan Naruko menanggis keras saat merasakan pancaran energi ini.

" Ohh, Naruko-chan maafkan Nii-chanmu ini sampai membuatmu menanggis." Ucapan tenang dari Naruto dia keluarkan seraya melemparkan penutup matanya kesembarang arah, Menma terlihat marah akan apa yang dilakukan sang kakak dengan cepat dia mengeluarkan enam ekor Kyuubi dari belakang tubuhnya dan hal itu sukses membuat semua yang ada disana kembali terkejut.

Sasuke, Haku, Shizuka, dan Sakura pun tak ingin hal ini terjadi, mereka berjalan dan berdiri tepat didepan sang Hokage dan juga sejajar dengan Menma, Sasuke menarik pedangnya dengan tangan kanannya, Haku mengubah kedua tangannya menjadi es, kedua kaki dan tangan Shizuka memunculkan kobaran api yang besar, sedangkan Sakura dia menarik sarung tangan kirinya yang mulai bercahaya.

" Kami tak akan membiarkan hal ini terjadi Naruto-kun!, sebenarnya apa yang kau inginkan !" Shizuka berteriak keras kearah Naruto, Naruto yang mendengarnya hanya tertawa sebentar dan mulai menatap serius kearah semua yang ada disana.

" Keinginan ya?! Mungkin aku menginginkan KEMATIAN!"

T . B . C

Hihihi telat lagi ya Upnya hehe, maaf alasan saya seperti biasa, rebutan laptop sama ibu saya hehe, ya buat chap ini mungkin akan banyak Typonya karena seminggu kedepan saya tak akan memegang laptop dan chap ini saya ketik dimalam hari saat ibu saya udah tidur hehehe. Baiklah baiklah saatnya bala Review :

Ay : Hehehe, Naruto tak akan menjadi Copy Ninja, hanya saja dia akan dikenal sebagai Copy Ninja kedua setelah Kakashi.

Senju-Nara Shira : 1: Udah Update hehe. 2: Pair Naruto hanya Shizuka saja. 3: Ettooo, rahasia kayanya :v 4: Untuk masalah Danzo biar diurus Sasuke hehhee 5: Menuju Uzushio ya, sebenarnya saya mau buat mereka tersesat dan melihat Uzushio tapi ya terlanjur kebuat begitu hehehe. 6: Tujuannya Konoha. 7: Untuk Oro-Pedo masih saya pikirin lagi ini hehehe. 8: Tidak akan belajar Senjutsu.

Rozinamikaze : Dalam Fic ini saya buat masih utuh dalam sebuah dimensi yang dibuat Uzukage sebelumnya.

Thiyahrama : Hehehe, kayanya sih begitu :v

Nameboe-sama : Tak semua emosi atau ekspresi wajah dapat dihilangkan kan? Keterkejutan itu pasti akan selalu ada dan itu salah satu ekspresi yang tak dapat dihilangkan. Coba aja kalo anbu root itu ada didunia nyata coba deh kagetin dia hehehehe ngelantur :v

xXx : Terlalu Over Power, kekuatan ini aja udah Over Power bagi saya :v

Raitogecko : Untuk DF terjawab diChapter ini, dan untuk Kuchiyose masih ane fikirin lagi.

Uzukage Menma : Hehehe, biar cepet mati sih :v

D14napink : Bagi orang Jawa bilangnya "Gen ra puo puo" Biar gak serakah, Garuda dalam Fic ini adalah Kuchiyose terkuat dari yang lain, dan Unicorn adalah yang terkecil jadi saling melengkapi

GRIEGEIRIEA : Etoo, ane buat sendiri dan sedikit ane ubah dari kekuatan keturunan keempat dari Ootsutsuki yang ada diBoruto The Movie itu :v

.792 : Gak akan semudah itu dalam mengCopynya vak :v

Felix : Ini FanFiction okey, dunia dimana kita menyalurkan IMAJINASI, bebas kita mau menyalurkan imajinasi kita, apa ini Fic pertama yang kau baca? Atau memang kau Flamer? Jika iya baca diatas ya

Uchiha Madara 007 : Untuk Kuchiyose mungkin sudah hilang, dan untuk kekuatan matanya masih bisa dia gunakan tanpa chakra.

SangDewaFardhal : Dfnya dikasihkan dan itu terjawab diatas :v

Okey thank's buat yang udah Review, dan untuk masalah DF atau Pair semua terjawab diChap ini, dan janji saya sudah saya buat diatas sedikit mengecewakan memang hehehe.

Komozaku Wooza Out