Kumagawa Naruto

Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine

Rate: T

Pair: Naruto x Shizuka , Menma x Haku

Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike

Summary : Kembalinya Naruto kedalam keluarganya bukan akhir dari perjalanannnya, namun itu semua adalah awal bagi perjalanannya, bersama dengan adik dan sahabat sahabatnya dia akan mencoba untuk melindungi apa yang menurutnya pantas untuk dilindungi. GantiSummary, GagalSummaryLagi, RombakRombak.

Warning : DLDR (Don't Like, Don't Read)


Chapter 13

Loji : Terjawab diChapter ini

Thiyahrama : Semua terjawab diChapter ini.

Lusy922 : Terjawab diChapter ini

Griegeiriea : Terjawab diChapter ini.

Gin Kazami : Karena mereka tahu Naruto akan datang walaupun terlambat, dan Menma telah mengatakannya.

D14napink : Karena Naruto sudah tak dapat bertemu lagi dengan Nang In, dan untuk naga yang bersemayam didalam tubuh Naruto akan diperlihatkan jika sudah saatnya.

.792 : Ehehehe, ya memang sengaja :v

Azzel Da Tenshi : Muehehehehehe

Dan untuk yang mereview lanjut atau sebagainya, saya pasti akan melanjutkan Fic kesayangan saya ini :v , dan juga, selamat membaca.


Chapter 13

Malam yang seharusnya tenang diKonohagakure no Sato, namun semua itu hanya sebuah angan angan para Shinobi Konoha, ya saat ini mereka tengah menyaksikan pertarungan antara Sang Hokage yang dibantu oleh lima bocah yang salah satunya adalah anak kandungnya, dan jika kalian tahu lawan sang Hokage adalah sang buah hati yang dahulu sempat dia buang ah bukan namun hanya sekedar tak diterima didalam keluarganya.

Dan kelima bocah yang membantunya dalam pertarungan tersebut adalah Namikaze Uzumaki Menma, Uchiha Sasuke, Haruno Sakura, Shizuka dan Yuki Haku. Kelima bocah yang baru saja kembali dari perjalanan mereka mencari sebuah pengalaman diluar dinding Konohagakure. Namun yang mengejutkan disini adalah lawan dari mereka berenam, seorang bocah yang dahulunya benar benar dicampakan oleh seluruh warga Konohagakure.

Namikaze Uzumaki Naruto atau yang kini bernama Kumagawa Naruto, putra sulung dari sang Hokage, entah apa yang baru saja menyambar kepalanya sampai sampai Naruto memiliki pemikiran untuk bertarung dengan sang ayah. Semua Shinobi Konoha bahkan sang Sandaime Hokage tak mengerti kenapa Naruto sampai mengambil jalan seperti sekarang ini.

Sudah beberapa kali Naruto menyarangkan pukulan dengan tenaga penuhnya pada seluruh wajah dari keenam orang yang saat ini menjadi lawannya, namun tak hanya dia yang memberi pukulan namun keenam orang yang menjadi lawannya pun beberapa kali menyarangkan pukulan dan tebasan pedang kepadanya. Saat ini mereka menjauh untuk mengambil jeda dalam pertarungan dan yang dia tahu saat ini jubah miliknya sudah mendapat tanda segel Hiraishin dari sang ayah.

" Cukup mengesankan dan menyenangkan." Ucapan datar keluar dari mulut Naruto disusul dengan senyuman meremehkan dari Naruto, kelima bocah yang tak lain sahabat dan adiknya menatap Naruto dengan tajam, marah pasti, terkejut tentu saja. Mereka tak mengerti alur pikiran bocah yang dari dulu sangat misterius itu.

Namun tak semua pikiran yang berkecambuk dalam otak mereka harus mereka hentikan dahulu saat melihat Naruto memasang kuda kuda seraya menarik keluar pedang hitam kesayangannya, kelima bocah yang melihat kuda kuda dari Naruto saat ini terkejut, mereka tahu kuda kuda yang akan dikeluarkan Naruto saat ini.

Naruto menarik pedangnya seraya melompat tinggi, beberapa kali tebasan dia lancarkan kearah dimana keenam orang itu berada dan-

TRANK TRANK TRANK

Gelombang kejut dengan kekuatan yang cukup untuk memotong batu tertahan oleh enam buah rantai yang keluar dari dalam tanah, Minato yang tahu rantai itu milik siapa segera membalikkan badannya dan tatapan lurus kearah dimana sang istri berdiri dengan rantai yang keluar dari pungungnya.

Kushina Uzumaki sang istri dari Yondaime Hokage berjalan kearah dimana Minato berada dengan melewati lebih dari lima orang Jounin dan Anbu yang melindunginya, beberapa kali Anbu dan Jounin itu menahan Kushina namun sebuah pukulan keras selalu dia layangkan pada perut dan wajah dari Shinobi yang menahannya.

CRIING

Suara tertariknya sebuah pedang dari dalam sarungnya terdengar, dapat mereka lihat Kushina kini memegang sebuah pedang yang baru saja dia dapatkan dari seorang Anbu yang saat itu membawa senjatanya. " Jika kematian yang kau inginkan dariku dan Minato aku akan bertarung sampai titik darah penghabisan melawanmu Namikaze Uzumaki Naruto!" Kushina bertariak seraya mengacungkan pedang yang didapatnya tadi kearah Naruto.

Semua yang ada disana terkejut bukan main saat mendengar ucapan dari Kushina saat itu, Hiruzen Sarutobi yang saat ini menggendong Naruko yang tengah menanggis pun tak dapat menahan ekspresi terkejutnya. " Kalian semua tahan Naruto, jangan membunuhnya buat dia pingsan cepat." Hiruzen berteriak dengan sangat keras, semua Shinobi dan Kunoichi yang mendengar ucapan dari Hiruzen segera melaksanakan tugas mereka.

Dalam hitungan detik seluruh Shinobi Konoha mengepung Naruto dalam sebuah lingkaran besar, Naruto yang melihat hal tersebut hanya tersenyum dengan rambutnya yang menutupi wajahnya. Namun posisi tersebut tak bertahan lama saat ratusan bola api bergerak kearahnya, dan-

" Apa yang terjadi!"

" Hi-Hilang?!"

Berbagai ungkapan dan ekspresi dilontarkan dan diperlihatkan dari seluruh Ninja yang melihat hilangnya jutsu jutsu mereka. Bahkan Minato dan Kushina pun tak dapat menyembunyikan ekspresi mereka. " Jangan buang buang chakra kalian, Naruto dapat menyerap seluruh Jutsu!" Menma berteriak lantang pada seluruh Shinobi Konoha.

Sasuke berlari cepat kearah Naruto seraya tangan kanannya memegang pedang yang masih berada didalam sarungnya yang berada dibelakang tubuhnya, kecepatan yang tak dapat dilakukan oleh seorang Genin biasa. Naruto yang melihat Sasuke berlari kearahnya tak tinggal diam, dengan Masamune yang berada ditangannya dia akan melawan Murasama yang berada ditangan Sasuke.

TRANK TRANK TRANK

Suara dentingan pedang terdengar nyaring ditelinga seluruh Shinobi, beberapa goresan pedang diterima Naruto dan Sasuke, namun seluruh serangan dari Naruto tak membuat luka apapun pada Sasuke yang memakan Gasu Gasu no Mi pemberiannya. Naruto melompat mundur saat melihat Sasuke merapatkan handsealnya. " Tak berguna!" Naruto mengepalkan tangannya erat dan muncullah kobaran api dikedua tangannya namun-

BUGH

Sebuah kaki sukses membuat Naruto harus terlempar kesamping kanannya, Kushina sukses mendaratkan sebuah tendangan pada lengan kiri dari Naruto. Naruto yang melihat siapa yang menendangnya hanya tersenyum manis dalam tunduknya. Sasuke yang sudah selesai akan handsealnya melompat tinggi, Menma yang tahu apa yang akan dilakukan Sasuke pun ikut merapatkan handsealnya.

Katon : Faiashotto

Fuuton : Daitoppa

Menma yang sudah berada disamping dari Sasuke yang tengah melayang diudara ikut menembahkan jutsunya pada jutsu Sasuke, dari mulut Sasuke keluar api api kecil bak peluru yang dikeluarkan oleh senapan AK 47 ditambah dengan angin yang dikeluarkan oleh Menma menambah kuatlah jutsu gabungan antara Sasuke dan Menma.

Kushina mengeluarkan rantai chakranya yang kini bergerak mengarah pada Naruto. Naruto yang melihat serangan gabungan ber'Rank S dari Sasuke dan Menma serta rantai chakra dari sang ibu kembali tersenyum dia mengarahkan tangannya ketanah dan-

BUM BU BUM BUM BUM BUM

Puluhan suara ledakan terdengar keras, Sasuke dan Menma yang saat ini sudah berada diatas tanah menatap kearah kepulan asap yang saat ini membumbung tinggi.

" A-apakah berhasil?" Sebuah pertanyaan dilontarkan oleh salah satu Chunin yang berdiri dekat Menma dan Sasuke. " Jika aku jadi kau, aku tak akan berspekulasi seperti itu." Sasuke berucap dengan nada datarnya, kepulan asap yang tadi membumbung tinggi mulai menipis dan menipisnya kepulan asap tersebut sukses membuat semua shinobi yang ada disana terkejut bukan main, disana berdiri Naruto dengan kedua tangannya yang menyala biru dan merah.

Sasuke, Menma, Haku, Shizuka dan Sakura yang melihat perubahan Naruto saat ini terkejut bukan main. Mereka tahu, jika Naruto sudah memasuki modenya saat ini dia akan sangat sangat menakutkan sama seperti saat mereka keluar dari dimensi Uzushio dan Shizuka harus terluka parah saat bertarung dengan hampir seratus Missing-nin yang masuk dalam sebuah organisasi.

Menma yang melihat perubahan Naruto mendecih kesal, Sasuke pun tak berbeda jauh dengan ekspresi dari Menma, namun bedanya dia tak mengeluarkan suara apapun dan hanya merubah kedua pupil matanya menjadi sesuatu yang dicari cari oleh berbagai orang terlebih lebih Orochimaru Mangekyou Sharingan.

Menma yang melihat Naruto menatap kearahnya mulai memasang ekspresi marahnya, tak mau membuang waktu lagi dengan segera dia mengeluarkan ekor Kyuubinya lagi. Namun sebuah tangan menepuk pundaknya. " Menma sudah biarkan kakakmu mengambil nyawaku." Dengan ucapan dari sang Yondaime Hokage semua yang ada disana terkejut bukan main lebih lebih Menma dan Kushina.

" Mi-Minato?" Kushina menatap Minato dengan tatapan tak percaya, ya benar benar tak percaya dengan jalur yang dipilih dari sang suami tercintanya. " Aku tak ingin ada yang terluka lagi disini, dan ini adalah caraku meminta maaf untuk kelakuanku dahulu pada Naruto." Ucapan dari Minato sukses membuat tetesan air mata dari Kushina semakin deras.

" Akhirnya kau menyerah Minato!" Naruto berteriak keras saat melihat Minato berjalan padanya, Kushina yang melihat apa yang dilakukan Minato terkejut bukan main. " Minato!" Kushina melompat mendekat kearah dimana Minato berada. " Aku ikut denganmu." Ucapan Kushina yang saat ini sedang menyeka air matanya sukses membuat Minato membulatkan matanya.

" Kau tak perlu melakukannya Kushina biar ak-"

" Aku juga melakukan hal yang sama denganmu Minato." Kushina memotong ucapan dari Minato, seluruh Shinobi yang melihat kejadian ini benar benar geram, bahkan Hiruzen sudah mengeluarkan tongkat kesayangannya.

" Jangan biarkan Minato dan Kushina melakukan hal itu!" Hiruzen bertariak keras, seluruh Shinobi dan Kunoichi yang ada disana berlari menuju Minato, Kushina dan Naruto, tak ketinggalan lima bocah yang ikut dalam perjalanan mereka dengan Naruto, berbagai handseal dirapalkan oleh seluruh Shinobi dan Kunoichi yang ada disana, puluhan Kunai dan Shuriken melayang melesat cepat kearah Naruto namun-

BARIER

BUUMMMM

BUUUMMM

Ledakan ledakan besar tercipta namun dari seluruh serangan para Shinobi dan Kunoichi yang ada disana tak ada satupun yang terkena pada Naruto, dan tak ada satu pun Ninja yang ada disana dapat mendekat kearah Minato dan Kushina. Kepulan asap membumbung tinggi menutupi apa yang ada didalamnya.

Sedikit demi sedikit asap tersebut mulai menghilang dan nampaklah ketiga orang tadi masih berdiri dengan tenang disana dengan Naruto yang merentangkan kedua tangannya pada sisi kiri dan kanan tubuhnya, dan dari luar nampaklah sebuah Kekkai yang sukses menahan seluruh serangan dari puluhan Shinobi yang ada disana. Semua yang ada disana benar benar terkejut akan apa yang dilakukan Naruto saat ini.

" Kalian semua tak akan ada yang dapat menembus Kekkai ini, jika kalian tak percaya cobalah sebelum kepala dari Hokage kalian terpisah dengan badannya begitu pula dengan istrinya!" Naruto bertariak keras, ratusan umpatan keluar dari seluruh Shinobi yang ada disana, Minato dan Kushina nampak tertunduk dengan tetesan air mata yang mulai keluar dari pelupuk mata mereka.

" Sandaime-sama, jika aku mati saat ini aku mohon kembalilah menjadi Hokage dan pimpin Konoha seperti dahulu." Minato berbicara pada Hiruzen yang saat ini berada diluar Kekkai yang dibuat Naruto, Hiruzen yang saat ini benar benar marah pada Naruto melompat tinggi dengan tongkat yang ada ditangannya dengan cepat tongkat tersebut dia arahkan pada Kekkai yang dibuat Naruto dan-

TAK

DUMM

Saat tongkatnya menyentuh Kekkai Hiruzen terpental dengan keras walaupun masih sempat ditangkap oleh Kakashi. Menma dan Sasuke mencobanya Chidori dan Rasengan mereka gabungkan pada tangan kanan dan kiri mereka berdua, berlari cepat dan berusaha memukulkan pada Kekkai tersebut namun nihil, tak ada sedikitpun bekas yang terlihat disana.

Shizuka pun mencoba membuka mulutnya untuk menyedot Kekkai tersebut. " Tak akan dapat kau serap Shizuka-chan, aku tahu satu kelemahan lagi pada kekuatanmu itu." Naruto berucap dengan tenang seraya menatap kearah Shizuka yang saat ini mulai kelelahan. Naruto tersenyum dan berjalan tenang kearah Minato dan Kushina seraya menarik pedangnya.

" Berhenti Naruto!"

" Bangsat, apa yang mau kau lakukan pada Hokage-sama bangsat!"

" Akan aku bunuh kau bangsat!"

Berbagai teriakan yang menandakan kekesalan dari seluruh Shinobi Konoha keluar, namun semua hal tersebut hanya menambah mengembangnya senyuman dari Naruto, Minato dan Kushina hanya menatap Naruto dengan tetesan air mata yang semakin deras.

Dengan perlahan tapi pasti kini Naruto sudah berada satu meter didepan Minato dan Kushina, Naruto tersenyum kecil kearah mereka berdua. " Ada kata kata terakhir Minato? Kushina?" Naruto bertanya seraya mengembil sebuah kunai yang ada dikantung ninjanya dengan tangan kirinya.

" Jaga kedua adikmu baik baik Naruto." Kushina menjawab pertanyaan dari Naruto, kini tatapan dari Naruto beralih pada Minato yang kini dia pun menatap pada Naruto. " Ada kata kata terakhir Minato?" sekali lagi Naruto bertanya.

" Ini lebih baik, dari pada aku dan Kushina harus hidup dalam penyesalan." Minato berucap dengan nada yang terdengar sendu seraya tersenyum kearah Naruto, Naruto yang medapat senyum dari sang ayah pun membalas senyumnya. " Baiklah." Dengan nada yang terdengar datar Naruto mengangkat pedang dan kunainya dan dengan sekali tebasan-

" TIDAKK/JANGAN/ONII-SAN/HOKAGE-SAMA!"

Seluruh Shinobi yang menatap kejadian itu melemas seketika, bahkan beberapa dari mereka nampak jatuh terduduk bahkan Menma, mata mereka nampak membulat dengan ekspresi terkejut bukan main, Kekkai yang tadinya menghalangi kini sudah menghilang, tetesan air mata nampak dari beberapa Shinobi yang ada disana.

" NARUTO!" Menma berteriak keras menyebut sebuah nama seraya berlari cepat kearah orang yang dia panggil, dengan sebuah kepalan tangan erat dan tetesan air mata dia berlari dengan cepat menuju Naruto yang saat ini tengah memeluk sang ayah dan ibunya, ya memeluk bukan menebas Naruto kini memeluk kedua orang tuanya yang saat ini hanya dapat membulatkan mata menghadapi kelakuan dari sang anak.

" Aku sayang dengan kalian." Ucapan singkat dari Naruto yang berada dalam pelukan dari kedua orang tuanya, Minato dan Kushina yang mendapat perlakuan seperti itu masih mematung ditempat. " Aku sudah memaafkan kalian berdua." Ucapan dari Naruto barusan sukses menjadi bom peledak tanggis Kushina, dengan erat kedua orang tuanya membalas pelukan dari Naruto.

Menma yang saat ini berada dekat dari mereka bertiga pun ikut memeluk mereka. Seluruh Shinobi yang ada disana pun tersenyum saat mendengar lima kata terakhir yang diucapkan Naruto, mereka terlihat bahagia akan kembalinya seorang anak yang dahlulu dibuang oleh orang tuanya, seorang anak yang malam ini ingin membuktikan seberapa kuat dia saat ini tanpa bimbingan kedua orang tuanya.

Pelukan mereka pun melonggar dan akhirnya terlepas, Naruto tersenyum kearah Minato dan Kushina dan juga pada Menma. " Tadaima Okaa-san, Otou-san, baka Otouto."

" Okaeri Naruto/Onii-san." Ucapan dari Naruto disambut dengan hangat oleh kedua orang tuanya dan adiknya. Sekali lagi semua yang ada disana terkejut bukan main namun-

DUGH

ITTAI

Sebuah pukulan dikepala Naruto sukses membuat Naruto menjerit kesakitan, dan didapatilah Hiruzen yang menatap tajam kearah Naruto dengan tongkat yang masih berada ditangannya. " Apa apaan ini Jiji!" Naruto berteriak seraya menunjuk nunjuk kearah dimana Hiruzen berdiri bersama Shisui.

" Apa maksudmu dengan semua ini Naruto!" Hiruzen bertanya dengan nada yang terdengar tegas, namun Naruto hanya mengeluarkan tawanya. " Sebuah kejutan mungkin hehehe." Hiruzen hanya dapat mendesah mendengar jawaban dari Naruto.

.-.

SKIP TIME

.-.

Keesokan harinya berkumpullah keluarga Naruto bersama dengan keempat temannya yang melakukan perjalanan bersama Naruto sebelumnya, tak hanya mereka Hiruzen, Shisui, dan beberapa petinggi clan tengah berada didalam kantor Hokage untuk mengucapkan selamat akan kembalinya putra sulung Hokage kedalam keluarganya kembali.

Dari semua yang ada disana, Hiruzen masih sedikit bingung akan apa yang dilakukan Naruto kemarin. " Sebenarnya aku tak habis fikir akan tindakanmu kemarin Naruto, dan juga kau Minato dengan mudahnya kau memilih mati hanya untuk Naruto." Hiruzen angkat bicara, seluruh pasang mata yang ada didalam ruangan itu menatap kearah dimana Hiruzen duduk.

" Sebenarnya, aku hanya ingin membuktikan kesungguh sungguhan Tou-chan untuk memintaku kembali kedalam keluarganya, ya walau ada sedikit hal yang membelok dari perkiraanku." Naruto menjawab ucapan Hiruzen barusan, masih dengan ekspresi yang sama atau bahkan semakin bingung Hiruzen berdiri dan berjalan kesamping Naruto.

" Maksudmu Naru-chan?" ucapan Hiruzen barusan cukup membuat Naruto mengeluarkan Killingintens yang cukup besar walaupun dia saat ini sudah tak memiliki chakra lagi dan juga dia tahu bahwa hal tersebut tak berguna dihadapan Hokage tertua itu.

" Sebenarnya, ucapanku saat meminta seluruh Chunin dan Jounin untuk datang hanya sebuah gretakan hehehe." Naruto menjawab dan diakhiri dengan tawa khasnya, tawa yang sukses membuat Kushina dan Minato tersenyum akan kehangatan dari tawa anak yang dahulu sempat dia buang hanya karena sebuah hal sepele.

" Jadi intinya kau-"

" Ya, kau tahu jawabanku Jiji." Naruto memotong ucapan Hiruzen dan diakhiri oleh senyuman khasnya, namun sebuah hal yang sama sekali tak mereka bayangkan sebelumnya datang.

.-.

.-.

Sunagakure, salah satu dari lima desa besar yang seluruhnya terbuat dan dikelilingi oleh pasir. Saat ini bocah yang dahulu sempat melawan Naruto sudah menjabat sebagai Kazekage disana, Sabaku Gaara, sang Jinchuriki Ichibi. Bocah yang dahulu dikenal sebagai mesin pembunuh kini sudah berubah seutuhnya, namun dua orang dengan jubah bermotif awan merah saat ini tengah memporak porandakan Sunagakure.

Sebagai Kazekage Gaara pastilah memiliki sebuah kewajiban, yaitu melindungi Sunagakure. Perlawanan dari Gaara berkali kali sudah dia lancarkan namun tak mudah untuk mengalahkan salah satu dari dua orang berjubah hitam bermotif awan merah tersebut. Pertarungan sengit tersebut diakhiri dengan terbawanya sang Kazekage yang dibawa dengan seekor burung putih besar.

.-.

.-.

Kabar buruk tersebut sudah sampai diKonoha, bukannya tak ingin lebih lama bersama sang anak yang baru saja kembali dalam pelukkannya, namun aliansi dengan Sunagakure lebih dipentingkan, tanpa basa basi Naruto, Menma, Sasuke, Shizuka, Haku dan Sakura berangkat menuju Kazekage tanpa ditemani oleh seorang Jounin pun.

Perjalanan yang membutuhkan waktu cukup lama dapat ditempuh dalam beberapa jam karena Kuchiyose baru dari Menma yang diberikan langsung oleh Naruto, Unicorn.

Waktu yang seharusnya ditempuh sekitar satu hari dapat dilewati dalam tiga jam karena kecepatan lari dari Unicorn. Setelah sampai disana keenam bocah itu melihat banyak Jounin dan Chunin berdiri disana, semua yang ada disana tampak terkejut karena datangnya enam bocah yang menunggangi salah satu Kuchiyose yang dibilang sangat sangat langka karena mereka sama sekali tak pernah melihatnya.

Setelah sampai didepan seluruh Shinobi Suna mereka berenam segera turun dari tunggangan mereka, dan turunnya mereka dari Unicorn membuat Unicorn menghilang menjadi asap yang cukup tebal.

Menmalah yang pertama kali turun dari Unicorn dan berlari menuju seorang Jounin dengan sebuah kain yang menggantung menutupi mata kiri dari Jounin tersebut. " Dimana Gaara!" Tanpa basa basi Menma segera To the Point akan pertanyaan yang sedari tadi dia pendam. "Kazekage sudah tertangkap oleh dua orang laki laki yang menggunakan jubah bermotif awan merah tersebut." Menma mendecih keras, Naruto dan yang lain berjalan mendekati Menma, Sasuke dan Haku menepuk pundak Menma untuk memberi sedikit ketenangan.

" Jika kalian tahu, kemana arah perginya kedua orang itu, dan siapa yang mengejarnya?" Baki sedikit kebingungan saat melihat siapa yang bertanya padanya. Seorang bocah laki laki dengan Jubah coklat tua, pedang hitam dipingang kiri, mata dengan warna biru pada pupilnya, rambut hitam jebrik.

" Ka-Kau Naruto?"Bukan Baki yang melontarkan kata kata tersebut, namun seorang gadis dengan rambut kuning pucat yang dikucir empat, sebuah kipas besar menggantung dipungungnya. Naruto yang melihat siapa yang menyebut namanya tersenyum manis kearah gadis tersebut. " Yo, Temari lama tak berjumpa." Dengan nada yang terdengar gembira Naruto menjawab pertanyaan dari Temari barusan, namun-

PLETAK

" Bisakah kau sedikit serius Baka Naru, kita kemari bukan untuk reouni tapi menyelamatkan Kazekage kau dengar Kazekage!" Sebuah jitakan dan teriakan dari seorang gadis yakni Shizuka dapat dirasakan dan didengar Naruto, Naruto yang merasakan sebuah jitakan dari Shizuka hanya dapat mengelus elus pelan tepat dimana dikepalanya dia mendapatkan jitakan tersebut.

" Baiklah baiklah Zuka-chan, ya bagaimana Baki-san, apa kau tahu sesuatu?" Naruto kembali bertanya pada Baki yang saat ini masih menatap Naruto dengan tatapan yang cukup terkejut. " Saat ini Kazekage-sama sedang dibawa kearah barat laut, dan saat ini pula Kankuro sedang mengejarnya." Baki menjelaskan dengan cepat, dan dengan cepat pula Naruto memberi respon pada Baki.

" Baiklah, Menma, Sasuke. Aku dan kalian akan mencari jalan memutar sedangkan Shizuka-chan, Haku-nee dan Sakura-chan langsung menuju Barat Laut, mengerti?" Tanpa pikir panjang kelima bocah yang lainnya mengangguk meng'iya'kan strategi yang dibuat Naruto dengan cepat,

Sasuke, Naruto dan Menma mencari jalan memutar karena mereka adalah Ninja tercepat dari tiga gadis tadi, sedangkan Shizuka, Haku dan Sakura ditujukan langsung menuju Barat Laut karena Naruto tahu saat ini Kankuro sedang terluka, mereka tahu siapa yang membawa Gaara karena pernah suatu kali mereka melawan salah satu anggota dari Organisasi tersebut, seorang Uchiha dengan topeng Oranye spiral yang mengaku bernama . . Uchiha Madara.

Tanpa menunggu aba aba, mereka berenam segera menghilang dengan Sunshin masing masing yang sukses membuat semua Shinobi yang ada disana terkejut akan Sunshin elemen keenam bocah tersebut.

" Ingatkan aku untuk tak mencari gara gara dengan keenam bocah itu." Salah satu Shinobi yang ada disana berucap dengan cukup keras yang sukses membuat Temari dan Baki tersenyum senang karena mereka tahu bahwa Kazekage mereka akan selamat.

.-.

.-.

.-.

Shizuka, Haku dan Sakura saat ini sedang berlari dengan cepat diatas panasnya pasir gurun, tak memperdulikan keringat mereka yang menetes, yang mereka fikirkan saat ini adalah bagaimana Gaara, salah satu teman mereka selamat.

Disisi lain, Naruto, Sasuke dan Menma tengah terbang dengan kekuatan Gasu Gasu no Mi dari Sasuke. Satu fakta yang Menma dan Naruto tahu saat ini adalah Sasuke sangat malas akan namanya berlari diatas gurun.

Tak butuh waktu lama, akhirnya kedua kelompok tersebut melihat sebuah ledakan yang cukup besar sekitar 3 Kilometer kedepan, tanpa basa dan basi lagi kedua kelompok tersebut segera mempercepat pergerakan mereka, bahkan Menma mengeluarkan tiga ekor dari Kyuubi untuk menambah kekuatannya dan dengan segera dia berlari meninggalkan sang Kakak dan sang Sahabat dibelakang yang saat ini tengah mendesah pelan.

Naruto yang tak mau terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan terjadi karena sikap gegabah dari sang adik dengan segera dia memegang pundak dari Sasuke, Sasuke yang mengerti menatap Naruto dengan sengit, panggilan Plagiat dari Sasuke yang ditujukan pada Naruto memanglah sama akan kejadian yang sebenarnya.

Copy

Tanpa basa basi, Naruto segera mengeluarkan sebuah sayap yang terbuat dari udara, Sasuke pun tak mau kalah dia pun juga mengeluarkan sayap api yang lebih sering dia gunakan saat ingin mempercepat pergerakannya. Dengan segera keduanya melesat cepat, sangat cepat untuk menyusul Menma yang saat ini masih dalam keadaan berlarinya.

Satu fakta yang diketahui Naruto, kekuatan hasil Copyannya hanya bertahan selama lima hari dan setelahnya dia tak akan dapat mengeluarkan kekuatan yang sama, oleh karena itu Naruto sangatlah senang saat melakukan pertarungan apapun, sekuat apapun musuhnya jika dia masih dapat disentuh tamatlah riwayatnya.

.-.

Tak butuh waktu lama, akhirnya keenam bocah tersebut menemukan tiga orang yang saat ini sedang bertarung dengan sengit, walaupun begitu pertarungan sengit tersebut terlihat benar benar tak seimbang, Kankuro orang yang dikenal oleh mereka berenam saat ini sedang dalam keadaan yang bisa dibilang sama sekali tak baik, luka luka mulai dari luka sayatan sampai luka bakar diterimannya.

Menma yang sudah benar benar gerap tak dapat lagi menahan amarahnya, dia berlari menuju sosok yang saat ini tengah berada diatas burung putih. Sosok yang tahu Jinchuriki Kyuubi datang sangat terkejut, tak hanya dia rekan satu teamnya pun terkejut mengetahui siapa yang datang. Tak mau ambil resiko, sosok yang melawan Kankuro tadi meloncat tinggi dan mendarat diburung putih yang segera pergi, terbang meninggalkan mereka.

Menma yang tak mau membuang kesempatan mengambil lagi gara pun mengerakan ketiga ekor Kyuubinya, namun satu pun tak ada yang dapat mengenainya.

'Tambah kekuatanmu Gaki, selamatkan sahabatmu itu.' Sebuah suara terdengar dipikiran Menma, namun sebuah sarung pedang menahan pergerakannya, dia tahu itu adalah Naruto, tatapan tajam diarahkan Menma pada Naruto yang saat ini mendongakkan kepalanya menatap kearah dimana burung putih tersebut terbang.

" Apa yang kau la-"

" Diamlah bodoh, kau terlalu gegabang. Aku dan Teme akan mencari kemana dua orang itu pergi, berikan sedikit chakra Kyuubi padaku agar aku dapat bertelepati padamu." Menma tak dapat membantah ucapan sang kakak, dia tahu Naruto dan Sasuke selalu berfikir matang matang untuk melakukan suatu hal, tanpa ucapan yang dikeluarkan Menma dia segera mengerakan satu ekor Kyuubinya pada Naruto, dan disentuhnya oleh Naruto.

Copy

Tangan kiri dari Naruto menyala, sebuah sinar berwarna Oranye menyelimuti tangan kirinya, tak lama kemudian cahaya tersebut meredup dan hilang, digantikan dengan tangan kiri yang dikelilingi Tatto berwarna merah darah. Sebuah anggukan dilontarkan Naruto pada Sasuke, begitu pula sebaliknya, tak lama kemudian kedua orang tersebut melebur, menyatu dengan udara.

Menma yang melihat sahabatnya dan Kakaknya sekali lagi berkerja keras hanya dapat mendecih sebal, marah, iri, kagum semua hal menjadi satu dengan satu inti 'dia merasa tak berguna'. Shizuka, Haku, dan Sakura mengerti perasaan dari Menma saat ini, dengan segera kekasih dari sang kakak dan kekasih serta seorang sahabatnya dapat memberi semangat padanya.

.-.

.-.

Didalam sebuah gua yang terdapat sebuah patung besar berkumpul sepuluh orang yang berdiri disetiap jari dari patung tersebut, jika diperhatikan lebih seksama semua orang yang berdiri disana tidak berbentuk seperti orang biasa, namun terlihat transparan. Dapat disimpulkan, jika semua yang ada disana hanyalah sebagian chakra dari orang orang yang saat ini terlihat berdiri disetiap jari dari patung itu.

Percakapan terihat antara satu orang dengan orang yang lain, namun tak lama kemudian datang sebuah burung putih yang mendarat seraya memberikan sebuah tubuh manusia disana, tak hanya dia saya ada pula seorang manusia berbadan bungkuk berjalan perlahan dari balik lubang yang kini mulai tertutup kembali oleh batu besar.

" Apa ada gangguan, Deidara?" Sosok bertubuh transparan dengan ramput spike dan enam tindik berada dibatang hidungnya angkat bicara, orang yang bernama Deidara tadi melompat kesalah satu jari patung yang berada disana setelah sebuah energi terlihat mengangkat tubuh Gaara menuju tepat didepan wajah dari patung tersebut.

" Ya, hanya enam cecunguk dari Konoha dan seorang Jounin dari Suna mengganggu perjalannanku, tapi semua sudah diatasi olehku dan Sasori-dono." Ucapan tenang dilontarkan Deidara, setelah ucapan tersebut tak ada lagi percakapan yang berarti didalam pengeluaran Bijju dari dalam tubuh Jinchurikinya.

.-.

Cukup lama Naruto dan Sasuke melebur bersama udara untuk mencari tempat dimana Gaara dibawa, namun ada sebuah kejanggalan dirasakan oleh Naruto dan Sasuke. Ada sebuah batu yang menutupi lubang besar disalah satu tempat dekat dengan Sunagakure, namun batu tersebut sama sekali tak dapat ditembus oleh mereka berdua. Mereka tahu, hanya beberapa objek saja yang tak dapat mereka tembus, mulai dari Besi sampai Kristal, namun tidak dengan batu.

Seorang bocah bayi pun tahu jika hal ini aneh, oleh karena itu Naruto mulai melakukan telepati pada Menma untuk segera datang ketempat mereka bersama dengan satu orang Jounin ataupun Anbu Sunagakure yang mengetahui berbagai seluk beluk tentang Kugutsu. Seraya menunggu datangnya Menma dan teman temannya, Naruto dan Sasuke memilih untuk memasang beberapa jebakan khas milik mereka.

Cukup lama mereka menunggu, namun bukan Menma yang datang namun team Guylah yang datang menuju mereka. " Naruto, Sasuke?" Guy sedikit bingung akan keadaan Naruto dan Sasuke yang terlihat hanya berdua, Guy dan teamnya tahu bahwa Naruto dan Sasuke selalu bersama dengan Menma, Haku, Shizuka dan Sakura.

" Oh, Guy-sensei, kenapa kalian datang kemari?" Naruto balik menyapa Guy dan teamnya, sedangkan Sasuke seperti biasa, tanpa kata kata. " Kami diperintahkan oleh Hokage-sama untuk membantu kalian dalam misi membantu Suna hari ini, jika aku boleh tahu siapa musuh kita hari ini.?" Guy menjawab pertanyaan Naruto, dia tahu dalam team Naruto dan Sasuke ini tak ada yang namanya Jounin pembimbing, walaupun begitu Rival abadinya masih tetap menjadi Jounin pembimbing team 7.

" Musuh kita adalah Akatsuki, sebuah oraganisasi ninja yang berisi Missing-nin Rank S, dan dua orang yang memporak porandakan Sunagakure serta menculik Kazekage adalah Deidara serta Sasori, ahli dalam bom tanah liat serta Kugutsu." Penjelasan dari Naruto cukup panjang, dan akurat. Team Guy cukup terkejut akan informasi yang didapatkan Naruto begitu banyak. Tenten ingin angkat bicara namun dipotong oleh Naruto.

" Aku tahu kau ingin bertanya tentang apa Tenten, aku mendapatkan informasi sebanyak ini karena aku pernah keluar menjadi Missing-nin sebelum ini, jadi semua informasi dunia ninja ini akulah yang pertama kali mengetahuinya." Naruto berucap dengan nada yang terdengar menyombongkan diri, Sasuke mendecih pelan.

" Cih, jika saja teroris itu tak memberi tahu informasi ini padamu kau juga tak akan pernah menyombongkan diri seperti ini." Ucapan dari Sasuke barusan sukses membuat Naruto berteriak seraya mengacungkan pedangnya kearah wajah Sasuke, namun Sasuke sama sekali tak menanggapi tingkah Naruto barusan, sedangkan team Guy hanya tertawa pelan minus Neji yang tersenyum simpul dengan Byakugan yang masih aktif.

" Tunggu sebentar!" Neji berucap dengan nada yang cukup tinggi. " Apa yang kau lihat Neji?!" Lee bertanya sedangkan Neji masih melihat kesekitarnya, ya sekitarnya.

" Batu besar itu dikelilingi oleh Chakra yang terlihat aneh, terdapat sebuah kertas segel digerbang itu, dan kertas itu sama dengan kertas segel yang ada diatas pohon diarah barat, diatas sebuah air terjun diarah selatan, dan dibalik sebuah batu besar diarah utara dan satu lagi cukup sulit dijelaskan." Guy terlihat senang akan hasil temuan dari murid kebanggaannya.

" Kita pergi kesetiap kertas, satu orang satu, dan kalian Naruto, Sasuke, kalian tunggu disini agar tak terjadi apa apa pada kalian berdua." Tatapan tak suka dilontarkan Naruto dan Sasuke pada Jounin yang satu ini. " Cih, jangan sok kau monster hijau, aku dan Sasuke bisa membunuh satu batalion Jounin tanpa bergerak jika kami mau!" Ucapan dari Naruto barusan sukses membuat Guy tertawa dan akhirnya pergi bersama teamnya.

.-.

Tak berapa lama kemudian akhirnya Menma, Shizuka, Haku dan Sakura datang ketempat Naruto dan Sasuke berada, namun tak hanya mereka berempat mereka datang bersama dengan seorang nenek tua yang terlihat biasa saja. " Onii-san, dia adalah pengguna Kugutsu terbaik diSunagakure, dia adalah Nenek Chiyo." Naruto tersenyum mendengar penjelasan dari Menma barusan.

Naruto berjalan mendekati Chyio. " Nek, apa benar Sasori adalah Missing-nin dari Suna?" Pertanyaan dari Naruto barusan sedikit membuat Chiyo tersentak kaget, Chyio mengangguk pelan dan menepuk pundak dari Naruto. " Berhati hatilah dengan Sasori nak, dia pengendali Kugutsu terbaik diSuna, semua pengetahuan tentang Kugutsu sudah dia ketahui, dan aku adalah guru yang mengajarinya." Naruto tersenyum kecil pada Chiyo.

BUUMMM BUUMMM BUUMMM BUUMMM

Suara ledakan keras terdengar dari empat penjuru, tempat dimana team Guy mengambil kertas segel yang ada disana. " Baiklah, sepertinya Guy-sensei dan teamnya berhasil, ayo kita maju!" Naruto berteriak keras, Menma pun ikut berteriak keras, sedangkan yang lainnya tersenyum kecil saat itu pula, mereka yakin sebentar lagi pertempuran akan kembali terjadi.

T . B . C