Kumagawa Naruto
Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine
Rate: T
Pair: Naruto x Shizuka , Menma x Haku
Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike
Summary : Kembalinya Naruto kedalam keluarganya bukan akhir dari perjalanannnya, namun itu semua adalah awal bagi perjalanannya, bersama dengan adik dan sahabat sahabatnya dia akan mencoba untuk melindungi apa yang menurutnya pantas untuk dilindungi. GantiSummary, GagalSummaryLagi, RombakRombak.
Saatnya balas Review '-')/
Lusy Jaeger Ackerman : Yap, dan semua terjawab dichapter ini '-')/
Yu Rich : Tidak, nama clan yang tertera dalam fic ini adalah hasil pemberian dari Author berpanname Captain KID Arya.
Ayub . Pratama . 792 : Untuk hal tersebut belum waktunya, ada beberapa hal yang akan terjawab pada chapter chapter kedepan tentang kekuatan baru Naruto.
Mungkin hanya itu yang saya balas, untuk yang review lanjut atau sebagainya dengan artian yang sama saya tetap melanjutkan fic ini walau pun akan sedikit terlambat karena saya sudah memasuki waktu yang berdekatan dengan Ujian Nasional '-')/
Warning : Don't Like, Don't Read.
FlashBack On
Hari yang cukup terik diSunagakure, para warga serta beberapa Shinobi yang ada disana terlihat memasang ekspresi wajah yang terlihat khawatir, bagaimana tidak saat ini sang Kazekage tengah berada didalam genggaman para Missing nin yang sengaja menangkapnya untuk mengambil Bijju yang ada didalam tubuh sang Kazekage.
Walau pun begitu, setitik harapan muncul saat Kankuro kembali bersama para Shinobi dari Konohagakure, desa aliansi dari Sunagakure. Tak hanya itu, mereka berkata bahwa sang Kazekage akan diselamatkan oleh mereka namun mereka harus mengajak salah satu Shinobi Sunagakure yang ahli dalam Kugutsu karena lawan mereka adalah Missing nin dari desa mereka sendiri yakni Akasuna Sasori.
Cukup terkejut memang, namun mereka para Shinobi Sunagakure berusaha percaya pada kekuatan dari Shinobi kiriman dari Konohagakure, ditambah lagi salah dua dari mereka adalah anak dari sang Hokage sendiri, Namikaze Uzumaki Menma dan Namikaze Uzumaki Naruto atau sekarang berganti nama menjadi Kumagawa Naruto.
FlashBack Off
Saat ini, Shinobi dari Konoha tengah berada didepan sebuah batu yang menutupi pintu masuk kedalam sebuah gua, tepat ditengah tengah batu besar tersebut terdapat sebuah kertas yang mungkin adalah sebuah kertas segel untuk menghalangi siapa pun yang masuk kedalamnya, bocah kuning yang kita ketahui bernama Naruto saat ini tengah berfikir keras, begitu juga dengan bocah raven yang diketahui bernama Sasuke Uchiha pun juga ikut berfikir.
Sakura, gadis musim semi maju kedepan tepat disamping Naruto dan Sasuke. "Bagaimana jika aku menghancurkan batu ini dengan pukulanku setelah salah satu dari kalian melepaskan kertas segel itu?" Naruto dan Sasuke yang mendengar pernyataan dari Sakura memukul telapak tangannya. "Ide yang bagus Sakura-chan." Naruto menyetujui ide dari Sakura, dengan sekali lompatan Menma sudah berdiri dibatu tersebut dan tangan kanannya sudah memegang kertas segel tersebut.
"Dalam hitungan ketiga-" Mereka semua mengangguk menjawab ucapan dari Menma barusan, mereka semua sudah bersiap dengan kuda kuda bertarung mereka.
"-TIGA!"
SRAK
SHANAROOO
DUUAR
Sakura berhasil menghancurkan batu tersebut, semua yang ada disana bersiap untuk masuk, namun seekor burung putih besar melesat cepat untuk keluar dari ruangan tersebut, semua yang ada disana terkejut saat melihat siapa yang keluar dari Goa tersebut. "Gaara!" Menma berteriak keras saat melihat siapa yang dibawa burung putih tersebut.
Namun mereka juga melihat siapa yang berada didalam gua tersebut, seorang manusia bungkuk. Naruto berfikir cepat memproses kejadian tersebut diotak cerdasnya. "Sakura-chan, Haku-nee, Shizuka-chan, dan Chiyo baa-san kalian hadapi orang bungkuk itu, aku, teme dan dobe akan mengejar Gaara." Semuanya mengangguk mengerti akan rencana Naruto barusan.
Naruto, Sasuke dan Menma sudah melesat mengejar Gaara yang dibawa burung putih dengan tuannya, sedangkan Sakura, Haku, Shizuka dan Nenek Chiyo masuk kedalam untuk menghadapi manusia bungkuk tersebut.
.-.
.-.
"Kalian akan main keroyokan ternyata, baiklah perkenalkan namaku Akasuna Sasori." Nenek Chiyo yang mendengar nama tersebut terkejut bukan main. "Kami tak perlu nama orang yang akan mati sebentar lagi!" Sakura berteriak keras, dia berlari bersama Shizuka kearah dimana Sasori berada, Shizuka melompat tinggi dengan kaki yang dia angkat tinggi.
Nadeshiko-Ryuu Kooha Senkaigiri
SKIP AJA
Pertarungan antara Shinobi Konoha dan Suna melawan Sasori dimenangkan oleh para Shinobi Konoha dan Suna, walau pun mereka harus kelelahan karena Sasori mengeluarkan kekuatan yang dia ambil dari Kazekage ketiga yaitu pasir besi, namun hal tersebut tak begitu mengganggu pergerakan mereka, ditambah lagi dengan Shizuka dan Haku yang notabenya adalah pemakan buah iblis serta ditambah lagi Nenek Chiyo dan Sakura adalah Medic-nin.
Dan saat ini tubuh tak bernyawa Sasori tengah diseret oleh Sakura untuk dibawanya mengeluari Goa yang menjadi salah satu persembunyian dari para Akatsuki.
.-.
Ditempat Naruto dan teman temannya yang saat ini tengah mengejar Deidara, dapat dilihat saat ini Deidara sudah tersusul dengan cepat karena Menma yang berlari dengan keempat ekor Kyuubi miliknya yang melambai lambai, ditambah lagi terjangan dari keempat ekor Kyuubi Menma yang membuat Deidara harus bergerak menghindar dan akibatnya kecepatan terbang Deidara harus berkurang karena separuh konsentrasinya teralihkan oleh serangan serangan Menma.
Sedangkan Sasuke dan Naruto mereka lebih memilih untuk terbang sekaligus menghindar dari serangan bom tanah liat milik Deidara yang berupa burung burung dan laba laba kecil yang mengarah akurat kearah mereka, cukup sulit memang, namun Sasuke dan Naruto dengan mudah menghindari sekaligus menghilangkan atau tepatnya menebas serangan serangan Deidara tersebut dengan Masamune dan Murasama yang sudah mereka aliri elemen Raiton mereka.
Sudah cukup jauh mereka Naruto dan teman temannya mengejar Deidara, namun Deidara sama sekali belum menyerah untuk berlari menyelamatkan diri dari ketiga Genin Konoha tersebut, Naruto terlihat mulai kesal karena hanya dapat mengejar Deidara, dengan kasar Naruto menarik kain putih penutup matanya dan membuangnya asal.
"Menma! Hentikan seranganmu sebentar!" Menma yang mendengar perintah dari sang kakak melompat kebelakang menyamai posisi terbang Naruto dan Sasuke, Naruto menatap Deidara yang terlihat tersenyum seraya memasukkan tangan kanannya kearah kantong ninja yang ada disisi kanan tubuhnya, Naruto yang melihat kecepatan terbang Deidara berkurang tersenyum kecil, bola mata putih Naruto berputar dan seketika berubah menjadi merah hitam dengan pola riak.
Sasuke dan Menma yang melihat Naruto menatap kearah Deidara dengan tajam mengerti maksudnya.
Tomeniaheki (Dinding Transparan)
BUGH
Entah karena apa, Deidara yang dalam posisi terbang berhenti seketika seperti menabrak sebuah dinding tak kasat mata yang ada didepannya, Deidara nampak terkejut bukan main akibat hal tersebut, dia terjatuh dengan gaya bebas, Menma dan Sasuke yang melihat hal tersebut dengan cepat melesat kearah Deidara.
Dengan kecepatan yang melebihi kecepatan Jounin Menma berlari dengan kedua kaki dan kedua tangannya kearah dimana Gaara berada, tepatnya berada dililitan ekor burung putih besar yang tadinya digunakan Deidara untuk terbang, Deidara yang melihat Menma melesat kearah burung tanah liatnya menyiapkan segel satu jari berbentuk harimau, namun sebelum dia meledakkannya Sasuke sudah berada didekatnya dengan Murasama yang sudah dialiri elemen api.
Tak mau mati karena tebasan Sasuke, Deidara melompat menjauh setelah salah satu kakinya menapak kesalah satu batang pohon yang berada diantara dua tebing yang saling berdekatan, Sasuke yeng melihat hal tersebut mendecih, namun setelahnya Murasama milik Sasuke sudah berganti dialiri elemen petirnya.
Chidori Eiso
Dari tangan kiri Sasuke muncul petir yang memanjang tepat kearah Deidara berdiri, Deidara yang melihat hal tersebut berkelit kearah kanan dengan cepat seraya menyebar laba laba kecil kearah Sasuke, Sasuke yang melihat hal tersebut dengan sigap melompat kebelakang, dari belakang Sasuke terlontar ratusan Shuriken yang sudah dilapisi api, Sasuke tahu siapa yang melemparkan Shuriken api tersebut.
Deidara mendecih saat melihat shuriken shuriken api yang membabat laba laba miliknnya, namun hal tersebut harus dia telan kembali karena disampingnya sudah muncul sebuah kobaran api yang menendangnya kuat kearah Sasuke berdiri, Sasuke yang melihat kesempatan tak menyianyiakannya, dengan sekali tolakan Sasuke melompat dengan Murasama yang teraliri listrik dengan eksistensi besar.
Chidori Nagashi
JRASH
ARRGHH
Deidara sempat mengelak dengan sedikit memutar badannya, namun Sasuke lebih cepat dan alhasil lengan kirinya harus tertebas oleh Murasama milik Sasuke.
Menma sudah berhasil menyelamatkan Gaara dan kini tengah berada digendongan punggungnya, Deidara yang kini tengah terduduk melihat burung tanah liatnya segera menggerakkannya, Naruto dan Sasuke tak tinggal diam, mereka berdua dengan bersamaan merapatkan handseal mereka untuk menembakkan jutsu mereka kearah Deidara.
Katon : Goukakyuu no Jutsu
Dua buah bola api berdiameter lima meter melesat dan bergabung menjadi satu kearah Deidara, Deidara yang melihat hal tersebut melemparkan sebuah bola tanah liat yang baru saja dia ambil dari mulut burungnya, bola berdiameter satu meter tersebut bertabrakan dengan bola api dari Naruto dan Sasuke, bola milik Deidara telihat mulai terbakar akibat panasnya bola api dari Naruto dan Sasuke, namun-
Katsu
DUAR
Naruto dan Sasuke mendecih saat melihat bola api mereka hancur karena ledakan dari Deidara, ditambah lagi Deidara saat ini sudah melesat pergi dan kali ini lebih cepat karena Gaara sudah tak bersamanya. "Lebih baik kita segera pergi keSuna untuk mengantarkan mayat Gaara." Dengan suara yang terdengar lemah Naruto melompat kearah Menma yang terlihat menunduk dan disusul oleh Sasuke.
"Nii-san, Teme, lebih baik kita segera kembali, Gaara masih hidup walau lemah." Sasuke dan Naruto yang mendengar ucapan dari Menma sedikit tersentak kaget, mereka tahu Gaara adalah Jinchuriki dan mereka juga tahu jika Akatsuki menginginkan Biju yang ada didalam tubuh Gaara, dan kini biju milik Gaara sudah tak ada bersamanya, mereka juga tahu resiko jika biju dikeluarkan dari tubuh jinchuriki mereka.
Mata Naruto berputar menjadi Errataka, dengan kuat Naruto menghentakkan tangannya ketanah. "Kuchiyose : Garuda!" Tanpa babibu Naruto dengan segera melakukan Kuchiyose, dari balik kepulan asap tebal tersebut muncul sosok manusia burung raksasa dengan empat lengan dari balik kepulan asap tersebut.
'Ada apa kau memanggilku master' Dengan suara yang terdengar sangat berat Garuda bertanya pada Naruto dengan kedua tangannya yang dia silangkan dan kedua pasang sayapnya yang dia katupkan dipungungnya. "Bawa kami keSuna, ini keadaan darurat Kazekage mereka tengah sekarat!" Naruto, Sasuke dan Menma melompat kepungung Garuda saat ucapan Naruto selesai, Menma yang saat itu tengah menggendong Gaara adalah yang terakhir sampai dipungung Garuda.
'Letakkan Kazekage dipungungku, siapa pun yang ada dipunggungku chakra mereka akan kembali terisi.' Menma mengangguk seraya menurunkan Gaara kepunggung Garuda, Garuda yang sudah merasa mereka siap pun mengembangkan kedua pasang sayap abu abu sepanjang dua puluh lima meter miliknya, dengan sekali kepakan sayap dan sedikit dorongan dikaki kekar Garuda mereka membumbung keudara.
Dalam perjalanan Sasuke dan Menma terlihat kembali bugar karena chakra mereka sedikit demi sedikit mulai terisi kembali, sedangkan Naruto, dia saat ini tengah melihat kebawak dari atas kepala Garuda, nampak sekilas Naruto melihat Sakura yang menyeret seseorang yang tidak dia kenali. "Garuda, turun hampiri Sakura dan yang lain." Garuda mengangguk yang sedikit membuat Naruto hampir terjatuh dari kepalanya, umpatan umpatan keras dilontarkan Naruto.
.-.
.-.
"Kau tak apa Chiyo-baasan?" Nenek Chiyo mengangguk meng'iya'kan pertanyaan yang terlontar dari Haku barusan, walau pun begitu Haku, Shizuka dan Sakura tahu jika nenek Chiyo tengah bertarung dengan racun yang kini mulai menyebar keseluruh tubuhnya akibat sebuah serangan dari Sasori tadi, sebenarnya nenek Chiyo sudah membawa serum anti racun buatannya, namun karena Haku dan Sakura yang juga terkena racun nenek Chiyo lebih memilih untuk memberikan kedua serum tersebut pada kedua Kunoichi Konoha tersebut.
"Lebih baik kita berhenti dan mengo-"
BUMM
Keempat Kunoichi tadi berhenti seketika saat dua buah kaki raksasa menapak tanah yang ada didepannya, nenek Chiyo yang melihat hal tersebut benar benar terkejut bukan main, ditambah lagi saat mereka melihat siapa yang meloncat dari pungung sosok manusia burung raksasa tersebut. "Kami berhasil membawa Kazekage-sama kembali, lebih baik kalian segera naik kepungung Garuda agar kita lebih cepat sampai diSuna!"
Tepat didepan mereka berempat datang Menma yang berdiri seraya membantu nenek Chiyo untuk berjalan dan menaiki Garuda, namun tolakan halus dilakukan oleh sang pengendali Kugutsu Senior dari Suna tersebut. "Dimana Kazekage-sama, aku ingin melihatnya." Menma yang mendengar pertanyaan dari Chiyo barusan mengangguk dan memanggil Naruto untuk membawa tubuh Gaara kehadapan sang Kunoichi Senior tersebut.
"Dia terluka parah karena pengekstrakan biju yang dilakukan oleh Akatsuki." Ucapan dari Naruto barusan sedikit membuat Chiyo tersentak kaget, namun tak lama karena Chiyo berjalan mendekati tubuh tak berdaya sang Kazekage tersebut. "Biarkan aku menukar nyawaku untuk Kazekage, jangan ada yang menghalangiku karena hidupku pun sudah tak lama lagi."
Bagai tahu akan apa yang dilakukan keenam Shinobi Konoha tersebut jika mengetahui tujuan dari nenek Chiyo ucapan atau tepatnya perintah yang diutarakannya barusan sukses membuat keenam ninja Konoha tersebut terdiam, kedua telapak tangan Chiyo sudah berada diatas dada Gaara, cahaya berwarna biru bersinar menandakan chakra milik Chiyo sudah dia transferkan kepada Gaara.
TAP TAP TAP
"Apa yang terjadi?" Sebuah pertanyaan terlontar dari mulut Jounin team 9 a.k.a Might Guy yang baru saja tiba bersama murid muridnya, Menma yang melihat siapa yang datang tak begitu menggubrisnya sedangkan Naruto, dia baru saja meminta pada Garuda untuk kembali. "Kami berhasil menyelamatkan Kazekage, namun tubuhnya saat ini tengah lemah karena pengekstrakan biju yang dilakukan Akatsuki, jika tidak segera ditangani beliau pasti tak akan bertahan."
Ucapan Sasuke barusan sedikit membuat team 9 tersentak kaget namun mereka mengerti akan apa yang terjadi. Seluruh shinobi Konoha yang ada ditempat tersebut lebih memilih untuk dia seraya menatap apa yang dilakukan oleh nenek Chiyo saat ini.
.-.
SKIP TIME
.-.
Shinobi Konoha kini telah kembali keSuna dengan Menma yang menggendong sang Kazekage dipungungnya, mereka tahu Kazekage saat ini masih belum sadar walaupun Sakura telah memberi suplai chakra dengan jenis penyembuh pada Gaara ditambah lagi Sakura dan Shizuka telah berkata bahwa kesehatan Gaara sudah mulai membaik lagi.
Sedangkan saat ini Kuchiyose milik Sasuke tengah membawa tubuh tak bernyawa milik sang pahlawan Suna yang sesungguhnya, Chiyo. Ya benar, nenek renta tersebut memberikan energi kehidupannya kepada sang Kazekage, dia lebih memilih mengorbankan nyawanya untuk sang Kazekage muda.
Tak lebih dari satu jam akhirnya mereka telah sampai didepan gerbang besar milik Sunagakure, seluruh rakyat dan seluruh Shinobi serta Kunoichi Suna berbondong bondong menyambut datangnya team Konoha, wajah mereka terlihat berubah muram saat melihat siapa yang ada dipungung salah satu Shinobi Konoha tepatnya Menma.
Setelah sampai dikerumunan para Shinobi dan Kunoichi Suna Guy berdiri didepan para team Konoha tersebut. "Panggil team medis, Kazekage kalian butuh penanganan intensif dan juga tolong bawa tubuh pahlawan kalian cepat!" tak sampai sepuluh detik para team medis dari Suna sudah bergerak dengan hati hati dan cepat untuk menangani sang Kazekage mereka, sedangkan untuk jazad Chiyo mereka segera membawanya kerumah sakit Suna.
Seorang laki laki bercadar yang menutupi wajah kirinya berjalan mendekati para Shinobi Konoha. "Terima Kasih banyak sudah membawa kembali Kazekage kami, dan bisakah kalian menjelaskan apa yang terjadi pada Kazekage kami?" Naruto mengangguk diikuti teman temannya yang tersenyum kearah Shinobi Suna tersebut.
"Sebenarnya Akatsuki mengincar Biju yang ada didalam tubuh Gaara, dan kini mereka sudah berhasil mendapatkan Biju tersebut, karena hal tersebutlah tubuh Gaara tak kuat untuk menahan saat Biju ditarik keluar dari tubuhnya dan alhasil dia hampir saja meninggalkan kalian jika Chiyo-baasan tak melakukan salah satu jutsu berbahaya yang resikonya adalah nyawanya sendiri." Seluruh Shinobi Suna benar benar membulatkan matanya mendengar penjelasan detail dari Naruto barusan.
"Dan tolong berhati hatilah dengan para anggota Akatsuki, mereka tak dapat diremehkan." Kini giliran Guy yang angkat bicara, seluruh Shinobi dan Kunoichi Suna yang mendengar penuturan dari Guy tersebut mengangguk mengerti, tak berapa lama sebuah teriakan dari salah satu warga mengubah perhatian para Shinobi yang ada didepan gerbang Suna.
"Kazekage-sama telah kembali!" Shinobi Konoha yang mendengar teriakan dari salah satu warga tersebut sempat membulatkan mata mereka.
"Ce-cepat sekali penangganan yang dilakukan para Medic-nin yang ada disini." Haku dan Sakura angkat bicara dengan kata kata yang sama yang mereka lontarkan, Shinobi Konoha yang lain mengangguk setuju dengan penuturan dari Haku dan Sakura barusan sedangkan para Shinobi Suna yang mendengar ucapan dari Shinobi Konoha barusan hanya dapat tersenyum bangga akan kerja keras para team medis yang berhasil membuat para Shinobi Konoha terkejut dan kagum.
"Ya, rahasia yang kami sembunyikan sudah terbongkar padahal kami ingin menunjukkan kerja keras team medis Suna pada Konoha beberapa bulan kedepan saat ujian Jounin dilaksanakan disini tapi bagi kalian ini sebuah pengecualian, team medis kami menggunakan campuran jutsu medis dengan elemen angin dan air yang mereka miliki untuk mempercepat penyembuhan para korban-"
"-kenapa ? karena struktur tubuh manusia hampir tujuh puluh persen adalah air oleh karena itu para manusia akan dengan mudah disembuhkan dengan gabungan jutsu penyembuh ditambah dengan elemen air dan angin yang menambah kekuatan penyembuh tersebut, penemu hal ini adalah Kazekage sendiri karena terinspirasi dengan pertarunganmu Naruto-san." Shinobi Konoha yang mendengar ucapan dari Shinobi Suna tersebut kagum bukan main dengan kemajuan Desa Suna tersebut.
Apa lagi Naruto, dia saat ini hanya menunjuk tubuhnya dengan jari telunjuk kanan yang dia miliki. "A-aku?" Sang Shinobi Suna tersebut hanya mengangguk mengiyakan ucapan terbata Naruto barusan, Gaara yang baru saja datang ditengah kerumunan yang mengelilingi Shinobi Konoha tersebut hanya tersenyum kecil bersama kedua kakaknya yang melihat mimik wajah para Shinobi Konoha.
"Ya kau, aku terinspirasi dengan tubuhmu yang tak dapat diserang dan hanya berubah menjadi udara saat seharusnya luka harus kau terima Naruto." Naruto hanya dapat terkekeh kecil saat Kazekage terhormat tersebut memuji dirinya, sedangkan para shinobi Konoha yang lain hanya tersenyum melihat keakraban mereka. "Anda terlalu memujiku Kazekage-sama, dan sebaiknya anda segera melakukan upacara penguburan bagi sang pahlawan sesungguhnya."
"Nii-san benar Kazekage-sama, jikalau tidak ada Chiyo-baasan mungkin kami hanya dapat merutuki kebodohan dan keterlambatan kami menyelamatkan anda." Kazekage dan seluruh rakyat serta shinobi Suna tersenyum kecil menanggapi ucapan dari kedua anak Hokage tercepat tersebut. "Kami tahu hal itu Naruto, Menma, dan aku ingatkan lagi kalian berdua tak perlu seformal itu denganku walaupun aku adalah Kazekage, namun kalian berdualah sahabat pertamaku."
Naruto dan Menma hanya terkekeh saat mendengar ucapan dari Kazekage tersebut, dan akhirnya seluruh shinobi Suna dan shinobi Konoha melakukan upacara pemakaman pahlawan mereka dengan khidmat walau beberapa tetesan air mata harus menemui tanah Suna karena salah satu bagian dari Suna harus menemui sang pencipta setelah berkorban demi sang Kazekage.
.-.
.-.
Saat ini seluruh Shinobi Konoha yang mengikuti misi penyelamatan Kazekage tengah berkumpul diluar gerbang Sunagakure no Sato untuk kembali keKonoha, didepan mereka kini berdiri sang Kazekage muda Gaara bersama dengan Temari dan Kankuro serta hampir seluruh Shinobi dan Kunoichi serta warga Suna yang mengantar kepulangan mereka, dapat dilihat seluruh warga dan shinobi Suna menggunakan pakaian serba hitam karena baru saja selesai melaksanakan upacara pemakaman.
"Kalian tidak menginap disini terlebih dahulu?" Shinobi Konoha hanya dapat tersenyum menanggapi ucapan dari Gaara barusan. "Terima kasih atas penawaranmu Gaara, tapi kami harus segera kembali keKonoha untuk memberi laporan dan menghindari bentrok dengan Kaa-san karena pergi menjalankan misi tanpa berpamitan dengannya." Guyonan dari Menma barusan sukses menimbulkan gelak tawa bagi seluruh orang yang mendengarnya.
"Ya, kau dengan kebodohanmu dobe." Ucapan dari Sasuke barusan sukses mendapatkan deathglare dari Menma yang langsung dia tujukan kearah Sasuke yang tengah menatapnya dengan tatapan datar khas Uchiha. "Apa kau bilang teme! Kau menantangku hah!" Sasuke hanya menanggapinya dengan memutar bola matanya bosan saat mendengar perlawanan dari Menma barusan.
"Sudahlah, kau memang dobe Menma seperti yang diucapkan teme itu." Kini giliran Naruto yang langsung mendapatkan dua deathglare sekaligus dari Menma dan Sasuke bersamaan, sedangkan orang orang yang melihat perkelahian tersebut hanya dapat tersenyum dengan sesekali mengeluarkan suara cekikikan dari mulut yang mereka tutupi tersebut.
"Kau juga menantangku tebe!" dengan bersamaan Sasuke dan Menma berteriak keras kearah Naruto berdiri, dan alhasil-
DUAGH BUGH
"Ittai, apa yang kau lakukan Haku-chan." Menma hanya dapat meringis kesakitan saat kepala berbalut surai pirangnya harus menerima bogem mentah dari sang kekasih, ditambah sebuah tarikan keras yang bersarang ditelinganya. "Kau itu anak hokage jenius tapi sikapmu tak menggambarkan kewibawaan sama sekali MENMA-KUN!" Tatapan ketakutan langsung tampak diwajah Menma, sedangkan yang lain hanya dapat tertawa melihat penderitaan Menma.
"Sudahlah, jika kalian ingin bermesraan lebih baik kalian teruskan diKonoha nanti." Ucapan datar dari Neji barusan sukses membuat rona merah diwajah Menma dan Haku sekaligus, sedangkan Lee dan Tenten hanya dapat melongo saat melihat langsung sekaligus mendengar Neji menyindir kedua sejoli yang tengah melakukan KDRP (Kekerasan Dalam Rukun Pacaran) mereka.
"Sudah sudah, lebih baik kita segera kembali keKonoha, dan terima kasih atas jamuan yang kau berikan Kazekage-sama." Gaara tersenyum saat mendengar penuturan dari Naruto barusan, setelahnya tangan dari Gaara terangkat bersiap melakukan sebuah salam persahabatan sekaligus perpisahan mereka berdua, Naruto yang melihat Kazekage tersebut berusaha bersalaman dengannya hanya dapat terdiam sebentar.
Namun tiba tiba Naruto terkejut saat merasakan tangan kanannya bergerak dengan sendirinya, saat kedua shappire tersebut menatap kearah pergelangan tangannya nampak dengan samar pasir pasir halus mengelilingi pergelangan tangannya agar mendekat kearah tangan Gaara, sebuah senyum kecil terulas diwajah tampan Naruto yang masih setia menggunakan penutup matanya.
Dengan semangat Naruto segera menggengam tangan Gaara seraya tersenyum bersahabat kearahnya. "Aku harap Suna dan Konoha dapat lebih mempererat aliansi karena kejadian ini." Salah satu warga berkata kepada warga lainnya yang berdiri disampingnya, beberapa orang yang mendengar ucapan tersebut mengangguk setuju dengan ucapan warga tersebut, Naruto dan Gaara tersenyum bersamaan saat mendengar ucapan tersebut.
"Kami kembali dulu Kazeka- ah tidak Gaara, jika ada suatu hal yang merepotkan jangan sungkan sungkan memberi kabar kepada Konoha, kami siap membantu sebisa kami." Gaara mengangguk dan mengiyakan ucapan Naruto barusan, setelahnya salam persahabatan mereka terlepas bersamaan dengan senyum diwajah mereka dan seluruh manusia yang melihat interaksi mereka berdua.
Setelahnya Naruto menarik penutup matanya menunjukkan mata merah berpola riak hitam gagah dikedua rongga matanya, sedikit terkejut memang namun akhirnya mereka tersenyum melihat hal itu. Naruto membalikkan badannya menatap ruang kosong yang ada didepannya setelahnya sebuah hentakan keras dipasir tempat dia berpijak dia lakukan, kepulan asap besar tercipta didepannya setelah dia mengucapkan suatu hal.
'Ada apa kau memanggilku Master.' Sosok tinggi besar dengan empat pasang sayap dan dua pasang tangan terlihat didepan mereka, seluruh warga Suna yang melihat hal tersebut hanya dapat membulatkan mata mereka melihat betapa gagahnya makhluk Kuchiyose milik Naruto. "Yo Garuda, antarkan kami keKonoha kami ingin memulihkan chakra kami." Garuda mengangguk mengerti akan perintah sang master.
Tanpa basa basi para Shinobi Konoha melompat kepunggung Garuda, dengan sekali kibasan sayapnya Garuda mulai membumbung keudara, Naruto dan kawan kawannya melambaikan tangannya dan dibalas dengan lambaian tangan pula oleh seluruh warga Sunagakure, menerima jawaban dari salam perpisahan mereka Garuda dengan cepat melesat kearah Konoha.
.-.
.-.
Tak lebih dari tiga puluh menit, akhirnya Naruto dan kawan kawannya sampai dihutan dekat Konoha, tak ingin menarik perhatian para Shinobi Konoha, akhirnya Garuda mendarat dengan mulus dihutan lebat tersebut, menurunkan para Shinobi Konoha dan akhirnya Garuda menghilang. Dapat dilihat para shinobi Konoha tersebut saat ini terlihat benar benar bugar karena Garuda dapat memulihkan chakra mereka.
"Aku kagum dengan Kuchiyose milikmu Naruto, chakra kami dengan cepat terisi kembali saat berada dipungung Garuda." Naruto hanya tertawa kecil mendengar penuturan dari Lee barusan, begitu pula dengan Guy, Neji dan Tenten, mereka telihat benar benar bugar dan bergembira saat ini. "Aku bahkan dapat mengelilingi Konoha seratus kali jika seperti ini!."
"Ya, sebenarnya Garuda akan aku wariskan kepada dobe itu, tapi dia tak ingin digunakan selain dariku dan keturunanku." Semua mengangguk mengerti, sedangkan Menma? Dia saat ini menggerang saat mendengar kakaknya memanggilnya dengan sebutan dobe lagi, tapi apa mau dikata, kakaknya itu memang jenius tidak sepertinya yang masih melakukan semua hal dengan sembrono dan terburu buru.
"Sekali lagi kau memanggilku dengan sebutan itu kupastikan ramenmu akan hilang dari dalam lemari penyimpanan!" Naruto membulatkan matanya mendengar penuturan dari Menma barusan. "Jangan berani berani menyentuh ramen ramenku atau akan aku bakar semua dango dango dan seluruh toko dango yang ada diKonoha akan aku ratakan dengan tanah!" Tatapan tajam dan percikan listrik ditampakkan kedua sosok kakak beradik tersebut.
Shizuka dan Haku hanya dapat membuang nafas penjang melihat pertikaian adik kakak tersebut, dengan sekali gerakan tangan. "Stop, kalian tak perlu melakukan hal ini-" Naruto dan Menma menggerakkan tangan mereka kebelakang tepat didepan wajah Shizuka dan Haku. "-Dan kau teme, jika kau ikut dalam perang saudara ini kami berdua pastikan semua tanaman tomat dan semua hal yang berbau tomat akan kami hancurkan.
Wajah pucat pasi ditampakkan Sasuke saat ucapan dari Naruto dan Menma terlontar secara bersamaan, dia lebih memilih diam seribu kata saat mendengar tomat tomatnya akan hancur karena perang maniak ramen dan dango tersebut. Team sembilan nampak menunjukkan tak percaya melihat pertikaian tersebut, hanya karena ramen dan dango mereka berdua harus beradu pukul sampai masuk kedalam gerbang Konoha.
Izumo dan Kotetsu selaku penunggu gerbang tak kuasa untuk tidak membulatkan mata dan membuka mulut mereka lebar melihat adu pukul kakak beradik itu, namun tak berapa lama. "Naruto! Menma! Sasuke! Berani beraninya kalian pergi menjalankan misi tanpa memberi tahu Kaa-chan!" Dengan sendirinya, pertarungan Naruto dan Menma terhenti saat melihat Ibu mereka tengah memasuki Mode Habanerronya.
Rambut merah yang berkibar menakutkan serta aura merah yang menyelimuti dirinya menambah kesan mengerikan bagi mereka bertiga. "Na-Naruto, Men-Menma, le-lebih baik ki-kita segera pergi kekantor Hokage." Walaupun darah Uchiha masih kental didalam diri Sasuke, namun saat melihat Kushina sahabat Mikoto ibu Sasuke sekaligus orang tua angkatnya berhasil membuat nyali Sasuke ciut dengan sendirinya.
Begitu pula dengan Naruto dan Menma, walau mereka adalah pemegang mata dewa dan Jinchuriki dari Kyuubi no Yoko, namun mereka lebih memilih bertarung dengan Shinobi terkuat sekalipun dari pada harus berhadapan dengan Akai Chiso no Habannero yang saat ini tengah menuju kearah mereka bertiga dengan sebuah penggorengan dan nampan yang berada dikedua tangannya. Dengan sekali teriakan-
KABUURR
Kobaran api, pusaran angin dan sambaran petir menandakan Naruto, Menma dan Sasuke menghilang, Kushina yang melihat kepergian dari ketiga anak kesayangannya tersebut hanya dapat melepas mode Habannero miliknya, Shizuka, Haku dan Sakura serta team sembilan dan Izumo serta Kotetsu tak lepas dari tawa yang mengiringi jalan mereka kekantor hokage (minus Izumo dan Kotetsu) yang baru saja menerima laporan kedatangan team spesial dan team sembilan.
"Akan aku hukum mereka bertiga jika sudah sampai dirumah, dan kalian bertiga mampirlah kerumah setelah ini ada hal penting yang akan Minato dan aku sendiri sampaikan bersama dengan tiga kekasih kalian itu." Shizuka, Haku dan Sakura tak kuasa menahan rona merah yang menghiasi kedua pipi mereka saat mendengar candaan dari Kushina yang saat ini tengah terkekeh kecil karena melihat tingkah ketiga Kunoichi tersebut.
.-.
.-.
Kantor Hokage
Kobaran api, pusaran angin, dan sambaran petir terjadi diruang hokage, sang Sandaime Hokage dan Yondaime Hokage yang ada disana sudah tahu siapa yang datang, bahkan anbu anbu Konoha yang menjaga kedua hokage tersebut sudah terbiasa dengan kedatangan ketiga Shinobi terbaik Konoha tersebut, ya, mereka adalah anak anak kebangganan sang Yondaime Hokage sekaligus cucu cucu dari sang Sandaime Hokage.
" Yo Tou-san, Jiii-san, Namikaze Uzumaki Menma datang dengan selamat bersama teme dan tebe."
DUGH
BRUK
Dengan bersamaan Naruto dan Sasuke memukul keras wajah Menma dengan tangan kanan dan kiri mereka berdua secara bersamaan dan hal tersebut sukses membuat Menma harus terlentang dengan kedua tangan yang mengelus elus wajah tampannya, Yondaime dan Sandaime hanya dapat terkekeh melihat tingkah dari ketiga saudara tersebut.
"Selamat datang Naruto, Sasuke, Menma." Minato memberi salam pada ketiga anak kebanggaannya tersebut, sedangkan Hiruzen saat ini tengah kembali menghisap cerutu miliknya dengan tenang, tak lupa senyum sumringah dia perlihatkan saat itu.
"Lapor Hokage-sama, misi penyelamatan Kazekage berhasil dengan baik walau salah satu Kunoichi Suna bernama Chiyo harus mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan sang Kazekage, dan tambahan Suna saat ini memiliki sistem medis yang benar benar baik, kami melihatnya sendiri tubuh Kazekage saat itu tubuh dari sang Kazekage tengah dalam kondisi yang lemah karena baru saja mendapatkan energi kehidupan dari Chiyo-baasan-"
"-Sasuke memperhitungkan bahwa jika tubuh Kazekage harus diistirahatkan sekitar tiga sampai lima hari untuk kembali pulih kesediakala, dan jika berada diatas tubuh Garuda dia hanya membutuhkan sekitar dua sampai tiga hari untuk kembali kesediakala, namun saat tubuh Kazekage ditangani oleh team medis Suna hal tersebut tak berlaku dan hanya membutuhkan waktu tak lebih dari tiga sampai empat puluh menit untuk kembali kesediakala."
Minato dan Hiruzen sedikit tersentak kaget saat mendengar penjelasan laporan dari Naruto barusan. "Sebenarnya ini adalah sebuah rahasia Suna yang akan diungkap pada saat ujian Jounin beberapa bulan kedepan yang beberapa minggu yang lalu Konoha dan Suna adakan rapat pada saat itu, namun karena kami sudah membukanya tanpa sengaja hal tersebut saat ini sudah bukan rahasia kembali-"
"-Sebenarnya Suna hanya ingin memberi kejutan bagi Konoha akan hal ini dan bukan maksud mereka untuk menyembunyikannya, oleh karena itu saya tak ingin aliansi antara Suna dan Konoha merengang, dan juga satu lagi salah satu anggota Akatsuki bernama Sasori telah gugur dikalahkan oleh Shizuka-chan, Haku-nee dan Sakura-chan bersama Chiyo-baasan dan jazadnya sudah saya segel dalam gulungan yang akan saya jual kepalanya kepada Suna namun saya lupa hehe."
Semua yang mendengar laporan terakhir dari Naruto awalnya tercengang namun akhirnya sweatdrop pun terjadi bersamaan, bahkan anbu yang menjaga ruangan tersebut tak kuasa untuk tidak menunjukkan ekspresi mereka, jika kalian bertanya kenapa anbu dapat memiliki ekspresi jawabannya adalah mereka anbu dalam kepemimpinan Minato dan Hiruzen sendiri karena hal tersebutlah mereka tetap memiliki ekspresi seperti halnya manusia biasa dan anbu anbu lainnya, minus Anbu Nee dengan pimpinan Danzo.
"Dan juga saya undur diri terlebih dahulu karena harus menghindari Kaa-san yang sebentar lagi pasti kesini bersama dengan Shizuka-chan, Haku-nee dan Sakura-chan, ditambah lagi saya harus bertarung keras melawan Shikamaru bermain Sogi, oleh karena itu Jaa Nee Otou-san, Jii-san, dan baka Otouto." Bersamaan dengan selesainya ucapan Naruto barusan Naruto menghilang melebur bersama udara yang ada disekitarnya.
"Cih, setelah dia pulang pastikan aku menghajarnya Sasuke." Ucapan Menma barusan hanya dijawab Sasuke dengan trademark miliknya 'Hn' , dan hal tersebut sukses membuat Menma harus menggerang marah, sedangkan Minato dan Hiruzen mereka hanya dapat tertawa karena sedikit hiburan yang diberikan ketiga shinobi spesial disela pekerjaan mereka.
"Baiklah Menma, Sasuke, kalian pulanglah istirahat, Kushina berpesan padaku jika kalian telah sampai disini kalian diharuskan untuk pulang bersama karena nanti akan ada hal penting yang harus aku sampaikan bersama dengan Kushina dan jangan lupa bawa kekasih kalian." Dua kata terakhir yang diucapkan Minato barusan bersama dengan cengiran khasnya sukses membuat Menma dan Sasuke mengeluarkan rona merah diwajah keduanya.
"Dan jangan lupa katakan pada Naruto jika ketemu untuk menemui Jiji dirumah jiji nanti malam, ada hal penting untuknya." Menma dan Sasuke mengangguk mengerti dan berbalik menuju pintu keluar, namun setelah membuka pintu mereka berhenti sejenak menatap Minato dan Hiruzen yang saat ini menaikkan salah satu alis mereka.
"Tou-san, Jii-san, kenapa kalian berdua tak menggunakan bunshin atau kagebunshin untuk mengerjakan tugas Hokage kalian berdua." Setelah mengutarakan ucapan tersebut secara bersamaan dari Menma dan Sasuke mereka kini sudah selesai menutup pintu ruangan tersebut, senyum kecil mereka berdua tunjukkan. "Satu , ,Dua , , Ti-"
"AKU BENAR BENAR BODOH!" tawa mereka mengisi perjalanan yang akan mereka tempuh saat ini.
.-.
.-.
"Tsumi ! Kini skor kita sama Naruto."
"Cih, kau benar benar semakin hebat dalam strategi Shika" Shikamaru hanya tersenyum kecil menanggapi pujian dari sahabat dekatnya itu, Shika dan Naruto kini kembali menata letak letak pion Shogi yang berarti mereka akan kembali memainkan permainan tersebut. "berhenti bermain Shikamaru, Naruto, makanlah dahulu dan teruskan permainannya nanti." Naruto dan Shikamaru hanya dapat membuang nafas saat mendengar teriakan dari ibu Shikamaru dari dalam.
BOFT
"Bear? Ada apa sampai kau datang kemari?" Kini giliran Naruto yang bertanya saat melihat salah satu anbu kepercayaan sang ayah datang kekediaman Nara saat itu. "Hokage-sama meminta anda untuk segera pulang Naruto-sama karena ada hal penting yang akan dibicarakan dengan anda dan saudara saudara anda." Naruto mengangguk mengerti, Bear kembali menghilang dengan kepulan asap didekat Naruto.
"Maafkan aku Shika aku tak bisa makan bersamamu saat ini, dan permainan ini kita teruskan besok, aku pastikan besok kau harus membayariku ramen dua puluh porsi karena aku akan menantangmu dengan taruhan." Shikamaru hanya tertawa saat mendengar pernyataan dari Naruto barusan.
"Bibi, Naru harus pulang dahulu ada hal penting yang harus Naru bicarakan dengan Kaa-san dan tou-san, dan maaf bibi Naru tak bisa berlama lama disini." Ibu dari Shikamaru datang menghampiri sahabat putranya tersebut. "Tak apa Naru, berhati hatilah dalam perjalanan pulangmu."Naruto mengangguk meng'iya'kan ucapan dari sang ibu dari Shikamaru, Naruto menyodorkan kepalan tinjunya kearah Shikamaru, dan Shikamaru membalas kepalan tinju Naruto tersebut.
"Aku pulang dulu!" dengan ucapan bersemangat dari Naruto barusan dia menghilang berbaur bersama udara disekitarnya, Shikamaru, Shikaku dan Yoshino sudah terbiasa melihat Naruto menghilang dengan cara demikian karena mereka sudah benar benar tahu akan prihal kekuatan sesungguhnya dari bocah bermata putih tersebut. "Baiklah, ayo makan Shika." Shikamaru mengangguk lemas dan menyusul dengan menguap malas kedalam.
.-.
.-.
"Tadaima!"
"Okaeri nii-san/Naru-chan/Naruto-kun/Tebe." Naruto nampak tersenyum saat melihat dan mendengar jawaban dari dalam rumah yang dia ketahui siapa mereka, namun yang sedikit ganjil disana berdiri Hiruzen dan Anbu kepercayaannya yang sudah Naruto ketahui bernama Uchiha Shisui, Uchiha yang tersisa selain Itachi dan Sasuke setelah terjadinya pembantaian Uchiha yang dilakukan oleh Itachi beberapa tahun yang lalu.
"Etto,,, apa kalian semua menunggu kedatanganku?" Naruto nampak menggaruk pelipisnya yang tertutup kain putih beberapa kali, Shizuka berdiri dan berjalan kearah Naruto berada. "Lebih baik kau duduk dahulu Naruto-kun biar Hokage-sama menjelaskan kepada kita semua." Naruto mengangguk menjawab ajakan dari Shizuka, berjalan kearah dimana Kushina tengah menggendong adik perempuannya.
"Baiklah, pembicaraan ini akan dimulai, Naruto kau tahukan seluruh kekuatan mata yang kau miliki itu?" Naruto awalnya sedikit tersentak akan ucapan yang dilontarkan oleh sang ayah, namun dia akhirnya mengangguk meng'iya'kan pertanyaan tersebut, Minato nampak tersenyum seraya menatap kearah Kushina yang tengah memangku Naruko yang tengah tertidur pulas, walau pun umur Naruko sudah hampir mengijak empat tahun namun tak dapat dipungkiri lagi kedekatannya dengan Naruto dan Kushina.
"Dan apa kau sudah mengetahui prihal mata yang dimiliki oleh Naruko, Naruto?" Kening Naruto sedikit mengkerut saat mendengar ucapan dari Yondaime Hokage tersebut, dia menatap Naruko yang masih dalam keadaan tertidur pulas dipelukan Kushina, otak cerdasnya berfikir keras akan hal terbaik untuknya menjawab pertanyaan dari sang ayah, beberapa saat kemudian. "Ja-Jangan bilang-"
"Ya, mata Naruko sama sepertimu!"
DEG
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
Haah, udah dua bulan gak update, maaf untuk keterlambatan ini, tugas, tryout dan ujian menghambat perkembangan cerita ini. Dan sebagai permintaan maaf saya, chapter ini saya perpanjang sekitar 1K dari biasanya. Dan untuk pertarungan antara Shizuka, Haku, Sakura dan Nenek Chiyo saya skip karena membutuhkan waktu yang cukup panjang, ditambah lagi saya tidak begitu mengerti prihal pertarungan tersebut.
Terima kasih sudah mampir disalah satu karya saya, mohon maaf jika ada kesalahan kesalahan yang tidak atau saya sengaja. Dan mohon Tinggalkan Jejak '-')/ ,, Semoga Chapter kali ini lebih baik dari Chapter sebelumnya.
.
.
Komozaku Wooza Out '-')/
