Chapter 15 : Keputusan dan Perjalanan...
Kumagawa Naruto
Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine
Rate: T
Pair: Naruto x Shizuka , Menma x Haku
Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike
Summary : Kembalinya Naruto kedalam keluarganya bukan akhir dari perjalanannnya, namun itu semua adalah awal bagi perjalanannya, bersama dengan adik dan sahabat sahabatnya dia akan mencoba untuk melindungi apa yang menurutnya pantas untuk dilindungi. GantiSummary, GagalSummaryLagi, RombakRombak.
Sheva : Ya gimana ya, itu adalah salah satu kekuatan special yang memang diberikan pada keduanya, dan mungkin alasannya akan terjawab dichapter depan atau depannya lagi :v tepatnya saat Naruto telah sampai diUzushio, 'Sedikit Bocoran :p'
Name Uchiha RINO : Akan saya usahakan '-')/
Lusy922 : Yup, mereka telah menerimanya dengan tulus walau Naruto akan lebih sering pergi dari desa...
.980 : Tetap akan melatih walau tidak saat itu juga...
Tenshisha Hikari : Mungkin akan ada sedikit kejadian prihal kakek berperban itu :v
Naru: Ya legenda mungkin berbeda dan akan terjawab beberapa chap kedepan...
Otra: Masih menjadi misteri, dan akan terjawab dichap chap depan :v
Senju-Nara Shira : Dia belum mengetahui prihal tersebut, namun akan mengetahuinya jika waktu telah sampai
Kumagawa Naruto, anak pertama keluarga Namikaze tersebut kini tengah menatap kearah Konoha dengan tatapan kosong, penutup mata yang biasa dia gunakan saat ini tengah dia lepaskan, dia masih memikirkan kejadian yang beberapa hari yang lalu terjadi, tepatnya saat adik keduanya yang bernama Namikaze Naruko dinyatakan memiliki mata yang sama dengannya, hal itu pastilah membuatnya terkejut bukan main.
Naruto masih setia menatap kearah Konoha diatas kepala patung hokage keempat atau tepatnya ayahnya. Otak cerdasnya masih berputar untuk memikirkan apa cara yang paling tepat untuknya, dia tahu jika dia masih membutuhkan bimbingan dalam mengendalikan matanya, atau tepatnya mengendalikan mata berlevel tiga miliknya. Namun siapa yang tepat untuk melatihnya lebih lanjut lagi.
Dia masih bimbang untuk memilih bagaimana jalan keluar yang harus dia pilih. Namun tak berapa lama tubuh Naruto sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi pasir pasir besi yang kini sudah sempurna menghilang diterpa tiupan angin.
Digedung Hokage dapat dilihat kini Minato tengah bertarung melawan puluhan kertas kertas yang kini menumpuk diatas meja kerjanya. Namun tak berapa lama sebuah ketukan pintu terdengar yang mengharuskan Minato mengalihkan perhatiannya. "Masuk." Dengan suara yang terdengar sangat bijaksana Minato mempersilahkan orang yang ada dibalik pintu tersebut untuk masuk kedalam ruang kerjanya.
Tak berapa lama dua orang wanita dewasa masuk kedalam ruang kerja Minato, keduanya adalah pemimpin dan wakil pemimpin rumah sakit Konohagakure, Senju Tsunade dan Shizune, ditangan Tsunade nampak beberapa lembar kertas yang entah berisi apa didalamnya. Minato yang melihat siapa yang datang meletakkan beberapa kertas dan stempel yang ada dikedua tangannya, dan lebih memperhatikan kedua wanita tersebut.
"Informasi yang kau butuhkan tentang mata yang dimiliki Naruko sudah tertera dikertas kertas ini Minato." Minato mengangguk mengerti akan perkataan dari Tsunade barusan, dia menerima lembaran lembaran kertas yang diberikan Tsunade padanya. Untuk beberapa saat Minato terdiam membaca kertas kertas tersebut, namun sepersekian menit berikutnya Minato nampak tersenyum saat membaca beberapa bagian terakhir dari kertas tersebut.
"kesamaan antara mata Naruto dan mata milik Naruko adalah 93%, dan dapat aku asumsikan sendiri jika mata mereka berdua memang sama walau dibeberapa bagian kekuatan mata dari Naruto lebih tinggi dibandingkan mata milik Naruko, dan lebih baik kau memperintahkan Naruto untuk sedikit melatih Naruko akan prihal matanya." Minato mengangguk mengerti namun perhatian mereka teralihkan saat beberapa butiran pasir besi masuk dari balik jendela ruang Hokage.
Tak sampai satu menit, butiran pasir besi tersebut kini membentuk tubuh seseorang bocah berambut hitam dengan kain putih yang menutupi kedua matanya, ketiga orang yang ada disana cukup terkejut akan kedatangan Naruto barusan, pasalnya pasir besi hanya dapat dikendalikan oleh Kazekage ketiga atau Kazekage terkuat yang ada diSunagakure.
"Aku tak setuju jika mulai sekarang aku harus melatih Naruko baa-san, mempelajari mata ini tak semudah mempelajari jutsu jutsu biasa yang ada diKonoha, orang yang memiliki mata ini minimal berumur tujuh tahun untuk dapat sedikit mengendalikannya, bahkan tehnik tehnik yang dimiliki mata ini dalam level satu dan dua dapat melebihi Byakugan dan Sharingan." Ketiga orang yang ada disana mengerti akan penjelasan Naruto barusan.
"Jadi, apa yang sebenarnya ingin kau sampaikan Naruto?" Minato akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang sebenarnya sudah akan dia tanyakan sebelumnya, namun demi menghormati anaknya tersebut Minato lebih memilih diam untuk beberapa saat, Tsunade dan Shizune pun juga demikian, mereka berdua pun nampak setuju akan pertanyaan yang diutarakan Minato barusan.
"Aku ingin kembali mengembara beberapa waktu lagi Tou-san untuk lebih memperkuat dan mempelajari kekuatan mataku ini." Ketiga orang yang ada disana terkejut bukan main akibat penuturan Naruto barusan, namun ekspresi Naruto sama sekali tak berubah walau tatapan mata miliknya tak terlihat namun ketiga orang yang ada disana dapat mengerti jika Naruto saat ini tengah serius.
"Tapi kenapa Naruto?! Keluarga kita baru saja berkumpul Naruto!" Naruto yang mendengar ucapan dari Minato barusan tersenyum, dan karena senyum tersebut ketiga orang yang ada disana sedikit menaikkan alis mereka, mereka sedikit bingung akan reaksi yang diutarakan Naruto barusan.
"Tou-san tahu, aku benar benar bahagia karena ucapan tou-san barusan, tapi tou-san tak boleh egois walau memang keluarga sangatlah penting namun jika aku tak bisa menguasai kekuatan mataku ini bagaimana aku dapat mengajari adik kecilku tou-san, ini semua demi kebaikan keluarga Namikaze dan Konoha-" Naruto menggantung ucapannya seraya menarik nafas cukup panjang.
"-Dan aku juga ingin kembali membangkitkan klan Uzumaki namun akan aku ubah menjadi klan Kumagawa." Minato, Shizune, dan Tsunade pastilah saat ini terkejut bukan main saat mendengar penuturan dari Naruto barusan, membangkitkan sebuah klan bukanlah sebuah perkara mudah, banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan sebelumnya.
"Aku akan memulai perjalananku besok dan aku sudah membulatkan tekadku, dan jika tou-san bertanya padaku aku akan pergi dengan siapa, aku akan pergi sendiri dan aku tak menerima penolakan." Terdengar egois memang, namun bagi Naruto hal ini seimbang. Walau dia harus jauh dengan keluarga, kekasih dan teman temannya namun hal seperti itu pastilah terjadi didalam dunia Shinobi ini.
"Aku akan bertanya pada Kushina terlebih dahulu." Kini mimik wajah Minato pun juga berubah, tatapan serius dia keluarkan untuk menatap anak sulungnya tersebut, dia tahu sudah ratusan kejadian yang sudah Naruto lewati, dan Minato juga tahu Naruto bukan anak anak lagi, dia sudah tumbuh dewasa dan itu semua terjadi tanpa bimbingannya.
"Aku sudah mengirim bunshinku untuk menemui Kaa-san dan Menma, dari ingatan bunshinku mereka setuju walau awalnya mereka marah marah, dan sekarang mereka datang." Dan benar saja, dua buah kepulan asap muncul didalam kantor hokage malam itu, keempat orang yang ada disana tahu jika mereka adalah Kushina dan Menma, yang sedikit mengejutkan untuk ketiga orang yang ada disana adalah Menma yang menggunakan Shunsin.
"Baka! Apa kau serius dengan omonganmu itu ha Naruto!" Naruto hanya dapat tersenyum kecil mendengar teriakan adiknya barusan, Menma benar benar kesal akan keputusan Naruto barusan, Kushina nampak meneteskan air matanya, Minato hanya dapat memandang kosong Menma yang saat ini mencengkeram kerah baju Naruto, Tsunade dan Shizune lebih memilih untuk diam.
"Kau tahu Menma, saat saat seperti ini yang sedari dulu aku inginkan. Aku hanya akan pergi untuk meminta para warga Uzushiogakure kembali mengeluarkan eksistensi mereka kedunia Shinobi ini, kau pasti tahu apa maksudku Menma." Menma yang mendengar pernyataan Naruto barusan melepaskan cengkramannya, namun berbeda dengan yang lainnya.
"A-Apa ma-maksudmu, Naru?!" Kushina yang mendengar ucapan Naruto nampak bingung, begitu pula dengan yang lainnya, namun bukannya menjawab Naruto meletakkan tangan kanannya kemeja Hokage, dan tak sampai tiga detik sebuah kekkai terpasang mengitari keenam orang yang ada disana, hanya keenam orang tidak lebih.
"Klan Uzumaki belum hancur!" Ucapan Naruto barusan sukses membuat Kushina, Tsunade, Minato dan Shizune tersentak kaget, benar benar terkejut akan ucapan Naruto barusan. "Uzushiogakure memang hancur, namun tidak dengan para penduduknya, mereka memang kalah dalam perang, namun mereka masih dapat menyelamatkan diri mereka, mereka kini bersembunyi dan menunggu waktu untuk keluar kembali-" Naruto menatap keempat orang yang masih diam membisu.
"-Dan aku akan memunculkan mereka kembali, bukan sebagai Uzumaki namun sebagai Kumagawa."
SKIP TIME
Pagi hari telah tiba diKonoha, Konoha yang biasa masih dalam keadaan sepi pada hari ini kini terlihat lebih ramai dari biasanya tepatnya berada didepan gerbang Konoha, disana telah berdiri Naruto serta keluarga dan teman temannya, mereka berniat untuk mengantar kepergian Naruto yang akan pergi keUzushiogakure dan membangkitkan atau tepatnya memunculkan clan tersebut kembali.
"Naru, apa kau serius dengan hal ini?" Naruto hanya tersenyum dan membelai pipi halus Kushina yang saat ini masih meneteskan air matanya, Minato, Menma, Shizuka, Haku, Sasuke, dan yang lainnya nampak menatap keduanya sendu, mereka tahu Naruto baru saja kembali kedalam keluarganya, dan dari semua orang yang ada disana hanya Shikamarulah yang menatap tajam kearah Naruto.
"Aku serius dengan hal ini Kaa-san, kau tak perlu mengkhawatirkanku aku sudah dapat menjaga diriku sendiri." Kushina tak kuasa untuk tak memeluk erat anak sulungnya tersebut, begitu pula dengan Minato yang saat ini pun ikut memeluk Naruto serta Kushina, Shizuka selaku kekasih Naruto pun tetap meneteskan air matanya, dia akan jauh dengan kekasihnya, walau dia tahu jika dia kuat tapi rasa khawatiran akan tetap ada.
"Sudahlah, kaa-san, tou-san, Naru akan baik baik saja." Naruto pun melepaskan pelukan dari ayah dan ibunya, mereka berdua nampak menatap kearah Naruto dengan mata yang berkaca kaca, Naruko yang berada digendongan Menma pun nampak menanggis keras, Naruto yang melihat hal tersebut pun mendekati Menma dan Naruko.
"Kau, adik bodoh jaga Naruko untukku!" dengan nada yang terdengar kasar Naruto memberi salam perpisahan pada kembarannya tersebut, Menma yang mendengar ucapan Naruto barusan menggeram kesal namun akhirnya dia tersenyum kearah Naruto. "Cih, tentu saja, lebih baik kau khawatirkan dirimu sendiri." Naruto hanya tersenyum kecil mendengar jawaban dari Menma barusan.
"Naruto-kun." Naruto yang tahu siapa yang memanggilnya pun tersenyum dan menatap kearah asal suara tersebut, disana berdiri Shizuka yang kini berlari dan memeluknya dengan erat. "Hiks,, hati hati hiks dijalan Naruto-kun." Naruto yang mendapat pelukan dari gadis bermata hijau zambrud tersebut pun membelai lebut rambut hitam gadis tersebut.
"tentu saja, kau yang jaga diri Shizu-chan." Dengan berakhirnya ucapan Naruto barusan Naruto pun mengecup lembut kening Shizuka yang mengakibatkan rona merah bersarang pada kedua pipi putih Shizuka. "Cih, padahal aku ibunya tapi kenapa Shizuka-chan yang dia cium." Ucapan dari Kushina barusan sukses membuat seluruh orang yang ada disana tertawa keras, sedangkan Naruto dan Shizuka nampak memerah disana.
"Kau jangan terlalu lama pergi Gaki, kami semua pasti rindu padamu!" Dari samping Naruto terdengar suara yang cukup keras yang berasal dari Tsunade yang kini menepuk pundak Naruto, Naruto yang mendengar ucapan dari nenek berwajah ayu tersebut pun tersenyum kearahnya. "Kapan aku akan berangkat jika begini terus." Semua yang ada disana nampak tersenyum mendengar ucapan dari Naruto barusan.
"Kau pergilah Tebe, jika kau terlalu lama aku akan ikut denganmu." Ucapan Sasuke barusan sukses membuat semua yang ada disana sedikit tersentak kaget, pasalkan sangat sangat jarang Sasuke berucap cukup panjang. "Ya, Sasuke benar jika kau terlalu lama disini lebih baik kau menemaniku bermain Shogi." Shikamarulah yang berujar demikian, dan Naruto hanya tertawa saat mendengar ucapan barusan.
"Baiklah minna, aku berangkat dahulu." Semua yang ada disana mengangguk tanda setuju akan ucapan Naruto barusan, dan sepersekian detik berikutnya Naruto menghilang bersama dengan kobaran api yang membakar dirinya sepenuhnya, dan beberapa detik berikutnya Naruto menghilang dengan sempurna.
Disuatu tempat nampak segerombolan orang yang tengah berdiri dijari jari dari patung besar yang ada disana, mereka adalah Akatsuki kelompok para Missing-nin yang menjadi satu untuk sebuah tujuan, tak berapa lama dari dalam tanah muncul sebuah tumbuhan Venus yang kini melompat kesalah satu jari dari patung tersebut.
"Lapor Leader-sama, Kumagawa Naruto tengah pergi keluar desa." Dari semua para anggota akatsuki hanya anggota berambut kuning panjang yang menggeram saat mendengar nama dari bocah pemilik mata dewa tersebut. "Kemana dia pergi Zetsu! Akan aku bunuh dia disana." Semua yang ada disana menatap tajam kearah Deidara nama pria berambut kuning tadi.
"Kau tenanglah Deidara, biarkan Kisame dan Itachi yang menghadang bocah itu." Laki laki berambut Oranye dengan enam tindik dihidungnya berucap, Deidara yang mendengar ucapan dari Leadernya tersebut mendecih kesal, sedangkan kini Kisame tersenyum lebar mempertontonkan gigi gigi tajamnya, sedangkan Itachi dia saat ini hanya diam seperti biasanya.
"Baik Leader-sama."
SKIP TIME
Kembali keNaruto.
Perjalanan yang kini tengah ditempuh Naruto sudah hampir memasuki setengah jalan, satu minggu telah terlewati dan berbagai hadangan telah Naruto hadapi, satu minggu bukanlah waktu yang singkat walaupun sebenarnya Naruto dapat menempuh jarak Konoha Uzushio dalam beberapa menit saja namun Naruto sengaja singgah sementara waktu keKirigakure untuk sedikit memberi kabar pada sang Mizukage jika dia tengah dalam perjalanan menuju desa Uzushio dan akan membangun kembali desa tersebut.
Pada awalnya sang Mizukage terkejut bukan main, pasalkan para pendahulu Kiri pernah berperang melawan Uzushio bersama dengan Kumo dan Iwa yang alhasil Uzushio kini rata dengan tanah, namun Naruto tak mempermasalahkan hal tersebut, dia tak akan membalas dendam pada Kiri, namun mungkin dia ingin mengetahui kebenaran dari Kumo dan Iwa itu sendiri.
Hari sudah samakin siang pada saat ini, Naruto pun lebih memilih mengistirahatkan dirinya sebenar seraya menyiapkan api guna membakar beberapa daging kijang yang sempat dia tangkap dalam perjalannannya. Naruto kini tengah berada dipinggiran sungai yang bisa dibilang cukup deras, dia sedikit mengambil air sungai tersebut dan memasukkannya kedalam wadah yang sudah dia persiapkan, tak lupa pula Naruto menangkap beberapa ikan yang tengah berenang disana.
Beberapa menit kemudian daging kijang dan dua tusuk ikan yang Naruto tangkap sudah matang, dengan perlahan Naruto memakan kedua jenis masakan yang dia masak dengan cara yang sama tersebut, namun ditengah tengah acara makan siang tersebut-
"Boleh kuminta sedikit daging yang kau makan itu bocah? Kurasa aku sedikit lapar." Dari belakang tubuh Naruto yang tengah duduk bersila diatas tiga daun pisang yang sengaja dia jadikan alas duduknya terdengar suara berat yang berbicara pada Naruto, Naruto yang mendengar suara tersebut dengan refles segera melemparkan sepotong daging yang baru saja ingin dia santap kearah belakangnya.
Sebenarnya dia tahu siapa yang ada disana namun dia lebih memilih diam terlebih dahulu guna mengetahui apa maksud dari kedatangannya. Namun tak berapa lama sebuah naga air melesat kearah Naruto yang masih duduk bersila disana, Naruto mengetahuinya dan dengan segera dia melompat menjauh dari titik tujuan seragan yang dilancarkan sang pelaku, walau dengan mata yang masih setia tertutup kain Naruto memandang kedua orang yang tengah berdiri didepannya saat ini.
"Kisame Hoshigaki dan Itachi Uchiha, ada apa gerangan kalian berdua menemuiku." Dengan bahasa yang terdengar sopan Naruto bertanya kepada kedua sosok yang tengah berdiri berjajar didepannya, Kisame lelaki berwajah hiu tersebut kini hanya tersenyum lebar kearah Naruto sedangkan Itachi nampak seperti Sasuke, datar.
"Tentu saja membunuhmu bocah!" Kisame berteriak seraya melesat kearah Naruto dengan Samehada yang sudah berada pada genggaman tangannya, Naruto yang melihat Kisame melesat kearahnya pun tak tinggal diam dia menarik penutup matanya dan membuangnya kasar kesembarang arah dan nampaklah disana, dua buah bola mata berwarna merah dengan kombinasi riak berwarna hitam dengan sebuah segitiga kecil dipusat matanya.
Dalam tatapan Naruto gerakan Kisame sangatlah lambat, Naruto yang melihat hal tersebut hanya menyungging senyum tipis dibibirnya dan dengan gerakan cepat Naruto menangkis pedang pengoyak milik Kisame dengan Masamune yang sudah dia tarik dengan cepat guna menangkis serangan fulgar Kisame, Kisame sedikit terdorong kekanan mengikuti arah terpentalnya Samehada akibat tangkisan yang dilakukan oleh Naruto barusan.
Namun tak Kisame sangka jika sebuah bola api berukuran sedang melesat kearahnya dari asal Naruto yang berdiri dengan tangan kanannya yang menutupi sedikit bibirnya karena jutsu yang dia keluarkan, Kisame yang melihat hal tersebut tak tinggal diam dia pun menarik Samehadanya guna menangkis bola api yang mengarah kepadanya, namun-
BLAAR
Sebuah bola api yang serupa dengan bola api yang dikeluarkan oleh Naruto menabrak bola api yang tengah mengarah keKisame barusan, Kisame tahu siapa yang menahan serangan api dari Naruto barusan, Itachi, dia kini tengah berdiri tenang menghadap keNaruto yang tengah menatap kearah Itachi pula, namun tak disangka tubuh Itachi berubah menjadi puluhan gagak yang terbang keberbagai arah.
Naruto yang melihat hal tersebut cukup terkejut, dia tahu jika ini adalah Genjutsu dari Itachi namun mata Naruto kini berputar cepat dan alhasil puluhan gagak barusan berubah menjadi ratusan kunai dan shuriken yang mengarah cepat kearahnya, Naruto yang melihat hal tersebut tak tinggal diam, dia segera menarik cepat pedangnya dan menebaskannya kearah Itachi yang kini tengah bersiap dengan kunai ditangan kanannya.
Dragon Dance
Sebuah naga yang berasal dari angin memutari tubuh Naruto saat Naruto selesai menebaskan pedangnya, namun tak Naruto sangka jika itu adalah salah satu kesalahannya, dari arah Itachi sebuah kobaran api besar berbentuk burung Phonex melesat kearahnya, tepatnya kearah naga angin Naruto yang kini masih memutari dirinya.
Naruto tahu jika angin dan api yang bersatu akan menciptakan jutsu yang lebih mematikan, dan hal tersebut terbukti naga angin milik Naruto kini berubah menjadi naga api yang mengelilingi tubuh Naruto, Kisame yang melihat hal itu menyeringai tanpa basa basi Kisame segera melemparkan Samehadanya kearah Naruto dengan sekuat tenaga dan-
BLAAR
Saat Samehada menembus naga api yang memutar tadi sebuah ledakan tercipta dan alhasil naga api tersebut ikut hancur sedangkan Samehada milik Kisame tak tahu kemana, asap yang tercipta akibat ledakan tadi masih mengepul tebal disana, Kisame dan Itachi masih sibuk menunggu apa yang akan datang dari dalam kepulan asap tersebut, mereka yakin jika bocah yang dahulu pernah membantu Kirigakure dalam perang saudara tak akan mati semudah itu.
Dan benar saja, dari balik kepulan asap yang mulai menipis tersebut sebuah siluet hitam nampak dan sedikit demi sedikit menunjukkan Naruto yang berdiri dengan pusaran api yang mengelilingi tubuhnya. Kisame yang melihat hal tersebut tak tinggal diam pasalkan kini Samehada miliknya tengah berada diatas pusaran api tersebut, dengan cepat Kisame pun merapalkan handseal miliknya, namun-
BUGH
Samehada milik Kisame sukses menabrak sang pemilik dengan keras, Itachi cukup tersentak saat melihat kejadian langka yang terjadi didepannya, namun Itachi tak tinggal diam dia segera melesat kearah dimana Naruto berdiri saat ini dengan handseal yang baru saja dia selesaikan, mata Sharingan miliknya sudah bertransformasi menjadi Mangekyou Sharingan sedari tadi.
Naruto yang melihat hal tersebut tak tinggal diam, dia pun menarik Masamune miliknya sekali lagi dan ikut melesat kearah yang berlawanan dengan Itachi.
Katon : Uzu Sokautou
Sebuah pusaran api yang cukup besar menyerang Naruto, namun Naruto nampak tenang menatap pusaran api yang bergerak kearahnya, Naruto yang saat ini tengah dalam posisi melompat pun menebaskan Masamune miliknya seratus delapan puluh derajat kearah pusaran api tersebut, gelombang kuat akibat tebasan Naruto tercipta dan berhasil memotong pusaran api tersebut, namun tak dia sangka.
Suiton : Mizu no Tatsumaki
Dari arah sungai muncul sebuah tornado air yang bergerak kearah Naruto, lagi lagi saat ini Naruto berada dalam posisi terpojok dengan datangnya Itachi dengan Mangekyou Sharingan yang membara, Naruto mulai memutar otak dalam kondisi yang bisa dibilang Kritis saat ini, dan-
Ryuu no Tsubasa
Dengan sekali hentakan badan sepasang sayap kulit berwarna putih muncul dari balik punggung Naruto, Itachi dan Kisame yang melihat hal tersebut tak kuasa untuk tak menunjukkan ekspresi terkejut mereka, Naruto pun menggerakkan kedua sayapnya dengan hentakan yang kuat dan hasilnya dia kini melayang tinggi.
'Arigatou, Ryuumane'
FlashBack
Beberapa hari telah terlewati saat pertama kali Naruto keluar dari Konoha guna menuju Uzushiogakure, tepatnya Naruto telah melewati tiga hari perjalanannya dan saat ini dia tengah berada dipinggir sungai untuk mengisi sedikit persediaan airnya, perjalanan yang akan dia tempuh masih panjang, dia perkirakan jika masih satu minggu dia baru bisa sampai diUzushio dan dia sama sekali tak menginginkan menggunakan salah satu tehnik yang biasa dia gunakan untuk mempercepat perjalanan.
Beberapa ikan berenang lincah didalam air yang terlihat sangat jernih, bahkan bebatuan yang ada disana tepatnya batu yang berada didalam air banyak yang berlumut menandakan bahwa air disana adalah air yang bersih, Naruto tahu hal tersebut, dia pun menarik pedangnya guna menangkap ikan yang ada disana untuk persediaan beberapa hari kedepan, namun dia menyadari sedikit keganjilan, sedikit demi sedikit pengelihatannya kabur dan kegelapan adalah hal selanjutnya.
Naruto POV On
Ahh... kepalaku rasanya benar benar sakit saat ini, aku tak tahu sekarang aku dimana semua didominasi warna putih bahkan beberapa daun dauh yang ada disana terlihat seperti tertutup oleh salju yang mengubah warna mereka. Tapi aku melihat seperti ada sesuatu yang ganjil disini, rasanya tak dingin jika disini adalah dataran yang tertutup salju, walau bahkan rumput disini berwarna putih aku sama sekali tak merasakan dingin.
Aku mengubah posisi tidurku yang tadinya terlentang menjadi duduk bersila, pedangku, tasku, bahkan penutup mataku pun tak ada, aku menyadarinya, semua barang bawaanku sama sekali tak berada ditempat yang seharusnya hanya tersisa diriku dan seluruh pakaian yang menutupi tubuhku, ratusan opini terpikirkan tapi satu pun tak ada yang rasional, mungkin dengan menjelajahi daerah sekitar sini aku dapat menemukan jawaban, tapi...
'Namikaze Uzumaki Naruto, atau bisa kupanggil dengan Kumagawa Naruto!' Aku celingukan mencari dimana asal suara itu, bahkan aku sudah berputar tiga ratus enam puluh derajat untuk menjadinya tapi disini sama sekali tak ada satu pun yang mencurigakan selain sebuah gua yang berjarak kira kira lima ratus meter dari tempatku berdiri saat ini, atau mungkin disana tempatnya...
"Dimana kau, tunjukkan dirimu!" Aku berteriak keras, dan semoga saja asal suara itu mempunyai dua buah telinga untuk mendengar teriakan keras yang aku tujukan padanya, kutunggu beberapa saat tapi sama sekali tak ada balasan dari suara itu, atau mungkin imajinasiku saja yang berlebihan, merasa bodoh aku pun berjalan kearah Gua yang berdiri kokoh disana langkahku sedikit kupercepat hawa disekitar sini semakin dingin kurasakan.
'Kumagawa Naruto.' Aku mendecih keras, suara itu semakin dekat, hantukan? Tapi bagaimana hantu bisa ada disini? Atau memang ini adalah tempat dunia antara kehidupan dan kematian? Tapi aku rasa aku belum saatnya mati, saat aku mencubit lengan kiriku aku masih merasakan apa itu rasa sakit tapi..
'Ikuti suaraku gaki, dan kau akan menemukanku.' Bocah?! Aku rasa jika aku ini bukan lagi bocah, aku bisa membunuh dan aku sudah bisa dibilang bukan bocah lagi tinggiku pun sudah mencapai lebih dari 160cm dan apa itu masih dibilang bocah? Tapi sepertinya rasa penasaranku lebih mendominasi dari pada rasa kesalku dan aku pun berlari cepat kearah Gua yang menurutku adalah asal dari suara tadi.
Tak lebih dari lima menit aku berlari diaku pun sudah sampai dimulut gua tersebut, disana hanya ada kegelapan yang menyelimuti, dan dari sini kurasa kekuatan yang aku copy dari Sasuke tanpa basa basi aku pun mengeluarkan api yang kini membakar telapak tanganku, aku pun berjalan dengan hati hati kedalam, ya siapa yang tahu jika ada jabakan yang ingin membuat seseorang yang akan masuk kedalam menemui Shinigami.
Namun yang aku temui sungguh mengejutkan, disana nampak seekor Naga berwarna putih bersih yang berdiri dengan gagahnya, sepasang sayap yang menyerupai sayap kelelawar namun berwarna putih membentang lebar dipunggungnya, diwajahnya terdapat dua buah kumis yang dapat digerakkan olehnya, matanya seluruhnya berwarna biru persis seperti mata milikku yang sudah mencapai level tiga.
Pada ujung ekornya terdapat sebuah tulang yang mencuat keluar berbentuk seperti ujung sebuah tombak, keempat kaki berototnya nampak memiliki sebuah jalu seperti jalu seekor ayam disetiap kakinya, gigi tajam nampak siap seperti ingin menerkamku. Pada dadanya terdapat sebuah berlian yang berwarna menyerupai pelangi.
"Siapa kau!" Aku saat ini benar benar terkejut, aku bahkan sudah siap dengan kuda kudaku kedua tanganku bahkan sudah dikelilingi pusaran angin karena kekuatan Sasuke yang aku Copy tiga hari yang lalu, Naga yang kini berada didepanku menatapku dengan tatapan tajamnya, dia berjalan satu langkah kedepanku.
'Namaku Ryuumane, Sang Naga Peniru dan ini adalah MindScape milikmu.' Aku cukup terkejut memang, namun jika benar ini adalah MindScape milikku kenapa semuanya berwarna putih.
"Jadi namamu Ryuumane, dan bagaimana bisa aku berada disini." Pertanyaan itu yang sedari tadi terngiang dikepalaku, terakhir yang kuingat adalah aku akan menangkap ikan dipinggir sungai tapi ahh... masa bodoh mungkin Ryuumane akan menjelaskannya padaku.
'Kau berada disini karena akulah yang menarikmu kesini.' Dia terdengar seperti Teme, sangat singkat dalam berbicara. 'Dan tujuanku memanggilmu kemari adalah untuk melatihmu menggunakan kekuatanku.' Kerutan didahiku mungkin sebentar lagi akan bertambah karena ucapan naga didepanku ini yang cukup sulit kumengerti, melatih? Kekuatannya adalah meniru dan jika disini bagaimana aku bisa berlatih dan siapa yang akan aku tiru kekuatannya?
'Kekuatan meniru bukan hanya untuk kekuatan bocah, disini kau dapat meniru segala hal yang ada disini dan jika kekuatanmu sudah dapat mencapai level tertinggi bahkan imajinasimu pun dapat kau tiru dan kau wujudkan' Dan kini sudah aku pastikan jika kedua bola mataku melebar, kekuatan yang berasal dari imajinasi, waw itu pasti akan benar benar hebat. Tapi apa benar yang dikatakan kadal yang ada didepanku ini sungguh sungguh.
Aku yang ingin bertanya kembali pada Naga yang ada didepanku pun mendekat beberapa langkah kedepan, Ryuumane yang ada didepanku saat ini masih tetap menatapku. Aku pun kembali menatap kearah Ryuumane yang kini sudah mengambil posisi untuk tidur seperti naga pada umumnya (?).
"Jadi latihan seperti apa yang akan kau berikan padaku?" Aku bertanya seraya mengambil posisi duduk bersila didepan Ryuumane, dia membuka mulutnya lebar dan aku tahu jika dia sedang menguap, dia pun meletakkan kepalanya pada kedua tangannya yang dia silangkan diatas permukaan tanah didalam gua ini.
'Lebih baik kau keluar dulu dari sini dan akan aku jelaskan secara terperinchi dalam fikiranmu, kau bermeditasilah didunia nyata agar kau dapat sedikit demi sedikit mengontrol kekuatan yang ada didalam tubuhmu mulai dari mata itu dan kekuatanku, dengan begitu akan lebih mudah dalam berlatih, kau selama ini hanya terfokus pada pelatihan fisik dan kau kurang dalam hal fikiran dan penenangan diri...'
'...Dan kau harus bermeditasi minimal satu hari besok ataupun hari ini karena saat ini masih pagi, gunakan kesempatan ini untuk menenangkan fikiranmu yang sedang kacau, dan satu hal lagi jangan ganggu tidurku.' Kata kata terakhir itu benar benar menghilangkan pemikiranku jika dia adalah naga yang bijaksana, tapi ah sudahlah aku lebih memilih untuk keluar saat ini. Aku pun berusaha berkonsentrasi sebisa mungkin serta berniat untuk keluar dari MindScapeku.
Beberapa saat telah berlalu, aku pun berniat membuka mataku dan saat ini yang aku lihat adalah sebuah sungai jernih yang aku lihat pertama kali, aku pun menyimpulkan jika saat ini aku sudah keluar dari MindScapeku walau harus keluar dengan posisi tertidur diatas tanah, dan lebih baik aku meneruskan apa yang tadi sempat terpotong.
Naruto POV Off
End FlashBack
Saat ini dapat dilihat dengan jelas jika Kisame menatap Naruto dengan kedua mata yang membulat sedangkan Itachi hanya mengerutkan dahinya melihat Naruto yang tengah melayang dengan tenang diudara, Jutsu Kisame bahkan tak dapat menyentuhnya walaupun tinggi jutsu tersebut berkisar lima sampai enam meter, Naruto yang tengah dalam posisi menguntungkan saat ini mulai merapal handseal miliknya dengan cepat.
Katon : Kazai Uzumaki
Sebuah pusaran api muncul dari kedua tangan Naruto dan melesat cepat kearah Kisame serta Itachi yang terpaut jarak sekitar sepuluh meter, namun ada yang aneh dalam jutsu Naruto setiap satu detik pusaran api tersebut semakin membesar dan terus membesar, Itachi dan Kisame yang melihat hal tersebut pun berusaha menghalau dengan jutsu mereka dan dapat dengan jelas jika Kisame tengah merapalkan handseal dengan cepat.
Suiton : Bakusui Shoha
Susano'o
Sebuah ombak raksasa keluar saat Kisame memuntahkan air dalam jumlah yang sangat banyak, ombak tersebut sukses menguap saat bersentuhan dengan api milik Naruto, namun tanpa Naruto ketahui sebuah pedang merah besar tengah bergerak kearahnya dan-
JLEB
Kisame menyeringai lebar melihat hal tersebut, Susano'o milik Itachi sukses menusuk Naruto tepat didada dan perut, Pedang besar berwarna merah yang menyerupai kobaran api tersebutlah yang bernama Totsuka no Tsurugi. "Ini adalah Totsuka no Tsurugi, sebuah pedang yang dapat menyegel seseorang didalam dunia Genjutsu." Naruto yang mendengar pernyataan dari Itachi barusan tak kuasa untuk tak membulatkan matanya.
"Jadi mulai sekarang bersiaplah bocah." Kisame menyeringai penuh kemenangan, dia pun bahkan telah meletakkan Samehada miliknya dipungungnya, Itachi memerintahkan Susano'o untuk menarik pedangnya guna menyegel Naruto, Naruto berusaha memberontak namun-
"HAHAHAHAHAHHA" Kisame dan Itachi membulatkan matanya saat mendengar Naruto yang tertawa keras, Itachi kini memandang tajam kearah Naruto dan menarik Totsuka no Tsurugi dengan hentakan yang kuat namun...
"Kau tak akan bisa menyegelku Itachi Uchiha! Aku adalah angin!"
.
.
.
.
.
.
To Be Continue...
Hohoho ngantung banget :v
Udah lama gak Publish nih Fic tapi ya semoga aja masih ada yang tertarik dengan cerita abal satu ini, dan mulai sekarang saya akan lebih cepat dalam publish fic karena saya sudah bebas dari yang namanya sekolah hohoho..
Ya semoga chapter ini lebih baik dari chapter berikutnya, dan jangan lupa tinggalkan jejak berupa Review '-'/
.
.
.
.
~.~Froozo...Out~.~
