Chapter 16 : Ramalan dan Ancaman Baru...


Kumagawa Naruto

Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine

Rate: T

Pair: Naruto x Shizuka , Menma x Haku

Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike

Summary : Kembalinya Naruto kedalam keluarganya bukan akhir dari perjalanannnya, namun itu semua adalah awal bagi perjalanannya, bersama dengan adik dan sahabat sahabatnya dia akan mencoba untuk melindungi apa yang menurutnya pantas untuk dilindungi. GantiSummary, GagalSummaryLagi, RombakRombak.


Minna4869 : Yoo Sheva, update rutin ya hehehe mungkin gak bisa karena yaaa kau tahu sendiri apa alasanku muehehehe... Dan untuk naga yang berada didalam tubuh Naruto berasal dari chakra putih yang dimasukkan Dei saat pertarungan melawannya dan itu hanya sebuah perantara untuk kedatangannya...

Death Race : Sesungguhnya dapat, tetapi ya tetapi dia tak akan melakukannya hehe...

Saneal : Pasti, ya walau gak pernah ngegantung hubungan *run

Lusy Jaeger Ackerman : Pertarungan Naruto melawan Itachi dan Kisame terjawab dichap ini, dan untuk kebangkitan klan Uzumaki menjadi Kumagawa akan dilakukan secara bertahap...

Grand560 : Balik keKonoha yaa... Dipikir pikir dulu sih hehehe...

Dah, itu aja karena kebanyakan pada Review lanjut jadi bingung mau bales gimana hehehe...

BigThank's for : Minna4869,alfiantohadiwinarno,Luthfi Gupix,yukino,Monkey D Jasmine, .980,Echiizen,Saneal,Imu-chanOotsutsuki,Rikudou Pein 007,Death race,Barco246,Dewi15,tenshisha Hikari,Raffie D'Rocket,The KidSNo OppAi,Lusy Jaeger Ackerman,Alma Restu440,asd,Error Boss,Grand560,DRAGRIDE99. Beserta semua yang mendukung saya...

Happy Reading.

Warning : Don't Like, Don't Like


"Kau tak dapat menyegelku Itachi Uchiha! Aku adalah angin!"

Teriakan membahana terdengar dipinggiran sungai yang berada dihutan berdekatan dengan Konohagakure no Sato. Seorang pemuda Namikaze yang berganti nama menjadi Kumagawa tengah melayang dengan sayap Naga. Tatapan tajamnya memandang dua pria dewasa yang menggunakan jubah hitam bermotif awan merah dibawahnya. Ya mereka berdua adalah para Missing nin yang tergabung dalam sebuah organisasi.

Uchiha Itachi dan Kisame Hosigakilah mereka. Mereka masih dalam posisi terdiam dengan memandang bocah berambut kuning cerah diatas sana dengan pedang Totsuka no Tsurugi dari Susano'o Itachi masih menancap ditubuh pemuda dengan penutup mata putih tersebut. Pemuda tadi masih tetap tersenyum walau tahu bagaimana kekuatan pedang ini, tetapi mau bagaimana lagi mata dan kekuatan bocah tersebut memang berbeda dari yang lainnya.

Bahkan kini pemuda itu mulai menarik mundur tubuhnya dan akhirnya terlepas dari kekangan Totsuka no Tsurugi. Pemuda tersebut menyeringai, Naruto namanya dia mulai mengarahkan tangan kanannya menantang langit dan disana mulai terbentuk angin ya angin yang memadat dan terbentuklah sebuah tombak sepanjang satu setengah meter dengan ujung sepanjang dua puluh sentimeter.

Itachi yang melihatnya dengan Sharingan memicingkan matanya, walau memang dia dapat melihat energi yang mulai terbentuk disana tetapi dia tak mengetahui energi apa sebenarnya itu. Disisinya Kisame sudah mengeratkan Samehadanya mengetahui jika Naruto sudah siap melancarkan serangan yang kesekian kalinya.

Tetapi tak sampai disitu saja persiapan Naruto, kini kobaran api mulai keluar dari telapak tangan kanannya dan akhirnya menyelimuti tombak angin buatannya. Hasilnya tobak tersebut membesar dua kali lipat dengan panjang yang semakin memanjang pula. Kisame tahu serangan seperti apa yang akan dilancarkan bocah bermarga ganda tersebut dan dia lebih memilih mulai merapatkan handsealnya.

Naruto yang melihatnya pun tak tinggal diam, dia akhirnya melemparkan tombak angin berlapis api miliknya kearah Kisame yang sudah keluar dari perlindungan total Susano'o rekan satu teamnya. Tetapi handseal Kisame lebih cepat dan akhirnya...

Suiton : Suijinheki no Jutsu

Kisame menyemburkan air berintensitas besar dari mulutnya dan berhasil membuat dinding air didepannya. Hasilnya serangan Naruto berhasil ditahan karena elemen api yang lemah terhadap air tetapi Kisame tak dapat bersenang dahulu karena hanya lapisannya saja yang dapat dihalaunya tetapi tidak dengan pusatnya.

CRASH

"GAAHHH!"

Ya itu adalah sebuah suara teriakan akibat tertusuknya Kisame oleh tombak angin Naruto tepatnya pada pinggang kirinya, darah bercucuran deras dan Kisame akhirnya jatuh terduduk dengan lutut kiri yang dia gunakan untuk tumpuan badannya. Itachi sedikit terkejut melihat hasil karya sahabat adiknya tersebut, dia berusaha menyerang balik dengan pedang Susano'onya tetapi dapat dihindari Naruto dengan mengepakkan sayapnya membuatnya terbang lebih tinggi.

Naruto yang melihat hal tersebut hanya menyeringai dan melesat turun kearah Itachi. Itachi yang melihatnya berusaha menyarangkan serangan pada Naruto tetapi manuver terbang Naruto lebih lihai dari gerakan lambat Susano'o Missing nin Konoha ini, dan dengan gerakan simple Naruto menghindari serangan pukulan Cermin Yata milik Itachi dan dengan sesegera mungkin menyambar tas yang berada dibelakang Itachi.

Setelah mendapatkannya Naruto kembali melayang keatas dan membalikkan badannya guna menatap kembali musuhnya tadi.

"Maafkan aku Uchiha Itachi, aku tahu dengan kekuatanku saat ini aku tak akan menang melawan kalian berdua bahkan hanya melawanmu pun aku akan sangat kesulitan untuk melawanmu, oleh karena itu aku pergi dahulu."

Itachi menajamkan pengelihatannya saat melihat Naruto telah terbang menjauh, dia tahu jika bocah Kumagawa itu hanya tak ingin mencari masalah dan lebih memilih untuk menjauh setelah menumbangkan temannya. Tak mau berlama lama bergelut dengan fikirannya Itachi pun menghampiri Kisame dan membawanya pergi dari medan tempur ini.


Beberapa puluh kilometer dari medan pertempuran tadi Naruto mendarat dengan nafas yang tersengal sengal, dia kini memegangi dada kirinya merasakan ada yang salah disana. Rasa sakit didada kirinya entah kenapa datang, dia tahu jikalau dirinya tak terdapat luka disana. Dan kini Naruto lebih memilih menyandarkan punggungnya pada batang pohon yang berada didekatnya.

Tinggal beberapa kilometer lagi Naruto sampai diUzushiogakure tempat yang menjadi tujuannya saat ini. Dia kembali mengatur nafasnya guna sedikit meredam rasa sakit didada kirinya yang mulai berangsur angsur menghilang. Dia menarik lepas penutup matanya untuk melihat apakah ada yang salah dengan dadanya.

Dengan kekuatan mata level satu miliknya Naruto menatap kearah dadanya sendiri dan benar saja ada yang aneh dengan jantungnya. Disana, dijantungnya entah kenapa muncul sebuah aliran aneh yang mulai menutupi jantungnya, begitu pula dengan kedua Paru parunya. Walau memang Naruto sedikit bergidik ngeri menatap hal tersebut sekaligus menahan rasa sakit ini tetapi dia tetap melanjutkannya.

'Tetap bertahanlah. Jantung dan paru parumu akan berubah menjadi jantung dan paru paru Naga guna memperkuat kekuatanmu.' Naruto sedikit mengerutkan dahinya mendengar suara yang tiba tiba saja lewat dikepalanya, dia tahu itu pasti Ryuumane seekor naga yang mendiami tubuhnya saat ini. Naruto kini lebih memilih kembali mengatur nafasnya dan mengubah posisi duduknya dengan memajukan dadanya guna sedikit mengurangi rasa sakit disana.

'Dengan kekuatan ini kau dapat mengambil tiga kekuatan musuhmu dan membuatmu dapat menggunakannya, tetapi ingat hanya tiga. Dua akan ditempatkan pada paru parumu dan satu sisanya akan berada dijantungmu. Dua buah kekuatan elemen dan satu Kekkai Genkai.'

"Te-tetapi bu-bukankah aku da-dapat meng-copynya de-dengan kekuatanmu?" Naruto sedikit tak mengerti akan maksud Ryuumane ini. Bukankah lebih menguntungkan kekuatan yang dimiliki Naga bernama Ryuumane ini terlebih lagi dengan perkataanku yang memang bagai mottoku dalam bertarung setelah mendapatkan kekuatan ini telah terlanjut mendarah daging padaku 'Siapapun musuhku selama masih dapat aku sentuh dia pasti binasa.' Ya itulah.

'Tak selamanya motto yang kau miliki dapat berguna bocah, ketiga kekuatan yang kau ambil dapat selamanya kau gunakan berbeda dengan kekuatan yang hanya kau Copy yang hanya bertahan lima hari. Dan jika kau telah mengisi jantung dan paru parumu dengan kekuatan yang kau ambil kau sudah tak akan dapat mengcopy kekuatan musuhmu selain malam hari, dan hanya bertahan sampai matahari terbit kembali.'

Naruto mendecih mendengarnya, dalam benaknya dia lebih memilih mengcopy kekuatan lawan selamanya dan tak mengisi jantung dan paru parunya sampai...

'Dan jika kau tak mengisi kedua organ itu selama dua minggu kedepan kau akan mati dengan kedua organ itu hancur, hitungan dimulai dari kau mengeluarkan sayap Naga tadi.' Naruto membulatkan matanya terkejut.

"Apa! Kenapa kau baru bilang sekarang Baka Ryuu! Bagaimana caranya hah katakan! Aku tak akan mati sebelum melatih adik kecilku tentang kekuatan mata ini!" Dalam fikiran Naruto mendengar Ryuumane yang tertawa keras disana, dia benar benar bahagia mendengar umpatan dan keinginan inangnya ini.

'Gahaha, kau tak perlu seperti itu Naruto. Mudah saja, kau hanya perlu memakannya dan memfocuskan dimana kau akan memasukkannya dan ingat Jantung tempat untuk Kakkai Genkai walaupun unsur dari kedua paru parumu berbeda dengan hasil pengabungan elemen yang ada diparu parumu.'

Naruto sedikit menghela nafas mendengar ucapan Ryuumane barusan, dia masih belum mengerti bagaimana caranya memakan elemen? Apa harus dia memfocuskan energi peniru milik Ryuumane pada mulutnya.

'Ya benar seperti yang kau fikiran itu, focuskan pada mulut dan tempat yang akan kau letakkan elemen itu' Naruto tersentak kaget untuk sejenak mendengar ucapan Ryuumane barusan. Dia lupa jika Ryuumane berada didalam tubuhnya. 'Juga pada lidah dan tenggorokan' Bah dia benar benar terjengkang sekarang. Tetapi baginya dua minggu bukan waktu yang sebentar petualangannya masih panjang jadi begitu pula dengan kesempatan hidup miliknya.

"Yosh! Aku siap."


Konohagakure no Sato.

Tepatnya pada gedung Hokage, disana berkumpul beberapa Shinobi dan Kunoichi yang baru saja melaporkan misi mereka. Disamping sang Hokage Konoha tepatnya disofa yang memang berada didalam sana duduk dua orang Shinobi, sang veteran Kage dan Namikaze Menma. Ah tak hanya mereka berdua lebih tepatnya ada Naruko yang tengah berada digendongan Hiruzen Sarutobi.

"Itu misi terakhir kalian, beristirahatlah selama lima hari ini untuk ujian Chunnin yang akan dilaksanakan diKumo." Genin yang baru saja melaksanakan misi ini adalah Hinata Hyuuga, Shino Aburame, Tenten, Uchiha Sasuke, dan terakhir Namikaze Menma. Setelah memberi salam mereka berempat keluar dari ruangan ini namun Menma masih berada disamping Hiruzen yang tengah menggendong Naruko.

"Tou-san, apa Ujian Chunnin yang ada diKumo akan sama dengan Ujian yang beberapa tahun lalu dilakukan diKonoha?" Minato yang mendengar pertanyaan dari putranya barusan menatapnya santai setelah dia meletakkan setumpuk kertas disisi kanan tubuhnya. Minato pun juga meletakkan stempel yang memang biasa dia gunakan untuk melakukan pekerjaannya.

"Aku kurang tahu Menma, tapi biasanya akan dilakukan hal yang cukup sama dengan Ujian yang dilakukan diKonoha."

"Aku pun juga berfikiran serupa, ya kau tahu sendiri bukan jika karena Invasi yang dilakukan Orochimaru dahulu membuat kalian masih tetap pada status Genin."

Menma nampak mengerti akan pejelasan Hiruzen dan Minato barusan ditandai dengan beberapa anggukan dari kepalanya. "Tapi, apakah Nii-san juga akan ikut berpartisipasi ya?" Untuk beberapa saat kedua Kage tadi menghentikan aktivitasnya dan menatap Menma dengan tatapan yang sulit untuk dimengerti.

"Benar juga, kabar tentang ujian Chunnin terlambat datang keKonoha dan saat datang pun Naruto sudah keluar dari desa."


SKIP

Telah beberapa hari ini Naruto melakukan perjalanannya menuju Uzushio, dan hari ini dia telah sampai ditempat tujuannya. Ditepi Pantai dengan gelombang air yang cukup besar, dengan mata berlevel dua miliknya Naruto dapat dengan jelas menatap Kekkai yang begitu kuat menutupi daerah didepannya.

Dia menyentuhnya dan sensasi panas adalah hal yang dia rasakan pertama kali. Naruto tahu jika bukan dia yang memegang Kekkai yang membawanya keDimensi buatan sang Uzukage ini pastilah dia akan menjadi abu saat ini. Naruto menjauhkan tangannya dari Kekkai yang tadinya dia sentuh, Naruto pun kini mulai memejamkan matanya untuk beberapa saat dan setelah dia membukanya nampak mata biru level terakhir matanya.

Sensasi panas terasa dimatanya namun Naruto menghiraukan hal tersebut. Naruto kini menambah chakranya pada kedua matanya dan beberapa lapis bulatan biru nampak keluar dari matanya, tiga lapis tepatnya. Naruto pun mulai melangkahkan kedua kakinya untuk mulai memasuki Kekkai buatan Uzukage ini, dan ajaibnya dia dapat melaluinya dengan santai walau memang mata miliknya serasa ingin terbakar.

Setelah masuk secara sempurna hal yang dia lihat pertama kali adalah belasan Shinobi dengan rata rata berambut merah sudah bersiap didepannya dengan berbagai jenis senjata dan beberapa handseal yang sudah mereka siapkan. Dengan seringai yang melebar Naruto mengangkat tangan kanannya dan melambaikannya pada para Shinobi disana.

"YOO"

Para Shinobi disana yang tahu siapa sebenarnya pemuda didepannya ini nampak mengubah ekspresi mereka, rasa gembira muncul dengan jelas diwajah mereka. "Naruto!" Hampir secara bersamaan para Shinobi dan Kunoichi disana menyebutkan nama pemuda ini dan hanya dibalas dengan tawa khas pemuda bermata putih susu ini.

"Cepat laporkan pada Uzukage-sama jika Naruto-san datang kemari!" Salah satu Shinobi berpangkat Jounin disana memerintah, Naruto tahu jika Jounin ini adalah pemimpin kelompok yang memang menjaga Uzushiogakure pada sisi ini. Naruto hanya mengangkat tangannya untuk memberikan isyarat dengan keluar sebuah suara dari mulutnya.

"Sssttt, jangan bilang Arashi-sama jika aku datang kemari aku akan memberinya kejutan, dan apa Dei tou-sama ada disini?" Pemimpin kelompok ini mengangguk meng'iya'kan pertanyaan Naruto dan hasilnya sebuah seringai kejam muncul diwajah Naruto. Ahh pastilah para Shinobi disana cukup terkejut melihat ekspresi yang dikeluarkan pemuda bermarga Kumagawa ini karena selama mereka mengenalnya Naruto tak pernah menunjukkan sisi kejamnya.

"Ini akan menjadi kejutan yang benar benar mengejutkan. Aku pergi dahulu."

Dengan selesainya ucapan Naruto tubuh Naruto melebur bersama udara disekitarnya. Para Shinobi disana hanya tersenyum simpul sebagai ekspresi mereka akan kembalinya Naruto keUzushiogakure ini, dan terakhir adalah perintah untuk kembali kepos masing masing yang diperintahkan langsung dari Kapten mereka.

At Gedung Uzukage.

Beberapa kali gebrakan meja terdengar dari dalam gedung Uzukage ini. Dan saat ini laki laki berambut merah ini tengah memijat pelipisnya cukup keras saat mendengar laporan dari seorang Anbu yang berada didepannya ini. Entah karena apa dia saat ini merasakan kesal sekaligus geram saat mendengar kabar yang dibawa Anbu Uzushiogakure ini.

"Apa hanya itu kabar yang kau bawa dari Kirigakure?" Anbu yang berada tepat didepan Uzukage ini mengangguk pelan dan setelah dipersilahkan keluar anbu tersebut pun menghilang dengan kepulan asap khas Shunsin. Beberapa kali Uzukage membuang nafas berat setelah mendengar kabar yang dibawa oleh Anbu tadi dan kini dia mengalihkan pandangannya pada lelaki yang berdiri disampingnya.

"Lebih baik kau membuat sebuah kejutan Uzukage-sama, bukankah sudah saatnya kita menunjukkan diri kita pada dunia?" Bukan orang disampingnya yang mengeluarkan ucapannya barusan, tapi seorang pemuda yang duduk dengan kaki kanan yang dia angkat dipinggir jendela gedung Uzukage ini. Kedua orang yang ada didalam awalnya terkejut namun setelahnya mereka berdua tersenyum melihat siapa yang ada disana.

"Kau masih seperti dahulu ne, Naruto."

"Yoo, apa kabar Otou-san, Oyajii." Ya pemuda itu adalah Kumagawa Naruto, anak angkat laki laki berbadan kekar yang bernama Kumagawa Dei dan salah satu anggota Uzushiogakure ini. Dia turun dan berjalan kearah Uzukage bernama Arashi ini dan Dei yang memang berada satu meter didepan mereka berdua.

"Cukup buruk, ujian Chunnin akan diadakan diKumo jika kau tahu dan..."

"Hehh, apa kau masih memiliki dendam pada mereka ne, Oyajii? atau mungkin kau ingin mendengarkan usul dariku?" Naruto yang kini duduk disofa yang memang berada didalam gedung Uzukage ini berujar dengan santai. Arashi dan Dei menatap kearah pemuda yang masih mereka anggap bocah dengan tatapan penasaran.

"Apa usulmu Naru?" Dei angkat bicara dengan pertanyaan yang pasti akan dilontarkan olehnya, Arashi pun masih tetapi menatap Naruto dengan tatapan yang tak berubah sama sekali sedangkan Naruto, entah sejak kapan dia kini menjadi seorang perokok dengan rokok yang baru saja dia keluarkan dari dalam kantung jubah coklatnya.

"Bagaimana jika kita mengganti nama clan ini dengan nama Kumagawa? Maksudku agar mereka para warga dan Shinobi disini tak menaruh dendam pada para Shinobi KumoKiriIwa yang dahulu menyerang Uzushiogakure atau tepatnya para clan Uzumaki?" Dei dan Arashi tersentak mendengar ucapan Naruto barusan, kening mereka mengerut menandakan bahwa mereka masih tak mengerti maksud pemuda bermata putih susu ini.

"Kalian tahu bukan mereka menyerang Uzumaki karena mereka takut dengan tehnik Fuinjutsu milik clan ini? Maka dari itu jika kalian mengubah nama clan ini pastilah mereka tak akan mengetahui jika kita mantan Uzumaki yang kini mengubah nama clan ini menjadi Kumagawa. Uzumaki terlalu hebat untuk kembali jatuh jika ketiga desa itu menyerang lagi." Kedua lelaki yang ada didalam gedung ini nampak mulai mengerti maksud bocah ini.

"Tapi..."

"Ya aku tahu Tou-san jika mengubah nama clan tak akan semua itu, kalian perlu persetujuan dari seluruh warga dan para Shinobi yang ada didesa ini, dan aku tahu jika mereka masihlah tetap memendam dendam pada ketiga desa besar itu, dan jika nama Uzumaki kembali bangit mungkin mereka masih akan menyerang Uzushiogakure tetapi aku pastikan hanya dua karena Kirigakure tak akan berani menyerang kita karena adanya aku, hehe."

Setetes keringat sebesar biji jagung mengalir dipelipis mereka berdua saat mendengar ucapan ekstra kepedean dari Naruto, tetapi alasan yang diucapan Naruto barusan sedikit masuk diakal mereka berdua. Mereka berdua berfikir untuk sementara waktu. "Tetapi apakah para Shinobi dan warga desa akan menyetujui hal ini, Naru?" Naruto meniupkan asap dari hasil pembakaran tembakau dari rokoknya ini.

"Jika kita berusaha pastilah ada jalan Tou-san, kau sendiri yang berkata jika kebencian hanya akan membawa kita pada sebuah penyesalan yang tak berujung bukan, aku pun berfikir sedemkian rupa, jika mereka membenci para Shinobi dari ketiga desa tadi dan menyerang mereka pastilah ada yang tak akan terima akan hal tersebut dan mereka pun akan balik menyerang pada kita dan Konoha sebagai aliansi kita dari dahulu pun mungkin akan tak terima akan hal tersebut mereka pun juga akan balik menyerang dan seperti itu seterusnya..."

"...Tetapi jika kita sedikit berkorban perasaan kita pun juga akan merasakan apa itu yang dinamakan kedamaian hati pada saatnya, ada ratusan jalan untuk menuju hal yang kita inginkan dan itu pasti." Kedua orang dewasa yang mendengar ucapan Naruto sedikit memikirkannya, entah kenapa sebagian besar ucapan Naruto ada benarnya.

"Tapi tak akan bisa untuk sekarang bukan, Naru?"

Naruto menghembuskan asap yang baru saja keluar dari kedua paru parunya dengan santai. Dia berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah rak buku yang memang berada disisi kiri kursi Uzukage ini. Dia melihat lihat beberapa gulungan yang ada disana dengan rokok yang berada diantara jari telunjuk dan jari tengah tangan kirinya.

Naruto mengambil nafas pelan dan mulai berucap. "Ya memang bukan sekarang tapi bukankah lebih baik jika hal itu lebih cepat terjadi? Aku hanya ingin kita, warga Uzushiogakure segera menunjukkan taring kita di Dunia ini. Mereka semua hanya tahu jika Uzumaki sudah habis oleh tiga desa besar dan mereka pasti hanya akan berfikir jika Kumagawa adalah sebuah Klan baru yang menempati reruntuhan Uzushiogakure."

Ya, sebuah alasan yang dapat diterima oleh nalar.

"Akan kita bicarakan dengan tetua nanti pada saatnya, dan apa hanya itu tujuanmu datang jauh jauh kesini, Naru?" Naruto menginjak putung rokoknya dan membuangnya kearah tempat sampah yang penuh dengan kertas kertas didekat Sofa yang baru saja dia tuju setelah dari rak buku tadi. Kedua orang dewasa disana memandang Naruto dengan tatapan bingung akan sifat bocah Kumagawa ini.

"Aku ingin Otou-san melatihku lagi tentang mata ini." Naruto menarik penutup matanya dan menunjukkan mata berwarna biru miliknya, Dei dan Arashi awalnya mengerutkan dahinya merasakan energi yang cukup kuat saat Naruto membuka matanya dan energi ini lebih kuat dari saat mereka melihat mata ini terakhir kalinya.

"Aku harusnya tahu tujuanmu, tapi kenapa terburu buru sekali? Bukankah kau baru saja berkumpul dengan keluargamu lagi, Naru?" Kini Arashi yang menimpali ucapan Naruto barusan, Naruto yang mendengar ucapan dari sang Uzukage barusan hanya tersenyum dan duduk disamping laki laki yang sudah dia anggap ayah keduanya ini.

"Benar Oyajii, tapi ada sebuah alasan yang membuatku harus sesegera mungkin menguasai mata level ketiga ini sesegera mungkin." Naruto menyenderkan punggungnya kesenderan sofa ini, dia juga membuang nafas berat secara bersamaan. Dei dan Arashi tahu sikap Naruto yang seperti ini dipastikan karena sebuah beban pikiran yang berat.

"Adik keduaku memiliki mata yang sama denganku." Dan ucapan Naruto barusan sukses membuat kedua orang dewasa yang ada disana tersentak kaget karena ucapan pemuda Kumagawa ini. Bahkan Dei yang berada disamping Naruto berdiri dengan seketika dengan tampang pucat serta beberapa butir keringat yang menetes dipelipisnya.

"Ka-kau!? Ja-jangan bercanda Naruto!" Dei berucap dengan nada yang terdengar cukup tinggi. Naruto menatap ayah angkatnya tersebut dengan ekspresi bingung, entah kenapa dari tatapan seorang Kumagawa Dei tersebut Naruto dapat melihat sebuah ketakutan dimatanya. "Kenapa Otou-san? Ada apa dengan hal itu?"

Dei kembali terduduk lesu, tatapannya kosong mengarah kedepan. Arashi yang sedari tadi melihat kelakuan Dei orang kepercayaannya nampak bingung. "Jujurlah Dei, ada apa denganmu!" Arashi berdiri dari kursi Kage dan berjalan kearah Dei. Entah kenapa saat mendengar ucapan Naruto barusan mereka berdua merasakan firasat yang buruk.

"A-aku pernah men-mendengar sebuah ramalan yang dibawakan o-oleh Nang In-sama. Dia berkata...

'Akan tiba waktunya kegelapan yang paling gelap datang, memakan semuanya kedalam mimpi panjang yang akan berakhir pada kehampaan, dua pembawa mimpi buruk dengan tetesan darah yang sama akan kembali dengan kekuatan yang berbeda bersama dengan ratusan pasukan berdarah dingin dan ribuan pendusta...' Naruto dan Arashi menahan nafas mereka.

'...Dan saat yang sama hanya dua kekuatan yang bergabung menjadi satu yang dapat menghentikannya, bersama dengan dua kegelapan semu dan seorang penengah mereka akan menghentikan semuanya.' Kurang lebih seperti itu ucapan Nang In-sama." Otak kedua manusia ini dipaksa untuk bekerja lebih keras memikirkan teka teki ramalan yang diucapkan oleh Dei barusan. Dan bersamaan dengan itu dua Shinobi berketurunan Uzumaki tadi tersentak kaget.

"Dua kegelapan semu dan seorang penengah?! Bisa jadi dua kegelapan semu yang dimaksud adalah kau dan Naruko, dan untuk penengah sendiri bisa jadi adalah Menma!" Tebakan tadi berasal dari sang Uzukage yang kini mengalihkan pandangannya pada Naruto. Dei mengangguk meng'iya'kan prediksi dari Arashi yang memang tepat pada sasaran.

"Kita harus memperkuat seluruh Shinobi Uzushio dan mulai bergabung bersama lima desa besar lainnya, perang yang akan kita hadapi kedepan bukan perang sembarangan." Arashi mengangguk dan Naruto mengeratkan kepalan tinjunya. Dia tahu, dia dan kedua adiknya akan membawa beban berat. Dan hal yang sedikit membuat Arashi serta Dei mengerutkan dahi mereka adalah saat Naruto sedikit menggores lengan tangan kanannya dan meneteskan darahnya kelantai gedung Uzukage ini.

Sebuah klon darah muncul didepan ketiga orang disana, dia menarik lepas penutup matanya dan meletakkannya dibalik jubah coklat miliknya. "Jangan bilang jika kau ingin mengatakan ramalan ini pada keluargamu, Naruto!" Arashi sedikit menaikkan tensi suaranya guna sedikit memberi pencerahan bagi pemuda berambut hitam didepannya ini.

"Ck, jadi apalagi yang harus aku lakukan Oyajii!"

PLAK

Sebuah tamparan cukup keras diterima Naruto tepat dipipi kirinya, dia jatuh terduduk ditanah dan menatap seorang laki laki berbadan kekar yang berdiri dengan mata menatapnya tajam penuh amarah dan kekecewaan. Ayah angkatnyalah yang membuatnya sedikit gegabah dalam mengambil pilihan barusan.

"Kau sudah sadar hah! Apa kau tahu akibat dari apa yang akan kau lakukan!" Naruto menundukkan kepalanya saat mendengar pertama kalinya Dei membentaknya penuh dengan amarah seperti saat ini. Naruto mengubah sedikit posisinya menjadi bersila dengan kedua tangan yang dia letakkan diujung lututnya. Dei menunduk dan menatap Naruto setelah dia menarik lepas kembali penutup mata milik anak angkatnya ini.

"Kau hanya belum dapat menerima kenyataan ini Naruto, aku tahu kenapa. Karena kau merasa jika kau masih belum terlalu kuat untuk menangungnya, dan karena itu aku berada disini sebagai ayah angkatmu dan melatihmu. Warga Uzushio pun juga akan membantumu, dan perang yang pasti akan terjadi kedepan bukan hanya kau yang akan andil didalamnya, lihatlah keluar..." Dei berdiri dan berjalan menuju jendela gedung Uzukage dan diikuti Naruto dengan sedikit lebih lama.

"...Kau lihat? Kau lihat kedamaian yang mereka rasakan dalam kekkai yang samakin lama semakin melemah ini? Kau pasti ingin seluruh Elemental Nation bahkan seluruh dunia ini mengalami kedamaian yang sama seperti mereka bukan?" Dei berucap seraya menatap kearah anak angkatnya yang nampak mulai mengerti maksud dari ucapannya, Arashi yang memang berdiri dibelakang Dei hanya menyunging sedikit senyum kecil diwajahnya.

"Aku tahu kau pasti sangat menginginkannya, maka dari itu janganlah kau memberikan kabar kepada keluargamu diKonoha, cukup kita yang mengetahuinya, karena jika kau memberitahukannya pasti Konoha akan memberikan kabar kepada desa lainnya dan dengan karena itu mereka semua pasti akan berusaha mencari siapa yang akan menjadi penyebab utama hal tersebut terjadi."

Naruto tetap terdiam walau sebenarnya dia mengerti maksud ucapan Dei barusan. Dia masih sibuk menatap kearah para warga Uzushio dan beberapa Shinobi yang berlalu lalang dan saling sapa disana. Dia tersenyum saat melihat seorang Shinobi tengah membuat seorang batita tertawa dengan tingkahnya.

"Aku mengerti..." Naruto membalikkan badannya dan berjalan kearah Klon Darahnya.

"Pergi keKonoha, katakan pada mereka jika aku mendapatkan pengelihatan jika dimasa depan akan ada sebuah hal yang besar yang akan mengancam keselamatan Elemental Nation, bilang pada tou-san jika hal ini bukan main main, karena tak hanya aku yang mendapatkan pengelihatan ini karena Otou-san Dei juga mendapatkan pengelihatan yang sama, berbohonglah sedikit." Ya, walau memang berawal serius Naruto akhirnya dapat membuat kedua orang dewasa dibelakangnya memasang wajah sweatdrop mereka.

Chi Bunshin tadi menghilang dengan Shunshinnya.

"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang." Dei dan Naruto mengalihkan pandangan mereka kearah Arashi yang kini sudah kembali duduk disingahsananya dengan santai. Naruto berjalan beberapa langkah kearahnya dan berhenti tepat didepan Arashi dengan kedua tangan yang dia letakkan diatas meja oval ini.

"Carikan aku Shinobi atau Kunoichi yang memiliki perubahan elemen Petir, dan Angin juga beberapa pengguna Kekkai Genkai yang berbeda seluruhnya."


Disebuah Goa...

Sepuluh siluet berbeda tengah berdiri disepuluh jari dari sebuah patung, mereka adalah Akatsuki ya, Akatsuki sebuah organisasi kriminal yang keseluruhannya berisi para Missing Nin berRank S. Sejujurnya, salah satu dari mereka telah mati tetapi kini mereka mendapatkan gantinya, siluet seorang laki laki berambut biru tua dengan mata berwarna hijau bak sebuah batu Zambrud berdiri tegap menatap kearah seorang lelaki tua yang diketahui adalah Jinchuriki Yonbi.

BRUK

Tubuh tak bernyawa kakek tua berpakaian serba merah tadi terjatuh setelah proses pengambilan chakra Yonbi telah selesai. Semuanya terdiam beberapa saat sampai seorang laki laki berambut Silver mengeluarkan suaranya.

"Tak kusangka jika ada orang yang ingin masuk kedalam Organisasi busuk ini dan dia pun juga membantu Itachi dan Kisame menangkap Jinchuriki Yonbi." Ucapan laki laki berambu Silver tadi mendapat beberapa respon dari teman teman satu teamnya, dan laki laki bermata keseluruhannya hijau tadi hanya mengeluarkan sedikit senyum kecil diwajahnya.

"Lalu sebenarnya apa keinginanmu sampai sampai kau rela masuk kedalam Organisasi ini?" Satu satunya perempuan diOrganisasi ini bertanya dan dibalas beberapa anggukan dari anggota Akatsuki yang lain, mereka menatap kearah siluet yang berada ditangan kiri patung besar didepannya.

"Sejujurnya, musuhku yang sesungguhnya telah muncul. Aku hanya ingin menunjukkan keberadaanku yang sesungguhnya padanya, dan akan bertarung jika pada waktunya. Sang Reinkarnasi dari yang terdahulu." Siluet tadi menjawab dan diakhiri dengan mata hijaunya yang berputar cepat dan berubah menjadi mata yang seluruhnya berwarna hitam dengan dua buah lingkaran putih dikedua sisinya disertai seringai lebar penuh dengan kesenangan.


Konohagakure no Sato.

"MINGGIRRR!" Seorang pemuda dengan jubah coklat berlari kencang menerobos para warga yang berlalu lalang dijalanan Konoha. Beberapa kali dia hampir mencium tanah dibawahnya karena menabrak warga disana. Tak lebih dari dua menit pemuda berambut hitam jabrik tadi telah sampai didepan gedung Hokage dengan nafas yang memburu. Ya hampir setengah jalan dari Uzushino pemuda tadi berlari tanpa henti, wajar jika hal ini terjadi.

Dan setelah beberapa saat dia mengatur nafasnya, pemuda bermarga Kumagawa tadi berjalan masuk kedalam gedung Hokage, tak butuh waktu lama pemuda tadi telah berada dihadapan Yondaime Hokage, empat mata. Walau awalnya sang Hokage memasang wajah senang tapi dia kini lebih memilih memasang wajah penuh rasa bingung dan khawatir saat mendengar apa yang dikatakan pemuda yang sebenarnya hanya sebuah Chi Bunshin dari sang pemilik sesungguhnya.

"Focuskan desa Konoha pada pelatihan seluruh Shinobi dan Kunoichi Konoha, terlebih Menma. Saya dengar saat perjalanan menuju kemari Jinchuriki Yonbi telah berhasil ditangkap, bos tak ingin hal tersebut terjadi dengan Menma pula. Karena jika Konoha tengah terjadi sesuatu yang merepotkan bos tak akan dapat membantu untuk beberapa bulan kedepan."

Yondaime mengangguk mendengar permintaan dan berita yang dibawa oleh Chi Bunshin milik anaknya barusan, Kumagawa Naruto.

"Dan satu lagi, katakan pada seluruh Genin Konoha yang akan mengikuti Ujian Chunnin diKumo beberapa hari kedepan jika Kumagawa Naruto akan ikut didalamnya sebagai warga Uzushiogakure." Dan setelah ucapan tersebut selesai Chi Bunshin tadi meledak dan berubah menjadi segumpal darah yang mencecer dilantai gedung Hokage.

Minato selaku Yondaime Hokage hanya dapat terdiam mendengar ucapan bunshin Naruto barusan. Matanya memandang kearah langit langit gedung Hokage dengan wajah yang menunjukkan ekspresi prihatin sekaligus geli didalamnya. "Kuharap kalian selamat, Genin Konoha."

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue.

Yoo, Kumagawa Naruto telah kembali... muhehehe, gak usah ditungguin masalahnya yaa... update gak tentu pastinya hehehe... maaf bagi kalian yang menunggu kelanjutan fic ini (GeEr amat.-.) , ahhh semoga chapter ini lebih baik dari chapter sebelumnya, dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak berupa Review tentunya, menerima keripik dan saran kok'-')/

.

.

.

.

~.~ Searfont Graffity Out~.~