Chapter 17 : Eksistensi Baru.
Kumagawa Naruto
Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine
Pair: Naruto x Shizuka , Menma x Haku
Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike
Summary : Kembalinya Naruto kedalam keluarganya bukan akhir dari perjalanannnya, namun itu semua adalah awal bagi perjalanannya, bersama dengan adik dan sahabat sahabatnya dia akan mencoba untuk melindungi apa yang menurutnya pantas untuk dilindungi. GantiSummary, GagalSummaryLagi, RombakRombak.
Saatnya balas Review :
Aldian Masamune Date : Umur Naruto adalah lima belas tahun... yang pasti adalah itu dan jika ada sebuah penulisan yang salah mohon dimaafkan, dan untuk Naruko dia masih berkisar dalam satu sampai dua tahun...
Lusy922 : Ya karena itu tujuan sesungguhnya dari sebuah ramalan muahahahaha #plak... Dia chara mistery yang akan muncul dalam dua sampai tiga chapter kedepan, maybe yes...
Yudistira : Maaf karena saran yang reader berikan tidak author terapkan karena sudah terjawab dichapter ini.
Ya Cuma itu aja muehehehe, kebanyakan review 'lanjutkan' jadi ya hanya itu hehe...
Selamat membaca...
Warning : Don't Like, Don't Read.
"Rasakan energi yang mengalir bersama detakan jantungmu, Naruto!"
Suara teriakan barusan berasal dari seorang laki laki berbadan cukup tegap dipinggir Training Ground yang ada diUzushiogakure. Training Ground ini biasa dipergunakan oleh sang Sandaime Uzukage Uzumaki Arashi bersama dengan tangan kanannya Kumagawa Dei untuk sekedar berlatih ataupun meregangkan otot ototnya. Namun untuk saat ini pengguna Training Ground terluas diUzushio bukanlah mereka berdua.
Tetapi, seorang pemuda berambut hitam dengan penutup mata dikedua matanya. Beberapa kali semburan api hitam keluar dari mulut pemuda berumur enam belas tahun ini. Ya, itu adalah salah satu kekuatan yang dia dapatkan dari Jounin atau mantan Anbu Uzushio saat ini, Uzumaki Akane. Dia adalah satu satunya Ninja diUzushio dan seluruh Elemental Nation yang memiliki Kekkai Genkai Enton, api hitam sekaligus api terkuat didunia ini.
Uzumaki Akane pun saat ini tengah berdiri dengan bunshin pemuda tadi yang tengah berada dipinggiran Traning Ground guna mengawasi latihan yang dilakukan pemuda bermarga Kumagawa didepan mereka. Jarak mereka terpaut cukup jauh, tetapi teriakan bunshin pemuda tadi dapat didengar dengan baik oleh dirinya.
Sudah lebih dari lima jam pemuda ini berlatih namun hasil yang dia dapatkan masih jauh dari kata baik, bahkan satu tehnik pun belum dapat dia kuasai. Tehnik bola api hitam yang dikatakan oleh Akane adalah tehnik termudah baginya pun belum dapat dia kuasai sampai saat ini. Wajar saja karena Kekkai Genkai yang dia pilih adalah Kekkai Genkai yang sangat dan amatlah langka didunia Shinobi ini, sama halnya dengan Mokuton milik mendiang Hashirama Senju.
Untuk dua perubah chakra yang dia tiru secara permanen sudah dia kuasai dengan sangat sangat baik bahkan bisa dibilang hampir sempurna selain elemen petir. Kenapa? Karena dahulunya dia adalah pemilik pemakan buah iblis bertipe Angin, dan untuk elemen petir dia baru dapat menguasainya sampai batas pembelajaran, beberapa tehnik Rank C dan B baru dia kuasai. Namun hal itu cukup membantu dalam sebuah pertarungan.
Tehnik Kenjutsu yang dia miliki pun sudah sangat sangatlah baik, bahkan dia dapat disejajarkan dengan ketujuh pemegang pedang legendaris dalam hal kekuatan pedang yang dia miliki, Masamune. Namun berbeda dengan tehnik yang dia miliki yang terfocus pada tebasan dan speed bukan pada kekuatan karena pedang atau bisa disebut Katana yang dia miliki adalah spesialis dalam keduanya.
Beberapa tehnik baru dalam berpedang pun sudah dia sempurnakan, salah satunya adalah Shinigami o Fukimatshu yang pertama kali dia tunjukkan saat Ujian Chunnin tahap ketiga dimana pada saat itu lawannya adalah sahabatnya sendiri, Uchiha Sasuke dan tehnik tersebut sukses menghentikan laju Uchiha terakhir tersebut menuju tahap berikutnya.
Dan satu hal yang cukup mengejutkan adalah saat Ryuumane, Naga yang mendiami tubuhnya dan kini tengah mengambil alih kesadaran bunshinnya mengatakan hal yang sukses membuat pemuda Kumagawa ini tersenyum senang. Ryuumane mengatakan jikalau dia akan mengajarkan Kumagawa muda ini Senjutsu Naga Putih padanya, tapi dengan syarat jika dia harus menjadi juara pertama saat Ujian Genin yang akan diadakan diKumo dua hari lagi.
Ya, dua hari lagi. Karena Kumagawa muda ini sudah melewati tiga hari masa pelatihan dibawah bimbingan Akane dan Ryuumane. Dua anggota teamnya pun juga sudah kembali dari misi yang mereka jalani sehari yang lalu. Terkejut tentu pasti, saat mereka berdua melihat Kumagawa muda ini kembali keUzushio untuk berlatih sekaligus menjadi pelengkap team mereka, team Tujuh sama dengan team yang ditempati adik laki lakinya diKonoha.
Uzumaki Aka dan Uzumaki Fudo, mereka berdua adalah anggota team Kumagawa Naruto dengan Jounin pemimpin Uzumaki Akane. Lengkap sudah, Naruto berada disatu team dengan dua sahabatnya saat berada diUzushio, serta Sensei yang memiliki sebuah Kekkai Genkai yang dia tiru berada disatu team dengannya.
Uzumaki Aka adalah seorang Medic-nin yang bisa dibilang cukup baik dalam hal tersebut, dia juga adalah salah satu Kunoichi yang memiliki pengontrolan chakra yang baik walaupun chakra yang dia miliki melimpah seperti Uzumaki pada umumnya. Dia memiliki perubahan chakra pada Doton serta Kekkai Genkai Rantai Chakra yang dia bangkitkan pada umurnya yang baru menginjak empat belas tahun.
Rambut merah panjang yang selalu dia ikat ekor kuda, kulit tan seperti halnya Naruto sendiri, mata yang serupa dengan rambutnya menambah kesan ayu pada dirinya. Sebuah sarung tangan hitam dengan simbol Uzumaki pada bagian punggung tangannya tak pernah lepas darinya, jangan lupakan sebuah tindik kecil dihidung sebelah kirinya.
Uzumaki Fudo adalah seorang ahli Ninjutsu yang cukup terkenal akan ketrampilannya dalam menggunakan elemen Air dan Angin. Cukup mengejutkan memang, dialah satu satunya Shinobi Uzushio yang berkesempatan membangkitkan Kekkai Genkai Hyouton diUzushio. Namun, hal yang membuatnya cukup terlambat akan hal tersebut adalah chakra melimpah yang ada didalam tubuhnya.
Ditambah lagi dengan hanya satu lengan kiri yang dia miliki, lengan kanannya terputus saat dia berusaha melawan seorang Shinobi Kirigakure saat dia ikut andil dalam perang membantu Pasukan Rebelion beberapa bulan ataupun tahun yang lalu. Oleh karena itu latihan yang dia lakukan saat ini dia focuskan pada controling Chakra agar dia dapat melakukan segel satu tangan untuk melontarkan serangan berRank A keatas.
Penampilan yang dia miliki adalah rambut merah gelap yang dia arahkan pada sisi kanan kepalanya sampai menyentuh bawah telinganya, rambut sisi kirinya dia hambiskan. Dipunggung sisi kirinya dia letakkan sebuah Tanto berukiran tribal untuk membantu dalam pertarungan jarak dekat. Sebuah tindik berada disisi kanan hidungnya, hampir sama dengan milik Aka. Namun tak hanya itu sebuah anting anting dia gunakan ditelinga sisi kanannya.
Mata hijau Zambrud dia miliki, kulit yang dia miliki pun cukup gelap menambah kesan badboy dengan paduan baju hitam yang selalu dia kenakan dibalik jaket merah darah dengan aksen kobaran api merah dari bawah sampai seperempat jaket yang dia miliki, tak lupa dengan simbol Uzumaki yang berada dipunggung serta kedua lengan jaket yang selalu dia buka.
Dan saat ini mereka baru saja tiba diTraining Ground ini bersama dengan dua orang terkemuka di Uzushiogakure, Kumagawa Dei dan Uzumaki Arashi. Selama dua hari terakhir, Bunshin Naruto berlatih dengan Dei tentang kekuatan yang ada dimata dewanya itu. Fisik Naruto benar benar diuji oleh sang tangan kanan Uzukage ini.
Bahkan, Arashi yang beberapa kali turun tangan guna melatih Naruto pun tanpa rasa belas kasihan mengeluarkan Summon spesialnya. Efriet, Kuchiyose spesial yang hanya dimiliki oleh sang Uzukage ketiga ini, Kuchiyose berbentuk seperti manusia berwarna merah darah setinggi dua puluh meter dengan dua tanduk bak Kambing gunung sepanjang lebih dari tiga meter berwarna coklat. Sepotong kain dia gunakan sebagai penutup area bawahnya.
Empat pasang mata berjejer acak diwajahnya, empat taring panjang mencuat dari atas dan bawah bibirnya. Badan berototnya nampak memiliki puluhan bekas luka, sebuah ekor bak ekor kadal dengan empat buah tulang hitam keluar diujung ekornya, sepasang tangan kekar memegang sebuah senjata tajam dengan bentuk yang menyerupai sebuah pisau namun meliuk liuk ditangan kanannya, ditangan kiri sebuah trisula merah dengan kobaran api menjadi ciri khasnya.
Sedemikianlah kira kira wujud Summon paling mengerikan diUzushiogakure, bahkan Efiret tanpa belas kasihan menghajar Naruto habis habisan, memang dia sama sekali tak akan menghilang sampai satu minggu waktu pelatihan sementaranya walau pun begitu lengan yang terpotong, darah yang berceceran tetap tak akan kembali kedalam tubuhnya.
Dan hari ini adalah hari terakhir Uzushio bersembunyi dari lima negara besar, dan hari inilah kebangkitan Uzushiogakure terjadi. Dan hari ini satu team Genin Uzushiogakure akan berangkat menuju Kumogakure untuk mengikuti ujian Chunnin disana. Lima jam telah terlewati, dan saat ini seluruh rakyat Uzushiogakure tengah berkumpul di tengah desa guna mendengar pidato yang akan dilakukan sang pemimpin mereka, Uzumaki Arashi.
Dia sebuah podium setinggi sepuluh meter atau tepatnya diatas gedung Uzukage berdiri dua orang yang memang paling di hormati diUzushiogakure, Kumagawa Dei dan Uzumaki Arashi. Namun tak hanya mereka berdua yang ada disana, seorang pemuda berambut hitam dengan mata yang tertutup kain pun juga berada disana tepat disamping kiri sang Uzukage.
"Perhatian..." Kata pertama yang keluar dari mulut sang Uzukage mengalihkan perhatian seluruh warga Uzushiogakure, rakyat biasa, Genin, Chunnin, Jounin, bahkan Anbu sekalipun berada disana guna mendengarkan pidato sang Uzukage. "...Sudah saatnya kita kembali memunculkan eksistensi kita di dunia Shinobi..." Reaksi awal yang dikeluarkan para rakyat Uzushio cukup membuat Arashi terdiam beberapa saat.
Mereka semua diam, wajah mereka nampak datar dan seperti menunggu kata kata apa lagi yang akan dilontarkan sang Uzukage. Mungkin mereka tahu saat seperti ini akan segera datang, mereka tahu hampir seluruh Shinobi dan Kunoichi yang ada diUzushiogakure berusaha mati matian untuk memperkuat segel pelindung dari keempat gerbang mata angin Uzushio yang membuat Kekkai untuk melindungi mereka.
"...Bukan lagi sebagai Uzumaki..." Riuh, pasti. Bisik bisik sudah tentu, ekspresi bingung tak terelakkan, tatapan tajam tepat mengenai Uzukage. Hal ini sudah Arashi antisipasi dengan memperkuat mental yang dia miliki. "...Tapi sebagai Kumagawa!" Seluruh warga terdiam mendengar ucapan Uzukage ketiga ini, ekspresi terkejut mereka menjadi jadi.
"Apa yang anda maksud Uzukage-sama! Apa kau sudah tak mempercayai lagi klan Uzumaki!" Teriakan dari salah satu warga Uzushio mengundang huru hara dan teriakan warga yang lain, Arashi terdiam menunggu para warga yang masih melontarkan kata kata dengan sedikit rasa amarah yang mereka miliki walaupun memang sampai beberapa saat ini tak ada satupun teriakan kotor dari mulut warga Uzushio.
Arashi mengangkat tangan kanannya guna mengintruksi para warga untuk diam beberapa saat agar dirinya dapat mengatakan maksud yang dia miliki saat ini.
"Dengarkan aku..." Arashi menjeda ucapannya terlebih dahulu, dibelakangnya dua Kumagawa nampak memandang Arashi khawatir, ah bukan tepatnya pada datar.
"...Kalian pasti tahu bukan resiko yang kita miliki jikalau kita menunjukkan eksistensi kita kembali bukan?" Bisik bisik terdengar lagi, hal tersebut pastilah terjadi tatkala apa yang dibicarakan oleh sang pemimpin menyangkut klan dan desa mereka ini. "Aku tahu, jika kalian masih memiliki dendam dengan Kumogakure, Kirigakure, dan Iwagakure." Tak perlu ditunjukkan bagaimana reaksi yang dimunculkan para warga Uzushio.
"Dan apa kalian tahu jika dendam akan membawa kalian menuju lingkaran setan? Lingkaran adalah bentuk yang tak akan ada habisnya, begitu pula dengan lingkaran setan yang terbentuk karena dendam yang kalian miliki, apa kalian tahu maksudku..." Beberapa dari mereka mengangguk mendengar ucapan Arashi, dan beberapa dari mereka masih tetap terdiam.
"...Dendam yang kalian miliki akan membuat Uzushio tak akan pernah menjadi lebih baik, kita pasti akan cukup sulit atau bahkan sulit untuk berkerjasama dengan ketiga desa tadi. Sejujurnya, alasan yang aku sampaikan mungkin terdengar tidak rasional ditelinga kalian, tetapi aku ingin mengubah cara pandang kalian sebagai Uzumaki dengan cara mengganti nama klan ini menjadi Kumagawa."
"...Apa kalian tahu siapa Kumagawa Naruto?" Semua diam walau mereka semua pasti tahu siapa Kumagawa Naruto ini. "...Dia, bocah berumur lima belas tahun yang dahulu dibuang oleh keluarganya sendiri HANYA, karena dia tak memiliki chakra serta memiliki mata yang dianggap aib oleh keluarganya, marga yang dia miliki awalnya adalah Namikaze dan Uzumaki." Riuh, tentu saja. Baru mereka ketahui pemuda berambut hitam tadi adalah Uzumaki. Walau beberapa dari mereka telah mengetahuinya.
"...Dia bertemu dengan seorang manusia tua, brengsek, dan tak tahu malu bernama Kumagawa Dei." Cukup menyakitan memang ucapan Uzukage ini, ditambah lagi dengan tawa dari para warga yang ada disana bagi Dei yang hanya dapat menatap tajam kearah Uzukage bersenjata sebilah Keris ini.
"...Bocah ini diangkatnya menjadi anaknya, dia belajar banyak menjadi seorang Kumagawa. Dia bercerita jika dia dahulu ingin sekali menghajar keluarganya, membuatnya malu dengan kekuatan yang dia miliki, ingin membuat kedua orang tuanya bertekuk lutut dihadapannya, tetapi dia berfikir jika dia melakukan hal itu adiknya pasti akan mengejarnya, tidak,,, seluruh Konoha akan mengejarnya..."
"...Dan saat dia pertama kali datang kemari, ke Uzushio, dia mulai mengenal kalian, mengenalku, dan mulai memaafkan keluarganya. Dan saat dia kembali dia membuat kejutan bagi kedua orang tuanya, bertarung dan akhirnya menang, namun itu hanya sebagai kejutan untuk keluarganya dan Konoha, dia telah memaafkan mereka karena dia tahu dendam hanya akan membawanya menuju kehancuran."
Seluruh warga diam, diam mendengarkan cerita yang dibawakan oleh Arashi saat ini.
"Dan oleh karena itu, aku ingin ... bukan, kami ingin kalian menanggalkan klan Uzumaki kalian menanggalkan dendam pada ketiga desa itu, walaupun aku tahu hal ini tak akan berjalan secara instan tetapi, kami akan membantu kalian. Jika mereka menyerang kita, Uzushiogakure, Uzumaki, atau Kumagawa, Suna dan Konoha akan membantu." Mereka saling berpandangan cukup lama.
"Serta Kirigakure tak akan menyerang kita, karena aku berada dipihak kalian." Narutolah yang berujar sedemikian rupa dan seluruh pasang mata yang menghadiri pidato Uzukage disini menatapnya. Dan pada saat itu pula seorang laki laki berambut merah gelap bernama Uzumaki Fudo berteriak dengan cukup lantang.
"Dia pahlawan bagi Kirigakure! Dia juga yang membantu Rebelion untuk menggulingkan kepemimpinan Yagura saat itu!" Tatapan mata para rakyat Uzushio untuk sementara waktu menatap kearah Genin Uzushio ini, mereka tahu walau Fudo adalah seorang laki laki berpangkat Genin, namun dia sudah memiliki kemampuan setara dengan Jounin, dan dia juga ikut andil dalam perang melawan Kirigakure kala itu.
"Jangan mendengarkan omongannya dia terlalu berlebihan." Untuk beberapa saat seluruh warga Uzushiogakure terdiam, beberapa dari mereka menundukkan kepala mereka. Berfikir, mencari dan mulai memilah pilihan yang ada, memilih untuk tetap berada diKlan Uzumaki atau berpindah menuju klan Kumagawa.
"Kami tak memaksa kalian saudara saudaraku, kami hanya ingin kalian hidup lebih nyaman didunia luar sana bukan hanya berada didalam kekkai yang mulai melemah ini dan sewaktu waktu desa lain tahu dan mulai kembali menyerang kita. Aku, para tetua, dan semua petinggi diUzushio ini hanya menginginkan kalian mendapatkan hidup yang lebih baik, tanpa adanya dendam yang masih menyelimuti hati kalian..."
Dei menatap kearah Arashi yang nampak sedikit menundukkan kepalanya, dia hanya takut menatap para warga Uzushio tak menyetujui usulan yang dia ajukan. Dei menepuk pundak Arashi, dan Arashi hanya dapat menatap kearah Dei dengan senyum kecut yang keluar dari mulutnya.
"Kalian dengarkan aku!" Arashi dan Dei beserta seluruh warga dan para petinggi menatap kearah pemuda berperban putih dimatanya. Dia berdiri tepat dipinggir podium yang menjadi pusat perhatian saat ini. Naruto menarik nafas panjang guna sedikit menenangkan hatinya yang berkecambuk saat melihat para warga menatap kearahnya.
"Uzukage tua ini hanya ingin kalian hidup bahagia dengan tanpa adanya dendam dihati kalian saudaraku, hanya itu yang dia inginkan. Kalian boleh masih tetap memakai Klan Uzumaki kalian, dan tetap tinggal diUzushiogakure ini dan kalian juga diperbolehkan mengganti klan kalian menjadi Kumagawa, dan dengan itu Uzushiogakure akan memiliki dua klan besar yang berbeda dengan dua pemimpin yang berbeda pula..."
"...Terdengar cukup aneh memang, karena setiap klan pastilah harus memiliki sesuatu yang tak dimiliki oleh klan lain,seperti halnya Uzumaki yang memiliki kemampuan Fuinjutsu, berambut merah dan berlimpah chakra, juga Uchiha yang memiliki Kekkai Genkai Sharingan, dan juga beberapa klan lainnya, Yuki para pengendali Es, Hyuuga pemilik Byakugan, dan yang lainnya. Dan jika kalian fikir lagi, klan Kumagawa memiliki apa?"
Semua terdiam, yang dikatakan bocah ini memang benar diotak mereka. Jika terbagi, hanya akan memunculkan kembali sebuah permasalahan, tetapi penggantian nama klan memang tak semudah apa yang dibayangkan. "Dan mungkin jika hal itu terjadi, hal dimana dalam Uzushiogakure ini akan terdiri dalam dua klan berbeda, aku dan Otou-san Dei akan melakukan sebuah hal yang mungkin akan berpengaruh kedalam garis keturunan kalian."
Dei menatap kearah Naruto dengan tatapan bingung, entah apa yang dimaksudkan Naruto dalam kata kata ini bahkan dirinya pun tak mengerti apa yang dimaksud anak angkatnya ini. Namun, Naruto hanya melemparkan senyum kecil kearah Dei saat dia tahu jika ayah angkatnya ini memberikan sebuah tatapan padanya.
"Apa yang kau maksudkan, anak muda." Salah satu warga yang ada disana melontarkan pertanyaan yang pasti akan Naruto dengar entah diwaktu apa, dan Naruto kembali mengalihkan perhatiannya pada seluruh warga yang ada disana. Hampir seluruh warga dan para petinggi yang hadir disini menatap Naruto bingung dan penasaran tentunya.
"Aku akan menggunakan salah satu tehnik dimataku ini..." Naruto menarik lepas perban dimatanya dan menunjukkan mata dengan keseluruhan warna biru disana kepada seluruh warga Uzushiogakure. "...Kepada kalian untuk memunculkan satu hal yang pasti tak dimiliki seluruh manusia didunia ini selain dengan tehnik Ninja." Kening seluruh warga Uzushiogakure mengerut seketika.
"Dan hal itu akan aku berikan secara PERMANEN." Naruto menekankan kata permanen dalam kata terakhirnya. Entah apa maksud yang terselubung didalam perkataanya tadi, namun hal itu cukup membuat hampir seluruh warga diUzushiogakure kebingungan. Namun hal itu akan terjawab tatkala Naruto menarik Fudo dengan kekuatan dari matanya untuk datang kearah dimana dia berdiri saat ini.
Saat Fudo telah berdiri dipodium dengan beberapa umpatan pelan yang dia layangkan ke Naruto, sebuah pertanyaan terlontar. "Hitam atau Putih." Arashi, Dei, Fudo, dan seluruh rakyat Uzushiogakure menatap bingung kala mendengar pertanyaan Naruto barusan. "Apa-"
"Jawab, Hitam atau Putih."
Naruto kembali melontarkan pertanyaan yang sama dan tanpa ada sedikitpun pergerakan tubuhnya, bahkan Shinobi sekaliber Fudo tak mengerti dan tak dapat mencari petunjuk akan maksud pertanyaan Naruto, dan dia lebih memilih menjawab secara asal. "Hitam." Naruto mengangguk, dan menyentuh kening Fudo dengan telapak tangan kanannya.
Kikku Sakusei : Kuro Tsubasa.
Setitik cahaya kecil muncul dikening Fudo tempat dimana tangan Naruto memegangnya. Dan tak lebih dari tiga detik, sepasang sayap berwarna hitam muncul dipunggung Fudo. Dan hal itu sukses membuat seluruh orang yang ada disana memandang dengan mata melebar kearah Naruto dan Fudo. Para petinggi, Arashi, dan Dei pun tak kalah terkejut saat melihat Naruto melakukan tehnik penciptaan barusan.
Fudo yang merasakan adanya organ baru dipunggungnya pun berusaha menatapnya, dan saat kedua bola mata barusan menatap apa yang mengembang dibelakang tubuhnya itu kedua bola mata hijau itu membulat sempurna. Ya, sepasang sayap bak sayap Gagak kini berada dipunggungnya, setelah sembuh dari keterkejutannya Fudo berusaha menggerakkan sepasang sayap miliknya ini, dan hal tersebut berhasil.
"Ini yang aku maksudkan, namun satu hal yang cukup mengerikan dalam tehnik tersebut adalah saat aku menggunakan satu kali tehnik tersebut nyawa atau waktu kehidupanku akan termakan selama satu hari, dan beruntungnya dalam tubuhku ini mengalir darah Uzumaki yang terkenal akan waktu kehidupan mereka yang relatif lama..." Semua pasang mata masih menatap kearah Fudo, bahkan lebih dari setengah warga disana menghiraukan ucapan Naruto.
"...Tapi, apa yang aku lakukan barusan bukanlah sebuah iming iming agar kalian masuk kedalam klan Kumagawa, aku hanya ingin membuat jikalau Kumagawa memiliki sesuatu yang tak dimiliki oleh para Klan lainnya, dan kau Fudo tehnik itu adalah tehnik permanen jadi jika kau telah memiliki seorang anak tujuh puluh lima persen anakmu akan memiliki sayap yang sama sepertimu dengan catatan jika kau menikah atau membuatnya bukan dengan sesama manusia pemilik sayap."
"Na-Naruto" Naruto mengalihkan pandangannya kearah Arashi yang baru saja memanggilnya dengan nada yang sedikit terdengar bergetar. Kedua pasang mata Naruto menatap kearah Uzukage yang tengah berdiri berdampingan dengan ayahnya ini. "Hm?" Ucapan ambigu keluar dari mulut Naruto saat melihat Arashi dan Dei yang menatapnya lekat.
"Naruto, jika seluruh warga disini setuju untuk berpindah keklan Kumagawa, kau akan memberikan mereka semua sayap seperti itu? Dua ribu warga disini?" Naruto hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya mantab. Dei pun hanya dapat membuang nafas pelan melihat reaksi Naruto barusan.
"Dua ribu warga disini sama dengan aku hanya akan kehilangan lima tahun enam bulan umurku bukan? Walau memang aku memiliki darah Uzumaki ditubuh ini, tapi tak ada yang akan tahu kapan kita akan mati bukan, dan aku tak akan mati sebelum aku dapat mewujudkan perdamaian diDunia ini." Dei dan Arashi tahu benar seperti apa sifat bocah pewaris mata dewa ini, dia keras kepala jika sudah memiliki sesuatu yang sudah dia rencanakan sebelumnya.
"Terserah kau saja." Dan tiga kata itu terlontar dari mulut kedua Shinobi yang paling disegani di Uzushiogakure ini. Naruto hanya tersenyum mendengar ucapan kedua orang tua didepannya ini, dia pun kembali menatap kearah para warga dan para Ninja Uzushiogakure dengan mata yang kembali memancarkan cahayanya.
"Jadi-"
"Kami setuju, kami akan masuk kedalam klan Kumagawa bukan karena sayap yang kau berikan hal itu tak penting! Tapi, kami ingin menghilangkan dendam dihati kami, aku sudah hidup terlalu lama dengan dendam yang ada dihatiku kepada ketiga desa besar itu, dan aku percaya, kami percaya jika kau dapat mewujudkan apa itu yang namanya perdamaian!" Suara seorang laki laki tua yang berada dibarisan paling belakang bagaikan seperti api.
Api yang mulai membakar semangat para warga Uzushio, mereka bersorak keras, dengan menyebutkan sebuah nama, Kumagawa. Dan saat teriakan itu usai semua orang yang ada disana tersenyum dengan tatapan yang mereka tujukan kesatu arah, bocah berambut hitam dengan mata yang seluruhnya biru.
"Dan mungkin sebagai bonusnya sayap itu bisa kau berikan pada kami." Dan suara kakek tua itu lagi terdengar diiringi dengan tawa seluruh orang disana. Para petinggi Uzushio tersenyum senang mendengar dan melihat hal ini, seorang bocah yang nampak dapat memimpin dan merubah para warga yang ada disana. Dan mulai detik ini, Uzumaki telah menghilang digantikan dengan sebuah nama baru yang akan mulai menunjukkan taringnya didunia Shinobi, Kumagawa.
.-.
.-.
Gerbang Kumogakure.
Puluhan warga nampak mulai mendatangi desa petir ini, kenapa? Karena didesa inilah Ujian Chunnin akan diadakan, hampir seluruh Genin dari kelima desa besar dan beberapa desa kecil datang untuk mengikuti Ujian Chunnin ini. Dan hampir tiga puluh persen para peserta Ujian ini adalah peserta yang dahulu pernah ikut dalam Ujian Chunnin diKonoha, selain mereka yang mati pada tahap kedua.
Dan yang cukup mencuri perhatian adalah rombongan Rokkie dari Konoha, seluruh Rokkie masih tetap mengikuti Ujian Chunnin ini selain Shikamaru yang telah dipromosikan menjadi Jounin, hanya penampilan mereka sajalah yang berbeda. Dan dipastikan kemampuan mereka kini sudah mulai berkembang pesat. Terlebih lagi Namikaze Uzumaki Menma, Uchiha Sasuke, dan Haruno Sakura, serta jangan lupakan Yuki Haku dan Shizuka yang memang kini bagian dari Konoha.
Walaupun hanya berdua sama dengan team Chouji dan Ino, mereka masih tetap mengikuti Ujian Chunnin kali ini. Dan mungkin mereka berharap agar bertemu dengan anggota teamnya yang kini tak terikat dengan desa Konoha lagi.
Dan satu hari telah mereka lewati diKumogakure, sudah berpuluh puluh team Genin dari berbagai desa seluruh Rokkie lihat, memang mereka lebih sering terlihat bersama walau kadang mereka berpisah, namun setiap sore hari waktu dimana para team team desa lain datang mereka dipastikan berada disalah satu gedung untuk melihat kedatangan team team yang akan menjadi musuh mereka diUjian kali ini.
Ini berkat usul Shikamaru agar mereka dapat mengenal karakter musuh mereka sebelum bertemu dalam ujian. Berbagai karakter sudah mereka temui, dan beberapa telah mereka identifikasi dan mereka bagi kedalam team team yang akan mereka anggap sulit, salah satunya seorang gadis berambut hijau mint, bermata Oranye dengan kulit gelap eksotis yang Menma tahu adalah salah satu Jinchuriki dari desa Takigakure.
Dan sore ini pun para Shinobi Konoha juga kembali keposisi mereka kemarin, diatas salah satu gedung dengan atap datar yang menjadi tempat pengintaian mereka guna kembali menilai para Shinobi dari desa dan negara lainya. Mata Byakugan Hinata dan Neji hampir selalu aktif untuk melihat kedatangan para Genin dari berbagai desa. Dan sampailah saat dua pasang bola mata Byakugan itu melebar.
"Ti-Tidak mu-mungkin!" Suara terbata keluar dari mulut Neji dan Hinata, dengan dua kata yang sama barusan ini seluruh perhatian para Rokkie Konoha teralihkan pada kedua pemuda pemudi Hyuuga disamping mereka. Haku, Shizuka dan beserta ketujuh Rokkie lainnya mendekat kearah Hinata dan Neji yang masih terpatung ditempat mereka berdiri sebelumnya.
"Ada apa, Hinata, Neji." Pertanyaan yang pasti keluar ini terlontar dari mulut Sakura dan Ino secara bersamaan, Hinata mengalihkan perhatiannya kearah teman temannya yang berada tepat dibelakangnya saat ini. Neji pun juga ikut menatap kearah teman temannya sedetik setelah Hinata berbalik badan.
"Na-Naruto-kun ikut dalam Ujian ini." Seluruh Genin Konoha tersentak kaget saat mendengar ucapan Hinata barusan, bagaimana tidak, Naruto adalah Shinobi terkuat yang ada diKonoha dahulu, dahulu ya dahulu sebelum dia keluar dari desa dan lebih memilih menjadi bagian netral dari seluruh desa diElemental Nation ini. Menma maju beberapa langkah kedepan dan memegang pundak Hinata.
"Dia ikut dengan desa mana Hinata-chan, mana dia mana!" Dengan sedikit keras Menma menggoyang goyangkan tubuh ideal Hinata, namun sebuah pukulan pelanlah yang didapatkan Menma kala itu.
"Hoy! Jangan kasar seperti itu bodoh!" Pembelaan barusan pastilah berasal dari Kiba dan Neji yang dengan santainya memukul kepala pirang Menma. Namun suasana tegang barusan sama sekali tak menghilang saat kelakukan Menma barusan terjadi, bahkan semakin menjadi jadilah suasana ini. Shizuka pun juga bergerak maju, dia pastilah rindu dengan kekasihnya ini.
"Ta-ta-tak mungkin! Uzushiogakure!" Shinolah orang yang melontarkan kata kata barusan saat melihat Hitae atte mana yang kini datang, sebuah Hitae atte berbentuk pusaran yang sama dengan lambang yang berada dipunggung rompi para Jounin Konoha. Mata para Rokkie disana dipaksa untuk membulat saat melihat puluhan Shinobi Kumogakure datang dan bersiap menyerang para Shinobi Uzushiogakure saat ini.
Tak mau ketinggalan berita, seluruh Rokkie Konoha melesat kearah para Shinobi Kumo yang kini mengepung para Shinobi Uzushiogakure yang baru saja datang. Tak hanya mereka, para Shinobi dari desa lainnya pun ikut datang saat melihat dan mendengar keributan yang terjadi didepan gerbang Kumogakure ini. Mungkin, mereka tak ingat jika mereka mengantarkan surat Ujian Chunnin pada desa yang sudah lama hancur ini.
Didalam keributan nampak para Shinobi dari Uzushiogakure hanya diam dengan wajah yang terlihat santai guna menanggapi hampir seluruh teriakan dari para Shinobi yang ada diKumo kali ini. Bahkan, A selaku Raikage Kumo ikut turun kedalam keributan ini, dan alhasil semakin memanasnya keadaan saat dia ikut didalam kejadian didepan gerbang Kumogakure ini.
"Apa seperti ini sambutan bagi sebuah klan baru yang ada diElemental Nation, Raikage A?" Ucapan dari pria berbadan kekar yang berdiri tepat disisi kanan pemuda bertutup mata perban sedikit membuat para Shinobi Kumo harus mengerutkan kening mereka. Raikage berjalan maju tetap dengan Raiton no Yori yang masih aktif diseluruh tubuhnya.
"Apa maksud ucapanmu, Shinobi Uzushio!?" Dengan nada yang terdengar berat seperti biasanya Raikage bertanya pada salah satu Shinobi berhittae atte Uzushiogakure yang berdiri dibarisan terdepan. Shinobi ini hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Raikage barusan, bahkan sedikit pun kewaspadaan tak terlihat digesture tubuhnya.
"Kami adalah klan Kumagawa yang kini menempati Uzushiogakure sebagai desa kami jika kau tahu Raikage, kalian tenang saja Uzumaki kini telah tak ada dan hanya ada Kumagawa yang kini menjadi bagian dari Elemental Nation." Dengan santai pria tua itu menjawab pertanyaan Raikage. Seluruh Shinobi disana mengerutkan kening mereka sampai...
"Aniki!" Seorang bocah berambut pirang berlari menembus gerombolan Jounin dan Anbu Kumogakure, Menma lah bocah itu dia berlari menuju seorang pemuda berambut hitam dengan perban yang ada dimatanya. Kumagawa Naruto, dia tahu siapa yang datang dan hanya mengeluarkan senyum kecil diwajahnya.
Saat Menma sampai didepan Naruto, Naruto hanya menepuk pundak Menma dengan pelan. "Heh, kau juga ikut Ujian ini rupanya Menma, tapi ingat kita adalah musuh didalam Ujian nanti jadi jangan sungkan untuk menyerangku nanti." Menma mendecih mendengar ucapan yang berkesan sombong dari pemuda yang baru saja menghisap sebatang rokok miliknya. Raikage yang memang berada tepat dibelakang Menma tahu siapa bocah pirang yang seenak jidatnya menerobos tadi.
"Kau Menma? Anak Kiiroi Senkou?" Menma yang merasa namanya dipanggil pun berbalik dan menatap kearah Raikage, setelahnya dia menganggukkan kepalanya tanda membenarkan ucapan Kage berbadan besar ini. Puluhan Shinobi Kumo yang mendengarnya terkejut, bukan karena Menma, tapi karena bocah yang berdiri dibelakang Menma saat ini.
"Jadi dia kakakmu?" Kini giliran seorang Jounin berkulit hitam dengan rambut hitam yang menutupi mata kanannya bertanya, Darui namanya. Dan lagi lagi Menma hanya mengangguk seraya melemparkan senyum dari wajahnya.
"Ya, namaku dahulu adalah Namikaze Uzumaki Naruto namun kini berubah menjadi Kumagawa Naruto."
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
.
.
Muehehehhe, cukup susah bikin scene akhir dari chap ini. Ya, maklum author jarang ngetik karena sibuk cari kerjaan jadi mungkin kemampuan ngetik menurun #plak (Alesan-_-)
Hehe, sebenarnya ide agak blank dibagian akhir tapi yaa... Cuma dengan beberapa adegan yang diberi sedikit bumbu asal jadilah seperti itu. Semoga engga terlalu buruk dimata para reader's sekalian.
Jadi yaa... semoga chapter ini lebih baik dari chapter sebelumnya yaa, serta jangan lupa meninggalkan jejak berupa Review, menerima keripik dan saran '-')/
.
.
.
.
.
~,~Searfont Graffity Out~,~
