Chapter 18 : Ujian Chunnin.

Kumagawa Naruto

Disclaimer: I don't own anything from Naruto manga. But this fic is mine

Pair: Naruto x Shizuka , Menma x Haku , Sasuke x Sakura.

Warning : Typo, Alur Berantakan, Ide Pasaran (Maybe), OOC, OC, StrongNaru...GodLike

Summary : Kembalinya Naruto kedalam keluarganya bukan akhir dari perjalanannnya, namun itu semua adalah awal bagi perjalanannya, bersama dengan adik dan sahabat sahabatnya dia akan mencoba untuk melindungi apa yang menurutnya pantas untuk dilindungi. GantiSummary

Ulasan Review :

Lusy922 : Terkejut maybe yes :v kejadian menarik tunggu saja...

Narurinne : Pertama agar orang orang tak mengetahui akan mata miliknya, kedua agar musuh mengira jika dirinya lemah. Dan itu aja mungkin, ah satu lagi karena itu juga adalah yang membedakan dan menjadi ciri khas Kumagawa Naruto ini muehehehhee...

Leman JJ : Ini termasuk fic mainstrum lho pak :v cuma bagian tengah aja yang beda hehehe...

Cah Uzumaki : Scene fight masih belum hehehe... tapi pada bagian paling bawah memang saya sengaja.

Lhiae932 : Belum saatnya muncul di dunia luar :v

Yosh, mungkin cuma itu yang dapat saya balas bagi yang mereview lanjut dan sebagainya dengan artian yang sama. Fic ini akan tetap saya lanjutkan walau entah kapan upnya hehe.. Jadi, BigThank'sFor : YellowFlash115, Lhiae932, , asd, Cah Uzumaki, Adam . Muhammad . 980 , Leman JJ, Nina, Uzumaki Melstorm, Narurinne, Lusy922, RifaiUzukaki, AdityaPratama081131, The KiDSno OppAi, EkaAwan372, Wahyu.

Well, Keep Stay and Read My Fiction.

Warning : Don't Like, Don't Read.

Kumogakure no Sato, salah satu dari lima desa besar yang ada di Elemental Nation. Disana, saat ini telah di penuhi oleh ribuan Shinobi dari berbagai desa di seluruh Elemental Nation yang ada. Ujian Chunnin, ya acara yang hampir setiap tiga tahun sekali di adakan tersebut kini bertempat di desa yang hampir seluruh Shinobi di sana adalah para Shinobi berotot.

Sebut saja salah satunya adalah Raikage A, Raikage dengan tehnik andalan Raiton no Yoroi tersebut adalah rival dari Hokage Konoha, Namikaze Minato no Kiiroi Senko. Dia saat ini tengah berdiri di depan mimbar besar yang menghadap lurus ke arah para peserta Ujian Chunnin yang berjumlah hampir dua kali lipat dari Ujian Chunnin yang di adakan di Konoha dahulu, karena infasi yang di lakukan oleh Oto dan Suna yang hampir saja membuat Sandaime Hokage meregang nyawa di sana.

Hari ini adalah hari di mulainya Ujian Chunnin tahap pertama tersebut. Seperti halnya yang di ucapkan sang Raikage yang telah menghancurkan mimbar beberapa menit yang lalu menjelaskan bahwa Ujian Chunnin tahap pertama adalah Ujian Chunnin yang mengujikan kemampuan otak peserta, terbukti dengan adanya dua buah lingkaran besar dengan tulisan di atasnya yang jika di baca menjadi, Ya dan Tidak.

"Pertanyaannya hanya satu, namun jika ada satu orang pun anggota kalian yang terjatuh kedua anggota kalian akan di diskualifikasi dan tidak di perbolehkan meneruskan Ujian ini." Suara berat nan keras yang di lontarkan sang Raikage Kumogakure barusan sontak membuat para peserta Ujian Chunnin yang hampir tiga puluh persen dari mereka telah pernah mengikuti Ujian Chunnin di Konoha mempertajam pendengaran mereka.

"Dengarkan baik baik...!" Mereka semua focus guna mendengarkan apa yang akan terlontar dari mulut Raikage A saat ini. Begitu pula dengan Naruto, Aka, dan Fudo, mereka bertiga adalah Genin dari Uzushiogakure yang sempat membuat seluruh peserta dan para pembimbing Ujian Chunnin dari seluruh desa terkejut bukan main.

Terlebih lagi dengan rambut mereka yang kebanyakan berwarna merah. Mereka takut jika benar Uzushiogakure telah bangkit terlebih Kirigakure, Iwagakure, dan tentunya Kumogakure dan akan membalaskan dendam mereka. Namun, mereka dapat sedikit bernafas lega saat mendengar penjelasan dari Naruto, Dei dan Arashi saat mereka mendatangi rapat di Kumogakure bersama para pembimbing yang datang kesana.

Memang dari seluruh desa yang mengikuti Ujian Chunnin hanya Uzushigakure sajalah yang mendatangkan sang Kage di awal awal Ujian Chunnin. Sontak saja hal tersebut membuat para Shinobi dan Kunoichi Kumogakure kelabakan, ditambah lagi saat melihat Arashi yang datang dengan dua pisau andalannya yang tergenggam di tangannya.

Memang, sifat jahil dari Uzukage ini masih ada di tambah lagi dengan adanya Naruto di sampingnya dan jika kalian tahu Narutolah yang pertama kali mengusulkan agar Arashi datang dengan senjata andalannya yang dia genggam. Dan benar saja, sesampainya di penginapan dua hari yang lalu tawa Arashi dan Naruto tidak dapat di bendung lagi. Hanya Dei dan Sonya yang bisa membuat keduanya diam, tentu saja jitakan kasih sayang dari mereka berdua lakukan.

Jika kalian bertanya apa yang terjadi dua hari yang lalu, akan Author jawab dengan satu kata "Drama" ya itu. Drama yang terjadi antara Naruto dan Shizuka tentunya, ditambah lagi Menma yang seenak jidatnya menggoyang goyangkan Kunai Hiraishin saat berada di penginapan Kumagawa dua hari yang lalu. Tentu saja Minato datang saat itu juga. Jadi lebih baik di...

FlashBack

Di penginapan Kumagawa.

"Menma! Ada apa kau memanggil Tou-san kemari." Dia Namikaze Minato, sang Hokage Konoha yang mendapatkan gelar Kiiroi Senko karena tehnik Hiraishinnya yang melegenda. Dia baru saja tiba dengan kilatan cahaya kuning yang menjadi pertanda akan kedatangannya. Dia mengedarkan pandangannya kesegala penjuru ruangan ini. Dan matanya terhenti saat melihat seorang pria kekar dengan luka di dadanya yang tengah menyilangkan tangannya.

"Kenapa kau menatapku lama Minato!" Tidak sopan sama sekali, ya itulah Kumagawa Dei. Tatapan mata mereka berdua bertemu dengan maksud masing masing, bingung dan sinis.

"Kau..? Aku seperti pernah melihatmu?" Minato berucap disertai dengan kening yang mengerut saat itu juga, jari telunjuknya yang tadi mengarah pada Dei sudah dia turunkan beberapa detik yang lalu. Namun... saat Dei ingin menjawab kata katanya telah di potong bocah berambut hitam dengan mata tertutup yang tengah duduk di salah satu sofa Apartemen ini.

"Tidak mungkin Tou-san pernah bertemu dengan Otou-san Dei, lebih baik aku perkenalkan mereka terlebih dahulu." Minato sedikit tersentak saat mendengar ucapan dari arah belakangnya. Ya, disanalah Naruto tengah duduk dengan posisi bersila ditemani Shizuka yang ada di sampingnya, tentu saja dengan tangan yang sedari tadi dia kaitkan di tangan Naruto. Sial.

"Naruto! Jadi dia ayah angkatmu yang dulu kau ceritakan itu?" Minato sedikit mengangguk angguk setelah dia menatap kemesraan antara anak dan calon menatunya ini. Senyum senang bercampur sedikit mesum dia lontarkan kearah Naruto, hanya Shizuka yang melihatnya walau tak ada sedikitpun rasa risih yang dia rasakan. Tentu saja, dia sudah ribuan kali di ejek oleh Minato saat dia tinggal di Konoha bersama keluarga Hokage ini. Seperti halnya Haku.

"Iyap... dia Otou-san angkatku Kumagawa Dei, dan di samping kirinya ada kakek tua sialan bernama Kumagawa Arashi yang dulu bernama Uzumaki Arashi, di kanannya ada Kumagawa Sonya yang beberapa hari yang lalu datang dari Dimensi tempat asal Otou-san Dei ah.. dia juga istri Otou-san Dei, di samping Oyajii..."

"Oy! Sudah aku peringatkan jangan panggil aku Oyajii, Kuso Gaki!"

"...Jangan hiraukan kakek tua itu, akan aku teruskan disana ada Kumagawa Akane Jounin pembimbingku di Uzushio, dan duo merah di sampingnya adalah Kumagawa Fudo dan Kumagawa Aka, duet maut dari Uzushio, disana ada adikku Namikaze Uzumaki Menma disampingnya ada Yuuki Haku yang sebentar lagi akan menjadi Namikaze Uzumaki Haku dan..."

"Sudah cukup bodoh!" Sebuah pulpen tepat mengenai jidat Naruto yang kini tengah terkekeh jahil di tempatnya. Dari mereka semua hanya Menma dan Haku lah yang memasang wajah malu bin isin. Minato hanya terkekeh mendengar penjelasan Naruto yang berkesan mengejek di akhir penjelasannya. Minato membungkuk kearah Arashi dan Dei tenda dirinya menghormati keduanya.

"Salam kenal, namaku Namikaze Minato, ayah kandung Kumagawa Naruto dan Namikaze Uzumaki Menma."

HUWEK.

Ya itu suara muntah yang di buat buat oleh Naruto dan Fudo bersamaan saat melihat ekspresi dari Arashi yang memasang wajah bijaksana. Dan mereka berdua pun di hadiahi sebuah jitakan dari Shizuka dan Aka secara bersamaan. Arashi menggeram kesal dan marah ditandai dengan keluarnya dua buah pisau andalannya dari dalam Fuinjustu Penyimpanan miliknya.

"Ya salam kenal, dan kalian berdua memilih merasakan tehnik Fuinjutsuku atau memilih bertarung dengan Effret saat ini juga heh.." Pucat itulah yang kini terjadi diwajah kedua Kumagawa ini. Tentu saja, siapapun tak ada yang ingin bertarung dengan Kuchiyose terkuat dari Uzukage ini. Sama saja menyerahkan nyawa.

"Salam kenal Minato, lebih baik kau kembali ke Konoha dan datang lagi kemari bersama Kushina dan Naruko, aku dengar dari Naruto jika Naruko juga memiliki mata yang sama dengan Naruto. Jika memang benar aku akan melakukan sedikit perubahan padanya saat Ujian Chunnin ini selesai."

Semua yang ada disana mengerutkan dahi mereka mendengar ucapan dari tangan kanan Uzukage ini. Terlebih Naruto.

"Kau jangan khawatir Minato, aku sama sekali tak memiliki niatan untuk mencelakai Naruko namun aku akan membawanya selama kurang lebih satu bulan dalam perjalananku, jadi pergilah dan bawa kemari istrimu dan anak bungsumu itu." Naruto secara tiba tiba berdiri dari posisi bersilanya, Shizuka awalnya terkejut akan apa yang dilakukan Naruto barusan namun...

"Jangan bilang kau..."

"Ya, kau mengetahui maksudku." Semua yang ada disana nampak belum mengerti maksud yang di utarakan Dei barusan. Hanya Dei, Naruto, Sonya, dan Author yang tahu untuk saat ini apa maksud pria kekar bernama Dei ini. Minato nampak masih sedikit ragu ragu tetapi Dei berusaha menenangkan dan membujuk Hokage Konoha ini.

Pada akhirnya Minato memilih pergi dan kembali membawa Kushina dan Naruko di pelukannya setelah lima menit berlalu. Kushina nampak terkejut saat melihat Arashi ada di sana. Dia melompat dan memeluk Arashi erat.

"O-Otousan hiks." Semua disana sedikit tersetak kaget mendengar ucapan Kushina saat ini. Bagaimana tidak, dia, Uzumaki Arashi atau Kumagawa Arashi adalah ayah Uzumaki Kushina. Terlebih lagi Menma, Naruto dan Minato. Mereka sama sekali tak mengetahui jika Arashi, Uzukage Uzushiogakure ini adalah Kakek dan Mertuanya.

"Ck, jadi aku tak salah memanggilmu dengan sebutan Oyajii." Dan sedikit keributan terjadi antara Arashi dan Naruto. Ditambah lagi keluarnya Pisau Arashi dan Katana Naruto. Aura mencekam benar benar di rasakan saat ini, namun itu belum maksimal. Katana milik Sasuke pun ikut memancarkan auranya menambah kesan menakutkan di Apartemen ini.

Dan semua itu terhenti dengan berkibarnya rambut merah Kushina serta Aura Hitam yang dia keluarkan melebihi ketiga aura senjata legendaris ini /lupakan!

"Baiklah..." Dei tiba tiba berdiri dari posisi sebelumnya, dan dia mendekati Minato yang tengah menggendong Naruko di pelukannya. Naruko yang melihat Dei mendekat kearahnya bukannya takut bahkan dirinya berusaha turun dari gendongan Minato dan mendekat kearah Dei, jangan lupakan kedua tangannya yang dia angkatkan kearah Dei pertanda jika dia ingin di gendong pria kekar ini.

Dei yang melihat tingkah Naruko sedikit tersenyum dan menggendong bocah ini. Naruko tertawa saat berada di gendongan Dei dengan mata yang menatap kearah Minato yang sama tersenyum pula seperti Dei. Saat Dei menatap mata Naruko dia sedikit mengubah raut wajahnya, benar apa yang di katakan Naruto padanya. Mata Naruko sama dengan mata Naruto, putih susu.

"Persiapkan dirimu Naruko, kau tak akan bertemu dengan kedua orang tuamu selama lima belas tahun kedepan." Ucapan Dei barusan sontak membuat seluruh orang disana terkejut bukan main selain Naruto yang lebih memilih diam dengan wajah datarnya. Kushina mendekat kearah Dei dan dengan tiba tiba menarik Naruko mengambilnya kepelukannya.

"Apa maksudmu hah! Siapa kau dengan seenaknya ingin mengambil Naruko dari kami!" Kushina dengan raut wajah penuh amarah menatap kearah Dei yang masih terdiam. Namun, Naruto berdiri didepan Kushina dengan kain penutup matanya yang telah dia lepaskan. Matanya menatap kearah Kushina dengan sedikit berkaca kaca, dia tahu seperti apa perasaan Kushina saat ini.

"Kaa-chan, dia adalah Kumagawa Dei seorang pria yang dahulu pernah mengangkatku menjadi anaknya dan sampai saat ini pun dia masih tetap menjadi ayahku. Dan maksud Otou-san Dei dia ingin melatih Naruko sejak dini karena ramalan yang di katakan oleh Nang In-jiji akan datangnya sebuah perang akbar di masa depan dan hanya aku, Naruko, serta Menma yang dapat menghentikannya."

Kushina yang tadi tengah dalam keadaan penuh amarah sedikit luluh atas apa yang di ucapkan Naruto barusan. Hampir semua yang ada disana tersentak kaget akan ucapan Naruto barusan. Bahkan Minato menarik Naruto agar menatap kearahnya secara paksa.

"Apa maksudmu Naruto! Bukankah saat ini semua desa di Elemental Nation sudah tenang." Dei yang posisinya saat ini berada di belakang Kushina berjalan kesamping Naruto, dia menepuk pundak Naruto dan menatap kearah Minato datar. Bahkan Arashi yang sedari tadi duduk di belakang Naruto saat ini pun ikut menghampiri Naruto.

"Tenangkan dirimu Minato, perang itu mungkin masih lama akan terjadi namun kita semua harus mempersiapkan diri karena perang tersebut entah kapan akan terjadi. Dan untukmu Kushina, memang benar Naruko tak akan bertemu dengan ibunya selama lima belas tahun namun bagi kalian berdua dan bagi kalian yang ada disini hal tersebut hanya akan berlaku selama dua sampai tiga bulan, karena aku akan membawanya pergi dari dimensi ini..."

"...Tapi, kau jangan coba coba untuk mendatangi Naruko dengan Hiraishinmu jika kau tak ingin tubuhmu hancur tercabik cabik dan tercerai berai di celah dimensi." Minato sedikit tersentak, Dei barusan bagai tahu apa yang ada di fikirannya saat ini. Namun ucapan yang di lontarkan Dei barusan sukses untuk membuat semua yang ada disana terkejut bukan main. Tetapi...

"Apa aku boleh ikut, Otou-san?" Ucapan Naruto barusan yang terdengar bagai tanpa beban dan rasa khawatir sedikit pun membuat semua yang ada disana mengalihkan pandangannya pada Naruto. Dei pun juga menatap Naruto datar, tidak seperti biasanya namun setelahnya dia mengubah mimik wajahnya menjadi horor.

"Tidak." Hanya satu kata itulah yang keluar dari mulut Kumagawa Dei ini. Namun kata kata barusan sukses membuat Naruto memasang wajah sweatdropnya. Ya, dia tahu ayah angkatnya ini memang tengah serius namun baginya Dei hanya ingin membuat dirinya tidak menanggapi hal tersebut lebih panjang lagi.

"Bagaimana?" Ucapan Sonya istri dari Dei Kumagawa tadi membuat Kushina dan Minato harus kembali berfikir.

"Aku tidak setuju!" Kushina nampak masih kukuh dengan pendiriannya, walau memang kini status istri Hokage sedikit menggurangi sifat galaknya namun tidak dengan sifat keras kepala yang masih tetap melekat erat pada diri Habannero Konoha ini. Dei dan Sonya sedikit membuang nafasnya, namun mereka masih akan tetap membujuk mantan Jinchuriki Kyuubi ini.

"Kau tahu, sebagai ibu memang kau sangat baik dalam hal tersebut tetapi sebagai ibu pula kau harus sedikit berkorban demi kepentingan orang banyak Uzumaki Kushina, apa kau ingin seluruh dunia ini hancur karena kekeras kepalaanmu itu? Dua sampai tiga bulan memang cukup lama, namun saat Naruko-chan kembali dia akan membawa perubahan besar bagi Konoha di masa depan, bahkan di seluruh Elemental Nation."

Ucapan sedikit pedas barusan di lontarkan istri sang tangan kanan Uzukage ini. Namun, memang benar adanya akan ucapan barusan. Kushina yang mendapat nasehat singkat dari Sonya terdiam beberapa saat, ruangan ini terasa sunyi hanya suara tawa Naruko yang tengah ada di gendongan Naruto saja yang terdengar serta sayup sayup suara para Kumagawa lainnya yang ada di ruang lain Apartemen ini.

Memang bagi bocah umur satu tahun lebih seperti Naruko sifat manja pastilah sangat lumrah, namun entah kenapa hanya pada orang orang tertentu sajalah sifat tersebut keluar seperti halnya pada Naruto, dia kini nampak berada di kedua pundak pemuda Kumagawa ini dengan tangan yang dia gunakan untuk menjambak jambak rambut Naruto asal, disertai dengan tawa yang keluar dari mulut mungilnya.

"Hanya dua sampai tiga bulan tidak lebih! Dan jika Naruko tidak kembali selama tiga bulan lebih satu hari pun aku pastikan akan menghajar kalian berdua dan kau juga Minato!" Minato menatap istrinya dengan ekspresi terkejut bukan main, namun senyum senang nampak diwajah Dei dan Sonya yang mendengar jawaban Kushina barusan.

"Tentu saja, kami akan berangkat lima hari setelah selesainya Ujian Chunnin ini dan aku berjanji akan hal itu."

Flashback Off

Ya, seperti itulah sedikit cerita akan apa yang terjadi di hari sebelumnya. Dan kita kembali pada Ujian Chunnin tahap pertama ini. Semua masih menatap kearah Raikage dengan mata yang nampak tegang, Raikage pun sedikit menjeda waktu bicaranya sampai.

"Benar ataukah Salah jika seorang Shinobi memilih meninggalkan temannya yang dalam keadaan terkepung untuk melakukan misi yang mereka miliki karena apa yang dibutuhkan dalam misi tersebut hanya tinggal didepan mata?! Kalian dapat berfikir selama lima menit sebelum kalian menjawab dan ingat diharuskan seluruh team memilih pilihan yang sama jadi segeralah berdiskusi!"

Semua terdiam, dan sedetik setelahnya mereka riuh dengan diskusi mereka masing masing bersama team mereka. Nampak jelas saat ini Naruto, Fudo, dan Aka tengah berdiskusi namun saat Naruto membisikkan apa yang ada difikirannya mereka berdua sedikit tersentak kaget, dan mereka memilih diam setelahnya.

Disisi lain nampak team Menma yang berisikan Menma, Sasuke, dan Sakure sama tengah mengobrol santai bagaikan mereka telah memiliki jawaban yang sama. Dan disisi yang berdekatan dengan posisi team Naruto dan Menma yang memang bersebelahan terdapat team Shizuka yang berisikan dirinya, Haku, dan Sai Shimura tengah berdiskusi prihal hal tersebut.

Ya, Sai lah yang memiliki pendapat lainnya. Kalian tahu sendiri seperti apa moto para Anbu Root.

Sampai... "Lima menit telah selesai! Kalian segera pilih mana jawaban yang menurut kalian benar!" Dengan sangat keras Raikage berucap dan secara hampir bersamaan para team dari berbagai desa yang mengikuti Ujian Chunnin berbondong bondong memilih pilihan diskusi mereka, dan hasilnya enam puluh persen menjawab Salah dan empat puluh persen menjawab Benar.

Raikage nampak puas dengan apa yang terjadi saat ini. Jika kalian tahu pertanyaan ini adalah usulan dari Rivalnya, Namikaze Minato.

"Baiklah, kita lihat mana jawaban yang salah!" Semua menatap kearah layar monitor besar yang ada dibelakang mereka. Terlihat disana tulisan Benar dan Salah yang bergantian mengisi layar monitor tersebut. Sampai...

DING

BENAR

SALAH

Kedua jawaban tadi muncul secara bersamaan dan secara bersamaan pula lingkaran tempat mereka berdiri tiba tiba terbuka dan sukses membuat semua calon Chunnin disana terjatuh kedalam lubang buatan sedalam lebih dari dua puluh meter. Naruto yang memiliki refleks tinggi dengan cepat mengeluarkan sayap bak malaikat dipunggungnya dan menangkap kedua teman satu teamnya.

Fudo kini tengah menangkap Aka yang memang jatuh lebih cepat karena mengambil posisi lurus tadinya, dan Naruto sukses menangkap Fudo dengan tangan kanan dan tangan kirinya nampak mengambil sebuah kunai dari balik jubahnya yang sebenarnya selalu ada disana. Ditambah lagi dengan kunai tadi telah di ikatkan dengan tali berwarna hitam yang nampak kuat, jika dilihat sepintas memang seperti hanya tali biasa namun sesungguhnya itu adalah tali besi.

Dia melemparkannya kebibir lubang dan membuat dirinya mengarah kedinding lubang, saat sampai di dinding lubang ketiganya segera mengontrol chakra mereka agar dapat berdiri di dinding tadi.

Tanpa aba aba mereka melompat keatas dengan kuat meninggalkan beberapa batu batu kecil yang terjatuh. Saat sampai diatas ketiganya menatap kearah lubang lainnya disana menyusul team dari Iwagakure dan team team lainnya serta beberapa yang berasal dari Konoha. Begitu pula team team lainnya yang muncul. Namun banyak dari mereka yang hanya muncul seorang diri bahkan saat Naruto menatap kearah lubang banyak para Genin yang terjatuh kedalam lubang tadi.

"Selamat!" Darui, Shinobi kepercayaan Raikage A ini memberikan tepuk tangan singkat pada para Genin yang memasang ekspresi wajah bingung. Raikage yang berada disisi kirinya nampak menyeringai melihat cukup banyak Genin yang gugur pada tahap pertama ini.

"Bagi kalian yang dapat keluar dari lubang ini bersama team kalian tanpa ada satupun yang tertinggal kalian lulus, namun bagi kalian yang keluar dari dalam lubang ini sendirian tanpa satu pun anggota kalian atau hanya satu anggota kalian yang keluar bersama kalian, kalian kami nyatakan gugur dalam tes pertama ini, serta bagi kalian yang terjatuh sampai dasar lubang kalian juga kami nyatakan gugur."

Banyak yang mengerti akan maksud ucapan Darui barusan, namun banyak juga yang menuai protes pada sang tangan kanan Raikage ini.

"Tes pertama ini hanya untuk mengetes solidaritas dan kerja sama kalian, jadi pergilah bagi kalian yang telah gugur di tes kali ini. Dan bagi yang lolos kami beri waktu satu jam untuk bersiap siap menuju tahap kedua yang akan berlangsung di Unraikyou, Lembah Awan Petir. Penjelasan lebih lanjut akan di lakukan dijalan menuju Unraikyou oleh Shii, tempat awal kalian berkumpul berada di arah barat Kumogakure, satu lagi jangan sampai ada yang terlambat! BUBAR!"

Ucapan Darui barusan sudah mutlak dan para Genin yang lolos dalam ujian pertama ini berbondong bondong pergi meninggalkan tempat ini. Begitu pula dengan team Naruto, Menma, dan Shizuka yang berjalan bersama.

Perjalanan mereka berlangsung selama kira kira dua menit menuju penginapan masing masing. Naruto dan teamnya yang telah sampai di penginapan segera mempersiapkan diri mereka dengan mengambil beberapa Kunai, Shuriken, Kertas Peledak, dan sebagainya. Ruangan antara Naruto serta Fudo berhadapan dengan ruangan milik Aka.

Saat selesai Naruto membuka pintu kamarnya dan mengetok pintu kamar Aka. Saat terbuka Naruto dengan seenak jidatnya segera masuk kedalam sana walau Aka sempat berteriak memperingatkan Naruto. Dan...

"Dimana Ramenku?!" Dia memang tak memiliki sopan santun, terlihat jelas saat Naruto dengan tanpa rasa bersalah memberengkal semua tas tas milik Aka dan Akane tanpa meminta izin pada sang empunya. Aka hanya membuang nafas panjang melihat tingkah salah satu sahabatnya ini.

"Kau! Haahhh, aku letakkan dimeja dapur!" Dengan nada yang terdengar sangat kesal Aka menjawab pertanyaan Naruto dan hanya di beri kekehan pelan Naruto saat mendengar jawaban Aka barusan. Fudo yang tiba tiba saja muncul disamping Aka pun mendekatkan bibirnya kearah telinga Aka.

"Ramen yang ada di kamarnya dia habiskan tadi pagi." Ya hanya itu yang keluar dari mulut Fudo, dan alhasil Aka kembali membuang nafas panjang. Mereka nampak berbincang sebentar karena jam masih menunjukkan pukul delapan lebih lima belas menit, masib ada kira kira lima puluh dua menit bagi mereka untuk pergi menuju tempat yang di katakan Darui tadi, sampai...

"Oy Aka! Fudo! Kemarilah sebentar." Aka dan Fudo saling berpandangan sebentar satu sama lain dan dengan segera mereka mendatangi Naruto. Mereka tahu sangat jarang Naruto meminta mereka siapapun untuk pergi kepadanya selain hal yang akan Naruto tunjukkan atau katakan adalah hal yang sangat penting.

Sesampainya di dapur mata mereka sedikit melotot saat melihat Naruto yang sudah menghabiskan tiga mangkuk Ramen instant buatannya. Namun yang lebih mengejutkan lagi saat mereka melihat kedua telapak tangan Naruto mengeluarkan cahaya berwarna biru. "Fudo berikan Tantomu padaku sebentar." Fudo nampak mengerutkan dahinya sekilas namun setelahnya dia mengambil Tanto miliknya setelah dia keluatkan dari sarung Tantonya.

Naruto menerimanya dan menyentuhkan kedua telapak tangannya pada pangkal besi Tanto motif Tribal milik Fudo, dan hasilnya sedikit mengejutkan. Cahaya ditangan Naruto tadi tiba tiba membungkus seluruh bagian besi pada Tanto milik Fudo ini. Juga, pada gagang Tanto tadi nampak mengeluarkan besi besi yang mengikuti alur gagang genggaman Tanto tersebut.

Jadi pada beberapa bagian genggaman Tanto milik Fudo kini berubah menjadi besi yang sama dengan pada bilah Tantonya.

"Kau pengendali chakra Angin dan Air bukan, jadi mulai saat ini kau dapat mengalirkan chakra Angin milikmu pada Tanto yang kau punya ini guna mempertajam bilah Tanto milikmu, memang hal ini sudah dapat kau lakukan, namun aku membuat agar Tanto ini dapat lebih kuat dan lebih mudah untuk menerima saluran chakra darimu."

Fudo nampak tersenyum lebar mendengar ucapan Naruto barusan. Bahkan dia segera merampas Tanto miliknya dari tangan Naruto dan mencobanya. Benar saja, kini seluruh Tanto milik Fudo diselimuti elemen Angin halus pada bilah tajamnya.

"Jika kau sudah mengaktifkan mode itu kau dapat membelah kepala musuhmu bagai memotong mentega dengan pisau yang sudah kau panasi." Sangat mudah, ya itu maksud ucapan Naruto. Namun itu belum seluruhnya sampai... "Ya... andaikan dalam ujian tahap kedua kali ini diperbolehkan untuk membunuh aku akan senang akan hal itu." Cukup sudah, sifat Psyco author menular pada Naruto.

.-.

Satu jam telah berlalu, seluruh peserta Ujian Chunnin yang telah lolos di Ujian pertama pun telah berkumpul di depan sebuah gerbang besar yang menjadi jalur utama menuju Unraikyou, Lembah Awan Petir. Disanalah Ujian Chunnin tahap kedua akan di laksanakan. Ada dua buah gerbang yang masing masing di isi lima puluh persen dari Peserta Ujian, ditangah tengah kedua kubu berdiri seorang Jounin berambut pirang, dia adalah Shii.

Shii berdehem sebentar guna memberitahukan pada seluruh Genin untuk mengalihkan perhatian mereka padanya. "Perhatikan semuanya." Shii berucap tak begitu keras dengan mata yang bergantian menatap kearah kedua kubu yang berjarak kira kira sepuluh meter. Semua Genin menatap kearah Shii dan beberapa Jounin lainnya yang memang turut andil disana.

"Ujian Chunnin tahap kedua akan di lakukan di sini, Unraikyou, sebuah lembah yang setiap tahunnya selalu tertutupi oleh Awan Petir, pada Ujian Chunnin tahap kedua ini kalian di haruskan untuk mencari dua buah gulungan yang berbeda di seluruh penjuru Unraikyou, namun berhati hatilah kalian akan di hadapkan oleh ribuan binatang buas yang pasti akan jarang kalian temui di desa kalian masing masing mungkin selain Konoha..."

Beberapa dari mereka saling berpandangan sesaat.

"...Dan tak hanya itu, didalam Ujian ini kalian di perbolehkan bertarung untuk mempertahakan atau mengambil gulungan tadi. Jika kalian bertanya seberapa besar gulungan itu akan aku tunjukkan." Shii berbalik dan menunjukkan gulungan berwarna putih sepanjang kira kira empat puluh sentimeter dengan diameter gulungan tadi sekitar sepuluh sentimeter.

"Gulungan ini adalah Surga, dan ini..." Shii kembali berbalik dan menunjukkan gulungan berwarna Hitam legam hanya pada bagian pegangan dari kayu sajalah yang berwarna putih. "...Ini gulungan Neraka, jadi bagi kalian yang berfikir untuk menyembunyikan gulungan ini didalam kantung Ninja ataupun tas kalian hal tersebut akan sangat mustahil terjadi, dan satu lagi.."

Shii kembali menggantung kata katanya. "..Kalian diperbolehkan membunuh satu sama lain namun setelah kalian menandatangani kertas yang akan dibagikan petugas yang lainnya dan jika kalian atau salah satu dari anggota team tak menandatangani kertas tersebut kalian akan didiskualifikasi beserta anggota team kalian."

Banyak dari mereka yang melemparkan senyum bahagia namun lebih banyak yang merasakan ketakutan. Dan Naruto jangan di tanya dia adalah orang pertama yang datang menuju petugas yang akan membagikan kertas tadi.

Lebih dari sepuluh team mengundurkan diri dalam Ujian Tahap Kedua ini, namun bagaikan membuang sesendok air dalam sebuah ember besar, masih banyak para Genin yang bertahan disana. Genin Konoha ? Jangan tanya, tak ada satupun yang mengundurkan diri disana, bahkan kini mereka bercengkrama santai bagai tanpa ada beban sedikitpun walau di balik gerbang besar ini nyawa mereka di pertaruhkan.

Naruto pun nampak berbincang santai dengan Fudo dan Aka setelah mereka menandatangani kertas persetujuan tadi. Lebih dari sepuluh menit barulah selesai seluruh Genin disana menandatangani kertas persetujuan tadi, dan kini Shii kembali berdehem keras. "Perhatian." Kini ucapan Shii tak sekeras sebelumnya.

"Kalian akan di berangkatkan secara bersamaan dari dua gerbang ini, dan tujuan kalian adalah sebuah menara besar setinggi lima puluh meter. Disana kalian akan bertemu para Jounin dan Anbu Kumo yang akan membantu kalian. Batas waktu kalian adalah lima hari, dan jika hari kelima telah habis gerbang menara tak akan di buka lagi begitu pula dengan gerbang ini oleh karena itu kalian diharuskan sampai di sana secepat kalian bisa."

"Akhir kata, Semoga Sukses!" Teriakan dari Shii barusan menimbulkan gemuruh kuat akibat jawaban dari para Genin yang kini nampak bersemangat. Dan beberapa detik berikutnya kedua gerbang yang berjarak lebih dari dua ratus meter ini terbuka secara bersamaan. Kedua kubu Genin tadi mulai bergerak cepat masuk kedalam gerbang guna menuju kearah Unraikyou.

Namun dibelakang nampak team Naruto tengah berhadapan satu sama lain, tentunya merancang stategi.

"Lebih baik kita menunggu beberapa kelompok Genin yang sudah memiliki kedua gulungan atau hanya satu gulungan saja dan kita merampasnya, bagaimana ?" Usulan dari Naruto barusan menimbulkan sedikit ekspresi tidak suka dari kedua teman satu teamnya.

"Aku kurang setuju Naruto, lebih baik kita berusaha mencari satu atau keduanya secepat yang kita bisa walau aku pastikan gulungan Neraka akan sangat sulit di cari, aku pernah mendengar kabar saat berada di pasukan Rebelion, beberapa Jounin di sana pernah pergi ke Unraikyou dan mereka berkata jika setelah kita menuruni tebing disana hanya ada sedikit cahaya yang dapat masuk kedalamnya, bisa dibilang disana adalah tanah kematian..."

"...Dan jika memang kita belum mendapatkan gulungan Neraka kita baru menghajar beberapa Genin lainnya yang memilikinya lalu merampas gulungan tadi, bagaimana?" Naruto mengangguk beberapa kali, dia merasa jika salah satu sifat buruknya bangkit lagi hehe... Aka yang mendengar usulan sahabat sedari kecilnya ini pun nampak setuju dia juga ikut mengangkat tangannya.

Naruto dan Fudo yang melihat gadis berwajah datar ini mengangkat tangannya pun menatap padanya. "Jika kita sudah memiliki kedua gulungan dan kita menemukan gulungan lainnya bagaimana jika kita menghancurkannya?" Kedua sahabatnya nampak memasang wajah bingung namun setelah terdiam sedikit mereka mengeluarkan senyum lebar, Naruto pun menatap kearah Shii yang sedari tadi melihat team mereka.

"Shii-san, berapa jumlah gulungan yang ada di dalam hutan ini?" Naruto bertanya pada Shii, Shii yang mendapat lontaran pertanyaan barusan sedikit tersentak kaget. Dia bahkan menepuk kepalanya cukup keras dengan sebuah umpatan kecil darinya.

"Ck aku lupa memberitahu, gulungan yang ada di dalam hutan hanya berjumlah separuh dari peserta yang ikut tahap kedua ini." Naruto mengangguk dan mengalihkan perhatiannya pada kedua sahabatnya. Sedetik berikutnya mereka mengangguk bersamaan dan menghilang bersama kepulan asap khas Shunsin yang tentunya membuat Shii mempertajam pengelihatannya.

"Aku yakin mereka akan lolos." Entah pada siapa Shii berucap barusan namun dia segera mengangkat bahunya tak peduli.

.-.

Lembah Awan Petir, sebuah lembah berkemiringan lebih dari lima puluh derajat. Saat ini Naruto baru saja tiba dan berdiri di salah satu pohon yang memang berada di pinggiran lembah ini bersama kedua anggota teamnya. Ini salah satu keuntungan memiliki Doujutsu yang cukup mengerikan, Naruto tengah memandang jauh kebawah mencari dimana keberadaan kedua gulungan tadi.

Tak lebih dari sepuluh menit Naruto akhirnya menemukan dimana letak gulungan Surga yang berada sekitar lima ratus meter dari bagian bawah lembah ini. Naruto mengajak kedua anggota teamnya untuk mendatangi tempat gulungan tadi berada, dan tanpa aba aba sedikitpun ketiganya meloncat tinggi dari pohon tadi dan jatuh bebas kebawah sampai...

BATS

BATS

BATS

Sepasang sayap berwarna putih untuk Naruto dan Aka serta hitam untuk Fudo mengembang di punggung mereka bertiga. Dengan sekali kepakan sayap keras mereka melesat menuruni lembah terjal dan melewati beberapa Genin yang hanya dapat menatap mereka kagum dan takut.

Tak lama, setelah melewati beberapa pepohonan yang kebanyakan telah mati dan gosong akibat sambaran petir serta bermanuver guna menghindari petir yang menyambar mereka telah sampai di tempat salah satu gulungan yang tersembunyi di bawah sebuah pohon yang tumbang, ah bukan dibawah melainkan di dalam.

Fudo menarik Tantonya dan menebas pohom tumbang tadi menjadi dua dengan sangat sangat mudah. Namun seekor ular berwarna kecoklatan dengan corak cincin berwarna hijau menyerang Fudo dan hampir saja mematoknya sebelum Aka menginjaknya dengan santai. Fudo sedikit merinding saat melihat ular sepanjang tiga meter sebesar lengannya menyemburkan bisa kekakinya. Beruntung bukan matanya.

Ular tadi melilit kaki Aka walau sama sekali tak membuat gadis Uzushio ini merasa takut atau bahkan merinding. Aka memegang pangkal kepala ular tadi erat dan mengangkatnya dengan kepala yang dia arahkan kebawah. Dengan sekali tekanan dari ibu jarinya...

KRAK

Patah sudah kepala ular yang salah memilih lawan ini. "Cukup pintar, jika kau memotongnya ular ini hanya akan menyemburkan darah yang lebih bahaya dari cairan Asam." Fudo menatao kearah Naruto dengan tatapan ngeri saat mendengar ucapan Naruto barusan. Dan Aka hanya diam sembari mengambil gulungan yang mereka temukan, ah... Naruto temukan.

"Ular itu berjenis Buurakumana, tapi ini sepertinya spesies yang berevolusi dari sebelumnya. Cula di ujung moncongnya menandakan jika itu adalah Buurakumana tapi warna yang dimilikinya berbeda." Naruto berucap dengan mata yang entah menatap kemana, ya saat ini penutup matanya dia gunakan kembali. Aka saat ini baru saja memasukkan gulungan yang mereka temukan kedalam Fuinjutsu Penyimpanan miliknya.

"Heh, benar juga hanya kau yang bisa menggunakan Fuinjutsu Penyimpanan dari kita bertiga." Naruto hanya tersenyum mendengar ucapan Fudo barusan namun...

"Ular Buurakumana tadi masih bayi dan ular berjenis ini akan di urus oleh ibunya sampai panjang empat meter, jadi..." Fudo dan Naruto terdiam mendengar ucapan Aka barusan, sampai beberapa pohon dibelakang mereka tumbang dengan suara yang sangat keras dan...

"...Tentunya ibu akan marah jika melihat anaknya mati."

.

.

.

.

.

To Be Continued

Well, come back with me Searfont Graffity si Author Telatan. Hari ini Kumagawa Naruto sudah update dengan cerita yang berisi tentang Ujian Chunnin di Kumogakure.

Scene dimana Flashback terjadi memang agak menyimbang dari masalah yang di bahas saat sebelum Flashback jadi hehehe mohon di maafkan. Tentang pertanyaan dalam Ujian Chunnin tahap pertama, hehe saya kehabisan ide :v jadi mohon di maklumi akan hal mainstream tersebut.

Ujian Chunnin tahap kedua saya ambil scene di Unraikyou dengan bentu dan tata tempat yang berbeda dalam canon entah pernah di ceritakan atau tidak karena saya agak lupa hehe... Unraikyou adalah sebuah Lembah yang selalu terselimuti oleh Awan dan Petir hampir di setiap tahunnya. Disana kalian dapat bayangkan hutan yang tak lebat dengan pohon yang sangat jarang.

Serta beberapa rerumputan yang hitam serta pohon pohon juga berwarna hitam akibat seringnya terkena sambaran petir. Cahaya masih dapat masuk kedalamnya walau hanya sebentar karena Awan yang selalu bergerak namun masih tetap berada di daerah Unraikyou.

Di awal saat memasuki gerbang terdapat sebuah tempat datar sejauh tiga puluh meter dari Gerbang sampai ke bibir lembah dan setelahnya terdapat lembah dengan kemiringan lebih dari lima puluh derajat setinggi kurang lebih dua ratusan meter. Bisa di sebut bagian Gerbang tadi adalah puncak sebuah bukit tinggi.

Di dalam sana terdapat berbagai binatang buas mulai dari Ular, Serigala, Singa, dan beberapa hewan yang hanya ada di dalam imajinasi Author hehehe.

Mungkin hanya itu yang dapat saya jelaskan selebihnya kalian pasti akan mengerti hehehe... sekian penjelasan Author serta jangan lupa meninggalkan Jejak berupa Review...

Akhir kata, Keep Stay and Read My Fiction.

.

.

~.~Searfont Graffity Out~.~