Destiny?

Ø Cast :

1. Song Yunhyeong

2. Goo Junhoe

3. Kim Jinhwan

4. Kim Hanbin

5. Kim Jiwon

6. Kim Donghyuk

7. Jung Chanwoo

Ø Pairing : JunHyeong, BinHwan, JiDong, Chanwoo cameo X-D

Ø Genre : School life, fluff, romance, comedy, etc.

Summary :

Song yunhyeong seorang namja pelajar tingkat dua pada sekolah yang sedikit terkenal yaitu YG High School. Ia adalah seorang yang terkenal dengan segudang prestasi yang pernah ia dapatkan dan jangan lupa sifatnya yang ramah juga murah senyum kepada siapa saja.

Goo junhoe seorang namja pelajar tingkat satu yang bersekolah di tempat yang sama dengan song yunhyeong. Tapi tentu sifat mereka sangat berbanding terbalik. Jika song yunhyeong murah senyum maka goo junhoe sangat mahal untuk tersenyum. Ia tidak pernah perduli dengan orang lain. Jangankan perduli bahkan melihat orang lain pun tidak pernah ia lakukan. Ketika ia berjalan ia hanya menatap ke depan dan memperdulikan dirinya sendiri. Tapi semua orang tahu, dibalik sifatnya itu goo junhoe sedang menyimpan sesuatu.

Apa jadinya jika seorang song yunhyeong tertarik dengan sifat goo junhoe yang sangat dingin kepada orang lain. Ia merasa tertantang untuk mendekati seorang goo junhoe yang susah didekati oleh orang lain. Apakah song yunhyeong akan berhasil mendekatinya dan melelehkan sifat goo junhoe yang dingin bagaikan es batu?.

Previous Chaptered :

Mereka pun menentukan dimana mereka akan bertemu dan chanwoo terlihat berterimakasi kepada yunhyeong yang akan membantunya. Chanwoo pun segera kembali ke kelasnya begitu pun dengan yunhyeong. Sesampainya chanwoo berada di belokan ia berhenti tiba-tiba. "Bagaimana?" sebuah suara menginterupsi langkah chanwoo. "Kelihatannya berjalan sesuai dengan rencana".

Chapter 5

KRING...KRING...KRING! bel tanda pulang berbunyi. Tanpa di perintah semua murid keluar berhamburan dari kelasnya masing-masing. Terlihat di depan kelas yunhyeong yang sudah ada chanwoo berdiri menunggunya. Awalnya chanwoo meminta yunhyeong untuk menunggunya di depan kelas chanwoo, tapi ayolah kalau itu sampai terjadi yunhyeong yang sedang berdiri di depan kelas chanwoo yang juga kelas junhoe pasti bisa-bisa ia mati berdiri.

Yunhyeong sudah membereskan semua buku-bukunya lalu melangkahkan kakinya keluar dari dalam kelas. "Chanwoo, kau sudah menunggu lama?" tanya yunhyeong. "Ani hyung, aku baru saja sampai sini". "Oooh..." ucap yunhyeong sambil terlihat sedang mencari seseorang. "Hyung mencari siapa?" chanwoo sadar dengan perilaku yunhyeong. "Ah tidak...mungkin perasaanku saja kita sedang diikuti oleh seseorang. Kajja ke rumahmu" dan akhirnya mereka pun meninggalkan sekolah. Tanpa yunhyeong ketahui ada sepasang bola mata yang mengintip di antara semak belukar. Sosok itu pun mulai bergerak ketika mereka perlahan berjalan meninggalkan sekolah.

Sepanjang perjalanan menuju rumah chanwoo, tidak ada percakapan yang berarti. Mereka lebih banyak diam dan asyik dengan kegiatannya masing-masing. Chanwoo yang asyik dengan ponselnya sedangkan yunhyeong yang asyik sedang memikirkan junhoe. Sesekali yunhyeong melihat kearah belakang. Bahkan jika di hitung ini sudah sekian kalinya melakukan hal itu. awalnya chanwoo biasa dengan perilaku yunhyeong, tetapi jika dibiarkan terus bisa-bisa kepala yunhyeong bisa putus dengan sendirinya karena kebanyakan menoleh ke belakang. "Hyung kenapa?" tanya chanwoo penasaran. "Entah mengapa aku merasa kita sedang diikuti oleh seseorang" ucap yunhyeong apa adanya. "Mana mungkin hyung, ini jalanan ramai kalau kita sedang diikuti orang dan orang itu melakukan kejahatan pasti itu tidak mungkin karena akan ada banyak saksi mata" jelas chanwoo panjang lebar. Yunhyeong pun mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan perkataan chanwoo tadi. Mengapa ia tidak berpikiran sampai seperti itu? batinnya. Ini pasti pengaruh karena yunyhyeong yang terus memikirkan junhoe. "Kita sudah sampai. Itu rumahku ayo masuk" ajak chanwoo. Yunhyeong sedikit terkejut karena tadi sempat ia asyik dengan pikirannya sendiri. Akhirnya mereka berdua pun masuk.

Rumah chanwoo tidak bisa di katakan kecil juga tidak bisa di katakan terlalu besar. Cat warna putih mendominasi rumah yang menurut yunhyeong adalah rumah idamannya. Gaya yang minimalis membuat rumah chanwoo sangat enak untuk ditinggali. Yunhyeong merasa aneh, dari ketika ia masuk dengan chanwoo hampir tidak ada seorang pun yang menyambut kedatangan chanwoo. "Hyung mencari orang tuaku?" tanya chanwoo sambil membawakan yunhyeong minuman. Yunhyeong hanya mengangguk. "Mereka sedang ada perjalanan bisnis, itulah kenapa aku minta bantuan pada hyung". Yunhyeong hanya bisa mendengarkan penjelasan dari chanwoo. Chanwoo pun menawarkan yunhyeong agar ke atas kamar chanwoo karena menurutnya di dalam kamar lebih nyaman daripada berada di ruang tamu.

Mereka sekarang berada di dalam kamar. Yunhyeong duduk di sofa sedangkan chanwoo mulai mencari-mencari sesuatu. "Ah ketemu juga" ucap chanwoo. Yunhyeong pun langsung melihat kearah chanwoo yang sedang membawa sebuah benda persegi panjang berwarna putih berukuran kira-kira 14 inchi. "Ini laptopku hyung... dari kemarin tidak bisa menyala meskipun sudah ku charger sampai penuh". Yunhyeong menerima laptop chanwoo dan mulai membolak-balikkan benda persegi panjang tersebut. "Kalau hyung ingin mengakses internet bisa kok... sebentar aku ke bawah untuk menyalakan jaringannya" dan chanwoo pun berjalan meninggalkan yunhyeong yang masih setia memegang benda persegi panjang tersebut. Yunhyeong pun melangkahkan kakinya menelusuri kamar chanwoo dan berhenti di balkon kamar chanwoo. Jarak antara rumah satu dengan yang lain sangatlah dekat. Mungkin bisa dibuat untuk melempar kertas dari sini ke rumah lain.

berusaha untuk melihat apa yang ada di dalam rumah sebelah, yunhyeong mulai membayangkan sesuatu. Andai saja rumah yunhyeong bertetangga dengan junhoe dan balkon kamar mereka dekat seperti ini, pasti ia sangat merasa senang dapat melihat kegiatan junhoe ketika pagi. Yunhyeong mulai membayangkan semuanya, hingga seseorang muncul dari balkon rumah sebelah dan ternyata itu junhoe. Yunhyeong hanya tersenyum, sepertinya ia mulai gila melihat junhoe sekarang berada di depannya. Senyum yunhyeong semakin mengembang karena imajinasinya sekarang terlihat sangat nyata. Junhoe sama-sama menatap yunhyeong ia juga tersenyum kearahnya. Posisi tersebut tetap bertahan sampai beberapa menit hingga "Yunhyeong hyung..." panggil chanwoo. Sontak yunhyeong membalikkan badannya. "Hyung sedang melihat apa?" tanya chanwoo. "Tidak melihatt apa-apa aku hanya..." yunhyeong kembali melihat balkon rumah sebelah dan ternyata tidak ada siapa-siapa. Ternyata tadi benar hanya khayalan yunhyeong saja. Yunhyeong pun tersenyum, senyum yang sangat terlihat ia paksakan. Ia sedikit kecewa karena harapannya tidak sesuai dengan kenyataan. Akhirnya yunhyeong pun kembali masuk ke kamar chanwoo. Chanwoo berniat menutup pintu balkon kamarnya sebelum ia mendapat sebuah pesan di ponselnya. Pengirim pesan tersebut adalah namja yang disukan oleh yunhyeong yang tadi ia lihat. "Apakah dia sudah menyadarinya?" itulah pesan yang dikirim oleh junhoe. Chanwoo pun menjawab pesan tersebut "Sepertinya yunhyeong hyung belum sadar kalau tadi itu hyung."

Yunhyeong kembali duduk di sofa kamar chanwoo. Pikirannya masih bergelut tentang siapa penghuni rumah sebelah. Setelah chanwoo kembali dari menutup pintu balkon, ynuhyeong bermaksud bertanya kepada chanwoo soal rumah sebelah. "Chanwoo-ah...aku mau bertanya...". "Mwo?" ucap chanwoo. "Tentang rumah sebelah, apa kau tahu siapa penghuninya?" yunhyeong merasa aneh sendiri jika bertanya hal tersebut kepada chanwoo. Chanwoo sedikit terkejut dengan pertanyaan yunhyeong tapi ia mencoba tenang. "Rumah sebelah ya hyung..."chanwoo nampak berpura-pura memasang pose berpikir. "Setahuku penghuninya adalah seorang laki-laki yang seumuran denganku. Tapi ia jarang terlihat. Berangkat sekolahnya juga sangat pagi jadi saat ia berangkat hampir semua orang tidak tahu" penjelasan chanwoo berhasil meyakinkan yunhyeong bahwa yang ia lihat tadi bukan junhoe.

"Kenapa hyung tiba-tiba bertanya tentang hal itu?" tanya balik chanwoo. "Ahh.. tidak ada apa-apa" meskipun yunhyeong berkata seperti itu chanwoo tetap berhati-hati. Lalu kegiatan berikutnya yunhyeong yang mencoba memperbaiki laptop milik chanwoo, sedangkan chanwoo sedang asyik dengan ponselnya. Bukan bermain game melainkan sibuk membalas pesan dari junhoe yang terus bertanya yunhyeong sekarang sedang apa. Sudah ada kira-kira tiga jam yunhyeong berada di rumah chanwoo dan semua itu ternyata tidak sia-sia. Laptop chanwoo sudah bisa hidup dan chanwoo berniat untuk membayar yunhyeong. Tapi yunhyeong menolaknya karena memang ia ingin membantu chanwoo dengan tanpa ada alasan apapun. Meskipun awalnya ia ingin bertanya sedikit tentang junhoe kepada chanwoo.

Hari sudah malam, chanwoo menawarkan yunhyeong untuk menginap di rumahnya mengingat besok hari libur. Yunhyeong menolak tawaran chanwoo dengan alasan ia tidak mau membuat ibunya khawatir. Chanwoo pun tidak bisa berbuat apa-apa dan membiarkan yunhyeong pulang sendiri. Mengingat rumah yunhyeong dengan chanwoo yang lumayan jauh, yunhyeong pun hanya bisa sampai ke rumah dengan naik bus. Chanwoo hanya bisa mengantarkan yunhyeong sampai depan pintu setelah itu yunhyeong berjalan sendirian menuju halte terdekat. Saat berjalan menuju halte, yunhyeong melewati rumah sebelah yang sempat ia tanyakan tadi kepada chanwoo. Lampu halaman rumahnya menyala, tandanya di rumah tersebut ada penghuninya. Tapi lampunya sedikit agak gelap dan jendelanya yang tertutup gorden membuat kesan yang agak menakutkan.

Mata yunhyeong tidak ada henti-hentinya melihat kearah rumah tersebut. Tanpa sengaja ia melihat ke jendela atas yang ternyata ada sebuah sosok laki-laki tinggi yang sedang berdiri memandangnya. Yunhyeong yang terkejut pun semakin mempercepat langkahnya seiring dengan langkah cepat yunhyeong sosok tersebut menghilang dari jendela. Yunhyeong merasa sosok tersebut menghilang dan ingin mengikuti yunhyeong. Yunhyeong terus berjalan tanpa menoleh ke belakang meskipun ia sangat ingin menoleh kebelakang. Ia merasakan bulu kuduknya berdiri saat ternyata ia mendengar bukan hanya langkahnya saja yang ia dengar. Yunhyeong terus berjalan dan ia mencoba berhenti dan ternyata langkah orang tersebut ikut berhenti. Yunhyeong kembali berjalan orang tersebut ikut berjalan. Yunhyeong semakin takut dan ia mencoba mempercepat langkahnya. Sosok tersebut masih berada di belakangnya. Hingga akhirnya yunhyeong berlari dan tanpa sengaja kakinya tersandung batu dan yunhyeong pun terjatuh. Ia sempat merutuki kecerobohannya, dan kembali merasakan bulu kuduknya semakin berdiri karena mendengar langkah tersebut semakin dekat dengan dirinya.

Yunhyeong masih setia dengan posisi awal ia terjatuh,. Ia tidak berani bangkit dan hanya bisa memegangi lututnya yang sakit. Pikiran yunhyeong sudah kacau. Bayangan-bayangan aneh mulai muncul dipikiran yunhyeong. Bagaimana kalau setelah ini yunhyeong diculik, lalu dibunuh? Ia belum mau mati, ia masih ingin meraih cita-citanya, ia juga masih ingin bertemu dengan ibunya di rumah. Yunhyeong tiba-tiba teringat junhoe, ia juga masih ingin bertemu dengan junhoe meskipun ia tahu sangat sulit mendekati junhoe. Air mata yunhyeong mulai keluar saat mengingat sosok junhoe. Jika ia mati sekarang maka ia tidak bisa bertemu dengan junhoe, bahkan ia juga belum sempat mengutarakan perasaannya kepada junhoe.

Langkah orang tersebut sudah berada tepat di belakang yunhyeong. Orang tersebut berdiri di belakang yunhyeong. Yunhyeong yang merasakan seseorang berdiri di belakangnya hanya bisa membulatkan matanya takut dan air matanya semakin deras. Ia bisa merasakan sosok di belakangnya membungkukkan badannya dan ingin menyentuh yunhyeong. Yunhyeong menutup matanya rapat-rapat dan tanpa sengaja diantara isakan tangisnya ia menyebut sebuah nama dengan lirih "Junhoe..."