HEARTLESS
Cast:
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
And OCs
.
.
ChanBaek (GS)
Romance, Hurt/Comfort
Happy Reading!
Butuh waktu beberapa saat bagi Baekhyun merenungi apa yang dikatakan oleh Jimin setelah ia menerima tawaran menyanyi itu.
Pokoknya Noona harus ingat yang bernama Park Chanyeol adalah tuan rumah pesta tersebut, bernyanyilah secara total, jangan membuat kesalahan sedikitpun. Setelah kau menyelesaikan tugasmu, segeralah pulang. Jangan lama-lama berada di tempat itu.
Setaunya Jimin adalah pemuda yang hanya akan mengangguk,tersenyum dan membungkuk sopan jika Baekhyun menyapanya. Ia mengernyit, mengapa Jimin berubah menjadi anak yang sedikit cerewet dengan memperingatinya ini itu?
Ia mengingat kembali wajah orang yang bernama Park Chanyeol itu dari foto yang Jimin tunjukan padanya.
Park Chanyeol.. Pikirnya. Nama itu sedikit tak asing baginya.
Baekhyun pun memilih untuk tidak terlalu ambil pusing, karena yang terpenting saat ini adalah kesehatan Baekhee.
"Eonni tak apa kan aku tinggal sebentar? Ahjussi pemilik toko susu itu memintaku menemuinya.."
Baekhyun berbohong.
"B.. " Panggil Baekhee lirih.
Baekhyun tau apa yang ingin Baekhee katakan, karenanya ia menyela dengan cepat.
"Istirahatlah, tidak usah memikirkan apapun. Oh, Minseok Eonni akan datang sebentar lagi, aku memintanya menjagamu sementara aku pergi." Ucapnya sambil tersenyum mengelus lembut surai coklat Sang kakak.
Baekhee pun mengangguk membalas tersenyum.
"Aku tak akan lama."
Ya, semoga saja. Ahh..Kau tau caranya Berdoa memohon keselamatan kan, Byun Baekhyun?
Setelah menunggu kurang lebih 20 menit di depan Rumah Sakit, sebuah mobil hitam mengilat berhenti tepat di depan Baekhyun, lantas seorang lelaki berwajah kotak keluar dari mobil tersebut.
"Kim Jongdae-ssi?"
"Ne,, silahkan masuk nona.." Ucap Jongdae ramah mempersilahkan Baekhyun masuk ke dalam mobil.
.
Seorang wanita cantik berdimple dengan cerianya menyapa Baekhyun ketika ia memasuki ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa gaun dan peralatan Make up.
"Hello sweet girl! aku Yixing.. pakailah ini, aku akan meriasmu setelahnya. Kita tak punya waktu lagi, cepatlah.." Ucap wanita bernama Yixing itu sambil menyerahkan Sleeveless Dress yang sukses membuat Baekhyun tercengang.
Ini pertama kalinya bagi Baekhyun melihat dan menyentuh secara langsung,, Tidak, Ia bahkan mengenakan gaun seindah itu, gaun panjang berwarna putih dengan glitter yang tidak terlalu mencolok itu tampak menyatu dengan tubuhnya, dan dengan belahan dada yang sedikit rendah, gaun itu sukses membuat Baekhyun terlihat anggun dan seksi secara bersamaan. Baekhyun yakin bahkan gajinya dari mengantar susu selama setahun penuh pun tak akan cukup untuk membeli gaun seperti itu.
Apakah ini tidak berlebihan? Aku hanya menyanyi.. Pikirnya
"Whoa,, sangat pas di tubuhmu.." Yixing berseru.
Baekhyun tersenyum karenanya.
"Nah.. duduklah dan tutup matamu,, biarkan aku berkarya." Ujar Yixing dan mulai memoles wajah Baekhyun.
Dan beberapa menit kemudian Baekhyun membuka matanya, Ia mengerjap kagum melihat bayangannya sendiri di depan cermin. Astaga, gadis dalam cermin itu bukanlah dirinya, bukan Baekhyun, ia tampak sangat.. sangat cantik dengan riasan di bagian mata yang membuatnya berkali-kali lipat lebih indah dari biasanya, bibir tipisnya yang merah merekah berkilauan dan rambut hitam sedikit bergelombang yang Yixing biarkan tergerai di bahu kanan guna membuat bahu kirinya yang mulus terekspos.
Namun kekagumannya itu tak bertahan lama ketika menyadari ternyata belahan dada dari gaun yang ia kenakan membuatnya sedikit tidak nyaman, haruskah Baekhyun meminta jarum dan benang kepada Yixing untuk menjahit sedikit bagian itu?
Tak apa B.. kali ini saja, demi Baekhee Eonni.. Batinnya menyemangati.
"Gosh! You are so gorgeous.." Seru Yixing dengan tatapan berbinar.
Tak lama kemudian Jongdae memasuki ruangan tersebut, dan ia sedikit terkejut melihat Baekhyun yang sangat berbeda dengan yang ia temui di depan Rumah Sakit saat menjemputnya.
The Prettiest Noona in our neighborhood..
Seketika kata-kata Jimin terngiang di benaknya.
Bocah itu tidak main-main dengan perkataannya.. Pikir Jongdae.
"Mari nona.."
Baekhyun mengikuti langkah Jongdae dan keluar dari ruangan tersebut.
.
.
Sebagai Tuan rumah, tentu saja Park Chanyeol harus menjadi pusat perhatian di pestanya itu. Oh betapa tampannya ia mengenakan stelan Jas berwarna merah maroon dipadukan dengan Turtleneck hitam yang senada dengan warna sepatunya yang mengilat. Tak lupa rambut coklat gelap yang ia naikkan memberi akses untuk dahinya yang seksi itu bereksistensi. Sial!
Lantas ia turun dari lantai dua mansion mewahnya itu menuju lantai bawah tempat dimana teman-temannya mungkin sudah memulai pestanya.
Ketika menyusuri tangga, Chanyeol memberi jeda kepada berpuluh-puluh pasang mata wanita yang menatapnya penuh damba lantas ia menganugerahkan senyuman menawannya yang mematikan. Seperti yang sudah ia duga, mereka semua menggila.
Ia turun dan sedikit mengangguk ketika beberapa orang membungkuk hormat kepadanya dan beberapa temannya yang menyapa, lantas menghampiri Jongin dan menepuk pemuda itu.
"Whoa.. You look— Spectacular.." Chanyeol menyipitkan matanya melihat penampilan Jongin yang sedikit tak beraturan, kelihatan sekali pemuda tan itu habis mencumbui wanita.
Jongin mendecih."Lihat siapa yang berbicara.."
Well.. Chanyeol dan Jongin memang tak ada bedanya. Selain sama-sama anak orang kaya, mereka juga sama-sama Brengsek, pemain wanita, penikmat sex, dan pecandu pil putih pucat bernama Ekstasi yang saat ini tengah mereka nikmati dengan segelas minuman berkadar alkohol tinggi.
Chanyeol masih sepenuhnya sadar, berbeda dengan Jongin yang sepertinya sudah tak bisa membedakan mana yang halusinasi dan mana yang bukan.
Sebuah suara lembut menyapa telinganya, kemudian ia mengalihkan pandangannya ke sebuah panggung mini yang berada beberapa meter di depannya. Lantas menyeringai licik melihat gadis yang belum sempat ia balas perlakuannya karena berani menatap tajam seorang Park Chanyeol di Club waktu itu.
Ahh,, jadi kau penyanyi nya.. Pikirnya.
Namun seringaiannya tersebut tak bertahan lama ketika..
Dream dasin kkuji mothaneun
Neomu gibun joheun kkum
Naneun niga kkok geureon geo gateunde..
Gadis itu bernyanyi dengan menampilkan senyuman lebar.
Chanyeol bungkam menaikkan sebelah alisnya.
Dream jongil areungeorineun
Neomu gibun joheun kkum
Geuge baro neo
Senyuman itu masih mengembang dan matanya sesekali terpejam menikmati alunan musik yang mengiringi lagunya, membuat Chanyeol mematung.
Chanyeol, You still here?
Well I don't care
Even if you're a sweet liar
Gadis itu membuka matanya masih dengan tersenyum dan matanya menelisik sekeliling ruangan pesta, pandangannya berhenti tepat pada lelaki yang juga tengah memandangnya lekat.
Berani sekali kau tersenyum seperti itu padaku, mencoba bersikap sok akrab huh? Pikir Chanyeol.
Well I don't care
Cause I will make you believe..
Mereka masih bersitatap, gadis itu masih tersenyum. Namun, ada sedikit rona merah bercampur kegugupan yang tergambar jelas di wajahnya. Hal itu sukses membuat Chanyeol kehilangan dirinya untuk beberapa saat. Ia seolah hilang! Tidak, ini bukan karena efek dari sebutir Ekstasi yang ia telan sebelumnya, karena pil putih pucat itu akan bereaksi jika Chanyeol sudah menkonsumsinya lebih dari satu butir.
Oh Shit! What the fuck is wrong with you Park Chanyeol?! Batin Chanyeol memaki. Kesadaran menamparnya telak dan melemparnya kembali ke dunia nyata. Mengembalikan lagi seorang Park Chanyeol yang sesungguhnya. Membekukan kembali hatinya seketika setelah beberapa detik yang lalu seolah mencair tanpa seizinnya.
Ia marah, lantas membanting gelas yang sedari bertahan di tangannya dengan sangat keras tepat di depan panggung mini itu, seketika ruangan tersebut mendadak sunyi. Para tamu undangan memandang ngeri ketika melihat kilatan marah tergambar jelas di bola matanya.
"AKU MEMBAYARMU MAHAL BUKAN UNTUK LELUCON SEPERTI INI! SUARAMU BURUK!" Bentaknya sangat keras kepada gadis yang masih terlihat terkejut dan kini sedikit beringsut ketakutan. Byun Baekhyun.
Ahh bermain-main sebentar sepertinya menyenangkan.. kembali ia membatin.
Chanyeol bangkit dari kursinya, ia berjalan menuju sebuah dinding dimana tiga papan persegi dengan garis membentuk bundar dan titik merah di tengahnya menempel di sisi kiri, kanan, dan atas sementara satu papan dengan ukuran lebih besar menempel di bagian tengah dinding tersebut.
"Kemari kau.." Chanyeol memerintah dan memberi isyarat dengan tangannya agar Baekhyun mendekat.
Baekhyun berjalan mendekat dengan ragu, wajahnya tertunduk.
"Berdiri di situ." Kembali Chanyeol memerintah Baekhyun untuk berdiri di depan papan yang menempel di bagian tengah.
Meskipun Baekhyun sedikit bingung ia menuruti perintah tersebut tak berani membantah. Seolah jika ia membantah, tatapan tajam lelaki itu akan membuatnya tewas seketika.
"Chingudeul.. gadis ini membuat pesta kacau dengan suaranya yang buruk" Chanyeol berucap kepada teman-teman yang menatapnya heran.
Jelas-jelas suara Baekhyun tidak seburuk itu. Buktinya sedari tadi mereka menikmati penampilan Baekhyun. Selain karena suaranya, kecantikan gadis itu membuat para tamu undangan enggan mengalihkan pandangan mereka.
Ayolah, Chanyeol hanya mencari-cari alasan.
"Karena dia sudah sangat lancang mengacaukan pestaku, aku akan sedikit mengajaknya bermain." Chanyeol menyeringai ketika membuka salah satu laci meja yang berada di ruangan tersebut, dua buah pisau mengilat dengan ukuran satu jengkal tangan orang dewasa dan sebuah pistol berada di tangannya. Hal itu membuat semua orang yang berada di ruangan tersebut terperangah, termasuk Baekhyun.
Astaga.. apa yang akan ia lakukan..? Pikir Baekhyun.
Oh jika biasanya area tengah itu diisi oleh foto orang-orang yang Chanyeol incar untuk ia hancurkan hidupnya, kali ini berbeda. Seorang gadis polos yang terlihat ketakutan itu berdiri mengisi area tersebut.
"Permainannya sederhana.." Chanyeol memberi jeda.
"Aku melempar kedua pisau ini secara bersamaan dan kau tidak boleh berkedip sama sekali." Lanjutnya menunjuk kedua pisau yang berada di tangan kanannya.
"Jika kau berkedip,, pistol ini akan langsung meledakkan isi kepalamu" Ucapnya enteng lantas mengangkat pistol yang berada di tangan kirinya.
Sumpah demi apapun, Baekhyun sangat terkejut mendengar penuturan Chanyeol tersebut. Ia merasa ngeri melihat pisau dan pistol yang berada dalam genggaman Chanyeol. Ia ingin menangis, sungguh. Ia benar-benar ketakutan sekarang. Apa yang telah ia perbuat? Apa ia melakukan kesalahan?
"Ahh kau tenang saja, lemparanku tidak selalu mengenai sasaran." Ujar Chanyeol terkekeh melihat ekspresi ketakutan dari gadis tersebut.
Dengan sisa keberanian yang Baekhyun punya, ia mencoba memandang lurus ke depan dan meyakinkan dirinya sendiri. Meskipun seluruh tubuhnya saat ini melemas.
Chanyeol mengambil beberapa langkah memberi jarak, melepas Jas yang ia pakai lantas menggulung lengan Turtleneck hingga sikunya. Dan kemudian ia melempar kedua pisau itu dengan cepat secara bersamaan.
Pisau-pisau itu meluncur dengan sangat cepat membelah udara dan menancap sempurna di sisi kiri dan kanan tubuh Baekhyun. Entah mendapat kekuatan darimana, gadis itu tidak berkedip sama sekali, matanya memandang lurus ke depan namun terlihat berkaca-kaca, ia menggigit bibir bawah, tubuhnya sedikit bergetar.
Dan ternyata Baekhyun tidak seberuntung itu, karena salah satu mata pisau yang menancap di sisi kanannya sempat menggores kulit di bagian atas siku dan mengoyak daging di area tersebut hingga membuat tubuh gadis itu bergetar menahan sakit. Darah segar pun mengalir hingga mencapai jemari lentiknya. Gadis itu terhuyung jatuh ke lantai, ia menunduk.
Chanyeol sedikit terkejut melihat darah yang sudah menodai gaun putih yang Baekhyun kenakan. Ia menghampiri Baekhyun lantas berjongkok di depannya, dan tanpa sadar tangannya perlahan mengangkat dagu gadis tersebut.
Baekhyun mendongak, matanya kian berkaca-kaca. Tangan kirinya ia gunakan untuk menutupi luka berharap darah itu tidak terus mengalir. Ia menatap Chanyeol dengan mata basahnya, dan setetes air mata yang sedari tadi ia tahan meluncur di pipinya.
Chanyeol mengerjap, kembali ia kehilangan dirinya sendiri untuk sesaat. Ia memandang lekat gadis di hadapannya itu, Namun Chanyeol tak menemukan itu, ia tak menemukan mata tajam yang menatapnya waktu itu, yang ada hanya mata sayu dengan iris yang tersapu liquid bening seolah memberitahu bahwa pemiliknya sedang kesakitan, dan itu sedikit membuat Chanyeol tersudut, hanya sedikit.
"KIM JONGDAE!" Ia berteriak keras menyadarkan semua orang yang seolah terhanyut oleh aksi saling tatapnya dengan Baekhyun.
"N-ne.." Jongdae menghampiri Chanyeol dengan ragu, ia terbata karena sedari tadi ia hanya menyaksikan itu semua tanpa mampu menolong Baekhyun.
Chanyeol memejamkan matanya sejenak, lantas menggerakkan tangannya memberi isyarat dengan gestur mengusir.
"Bawa dia pergi dari sini sekarang!" Perintahnya dengan nada tajam.
"Baik, tuan muda,," Lantas Jongdae membantu Baekhyun berdiri dan membawanya keluar dari mansion mewah tersebut.
Melihat itu semua para tamu undangan yang berada di pesta tersebut mamandang ngeri. Yeah, hanya sebatas itu, karena pada dasarnya anak-anak orang kaya seperti mereka kurang memiliki rasa empati. Buktinya setelah Baekhyun meninggalkan tempat tersebut, mereka tetap melanjutkan pestanya dan menganggap kejadian barusan hanyalah angin lalu.
Chanyeol merasa ini bukan apa yang ia harapkan sebelumnya, ia hanya ingin memberi gadis itu pelajaran karena sudah berani menatapnya tajam waktu itu. Membuat gadis itu terluka sungguh diluar dugaannya.
Apakah Chanyeol peduli? Tentu saja Tidak! Ia bahkan tidak menyesal sama sekali.
Ia hanya merasa heran, Ini adalah kedua kalinya Chanyeol bertatapan dengan gadis itu, namun tatapan gadis tersebut kali ini sangat berbeda, terlebih saat ia menyanyi tadi. Tidak ada tatapan tajam, tidak ada raut kebencian, yang ada hanya... Oh yeah.. Senyuman itu.
"Wow—wow.. yang tadi itu apa?" Tanya Jongin, diam-diam ia menyaksikan kejadian yang lumayan seru menurutnya.
Chanyeol memutar bola matanya.
"Bukankah dia gadis DJ itu? Aku hampir tidak mengenalinya, Whoa.. She is more beautiful than before." Lanjut Jongin dengan entengnya membuat Chanyeol mengernyit.
Chanyeol akui gadis itu memang cantik, terlebih malam ini. Namun jika dibanding dengan wanita-wanita Chanyeol sebelumnya, gadis itu tak ada apa-apanya.
"Kurasa dia akan jera dan enggan untuk bertemu denganmu lagi Park Chanyeol." Kembali Jongin berucap dengan kekehan yang terdengar menyebalkan di telinga Chanyeol.
Namun bagus jika gadis itu jera, bukankah Chanyeol tak perlu lagi melihat senyuman bodoh itu? Gadis itu akan mati jika berani tersenyum seperti itu lagi kepadanya.
"Kau terlihat mengagumkan tadi, Park Chanyeol." Seorang wanita yang sangat cantik dengan gaun yang terlihat mencetak lekuk tubuhnya itu menghampiri Chanyeol dengan gestur menggoda, membuat Chanyeol yang sedang dalam kondisi yang tak normal tersebut menyeringai setan.
Sebuah pemikiran yang salah jika ia pikir Chanyeol akan dengan ramah membalas sapaannya tersebut, karena yang Chanyeol lakukan setelahnya adalah menarik tangan wanita itu dan memojokkan tubuhnya ke dinding kemudian melumat kasar bibirnya, tangannya meremas kuat payudara si wanita hingga membuatnya melenguh. Lantas sedikit menyeret wanita itu masuk ke dalam kamar yang berada di lantai bawah mansionnya tersebut.
Jongin mendengus..
Semoga saja wanita itu bisa berjalan dengan normal besok pagi.. Pikirnya.
Hell.. Sepertinya Chanyeol akan menyiksa wanita itu habis-habisan di atas ranjang.
.
.
-Heartless-
Baekhyun tak bisa menahan senyumannya ketika melihat Minseok dan Jimin meringis saat jarum itu menembus kulit Baekhyun ketika perawat menjahit lukanya.
"Aku tak apa.."
"Kau hampir mati.." Jimin menyela.
Baekhyun tersenyum.
"Jongdae Hyung menceritakannya padaku.. Maafkan aku Noona.."
"Hey, kenapa meminta maaf? Terimakasih berkat kau, aku bisa membayar pengobatan Baekhee Eonni."
"Apa sangat sakit, B?" Tanya Minseok masih dengan meringis.
"Tentu saja, aku bahkan tadi menangis.." Baekhyun terkekeh."Sekarang sudah tidak apa-apa Eonni.. Aku hanya sedikit terkejut. Emm—bisakah kalian merahasiakan ini dari Eonniku? Dia akan.. kalian tau" Lanjutnya lirih.
"Tentu saja, kami tidak akan memberitahunya." Jawab Minseok.
Setelah Minseok dan Jimin pulang, Baekhyun memasuki kamar rawat Baekhee dan duduk di samping ranjang. Eonninya itu sudah tertidur pulas. Well.. mengingat ini sudah larut malam.
"Aku bertemu seseorang hari ini.." Ucap Baekhyun pelan memecah kesunyian.
"Dia sedikit kasar.." Adunya.
"Oh tatapannya membuatku gugup.." Ia menutup wajah dengan kedua tangannya.
"Dia— sangat Tampan.."Baekhyun tersenyum menggigit bibir bawahnya. Pipinya merona.
.
.
.
TBC
.
.
AN:
Aaakk ChanBaek moment macam apa itu? *Digampar Readers*
Makin absurd dan ngebosenin yekaannn? Huhuu T.T
Udah pada nonton MV dream Baek feat Suzy kan ya? Nah B nyanyi itu bayanginnya ekspresi Suzy nya ya, soalnya pas banget Suzy nyanyinya sambil senyum-senyum malu cantik gemesin! uuhh cocok aja ekspresinya sama karakter B disini yang suka senyum bikin nganu gitu.. lararara...
Masih mau review? :(
