Tittle

Permaisuri Kabut

cast

Kim Kibum x Cho Kyuhyun

Genre

Fantasy, Romance

Warning

Boys Love, typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya, bahasa tidak sesuai EYD, cerita abal.

Jika ada kesalahan atau ada kemiripan penulisan dan atau ada sesuatu yang kurang berkenan harap di maklumi.

.

.

.

Don't like Don't read, that SIMPLE.

Okay

.

.

.

Happy reading

.

.

.

.

[~Lizz_L_L~]

Prang

Langkah kaki Kyuhyun seketika terhenti saat mendengar suara benda yang jatuh ke lantai. Entah memang jatuh atau sengaja di banting Kyuhyun tak tau yang jelas pemuda manis itu yakin jika dirinya akan mendapat masalah setelah ini. Desahan berat tanpa sadar lolos dari bibirnya.

Puk

Tepukan pada bahunya menyadarkan Kyuhyun dari keterpakuannya. "Kau pergilah, jangan masuk kesana, pergilah sekarang juga, aku yang akan menghadapi mereka, aku tidak ingin kau kelepasan dan menjadi gila karena ulah mereka." ucap Kuixian yang keluar menjadi sosok kekal yang tiba-tiba berbicara dan berdiri tepat di sebelahnya seraya menahan bahu Kyuhyun untuk tidak melangkah semakin jauh memasuki rumah.

Kyuhyun menunduk dalam terpenjara oleh pikirannya sendiri kemudian mendongakan kepalanya melihat Kuixian sejenak dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Aku ada di taman belakang jika kau mencariku" putus Kyuhyun seraya berbalik pergi dengan tatapan kosong dan iris selelehan caramel miliknya yang tak berpendar. Kuixian tau jika orang tua Kyuhyun adalah monster gila yang menyedihkan tapi Kyuhyun jauh lebih gila di banding monster manapun jika dia sedang marah, dan Kuixian tidak ingin Kyuhyun menyesali perbuatannya nantinya karena sifat iblisnya yang keluar di saat yang tak tepat dan untuk itulah Kuixian ada.

Kuixian menatap punggung pemuda yang memiliki wajah sama sepertinya itu dengan ekspresi tak terbaca dan cepat mengalihkan fokusnya kembali pada pegangan pintu yang sempat di lepaskannya tadi tepatnya pegangan pintu yang di pegang oleh Kyuhyun. Dengan sikap kelewat santai Kuixian memasuki rumah mewahnya. Belum ada dua langkah dia masuk kedalam rumah sebuah guci berukuran sedang terlempar dan melayang tepat ke arahnya refleks Kuixian melindungi wajahnya dari hantaman guci itu dengan lengannya, membuat tubuhnya terdorong ke belakang hingga Kuixian jatuh terduduk dengan lengannya yang sedikit berdenyut sakit, terlihat luka sobekan akibat pecahan guci yang mengenai pelipis dan pipi kanannya membuat cairan merah berbau karat merembes dari celah kulitnya yang sobek, cairan kental itu mengalir dengan cepat.

"Anak sialan, gara-gara kau keluargaku hancur berantakan, brengsek kenapa aku tidak membunuhmu saat kau lahir, kenapa kau harus hidup dalam diriku dan menjadi kutukan untuk hidupku" jerit suara melengking seorang wanita paru baya yang datang dengan wajah merah berserta lelehan bening kystal di wajah pucatnya dan dengan beringas menerjang Kuixian, melakukan penyerangan dan tindakan anarkis lainnya pada pemuda manis itu secara tiba-tiba, Sementara Kuixian hanya diam saja menerima segala tamparan tendangan dan jambakan wanita yang harusnya mengasihinya kini malah menjadi sang penyiksa dirinya.

"Terus saja memukulinya sampai dia mati, kurasa hanya itu yang bisa kau lakukan untuk membersihkan noda yang ada pada dirimu" ucap suara seorang pria dengan nada dingin menusuk, ya dia adalah ayah Kyuhyun, seorang laki-laki paru baya yang terlihat tampan yang sejak tadi terdiam menatap istri yang menganiaya anaknya sendiri, tak lama kemudian dengan acuh laki-laki itu mulai berjalan meninggalkan ruang tamu dengan langkah angkuh.

"Kau pikir siapa dirimu hah~apa kau orang suci brengsek, kau pikir aku tak tau tentang semua kebusukanmu di belakangku dengan pelacur-pelacur itu, hhuuwwwaaaa...aku akan membunuhmu." jerit ibu Kyuhyun melemparkan segala benda yang bisa dia raih dan berteriak keras penuh kekesalan seperti orang gila saat melihat suaminya berjalan acuh meninggalkannya seorang diri bersama Kyuhyun.

"Kau~hosh~hosh~ini semua adalah salahmu, kau tidak pantas untuk lahir di dunia ini, aku membencimu hingga ke tulang sum-sumku, brengsek~kenapa kau tidak mati dan lenyap dari pandanganku, kenala kau selaku menjadi mimpi buruku" jeritnya sekali lagi dan mulai menampari, mencakar dan memukul Kuixian yang masih diam tak bergeming, terduduk di depan pintu. Hingga ibu Kyuhyun jatuh dan ikut duduk bersimpuh di depannya dengan raut wajah serta penampilan kacaunya masih menangis menjerit.

"Apa itu sakit?!" tanya Kuixian setelah sekian lama terdiam di perlakukan kasar oleh orang yang melahirkannya itu.

Tangisan ibu Kyuhyun terhenti dan dia mulai menampilkan ekspresi bengisnya dan berniat menarik surai caramel milik Kyuhyun.

"Kau pasti senang melihatku seperti ini karena anak busuk sepertimu, tentu saja kau senang kau~"

"Senang, aku bahkan tak bisa merasakan apapun saat ini, aku tidak memiliki amarah, rasa sedih, rasa sakit ataupun rasa senang untuk apapun yang kau lakukan nyonya, kau bukan hal penting untukku, ah~kukira kau harus tau satu hal, jika kau tidak ingin mati berhentilah menyiksa Kyuhyun, karena tidak setiap hari akulah yang kau temui!" ujar Kuixian menatap dingin ibunya dengan sorot mata yang menyiratkan ancaman terselubung. "Kali ini kau masih selamat karena bukan Kyuhyun yang ada di depanmu, aku hanya mengasihimu untuk saat ini, berhentilah menyiksanya jika kau tak ingin berakhir menjadi potongan-potongan daging cincang menyedihkan, Nyonya" dingin, menakutkan dua kata itulah yang hinggap dan di rasakannya saat ini, bahkan NY. Cho tak pernah satu kali pun melihat Kyuhyun yang berbicara dengan nada dingin tanpa intonasi dengan raut wajah yang terlihat mengerikan serta aura mengintimidasi yang sangat kentara.

"Siapa kau?!" tanya Ny. Cho dengan nada skeptis sedikit berjengit ngeri saat melihat luka-luka yang bersarang di wajah Kyuhyun mulai menghilang satu persatu dan tak berbekas.

"Aku~" jedanya seraya bangkit berdiri tampak menjulang di depan wanita paru bawa yang kini melongoh dengan wajah pias karena aura mencekam yang di bawa Kyuhyun atau Kuixian. "Aku adalah Kuixian, aku adalah sebuah mimpi buruk" ucapnya lagi dengan sorot mata mengancam dan aura gelap yang melingkupi tubuhnya membuat Ny. Cho memekik takut berakhir dengan meringkuk seperti pesakit yang menyedihkan serya menjerit-jerit histeris saat menunjuk Kuixian sebagai iblis.

[~Lizz_L_L~]

Tes

Tes

Kyuhyun mengusap pelipisnya yang tiba-tiba basah, di sana di telapak tangannya terdapat cairan merah kental berbau besi yang merembes di pelipisnya yang tiba-tiba koyak dengan darah yang mengalir dengan deras dan mulai membasahi baju seragam yang di kenalannya.

"Sepertinya tidak berakhir baik, ini pasti berbekas, ah~" Kyuhyun berjengkit dan memegang sudut bibirnya yang tiba-tiba terasa peri saat dia berbicara dan benar saja sudut bibirnya sudah koyak dan berdarah.

"Hah~tampangku pasti terlihat sangat menyedihkan saat ini" ucap Kyuhyun lagi seraya menengadahkan kepalanya ke atas langit dan mulai mengerakan ayunan yang di dudukinya sejak tadi. Pikirannya mulai mengosongkan dengan iris caramelnya yang berpendar meredup.

"Kyu-chan!?" seru sebuah pangilan dari arah belakangnya, tidak keras namun juga tidak pelan, membuat Kyuhyun seketika menghentikan laju ayunan yang di dudukinya. Kyuhyun terdiam membeku saat mendengar panggilan sang pemilik suara berat yang memanggilnya tanpa menolehpun Kyuhyun sangat mengenali suara siapa yang telah menyerukan namanya dengan panggilan seperti itu, dia tau dan mengenali pemilik suara familiar itu, sekali lagi Kyuhyun mendesah keras. Sepertinya dia sudah tak bisa mengelak lagi. Takdirnya mungkin akan memanggilnya lebih cepat.

"Sial~" desahnya pelan.

[~Lizz_L_L~]

"Hari ini malas sekali pergi ke sekolah, ini semua gara-gara kau, Kuixian~katanya mau membantu kenapa kau malah membuat wajahku menjadi babak belur seperti ini, menyebalkan" gerutu Kyuhyun di sepanjang perjalanan menuju ke sekolahnya. Tentu saja apabila Kyuhyun terluka Kuixian sama sekali tak tersentuh dan tak mendapat akibat apa-apa, tapi jika Kuixian terluka maka luka-luka itu akan berpindah ke tubuh Kyuhyun secara otomatis, karena mereka adalah satu.

"Ah~aku kan sudah bilang minta maaf, berhentilah merengek Kyu" desah Kuixian terlihat frustasi pasalnya sudah hampir tiga puluh menit Kyuhyun mengoceh saat melihat ekspresi dan tampilan wajahnya sendiri yang jauh dari kata baik.

"Aku tidak ingin sekolah" ujarnya dengan bibir yang mengerucut sebal. "Mana mungkin aku menunjukan wajah kacau seperti ini, pasti duo berisik EunHee pasti akan terus mencecarku, Xian" rengek Kyuhyun sekali lagi. "Gantikan aku oh~aku malas kesekolah" rajuknya lagi.

"Baiklah-baiklah aku yang akan pergi mengantikanmu, astaga kenapa aku harus menjadi vernd mu sih, kau itu menyebalkan sekali" decak Kuixian ikutan sebal dan membela dirinya menjadi dua.

"Hehehe~aku tau kau memang yang terbaik Kuixian, oke selamat ke sekolah aku mau main dulu" ujar Kyuhyun dengan wajah kelewat cerianya yang kini dengan semangat melambaikan tangannya pertanda jika dia akan segera pergi memulai aksinya.

Kuixian mencekal pergelangan tangan Kyuhyun, "maaf, karena aku sudah membuatmu terluka" ucap Kuixian penuh permintaan maaf dan rasa sesal di hatinya.

"Tidak apa-apa, aku baik, terima kasih sudah mencegahku Kuixian" balas Kyuhyun dan memeluk Kuixian erat. "Oke aku mau main, berangkatlah kalau kau tak ingin terlambat dan di hukum"peringat Kyuhyun dengan wajah menyebalkan.

"Aarrggg~sialan aku terlambat" teriak Kuixian dan segera berlari meninggalkan Kyuhyun yang masih terkekeh di taman itu.

"Ja~sekarang kita kemana?! Baiklah~sebelum melakukan apapun pantang jika perut dalam keadaan kosong" ujar Kyuhyun ceria tanpa beban. Kyuhyun berjalan sambil melompat-lompat kecil namun iris selelehan karamelnya terpaku pada sebuah objek yang menurutnya sangat menarik perhatian iris selelehan karamelnya karena sebuah eksistensi seorang pemuda bersurai segelap malamnya yang terlihat mengrusak surainya kasar, sepertinya terlihat sekali jika dia sedang kesal entah karena apa. sebuah kantong mata gelap telah bersarang di bawah matanya namun penampilannya kacaunya sangat lucu sekaligus seksi menurut Kyuhyun, hingga membuatnya sulit untuk sekedar mengalihkan tatapannya.

"Dia tampan?!" gumam Kyuhyun pada angin tanpa sadar iris selelehan karamel miliknya menatap intens pemuda bersurai kelam itu dengan tatapan tertarik. Kyuhyun berjalan mendekat ke arah si pemuda bersurai kelam yang tak lain adalah Kibum yang tampak tengah memejamkan matanya menunggu bis di dalam halte yang terlihat sepi pada pagi menjelang siang itu. Tak berapa lama dengkuran halus mulai terdengar dari bibir Kibum dengan kepala yang menunduk-nunduk karena di serang kantuk, membuat Kyuhyun tertawa senang melihat Kibum dengan alasan yang tidak di ketahui nya.

"Oh~bis datang" ucap Kyuhyun keras tanpa sadar membuat Kibum tersentak terkejut, namun setelah menguap lebar dengan langkah sedikit terseok Kibum berniat menaiki bis merah itu, entah telah di rasuki oleh apa Kyuhyun berjalan di belakang Kibum, mengekori Kibum serta berniat ikut naik ke dalam bus kemanapun tujuan Kibum pergi, entah virus apa yang sedang merasukinya hingga dalam sekejap Kyuhyun telah berubah menjadi stalker orang yang baru pertama kali di lihatnya dengan sorot mata tertarik.

"Hyung, pintunya ada di sebelah kanan" peringat Kyuhyun saat Kibum masih dengan keadaan setengah sadar malah menabrak bagian kiri badan bis.

Kibum tersentak dan membuka matanya sedikit, dia sadar jika salah jalan dan mulai memasuki pintu bis. Kyuhyun kembali tersenyum senang melihat reaksi bodoh yang tercetak di wajah Kibum saat hampir menabrak badan bis. Setelah masuk bis kembali melaju kencang, Kyuhyun mengambil tempat duduk dua deret di belakang Kibum masih tak berniat mengalihkan tatapannya dari wajah mengantuk laki-laki yang dalam tiga detik berhasil menarik minatnya. Entah sudah berapa lama yang jelas Kyuhyun merasa baru duduk tapi mereka sudah sampai di tempat tujuan. Lagi-lagi Kibum tersentak dan turun dari dalam bis, bahkan kini dengan semangat Kyuhyun melompat lebih dulu dari dalam bis mendahului Kibum.

"Hyung, kaki kanan dulu, awas tersandung" peringat Kyuhyun yang menatap Kibum masih dengan mata sedikit terpejam namun menuruti perintah Kyuhyun dengan patuh, dan hal itu membuat Kyuhyun mengeram gemas melihat tingkah polos kelewat bodoh yang di tunjukan Kibum padanya, membuat Kyuhyun terkikik semakin kencang melihat Kibum yang menuruti semua ucapannya tanpa protes.

"Ayo aku antar, kau ingin kemana?!" tanya Kyuhyun mencoba mengajak bicara makluk setengah sadar itu.

"Eng~Kantor" meski dengan otak setengah terbang Kibum masih bisa menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan jawaban waras meski dengan jawaban yang terdengar lumayan ambigu. Kyuhyun terlihat berfikir, menurut kalian kantor apa yang di maksud oleh kibum. Namun setelahnya Kyuhyun kembali menampilkan senyum cerianya. Tak ingin ambil pusing dengan kantor yang di maksud Kibum.

"Namamu siapa?!" tanya Kyuhyun masih mengikuti langkah terseok Kibum menuju kantor kepolisian dengan otak yang masih melayang terbang di pulau kapuk.

"Kim~Kibum" jawabnya singkat.

"Ah~Kim Kibum ya, aku tertarik padamu hyung, ayo pacaran denganku!?" ucap Kyuhyun lagi masih dengan senyum manis yang tersunggih di bibirnya. Jeda lama tak ada tanggapan hingga Kyuhyun mengulangi pertanyaannya.

"Ah~baiklah" balas Kibum seraya menguap lebar, bahkan dia tidak sadar dengan jawabannya sendiri, Kibum hanya ingin segera sampai di kantornya, di kursinya dan melanjutkan tidurnya lagi, sungguh Kibum butuh tidur setelah hampir seminggu dia tidak tidur dan mengistirahatkan tubuhnya dengan layak yang kini terasa ngilu dan sakit sakit karena menangani sebuah kasus rumit di sertai aksi kejar-kejaran heboh.

"Awas~kau hampir menabrak tiang pacar" ujar Kyuhyun yang merubah panggilannya dari hyung menjadi pacar karena Kibum sudah menjawab jika dirinya mau menjadi kekasih Kyuhyun meski dengan pernyataan yang kurang wajar yang di utarakan Kyuhyun, meski begitu mereka telah resmi benerkan!?.bayangkan saja mana mungkin ada seseorang yang menyatakan cintanya pada orang yang setengah sadar seperti Kibum jika saja bukan kelakuan seorang pemuda yang memiliki kelainan otak seperti Kyuhyun.

"Ayo~" ucap Kyuhyun lagi seraya mengandeng jemari hangat Kibum menuntun pemuda bersurai kelam itu agar tidak menyakiti dirinya sendiri dengan cara tidur sambil berjalan dan berakhir dengan tubuh lebam atau benjolan di kepalanya saat bangun nanti gara-gara berjalan dan menabrak apapun yang ada di depannya.

"Eh~kibum, hyung..." ujar Taehyung sedikit heran saat tanpa sengaja berpapasan dengan Taehyung di jalan yang sama saat dirinya menuju kantor kepolisian di mana mereka bekerja dan di tugaskan.

"Apa kau temannya pacar?!" tanya Kyuhyun menatap Taehyung dengan tatapan berbinar.

"Oh~dia rekan kerjaku" jawab Taehyung merasa heran pasalnya baru kali ini dia mendapati Kibum si dingin aneh berjalan dan bergandengan tangan dengan pemuda manis yang terlihat bersinar meski wajahnya tidak mulus lagi karena beberapa bekas luka yang tersisa namun masih terlihat sangat manis dan menyebut Kibum dengan sebutan "Pacar" terdengar sangat aneh sekali di telinga Taehyung.

"Aku titip pacarku ya, jaga dia karena aku harus pergi" ujar Kyuhyun menatap Taehyung yang masih melongoh. "Pacar aku pergi dulu ya, jangan lupa makan dan tidur yang benar,ah~" kyuhyun memekik karena teringat sesuatu, di rogohnya saku jaket yang di kenakan Kibum untuk meraih ponsel pemuda datar dingin yang masih belum sadarkan diri itu. Dengan cepat Kyuhyun mencatat nomor ponsel Kibum di dalam ponselnya. "Dah pacar nanti aku akan menghubungimu lagi" ucap Kyuhyun senang dan mencium pipi Kibum dan beranjak pergi dari tempatnya setelah melambaikan tangannya pada Taehyung yang kini sukses melongoh. Kibum masih berdiri dengan mata terpejam. Setelah beberapa saat suasana terlihat mengheningkan.

"Hoam~oh V, sedang apa kau di sini?! apa yang kau lihat, wajahmu aneh sekali" tanya Kibum yang tersadar dan menguap lebar sekali lagi. Kibum menatap V yang masih mematung menatap ke satu titik. Di sana terlihat Kyuhyun yang berlari menyebrang jalan.

"Lo~sudah sampai ya, wah~aku hebat" ujar Kibum heran dengan nada kagum yang kelewat datar, saat menyadari dirinya sudah sampai di kantor kepolisian dengan selamat tanpa luka di tubuhnya atau berakhir tidur di jalanan seperti gelandangan yang tidak memiliki rumah.

"Aku tidak menyangkah kau memiliki pacar yang imut dan mengemaskan seperti itu, hyung" ucap Taehyung seraya berdecak dan menunjuk tempat di mana sosok Kyuhyun yang sudah menghilang.

"Hah~" jawab Kibum seraya mengaruk kepalanya tidak mengerti. "Apa kau sedang mengingau, Kim Taehyung" balas Kibum acuh dan berjalan melewati Taehyung dengan sikap kelewat santai dan menguap sekali lagi, sementara Taehyung hanya bisa mengernyit dan menatapnya aneh.

"Hahaha~lucu sekali, padahal dia yang mengingau kenapa sekarang malah menuduhku, yak~hyung katakan siapa dia, dan sejak kapan kalian resmi, ayo traktir aku makan" teriak Taehyung mulai mengekori Kibum yang terlihat acuh-acuh saja memasuki kantornya tak memperdulikan teriakan heboh Taehyung.

[~Lizz_L_L~]

"Slurrpp~ah enaknya" ceria Kyuhyun seraya menyeruput ramyun terkahirnya, "aku ingin coba jajangmyeon," entah perut Kyuhyun terbuat dari apa padahal dia sudah menghabiskan semangkuk besar ramyun bahkan mangkoknya saja masih menyisahkan hawa panas. "Ahjummah, Jajangmyeon satu lagi, sekalian kimchi lobaknya ya" teriak Kyuhyun dan di iyakan oleh ahjummah baik hati pemilik kedai dari segala jenis masakan mie.

"Makan saja punyaku dulu, Kyu-chan" ucap pemuda tinggi yang ada di depannya kini.

"Wah benarkah, terimakasih Yeol" balas antusias Kyuhyun langsung mengulurkan tangannya dan menarik mangkuk Jajangmyeon milik pemuda tinggi itu dengan wajah kelewat cerianya.

"Apa kau lapar sekali?!" tanya pemuda tinggi yang bernama lengkap Park dobi...ah~maksudnya Park Chanyeol yang sejak tadi menatap Kyuhyun melahap mienya ah~salah menuang mienya ke dalam mulut mungilnya dengan begitu cepat, karena baru kali ini Chanyeol melihat cara makan seseorang yang tidak tanggung-tanggung seperti itu, bahkan tidak ada lima menit mie berkuah kaldu itu sudah lenyap dari tempatnya.

"Hemz~aku belum makan dari kemarin, wajar saja jika aku lapar sekali Yeol, oh ya apa yang ingin kau bicarakan padaku sampai kau mendatangi rumahku segala?!" tanya Kyuhyun masih asyik dengan mie bumbu saus hitamnya.

"Habiskan dulu miemu~" Kyuhyun menghentikan kunyahan dan gerakan sumpitnya seraya mendongakan kepalanya menatap Chanyeol tajam.

"Katakan Yeol" Kyuhyun mengeluarkan intonasi suara bernada tajam yang terdengar tak terbantahkan. Chanyeol terlihat menelan ludahnya, meski sudah hampir dua tahun pemuda jangkung itu tak bersama dengan sang pimpinan namun perintah absolute miliknya masih mempengaruhi Chanyeol dengan sangat. Melihat gelagat gugup Chanyeol Kyuhyun tersadar dan sontak tertawa.

"Hahaha~maaf, apa aku membuatmu tidak nyaman, Hah~kebiasaan lama yang sulit di hilangkan kau tau" ucap Kyuhyun santai. "Tidak apa-apa lanjutkan saja, aku tidak akan tersedak dan mati hanya karena ceritamu Yeol" tambah Kyuhyun lagi seraya menepuk pundak Chanyeol keras layaknya sesama teman pria yang memang baru bertemu setelah sekian lama karena memang seperti itu kenyataannya.

"Ehem~" Chanyeol coba melegakan tengorokannya dan membenahi duduknya yang mulai terasa tidak nyaman. "Kau tau tentang kelompok geng yang akhir-akhir ini sering mengacau?!" tanya Chanyeol lagi dengan sorot mata yang mulai terlihat serius.

"Ah~itu tentu saja aku tau, memangnya kenapa?!" tanya Kyuhyun dengan nada yang terdengar sangat biasa seolah hal itu tidak menarik minatnya sama sekali.

Chanyeol menghentikan ceritanya karena melihat ahjumma penjual mie datang mengantarkan mie pesanan Kyuhyun.

Chanyeol mengucapkan terima kasih pada bibi penjual mie itu dan melanjutkan lagi ucapannya. "Mereka mulai membuat kerusuhan, mereka juga banyak melakukan transaksi ilegal obat-obatan terlarang, penjualan senjata ilegal, melakukan penjual belikan manusia dan mereka juga memakai namamu untuk melakukan kejahatan itu" Kyuhyun masih tenang mendengar penjelasan Chanyeol. " dan mereka juga mengetahui jika pemimpin kelompok geng kita yang sesungguhnya si permaisuri kabut Minerva yaitu kau, dia mengirimkan sebuah surat yang berisi ancaman untukmu, entah darimana dia mengetahui alamat rumahku dan mengirimkan surat ini padaku yang jelas dia menginginkan kepalamu Kyu" Kyuhyun terdiam mengelap bibirnya seraya menautkan kedua jemarinya untuk menopang dagunya, terlihat tatapannya dan berpendar aneh saat selesai mendengarkan ucapan Chanyeol.

"Begitu ya, wah~mereka sangat tidak tangung-tangung sekali dalam aksinya, agak merepotkan sih untuk membereskan mereka dengan cepat tapi ini terdengar lumayan menyenangkan juga, hemz~ sepertinya Kuixian tak akan senang mendengar rencana ini. Tapi apa boleh buat bukankah akan sangat tidak sopan jika menolak undangan seseorang, benarkan Yeol" Ucap Kyuhyun dengan kilat mata berbahaya di iris selelehan karamel miliknya dan sebuah senyum~bukan tepatnya seringaian cantik namun terlihat menakutkan di bibir Kyuhyun mulai tampak membuat Chanyeol tak pelak menelan ludahnya gugup dan menunduk cepat-cepat mengalihkan tatapannya dari Kyuhyun menuju jjajangmyeonnya.

"Dan satu hal lagi Kyu-chan, sebagian dari anak buah kita telah di ambil alih oleh mereka, mungkin kita memiliki setengahnya, ah tidak mungkin hanya tersisa sedikit, apa itu tidak masalah untukmu?!" ucap Chanyeol hati-hati. "Tapi kau tidak usah khawatir aku jamin kesetiaan mereka hanya untukmu" ujar Chanyeol cepat-cepat saat mendapati raut wajah Kyuhyun yang mulai mendingin.

Namun tak lama berselang Kyuhyun kembali mengeluarkan senyum manis tanpa seringai mengerikannya. "Tidak usah, aku tak ingin menganggu mereka dengan kehidupan kelam yang selama ini kita jalani, mereka juga layak hidup normal dan bahagia begitupun dengan dirimu Yeol, berhentilah bermain-main dengan kematian dan denganku juga, aku akan menghadapinya sendiri karena ini adalah masalah ku" putus Kyuhyun pada akhirnya. Kyuhyun tau semua nasib anak buahnya seperti apa karena dia selalu mengawasi mereka semua sejak pertarungan terakhirnya Kyuhyun sungguh ingin berhenti dan membuat orang-orang yang ada di bawah perintahnya mendapat hidup yang layak, hidup yang benar-benar layak dan seperti manusia normal pada umumnya, bahkan tanpa Chanyeol beritahu sekalipun Kyuhyun sudah mengetahui jika beberapa dari anak buahnya memilih kembali ke jalan gelap.

"Tidak, aku akan tetap ikut denganmu meskipun kau harus membunuhku untuk keputusan yang ku ambil ini" ucap Chanyeol mantap dengan wajah kelewat serius.

"Hei~wajahmu itu mengelikan Park Chanyeol, berhenti memasang wajah serius kau terlihat lebih tua dari usiamu padahal kita sama seumuran" kekeh Kyuhyun seraya menepuk keras pundak Chanyeol yang terlihat salah tingkah.

"Maaf~" ucapnya malu. Kyuhyun hanya melambaikan tangannya acuh membalas ucapan maaf Chanyeol. "Jadi kapan kita akan pergi memenuhi undangannya?!" tanya Kyuhyun pada akhirnya kembali menampilkan ekspresi sedikit serius dan menatap Chanyeol dengan mata bulatnya yang mengemaskan.

"Dua hari lagi, tepat tengah malam, di gudang dekat pelabuhan" ucap Chanyeol tegas.

"Baiklah, persiapkan dirimu Yeol kita akan bersenang-senang nanti, aku sudah tidak sabar menantinya" gumam Kyuhyun lagi namun belum sempat dia tertawa aneh ponselnya berdering menandakan sebuah pesan masuk. Kyuhyun menatap layar ponselnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

"Aku harus pergi, kau yang traktir oke, bye Chanyeol" ucap Kyuhyun mengrusak surai abu-abu milik pemuda tinggi itu seraya menyengir senang mencangklong tasnya dan berlari tergesah meninggalkan Chanyeol yang menatap kepergian Kyuhyun dengan senyum sendu.

"Kau bahkan terlihat sangat menikmati hidupmu sebagai pemuda SMA biasa, ah~apa aku salah telah menghubunginya dan melibatkannya lagi" decak Chanyeol seraya mengrusak surai abu-abunya.

"Wah~pimpinan semakin manis saja, untung saja kami mengikutimu wakil ketua?!" ucap seorang pemuda lainnya yang dengan seenaknya duduk di depan Chanyeol menatap pintu keluar dengan ekspresi berbinar.

"Astaga~kalian semua, berhenti bersembunyi dan cepat keluar!." perintah Chanyeol dan tak berapa lama di setiap penjuru kedai mie itu telah di penuhi oleh mantan anak buah Kyuhyun yang terlihat mulai membongkar penyamaran mereka.

"Kalian terlihat konyol" ejek Chanyeol saat melihat salah satu mantan anak buahnya menarik bantalan busa dari dalam dres sewarna pastel yang di kenakannya. Tentu saja menyamar menjadi wanita hamil dengan postur tinggi kekar seperti itu siapa yang akan percaya.

TBC

Nah lizz mau pasang target 25 jika target tak terpenuhi dengan terpaksa lizz bakal langsung delete FF ini.

Oke pai pai.