Cast : Jeon Wonwoo, Kim Mingyu, Choi Seungcheol, Jang Doyoon, Hong Jisoo, Yoon Jeonghan.

Genre : Family

Rated : K

Length : Oneshoot

.

My Little Brother part 2

.

Bermain bola atau bermain game bersama dengan teman-teman setelah belajar bersama adalah hal yang paling menyenangkan. Tidak jarang, anak-anak mau belajar bersama agar bisa bermain bersama setelahnya. Tidak terkecuali dengan Seungcheol.

Bermain bersama Jisoo, Jeonghan dan Doyoon yang baru saja kembali dari kampung sang nenek merupakan kesenangan tersendiri untuk Seungcheol. Namun semua itu tidak berlaku untuk hari ini. Karena di kanan dan kirinya, ada dua makhluk mungil yang mengikuti langkahnya.

Di sisi kanan, Mingyu mengenggam tangannya erat. Bocah cadel itu berjalan dengan riangnya. Sedangkan di sisi kiri, Wonwoo menggenggam jari tengahnya. Hanya satu jari saja. Wonwoo seolah enggan menggenggam tangannya.

Hari ini kedua adiknya memakai baju kembar seperti biasa. Celana jeans pendek berwarna navy dan kaos putih bergambar pikachu. Di punggung mereka juga tersampir tas berwarna kuning berbentuk pikachu yang sangat lucu. Namun bukan berisi buku sepertinya. Tas mungil itu di isi botol yang sudah di isi susu dan beberapa mainan.

"Eomma… kenapa tega sekali padaku," keluh Seungcheol dalam hati. Meski begitu, Seungcheol tidak bisa menolak keinginan sang ibu untuk menjaga adik kembarnya. Terbiasa diajarkan untuk menjadi anak yang penurut.

Sesampainya di rumah Jisoo, Seungcheol langsung masuk ke dalamnya. Selain pintu yang terbuka lebar, ia yakin orang tua Jisoo tidak ada di rumah.

"Waaah kau bawa si kembar," ucap Doyoon senang. Ia tersenyum lebar melihat kedatangan si kecil Mingyu dan Wonwoo.

"Terpaksa membawanya," keluh Seungcheol dengan wajah masam.

Jeonghan yang juga sudah datang tersenyum lebar. Ia bisa merasakan apa yang Seungcheol rasakan. Namun ia beruntung tidak harus membawa Seungkwan, adiknya yang sangat berisik.

"Karena kalian semua sudah datang, kita mulai saja belajarnya," ucap Jisoo yang di angguki ketiga temannya.

Mereka berempat mengeluarkan buku masing-masing. Seungcheol tampak kesulitan karena di sisi kanan, Mingyu menempelinya.

"Gyu, bisa geser sedikit? Hyung kesulitan membuka buku," ucap Seungcheol hati-hati.

Mingyu menggelengkan kepalanya. Ia justru merebahkan kepalanya di paha Seungcheol. Membuat sang kakak menghela nafasnya. Namun ia tidak akan bisa marah. Bukan hal mudah mendiamkan Mingyu yang sedang menangis.

Hanya Wonwoo yang bisa menghentikan tangis Mingyu. Hanya saja sedari pagi, mood Wonwoo dalam keadaan tidak baik. Karena ia tidak melihat sang ibu sejak pagi yang berangkat lebih cepat. Kalau sudah seperti itu, ia yakin Wonwoo akan mengabaikan Mingyu yang menangis.

"Won-ie, kemarilah!" Doyoon melambaikan tangannya. Namun bocah itu menolak dengan menggelengkan kepalanya.

Doyoon merasa bosan melihat tugas-tugas mereka. Seminggu izin sekolah membuatnya tertinggal pelajaran. Ia yakin tidak akan bisa mengerjakannya. Jadi Doyoon memutuskan untuk menyalin tugas teman-temannya saja.

"Hyung membawa lollipop," ucap Doyoon sambil mengeluarkan sebuah lollipop dari ranselnya.

"Doyoon-ah, Wonwoo"

"Ini higienis dan aku jamin tanpa bahan pengawet. Aku masih ingat kalau Wonwoo sering bermasalah dengan pencernaannya. Ini aman," ucap Doyoon meyakinkan teman sekelasnya itu.

"Oooh baguslah," balas Seungcheol sambil kembali fokus ke bukunya.

"Won-ie mau tidak?" tanya Doyoon sekali lagi masih berusaha membujuk Wonwoo. Ia tahu adik kembar Seungcheol yang satu itu sangat suka yang manis-manis. Dan kali ini Wonwoo langsung mendekat. Ia tidak menolak saat Doyoon mendudukannya di pangkuan.

Mingyu yang melihatnya menekuk wajahnya. Ia bukan iri tidak diberi lollipop. Karena ia tidak begitu suka. Kalaupun ia diberi lollipop, ia lebih memilih menyimpannya untuk diberikan pada kakak kembarnya.

Namun yang membuat Mingyu jengkel, Wonwoo mengabaikannya. Sedari pagi, Wonwoo sudah mengabaikannya. Dan kali ini bahkan tidak meliriknya sama sekali. Terlihat sangat tenang duduk di pangkuan Doyoon.

"Gyu juga mau?" tawar Jisoo.

"Gyu tidak mau," jawab Mingyu ketus dengan memalingkan wajahnya. Doyoon dan Jisoo sama-sama menahan senyumnya. Mereka tahu apa yang membuat si bungsu itu kesal. Dan hal itu yang membuat mereka semakin senang menjahili Mingyu.

"Won-ie duduk dengan Jisoo hyung ya? Hyung mau pipis ke kamar mandi."

Jisoo yang duduk di sebelah Doyoon langsung meraih tangan Wonwoo. Mendudukkan bocah berkulit putih itu duduk di pangkuannya. Sedangkan Doyoon langsung lari ke kamar mandi.

"Won-ie sudah makan?" tanya Jisoo sambil memeluk Wonwoo di pangkuannya. Menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Wonwoo yang masih serius dengan lollipopnya hanya mengangguk. Mengabaikan Mingyu yang semakin menekuk wajahnya.

Seungcheol tahu adiknya tengah merajuk. Namun kalau ia bertanya kenapa, biasanya Mingyu malah menangis. Jadi ia memilih mengabaikan Mingyu. Bukan hal biasa Mingyu merajuk karena Wonwoo bersama Doyoon dan Jisoo.

"Kalau mandi?" lagi-lagi Wonwoo mengangguk.

"Pantas saja Won-ie sudah harum," ucap Jisoo sembari mencium pipi gembil Wonwoo dengan gemas. Dan sepertinya, Wonwoo tidak terganggu. Sedari tadi matanya tetap terfokus pada akuarium yang tidak jauh darinya.

Mingyu yang sudah benar-benar kesal langsung berdiri dari duduknya. Ia berjalan mendekati kembarannya. "Hyung ayo kita main! Gyu bocan di cini."

Mingyu mendengus saat Wonwoo menggeleng. Bahkan Wonwoo sama sekali tidak melihatnya. Ia jadi merasa tersaingi oleh Jisoo. Dengan bibir semakin maju, Mingyu kembali ke tempat duduknya. Namun kali ini tidak dekat dengan Seungcheol. Mingyu memilih memainkan telinga pikachu di tasnya.

Bosan melihat Wonwoo yang tidak mau mengajaknya bermain, Mingyu membuka tasnya. Mengeluarkan botol susu miliknya dan langsung meminumnya. Sedangkan Wonwoo masih betah di pangkuan Jisoo. Sampai Seungcheol dan Jeonghan hampir menyelesaikan tugas mereka, Wonwoo belum bergerak dari tempatnya.

"Seungcehol-ah, kau kan sudah punya dua adik. Bagaimana kalau satu untukku. Aku tidak punya adik yang bisa diajak bermain sepulang sekolah," ucap Doyoon yang membuat Seungcheol langsung mengangkat kepalanya. Memperhatikan Wonwoo dan Mingyu bergantian.

"Bawalah! Pilih mana yang kau mau," ucap Seungcheol santai. Sedangkan Mingyu langsung membulatkan matanya. Ia tidak percaya Seungcheol akan memisahkannya dari Wonwoo.

"Kalau begitu aku bawa Wonwoo dan kau bawa Mingyu."

Mingyu langsung menatap sang kakak. Ia berharap Seungcheol menggeleng dan menolak usulan Doyoon. Tapi tanpa beban, Seungheol justru mengangguk.

"Won-ie jangan mau ikut Doyoon Hyung. Won-ie dengan Hyung saja. Hyung punya banyak cake rasa vanilla. Dan Hyung juga punya susu rasa vanilla kesukaan Won-ie," ucap Jisoo yang langsung disanggah Doyoon.

"Tidak bisa! Wonwoo harus ikut denganku. Aku punya banyak mainan di rumah. Aku yakin Wonwoo pasti suka," balas Doyoon tidak terima.

"Kalau mainan aku juga punya banyak," sahut Jisoo lagi.

"Ya sudah, kita gantian saja bermain bersama Wonwoo," usul Doyoon yang langsung diangguki Jisoo.

"TIDAK BOLEEEH!"

Lima manusia yang mengisi rumah Jisoo langsung menolehkan kepalanya. Menatap Mingyu yang baru saja berteriak marah.

"Hyungdeul tidak boleh bawa Won-ie. Won-ie itu punya Gyu hiks… Won-ie punya Gyu," ucap Mingyu yang langsung menangis. Bahkan pipinya sudah berlinangan air mata.

"Hyungdeul hiks… tidak boleh membawa Won-ie pelgi hiks…"

"Kenapa? Gyu kan sudah punya Seungcheol Hyung. Jadi biarkan kami membawaWonwoo," ucap Doyoon memasang wajah seriusnya. Padahal perutnya sudah kaku karena menahan tawa.

"Hyung bawa pelgi caja hiks… Cheol-ie Hyung. Tapi jangan bawa Won-ie Gyu hiks... Won-ie itu punya Gyu."

Seungcheol yang mendengarnya memajukan bibirnya. Secara tidak langsung Mingyu tidak menginginkannya. Sedangkan Jeonghan hanya bisa terkikik geli di sampingnya.

"Jadi Gyu lebih pilih Won-ie dari pada Seungcheol?" tanya Jisoo sekali lagi yang membuat suasana hati Seungcheol semakin memburuk.

"Kalau Cheol-ie Hyung ti-tidak apa-apa hiks. Tapi… tapi…hiks… kalau Won-ie tidak boleh," jawab Mingyu sambil sesenggukan. Wajah tampannya sudah berlinangan air mata. Meski tangan mungilnya berulang kali menghapusnya, tetap saja pipinya basah.

"Haaaah." Seungcheol menghela nafasnya. Sudah terbiasa menghadapi si kembar yang begitu protektif. Bahkan sedari bayi, mereka sudah seperti itu.

Wonwoo yang sedari tadi duduk di pangkuan Jisoo memandang Mingyu datar. Adik kembarnya sudah menangis tersedu-sedu padahal ia tidak mengiyakan. Bahkan ia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya.

"Won-ie tidak boleh pelgi. Won-ie haluc belcama Gyu di lumah. Won-ie cuma punya Gyu bukan punya Hyungdeul."

Mingyu masih terus menangis dengan mengucek matanya. Seungcheol yang melihatnya ingin mendiamkan tangis sang adik, tapi ia yakin tidak akan berhasil. Sedangkan Wonwoo masih bertahan dalam diamnya. Memandangi Mingyu dengan wajah datarnya.

Seungcheol baru bisa tersenyum saat Wonwoo berdiri dari pangkuan Jisoo. Sepertinya Wonwoo tidak bisa membiarkan Mingyu menangis lebih lama.

Wonwoo mendekati Mingyu dan jongkok di depan sang adik. Tangan mungilnya terulur untuk menghapus kristal bening yang masih saja mengalir.

"Min-ie tidak boleh menangis lagi. Won-ie tidak akan pergi," ucap Wonwoo.

"Jan-janji… hiks?" tanya Mingyu masih sesenggukan.

"Won-ie janji. Karena kalau Won-ie pergi, tidak ada yang menemani Min-ie bermain dan tidur. Won-ie juga sudah janji untuk menjaga Min-ie," lanjut Wonwoo lagi yang membuat tangis Mingyu seketika terhenti. Mingyu menunjukkan senyumnya. Memperlihatkan gigi taringnya yang terlihat sangat lucu.

"Gyu juga cudah janji menjaga Won-ie," ucapnya semangat.

"Ayo kita main! Min-ie bosan kan?"

"Emm… Gyu bocan di cini. Tapi cekalang tidak bocan lagi kalena Won-ie cudah mau belbicala dengan Gyu."

"Aigoo manisnya…." Koor Jisoo, Jeonghan dan Doyoon yang memperhatikan kelakuan si kembar sedari tadi. Sedangkan Seungcheol langsung tersenyum senang. Si kembar selalu menyelesaikan masalahnya sendiri.

"Aku mau adik semanis itu," ucap Doyoon yang diangguki Jisoo.

.

.

.

FIN

Karena ada yang minta lanjut dan minta buat ff ini di jadikan series, akhirnya aku lanjutkan. Ternyata ada yang sepemikiran sama aku. Terkadang Meanie itu bisa terlihat mirip. Apalagi waktu masa trainee. Temen aku yang carat, sampai sekarang masih salah ngenalin Meanie kalau liat video predebut. #HugWonu