D.O.P.E

Rating : Masih T, M nya di tengah kayanya u.u

Genre : Yaoi/Romance/Friendship/School Life

Length : Chaptered

Main Cast:

BangHim

Other Cast:

BAP

BTS

Got7

Super Junior

Park Sang Kyung (OOC)

Maaf kalau alurnya kurang cepet. Apabila ada typo maafkeun ya. Don't forget too review~ Enjoy… and don't be a silent reader :*

Ruangan itu terasa hening dan mencekam. Yang terdengar hanya suara hati yang mengumpat orang di depannya, itu suara hati Yongguk. Kenapa keadaannya jadi sekacau, ah bukan kacau, membingungkan seperti ini? Sekarang ia merasa terjebak. Serasa ia yang bersalah dalam keributan di kantin tadi. Kepalanya terus menunduk. Selain karena frustasi, ia juga tidak mau bertemu pandang dengan seorang Cinderella yang sedang marah. Tatapan Heechul saat datang ke kantin dan sampai saat ini adalah tatapan pembunuh yang sudah siap menembak kepala Yongguk saat ini. Tapi ini bukan salahnya kan? Iya kan? Ini salah namja cantik di sebelahnya. Yang justru dengan tenang duduk dan melihat-lihat ruangan Heechul. Darah masih tersisa di sudut bibir kanannya. Sedangkan Sang Kyung diam menatap Heechul tanpa ada ekspresi apapun.

"Bang Yongguk-ssi", panggil Heechul dingin.

"Ne, Heechul-ssi", jawab Yongguk pelan sembari berusaha mengangkat kepalanya yang entah kenapa terasa berat.

"Bisakah kau ceritakan kejadian tadi?", pinta Heechul.

Yongguk diam. Bagaimana ia harus menceritakannya? Ia memukul Himchan yang ia kira sedang benar-benar mengganggu Sang Kyung. Tapi ternyata kedua anak itu entah bagaimana bisa saling mengenal. Bahkan saat Himchan memeluk Sang Kyung, yeoja manis itu langsung berbalik dan mengacak rambut Himchan dengan gemas. Lalu tiba-tiba Heechul datang dan di sinilah mereka. Begitu?

"Samcheon, maaf aku sudah mengacaukan sekolahmu di hari pertama aku masuk. Ahjussi ini tidak bersalah", ucap Himchan.

Mata Yongguk langsung menatap Himchan tajam. Bukan, bukan karena anak itu mengaku salah. Ia merasa senang untuk itu. Tapi tidak dengan panggilan yang digunakan untuknya.

"Jangan memanggilku ahjus-"

"Baiklah, tapi kenapa kau berlaku seperti itu Chanie? Kau juga Sang Kyung haksaeng", potong Heechul. Yongguk hanya bisa menatap tajam Heechul yang memotong omongannya.

"Sebenarnya, aku dan Himchan adalah teman dekat di sekolah dasar", jawab Sang Kyung. Mata Yongguk berganti memandang Sang Kyung dengan kaget, kenapa adiknya itu tidak memberitahu? Rasanya juga ia tidak pernah dikenalkan pada Himchan. Sang Kyung selalu mengenalkan semua temannya, kecuali seseorang bernama Kim Himchan.

"Aku dan Kyungie membuat keributan saat pertama kali kami bertemu. Jadi aku hanya ingin mengulangnya, tapi sepertinya ahjussi ini tidak tahu. Padahal aku juga tahu soal ahjussi ini", jelas Himchan. Omongan Himchan membuat Yongguk semakin diam. Apa ia pernah bertemu Himchan? Tapi, rasanya, tidak mungkin. Apa pernah? Oh iya dan juga kenapa panggilan itu masih disematkan padanya?

"Jangan memanggilku ahjus-"

"Tunggu, aku ingat. Jadi selama ini, kau Kyungie itu? Aigoo, kau sudah besar ne~ Apa kau masih ingat Heechul oppa ini? Kita pernah bertemu beberapa kali bukan?", nada suara Heechul langsung berubah menyenangkan. Dan cara bicara Heechul berubah menjadi lebih akrab. Sebenarnya apa yang terjadi di sini? Yongguk tidak mengerti jalan ceritanya.

"Ne, songsaenim", Sang Kyung menjawab sembari menganggukan kepalanya.

"Aih tidak perlu seformal itu Kyungie-ah. Kau boleh memanggilku oppa. Lagipula di sini hanya ada kita bertiga. Tidak apa", Heechul memasang senyum ramahnya.

"Hyung, aku masih di sini", Yongguk berkata dengan dingin dan berat. Menyadarkan ketiga manusia lainnya yang sedang asyik bernostalgia.

"Eo! Mianhae Yongguk-ah. Aku terlalu asyik bernostalgia, mengingat saat Himchan dan Kyungie bermain di rumaku. Apa kalian masih ingat saat kita pergi ke taman bermain dengan Hangeng?", kembali Cinderella ganas itu bernostalgia. Tentu saja Himchan dan Sang Kyung menjawab dengan anggukan kompak.

"Kalau kalian masih ingin bernostalgia aku lebih baik pergi. Masih banyak hal harus kulakukan siang ini", ia merasa kesal berada di sana. Seperti orang asing.

"Kau juga memiliki peran di sana ahjussi", ucap Himchan tiba-tiba, sembari berbalik melihat Yongguk.

"Aku lupa peranku. Kalau kau tahu, tolong ceritakan padaku nanti. Selamat siang", Yongguk hanya melihat Himchan sekilas lalu melangkahkan kakinya pergi dan menutup pintu kantor kepala sekolah dengan cukup keras.

"Ayo kita mengobrol lagi. Aku mengizinkan kalian untuk tidak mengikuti satu jam pelajaran hari ini", sepertinya Sang Kyung dan Himchan terpaksa memenuhi keinginan Cinderella buas itu.

-3-3-3-3-

Yongguk memainkan spidolnya dengan bosan. Menunggu hingga siswa di depan papan tulis itu menyelesaikan soal yang diberikannya. Ia masih tidak mengerti, bagaimana mungkin Sang Kyung kenal dengan namja yang tidak sopan, kasar, dingin, dan asal seperti Himchan. Bagaimana mungkin juga ia sudah kenal Himchan sebelumnya? Tidak pernah ada nama Himchan yang muncul di otaknya. Atau pernah? Ah tidak tahu! Cukup sudah ia frustasi dengan hadirnya namja cantik itu di hidupnya.

"Songsaenim, aku sudah selesai", ucap siswa itu dengan pelan.

"Kau boleh kembali duduk Mark. Eung… Jinyeong apa jawabanmu sama dengannya?", tanya Yongguk. Sedangkan Mark langsung kembali ke tempat duduknya.

"T... tentu saja songsaenim", Jinyeong mengangguk dengan canggung. Membuat Mark yang sudah duduk mengalihkan pandangannya pada Jinyeong.

"Jangan memandangnya seperti itu bodoh!", Jaebum teman sebangkunya berbisik kesal pada Mark.

"Wae? Aku tidak melakukan kesalahan apapun", sanggah Mark.

"Lalu apa dia salah?", tanya Jaebum sinis.

"Tidak".

"Kalau begitu berhentilah memandangnya dengan tatapan kemarahan seperti tadi", Jaebum mendengus kesal dan kembali memandang ke depan. Mark yang mendengar hal itu hanya bisa diam tak mau membalas. Jaebum malah membuatnya semakin kesal. Matanya kembali menatap Jinyeong. Ia sangat membenci saat Jinyeong menatap guru killernya dengan tatapan memuja seperti itu!

"Mark haksaeng, apa kau kesal padaku?", Yongguk yang sadar ditatap dengan tajam langsung bertanya pada Mark.

"T-tidak songsaenim".

"Kalau begitu berhenti kehilangan fokusmu. Dan perhatikan apa yang aku jelaskan".

'Ini juga alasan mengapa aku membencimu. Dasar guru killer!'.

-3-3-3-3-

Himchan menatap Sang Kyung dengan antusias. Oh andai orang-orang melihat Himchan saat seperti ini. Pasti mereka terkejut melihat betapa hangatnya namja cantik itu. Yang ditatap hanya tersenyum kecil.

"Berhenti memandangku seperti itu Chanchan. Kau tak mau mereka mengira kita berpacaran kan?", perkataan Sang Kyung lantas membuat Himchan tersenyum semakin lebar.

"Hmm… aku tidak apa dengan anggapan seperti itu. Tapi… kau? Itu akan merusak citra seorang Park Sang Kyung kan", Himchan tersenyum jahil.

"Aku tidak membuat citraku sendiri. Itu anggapan orang lain saja. Jadi kalau rusak aku tidak rugi sebenarnya", mendengar tanggapan Sang Kyung, Himchan langsung menggenggam tangan yeoja itu.

"Apa yang kau lakukan?", tanya Sang Kyung curiga. Himchan tersenyum jahil.

"Katanya kau tidak apa kalau citramu rusak. Berarti aku bo-"

'Paak!'

Sang Kyung menarik tangannya lalu memukul kepala Himchan dengan gemas. Sedari dulu namja gigi kelinci itu selalu jahil seperti ini. Sebenarnya ia tidak masalah dengan hal itu, karena dengan ada Himchan di sisinya, tak ada yang berani mengganggunya. Tapi… untuk sekarang rasanya…

"Kkk, aku tahu kau akan seperti ini", yang dipukul malah tertawa kecil mengejek.

"Apa maksudmu Bunny?", kecurigaan Sang Kyung semakin meningkat.

"Sepertinya sahabat kecilku ini sedang kasmaran. Kau takut orang yang kau sukai melihatnya ya?", perkataan Himchan membuat Sang Kyung kalah telak. Bagaimana bisa Himchan mengetahuinya? Dia kan baru 1 hari, bahkan kurang dari 1 hari di sekolah ini.

"Pabbo! Tentu saja aku tahu. Ingat? Aku itu kau, kau itu aku. Ah dan sebenarnya orang itu sempat melihat kita berpegangan, ia ada di toilet sekarang".

Sang Kyung langsung menatap Himchan dengan sinis, tak mampu membalas. Sedang Himchan? Senyum jahilnya masih terpatri begitu jelas. Dasar Bunny menyebalkan!

-3-3-3-3-

Namja cantik itu berdiri diam memandang mading. Mading kelas A memang berbeda, begitu banyak karya yang benar-benar karya, tidak asal tempel seperti mading kelasnya. Himchan baru saja mengantarkan Sang Kyung kembali ke kelasnya. Senyum kecil terbentuk pada bibir pinknya. Kembali ia mengingat kenangannya bersama teman kecilnya itu. Menyenangkan.

Sedari kecil, dirinya memang seorang introvert. Lebih tepatnya, ia tidak mau terlalu dekat dengan orang lain. Berbahaya menurutnya. Selama ini, orang-orang tidak pernah peduli dengan sikapnya yang begitu dingin. Mereka lebih memilih menjauh darinya dan tidak ingin berurusan dengan seorang Kim Himchan. Hingga seorang yeoja datang dan menentang cara hidupnya. Itulah yang membuatnya lebih dekat dengan Sang Kyung. Yeoja itu begitu sopan, pintar, dan baik hati. Bertolak belakang dengan apa yang Himchan tunjukan pada dunia. Tapi yeoja itu tahu, bahwa dalam diri seorang Kim Himchan yang sebenarnya, mereka berdua adalah sama.

"Kim Himchan-ssi", Himchan langsung berbalik begitu mendengarkan suara berat itu memanggilnya.

"Kenapa kau tidak ada di kelasmu?".

"Aku menunggu ahjussi", jawab Himchan singkat.

"Ya! Sudah kubilang jangan memanggilku ahjussi! Ada apa Himchan haksaeng?", Yongguk geram sekaligus gemas dengan makhluk di hadapannya.

"Kau bilang ceritakan padamu tentang peranmu itu", Himchan menjawab dengan nada datar dan bahasa yang tidak sopan untuk ia gunakan pada seseorang yang lebih tua darinya.

"Himchan haksaeng, aku ini gurumu. Dan kau seharusnya menggunakan bahasa yang lebih sopan. Arraseo?", betapa Yongguk ingin menggigiti namja cantik itu. Yang ditanya hanya mengangguk pelan.

"Ceritakan setelah kau selesai pelajaran", Yongguk hendak melangkahkan kaki meninggalkan murid baru itu.

'Kriiiiingg…kriiinggg…'

Sebelum langkahnya terhenti karena bel sekolah yang sudah berbunyi. Himchan menatap Yongguk dengan polos. Namja itu menghembuskan nafasnya dengan keras. Mengapa hari ini terasa begitu panjang?

"Baiklah, ikuti aku", Yongguk berjalan lebih dulu. Diikuti Himchan yang mengekor di belakangnya.

-3-3-3-3-

Matanya menatap makhluk di depannya dengan tenang. Bukannya menyuruh malaikat di depannya itu bicara, Yongguk malah diam menatap Himchan. Namja cantik itu tidak merasa risih sama sekali, bahkan terkesan tidak peduli. Mata tetap menatap lurus ke depan. Keduanya duduk diam di taman belakang sekolah. Ini memang tempat paling sepi. Agak terpencil dari lingkungan sekolahnya. Tempat ini adalah tempat Yongguk biasanya kabur saat jam kosong.

"Berhenti menatapku seperti pedofil ahjussi, orang-orang akan berpikir aneh-aneh tentangmu nanti", ucap Himchan dingin.

Yongguk langsung mengerjapkan matanya. Apa yang ia lakukan tadi? Tangannya memukul kepalanya dengan cukup keras. Bodohnya dia malah diam menatapi namja gigi kelinci itu. Tapi tadi itu memang pemandangan yang indah. Rambut Himchan tersibak oleh angin yang bertiup. Dasinya yang terpasang longgar. Kancing paling atasnya terbuka. Cara duduk Himchan yang begitu santai. Dan juga mata hitam yang memandang dengan tenang.

"Ahjussi?", panggil Himchan sekali lagi.

"A-ah maaf, aku… ah sudahlah. Cepat ceritakan padaku", Yongguk ingin melemparkan dirinya ke kolam saat ini, apabila kolam itu ada. Rasanya ia selalu gagal menjadi dingin dan galak di depan Himchan.

"Aku berteman dengan Kyungie dari kelas 3 SD. Kami benar-benar dekat, ia bahkan pernah beberapa kali main di rumahku, itu kenapa Kyungie tahu Heechul samcheon. Sang Kyung tinggal di panti asuhan, tapi aku tidak pernah bermain ke sana. Dia bilang, kalau sampai seseorang melihatnya bermain denganku, orang itu akan marah. Kyungie bilang, orang itu sangat cemburu saat ia bermain denganku, karena dirinya merasa bahwa aku mengambil Kyungie darinya. Dan orang itu adalah ahjussi", jelas Himchan datar.

"J-jangan panggil aku ahjussi Himchan haksaeng. Cukup hyung saja. Tapi rasanya aku tidak pernah mendengar namamu", jawab Yongguk.

"Ah, mungkin kau mendengarnya Chanchan".

Chanchan?

Flashback

Yongguk duduk diam di kursi ayunan panti asuhan itu. Memandang bosan sekitar. Sudah setengah jam ia menunggu. Namun, yeoja kecil itu tak datang-datang. Padahal ini sudah lebih dari jam pulang sekolah. Kemana sih anak kecil itu?

"Yongguk-ah, apa tidak menunggu di dalam saja?", seorang namja memanggilnya dengan lembut.

"A-ah… eomma aku menuggu Kyungie di sini saja", Yongguk menjawab sambil tersenyum kecil.

"Eomma temani ya", namja itu duduk di ayunan sebelah Yongguk.

Mata Yongguk menatap dengan lekat-lekat namja di sampingnya. Namanya Kim Ryeowook. Seorang namja berumur 27 tahun, meski wajahnya tidak memperlihatkan hal itu. Yongguk begitu kagum pada Ryeowook. Ia adalah pendiri panti asuhan kecil ini dan juga orang yang menyelamatkannya dari suatu masalah. Semua anak memanggilnya 'eomma'. Setelah Yongguk tanya mengapa anak-anak memanggil Ryeowook seperti itu, namja bertubuh kecil itu menceritakan masa lalunya. Ryeowook sebenarnya sudah menikah dan memiliki seorang anak. Hanya saja keluarga dari sang suami tidak merestui hubungan mereka. Suaminya dipaksakan menikah dengan yeoja lain. Ryeowook awalnya tak mau pergi, tetapi mendengar ancaman dari keluarga sang suami, akhirnya ia meninggalkan semuanya. Termasuk anak semata wayangnya.

"Yongguk-ah kenapa memandangku seperti itu?", Ryeowook memandangnya dengan bingung.

"A… ah aniya. Aku hanya mengingat cerita eomma waktu itu".

"Yongguk-ah ini tahun terakhirmu ya? Sudah tahu ingin melanjutkan ke SMA mana?", tanya Ryeowook.

"Aku ingin masuk ke Busan Arts Highschool. Kudengar itu sekolah yang bagus. Tapi appa…", Yongguk tidak melanjutkan perkataannya. Ryeowook yang tahu alasan Yongguk seperti itu hanya bisa tersenyum kecil.

"Kalau pun kau tidak ke sana, kau masih bisa mempelajari musik di sini. Lagipula apa kau tega meninggalkan Kyungie?", Ryeowook berusaha menghibur namja tampan itu yang hanya dibalas dengan anggukan lesu.

Tiba-tiba seorang yeoja kecil berlari dari arah gerbang panti. Dengan senyum riang menghiasi wajah cantiknya. Tangannya membawa sebuah lollipop berwarna pelangi. Melihat hal itu, senyum di wajah Yongguk langsung tercipta. Tangannya terbuka lebar, menunggu pelukan dari yeoja kecil itu.

"Gukkie oppa!", yeoja itu berlari dan memeluk Yongguk dengan erat.

"Aigoo, nae dongsaeng! Kyungie kemana saja? Oppa menunggu di sini dari setengah jam lalu", gerutu Yongguk.

"Eo-eoh… mianhae oppa. Tadi… Kyungie asik bermain dengan Chanchan. Kyungie lupa kalau oppa akan datang", Kyungie mengerecutkan bibirnya lucu, berusaha membuat Yongguk luluh.

"Ini sudah ketiga kalinya Kyungie lupa. Kalau nanti Kyungie lupa lagi, oppa tidak akan datang lagi kemari", ancam Yongguk.

"Andwae… maafkan Kyungie oppa", yeoja kecil itu menusuk-nusuk pipi Yongguk lucu. Membuat namja tampan itu tersenyum puas dan mencubit pipi Kyungie gemas. Ryeowook yang melihat pemandangan adik kakak yang tak sedarah itu begitu akrab membuatnya tersenyum lembut. Meski tak ada hubungan darah, keduanya sudah terikat begitu kuat.

'Semoga malaikat itu tidak akan pergi dari sisimu Kyungie-ah'

Flashback off

"Jadi kau?! Chanchan yang itu?! Yang merebut Kyungie-ku!", Yongguk berteriak frustasi. Tahu begini, tidak seharusnya ia terpesona oleh namja cantik itu di hadapannya.

"Kita juga pernah bertemu saat kau datang ke pementasan di sekolahku. Dan ahjussi malah diam saat melihatku, tidak mengucapkan sepatah katapun. Lalu appa datang dan memarahimu karena ia kira kau berpikir aneh-aneh tentangku", Himchan kembali menjelaskan dengan nada datar.

Ah kejadian itu. Kejadian memalukan itu. Saat dimana ia dimarahi karena dianggap pedofil oleh seorang orang tua siswa. Anak itu memang sangat lucu dan cantik. Mata hitam yang begitu indah dan mencerminkan kepolosan, hidung mancung, kulit putih, dan pouty lips yang begitu menggiurkan. T-tunggu! Jadi anak itu adalah Himchan?!

"K-kau… kau jauh lebih… a-ah lebih…", Yongguk tidak mampu melanjutkan kata-katanya.

Himchan malah terkikik kecil. Berusaha menutupi tawanya.

"Kenapa… kenapa kau tertawa?", Yongguk menatap dengan curiga.

"A-ah… aku hanya mengingatnya lagi. Wajah ahjussi begitu kocak dan terlihat sangat gugup. Kejadian itu begitu sebentar, tapi aku mengingatnya berulang-ulang. Begitu tahu ahjussi adalah kakak dari Kyungie, aku mengikutimu. Entah kenapa aku merasa senang saat melihatmu. Kau terlihat dingin saat di luar, tapi begitu hangat dan menyenangkan saat bersama orang yang kau sayang".

Yongguk terdiam menatap Himchan. Apa maksud namja cantik ini? Bukankah ini seperti kisah cinta pertama masa kecil?

"Apa ya orang-orang menyebutnya? Hmm… cinta pertama? Iya kau seperti itu untukku", Himchan menatap Yongguk lalu tersenyum kecil.

Cinta pertama?

Dirinya adalah cinta pertama Kim Himchan?!

-TBC-

Review Juseyo~