(Dia bertanya dalam hati, kapan dunia berkembang?)
.
.
.
the world sees her life
Hetalia – Axis Powers © Hidekaz Himaruya. Penulis tidak mengambil keuntungan material apapun atas pembuatan karya; ditulis hanya untuk kesenangan.
Pairing: Spain/Belgium. Genre: General. Rating: K+. Other note: various short drabbles; for spabelweek 2016. spin-offs for a series in ao3.
Kau menyayangi, kau mengetahui. Soal Bumi, dan seisinya. Bukit ini, memang tak menyajikan dunia yang katanya berisi macam-macam, tapi duduk di atasnya pun kau puas.
Tapi satu hal yang kau tidak tahu. Kapan dunia berkembang, adalah tanda tanya. Bisa saja suatu waktu tak lama sebelum ini, sebelum kau membuka mata dan disambut orang-orang Roma di tanah Gaelic sana. Atau, mungkin pula, begitu lama sebelumnya. Butuh waktu bagi bunga mencari pasangan dan binatang menjadi lebih jinak. Barangkali.
Kau memasang bunga merah di kepalamu, karena kata kakak sepupumu dia begitu cocok untuk wajah mungilmu. Agar kau kelihatan berani dan menyalak, katanya sedikit tergelak.
Delapan ratus lewat sekian, sejak Al-Masih memulai hidupnya, dan kau, Isabeau memikirkan dunia. Apakah ada manfaatnya, tanya para klerik, tetapi kau tak peduli.
Dan kau tiba-tiba bertanya, pada lelaki mungil yang tadi datang dengan mengejutkannya sambil berkata bahwa bungamu bagus,
"Menurutmu, kapan dunia ini muncul?"
Dia, yang muda dan memikul nama Andalusia, memiringkan kepala. "Allah tidak mengatakan kapan, tetapi yang kutahu, Adam dan Hawa turun ketika semua hal sudah lengkap."
"Tumbuhan?"
"Tentu saja. Mereka butuh sesuatu untuk dimakan."
"Lebih tua dari Adam, dari tetumbuhan ...," simpulmu menggantung.
"Yang penting, bungamu bagus," ia bilang, terkekeh padamu.
Untuk saat ini, bagimu, tak mengetahui tak apa.
