Animal Heroes

Chap: 3

Cast: Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, and other cast.

Rated: T

Warning: Typo(s), OOC, Yaoi, AU.

Enjoy it guys…

.

.

.

"Kyunnie, tumben sekali dua hari ini kau tidak datang."

"Kenapa? Kau merindukanku, hah?"

"Tch, Kami pikir kau sudah mati."

"Tenang saja, aku tidak akan mati muda."

"Beri kabar pada kami, jangan datang dan pergi seenak jidatmu, yang lain juga mengkhawatirkanmu."

"Arraso."

"Baiklah, cepat tidur, sekolah yang benar, jangan bikin onar."

"Ne, arraso."

"Jaljayo Kyunnie."

"Ne, Jaljayo."

Tu..tut..tut….

Kyuhyun menutup telpon, dan hendak memejamkan mata, saat dia merasakan sesuatu menggelitik kakinya.

"Ah, Minnie, kau kedinginan?"

Kyuhyun bangkit dari tidurnya, dan mengambil Minnie kepelukannya.

"Kucing manis, kau memang kucing keberuntunganku."

"Miauw."

"Kau merindukan perawatmu? Aku juga, bukankah dia sangat manis, tangannya juga halus dan hangat."

Minnie aka sang kucing menyamankan tubuhnya dipelukan Kyuhyun.

"Kau beruntung, dielus dan diperhatikan olehnya, dia juga tidak segan untuk beraegyo didepanmu, kalau saja dia beraegyo kepadaku, aku pasti tidak dapat menahan diri, dan langsung melahapnya."

"Miauw." Sang kucing menengadahkan kepalanya, matanya menatap mata Kyuhyun tajam.

"A, baiklah aku tidak akan melahapnya."

Sang kucing kembali menyamankan tubuhnya, dengan elusan lembut dari tangan Kyuhyun.

"Hah, semoga saja aku bisa bertemu dengannya di alam mimpi."

"Miauw." Sang kucing menyetujui harapan Kyuhyun.

Kyuhyun tertidur dengan 'Minnie' sang kucing dipeluknnya, manis dan nyaman.

"Kyuhyun dan kucing manis itu sedang apa yah?" Sungmin menatap layar handphonenya.

"Andai saja aku punya nomor handphonenya."

Sungmin mendekap handphone didadanya.

"Aku tidak sabar menunggu besok, Jaljayo Kyuhyun-ah."

Sungmin memejamkan matanya, dan tidak lama diapun terlelap.

.

.

.

Sungmin menunggu Kyuhyun di gerbang sekolah.

Jam menunjukan pukul 7.50, 10 menit lagi gerbang ditutup, dan Kyuhyun belum menunjukan batang hidungnya.

Sungmin tidak berhenti mondar-mandir, dan melihat jam ditangannya.

Pukul 7.59, satu menit lagi.

"Kau menghalangi jalanku"

Sebuah suara menegur Sungmin.

Sungmin langsung membalikan badannya, dan melihat Kyuhyun sang pemilik suara berdiri tanpa ekspresi.

"Ah, Kyuhyun-ah, ku pikir kau tidak akan datang." Sungmin tersenyum dengan mata berbinar.

Kyuhyun tidak merespon, dia melanjutkan langkahnya tanpa menghiraukan Sungmin.

"Kyuhyun-ah, tunggu aku."

Sungmin mengejar Kyuhyun dan berjalan bersama menuju kelas.

.

.

.

Selama dikelas Sungmin tidak fokus belajar, dia malah memperhatikan gerak-gerik Kyuhyun yang memandang keluar jendela, kadang-kadang menguap, memandang guru yang sedang menjelaskan dengan tatapan bosan.

Kyuhyun berulang-ulang melakukan hal yang sama, Sungmin tersenyum sendiri memperhatikannya, sampai tidak dia sadari Leeteuk sudah berdiri didepan mejanya.

"Pemandangan hari ini indah, Lee Sungmin?"

Tanpa sadar Sungmin mengangguk-anggukan kepalanya. Namun beberapa saat kemudian

"Eh?" Sungmin terperanjat, dia menjadi salah tingkah saat menyadari mata semua siswa tertuju padanya, tidak terkecuali Cho Kyuhyun.

"Dari tadi aku perhatikan kau hanya memandangi Cho Kyuhyun, kenapa? Apa ada yang menarik? Mungkin kau mau berbagi dengan yang lain?" tanya Leeteuk beruntun.

Sungmin menundukan kepala, dan wajahnya memerah karna malu.

"Ani, ani sonnim, maafkan saya." Ucap Sungmin masih dengan kepala tertunduk.

"Baiklah, jika begitu kita lanjutkan." Leeteuk berjalan kedepan, dan kembali menjelaskan pelajarannya.

Sungmin menghela nafas, dan membuka bukunya, mencoba berkonsentrasi pada apa yang diterangkan oleh Leeteuk.

Kyuhyun kembali memandang keluar jendela, dan jika diperhatikan, jelas terlihat ada senyum dan semburat merah diwajahnya.

.

.

Bel istirahat berbunyi nyaring, Leeteuk menutup acara mengajarnya dan keluar kelas lebih dulu, siswa-siswa ramai-ramai pergi kekantin, dan taman sekolah untuk makan siang bersama. Sungmin masih menundukan kepalanya, saat salah seorang siswa mendekatinya.

"Minnie?" Siswa tersebut menepuk pundak Sungmin dan duduk disebelahnya.

"Ne." Sungmin mengangkat wajahnya dan melihat kearah siswa tersebut.

"Kau baik-baik saja?" Tanya sang Siswa

"Ne, Wae?" Sungmin mengerutkan dahinya.

"Tumben sekali tadi kau tidak memeperhatikan pelajaran? Apa sesuatu terjadi padamu? Atau apakah Cho Kyuhyun itu mengganggumu?" Siswa itu memasang wajah khawatir.

"Ah, ani, ani, aku baik-baik saja, dia tidak menggangguku." Jawab Sungmin sambil terkekeh.

"Kau yakin, jika dia mengganggumu, bilang saja, kami akan memberinya peringatan agar dia menjauhimu." Ucap siswa itu bersungguh-sungguh.

"Ani, ani, aku baik-baik saja." Sungmin tersenyum dengan meyakinkan.

"Baiklah, kalau kau baik-baik saja, ayo kita ketaman, kita makan siang bersama." Ajak sang siswa seraya berdiri dari kursi yang didudukinya.

"Emh, kau duluan saja." Tolak Sungmin.

"Baiklah, aku duluan." Siswa itu tersenyum dan meninggalkan kelas.

Sungmin melirik kearah Kyuhyun, dan menutup bukunya.

Dia menarik nafas dalam, dan mencoba bersikap normal seperti biasanya, seolah kejadian saat belajar tadi tidak terjadi.

"Kyuhyun-ah!" tegur Sungmin.

Sungmin menggeser kursi dan duduk didepan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menatap Sungmin tanpa berbicara.

"Ini." Sungmin menyimpan dua bento diatas meja Kyuhyun.

"Apa ini?"

"Ayo, makan siang bersama." ajak Sungmin riang seraya menyodorkan salah satu bento pada Kyuhyun.

"Tidak usah." Tolak Kyuhyun.

"Ayolah Kyuhyun-ah, aku sengaja membuatkannya untukmu." Rengek Sungmin.

"Sengaja membuatnya untukku?" tanya Kyuhyun ragu.

"Ne." jawab Sungmin "Eh? Maksudku bukan begitu, aku..mmm…maksudku." Sungmin menundukan kepalanya dan wajahnya merona merah.

Kyuhyun tersenyum melihat Sungmin yang salah tingkah.

"Aah, baiklah aku akan memakannya." Ucap Kyuhyun dengan suara yang dibuat malas.

"Hm'h." Sungmin membukakan bento untuk Kyuhyun "Silakan."

Tanpa banyak bicara Kyuhyun langsung memakan masakan Sungmin.

"Bagaimana? Enak tidak?" tanya Sugnmin penuh harap.

"Biasa saja." Jawab Kyuhyun dengan mulut penuh makanan.

bibirnya kecewa dengan jawaban Kyuhyun.

"Ah, sulit sekali menghabiskan makanan seperti ini." keluh Kyuhyun seraya menutup kotak makannya.

Sungmin hanya mengembungkan pipinya.

"Emm..Kyuhyun-ah boleh tidak aku ikut kerumahmu lagi?"

"Untuk apa?"

"Aku ingin melihat Kucing itu lagi, boleh yah?" Sungmin beraegyo memohon.

Kyuhyun terlihat berpikir, dan tidak lama dia mengangguk.

"Baiklah, karna kau sudah bersusah payah membuatkan makan siang untukku, kau boleh melihatnya lagi." Jawab Kyuhyun tanpa ekspresi.

"Apa maksudmu?" Sungmin memanyunkan bibirnya, kesal.

Tidak lama bel masukpun berbunyi, Sungmin bergegas membereskan bekas makan siangnya dan kembali ke tempat duduknya semua siswa kembali kekelas dan memulai pelajaran.

Kyuhyun melihat kearah Sungmin yang terus tersenyum, Kyuhyun ikut tersenyum dan diapun membuka buku pelajarannya.

.

.

.

Setelah membantu siswa yang lain piket, Sungmin berlari keluar kelas menemui Kyuhyun yang sudah menunggunya.

"Kyuhyun-ah, maaf lama menunggu." Sungmin tersenyum dengan sangat manis.

Kyuhyun tidak menjawab, namun langsung berjalan keluar sekolah.

"Kyuhyun-ah, kau marah karna aku lama yah?" Sungmin mengejar dan menyamakan langkahnya dengan Kyuhyun, "Kyuhyun-ah.!"

Kyuhyun menghentikan langkahnya dan menatap Sungmin.

"Berisik!"

Sungmin langsung mengatupkan bibirnya.

Mereka berjalan bersama, Kyuhyun melakukan hal yang sama seperti hari sebelumnya, mengelilingi taman, masuk satu gang, dan gang lainnya, Sungmin dengan sabar mengikuti Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah?" Sungmin menarik-narik tas Kyuhyun, untuk mencari perhatian.

"Wae?" Kyuhyun menarik tasnya dengan kesal.

"Setiap hari kau berkeliling seperti ini yah?" Sungmin menatap Kyuhyun polos.

"Bukan urusanmu." Jawab Kyuhyun dengan nada kesal.

"Ih kau ini, mudah sekali marah sih."

"Kau pendek, cerewet!" ucap Kyuhyun.

"Aku tidak pendek Cho Kyuhyun."

"Kau cerewet!" ledek Kyuhyun.

"Cho Kyuhyun." Sungmin hendak memukul Kyuhyun, namun Kyuhyun menahan tangannya.

"Tanganmu tidak pantas dipakai untuk memukul, pendek.!"

"Lepaskan tanganku." Sungmin menarik tangannya, dan memasang wajah kesal.

"Keh" Kyuhyun terkekeh.

.

.

.

Kyuhyun merebahkan tubuhnya diatas sofa, dan Sungmin sudah duduk manis bersama sang kucing disebelahnya.

"Hey, Lee Sungmin."

"Wae?" Sungmin mengangkat wajahnya, melihat kearah Kyuhyun.

"Ajarkan aku pelajaran yang tadi." Kyuhyun menyodorkan buku pelajarannya kehadapan Sungmin.

"Yang tadi?"

"Leeteuk seonsaengnim."

Sungmin diam tidak bicara, tidak biasanya Kyuhyun minta diajari soal pelajaran, walaupun Kyuhyun suka berkelahi, dan tidak jarang membolos, Kyuhyun bukanlah orang yang bodoh, malah termasuk siswa yang cerdas, dia menempati peringkat ketiga di sekolah, beda dengan Sungmin yang hanya menempati peringkat lima dikelas.

"Lee Sungmin, kenapa diam saja, kau tidak mau membantuku?"

"Ani, ani, bukan begitu."

"Ya sudah, cepat ajari aku." Kyuhyun mengatakannya dengan nada memerintah.

"I-iya." Sungmin mengangguk, dan menurunkan sang kucing dari pangkuannya.

Kyuhyun dan Sungmin duduk bersebelahan dikarpet, dengan buku-buku pelajaran didepannya.

"Yang mana, yang kau tidak mengerti Kyuhyun-ah?" Sungmin membuka-buka halaman buku.

"Yang tadi Leeteuk seonsaengnim ajarkan." Ucap Kyuhyun enteng.

"Yang tadi?" Sungmin mencoba berpikir, namun yang dia ingat bukanlah pelajaran yang diterangkan Leeteuk, namun kejadian dimana dirinya ditegur saat ketahuan sedang memperhatikan Kyuhyun.

"Lee Sungmin." Kyuhyun mengetuk-ketukan jarinya keatas meja, kesal.

'Apa Kyuhyun ingin mengetesku, untuk meyakinkan aku tadi tidak memperhatikan pelajaran.' Batin Sungmin.

"Lee Sungmin!" bentak Kyuhyun tidak sabaran.

"Iya." Sungmin membuka bukunya lagi.

"Yang ini." Kyuhyun menunjuk salah satu bab, "Yang ini yang tidak aku mengerti, cepat jelaskan." Perintah Kyuhyun.

Sungmin gelagapan, karna diapun belum mengerti dengan bab yang dibahas Leeteuk, tentu saja karna dia tidak memperhatikan dari awal.

"Hah, jadi benar." Kyuhyun menghela nafas dan bersandar pada kursi dibelakangnya.

"Apa?" Sungmin memiringkan kepalanya menatap Kyuhyun.

"Kau sibuk memandangiku, hah?" Kyuhyun menatap intens pada mata Sungmin.

Sungmin terdiam kaku.

"Benarkan?" Kyuhyun bertanya dengan nada mengintimidasi.

"A-ani, ani." Jawab Sungmin dengan cepat, Sungmin menjadi salah tingkah dan wajahnya merona lagi.

"Kenapa wajahmu merona seperti itu?"

"Eh? Ini.. ini.. ini karna ruangannya panas." Sungmin tersenyum kaku, dia mengibaskan tangan ke wajahnya.

"Kau ingin mencela rumahku yang tidak ada ACnya?" Kyuhyun merenggut kesal.

"Ani, bukan begitu, maksudku?" Sungmin gelagapan dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.

Ting..tong..

Seseorang membunyikan bel rumah Kyuhyun.

"Ada tamu." Ucap Sungmin cepat.

Kyuhyun hanya diam saja.

"Kau tidak membukakan pintu?"

"Aku tidak menerima tamu yang tidak membuat janji." Jawab Kyuhyun seraya meluruskan kakinya yang panjang.

Ting..tong..

"Kyuhyun-ah, bagaimana jika itu tamu penting."

"Aku tidak peduli."

Ting..tong..

"Kalau kau tidak membukanya, aku yang akan membukakan pintu." Ucap Sungmin kesal.

"Ini bukan rumahmu, jangan urusi masalah orang lain."

"Tapi bagaimana jika orang disana sedang butuh bantuan."

"Aku tidak peduli."

Ting..tong..

"Aku akan membukakan pintu." Sungmin berdiri dan hendak melangkah, namun tangan Kyuhyun menahannya.

"Lepaskan tanganku." Sungmin menarik tangannya, namun karna Kyuhyun menahannya dengan kuat, Sungmin malah terjungkal dan jatuh, beruntung Kyuhyun menangkap tubuhnya.

Sungmin jatuh terduduk dipangkuan Kyuhyun.

"Cerewet!" bisik Kyuhyun ditelinga Sungmin.

Sungmin menjauhkan kepalanya dari Kyuhyun, wajahnya benar-benar memerah, dia dapat merasakan nafas berat Kyuhyun.

"Kau berat Lee Sungmin."

"Ish." Sungmin merenggut kesal dan hendak berdiri, namun dengan sengaja Kyuhyun menahan tangan Sungmin hingga dia terjatuh lagi.

"Sepertinya kau benar-benar suka duduk dipangkuanku, Lee Sungmin." Kyuhyun tertawa riang.

Sungmin terkesima mendengar tawa Kyuhyun, baru kali ini Kyuhyun tertawa riang seperti itu.

Kyuhyu menghentikan tawanya dan menyeringai melihat Sungmin yang terkesima.

Sungmin segera tersadar dan dengan kesal Sungmin mendorong dada Kyuhyun, dengan cepat dia berdiri.

"Kau menyebalkan Cho Kyuhyun." Sungmin berucap kesal dan berjalan kearah pintu.

Kyuhyun terkekeh dan mengikuti langkah Sungmin.

Sungmin membuka pintu, dan seorang namja dengan perawakan yang tidak beda jauh dengannya berdiri didepan pintu, dengan wajah yang tersenyum cerah, dan tangan yang dipenuhi dengan barang bawaan.

"Nugu?" tanya Sungmin dan namja itu bersamaan.

"Hyung?" Kyuhyun mengernyitkan dahinya, tidak biasanya dia mendapat tamu tak diundang.

"Kyunnie." Sang namja, menerobos masuk dan memeluk Kyuhyun.

Sungmin diam terpaku.

"Aish, lepaskan aku, kau menbuatku sesak Lee Donghae." Protes Kyuhyun.

"Bogoshipoyo." Sang namja yang ternyata bernama Lee Donghae melepaskan pelukannya, dan melihat kearah Sungmin, "Kau temannya Kyunnie?"

"Ne, Annyeonghaseo, Lee Sungmin imnida." Sungmin membungkukan badannya.

"Lee Donghae imnida, Bangapseumnida Sungminnie." Ucap Donghae so akrab.

"Jangan so akrab kau Lee Donghae." Protes Kyuhyun.

"Kau sudah lama berteman dengan Kyunnie?" tanya Donghae tanpa mengiraukan Kyuhyun.

"Kami satu kelas sejak kelas satu." Jawab Sungmin dengan nada formal.

"Wah, itu sudah lama sekali, ayo masuk." Donghae langsung masuk begitu saja kedalam rumah.

"Hey Fishy, jangan seenaknya." Kyuhyun mengikuti Donghae dan tidak berhenti meracau kesal.

Sungmin menutup pintu, lalu menyusul Kyuhyun dan Donghae.

Donghae menaruh semua barang bawaannya diatas meja, masuk kedapur untuk mengambil air minum, lalu duduk di sofa.

Kyuhyun mengetuk-ketukan kakinya, tidak senang dengan kelakuan Donghae yang seenaknya.

"Kyunnie, semalam hyung menelponmu?" Donghae menyimpan gelas dan berjalan melihat-lihat foto yang menempel di dinding rumah.

"Ne, dan dia tidak bilang kalau kau akan datang." Kyuhyun masih bicara dengan nada kesal.

"Aku mengkhawatirkanmu. Jadi sekalian lewat aku datang berkunjung." Donghae berjalan mendekati Sungmin yang duduk di sofa.

"Setidaknya beritahu aku jika kau akan datang."

"Minnie, aku boleh memanggilmu Minnie kan?" Donghae duduk disebelah Sungmin, dan tidak menghiraukan Kyuhyun lagi.

Sungmin tersenyum dan menganggukan kepalanya.

"Kau manis sekali, sayang sekali kau berteman dengan Kyunnie yang suka marah-marah."

"Buk." Kyuhyun melempar bantal sofa dan mendarat mulus dikepala Donghae.

"Cho Kyuhyun itu tidak sopan." Protes Sungmin, "Kau tidak apa-apa Donghae-shi?" Sungmin memasang wajah khawatir.

"Tidak apa-apa, panggil aku Donghae saja, kalau tidak kau bisa memanggilku hyung seperti Kyunnie." Ucap Donghae seraya tersenyum.

Sungmin membalas senyuman Donghae dan menganguk-anggukan kepalanya.

Kyuhyun benar-benar kesal dengan sikap so akrab Donghae pada Sungmin.

"Kau ada perlu apa datang kesini?"

"Hey, lihat ada anak Kucing." Seru Donghae saat melihat sang kucing mendongakan kepalanya dari sebelah Sungmin.

"Hey Fishy, kau dengar aku tidak."

"Kakinya diperban, apa kau yang merawatnya Minnie?" tebak Donghae.

"Iya, hyung suka binatang?" Sungmin dan Donghae mengobrol tanpa menghiraukan Kyuhyun yang berdiri dengan wajah kesal.

"Sangat suka, apa dirumahmu memelihara binatang?"

"Tidak, Ayahku alergi pada bulu binatang, jadi aku tidak bisa memelihara satu binatangpun, padahal aku berharap bisa memelihara Kucing dan Anjing." Terang Sungmin.

"Ah sayang sekali, kalau begitu kau datang saja ketempat kami."

"Tempat kalian, maksud hyung?"

"Lebih baik kau pulang." Kyuhyun menarik tangan Sungmin sebelum Donghae menjawab pertanyaannya.

"Tapi Kyuhyun-ah." Protes Sungmin.

"Sudah pukul 6." Kyuhyun membawakan tas Sungmin dan menariknya keluar rumah.

Donghae mengikuti Sungmin yang terhuyung.

"Sampai bertemu lagi Minnie." Donghae melambaikan tangannya.

"Kyuhyun-ah, sakit." Rengek Sungmin.

Kyuhyun berhenti berjalan dan melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Sungmin.

"Makanya cepat, jangan lelet."

"Kau kenapa sih." Sungmin memanyunkan bibirnya.

"Tch." Kyuhyun menarik lagi tangan Sungmin, dan berjalan dengan cepat menuju halte bus.

Sungmin menggerutu kesal.

Kyuhyun mondar-mandir didepan Sungmin, dengan mulut tidak berhenti mengumpat.

"Kyuhyun-ah, bisa tidak kau berhenti mondar-mandir, kau membuatku pusing." Protes Sungmin.

Kyuhyun melihat jam tangannya, sudah setengah jam mereka menunggu, namun bus menuju rumah Sungmin belum datang juga.

"Akh lama sekali, naik taksi saja." Ucap Kyuhyun.

Tanpa persetujuan Sungmin, Kyuhyun langsung memberhentikan taksi yang kebetulan lewat didepannya.

"Ayo masuk." Perintahnya pada Sungmin.

"Tapi." Sungmin terlihat ragu.

"Cepat, ini sudah malam, aku tidak mau membuat orangtuamu khawatir." Kyuhyun menarik Sungmin masuk dan diapun duduk disebelahnya.

"Kenapa kau ikut masuk?" tanya Sungmin dengan wajah polosnya.

"Tidak aman naik taksi sendiri." Ucap Kyuhyun.

Selama diperjalanan Kyuhyun dan Sungmin tidak saling bicara, Kyuhyun sibuk memperhatikan jalan yang mereka lewati, sedangkan Sungmin sibuk memainkan handphonenya.

"Berhenti didepan Pak." Sungmin mengintrupsi saat taksi yang dia dan Kyuhyun naiki, melewati sebuah rumah yang cukup besar.

Sungmin hendak membayar Taksi namun Kyuhyun sudah terlebih dulu mengeluarkan uangnya.

"Ayo." Kyuhyun membukakan pintu untuk Sungmin.

"Ini rumahku." Sungmin terlihat malu-malu saat menunjuk sebuah rumah bergaya Eropa klasik yang cukup besar.

"Masuklah." Kyuhyun memijit bel yang tertempel di sebelah gerbang rumah itu.

"Kau mau mampir?" tawar Sungmin.

"Sudah malam, lebih baik kau cepat masuk."

Gerbang terbuka dan seseorang berdiri dibalik gerbang.

"Tuan muda itu anda?" ternyata seorang pelayan yang membukakan gerbang.

"Ne, ini aku." Sungmin tersenyum pada pelayan itu. "Kau yakin tidak mau masuk, kau bisa makan malam disini." Ucap Sungmin.

"Aku tidak bisa membiarkan makhluk laut itu berkeliaran sendiri dirumahku." Ucap Kyuhyun.

"Ah, Ne, kalau begitu, aku masuk dulu, sampai jumpa di sekolah, dan sampaikan salamku untuk Donghae hyung." Sungmin tersenyum, dan Kyuhyun mengangguk, lalu dia berjalan mencari taksi.

Sungmin berjalan masuk menuju rumahnya dengan sang pelayan disampingnya.

To be continue….

.

.

.

*Intro Superman

Bam..bam..bam..bam..bam..bam..

Bam..bam..bam..bam..bam..bam..

*muncul asap ala opening sushow

*tambahin petir dan kilat

Heechul part: cha..cha..cha.. da-eum nugu?

Annyeonghaseyo..

Kujaku MeHyoozan imnida..

Bangapseumnida..

*turun dari langit pake sayap angel and topeng kaya di Opera

Sesuai pesanan readers saya datang bawa asap dan kilat.. ^^

Gimana nih lanjutannya sudah cukup panjangkah…?

Kalo belum cukup panjang juga, readers pegang bagian atas dan saya pegang bagian bawah, kita tarik bareng-bareng biar melarrrrr…..

Gimana nih jelek ga lanjutannya..? Readers menikmati jalan ceritanya?

Terimakasih pada readers yang sudah mau review ataupun Komen..

Terimakasih fic ini sudah dibilang manis, daebak, ataupun pujian-pujian lainnya, saya sangat tersanjung, rasanya fic saya ini belum pantas mendapat pujian dari chingudeul, Jongmal Gamsahamnida..

Untuk para readers yang bertanya-tanya kenapa Kyu jadi kaya gitu? Ada apa dengan Kyu?

Jangan bingung, Nanti pasti ada penjelasannnya, cukup ikuti terus lanjutan ceritanya…

Reply Review:

KyuLoveMin : wah di bilang daebak.. Jongmal Gamsahamnida. terimakasih sudah review..

Fishy : ini lanjutannya, terimakasih sudah review..

Cho Miku : Annyeonghaseo.. ga ada rahasia ko, Ming dan readers nanti pasti tau alasan Kyuhyun jadi gitu..

Eclipse Boy : terimakasih atas pujiannya, Pendek? Maklum yang bikinnya juga pendek ko.. terimakasih sudah review..

Princess kyumin: apanya yang kependekan? *tampang polos.. untung TBC yah bukan HIV..hehee, ini lanjutannya, selamat menikmati, terimakasih sudah review..

Park Min Rin: coba deh bacanya sambil lari-lari, pasti ga nyaman banget..hehee.. terimakasih sudah review..selamat menikmati lanjutan ceritanya..

Kyurin Minnie: Kenapa yah? Saya juga ga tau, nanti deh saya tanya mas Kyunnienya, nanti pasti ada penjelasan kenapa Kyuhun jadi gituh..

Anonim890516: Manis yah? Iya donk yang bikinnya ajah .. terimakasih sudah review ne Senpai..

Cyn kyunnie: HAH? Gila? Hahaha… maaf yah updatenya lama abis kepentok tanggal tua..hehee..waaaaa Jongmal Gamsahamnida A'a… ini lanjutannya..selamat menikmati lanjutan ceritanya..

S.J. 1315: suka ga yah? Ga tau, nanti deh mas kyunnienya saya tanya dia suka sama mas Ming atau ga… terimakasih sudah review.. selamat menikmati lanjutan ceritanya..

Syubidubidu: LAKSANAKAN!

Han-RJ: Karma? Mana? Mana? Wah wah maaf itu typo otomatis dari program komputernya sendiri, itu memang maksudnya 'karna'.. animal heroes itu apa yah..*buka kamus.. suka kucing, miara ayam? Mmm…menarik.. kenapa? Tak boleh piara kucingkah?

Chikyumin: apanya yang kurang panjang? Wah wah jangan dibayangin, entar pengen juga lho.. selamat menikmati lanjutan ceritanya..

Shinta pumpkinsMING: OK.!

Lee Shurri: terimakasih sudah review, selamat menikmati lanjutan ceritanya…