Hermione menarik nafas dalam-dalam ketika dia berada di tengah lapangan Quidditch. Dia menunggu Harry, pemuda itu bilang dia perlu mengambil sesuatu di gudang. Gadis itu memandang Nimbus di tangannya dengan ragu-ragu, dia tidak pernah berurusan dengan sapu terbang semenjak dia gagal di tahun pertamanya. Dia selalu merasa bahwa terbang dan tidak berpijak di atas tanah sama sekali bukan bidangnya.

" Oke, Hermione" terdengar suara Harry berjalan ke arahnya " Kita belum akan memakai sapu itu, dimana kau mendapatkannya?" dia melirik Nimbus di tangan Hermione.

" Aku meminjamnya dari Ginny, dia akan membeli sapu baru dan bilang dia tidak begitu sering memakai sapu yang ini lagi" jawab Hermione " dan kalau kita tidak memakainya lalu kita akan memakai apa?"

" Ini" Harry menunjukkan sapu tua di tangannya " Sapu Bersih, memang sudah tua tapi masih cukup responsive dan dia cukup lambat jadi cocok untukmu yang baru akan belajar" dia menjelaskan

Hermione meletakkan Nimbus yang dibawanya di atas rerumputan lapangan itu dan memandang sapu yang dibawa Harry. Dia baru mengulurkan tangannya untuk mengambil sapu itu namun Harry menarik sapu itu dari jangkauannya dan menggeleng.

" Apa? Kupikir kita akan belajar menggunakan sapu itu" protes Hermione, mengerutkan keningnya dengan bingung.

" Tidak, kau takkan langsung mengendarainya" Harry menggeleng.

" Jadi, apa yang harus aku lakukan pertama?"

" Sama seperti ketika kita masih di tahun pertama" Harry tersenyum " Kau harus memanggil sapumu untuk terbang kearahmu" dia menjelaskan seraya meletakkan sapu itu di samping Hermione " Buka tanganmu ke arah sapu itu dan perintahkan dia"

Hermione menghela nafas kesal, kenapa untuk terbang saja begitu sulit?. Dia membuka tangannya ke arah sapu, dia ingat betapa frustasinya dia dulu ketika pertama melihat sapu terbang.

" Kemari" gumam Hermione dan sapu itu tidak bergerak " Naik! Kemari!" masih tidak bergerak, dia menoleh pada Harry yang merespon dengan hanya mengangkat bahu.

" Santai sedikit, Hermione, kurasa sapu itu takut padamu" goda Harry

" Kemari" Hermione sedikit menurunkan nadanya, sapu itu bergetar " Woah, Harry!"

" Lanjutkan, Mione, kau hampir berhasil!" Harry menyemangati.

" Kemari, sapu" kata Hermione

Setengah jam berikutnya Harry mengawasi Hermione memanggil-manggil sapu itu, sapu itu mulai bergerak namun selalu jatuh kembali ketika sapu itu baru separuh jalan. Kesal, Hermione menghela napas dan berjalan ke arah Harry, duduk di samping pemuda itu sambil melipat tangannya di depan dada dan mengerucutkan bibirnya, jika saja gadis itu bukan sedang kesal luar biasa pastilah dia terlihat sangat menggemaskan.

" Dia tidak mau mendengarku" gerutu Hermione

" Kau hanya belum dekat dengan sapu, itu saja" kata Harry " kemari" dan seketika sapu itu meluncur ke tangan Harry " Lihat, ini mudah, Mione, lebih mudah dari perhitungan Aritmancy"

" Aku lebih memilih mengerjakan tugas Aritmancy" balas Hermione

" Well, bagaimana pun kau tetap harus menguasai sapu terbang" balas Harry " Kau sangat ingin bekerja di sana kan?"

" Ya, tapi bahkan sapu ini tak mau mendengarkanku"

Harry menggunakan Mantra Usir ke sapu terbang di tangannya dan kemudian meraih tangan Hermione, membuat gadis itu mengangkat alis.

" Rasakan seperti kau memanggil temanmu, Hermione" kata Harry, membuka telapak tangan Hermione sementara dia memegang pergelangan tangan gadis itu

" Kemari, sapu" gumam Hermione dan detik berikutnya matanya membulat melihat sapu itu melesat menuju ke arahnya.

Dia memandang sapu yang ada di genggamannya kemudian memandang Harry dengan cengiran lebar di wajahnya.

" Berhasil!" Hermione memekik senang " Oh, dia mau mendengarkanku!"

" Aku tahu kau pasti bisa" balas Harry, sama semangatnya

" Trims, Harry!" dia langsung melompat ke pelukan pemuda itu.

Harry merasa sensasi aneh diperutnya ketika menghirup aroma vanilla dari Hermione. Rasanya begitu menenangkan dan membuatnya tidak mau beranjak dari posisinya. Gadis itu melepas pelukannya dan kembali memandang sapunya dengan takjub tanpa menyadari pemuda di sampingnya memandanginya dengan senyuman lembut terplester di wajahnya.

" Baiklah, bersiaplah untuk terbang, Miss Granger!" kata Harry bersemangat.

Ini akan menjadi hari-hari yang menyenangkan.