Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi
Crossever : Naruto and High School DxD
Rating : M
Genres : Romance,Adventure,
fantasy,matrial art,Supranatural,shounen,dll
Pairings : ?
Warning : TYPO,ABAL,GAJE,ANCUR CAMPUR ADUK AND MORE!
.
.
.
Summary: Dia mendapat kesempatan terlahir kembali di dunia baru dengan nama dan tubuh yang sama setelah kematianya di dunia shinobi! terlahir dari sebuah Clan ninja assasins yang sudah punah akibat pembantaian yang juga hamir merenggut hidupnya tapi gadis bersurai merah datang membawanya saat dia meregang nyawa dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarga bangsawan iblis. kisah seorang remaja bersurai kuning yang menjadi bidak Pawn dari Rias !Naru BUT NOT Godlike!
.
.
.
Chapter 3 : Andai Kau Tahu!
.
.
di suatu malam di sebut tempat pemukiman tersembunyi atau tepatnya pemukiman clan Araskage tengah terjadi pembantaian masal oleh sekelompok orang. kobaran api dimana-mana dan bau amis darah yang sangat kuat tercium oleh indra penciuman dari tumpukan mayat yang berceceran dimana-mana. sungguh memperihatinkan tempat tersebut yang dulunya indah nan damai kini telah menjadi lautan darah akibat pembantaian yang terjadi tiba-tiba
"KAA-SAN"teriak seorang pemuda saat mengguncang tubuh tak bernyawa wanita paruh baya yang ada di hadannya.
"Naruto cepat pergi biar Tou-san yang melawan orang-orang itu!"ucap seorang pria paruh baya yang sedang bertarung melawan beberapa orang pembantai.
"tapi Tou-san aku haru-" "tidak ada tapi tapian pergilah walau hanya kau seorang dan selamatkan harta paling berharga clan kita Tou-san percaya pada mu"
"baiklah Tou-san"jawab pemuda tersebut sambil membawa kotak hitam besar di punggungnya"Tou-san aku berjanji demi martabat dan dan harga diri clan kita aku Naruto Uzumaki Araskage bersumpah akan menuntut balas walaupun aku harus menjual jiwaku kepada iblis sekalipun!"
dengan sekuat tenaga Naruto berlari menjauh dari tempat tersebut tidak jarang saat dia berlari ada musuh yang menghadangnya tapi dia bisa membunuh semua penghalang tersebut walaupun tanpa ia sadari perutnya telah terobek dan bolong oleh beberapa tombak saat tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit dari luka-lukanya pemuda tersebut jatuh tersungkur di tanah.
.
.
"hosh...hosh...hosh astagah mimpi itu lagi"ucap Naruto yang bangun dari mimpi buruknya dengan nafas tersekal-sekal.
"buchou?"dengan tidak sadar Naruto mengucapkan kalimat tersebut dan itu otomatis membuat dadanya sakit. sakit karna mengingat wanita yang ia cintai akan melangsungkan pertaunangan malam ini tapi bukan dengan dirinya melainkan pria lain perlahan airmata mengalir dari kedua iris birunya karna tidak kuat menahan beban di dada yaitu rasa sakit! sakit karna wanita yang ia cintai akan menjadi milik orang lain,sakit karna dirinya gagal menepati janjinya kepada gadis yang ia sayangi untuk selalu melindungi gadis tersebut dan gagal untuk memiliki gadis bersurai merah yang begitu berkilau dan lebih merah dari darah.
tanpa ia sadari sebuat lingkaran sihir putih tercipta di kamarnya dan dari lingkaran sihir tersebut menampakan sesosok wanita cantik bersurai silver yang sedari tadi melihat tangisannya.
"Naruto-kun?"ucap lirih Wanita tersebut dan membuat Naruto dengan cepat mengusap airmatanya, dia tidak ingin ada yang melihatnya menangis karna baginya airmata adalah tanda bahwa dirinya lemah.
"gomen ne Greyfia Onee-sama!"lirih Naruto sedangkan Greyfia hanya tersenyum miris melihat tingkah laku Naruto."jangan sok kuat di hadapan Onee-sama!"
"Apa maksud mu Onee-sama?"
"aku tahu kau baru saja menangis dan aku tahu kau kecewa dengan semua ini"Naruto tertegun mendengan ucapan Greyfia yang sudah ia anggap Kakak perempuananya.
"aku memang tidak bisa menyembunyikan segalnya dari mu Onee-sama!"ucap Naruto yang tersenyum miris menanggapi wanita yang sudah ia anggap Onee-sama-nya
"kalau kau benar-benar mencintainya datanglah dan rebut dia dengan kedua tangan mu!"
"tapi Onee-sama aku hanya seorang budak sekaligus iblis redahan mana mungkin aku bisa melakukan itu? mana mungkin aku menggagalkan pertunangan dari kedua iblis kelas tinggi? aku sadar diri aku bukan siapa-siapa dan ak-" "dasar BAKA apa maksud mu kau bukan siapa-siapa? walaupun kau hanya budak iblisnya tapi kau adalah pria yang mencintainya setulus hati mu dan apakah kau mau kalah sebelum berperang?" Naruto menggeleng saat Greyfia menggantung ucapannya.
"kalau begitu rebut dia dan dapatkan dia! kau tidak akan mengubah segalanya dan akan menjadi pecundang...! kalau kau tetap duduk manis di sini sedangkan dia menjadi milik orang lain! datanglah malam ini pukul 7 dan ubah takdirnya!" setelah itu Greyfia pergi dengan lingkaran sihir meninggalkan Naruto yang mematung dan masih mencerna ucapa tersebut.
"benar! aku harus mengubah takdirnya"ucap Naruto seulas senyum terpatri di bibirnya, dan saat itu juga dia mengambil sebuah laptop di dalam birunya bergerak liar saat melihat data-data yang berada di laptop tersebut dan sebuah seringai tampak di wajah tampannya.
"waktunya untuk memcoba benda tersebut"Naruto mematikan laptopnya dan menaruhnya kembali kedalam tas, lalu ia mengangkat kasur tempat tidurnya dan membuka lantai yang berada tepat di bawah kasur di dari balik lantai tersebut ada anak tangga yang entah kemana? Setelah itu Naruto berjalan menuruni anak tangga tersebut menuju ruang bawah tanah peribadinya.
Prok!
Prok!
Dengan 2 tepukan tangan darinya ruangan gelap tersebut seketika menjadi terang benderang menampakan sebuah pintu dengan tingkat keamana tinggi, Naruto menempelkan telapak tangan kanannya di saping pintu yang terdapat Hand Scaner dan mendekatkan matanya ke sebuah kamera kecil yang berada tepat di hadapannya untuk menyocokan retina matanya. Sebuah tingkat keamanan yang cukup tinggi karna di lengkapi dengan Hand Scaner dan kamera pemeriksa retina mata. Setelah beberapa detik melakukan hal tersebut sebuah lampu berwarna hijau dengan bunyi klik! Menyala menandakan pintu sukses terbuka.
Zuuuus!
Bunyi khas pintu geser automatic terdengar dan Naruto memasuki ruangan yang ada di balik tempat tersebut. Sebuah monitor hologram menjadi pemandangan pertama yang ia dapatkan dan setelah itu ia berjalan mendekati sebuah tabung besar yang di dalamnya terdapat sebuah Armor suit berwarna hitam. tanpa basa basi Naruto menyentuh tombol merah yang berada di samping tabung tersebut."aku akan membawa mu pulang Rias"
[Araskage bodysuit Prototive on]
.
.
.
.
.
-Gremoy Mansion-
.
.
Di sebuat ruangan megah tepatnya aula bernuansa putih tanda akan di adakannya sebuah ikatan suci antara keluarga Gremory dan Phenex tengah berdatangan para tamu undangan yang cukup banyak, melihat karna acara tersebut adalah acara pertunangan 2 clan dari 72 pilar iblis yang tersisa dan juga mempelai wanita adalah adik dari raja iblis Lucifer yang sekarang,jadi tidak heran kalau pesta tersebut mengundang banyak tamu dari iblis kelas bawah maupun kelas atas.
Tapi nampaknya acara tersebut tidak mendapat respon bagus dari mempelai wanita karna sang mempelai wanita yaitu Rias tidak mencintai sang mempelai pria dan dia terpaksa melakukan pertunangan ini karna desakan dari kedua belah pihak keluarga juga karna dia kalah dalam Ratin game.
"issei!"ucap Rias lirih saat menatap penampilannya di hadapan cermin besar. Dalam hatinya dia berharap bahwa pria yang ia sukai datang menyelamatkannya tapi dia sadar karna itu hanyalah egonya semata!
"andai saja kau aku tidak egois" lanjutnya saat dia mengingat kejadian akhir di Rating game. Dengan gagah berani sang Pawn Issei mati-matian bertarung melawan Riser yang jelas-jelas kekuatanya diatas Issei tapi tetap saja Issei melawannya walaupun harus membahayakan pada akhirnya Issei kalah karna dirinya menyerah untuk menyelamatkan nyawa Issei budak yang ia sangat sayangi bukan...! Tapi cintai!
Setitik liquit bening mengalir dari kedua iris green and blue-nya saat mengingat ke jadian tersebut dan itu pula karna pria yang merebut hatinya kini terbaring dalam kondisi penyembuhan."Rias Ojou-sama waktunya telah tiba"ucap salah satu maid mengingatkan kepadanya.
"baiklah"jawab Rias dengan senyum palsu untuk menutupi rasa sedih yang menghiasi wajah ayunya dan dia beranjak keluar dari kamarnya untuk menuju aula tempat acara yang akan di mulai.
Beberapa saat kemudian Rias tiba di sebuah altar upaca. tempat untuk melakukan acara tersebut dan mungkin tempat yang akan mengubah kagum dapat di temui dari apa yang di tunjukan para tamu karna Kagum akan kecantikan sang mempelai wanita! Bagaimana tidak?Rias yang notabenenya memang cantik dengan tubuh bak top model internasional kini terbalut drees putih suci selutut dengan hiasan mawar putih di beberapa bagian tertentu dan juga aura kebangsawananya itu menambah kesan kecantikannya.
"Akeno kemana Naruto nii-chan dari tadi aku tidak melihatnya? Apa dia tidak datang?" tanya Tsubaki yang tiba-tiba datang mendekati Akeno,Kiba, dan Koneko.
"Kami juga tidak tahu di mana Naru-kun tapi mungkin di belum pulang dari misinya!"
"jadi begitu ya! Baiklah aku sesana dulu menyusul Kaichou" jawab Tsubaki yang berjalan menuju Sona berada'Nii-chan kenapa kau lari dari masalah'batin Tsubaki
"mohon maaf kepada saudara-saudara yang terhormat karna waktu sudah menunjukan pukul 7 malam harap perhatiananya karna acara akan segera di mulai!"ucap seorang MC yang memimpin jalannya upacara pembukaan. Seketika semua tamu undangan menjadi dia dan lebih memilih fokus melihat upacara pertunangan yang akan di mulai.
"saudara-saudara dengan penuh hormat saya persembahkan calon tunangan saya Rias Gremory!"ucap Riser meriah di sambut tepukan tangan dari semua undangan saat Rias yang naik menuju altar upacara tersebut.
Braaaaak...!
Semua orang syok mendengar suara gaduh di belakang mereka yang ternyata suara tersebut berasal dari pintu yang di jebol paksa hingga hancur berkeping-keping.
"Issei?"ucap Rias syok karna melihat siapa orang yang datang menjembol tempat tersebut. Ya Isse yang berada di hadapan pintu tersebut tapi jangan salah bukan dia yang menjebol pintu tersebut tapi Naruto-lah yang menghancurkannya.
"Buchou aku dan Naruto datang untuk menyelamatkan mu!" tepat setelah Issei mengatakan hal tersebut tiba-tiba sebuah kegelapan menyelimuti semua tempat semua orang yang merasakan kegelapan tersebut langsung bergidik ngeri tapi untuk sebagian petinggi dan iblis tua yang merasakan kegelapan tersebut hanya bisa mematung pasalnya mereka tahu siapa orang yang menyebabkan semua ini!
"The Dark Shadow killer"gumam salah satu iblis tua tidak sadar menyebutkan kata tersebut.
Sriiiing!
Sebuah Fuma Shuriken menancap dengan tepat di dinding yang tidak jauh hanya sekitar 5 CM dari wajah Riser," Siapa yang berni melakukan ini?"jelas hal itu membuat Riser Syok tapi rasa syok tersebut dapat ia tutupi dengan rasa geram dan membuat dia berteriak seenak jidatnya.
Hening!
Semua masih hening mereka terhanyut dalam adegan dramatis tersebut dan tidak memperdulikan ucapan bodoh dari Riser.
"Aku tanya siapa yang melakukan ini... BRENGSEK!" Lagi lagi dengan seenak jidatnya Riser berteriak.
"bisakah kau tidak berteriak Ojou-chan" ucap Naruto dengan nada mengejek dia berjalan dengan santai memasuki barisan depan sekarang dia mengenakan Tuxedo hitam dengan sepatu pantopel hitam berkilau sedangkam di punggungnya dia menggendong sebuah kotak hitam dan di bagian belakang pinggangnya sepasang katana bertengger dengan manis. Dan itu membuat penampilanya begitu unik dan menawan!
"Siapa kau... BERENGSEK! dan apa maksud mu mengganggu acara pertunangan kami?"
"aw...aw...aw apakah ini sambutan mu kepada tamu undangan Ojou-chan?"ejek Naruto dan itu membuat Riser geram! Seketika Naruto menyeringai tipis dan langsung memasang wajah datar yamg belum pernah ia tunjukan.
Sedangkan Rias?
Dia hanya tersenyum saat 'sekedar' memandang tingkah laku Naruto sedangkan tatapanya ia Fokuskan menatap Issei yang tersenyum kepadanya di dekat Teman-temannya.
"siapa kau Berengsek? Dan apa yang kau inginkan... hah? Dasar iblis rendah!"hina Riser seketika.
"aku tidak ingin apa-apa dan aku bukan siapa-siapa yang aku inginkan hanya membawa pergi Buchou ke tempat yang seharunya ia berada!"
"heh kalau begitu langkahi mayat ku dulu!"
"dengan senang hati!"jawab Naruto tegas
"baiklah kalau begitu saya Greyfia lucifuger mewakili pihak Gremory akan menjadi wasit di pertandingan antara Riser-sama melawan Naruto-sama"setelah Greyfia mengucapkan hal tersebut Naruto dan Riser langsung di transfer menuju arena pertempuran.
.
.
-Arena Pertempura-
.
.
"menyerah-lah sebelum aku membunuh iblis rendahan"ejek Riser yang mulai menaikan aura iblisnya. Sedangkan Naruto hanya diam tidak mau membalas ucapan bodoh yang di lontarkan Musuhnya karna baginya terlalu banyak berbicara dalam pertarungan adalah tindakan pecundang!
"sial kau jawab Aku BERENGSEK"
Riser yang mulai geram melapisi ke dua tinjunya dengan Api yang membara! Dalam kecepatan yang sangat cepat dia mencoba meninju wajah bagian kiri Naruto.
Braaakh!
Naruto terkena telak oleh pukulan Riser, itu membuatnya terpental dan menabrak dinding pembatas hingga hancur berkeping-keping.
"Heh... Lemah! Apa cuma in-"
Ejekan Riser terpotong saat dia syok melihat 2 [Fuma Shuriken] yang melaju ke arahnya dengan cepat! Tapi saat jarak serangan tersebut hampir mengenai sasaran, Raiser menembakan 2 bola api besar yang melahap kedua Fuma Shuriken tersebut"trik bodoh yang tidak akan berguna"
"tapi apakah begitu?"Riser syok saat dia mendengar suara Naruto dari arah belakanga dan reflek membalikan tubuhnya...
Jleeeb!
tapi sayang sebuah Katana hitam telah menembus perutnya darah segar mengalir deras dari perutnya dan saat itu juga dia sadar, bahwa Naruto telah menusuknya"pergilah keneraga Berengsek" ucap Naruto mencabut Katananya dan langsung memendang Riser hingga terpental jauh dan tersungkur dengan sempurna.
"hahahaha kau yang akan pergi keneraka makhluk rendahan"
Naruto syok bukan main saat luka Riser beregenerasi dengan cepat dan sekarang dia sudah terbang dengan ke dua sayap apinya.
'cih,Merepotkan'batin Naruto.
Kemudian dia mencabut katana putih yang berada di belakang pinggangnya dan mengalirinya dengan [Demonic Power] tidak mau membung waktu Riser menembakan beberapa bola api besar ke arah Naruto tapi Naruto masih bisa menghindarinya sebagian dan juga membelah sebagian lagi dengan Katananya.
"menarik sangat menarik tapi kau tidak akan mampu membunuh ku makhluk rendahan"
Dengan kecepatan yang di luar akal sehat Riser yang seluruh tubuhnya sudah terlapisi api menyerbu Naruto. Dia memukul menendang dan membanting Naruto.
'uugh... sial kalau begini terus aku bisa kalah'batin Naruto saat dia terkapar lemah di sebuah kawah lebar yang di hasilkan dari bantingan Riser. Perlahan Naruto bangkit dan menatap Riser yang ada di atas terbang dengan angkuhnya.
Sedangkan di doom penonton Rias yang mengkhawatirkan keselamatan budaknya sedang meminta pertandingan di hentikan oleh kakaknya tapi Sirzachs hanya tersenyum dan berkata"tenanglah! Dan lihat saja jangan remehkan tangan kiri ku!"Sedangkan Rias hanya mengangguk lemah mau tidak mau dia harus menuruti perintah kakaknya dan dia juga percaya hal itu. Hey jangn bercanda! Tidak mungkin bukan seorang tangan kiri Maou-sama selemah ini? Maka itulah yang Rias sekarng percayai.
Kembali ke arena pertempuran Naruto yang sudah berdiri mulai terbang dengan cepat dari kedua katananya memancarkan 2 cahaya berbeda yaitu hitam dan putih. Mata birunya berubah menjadi merah dengan pupil vertikal dan menajamkan pengelihatannya.
"aku akan membunuh mu dalam satu serangan!"ucap Naruto saat kedua Katananya bertambah terang. saat itu pula di sekeliling arena pertempuran muncul kegelapan yang hampir menutupi semua arena.
[エンジニアリング·キル一族:影の殺人]
[Technique Kills Clan : Shadow Killer]
Entah datang dari mana, dengan sangat cepat kegelapan sudah mengeliingi Riser dan yang membuatnya bertambah syok adalah 6 Naruto yang mengelilinginya" apa-apan in-ini? SIALAN KAU RENDAHAN"bentak Riser dalam kepanikannya ia juga menembakan puluhan bola api kearah 6 Naruto tapi hal tersebut percuma karna bola-bola api itu hanya menembus ke enam Naruto.
"I want Kill you!" Suara Naruto bergema dalam kegelapan begitu pula 6 Naruto yang melesat menyerang Riser!.
Bagai kilatan-kilatan hitam ke 6 Naruto menebas,menusuk,menghunus dan mencabik-cabik Riser. Sang korban yang malang hanya mampu berteriak kesakitan saat merasakan rasa yng sangat menyakitkan yang baru kali ini dia rasakan. sedangkan di Doom penonton, Semua orang hanya dapat mendengar jeritan Riser tanpa bisa melihat apa yang sedang terjadi karna kegelapan sudah menutupi seluruh Arena pertarungan.
Perlahan Kegelapan mulai memudar dan dapat dlihat,Darah segar menyembur kemana-mana dari luka dengan berbagai macam ukuran yang terlihat jelas di tubuh Riser, kemudian Riser jatuh menghantam dengan kasar.
Sedangkan Naruto juga jatuh menghantam tanah, bukan karna terluka atau apa! tapi karna staminanya terkuras oleh tekhnik yang belum ia kuasai tadi dan juga pembagian energi yang ia lakukan untuk membuat 6 clone untuk tekhnik-nya tadi.
"ugh... SIALAN KAU MAKHLUK RENDAHAN AKU AKAN MEMBUNUH MU! OUGH... dan kau tidak akan mampu membunuh ku karna aku ABADI..."
Riser merasa ia sudah di ambang batasnya tapi karna ego dan kesombongan yang begitu besar, dia tidak mau mengaku kalah walaupun dalam hatinya masih membekas dengan jelas rasa takut, sakit, dan entah apa itu... tapi yang jelas kondisi kejiwaannya sangat buruk sekarang ini! dan itu adalah efek dari Tekhnik Naruto barusan karna tekhnik tersebut bukan hanya menyerang fisik tapi juga menyerang kondisi pesikologis korban. Dan kegelapan yang Naruto lepaskan sama seperti listrik kejut berukuran atom yang langsung menyeranga syaraf otak korban.
"kau fikir kau makhluk abadi? baiklah kalau begitu tapi apakah makhluk abadi seperti mu tidak bisa merasakan TAKUT?"
DEG!
Riser tertegun saat mendengar ucapan Naruto tiba-tiba saja dalam hatinya Rasa takut, sedih, marah dan... entah apa itu mulai menggerogoti ke angkuhan dan kesombongannya. sebuah rasa yang sangat membuat mu merasakam apa yang di sebut rasa sakit, sebuh rasa yang membuat mu merasakan rasa sedih dan sebuah rasa yang membuat mu tenggelam dalam kegelapan yang mengerikan dan mungkin tidak akan, pernah kau lupakan!
Bruuuuk!
tubuh Riser seketika ambruk entah karna apa? tapi yang jelas pandangan matanya menunjukan pandangan kosong yang menyiratkan betapa takutnya ia sampai-sampai terjerat dalam sebuah Genjutsu! atau ilusi yang mungkin akan membuatnya sadar dan menghancurkan sifat arogannya.
"apa yang kau lakukan kepada Onii-sama?" ucap seorang gadis yang seenaknya muncul di hadapan Riser.
"aku hanya memberinya sebuah pelajaran hehehe" ucap Naruto dengan memamerkan senyuman lima jarinya tapi dengan otomatis gadis loli bersurai pirang dengan rambut bor di bagian ujungnya itu merona bagai kepiting rebus.
"semoga kakak mu sadar dan sampai jumpa Ojou-sama Phenex!"ucap Naruto dengan membungkuk ala gantleman
setelah itu Naruto menghilang dengan lingkaran sihir meninggalkan Riser dan Ojou-sama Phenex yang masih tersipu.
.
.
-Gremory Mansion-
.
.
"Naruto-kun kau memang benar-benar hebat dan kau adalah pelayan ku yang sangat ku sayangi" ucap Rias dengan senyum simpul yang ia berikan kepada pria blonde di hadapannya. sedangkan Naruto hanya tersenyum saat membalas ucapan Rias.
perlu di ketahui setelah pertarungan Naruto dan Riser, semua kelompok Gremory berkumpul di ruang tamu keluarga Gremory kecuali Naruto dan Rias yang berada di balkon atas.
"ne..Buchou bolehkah aku jujur kepada mu?"tanya Naruto ragu pasalnya ia takut kalau Rias akan menolak pernyataan cintanya bahkan yang lebih parah Naruto takut Rias membencinya karna sudah lancang mencintai majikannya. ok...! itu terlalu berlebihan dan sekaranglah waktunya
"Rias Sebenarnya aku sudah menyembunyikan semua ini dari pertama kau menyelamatkan ku"
"apa itu Naruto-kun kau menyembunyikan apa dari ku?"tanya Rias heran saat Naruto menggantung ucapannya. Lalu Naruto mengambil nafas dalam-dalam untuk memantapkan tekatnya
"Sebenarnya Aku... Me-"
Braaak!
"Buchou ayo ikut aku menaiki Griffin dan berkeliling!"ucap Issei semangat!
Tapi andai dia tahu ucapan dan kedatangannya sudah mengacaukan rencana Naruto yang dari awal sudah ia fikirkan matang-matang.
"..."
"baiklah Issei tunggu aku di bawah aku akan segera kesana!"ucap Rias dengan senyum tulus yang mengembang. Tapi hal itu membuat 'ORANG' blonde di sampingnya mengerti satu hal.
"ne..Naruto-kun aku harus pergi dulu lain kali kau harus menjelaskan semuannya!" Naruto mengangguk lemah dengan apa yang Rias katakan.
"Aku akan jujur kepada mu dan hanya kau yang tau bahwa aku tidak bisa menolak ajakan dari pria itu! Karna aku mencintainya Jaa Naruto-kun!"
DEG
Tepat seperti dugaan saat melihat senyum yang begitu merekah dari Rias yang di tunjukan 'hanya' kepada Issei. Dan itu bagaikan menekan tombol merah untuk memicu ledakan boom! Begitu pula saat ini Naruto benar-benar hancur hatinya merasa sangat sakit saat mendengar dan menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri Gadis yang ia cintai mencintai orang lain? Dan lebih parahnya lagi hal tersebuat terjadi ketika dia ingin...
Menyatakan cintanya!
Coba kau bayangkan seandainya kau mencintai seseorang tapi saat kau hendak menyatakan cinta mu! Sang orang tercinta mengatakan bahwa ia mencintai orang lain!dan itu sesaat sebelum kau menyatakan cinta mu. Sungguh teragis!. Betapa hancurnya Naruto saat ini hingga tanpa ia sadari sebuah anak sungai telah terbentuk di kedua pipi tan-nya yang mengalir dari blue shappire cerah yang kini mulai redup.
"Andai kau tahu...! Andai kau tahu... Rias aku... Mencintai mu! Apakah kau akan tetap mengatakan ini?"
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUE!
A/N : halo semua! Im come back(lambai-lambai kaya banci kaleng) dan saya mencoba cara penulisan baru dengan edit sana sini hehe taph adakah yang setuju kalau nama jurusnya di bikin 2 bahasa seperti di atas?
Yah tolong berilah saran kepada saya para senpai yang benar-benar dan juga para reader sekalian
dan apakah cerita ini main streem? Tolong tanggapannya.
Untuk yang nanya kekuatan Naruto itu apa tenang aja ini masih permulaan jadi nanti bakalan terbuka sendirinnya! Dan saya gx bkin Naruto Godlike! Walaupun nanti di akhir-akhir cerita mungkin bkalan godlike tapi masih lama banget kali!
Sekian khotbah saya#di bacok. Dan yang terakhir thanks buat yang udah dukung fic ketiga gaje nan abal dari saya author yang ababil dan kadang authis :D
Jangan lupa RnR MINNA JAA
