Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi

CrossOver : Naruto and High School DxD

Rating : M

Genres : Romance, Adventure, fantasy, matrial art, Supranatural, (semi) hurt/comfort

Pairings : ?

Warning! : Typo, Abal-abal, Gaje, Ancur, Campur aduk dan bikin sakit mata!

.

Summary: Dia mendapat kesempatan terlahir kembali di dunia baru dengan nama dan tubuh yang sama setelah kematianya di dunia shinobi! terlahir dari sebuah Clan ninja assasins yang sudah punah akibat pembantaian yang juga hamir merenggut hidupnya tapi gadis bersurai merah datang membawanya saat dia meregang nyawa dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarga bangsawan iblis. kisah seorang remaja bersurai kuning yang menjadi bidak Pawn dari Rias !Naru BUT NOT Godlike! warning: inside!

.


Chapter 4 - Kontradiksi


Di sebuah padang rumput yang hijau berbaring seorang pemuda bersurai pirang, semilir angin yang menerpa wajah sang pemuda membuatnya merasakan perasaan damai untuk sejenak melupakan semua itu adalah Naruto ia masih saja mengingat ucapan Rias beberapa waktu yang lalu dan itu membut hatinya hancur dan tidak bisa melupakan hal tersebut bahkan untuk seumur hidupnya

Sakit...? Jelas. kesal...? Tentu. kecewa...? Pasti. itulah yang Naruto rasakan sekaran... bagaimana tidak? coba kau bayangkan! Gadis yang kau cintai mencintai teman mu sendiri dan yang lebih parahnya kau tahu sesaat kau hendak menyatakan cinta kepada gadis tersebut?

tapi dia sadar akan hal itu, dia bukanlah siapa-siapa dan juga hanya iblis kelas menengah yang ia dapat beberapa bulan lalu atas pengabdianya terhadap Yondai Maou dan kerja kerasnya.

sedangkan Rias? dia adalah Higt Class Devil berdarah murni, memiliki bidak pribadi yang sekaligus Naruto di dalamnya dan juga adik dari Maou Sirzach Lucifer.

jadi... apakah pantas Dia(Naruto) mengharapkan cinta dari gadis yang super sempurna dimatanya? kalaupun iya... itu karna gadis tersebut juga mencintainya!

sedangkan dalam kasusnya sekarang?

"haaaah... sangat menyakitkan untuk mengingatnya"Naruto menghela nafas berat sesudah merutuki nasif cintanya

ok! kesampingkan hal tersebut walaupun dia pintar dalam strategi perang dan ahli dalam pertarungan tapi tidak dengan masalah cinta. setelah beberapa jam Naruto berbaring di tempat tersebut ia memutuskan pulang ke rumah karna tanpa ia sadari matahari sudah condong kebarat menandakan sang rembulan akan segera menggantikan tugas sang mentari.

dengan langkah gontai Naruto menusuri jalan raya yang ramai tapi saat di tengah perjalanan insting ninjanya yang sensitif menjerit.

dan benar saja sebuah tebasan berkekuatan suci mengarah kepadannya namun dia masih bisa menghindar dengan melompat kesamping kiri.

"siapa kalian?"tanya Naruto dengan memasang sikap siaga bertarung. kepada dua sosok makhluk yang ia yakini sebagai manusia dengan aura suci walaupun Naruto tidak bisa melihat wajah kedua orang tersebut karna mereka memakai jubah putih bergaris kuning di tengahnya hingga menutupi hampir seluruh tubuhnya.

"apakah aku harus menjawab pertanyaan dari iblis pendosa sepertimu?" terdengar suara feminim dari salah seorang yang mengcungkan pedang besar di hadapan Naruto.

"cih,lalu apa maksud kalian menyerang iblis pendosa ini"

"karna kau adalah musuh kami"

wuuust!

dengan cepat orang tersebut menyerang dengan membabibuta tapi Naruto masih sempat menahan serangan tersebut. dan menyebabkan dentuman keras yang memekikan telinga di setiap beradunya katana Naruto dan pedang besar orang tersebut.

"wow... Perhatikan serangan mu Nona! kau hampir saja menghancurkan pedang ku!"

"heh... pedang mu bagus juga biasanya pedang yang menerima serangan ku langsung langsung berkeping-keping"

"hahahaha kau lucu Nona benar-benar lucu"saking lucunya Naruto tertawa terbahak-bahak hingga bergulingan di tanah?

twitch!

sedangkan di kepala gadis tersebut sebuah perempatan berkedut menandakan dia sedang kesal!"apa yang kau tertawakan baka! apa ada yang lucu?"

"hahaha maaf bukan maksud menertawakan mu tapi... kaulah yang terlalu meremehkan pedang ku! apa kau kira [Excalibur Destrucion] mu bisa menghancurkan pedang ku?"

Dan saat itu pula kedua orang tersebut syok bukan main! Bagaimana mungkin seorang iblis yang notabenenya adalah musuh pedang suci tahu sampai sedetil itu terhadap pedang yang ada di genggamannya? Apakah info gereja sudah tersebar luas? Mana mungkin! Bahwasanya informasi tentang 7 Excalibur sangat rahasia di kalangan umum dan pihak gereja kalaupun ada itu hanya para petinggi dan Exorcis ternama!

"hey Nona kenapa kau malah melamun?" dan sontak ucapan Naruto membuyarkan semua kalkulasi-kalkulasi yang ada di benak kedua orang tersebut.

"bagaimana kau tahu tentang semua itu?"

"haaaah... Tidak penting dan terlalu merepotkan untuk menceritakannya, lebih baik aku pulang!"jabaw Naruto santai dan melenggang pergi berjalan meninggalkan kedua orang tersebut.

"jangan kabur iblis sialan"

Setelah itu Xenovia menerjang kearah Naruto. dia mengayunkan pedangnya secara horizontal mencoba memenggal kepala Naruto.

Traank!

Tapi dengan mudah Naruto menggeser tubuhnya ke kiri serta menarik katana putih di pinggangnya untuk memblok serangan tersebut.

"jangan ganggu aku Exorcist aku sedang tidak ingin bertarung!"Ucap Naruto dengan nada datar dan dingin yang menusuk serta menatap orang tersebut dengan sepasang mata merah berpupil vertikal membuat orang yang ia tatap membeku.

Pluk!

"siapa Nama mu Nona?"tanya Naruto dengan senyum lembut dan mata yang berubah menjadi blue shappire seperti biasa seraya membuka kerudung jubah yang menutupi orang tersebu. Dapat di lihat dengan jelas orang itu adalah gadis cantij bersurai biru pendek se leher dengan sedikit warna hijau.

"Xe-xenovia!"gumam gadis yang teridentifikasi bernama Xenovia secara gugup namun cukup untuk di dengar Naruto.

"nama yang cantik! secantik Wajahnya!"

Dan setelah itu Naruto menghilang dengan lingkaran sihir meninggalkan Xenovia yang masih cengho dengan blushing gaje yang di kedua pipinya.

.

.

Pagi harinya Naruto sudah bangun sejak pukul 5 pagi tadi untuk melaksanakan kegiatan rutinya yaitu melatih kekuatan fisik dan mandi setelahnya. Naruto melirik jam tangan hitam di tangan kirinya dan menampakan pukul 6 masih 30 menit lagi untuk berangkat kesekolah. Sekarang ia berada di ruang bawah tanah peribadinya untuk melanjutkan penelitian atau lebih tepatnya menyelesaikan benda ciptaannya.

"haaah... Baru 90% berarti 10% lagi hingga benda ini sempurna!"lirih Naruto serta menghembuskan nafas berat fasalnya sudah hampir 1 tahun ini ia membuat 'benda ini' dan masih saja belum selesai.

"Naruto apa kau di dalam?"Naruto mendongak ke atas melihat monitor yang menyajikan hasil dari mini CCTV yang ia pasang di pintu masuk.

"masuk saja Kiba aku sudah membuka sensornya!" perintah Naruto terhadap sahabatnya yang memang tinggal satu atap dengananya dan juga satu-satunya orang yang tahu dengan proyeknya.

"apakah belum selesai?"tanya Kiba serta duduk di kursi yang berada di samping Naruto.

"belum dan aku masih bingung!"

"bingung? Apa yang kau bingungkan?"

"[Makkura Arashikage Armor] yang sudah aku kerjakan selama setahun ini tidak merespon dengan baik, padahal aku sudah mengikuti semua tata cara yang ada di black box clan ku, tapi tetap saja input power yang memakan stamina ku lebih besar! dari pada output power yang di keluarkan" jelas Naruto panjang lebar.

"jadi begitu ya! Ah aku punya cara coba kau gunakan segel kegelapan mu untuk meminimalkan stamina dan membuat output power up gila-gilaan"Naruto berfikir sejenak saat mendengar ide sahabatnya, dia menimbang kerugian dan kelebihan cara tersebut dan setelah beberapa saat dia tahu harus apa.

"tidak tidak tidak! aku tidak mau menggunakan segel terkutuk ini"tukas Naruto cepat. Yang di sambut senyum simpul oleh Kiba.

'kau masih saja tidak berubah sobat'batin Kiba.

"ah... lebih baik ayo kita berangkat, Kalau tidak kita akan terlambat!"

"baiklah"jawab Kiba. Dan mereka berdua berjalan meninggalkan tempat tersebut untuk bersiap-siap berangkat kesekolah.

Tidak perlu waktu lama untuk Naruto dan Kiba berganti pakaian karna mereka hanya tinggal memakai seragam dan juga sarapan.

Dan duo blonde tersebut melenggang pergi dari apartermenya menuju Kuoh akademi dan di sinilah hal yang paling merepotkan bagaimana tidak? Pasalnya setiap hari di perjalanan mereka berdua harus mendapat godaan dan tatapan Kagum, Malu, Terperson, nafsu dan Lapar? Dari setiap gadis yang menyapa mereka atau hanya untuk menatap Naruto dan Kiba.

Sesampainya di gerbang masuk Kuoh akademi mereka berdua telah di sambut senyuman hangat dari Akeno, dan Koneko.

"ohayo Naru-kun Kiba-kun"

"ohayo Akeno-senpai, Koneko-chan" jawab Naruto dan tidak lupa senyuman lima jari yang selalu dia tunjukan.

"Naruto"

Deg!

Tiba-tiba saja dada Naruto merasa sakit saat mendengar sebuah suara yang sangat-sangat membuat mood paginya memburuk. Namun mau tidak mau dia harus menjawab sapaan majikannya karna baginya menjawab pertanyaan dari tuannya adalah perioritas pertama dan kesampingkan masalah hati yang berkecambuk.
"Ohayo Buchou"sapa Naruto dengan senyum yang sangat sangat di pakrakan. Dan itu di sadari oleh Akeno yang berada di sampingnya.

"Issei kenapa kau berangkat bersama Buchou?" tanya Naruto dengan nada yang terdengar tidak suka.

"karna mulai sekarang aku tinggal dengan Issei! jadi wajarkan kalau aku berangkat bersamanya" jawab Rias cepat sebelum Issei dan tanpa memperdulikan tatapan tidak percaya dari Naruto.

"jadi begitu ya! maaf aku duluan Rias aku harus ke perpustakaan"jawab Naruto datar sambil berbalik cepat meninggalkan semua orang tanpa memperdulikan tatapan bingun dari Rias atas tingkah lakunya dan ucapan yang jarang di keluarkan Naruto yaitu 'Rias' bukan 'Buchou'

'ada apa dengan mu Naruto' batin Rias dan mereka semua melenggang pergi menuju kekas masing-masing.


-Skip Time-


Malam harinya tim penelitian ilmu gaib berada di sebuah gedung tua untuk memusnahkan iblis liar atas perintah dari dunia bawah.

"baiklah Kiba,Naruto,Koneko, dan Issei kalian masuklah kedalam dan giring Iblis liar keluar biar aku dan Akeno yang membereskannya"

"ha'i Buchou!" jawab Ise dan Koneko sedangkan Kiba dan Naruto hanya diam dan masuk kedalam terlebih dahulu.

"Akeno apa kau merasa tingkah laku aneh dari Naruto dan Kiba?" tanya Rias yang bingung dengan kedua bidaknya.

"entahlah Rias aku juga tidak tahu"jawab Akeno datar.

Di dalam gedung yang gelap tanpa sedikitpun penerangan cahaya Naruto,Kiba,Koneko dan Ise berada.

"dia datang!"ucap Koneko.

Beeetz

Koneko memukuk Kepala iblis liar tersebut sekuat tenaga Namun karna iblis tersebut terlalu kuat Dia dapat menahan dan membalik keadaan.

"kiba-senpai tolong aku!"

"..." tidak ada respon dari kiba walaupun dia malah melamun dan tidak melakukan apapun.

Puk!

Merasa ada yang menepuk pundaknya Kiba menoleh dan mendapatkan Naruto yang tersenyum"ingat sobat misi tetap misi dan kesampingkan masalah mu aku berjanji akan membantau mu! Setelah ini berakhir"

"baiklah sobat!"jawab Kiba dan dengan cepat Menebas Iblis tersebut menjadi dua Sedangkan Naruto melempar bagian atas iblis tersebu keluar sedangkan Ise memapah Koneko yang terluka keluar.

Setelah iblis tersebut di musnahkan semua orang berada di tengah jalan hendak pulang tapi sebuah bunyi tamparan menghentikan mereka.

"Kiba ada apa dengan mu? Berbuat hal secerobah itu bisa membahayakan nyawa kelompok kita"marah Rias terhadap Kiba.
"Sumimasen buchou"jawab Kiba datar. Merasa ada yang salah Naruto yang merasa kesal dengan tindakan Rias terhadap kiba. Akhirnya Naruto memutuskan berjalan mendekati mereka berdua

Betzzz!

Rias melebarkan matanya saat tanganya di cengkam sebuah tangan kekar berwarna tan saat ia hendak menampar Kiba lagi."cukup Rias biarkan Kiba pergi mungkin dia sedang banyak fikiran"tegas Naruto serta dia melirik Kiba untuk segera pergi dari tempat tersebut.

"tapi Naruto dia ceroboh dan dapat membahayakan nyawa yang lain dan jangan sebut aku Rias saat kita sedang dalam misi!"

Tanpa Rias sadari ucapanya telah membuat Lubang di hati Naruto bertambah, Naruto tidak menyangka dan tidak menduka akan semua hal tersebut. Apa salahnya menyebut Nama? Toh misi juga sudah berakhir? Dan itu yang membuat Naruto geram.

"terserah kau saja Buchou" jawab Naruto datar dan menusuk. Walaupun dia sudah berusaha mati-matian menahan rasa sakit di hatinya, berusaha tetap ramah dan se-normal mungkin dalam nenanggapi Rias, tapi tetap saja luka tetaplah luka dan pasti memiliki bekas walaupun sudah terobati! Namun beda halnya dengan Kasus Naruto lubang di hatinya yang masih baru kini bertambah besar atas ucapan Gadis di hadapanya dan ini untuk kedua kalinya gadis tersebut menoreh luka pada hatinya.

Merasa tidak ada guna untuk terus berdebat dan berada di tempat tersebut Naruto berjalan pergi meninggalkan Rias yang menitikan air mata atas apa yang Naruto ucapkan.

"hei sialan! Apa yang kau ucapkan terhadap Buchou? kenapa Buchou menangis?"

"..."tanpa memperdulikan ucapan Ise Naruto melanjutkan perjalanannya sedangkan Ise bertambah geram dengan sikap acuh tak acuh dari Naruto.

"Sialan kau Naruto!"

[Boost]

Ucap Issei dengan efek Suara mekanik bergema dari sarung tangan merah berbentuk lengan naga merah dan keristal hijau yang berada di punggung lengannya bersinar semakin terang

Masih tidak ada jawaban dari Naruto dan itu membuat kesabaran Issei musnah. Dengan cepat Ise berlari ke arah Naruto dan sekuat tenaga mencoba memukulnya.

Buaakh!

Naruto agak terpelanting kebelakang tapi dia masih bisa menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh.

Buakh!

Lagi-lagi Ise memukul Naruto dengan bertubi-tubi dan membuat Naruto jatuh tersungkur ke aspal, sedangkan Ise bernafas tersekal-sekal setelah menghajar makhluk kuning yang ada di hapadannya.

"apa kau sudah puas memukul ku?"tanya Naruto datar saat menyeka darah dari sudut bibirnya.

"apa maksud mu berkata kasar kepada Buchou?"

"kau tidak perlu tahu! Dan orang bodoh seperti mu tidak akan mengerti! orang yang tidak merasakan tidak akan pernah tahu rasanya di sakiti"jawab Naruto datar saat menghilang dengan Lingkaran sihir.

"Naru-kun aku paham dengan perasaan mu"gumam Akeno dengan nada rendah yang hanya di dengar olehnya sendiri. Kemudia mereka semua pergi dari tempat tersebut.

Ke esokan harinya seperti biasa situasi di club penelitian ilmu gaib namun yang berbeda kali ini adalah Kiba dan Naruto yang tidak hadir di ruangan tersebut bahkan sokolahpun mereka berdua tidak masuk dan itu membuat anggota yang lain merasa cemas terutama Rias sebagai majikanya.

"Ise apa kau tahu kenapa Yuuto bertingkah aneh?"

"tidak Buchou namun sifatnya berubah setelah dia melihat foto pedang yang di sebut Excalibur!"jelas Issei

"haaa... Sepertinya nafsu balas dendamnya kembalilagi!"Ise yang tidak mengerti jawaban Rias menautkan alisnya bingung sebab dia terlalu bodoh untuk mengerti arah pembicaraan yang Rias tuju

"ano... Apa maksud mu Buchou?"

"kau tidak tahu Ise-kun karna ini adalah masalah peribadinya! namun kali ini karna keadaan mendesak aku akan menceritakanya!"kini giliran Akeno yang angkat bicara.


-Taman Kota Kuoh-


.
Di sebuh bangku umum yang berada di taman kota duduk seorang pemuda bersurai kuning dan di temani sebuah Laptop hita. Pemuda tersebut adalah Naruto yang sedang fokus memainkan laptopnya. Namun ke senangannya harus terhenti saat sebuah lingkaran sihir transfortasi tercipta tepat di hadapanya.

"hay! tampan lama tak berjumpa-nyaa?" ucap seorang Gadis bersurai hitam yang menggunakan yukata sexy berwarna hitam yang datang dari lingkaran sihir tersebut.

"hay juga Ojou-sama jahat!" balas Naruto datar tanpa mengalihkan tatapanya dari Laptop kesukaanya.

"mou... Kau selalu dingin kepada ku Naru-chan"dengus Gadis tersebut sambil menggebungkan pipinya dan tampaklah ke imutan tingkat dewa yang mengalihkan tatapan Naruto dari laptopnya.

"jangan panggil aku dengan suffix 'chan' Kuroka dan ada apa teroris seperti mu mendangi ku?"

"ufufufu... Seperti biasa kau selalu saja dingin! Ehem... Tapi apakah kau akan terus membiarkan gadis cantik ini berdiri di hadapan mu-nyaa?"merasa jengkel dengan ucapan Kuroka Naruto mendengus dan mempersilahkan gadis kucing tersebut duduk di sampingnya dengan isarat menepuk-nepuk tempat kosong di sampingnya

"arigatou-nyaa!"ucap Kuroka yang langsung duduk di samping Naruto.

"jadi ada apa kau menemui ku lagi?" tanya Naruto curiga pasalnya apa yang di lakukan gadis kucing sangat mencurigakan, Tidak mungkinkan? Datang jauh-jauh ke tempat ini hanya untuk mengodan Naruto?

"aku menemui mu karna di perintahkan oleh Vali! Vali menginginkan mu bergabung dengan timnya!"kali ini Kuroka berbicara dengan nada yang benar-benar berbeda dan menyiratkan ke seriusan di setiap katanya.

"Vali? Sang Hakuryuuko maksud mu?" tanya Naruto dan hanya di jawab anggukan dari Kuroka.

"tapi bagaimana kalau aku tidak mau?"ucap Naruto datar.

"yah... Kami tidak memaksa mu toh! itu tidak membuat kami rugi namun kau yang akan tersiksa kalau terus berada di sini"

"apa maksud mu"Tanya Naruto curiga dengan kalimat terakhir yang Kuroka ucapkan.

"aku tahu kau tengah mengalami sesuatu yang buruk sesuatu yang membuat mu frustasi dan sakit hati! simpel-nya cinta mu bertepuk sebelah tangn bukan?"

Deg

Naruto tertegun dengan kalimat yang Kuroka ucapkan, tiba-tiba dadanya merasa sesak dan nafasnya terceka, dan setelah itu muncul kembali di benaknya kejadian di balkon Gremory mansion dan kejadian semalam, kejadian yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.

"ba-bagaimana kau tahu?"gagap Naruto.

"kau tidak perlu tau! aku tau dari siapa namun yang terpenting kau tidak akan pernah bahagian di sini karna kau selalu terbayang-bayang oleh gadis itu!"

"..." lagi-lagi gadis di hadapanya dapat membuat Naruto ke habisan jawaban namun memang benar yang Kuroka ucapkan, dia tidak akan mungkin bahagia di sini dan tidak akan menemukan kebahagiaanya tapi haruskah dia ikut tim Vali dan menghianati majikanya?

"heh! Dasar keras kepala kau The Devil Ninja Shadow tapi terserah kau saja kami memberi mu waktu satu bulan lagi dan fikirkan baik-baik apa yang ku katakan! aku pergi dulu-nyaaa "

Setelah itu Kuroka pergi meninggalkan Naruto sendiri di kursi taman, hanya semilir angin senja dan sejuta masalah di otak cerdasnya yang menemani tapi apakah otak cerdas tersebut berfungsi saat menyelesaikan persoalan tentang cinta? Entahlah hanya Naruto dan Author yang tahu.

Merasa waktu sudah sore Naruto beranjak pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ruang club untuk mengertakan pekerjaan iblisnya

Setelah beberapa menit Naruto berjalan dengan langkah gontai akhirnya ia sampai di tempat tujuan namun dia di kagetkan oleh suara dentuman keras yang berada di taman belakan gedung lama. Dengan langkah seribu Naruto berlari menuju tempat tersebut.

"ada apa ini"


-Taman Belakan Gedung Tua Kuoh Akademi-


"pedang iblis mu memang hebat namun tidak cukup untuk melawan Excalibur Destruction ku"ucap Xenovia saat mengangkat pedangnya dari kawah hasil ledakan energi dari pedangnya.

"cih, walaupun begitu tapi aku tidak akan menyerah untuk menghancurkan Excalibur dan penggunanya!" teriak Kiba saat menyerbu maju ke arah Xenovia.

Trang!

Jleeb!

Tapi Xenovia dengan mudahnya menangkis pedang Kiba dan membuat pedang Kiba menancap di tanah.

Trank!

Kiba membelalakan matanya saat Xenovia hendak menebasnya namun yang membut Kiba syok bukan karna serangan Xenovia tapi karna sebuah katana putih keperakan memblok serangan tersebut.

"kau!" geram Xenovia saat melihat siapa yang menahan laju pedangnya.

"berani kau melukai teman ku aku tidak segan-segan membunuh mu Xenovia!"ucap Naruto dengan nada mengimidasi dan mata merah yang menatap Xenovia penuh amarah.

"cih. Baiklah"jawab Xenovia yang membungkus pedang besarnya kembali dengan kain putih.

"ingatlah Gremory aku pegang janji mu Irina ayo kita pergi"ucap Xenovia yang melenggang pergi di ikuti Irina. Bukanya takut atau apa tapi Xenovia tahu orang yang menahan seranganya tidak bisa di anggap remeh maka dari itu ia pergi.

"Naruto kemana saja kau?"tanya Rias yang berjalan mendekati ada jawabn dari Naruto, Naruto tidak menjawab ucapan Rias ia malah mendekati Kiba dan memapahnya.

"kau baik saja sobat?"

"ya begitulah! Ayo kita pergi"jawab Kiba dan di balas anggukan Naruto namun saat Naruto hendak pergi sebuat lengan mungil mencengkram lengannya, Naruto menoleh dan mendapati Rias yang menghentikannya.

"Naruto ada apa dengan mu kenapa sikaf mu begini?"

Naruto hanya tersenyum yang sangat di paksakan saat melepas genggaman tangan Rias"aku tidak kenapa-napa Buchou jadi jangan perdulikan aku" jawab Naruto dan langsung meninggalkan tempat tersebut.

Sedangkan Rias hanya menatap kosong dengan tindakan Naruto dan tidak bergeming dari tempat tersebut sama sekali.

"apa salah ku pada mu Naruto?"

Tanyakan saja pada diri mu sendiri Rias apa yang kau perbuat terhadap pria yang selalu melindungi mu dari balik bayangan.


-Di Suatu tempat-


"bodoh! kau terlalu bodoh Naruto"ucap Naruto frustasi pada dirinya sendiri saat memandang gelapnya langit malam tak berbintang, dia frustasi karna masih saja mencintai gadis yang sudah sangat jelas tidak mencintainya, entah mengapa walaupun Naruto sudah memendam rasa tersebut dalam-dalam tapi tetap saja Rasa cintanya terhadap Rias tidaklah berkurang bahkan bertambah besar.

Apa dia sudah gila? Ya dia sudah gila! Gila karna rasa cintanya yang terlalu dalam terhadap gadis bersurai merah yang mengingatkannya dengan sesuatu? Sesuatu yang tidak asing namun juga asing di saat bersamaan entahlah apa pun itu namun dia tidak bisa melupakan cintanya!

Walaupun dia sudah mencoba untuk membenci gadis tersebut atas apa yang gadis tersebut lakukan terhadapnya namun tetap saja kebencianya terkalahkan oleh rasa cinta matinya oleh karna itu sekuat apapun dia memberontak maka semakin kuat pula rasa cintanya.

"dan jangan panggil aku Rias saat kita dalam misi!"

Deg!

Dadanya terasa perih untuk ke sekian kalinya saat mengingat ucapan yang membuat lubang di hatinya bertambah lebar dan cukup untuk menjatuhkannya kedalam kegelapan.

Lalu Naruto membuka kemeja putih yang ia kenakan dan tampaklah tubuh proposional berkat latihanya yang sangat keras namun bukan untuk pamer tubuh atau apa tujuannya, toh tidak ada yang akan melihat tubuh proposionalnya,tujuanya melepas kemeja tersebut adalah untuk melihat sebuah rangkaian segel berbentuk bintang dan terdapat sebuah simbol huruf kanji bertuliskan 'Makkura' yang berada di dada sebelah kirinya,

"andai kau sadar...! Andai kau tahu...! Rias! cepat atau lambat cinta ku yang kau abaikan akan menjerumuskan ku kedalam kebencian dan membawa ku untuk membuka rangkaian segel kegelapan ini dan bila waktu itu benar terjadi jangan harap aku akan menjadi Naruto yang kau kenali!"


TO BE CONTINUE...!


A/N: Uwooow gx nyangka di review chapter kemarin tembus sampai 90 reviewers terimakasih buat senpai-senpai dan reader yang sudah mendukung dan saya sudah membalasnya semua hehe(kalo gx salah)

Dan untuk senpai sekaligus sensei Anti-mainstreem saya Rifuky-senpai saya ucapkan selamat karna fic pamungkas anda bisa di sebut master piece dari anda dan tembus melebihi target anda dan terakhir selamat berhiatus ria semoga tetep sehat dan sukses selalu!

Terakhir silahkan review,keritik, dan saran jika berkenan.

Hontou ni Arigatou!

Tony Namikaze no baka out!