Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi

Crossover : Naruto and High School DxD

Rating : M (untuk jaga-jaga)

Genres : Romance, Adventure, fantasy, matrial art, Supranatural,(semi) hurt/comfort,Sci-fi

Pairings : Naru X ?

Warning! : Typo, Abal-abal, Gaje, Ancur, Campur aduk dan bikin sakit mata!

.

.

.

Summary: Dia mendapat kesempatan terlahir kembali di dunia baru dengan nama dan tubuh yang sama setelah kematianya di dunia shinobi! terlahir dari sebuah Clan ninja assasins yang sudah punah akibat pembantaian yang juga hampir merenggut hidupnya tapi gadis bersurai merah datang membawanya saat dia meregang nyawa dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarga bangsawan iblis. kisah seorang remaja bersurai kuning yang menjadi bidak Pawn dari Rias !Naru BUT NOT Godlike! warning: inside!

.

.

.

Chapter 5 - Lost : Pergi, Hilang dan Lupakan

.

.

Di suatu pagi sebelum melakukan aktifitasnya Naruto berada di ruang bawah tanahnya, ia mengenakan sebuah Armor berwarna hitam dengan plat garis merah di beberada tempat.

"ok... Ayo Kurama kita mulai dengan power dari segel kegelapan sebesar 10%" perintah Naruto terhadap Kurama seorang atau lebih tepatnya programer computer yang menggunakan Artificial Intelligenci atau di singkat dengan sebutan (AI) jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia adalah Kecerdasan Buatan. Dalam bidang komputer dan robotic AI berarti kecerdasan yang dimiliki suatu robot/aplikasi (game juga termasuk aplikasi) untuk mencapai tujuannya dengan menganalisa keadaan sekitar.

Dalam game, AI dipakai untuk mengontrol karakter yang tidak dimainkan player, atau kita sering bilang "dimainkan oleh komputer", atau Non-Player Character atau NPC. Misalnya musuh, partner, atau karakter pendukung lainnya. Contoh gampangnya, di game yang sering kita mainkan kenapa musuh mereka selalu berusaha ngejar karakter jagoan yang kita mainkan? Itu karena mereka punya (AI). Mereka menganalisa keadaan sekitar, lalu mendeteksi keberadaan kita dan berusaha menyelesaikan 'tujuan' mereka untuk membunuh karakter yang kita mainkan.

begitu pula dengan Kurama yang sebenarnya adalah progamer Komputer ciptaan Naruto dan menggunakan (AI) untuk suatu 'tujuan' yaitu membantu dan memudahkan Naruto dalam proyek yang iya lakukan. Namun AI yang Naruto tananamkan pada prossesor Kurama, adalah AI tingkat lanjut yaitu Self-Learning Artificial Intelligence (SAI).

sama halnya dengan AI, SAI juga adalah kepintaran buatan yang di program untuk sebuah 'tujuan' namun yang membedakan AI dan SAI adalah SAI dapat belajar dan terus berkembang bagaikan otak manusia, dan juga SAI dapat merasakan suatu hal yang sering kita sebut sebagai emosi. mulai dari marah, sedih, bahagia, sampai tertawa. sedangkan AI kebalikan dari SAI.

[Baiklah Naruto-sama! Memindai kondisi portal dan tujuannya. kita mulai dalam hitungan tiga ... dua... satu...]

[Kamui]

sebuah suara mekanik yang terpancar dari Armor yang Naruto gunakan membahana di ruangan tersebut saat Naruto mengarahkan tangannya kedepan dan saat itu pula muncul sebuah portal Dimensi berbentuk Vortex yang menyedot Naruto kedalamnya.

.

.

.

.
-Kutub Utara,

.

Di sebuah dataran yang tertutup salju dan es tebal atau mungkin dataran tersebut adalah es itu sendiri dengan kadar iklim yang sangat extrim karna suhu rata-rata di tempat tersebut di bawah 0 drajat celsius. Dan minimnya pencahayaan dari sang mentari menjadi salah satu faktor utama ke-extriman iklim di tempat tersebut.

Angin dingin yang dapat membekukan segalanya berhembus dengan santai di daerah tersebut kala pagi hari, namun ada hal berbeda pagi ini, tepatnya saat tiba-tiba di atas langit ada sebuah lubang cacing atau portal dimensi yang tiba-tiba muncul dengan pusaran vortex yang makin lama makin melebar.

"yeah... Berhasil! Tidak sia-sia aku mengembangkan tekhnik ini!"jerit Naruto riang saat di hadapan matanya telah terbuka celah dimensi yang ia gunakan untuk menuju tempat tujuanya yaitu Kuoh Akademi. Tapi saking riangnya dia keluar dari lubang dimensi tersebut sambil memejamkan mata.

[ano... tuan tampaknya kita salah tempat]

"hah?"tanya Naruto heran plus cengho pada Kurama saat keluar dari lubang tersebut, namun sedetik kemudian Naruto sadar dengan apa yang Kurama ucapkan saat dengan mata kepalanya ia melihat dan merasakan tubuhnya melayang atau lebih tepatnya berada di ketinggian 1500 Meter dari permukaan laut."beneran ni...?"

"UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAA"

Dan nasif sial menimpanya dengan menu 'sarapan' pagi yang sangat istimewa yaitu terjun bebas dari ketinggian 1500 meter ke bantalan salju di kutub utara.

Gabrus!

Braaaaak!

Jgeeer!

Klontrang!

Meow?

Asap putih mengepul dari hasil karya Naruto? Yaitu kawah kecil berdiameter 5 meter dan dapat terlihat di pusat kawah tersebut ada sebongkah armor rongsok-ralat-seorang pemuda yang terjatuh dengan tidak elitnya. pemuda itu adalah Naruto yang nyungsep dengan kepala di bawah terkubur salju dan kaki menggantung ke atas.

"it-itai..."ringis Naruto saat mencabut kepalanya dari tumputan salju serta keluar dari Armor yang iya gunakan.

"dasar Kamui sial dia kira aku berbahaya hingga di buang ke daerah anta beranta seperti ini"

[khu,khu,khu]

"diam kau android sial! Gua re-boot baru tau rasa loe"ancam Naruto plus mencak-mencak tidak jelas pada Kurama yang menertawakannya. Perlu di ingat di sini Kurama adalah progamer Computer dengan SAI yang bisa mengontrol Armor suit yang Naruto gunakan jadi sekarang Armor yang di lepas Naruto terpasang dengan sendirinya membentuk robot Androit tripelfungsi (AN: Android Kuram di fic ini terinsfirasi dari NR-099 fic Time Travel-nya Rifuki-sanpai)

"eh... Tapi ngomong-ngomong kita dimana?"tanya Naruto saat sadar dari acara mencak-mencak gaje dan marah-marahnya.

[menurut sensor Navigator ku... Kita berada di Kutub utara tuan!] Mendengar penjelasan dari Kurama naruto manggut-manggut tanda mengerti

"pantas saja dingin sekali di sini! dan banyak salju" jawab Naruto enteng. Sambil manggut-manggut tanda mengerti tapi apa dia sadar? Dengan apa yang Kurama ucapkan?

1 detik!

10 detik!

10,5 detik?

"UWAAAAAAAAA... Kurama kita berada jauh sekali dari jepang bagaimana kita bisa kembali ke jepang?"

Dan benar saja saat ia sadar dengan penjelasan Kurama, Naruto panik bukan main, dia berlari modar mandir kadang koprol,jungkir balik hingga tiduran? Sambil berteriak nisa seperti Om Om kebakaran jenggot. Sedangkan Kurama yang melihat tingkah lalu tuannya tertawa terbahak-bahak.

"diam kau kaleng sprite!"

[baiklah tuan ku yang kadang-kadang Authis khukhukhu]

Tuwitch!

Muncul perempatan di dahi Naruto saat Kurama mengejeknya dengan sebutan authis, namun Naruto masih bisa menahan rasa kesalnya dan mengurungkan niatnya untuk me-re-boot Android nista ciptaanya.

[ah... Kenapa kau tidak berteleport saja tuan dengan Lingkaran sihir? Bukankah itu lebih mudah, dari pada kau repot-repot mengulangi Kamui lagi?]

"wah! Kau cerdas Kurama! Baiklah ayo kita teleport"ucap Naruto gembira dan langsung masuk kedalam Armor Kurama

'sebenernya ni orang cerdas apa bego sih...?' Batin Kurama bingung dan tanpa basa-basi lagi Naruto langsung berteleport menuju Apartermenya dengan lingkaran sihir.

Ok abaikan kejadian nista yang barusan terjadi sekarang Naruto telah berada di Apartermennya, Namun karna perbedaan waktu yang sangat mencolok ia sampai di apartermennya saat sang mentari telah berganti dengan sang rembulan. Atau lebih gampangnya saat malam hari.

"haah aku sangat lelah..."ucap Naruto yang berbaring di atas fuutonya dan bersiap untuk memejamkan mata. Tapi tepat sebelum ia terlelap, muncul sebuah lingkaran sihir telekomunikasi kecil di telinganya.

"baiklah saya akan segera kesana tuan" jawab Naruto sebelum lingkaran sihir itu ia sadari tanganya terkepal dengan kuat hingga buku-buku lengannya saking marahnya ia mendengar kabar dari Sirzachs bahwa Rias dan yang lain tengah berhadapan dengan salah satu jendral malaikat jatuh. Kemudian Naruto berjalan menuju ruang bawah tanahnya dan mengambil kotak hitam yang ia bawa saat melawan Raiser.

" sudah saatnya aku menggunakan ini!"

ucap Naruto saat kedua belah matanya berubah menjadi merah darah dengan puppil Vertikal di tengahnya dan tanpa Naruto sadari satu huruf kanji dari tulisan [Makkura] di segel kegelapan yang berada di dadanya mulai menghilang

"Tunggulah Rias aku akan menolong mu!"

.

.

.

-Kuoh Akademi-

.

.

"Buchou!"teriak Issei saat berlian hijau di sarung tangan merah yang membungkus lengan kirinya bersinar terang, menandakan tingkat [Boost] powernya telah mencapai keadaan maksimal untuk di transfer.

"Isse/Isse-kun"jawab Rias dan Akeno bersamaan dan terbang merendah mendekati Issei, tidak tinggal diam Issei melakukan lompatan tinggi dan bersalto di udara untuk melakukan proses Transfer kepada Rias dan Akeno.

"Boosted Gear, Gift"

[Transfer]

Sebuah suara mekanik bergema saat Ise menyentuk Rias dan Akeno di udara dan saat itu pula ledakan Powor terpancar dari tubuh Akeno dan Rias berkat Energi Sekiryuutei yang Ise berikan.

"Akeno ayo kita habisi mereka!"ucap Rias saat membuat lingkaran sihir Power of Destrucion

"ha'i Buchou!"Dan serangan kombinasi [Power of destruction] yang berpadu dengan [Halilintar] dari kedua Onee-sama cantik tersebut memusnahkan 2 ekor Cerberus yang tengah mereka lawan tanpa tersisa.

"Kyaaaaaaaa"

Semua orang menoleh ke arah asal teriakan tersebut dan mereka membelalakan mata saat mendapati seekor Cerberus menerjang dengan ganasnya kearah Asia yang sudah pasrah tanpa bisa menghindar

Zraaazz!

Tapi tiba-tiba dari dalam tanah muncul puluhan pedang yang menusuk Cerberus tersebuat tepat sebelum menerkam Asia

"kiba-san"ucap Asia saat melihat Kiba turun di hadapannya.

"Omoshiroi... Kalian bisa melawan peliharaan ku. Baiklah kalau begitu coba terima ini Rias Gremory!" tanpa aba-aba Kokabiel langsung melemparkan tombak cahaya seukuran mobil ke arah Rias dan Akeno saking mendadaknya serangan tersebut hingga Rias dan Akeno tidak sempat menghindarinya, mereka berdua hanya pasrah menanti ajal menjemputnya dengan memejamkan mata untuk mengurangi rasa sakit yang akan segera mereka rasakan.

[Kamui]

Terdengar suara mekanik menggelegar di sekiar Rias dan Akeno, mau tidak mau mereka berdua membuka mata untuk melihat asal dari suara tersebut. dan yang terpenting karna ajal yang tidak kunjung datang menerpa mereka.

Tapi Rias dan bahkan semua orang terbelalak saat Tombak cahaya besar tersebut tersedot oleh susuatu dan menghilang bagaikan ditelan Bumi.

"Buchou apa kau terluka?" Rias yang masih syok dengan kejadian yang baru saja di alaminya tersadar karna sebuah suara yang sangat familyar memanggilnya.

"Na-ruto?"ucap Rias kepada seorang pemuda yang terbang dengan sepasang sayap mekanik berwarna merah terang (AN: Seperti sayap [Divine Divinding] tapi berwarna merah tidak jauh darinya dan mencoba menipiskan jarak mendekati yang berada tidak jauh dari Kokabiel merentangkan tanganya kedepan dan lagi-lagi suara mekanik menggelegar dari Sayapnya

[Reflek Kamui]

Tanpa Kokabiel sadari tombak cahaya yang ia gunakan untuk membunuh Rias dan Akeno tiba-tiba muncul kembali di belakangnya dari ketiadaan dan menghantam singgasananya hingga hancur berkeping-keping. Namun jangan sebut ia jendral Malaikat jatuh kalau terkena senjata makat tuan saja ia sampai kalah.

"hohoho The Devil Ninja Shadow rupanya... Rias Gremory kau memiliki budak yang sangat unik hahaha"

"diam kau gagak tua jangan pernah menghina Raja ku"teriak Naruto tidak senang dengan apa yang Kokabiel ucapkan dan itu adalah wajar karna siapapun akan murka saat orang yang kita hormati di hina habis-habisan oleh orang lain dan yang lebih utama adalah Naruto mencintai gadis tersebut

"datanglah Devil Ninja Shadow dan puaskan hasrat ku untuk bertarung!"

dan Naruto, dia melesat dengan kecepatan yang ia punya mencoba memukul Kokabiel yang masih di udara. tapi tampaknya Kokabiel juga tidak mau kalah ia melesat dengan kecepatannya menuju Naruto.

dan pertempuran di udarapun tidak dapat di hindari. Naruto dengan lengan kanannya yang telah ia lapisi [Demonic Power] untuk menambah efek destructif pukulanya, mencoba memukul wajah bagian kiri Kokabiel, namun Kokabiel masih bisa menghindarinya dengan menangkap lengan Naruto dan memitingnya, tidak tinggal diam Naruto langsung berputar di udara untuk melepas pitingan Kokabiel dan melancarkan tendangan keras kearah wajah Kokabiel.

debum keras terdengar sangat jelas saat tendangan itu sukses mendarat di wajah Kokabiel, tapi Kokabil terlihat sehat-sehat saja walaupun dari sudaut bibirnya mengalir darah segar.

"menarik... sangat menarik tapi aku akan mulai bersungguh-sungguh"

syuuut!

dengan kecepatan yang gila Kokabiel menerjang Naruto dengan memukul wajahnya. tanpa bisa menghindar Naruto terpelanting kebelakang dengan wajah yang lebam, tidak hanya sampai di situ Naruto membelalakan matanya saat Kokabie sudah berada di atasnya dan menendang perutnya dengan sangat kuat.

"Ough..."ringis Naruto saat memuntahkan banyak darah segar dari mulutnya sebelum ia jatuh bebas ke tanah dan mendarat dengan sangat keras

blaaaaaaaaaar!

suara efek dentuman jatuhnya Naruto dan terciptanya kawah kecil di tanah dengan Naruto yang meringis kesakitan di inti kawah tersebut.

"NARUTO!" Teriak semua orang yang berlari menghampirinya.

"Asia Tolong sembuhkan Naruto!"perintah Rias kepada Asia yang sudah berada di dekat Naruto.

sementara itu di sisi lain tempat pertempuran tepatnya di arah pedang ke empa Excalibur yang sedang di satukan Kiba berjalan menghampiri seorang yang sangat ia benci dalam hidupnya dan musuh utama atas dendmnya.

"Balba galier... aku adalah orang yang kau bunuh dan aku akan membunuh mu!"ucap Kiba dengan expresi wajah yang mengeras dan menatap Balba dengan tatapan setajam pedang.

sedangkan Kokabil yang melihat itu dari atas udara hanya mendengus dan menjentikan jarinya. Dan tiba-tiba Tombak cahaya raksasa mengarah tepat ke arah Kiba,

"KIBA!" Teriak Ise yang bermaksud menyelamatkan Kiba tapi karna jarak mereka cukup jauh, Kiba tidak dapat mendengarnya.

[Kamui]

sekali lagi untuk kesekian kalinya semua yang berada di sana di buat syok oleh suara mekanik yang menggelegar dan tepat setelah itu Tombak cahaya raksasa yang tinggal satu meter dari Kiba lenyap terdistorsi oleh gelombang vortex yang tiba-tiba muncul.

"Kiba ku serahkan sisanya pada mu!"ucap Naruto yang sudah berdiri dari kawah bekas jatuhnya. Kiba tersenyum dan hendak melesat ke arah Balba.

namun langkahnya terhenti saat Balba melemparkan sebuah Kristal biru di hadapan Kiba.

"kau lihat? kristal itu adalah hasil dari teman-teman mu dan aku berterima kasih pada mu karna kau dan teman-teman mu yang kekurangan elemen suci dapat aku keristalkan dan menjadi pencapaian ku yang terhebat! terimakasih BAHAN MENTAH"

DEG!

"Ba-bahan mentah? jadi selama ini kami di anggap bahan mentah? kami yang percaya semua untuk Tuhan dan kepercayaan kuat kami kau sebut BAHAN MENTAH!"

Marah dan kecewa? ya hanya itu yang sekarang Kiba rasakan, apa memang benar? pengorbanan teman-temanya saat proyek Excalibur yang ia percayai demi kebenaran dan keyakinanya itu hanya kedok belaka? yang sebenarnya merekalah bahan mentah yang para petingi perlukan? sakit? Tentu saja, coba kau bayangkan semua kepercayaan dan keyakinan yang telah kau berikan kepada seseorang di hianati oleh orang tersebut demi ambisinya sendiri.

"Kenapa?"lirih Kiba saat mengambil kristal tersebut.

"kenapa? semua pengorbanan kami, tekad kuat, dan usaha kami yang kami percaya hanya untuk Tuhan... kau anggap hanya sebagai BAHAN MENTAH...? Apa maksud semua ini" dengan suara yang parau dalam isakan tangis tanpa di sadari oleh Kiba, kristal yang ia genggam di dadanya bersinar dan di sekelilingnya tercipta roh-roh suci dari teman-temanya.

isak tangis haru dari kelompok Gremory menambah ke sedihan di tempat tersebut."semua kekuatan di medan perang telah di keluarkan dan hati Kiba yang goyah mungkin membebaskan Roh-roh dari kristal tersebut!"lirih Akeno dalam isakannya.

di sisi lain tepatnya di tempat Naruto, dia menunduk-kan kepalannya dengan ekspresi wajah yang tidak dapat terlihat karna tertutup oleh rambutnya, namun tanpa satupun yang menyadari aura kegelapan mulai menguar dari tubuh Naruto,"kejam sekali orang-orang itu"lirih Naruto dengan nada datar dan dingin.

"sejujurnya aku... tidak pantas untuk hidup aku berfikir... masih banyak teman-teman ku yang memiliki cita-cita tinggi. seharusnya aku saja yang mati waktu itu! bukan mereka! tapi kenapa... kenapa? mereka mengorbankan nyawa demi aku yang tanpa tujuan HIDUP"Kiba tersentak saat sebuah lengan mungil menarik pinggiran bajunya, dia baru menyadari di sekelilingnya ada roh suci dari teman-temanya.

[jangan takut]

[jangan gentar]

[meskipun Tuhan telah tiada!]

[dan tidak membimbing kita..]

[namun Hati kita tetaplah...]

"Satu..."setelah itu semua roh suci yang berada di sekitar Kiba menjadi cahaya terang,dan berterbangan ke segala arah, namun dengan satu tujuan yaitu bergabung dan masuk kedalam tubuh Kiba

"Balba! teman-teman ku tidak ingin aku menutut balas... Namun aku harus tetap membunuh mu untuk membersihkan kejahatan!"

"sword of birth"Kiba berteriak saat mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan dari pedangnya tercipta ledakan aura suci dan aura iblis yang berapadu menjadi sebuah pedang baru"Sword of Betlayer! dengan ini aku akan membunuh mu!"

"Kiba Yuuto akau akan membantu mu!"ucap Xenovia yang telah berada di samping Kiba, ia menancapkan [Excalibur Destruction-nya] di tanah dan merentangkan lengan kanannya kesamping kanan.

"demi nama Basilus, Petrus, Dinosilius dan perawan Maria. Dengarkanlah suara ku"tiba-tiba di samping kiri Xenovia muncul sebuh distorsi dimensi, dari situlah muncul sebuah pedang besar berwarna biru dengan lapisan emas di gagangnya yang bundar.

"dengan nama Santo dan Santa yang suci aku membebaskan mu...! Pedang suci Durandal!" Durandal adalah pedang suci yang setara dengan 7 Excalibur yang di satukan dan ketajamanya menandingi semua pedang yang ada di muka bumi ini, tapi itu juga tergantung sang pengguna bisa atau tidaknya meng-optimal-kan aura destructif dari pedang tersebut.

"Ayo!"

.

.

.

-Di suatu tempat-

.

.
"bagaimana Apa Naruto setuju?"tanya seorang gadis kecil yang mengenakan drees gothic lollyta berwarna hitam.

"belum tapi mungkin sebentar lagi? Melihat dari kondisi psikologis-nya yang memburuk tidak lama lagi dia akan ikut dengan kita"

"jadi begitu? Baiklah aku pergi dulu Vali ada sesuatu yang harus aku kerjakan...,"lalu gadis itu pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan efek guncangan udara.

"terserah kau saja Ophis"

.

.

-Kuoh Akademi-

.

Bagaikan membalikan telapak tangan kini keadaan berubah terbalik kelompok Gremory yang di awal penuh semangat juang kini tidak berdaya di hadapan Kokabiel hanya ada Naruto dan Rias yang masih sadarkan diri, namun itu tidak cukup karna fakta membuktikan keadaan mereka berdua tidak jauh beda dengan yang lain, sedangkan yang lainnya tengah pingsan karna luka yang mereka derita begitu kritis.

"hahahahaha dan dengan ini api peperangan akan berkobar lagi mati kau Rias Gremory!"ucap Kokabiel yang melempar tombak cahaya ke arah Rias yang terduduk di tanah.

Zraaaz!

Serangan [Lighting spear] dari Kokalabiel mengenai Naruto secara telak, dibelakangnya ada seorang gadis bersurai merah yang terduduk kelelahan, sembari menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tidak kuat untuk melihat seseorang yang sangat familiyar baginya, mengorbankan dirinya demi menyelamatkannya.

"cih, mengorbankan diri demi seorang gadis? Drama picisan yang cukup manis..." Kokakiel mengucapkannya dengan nada mengejek, tak memperdulikan Naruto yang kini dadanya tertembus tombak cahaya milik musuh didepannya.

"..." diam hanya itu yang terjadi Naruto hanya diam tidak menanggapi ocehan Kokabiel, bukan berarti ia takut. Atau apa dan tidak memperdulikan dadanya yang tertusuk. Ia menundukkan kepalanya. Membiarkan poninya menutupi bayangan matanya. Darah mulai merembes keluar dan menetes ketanah di bawahnya dari 'lubang' yang tercipta akibat tertembus tombak cahaya tersebut.

"cih, dasar gagak busuk!..."jawab Naruto yang mulai berdiri. "luka ini tak seberapa dengan 'luka' yang yang telah kualami !" Naruto melihat Rias dari ujung matanya, dapat dilihat dengan jelas air mata mulai menganak di ujung mata Blue-Green milik Rias. Tak kuasa melihat 'Pawn' kesayangannya melakukan hal senekat ini.

Craasshh!

"Ukhh!" Naruto meringis kesakitan saat tiba-tiba Kokabiel menusuk Naruto dengan Pedang cahaya yang ia ciptakan dan dengan hentakan kuat Kokabiel menarik pedang tersebut dari tubuh jatuh berlutut dihadapan Kokabiel sambil memegang perutnya yang berlumuran darah.

'Jika kau tak berani mengungkapkan cintamu padanya, maka siapkanlah mentalmu saat kau melihatnya dicintai orang lain.

'Kau tahu? Aku tak bisa menolak permintaan orang itu karna aku mencintainy, sampai jumpa !'

'Kau tahu, Ciuman pertama telah kuberikan pada Issei waktu itu'

Memori-memori yang tak mengenakkan itu tiba tiba saja terngiang ngiang di pikirannya. Ia tidak bisa berpikir jernih saat ini, bahkan musuh yang ada di depannya dan Sang Pujaan Hati yang ada di belakangnya pun ia acuhkan.

"Naruto ! Cukup, kau sudah mencapai batasmu ! Aku ta-"

"Mati disini pun aku tak apa, Buchou. Aku tidak terlalu peduli dengan hal ini, aku bahagia kalau aku mati demi melindungi orang yang berharga bagi ku!" Naruto menyela ucapan Rias dengan cepat.

"Na-naruto.. Kau.." Air mata mulai meleleh dari iris mata Rias, tak percaya dengan kata kata lelaki pirang di depannya.

"Yahh.. Walaupun aku tahu kau sudah mencintai yang lain tapi.." Naruto sengaja menggantung ucapannya sejenak untuk mengambil nafas "Aku tak menyesal telah mencintainmu!... Rambut merah yang mengingatkanku dengan seseorang yang bahkan akupun sulit untuk mengingatnya... merah darah pekat. Seperti darah yang ada di tangan ku dan Seindah mawar merah " Ucap Naruto getir sembari melihat tangannya yang bersimbah darahnya sendiri.

Rias yang masih terduduk dibelakang Naruto tersenyum tipis karena mulai mengerti jalan pembicaraan yang dibicarakan 'Pawn'nya tersebut.

"Aku mengingatnya setiap saat.. Aku tak ingin tubuhnya dikotori 'Serigala - Serigala Tampan' diluar sana, oleh karena itu aku selalu melindunginya walau hanya dibelakang layar" Naruto menghadap belakang atau kearah Rias sambil tersenyum manis. Iris Sapphire nya menatap lembut Iris Blue-Green milik Rias

"Setiap malam aku selalu menatap langit malam dan menanyakan kabarnya.. Membayangkan wajahnya dilangit malam membuatku dadaku menghangat.." Naruto mulai berjalan pelan kearah Rias, ia berjongkok dihadapan Rias dan mengelus pelan pipi halus milik wanita yang berhasil mencuri hatinya tersebut."Dan aku selalu berkata pada langit malam, bahwa.." Mantan Ninja dari clan yang musnah itu mendekatkan bibirnya kesamping telinga Rias seraya berkata

"Aku tak sanggup melihat raut sedih di wajah cantik mu, maka dari itu aku rela melakukan apapun, demi melihat senyummu, senyum yang terasa hangat di hati ku dan senyum yang telah menyelamatkan ku... termasuk merelakanmu mencintai orang lain"

"Rias, aku mencintaimu Namun..."Ucapan itu didendangkan bagai sebuah mantra, tidak ada tipuan maupun iseng disetiap kata yang terucap. Hanya ketulusan dan kejujuran yang terpahat jelas disana.

"Wahaha ! Sungguh menyedihkan sekali kau The Devil Ninja Shdow... Bertempur demi cinta bodohmu itu-" Kokabil yang sedari tadi diam pun mulai angkat bicara, namun terpaksa terdiam karena melihat sebuh Aura hitam yang tiba-tiba saja meluap dari tubuh Naruto. Aura kuat yang bahkan sanggup membuat Kokabiel meneguk ludahnya sendiri. Tatapan matanya menajam, menganalisa apa yang akan dilakukan pemuda pirang tersebut

"Aku rasa aku sudah pernah melewati sebuah pertarungan maut dulu! namun entah itu mimpi atau apa yang jelas aku sangat sulit mengingatnya... perang yang melibatkan seluruh orang... Pertarungan yang disebabkan oleh kematian seorang gadis" Kokabiel tersentak saat Naruto kembali berdiri tegak dengan aura hitam yang melapisi tubuhnya

"jadi kalau hanya bertarung dengan mu aku rela walaupun harus mengorbankan nyawa ku!"dalam sekejab tubuh Kokabiel secara paksa telah terbalut Armor hitam yang berasal dari sayap mekanik yng ada di punggung Naruto

"Kurama kirim aku dan Kokabiel ke dimensi lain dan tolong hancurkan Arashikage Armor di tempat yang aman" perintah Naruto dengan lirih

[baiklah tuan]

[Kamui Destroyer]

tiba-tiba Naruto menerjang Kokabiel yang terperangkap dalam Armor Arashikage dengan cepat dan dalam sekejab tercipta portal dimensi menyerupai hisapan udara Vortex yang perlahan menghisap Naruto dan Kokabiel ke dalamnya."Selamat tinggal cinta ku"lirih Naruto sebelum benar-benar terhisap Kamui

[Three]

[Two]

[One]

DUAAAAAAAAAAAARRRR!

"NARUTOOOOO!"teriak Rias saat terjadi ledakan dahsyat yang menyembur dari sisa lubang Kamui. Ledakan tersebut hilang bagai di telan udara dan hanya meninggalkan percikan api serta sebuah katana putih dan satu buah Evil peace bidak pawn yang tergelatak di tanah tidak jauh dari tempat Rias berada

"Naruto-kun kenapa... Kenapa kau meninggalkan ku andai kau tahu... Aku juga mencintai mu sejak pertama aku bertemu dengan mu" dan ratapan penyesalan dari seorang gadis bersurai merah itu bergema di seluruh penjuru sisa medan pertempuran

.

.
TO BE CONTINUE!

.

Walah gomenasai(sambil bungkuk bungkuk ampe mentok meja) saya karna baru bisa update bukan karna malas atau apa tapi karna beberapa pekan ini saya sibuk memilih dan mimilah universitas bagus yang mau saya masuki untuk melanjutkan studi jadi yah gx ada waktu senggang buat update.

Dan ada yang bertanya pada saya Kenapa gax malem aja bikin ficnya? Haaaah... Maaf juga untuk itu karna setiap malam saya keluar dari rumah dan kalian pasti tau ciri-ciri kegiatan malam saya Suara kenalpot racing, adu kecepatan, memacu adrenalin dan penunggang roda dua.?

Yap saya suka balapan kadang resmi kadang juga liar jadinya yah... tiap malam harus race ,check kondisi motor andalan saya dan kumpul sama temen-temen sesama Rider. Dan bulan-bulan ini ada beberapa event balap regional yang harus saya ikuti dan itu membuat saya di paksa harus berlatih karna kalau gx saya bakaln kena demo dari sponsor. muwahhahahaha Membara masa muda.

Ok sekian dari saya dan tolong ma'lumi hobi GILA saya tadi tapi saya TETAP usahakan untuk update cepat*gx janji*

Dan jangan lupa Reviewnya...! :D

Tony Namikaze no Baka out!