Di seatu tempat yang sangat gelap bagaikan langit malam tak berbintang, ada sebuah atau lebih tepatnya seekor Naga kolosal dengan ukuran yang sangat-sangat besar. Dengan lincahnya Naga tersebut berenang seakan hukum besaran pada tubuhnya tidak mempengaruhinya dalam manuver berenangnya.
dengan auman yang sangat keras Naga tersebut berenang mendekati sebuah objek, sebuah objek yang memancarkan aura kuat dan menyerupai kegelapan yang lebih gelap dari pada tempat tersebut, hingga membuat Naga tersebut terpancing oleh aura kegelapan itu dan mendekatinya. Entah apa yang di inginkannya, Naga raksasa yang di kenal dengan berbagai nama.
The Apocalyse Dragon atau di kenal juga [DxD] dengan berkah keselamatannya dan juga Naga yang melambangkan mimpi tak berujung yang sering di sebut Great Red atau Kaisar naga merah sejati, Atau the true red dragon. Dengan satu hentakan kuat Naga raksasa itu menipiskan jarak antaranya dan kegelapan tersebut.
dan akhirnya dengan mulut yang di penuhi gigi-gigi runcing setajam silet, Naga tersebut menelan kegelapan itu bulat-bulat.
.
.
.
.
Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi
Crossover : Naruto and High School DxD
Rating : M (untuk jaga-jaga)
Genres : Romance, Adventure, fantasy, matrial art, Supranatural,(semi) hurt/comfort,Sci-fi
Pairings : Naru X ?
Warning! : Typo, Abal-abal, Gaje, Ancur, Campur aduk dan bikin sakit mata!
.
.
.
Summary: Dia mendapat kesempatan terlahir kembali di dunia baru dengan nama dan tubuh yang sama setelah kematianya di dunia shinobi! terlahir dari sebuah Clan ninja assasins yang sudah punah akibat pembantaian yang juga hampir merenggut hidupnya tapi gadis bersurai merah datang membawanya saat dia meregang nyawa dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarga bangsawan iblis. kisah seorang remaja bersurai kuning yang menjadi bidak Pawn dari Rias !Naru BUT NOT Godlike! warning: inside!
.
.
.
Chapter 6 - Rebirth : The True Red dragon Emperor
.
.
.
.
Kegelapan! Ya hanya ada kegelapan, kegelapan yang melebihi langit malam tak berbintang, kegelapan yang memberi mu rasa sakit, kegelapan yang membuat mu sedih, kegelapan yang memupuskan ambisi mu hingga kau harus menyerah akan ambisi mu dan akhirnya kau terjerumus kedalam jurang... keputus asaan, dan yang paling terasa adalah rasa kesepian Tanpa ada yang menemani mu, tanpa ada yang bisa kau lihat dan tidak ada yang bisa menyelamatkan mu. Itulah perasaan dan keadaan yang di rasakan dan di alami oleh seseorang yang ada di ambang kematian.
"apakah kau masih mau ingin hidup?"
"ya! aku masih ingin hidup lebih lama lagi, Setidaknya sampai ada yang dapat melindungi-nya lebih dari ku!"
"dasar bodoh! apa gunanya kau mempertahankan rasa itu? Yang jelas-jelas bertepuk sebelah tangan dan tak pasti. Buanglah perasaan mu itu hanya akan menyengsarakan mu!"
"aku juga tidak tahu mengapa aku seperti ini? Namun aku akan tetap melindunginya walaupun cinta ku tidak akan pernah sampai padanya!"
"dasar keras kepala! Baiklah terserah kau saja!"
"hn"
"tapi hal yang akan aku lakukan ini memiliki resiko besar! Apa kau sanggup menanggung konsekuensi-nya?"
"apapun itu akan aku lakukan"
"baiklah dan aku ingatkan sekali lagi. kau akan menerima kekuatan ku, darah ku, daging ku dan juga semua yang aku miliki untuk membuat tubuh baru mu jadi janganlah sungkan untuk datang kemari dan ingat mulai dari sekarang semua ingatan yang kau miliki akan hilang semua kecuali tekhnik-tekhnik, ilmu pengetahuan dan ingatan tentang ku"
"ya aku paham dan terimakasih telah menyelamatkan ku Sekiryuutensin"
Perlahan tapi pasti kegelapan yang berada di dalam mulut Great Red masuk kedalam dagingnya, dari mulai sedikit sampai semua hilang tertutupi daging dan membentuk sebuah kepompong yang terbut dari daging Naga raksasa itu. Setelah itu dengan sendirinya kepompong itu memisahkan diri dari Great red yang kembali berenang menjauhi kepompongnya. Sedangkan kepompong itu melayang bebas di celah dimensional.
"semoga kau dapat menyesuaikan diri dengan tubuh baru mu... Sekiryuutensin yang baru!"
.
.
.
.
.
-Ruang club penelitian ilmu Gaib-
.
.
Di sebuah ruangan bergaya eropa klasik yang biasanya di penuhi canda tawa,kehangatan keluarga dan kasih sayang. Kini berubah total 360 drajat, di ruangan tersebut hanya ada kesedihan,penyesalan,kesakitan dan kesuraman. tidak ada lagi perdebatan konyol yang mengocok perut, tidak ada lagi keceriaan yang mewarnai di sepanjang waktu, dan tidak ada lagi cengiran khas lima jari dari pemuda bersurai kuning spyke yang biasanya menghangatkan tempat tersebut.
Sekarang kelompok Gremory dalam masa-masa tersulitnya, rasa duka dapat terlihat jelas pada tiap raut wajah kehilangan dari semua orang dan lebih parahnya sang King tengah dilanda defresi berat. Kesedihan dan penyesalan yang begitu mendalam tengah di rasakan oleh seorang Rias Gremory dan bodohnya ia baru menyadari bahwa... separuh hatinya telah di curi dan... di bawa mati oleh pemuda yang mengorbankan jiwanya untuk menyelamatkan-nya
"Buchou makanlah sedikit, kalau kau terus seperti ini kau akan sakit!"ucap Issei pada majikannya yang sudah 2 hari tidak makan.
"..." tidak ada sepatah katapun yang keluar dari gadis bersurai semerah darah itu, hanya tatapan kosong yang menjadi isyarat dari jawabanya. Mata merah dan sembab yang masih meneteskan beberapa tetes liquid bening di ujung irisnya, rasa kehilangan yang amat dalam terpancar dari permata blue-green yang menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong.
"Issei-kun sudahlah kau tidak akan pernah bisa memaksa Buchou biar waktu dan keadaan yang membuatnya tenang!" Issei mengangguk dan menuruti ucapan dari Kiba.
Tidak hanya Rias yang merasa defresi berat, bahkan sang Queen yaitu; Akeno juga mengalami apa yang di alami oleh King-nya, Namun karna sifat cerianya ia dapat sedikit tenang atas tragedi yang terjadi seminggu yang lalu, walaupun dalam hatinya masih terbesit luka menganga kehilangan orang yang paling berharga sekaligus seseorang yang paling mengertikan diri-nya. Namun ia sadar nasi telah menjadi bubur dan alang-kah bodohnya ia yang terus meratapi dan menangisi pemuda yang mengorbanan nyawanya demi mereka, bukankah sama saja, Dengan tidak menghargai pengorbananya? Kalau ia dan yang lain terus menerus terpuruk dan terlarut dalam kesedihan?
Namun walaupun mereka sadar tentang itu semua tetap saja kehilangan orang yang berharga itu sangatlah menyakitkan bukan?
.
.
-Ruangan OSIS-
.
.
Tidak hanya club penelitian ilmu gaib. para anggota OSIS-pun dilanda hal serupa, yaitu; defresi berat atas kehilangan pemuda itu. Bagi mereka sosok pemuda berkepala duren itu adalah pencair suasana dan hanya pemuda itu yang dapat membut sang Saito-kaicho dan Fuku-kaicho yang di kenal tegas, berwibawa dan tenang. bertingkah layaknya gadis remaja seumuranya.
"hikz..Naruto nii-chan" lirih Tsubaki dalam sela tangisanya. Baginya Naruto adalah figur seorang kakak angkat yang sangat baik dan penyayang, walaupun perbedaan umurnya dan Naruto menunjukan ketidak pantasanya ia untuk menyebut Naruto Kakak, namun itu tidak mempengaruhinya, ia lebih senang dan lapang dada menyebut nama pemuda kuning itu dengan suffix 'nii-chan' walaupun umur mereka berbeda.
Baginya pemuda itu adalah figur yang dewasa, matang dalam memutuskan sesuatu dan dapat menjadi motivator dalam hidupnya, namun tidak lupa juga karakter-nya yang ceria yang dapat mencairkan sifat canggung dalam pembicaraan... Tapi itu dulu sekarang ia tidak mungkin lagi menjumpai senyum secerah mentari pagi yang menghangatkan jiwanya, karna pemuda itu telah pergi, hilang, dan mati. Namun ia bertekat tidak akan pernah melupakan masa-masa indah bersama pemuda itu dan suatu rahasia di balik rahasia yang hanya dia dan Naruto yang tahu, Hingga ia memanggil. pemuda kuning itu dengan sebutam 'Nii-chan'
.
.
-Unknow Pleace-
.
.
Di sebuah tempat dengan debum keras hentakan ombak menabrak tebing, berdiri seorang gadis kecil yang menggunakan drees ghotic lollyta berwarna hitam, gadis itu menatap jauh ke arah laut dengan tatapan datar.
"sudah saatnya untuk menjemput 'Dia'!" gumam gadis itu dan tanpa basa basi dan memikirkam resikonya, gadis itu melompat terjun dari atas tebing menuju permukaan ombak yang hendak menerjang tebing itu.
.
.
.
-Dimensional Gap-
.
Gadis kecil yang baru saja meloncat dari tebing curam itu, tiba-tiba muncul di celah di mensional. Ia melayang dengan bebasnya seakan di tempat itu tidak berlaku lagi hukum gravitasi. Gadis itu menyebarkan indera pengelihatannya ke segala arah dengan tatapan tajam, seolah mencari sesuatu yang ia-pun tidak tahu letak dari 'benda' yang ia cari di tempat tersebut.
Selang beberapa waktu berjalan. Gadis itupun menyipitkan matanya saat melihat sebuah objek berwarna merah seperti telur atau kepompong yang melayang-layang bebas di kejauhan.
Dalam satu hentakan kuat, gadis itu terbang dengan sangat cepat menuju targetnya. Tidak butuh waktu lama dalam seketika ia sudah berada di samping kepompomg itu dan Seulas senyum tipis, namun tulus tersungging di bibir tipis nan imut berwarna pink alami itu.
"ayo pulang pangeran ku!"ucap gadis itu yang menghilang bersama kepompong merah itu di ikuti sebuah getaran udara yang menandai kepergianya.
.
.
.
-Time Skip : Seminggu Kemudian-
.
.
.
Di sebuah ruangan yang cukup gelap dan hanya tersinari cahaya temaram. Berdiri sesosok gadis kecil bersurai hitam yang menghadap sebuah kepompong berwarna merah.
Kraaak!
Kraaak!
Suara retakan yang terdengar sangat jelas dari kepompong itu membuat gadis itu menyeringai senang karna penantiannya selama seminggu kini membuahkan hasil.
Lama kelamaan retakan itu menjalar keseluruh kepompong dan akhirnya dari dalam kepompong itu, muncul sebuah lengan berwarna putih pucat di ikuti suara patahan keras, yang membuat kepompong itu terbelah dua.
Setelah itu nampak sesosok pemuda bersurai pirang panjang sebahu dengan sedikit warna merah di ujung rambutnya, mata biru shappire berpupil merah vertikal itu menyala dalam gelap kegelapan. Wajah oval dengan tiga garis halus seperti kumis kucing di pipinya menambah kesan cool di wajahnya
"selamat datang lagi di dunia Sekiryuutensin Naruto namikaze" sapa gadis kecil bersurai hitam.
"siapa kau Ojou-chan?"tanya Naruto dengan tatapan datar.
"aku adalah Uroboros dragon, Ophis!"
"Ophis sang naga 'ketidak batasan' tidak ku sangka ternyata kau adalah seorang gadis cantik" ucap Naruto dengan seulas senyum hangat di bibirnya.
"bagi ku penampilan tidaklah penting dan hanya kedok belaka."
"yah... Ku rasa memang begitu tapi terimakasih kau telah menyelamatkan ku Ophis-chan"
Lalu hari berikutnya Ophis menyeritakan segalannya dari mulai perang tiga fraksi dan organisasi yamg ia pimpin yaitu Khaos brigade. Ophis juga menceritakan tentang tiga fraksi, dan doktrin-doktrin atas tujuannya.
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan terus seperti itu tidak terasa telah satu bulan lamanya Naruto tinggal dengan Ophis. Setiap hari mereka jalani dengan keceriaan dan kebahagiaan. Tidak lupa pula Ophis meyakinkan Naruto agar bergabung dengan organisasinya dan akhirnya Naruto yang polos tanpa satupun ingatan yang ia punya percaya dan yakin kepada Ophis. Naruto, Ia bertekat mulai saat ini ia akan menuruti semua perintah Ophis karna baginya Ophis adalah orang yang harus ia lindungi dan orang yang telah menyelamatkannya sekaligus orang yang paling berharga baginya.
Karna itu Naruto menganggap semua, sebagai balas budinya terhadap Ophis dan ia bersedia untuk mengabdikan dirinya pada Ophis.
"Naruto-kun sekarang kau jemput Vali di Kuoh akademi di sana tengah di adakan pertemuan 3 fraksi" printah Ophis
"baiklah Ojou-sama!"jawab Naruto dengan senyum lembut sedangkan Ophis yang di sebut 'Ojou-sama' hanya menyeburkan rona merah di kedua pipinya walaupun eksfresi wajahnya tetap datar.
.
.
.
.
-Kuoh Akademi-
.
.
.
Di sebuh sekolah tepatnya di Kuoh akademi tengah berlangsung pertemuan tiga fraksi besar. Namun saat tujuan dari konfrensi itu hendak memasuki tahap final, tidak di duga ada yang menyabotase konfrensi tersebut dengan serangan besar-besaran dari para penyihir Khaos brigade yang di komandani langsung oleh; Katerea Leviathan keturunan dari Maou Leviathan terdahulu sekaligus 'Secon Commender' dari golongan Maou lama
Namun hal itu dapat di atasi dengan mudah oleh Azazel walaupun harus mengorbankan lengan kirinya dan saat mereka beranggapan semua masalah telah teratasi tiba-tiba mereka harus di kejutkan oleh sebuh pengakuan.
Pengakuan dari Vali sang hakuryuuko terkuat sepanjang masa. Ia mengaku keturunan dari Maou Lucifer terdahulu dan tentu saja itu membuat semua syok.
Di tambah pertarungan takdir antara Hakuryuuko dan Sekiryuutei yang amat dahsyat.
"hahaha sepertinya orang ini harus merasakan [Judgernaud Drive] kita Albion?"
[jangan gegabah Vali! Kau tidak akan mampu mengontrok kekuatan ku!]
"baiklah Albion"
"hey brengsek aku akan menghajar mu lagi sekarang!"teriak Issei murka.
"heeh? Jangan sok kuat Sekiryuutei mesum!" ejek sebuah suara dari atas pelindung.
Kraaaak!
Braaaak!
Berir pelindung yang menyelubungi kawasan sekolah tersebut. Hancur hingga menjadi serpihan kaca, oleh seseorang yang kini berdiri di hadapan semua orang.
Semua tatapan langsung tertuju pada orang yang baru datang itu dan mereka melihat seorang pemuda yang mengenakan Armor naga merah seperti armor [Boosted gear scail mail] namun yang membedakanya dengan armor whels dragon hanya sayap naga merah yang membentang lebar, sepasang tanduk hitam di helm armornya, warna merah yang agak gelap dan topeng yang menyerupai helm hakuryukou tapi berwarna merah.
"siapa kau? Kenapa kau memakai armor naga merah?"tanya Issei geram pasalnya ia tidak terima ada orang yang memplagiat miliknya.
"heeh? Lalu apa urusan mu? Dan apa masalah mu kalau aku memakai armor naga merah?"
"aku tidak terima dengan pemalsuan mu itu BANGSAT!"
Wuush!
Ise menerjang orang itu dengan kecepatan penuh ia bersiap mendaratkan tinjunya kepada orang yang ia anggap sebagai plagiat itu. Namun sayang sebuh kegelapan yang entah dari mana tiba-tiba saja menyegel pergerakannya.
"ap-apa ini?"
"ck, kau masih terlalu lemah untuk melawan ku Sekiryuutei! Dan tidak sadarkah engkau dengan perbedaan kekuatan kita!"
Braaak!
Hanya dengan jari telunjuk orang itu menghempaskan Ise hingga ia terpental ke arah bangunan lain dan kembali kepada wujud semula.
'ke-kekuatan macam apa itu?'batin semua orang yang menyaksikan adegan mustahil tersebut. Merasa tidak terima dengan apa yang di lakukan oleh orang itu, kepada Ise Kiba, Xenovia dan Koneko menerjang ke arah orang lagi-lagi sebuah kegelapan menyegel pergerakan mereka, sedangkan orang itu hanya menyeringai
"Sudah ku katakan untuk kedua kalinya pada kalian dan ternyata kalian sangat keras kepala. kalau begitu terima ini!"
[Kamui]
Suara mekanik menggema dari sayap merah orang tersebut dan saat itu pula muncul distorsi udara dengan pusaran vortex di atas orang itu dan dari lubang vortex itu memuntahkan 3 Fuma shuriken yang melaju ke arah Kiba, Xenovia dan Koneko dalam kecepatan penuh.
Duaash!
Tapi sebelum [Fuma shuriken] itu memotong ke tiga orang tersebut sebuah tembakan [Power of destruction] memusnahkannya hingga tidak tersisa.
"siapa kau sebenarnya? Dan apa maksud dari serangan mu terhadap para pelayan ku?"tanya Rias dengan aura membunuh kuat, sekarang ia telah berubah! Sekarang ia bukanlah Rias yang seperti dulu! Tidak ada lagi Rias yang manja, tidak ada lagi Rias yang egois, karna sekarang baginya keselamatan pelayanya adalah preoritas utamanya. ia tidak ingin tragedi satu bulan yang lalu terulang kembali tragedi yang membuatnya defresi sampai sekarang, yaitu; tragedi kematian Naruto.
"aku?"ucap Naruto dengan menunjuk dirinya" aku bukan siapa-siapa Rias Gremory, aku hanya membela diri ku apa aku salah?"
"..." Rias membatu mendengar ucapan dari orang di hadapanya. Memang benar yang di katakan orang tersebut kalau dia hanya membela diri dan semua salah para budaknya yang termakan emosi walaupun orang itu telah memberi peringatan.
"ma..ma..ma menjatuhkan mental seseorang dalam sebuah pertarungan memanglah cara yang sangat efekif Namun itu adalah hal yang licik kau tahu? Hey Vali siapa teman mu itu? tidak mungkankan kau memiliki rival dua naga merah?" tanya Azazel yang sekarang andil bagian dalam percakapan menegangkan tersebut.
"ck,Aku malah sangat bahagia jika memiliki dua rival sekaligus dan tentunya aku juga akan sangat kesulit untuk mengalahkan kaisar Naga merah sejati ini! Namun untuk sekarang dia adalah parner ku" jawab Vali dengan seringai kemenangan
"apa maksud mu dengan kaisar naga merah sejati?"tanya Azazel
"ah... Mungkin sudah waktunya aku memperkenalkan diri. perkenalkan aku adalah The True-"
"JANGAN BANYAK BICARA KAU BANGSAAAAT"
Wuuush
Braakh!
Sebuah pukulan tiba-tiba telak mengenai Naruto hingga ia terpental beberapa meter namun ia masih bisa mengimbangi keseimbangannya hingga ia tidak menabrak bangunan.
Sedangkan orang yang memukulnya yaitu Issei bernafas tersekal-sekal karna pukulan yang tadi ia lancarkan adalah pukulan yang menguras hampir seluruh tenaganya.
"orang seperti mu tidak pantas untuk mengenalkan diri mu di tempat ini! Dan sekarang aku akan membunuh mu karna telah menyakiti teman-teman ku"
"cih, kalau begitu aku ingin tahu bagaimana cara mu untuk membunuh ku! Datanglah pada ku Sekiryuutei aku akan menerima semua yang kau miliki dan buktikanlah kata-kata naif mu itu!"
"BANGSAT!"
Dengan kecepatan peneh Ise menerjang Naruto dengan mengarahkan sebuah bogom berkekuatan penuh ke arah wajahnya, tapi Naruto dapat menghindari pukulan tersebut dengan menunduk-kan kepalanya kebawah dan membalas pukulan Ise dengan sebuah pukulan lengan kanan yang mengarah ke perut Ise.
Buakh!
Pukulan itu telak mengenai Ise hingga ia terpental jauh kebelakang, tidak sampai di situ saat Ise masih meringis kesakitan tiba-tiba Naruto sudah berada di hadapanya dan dengan sangat cepat ia menarik lengan Ise dan menghunuskan sebuah tendangan keras di perut Ise hingga Ise terbang ke atas. Belum cukup puas dengan serangannya Naruto ikut melompat ke atas udara dengan kaki kanan yang mengacung ke atas ia mendaratkan sebuah tendangan berkecepatan roket yang telak menghantam punggung Ise yang masih melayang di udara
Buuum!
Kawah yang lumayan besar tercipta dari serangan itu dan di inti kawah tersebut tergeletak Ise yang sudah tidak dalam mode balance breaker-nya.
"ough... ku-kuso!" rutuk Ise yang memuntahkan banyak darah segar dari mulutnya.
"apakah hanya ini kekuatan mu Sekiryuutei? Cih, ku kira kau dapat membuat ku bersemangat, ternyata kau hanya bermulut besar saja! Mana perkataan naif mu tadi? Mana ucapan mu tadi? Mana tekad mu tadi untuk melindungi teman teman mu? Kau... hanyalah orang yang mengandalkan emosi, dan bermulut besar!" ejek Naruto yang masih terbang di udara
"wa-walaupun begitu ta-tapi aku memiliki tujuan kuat untuk melindungi teman-teman ku!"jawab Issei yang melai berdiri walaupun dengan tertatih-tatih.
"tujuan huh? Kau fikir tujuan naif mu itu akan membuahkan hasil hah? Kau masih terlalu bodoh untuk berbicara tentang tujuan dan aku beritahu pada mu kau hanya akan menjadi sampah saat pengorbanan mu di sia-siakan oleh teman-teman mu!"
Deg!
"..." Ise tertegun saat mendengar ucapan terakhir dari Naruto. Di kepalanya terngiang-ngian kata-kata tersebut 'kau hanya akan menjadi sampah saat pengorbanan mu di sia-siakan oleh teman-teman mu'
Tiba-tiba ia teringat dengan sosok Naruto orang yang telah mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Teman-temanya, Ise termenung seakan ia merasakan Dejavu saat ini walaupun ia tidak melihat Naruto langsung dalam mengorbankan nyawanya tapi ia tahu kalau Naruto mati demi mereka.
"cukup sudah aku sudah muak dengan mu Sekiryutei dan aku akan menghabisi mu di sini!" perlahan tapi pasti sebuah energi hitam terkonsentrasi di telapak tangan kanan Naruto, energi tersebut makin membesar hingg menjadi sebesar bola base ball yang di kelilingi dua cincin putih.
[Dai Rasenringu]
Ucap Naruto saat melemparkan bola energi hitam itu ke arah Ise
[Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine]
tiba-tiba suara mekanik menggelegar dan saat itu pula bola energi yang mengarah kepada Ise semakin mengecil dan akhirnya menghilang
"cukup Naruto apa kau ingin menghancurkan tempat ini dan memusnahkan rival ku?"ucap Vali yang terbang mendekati Naruto.
"maaf aku terbawa suasana. Baiklah kalau begitu ayo kita pergi dari sini" ucap Naruto yang di jawab oleh anggukan dari Vali dan kemudian mereka berdua terbang pergi dari tempat tersebut.
'sepertinya aku familiar dengan suara itu' batin Akeno.
.
.
.
TO BE CONTINUED!
.
Gomenasai para reader dan senpai-senpai sekalian. padahal saya udah janji buat update hari ini tapi yah malah jadi kaya gini.
Ok, thanks sudah membaca,men-suport, me-review dan lain-lainnya. tanpa kalian fic gaje ini bukanlah apa-apa.
sekian dari saya and jangan lupa REVIEW-nya uhyahahaha
Tony Namikaze NO Baka... Out!
