Sebelumnya Di The Devil Ninja Shadow

.

.
[Dai Rasenringu]

Ucap Naruto saat melemparkan bola energi hitam itu ke arah Ise

[Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine]

tiba-tiba suara mekanik menggelegar dan saat itu pula bola energi yang mengarah kepada Ise semakin mengecil dan akhirnya menghilang

"cukup Naruto apa kau ingin menghancurkan tempat ini dan memusnahkan rival ku?"ucap Vali melalui intercom kecil di telinganya lalu ia yang terbang mendekati Naruto.

"maaf aku terbawa suasana. Baiklah kalau begitu ayo kita pergi dari sini" ucap Naruto yang di jawab oleh anggukan dari Vali dan kemudian mereka berdua terbang pergi dari tempat tersebut.

'sepertinya aku familiar dengan suara itu' batin Akeno.

.

.

.

Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi

Crossover : Naruto and High School DxD

Rating : M (untuk jaga-jaga)

Genres : Romance, Adventure, fantasy, matrial art, Supranatural,(semi) hurt/comfort,Sci-fi

Pairings : Naru X ?

Warning! : Typo, Abal-abal, Gaje, Ancur, Campur aduk dan bikin sakit mata!

.

.

.

Summary: Dia mendapat kesempatan terlahir kembali di dunia baru dengan nama dan tubuh yang sama setelah kematianya di dunia shinobi! terlahir dari sebuah Clan ninja assasins yang sudah punah akibat pembantaian yang juga hampir merenggut hidupnya tapi gadis bersurai merah datang membawanya saat dia meregang nyawa dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarga bangsawan iblis. kisah seorang remaja bersurai kuning yang menjadi bidak Pawn dari Rias !Naru BUT NOT Godlike! warning: inside!

.

.

.

Chapter 7 - Who am i? My name is Namikaze Naruto not Uzumaki Naruto

.

.

.

.
Pagi yang cerah di jalan raya menuju Kuoh Akademi yang di penuhi para pelajar untuk menuju sekolahnya, sedangkan di depan gerbang Kuoh akademi melintas dengan kecepatan top speed sebuah motor sport ber-merk Kawasaki Ninja RR berwarna black carbone, dengan timeline yang tepat motor tersebut melakukan break side dan dengan mulus motor tersebut terparkir di tengah ramainya halaman parkir.

Sedangkan para siswa-siswi hanya dapat tekjub dan penasaran saat melihat sang pengendara melakukan hal yang termasuk kategori gila di tempat parkir yang sudah sangat padat.

Setelah memarkirkan motornya pria yang mengendarai motor tersebut membuka jacket hitam ber-hody yang ia kenakan serta helm yang menutupi wajah dari sang pemuda.

"Kyaaaaaaaa Naruto-senpai"

"Itu Naruto-kuuuuun"

"Tampannyaaaaaaa"

Jeritan histeris terdengar dari para siswi saat melihat wajah tampan dari sang pengemudi, sedangkan pemuda pirang yang mendengarkan namanya di sebut hanya bisa cengho, pasalnya baru pertama ia masuk ke sekolah ini tapi namanya sudah sangat tenar di tempat ini

"apa aku sangat tampan hingga mereka mengenalku?" ucap Naruto kikuk plus sedikit narsis saat menanggapi teriakan-teriakan histeris dari para gadis. Setelah mengalami ketulian sementara? Ia mulai berjalan menuju ruang kepala sekolah, sedangkan tanpa Naruto sadari ada seorang siswi yang berada di depan gerbang masuk menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

"Ku harap ini ha-hanya ilusi" lirih seorang gadis bersurai panjang berwarna merah semerah darah
"Bu..."

"...chou"

"Buchou"

"Ah... A-ada apa Issei?" jawab Rias reflek dan baru sadar dari lamunannya saat ia memalingkan kepalanya kebelakan ia mendapati Issei dan yang lain menatapnya heran.

"apa kau baik-baik saja Buchou?"

"maaf! Aku baik-baik saja Ise. Baiklah ayo kita menuju ruang klub" jawab Rias cepat setelah itu ia bergegas menuju ruangan klub di ikuti para budaknya.'sepertinya ada yang di sembunyikan oleh Buchou!' batin Ise saat menyadari tingkah laku Rias yang tidak seperti biasa.

Ting Tong Ting Tong

Beberapa saat kemudia lonceng sekolah berbunyi menandakan aktifitas para siswa siswi akan segera di mulai. Sedangkan Naruto berdiri dihadapan sebuah ruangan dengan papan kecil bertuliskan 'kepala sekolah' yang terdapat di pintu masuk ruangan tersebut.

Tok tok tok

"ya silahkan masuk" ucap sebuah suara dari dalam ruangan tersebut, lalu dengan perlahan Naruto membuka ruangan tersebut dan duduk di sofa yang ada di hadapan kepala sekolah.

"maaf mengganggu saya murid baru di sekolah ini jadi menemui anda"

"ah baiklah jadi anda ya murid baru itu? Wajah anda mengingatkan saya dengan siswa yang pindah sebulan yang lalu!" ujar kepala sekolah dan itu membuat Naruto paham atas kejadian yang membuatnya tuli sementara di tempat parkir'pantas saja'batin Naruto.

"baiklah Namikaze-san kelas anda ada di lantai 2 tepatnya kelas XI,B"

"Terimakasih, kalau begitu saya undur diri dulu untuk menuju kelas. permisi" jawab Naruto seraya membungkukan tubuhnya setelah itu ia berjalan keluar meninggalkan ruangan kepala sekolah tersebut.

"haaaah merepotkan sekali, kenapa Ojou-sama memerintahkan ku bersekolah di pusat aliansi tiga fraksi ya? Kalau ketahuankan bisa bahaya" gerutu Naruto di tengah perjalanannya menuju kelas XI,B

Brukh

"ii-ittai" pekik Naruto yang tiadak sengaja menabrak seseorang.

"kau!" sedangkan gadis bersurai hitam panjang yang mengenakan kacamata yang menjadi korban syok setengah mati melihat siapa yang menabraknya dan berada di hadapapannya. Tanpa memperdulikan tatapan binggun dari pemuda di hadapannya gadis tersebut menghambur memeluk Naruto dengan sangat erat.

"Naruto nii-chan" gumam gadis tersebut di sela isakan tangisnya. Sedangkan pria yang di beluk hanya bisa membalas pelukan gadis tersebut, dan binggung pasalnya ia tidak sama sekali mengenal di gadis di hadapannya

"hey nona kau menyebut ku... Nii-chan?" ucap Naruto bingun. Mendengar nada bingun dari pria yang di peluknya gadis berkacamata tersebut menatap Naruto dengan tatapan tidak percaya

"dasar baka! Jangan bercanda dengan tidak mengenal ku Nii-chan!"

Merasa ada yang salah Naruto melepas pelukan gadis tersebut dengan paksa dan segera berdiri dari posisi duduknya di lantai.

"Maafkan aku... Tapi aku benar-benar tidak mengenal mu Nona! aku murid baru di sekolah ini" ucap Naruto dengan nada menyesal.

Deg!

Tsubaki sontak menggelang tidak percaya dengan ucapan pemuda dihadapannya. Rasa sakit yang sangat terasa di dadanya berdesir makin kencang saat orang yang sudah ia anggap kakaknya sendiri tidak mengenalnya sama sekali.

"cu-cukup Nii-chan! Bercanda mu tidak lucu, kau tahu!" bentak Tsubaki seraya mendorong Naruto hingga membentur dinding. Lalu gadis itu berlari sekencang-kencangnya, dengan hati yang sangat terasa sesak meninggal Naruto yang masih bersandar di dinding.

"sebenarnya apa maksud semua ini?" ucap Naruto bingung dan tanpa ambil pusing, ia melenggang pergi dari tempat tersebut menuju ruang kelasnya.

Tok! Tok! Tok!

"permisi Sensei, saya murid baru di kelas ini" seru Naruto dari luar kelas setelah mengetuk pelan daun pintu berwarna putih, dengan papan kecil yang bertuliskan XI.B di atas pintu tersebut.

"ah...silahkan masuk Namikaze-san!"

"Ha'i" jawabnya pelan seraya memauka pintu geser ruangan tersebut dan melangkah masuk kedalam kelas yang mulai sunyi. Naruto dapat melihat kearah siswi-siswi yang memandangnya dengan tatapan 'lapar' sedangkan para siswa memandangnya dengan tatapan membunuh, kecuali dua orang yang menatapnya dengan tatapan tidak percaya.

"ti-tidak mungkin"

"Na-naruto-san?" gumam Ise dan Asia bersamaan saat menatap pemuda di hadapanya dengan tatapan mustahil.

"silahkan perkenalkan diri mu Namikaze-san" mendengarkan instruksi dari sang Sensei Naruto mengangguk tanda paham dan mengirup nafas sejenak.

"perkenalkan. Aku Namikaze Naruto dan kalian cukup memanggilku dengan nama Naruto! Karna aku tidak suka dengan formalitas" ucap Naruto dengan wajah inocent serta ber-Ojigi-ria tidak lupa dengan senyumanya yang membuat para gadis menatapnya dengan tatapan 'Lapar' seakan mengatakan. cepat-terkam-aku-atau-aku-yang-akan-menerkam-mu.

"Baiklah kau bisa duduk di sebelah Hyodou-san. Hyodou-san tolong angkat lengan mu"

Dengan gerakan yang lesu Ise mengangkat lengannya, setelah itu Naruto berjalan menuju kursi yang ada di sebelah Ise

"tolong bantuanya Ise-san" ucap Naruto dengan seringai tipis terpatri di bibirnya 'Sekiryuutei eh? Menarik'

Deg!

Entah kenapa saat Naruto duduk Ise merasakan dadanya bergolak rasa takut, sedih, kecewa, dan entah apa... menjadi satu hingga tubuhnya bergetar hebat. Namun perasaan dan aura itu hanya ia rasakan sekejap mata.

[Partner ini...]

'ya Ddraig! Tidak salah lagi aura naga ini... Sama persis dengan orang yang menyerang kita di pertemuan 3 fraksi. aku juga merasakannya tapi sekarang aku sudah tidak merasakanya lagi'

[mungkinkah Aura tersebut berasal dari pemuda yang ada di samping mu?]

'aku juga tidak tahu pasti yang jelas sekarang aura itu sudah lenyep dan aku tidak bisa merasakannya juga di tubuh orang di sebelahku'

[apa yang sebenarnya terjadi?]

'entahlah Ddraig'

Ting! Tong! Ting! Tong!

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat hingga lonceng berbunyi tanda waktunya istirahat telah tiba. Para murid meninggalkan kelas secara bersamaan menuju tempat mereka masing-masing untuk menyantap bekal makan siang mereka masing-masing.

Begitu pula dengan Naruto, merasa bosan di kelas dan tidak memungkinkannya untuk pergi ke kantin dengan alasan takut di serang oleh gadis-gadis yang memandangnya dengan tatapan 'Lapar' maka dari itu ia memilih pergi menuju taman yang terletak di belakang sekolah dekat sebuah gedung sekolah tua yang menurutnya sudah tak terpakai.

"banyak sekali aura sihir di gedung itu" ucapnya saat berjalan melewati gedung sekolah lama tapi tampaknya ia tidak mau ambil pusing dan meneruskan perjalanannya menuju sebuah pohon besar yang agak jauh dari gedung sekolah lama. Dan memilih mengabaikan beberapa pasang mata yang mengawasinya dengan tatapan tidak percaya.

"Benarkan yang ku katakan!" seru Ise kepada semua orang yang berada di ruang penelitian ilmu gaib.

"ya, aku percaya Ise karena Tsubaki pun mengalami hal serupa seperti mu tadi" ucap Sona lirih yang entah sejak kapan sudah berada di ruangan tersebut bersama para budaknya.

"jangan sampai Buchou melihat semua ini" semua mengangguk menanggapi perkataan Akeno, pasalnya mereka tidak tega melihat Rias yang masih terpuruk sampai sekarang atas insiden kematian Naruto.

Dan untungnya Rias sedang pergi ke dunia bawah dan tidak berada di ruangan itu jadi mereka bisa mencegah barang hanya sesaat, agar Rias tidak melihat Naruto yang lain.

"tapi kenapa wajah pemuda itu sangat mirip dengan Naruto? Dan Hanya rambut yang agak panjang dan berwarna kemerahan yang membedakan mereka?" kali ini sang Fuku-kaicho yang turut andil bagian. Ia masih yakin bahwa Naruto si anak baru adalah Naruto Nii-channya.

"Tsubaki. aku tahu kau merindukan Naruto kamipun begitu! Tapi Naruto murid baru itu bukanlah Naruto yang kita kenal"

"aku paham Kiba-kun kalau mereka berbeda! tapi... Aku juga yakin kalau Naruto ini adalah Naruto nii-chan!"

Kiba, Sona, Ise dan yang lain hanya bisa terdiam saat sifat emosional Tsubaki yang hanya ia keluarkan di hadapan Naruto kini muncul di hadapan yang lain. Isak tangis yang sudah dipendamnya kini pecah seketika. Tidak peduli imej-nya yang dingin dan datarnya rusak di hadapan teman-teman. Ia sudah tidak tahan untuk tidak mengeluarkan rasa sakit yang sudah menumpuk atau bahkan menggunung di dalam hatinya. Persetan dengan rasa malu, persetan dengan pandangan teman-teman yang tahu sifat aslinya. Yang terpenting bagi Tsubaki hanyalah menangis sepuas-puasnya untuk meringankan beban di hati.

Greeeb!

Tsubaki terhenjak saat merasakan sebuah kehangatan dari pelukan seseorang yang terasa asing namun menenangkan hatinya.

"menangislah! Sepuas mu keluarkan semua rasa di hati mu, dan bila tidak ada lagi yang menjadi sandran mu untuk menangis... Aku akan selalu ada untuk mu, menjadi sandaran mu, menjadi tempat mu untuk mencurahkan keluh kesah di hati mu. Maka dari itu... Menangislah di pelukan ku"

Semua orang yang menyaksikan tindakan yang ada di hadapan mereka tidak bisa untuk tidak terharu. Begitu pula Tsubaki yang langsung menangis haru dan mengeluarkan seluruh rasa di hati didekapan seorang pria yang mau menjadi sandaranya.

"A-arigtou Kiba-kun" lirih Tsubaki didalam pelukan pria tersebut yang tidak lain adalah Kiba. Ya Kiba pria itu, pria yang memeluk Tsubaki adalah Kiba. Sahabat sekaligus orang yang sudah di anggap Naruto sebagai saudaranya sendiri. Begitu pula Kiba di samping ia bisa merasakan sakit dan kesedihan gadis yang berada di pelukannya ia juga memiliki sebuah rasa terhadap gadis kacamata itu

'mungkin sebentar lagi aku akan mengungkapkan perasaan ku pada adik angkat mu Naruto' batin Kiba saat ia masih mendekap gadis yang ia sangat sayangi.

"Hueeeeee, ternyata kau sangat Romantis Kiba" teriak Iseei dan Saji di tengah-tengah tangisan ala anime mereka.

.

.

.

-Tempat persembunyian Ophis-

.

.

Di sebuah bangunan megah yang tampak seperti kastil pada zaman eropa clasic. Seorang gadis loly bersurai hitam duduk di sebuah sofa berwarna coklat dengan gaya elegan, lengan mungilnya menggenggam sebuah gelas wine yang memiliki isi cairan berwarna kuning bening beraroma anggur fermentasi,

Sebuah sesapan singkat di lakukan gadis itu untuk merasakan lagi rasa khas anggur hasil fermentasi berpuluh-puluh tahun lamanya yang ada didalam gelas miliknya, sebelum ia membuka suara.

"bagaimana sekolah pertama mu pangeran ku?" tanya gadis itu kepada seorang pemuda yang baru saja duduk di sampingnya.

Mengambil gelas yang sama dengan gadis di sampingnya, pemuda itu menuangkan Wine putih kedalam gelas, menggoyang-goyangkan gelas itu sesaat sebelum ia menyesap isi yang ada di gelasnya sedikit.

"haah, sangat merepotkan dan yang lebih penting kenapa Ojou-sama memerintahkan ku bersekolah di markas aliansi tiga fraksi utama?"

Bukannya menjawab pertanyaan yang di lontarkan Naruto, gadis yang di panggil Ojou-sama itu malah terkikik geli

"mou~ kenapa kau malah tertawa sih Ophis!?" melihat tingkah Naruto yang merengek seperti anak kecil mau tidak mau Ophis menaikan intensitas tawanya sambil memegang perutnya yang agak sakit karna tingkah lucu dari pemuda blonde di sampingnya.

"maaf maaf, ok, aku ada sebuah misi untuk mu"

"Misi apa itu Ojou-sama?"

"ekhm bulan depan dampingi aku untuk datang melihat Rating game iblis muda di Underworld"

"hah? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Naruto ragu sekaligus bingung terhadap Ophis, karena Ophis dan Naruto termasuk anggota teroris bernama Khaos brigade yang notabenenya adalah musuh dari tiga fraksi dan kini Ophis mengajaknya 'berkunjung' ke markas musuh?

What the hell!

'kadang-kadang aku tidak habis fikir terhadap dewa naga-sama yang satu ini'

"Tidak! Kau tidak salah dengar Naruto aku serius dengan ini! ah... dan satu lagi temui Vali di Tokyo malam ini!" perintah Ophis. Sedangkan Naruto hanya mengangguk meng'iya'kan perintah dari Ojou-samanya.

"ne~ Ophis apakah kau masih berharap untuk menyingkirkan Great Red?" tanya Naruto tiba-tiba.

"tentu! Aku sudah sangat rindu dengan celah dimensional" jawab Ophis seraya menanggahkan wajahnya untkuk melihat gelapnya langit malam.

"tapi kalau kau menyingkirkan Great Red sekarang itu sama saja kau membunuh ku tahu! Karna aku masih belum terbangun, dan entah kapan kebangkitan ku terjadi."

"..." Ophis tertegun seketika saat mendengar ucapan pria di sampingnya. Ia benar-benar lupa bahwa pemuda di sampingnya adalah makhluk pertama yang menjadi inkarnasi dari Great Red walaupun kekuatanya masih sangat rendah dibanding Great Red dan dirinya karena Naruto masih dalam peroses pertumbuhan dan entah kapan ia terbangun menjadi Great Red selanjutnya.

"maafkan aku Naruto... Aku menyesal mengatakan itu" ucap Ophis lirih dan menundukan wajahnya dalam-dalam karena tidak sanggup untuk menatap wajah pemuda di sampingnya. Tapi baru saja ia menundukan wajahnya, ia harus terhenjak dan mendongak karena sebuah lengan kekar menyentuk dagunya. Waktu seakan berjalan sangat lambat saat Iris violet bertemu dengan blue shappire yang meneduhkan bagi siapa saja yang memandangnya.

"tenanglah kau tidak perlu meminta maaf pada ku, apa lagi menyesalinya. Aku paham dengan apa yang kau rasakan, jadi aku tidak akan marah pada mu"

Cup!

Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir ranum gadis naga tersebut dan membuat seberkas semburan rona merah di kedua pipi mulusnya.

"arigatou, my princess" ucap Ophis yang sudah berada dalam pemelukan Naruto. Sedangkan pria blonde itu hanya tersenyum simpul dan mengelus surai hitam indah nan lembut milik Ophis.

"lalu...?"lanjut Ophis tentunya masih dalam pelukan Naruto.

"hah? Lalu? Apa maksud mu lalu Ojou-sama?"

"apa kau lupa pukul berapa sekarang?"

"tidak aku tidak lupa! dan sekarang pukul 7 malam"

"bagus kalau begitu! Kau mau memilih berangkat sekarang? atau menjadi guling peluk ku saat tidur?" tanya Ophis yang sudah melepaskan pelukannya dari naruto dan tersenyum sangat manis menurut Author tapi menurut Naruto senyuman yang sangat manis dari gadis di hadapannya adalah maut untuknya.

Gleek!

"a-aku memilih berangkat sekarang... Selamat malam Ojou-sama" dan setelah mengucapkan itu Naruto sudah menghilang dari tempat tersebut karena ia lebih baik memilih bertempur melawan satu squadron iblis dari pada harus menjadi guling peluk dewa Naga-sama itu.

"dasar bayi naga sialan! sebegitu menyeramkannya kah aku saat tidur? Paling juga cuma membuatnya patah tulang" .

.

.

.

-Tokyo, Jepang-

.

.

.

"Apa yang kau inginkan Cao cao?"

Angin malam berhebus dengan sangat kencang menerpa rambut-rambut dari lima orang yang tengah berhadapan di salah satu puncak gedung pencakar langit di kota Tokyo

"keinginan ku? Ah... Aku hanya ingin mengetes kemampuan salah satu anggota tim mu yang baru Vali!" seru seorang pemuda berwajah oriental dengan nada angkuh. Tangan kanannya mengetuk-ngetukan sebuah tombak berkekuatan suci yang sangat besar di bahunya.

"cih, apa yang kau maksud itu adalah Naruto?" kini giliran Arthur yang andil bagian sebagai kelompok dari tim Vali sedangkan sang ketua yaitu Vali hanya mendengus meremehkan orang yang ada di hadapannya atau yang di identifikasi-kan bernama Cao cao.

"yap, benar sekali! Saat aku mendengar bahwa dia satu-satunya makhluk yang mendapatkan eksistensi sebagai inkarnasi Great Red, entah kenapa hasrat ku untuk bertarung terasa bergolak" jawab Cao cao yang masih setia mengetuk-ngetukan tombak di bahunya.

"cih, aku tidak akan membiarkan mu untuk bertarung dengannya, kau selalu saja iri terhadap ku Cao cao dan bertingkah seenaknya dan satu lagi apa kau lupa kita dalam satu organisasi!"

"hahaha, siapa yang tidak iri hati kepada mu Vali? Kau tahu? Semua anggota dalam Khaos brigade iri terhadap mu karna kau satu-satunya yang tidak sejalan dengan kami!"

"dasar brengsek" dalam sekejap Vali melesat dengan kecepatan di atas rata-rata. Mencoba untuk menutup jarak antaranya dan Cao cao. Setelah itu Vali menghantamkan tinjunya tepat ke wajah Cao cao

Tapi dengan sangat mudah Cao cao menahan pukulan Vali dengan menyilangkan tombaknya tepat di wajahnya, Tidak tinggal diam dan masih dalam posisi bertahan Cao cao mengayunkan tombaknya Vertikal ke arah Vali namun Vali yang sudah terlebih dahulu melompat ke belakang membuat serangan Cao cao tidak berguna.

[Rasenringu]

Cao cao sempat syok saat indra pendengarannya mengintrupsikannya untuk mendongak keatas dan saat itu pula ia harus sekuat tenaga menahan sebuah bola energi berwarna hitam pekat seukuran bola kasti yang menyerangnya tiba-tiba.

Buuuum!

Sebuah ledakan yang tidak terlalu besar terjadi setelah Cao cao terhantam serangan kejutan tersebut, walaupun begitu jangan remehkan dia sebagai ketua golongan pahlawan dan pemegang tombak suci, kalau harus kalah dengan serangan bersekala sedang. Buktinya beberapa detik setelah serangat tersebut telak mengenai Cao cao, Cao cao bangkit kembali dengan tubuh tanpa luka walaupun pakaian yang ia kenakan agak rusak di sana sini.

"hohoho jadi ini? Skiryuusintei yang di rahasiakan oleh Ophis?"

"kalau memang benar! Apa yang mau kau lakukan pada ku?" tanya pemuda pirang yang baru saja datang dan memberi 'hadiah selamat datang' kepada Cao Cao. Mengapa begitu? Karena menurut insting alamiahnya yang sudah ada sejak dahulu, saat ada orang asing yang menyerang teman mu maka itu adalah musuh mu.

(jadi? Sikat aja dulu baru nanya)

"sebenarnya aku ingin bertarung dengan mu Uzumaki- ah... Bukan! tapi Namikaze-san, namun melihat posisi ku yang di kepung oleh lima orang... bukankah pertarungan ini tidak menguntungkan dan akan membosankan? jadi aku mohon undur diri dulu dan ingat! Suatu saat nanti kita akan bertarung Namikaze Naruto!"

"Uuh" tiba-tiba Naruto merasakan kepalanya berdenyut sangat keras dan terasa sakit. Sontak saja semua anggota tim Vali menghampirinya.

"Apa kau baik-baik saja nyaaa?" tanya Kuroka dengan nada khawatir saat menyangga tubuh Naruto yang hendak jatuh.

"jangan khawatir aku baik-baik saja! Hanya sediki sakit kepala" Naruto yang untuk sekedar meyakinkan gadis yang telah membantunya walaupun sebenarnya kondisi Naruto sendiri jauh dari kata baik.

'Orang itu memanggil ku Uzumaki? Apa maksudnya? jelas-jelas nama ku adalah Namikaze Naruto bukan Uzumaki Naruto' batin Naruto.

"Kuroka sebaiknya kau antarkan Naruto ke tempat Ophis biar kami yang melanjutkan misi ini" perintah Vali sedangkan Kuroka hanya mengangguk dan pergi bersama Naruto dengan lingkaran sihir transfortasi.

"tampaknya kita tidak bisa membiarkan Cao cao untuk memberitahu Identitas asli Naruto"

"kau benar Bikou, masih terlalu cepat untuk memberitahu identitas asli Naruto sebagai The Devil Ninja Shadow. karena pasti dia akan kembali lagi kepelukan Rias gremory dan Aku tidak mau melihat perempuan sialan itu membuat Naruto menderita lagi karena bagaimanapun dia telah ku anggap sebagai keluarga ku, walaupun kami baru saling mengenal beberapa bulan yang lalu" ucap Vali penuh tekad di setiap perkataanya.

'kau mulai berubah Vali' batin Bikou dan Arthur seraya tersenyum menanggapi ketua sekaligus sahabat mereka.

"baiklah ayo kita pergi!"

.

.

.
-Naruto's Dream-

.

.

"KAA-SAN"teriak seorang pemuda saat mengguncang tubuh tak bernyawa wanita paruh baya yang ada di hadannya.

"Naruto cepat pergi biar Tou-san yang melawan orang-orang itu!" ucap seorang pria paruh baya yang sedang bertarung melawan beberapa orang pembantai.

"tapi Tou-san aku haru-" "tidak ada tapi tapian pergilah walau hanya kau seorang dan selamatkan harta paling berharga clan kita Tou-san percaya pada mu"

"baiklah Tou-san"jawab pemuda tersebut sambil membawa kotak hitam besar di punggungnya.

"Tou-san aku berjanji demi martabat dan dan harga diri clan kita aku Naruto Uzumaki Araskage bersumpah akan menuntut balas walaupun aku harus menjual jiwaku kepada iblis sekalipun!"

Dengan sekuat tenaga Naruto berlari menjauh dari tempat tersebut tidak jarang saat dia berlari ada musuh yang menghadangnya tapi dia bisa membunuh semua penghalang tersebut walaupun
tanpa ia sadari perutnya telah terobek dan bolong oleh beberapa tombak saat tubuhnya sudah tidak kuat lagi untuk menahan rasa sakit dari luka-lukanya pemuda tersebut jatuh tersungkur di tanah. Namun tepat sebelu kesadarannya pergi meninggal raga, Naruto samar-samar melihat sosok gadis bersurai merah, merah yang serupa bunga mawar berduri dan merah sepekat darah.

"jadi? Kau bersedia menjual jiwa mu kepada iblis demi membalas dendam mu? Kalau begitu... hiduplah untuk ku, jadilah pelayan ku dan balaskan dendam clan mu!"

Arrgggggggg" Naruto berteriak sangat kencang saat bangun dari mimpinya. Nafas memburu, detak jantung yang tidak stabil, dan sakit kepala yang terasa ingin memecahkan kepalannya.

"apa maksudnya ini? dan siapa gadis berambut merah itu?"gumam Naruto yang kini dalam otaknya di penuhi pertanyaan-pertanyaan di luar akal sehat ditambah ucapan Cao cao dan gadis berkacamata yang ia tabrak di sekolah kemarin mengingang-ngian di telinganya bagaikan kaset rusak.

"siapa aku sebenarnya?"

.

.

.
TO BE CONTINUE!

A/N : halo semua! Im come back(lambai-lambai kaya banci kaleng) dan entah kenapa gara-gara cukup lama gx ngetik fic ini... Gaya tulisan di fic ini agak aneh dan mungkin bikin sakit mata

Oh iya ada yang tau solusinya? Kenapa ya setiap saya udah upload, udah di sunting, and udah di update ada aja yang ilang entah itu hurupnya atau kalimatnya

Ada yang bisa bantu? Kalau ada silahkan bantu saya!

Dan terakhir apakah Naruto Goodlike? No No No di sini memang Naru seperti terlihat godlike karna jadi inkarnasi Great Red tapi sebenernya tu Gx godlike! Naru cuma strong! Dalam batas tertentu! Kalau masih ada yang kurang jelas tentang perbedaan strong dan Godlike coba kamu buka salah satu fic Ren Akatsuki-senpai (jupa judulnya) di situ ada perngertian dan perbedaan Godlike sama Strong!

Jadi udah jelaskan? Naru di sini gx godlike!

Ok silahkan Review,keritik,saran atau mungkin flame? Bagi yang berkenan!

sampai jumpa lagi! JAA!