Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi

Crossover : Naruto and High School DxD

Rating : M (untuk jaga-jaga)

Genres : Romance, Adventure, fantasy, matrial art, Supernatural, hurt/comfort,

Pairings : Naru X ?

Warning! : Typo(s), Miss Typo, Abal-abal, Gaje, Ancur, Campur aduk dan bikin sakit mata!

.

.

.

Summary: Dia mendapat kesempatan terlahir kembali di dunia baru dengan nama dan tubuh yang sama setelah kematianya di dunia shinobi! terlahir dari sebuah Clan ninja assasins yang sudah punah akibat pembantaian yang juga hampir merenggut hidupnya tapi gadis bersurai merah datang membawanya saat dia meregang nyawa dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarga bangsawan iblis. kisah seorang remaja bersurai kuning yang menjadi bidak Pawn dari Rias

.

.
(A/N: kali ini saya akan memberikan sedikit saran pada para readers. Tepat pada scan pertarungannya untuk lebih mendramatisir dan medapatkan fell membaca yang lebih terasa dengarkan lagu: [Akatsuki. By; Baby Metal.] Nanti akan saya beri tanda untuk mulai memainkan lagunya)

.

.

.
Chapter 8 - Ketetapan hati: Sekiryuutei VS Sekiryuushintei (Ketika nyawa di pertaruhkan Demi orang-orang yang berharga)

.

.

.

.
-Rias P.O.V On Flash Back-

.

.
"Naruto-kun apakah kau ada waktu hari ini?"

tanya ku kepada pemuda pirang berkulit tan dan tiga pasang guratan halus yang menghiasi pipinya. pemuda itu bernama Naruto Uzumaki Arashikage. dia adalah budak ku yang beberapa bulan lalu ku re-inkarnasi dan hanya mengkonsumsi satu buah bidak Pawn 'Mutation Peace' namun walaupun begitu, dia adalah salah satu dari 4 budak ku yang paling ku sayangi, dan jujur sebenarnya aku juga sudah jatuh hati kepada pamuda itu saat pertama kali bertemu denganya disebuah hutan yang terletak di kaki gunung fuji dekat pemukiman ninja yang sudah porak poranda.

aku jatuh cinta padanya bukan karna ketampanannya tapi kepada kecerdasanya, tekat kuat untuk terus hidup, mau berkerja keras, berjuang sekuat tenaga, dan pantang menyerah walaupun berulang ulang kali harus terjatuh dia pasti akan bankit dan terus bangkit. maka dari itulah dia pria pertama yang mampu mencuri hati ku.

"maaf Ojou-sama, hari ini Sirzachs-sama memberiku sebuah misi yang harus di kerjakan sekarang"

"jadi begitu? baiklah kalau begitu hati-hati ya" walaupun aku menjawabnya dengan nada riang dan senyuman tapi itu hanya kedok ku untuk menutupi kekecewaan ku.

"kenapa kau selalu mengabaikan ku Naruto-kun"gumam ku saat pemuda itu telah pergi dari ruangan ini.

Sudah ke sekian kalinya Naruto mengabaikan ajakan kencan ku dengan alasan Misi,Misi, dan Misi. Apa tidak ada alasan lain di kepalanya kucuali misi? Terkadang aku bingung dengan perasaan ini...
Apakah aku benar-benar mencintainya?

Walaupun iya tapi sepertinya sangat sulit untuk membuatnya sadar terhadap perasaan ku. Di samping dia bodoh dalam masalah hati dia juga tidak ada waktu untuk sekedar berduaan dan berbincang-bincang dengan ku. Hampir setiap hari dia pergi melakukan Misi entah itu dari Onii-sama ataupun dari Otou-sama.

Bisa dikatakan dalam satu hari hanya 2 jam dia bisa berkumpul dengan kami. Setiap di sekolahpun tepatnya waktu istirahat dia lebih memilik untuk menuju ruang OSIS walaupun dia adalah anggota dari club penelitian ilmu gaib. Entah apa yang ia lakukan disana tapi usut punya usut dia sedang dekat dengan seorang gadis anggota Osis atau lebih tepatnya wakil ketua Osis sekaligus Queen dari Sona sahabtku dari kecil.

Mendengar kabar burung seperti itu sontak saja membuat ku cemburu buta, dan langsung menyuruh Naruto untuk tidak pergi ke ruang Osis lagi.

Tapi akhirnya aku salah fham terhadap Naruto karena gadis yamg bernama Shinra Tsubaki itu ternyata adik angkatnya Naruto.

Aku merasa menyesal telah menuduhnya yang tidak-tidak, aku takut karena kebodohan ku itu membuatnya menjauhi ku dan aku tidak mau Naruto menjauhi ku apa lagi sampai membenci ku.

.

.

.

Hari berganti dengan cepat tidak terasa sudah dua tahun aku memendam perasaan ini. Mungkin saking lamanya aku memendam rasa ini... aku dapat menghilangkanya, membuangnya atau menghapusnya tapi... Tetap saja perasaan ini terus dan terus tumbuh tidak seperti yang ku harapkan.

Tepat saat aku menginjakan kaki ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. tepatnya saat aku memulai tahun pelajaran ke tiga sekaligus tahun akhir aku belajar di Kuoh akademi. Aku sangat bahagia karena mendapat kabar dari Onii-sama tentang Naruto yang di bebaskan tugas sebagai tangan kirinya walaupun hanya beberapa bulan, dengan alasan

"Naruto adalah bagian keluarga mu Rias! Bukankah di butuhkan waktu luang, untuk lebih dekat dengan keluarga mu? Maka dari itu Naruto akan aku bebas tugaskan untuk sementara waktu.!" tukas Onii-sama.

Aku sangat bahagia dan bersyukur dengan itu karena Naruto akan memiliki banyak waktu luang untuk berada di sisi ku dan lebih mudah untuk ku mendekatinya.

Namun... Harapan dan kesempatan saja tidak cukup. Semua harapan Kesabaran ku tidak berguna sama sekali buktinya tetap saja Dia menolak ajakan ku dan mengacuhkan ku dengan alasan...

"Maaf Buchou, ada proyek besar yang sedang ku kerjakan jadi aku tidak bisa menerima ajakan mu... Sumimasen... Buchou!" jawab Naruto dengan nada yang sangat menyesal.

Mendengar jawaban yang sangat menyakitkan bagiku itu sontak saja membuat hati ku perih entah karena ucapannya, atau karena rasa yang sudah terlalu lama aku pendam dan tanpa ku sadari aku membentaknya.

"Terserah kau saja Naruto! Aku muak! Dasar Baka, Baka, Bakaaaa!" aku berteriak sekuat ku dan langsung berlari sekencang-kencangnya dengan aliran air yang sudah menganak sungai di kedua mata ku.

Hari berganti dan terus berganti pada suatu ketika aku mendapatkan budak baru dan yang mengejutkan ku adalah ia mengkonsumsi sebanyak 7 buah bidak Pawn.

Wow... Jumlah yang fantastis untuk seorang remaja mesum macam dia... Tapi karena aku ingat dengan ucapan Onii-sama tentang potensi seorang Pawn, Tanpa fikir panjang dan menghitung resikonya aku mereinkarnasinya.

Pemuda itu adalah Hyodou Isse seorang remaja kelas XI dengan tingkat kemesuman bintang 5 tapi walaupun begitu aku tetap menerimanya dengan senyum hangat dan begitupula seluruh keluarga iblis ku.

Pada suatu ketika terjadi perdebatan sengit antara kami karena Isse menentang ku dan terus memaksa untuk menyelamatkan temannya Asia Argento seorang biarawati yang memiliki Sacred Gear bernama Twiligh Healing.

Walaupun begitu aku tidak bisa membiarkan budak manis ku untuk menggempur greja usang yang menjadi markas Datenshi dan tapi aku tertegun mendengar jawabn dari Ise dan itu sukses untuk membiarkannya menggempur greja tua itu seorang diri.

"Orang yang melanggar peraturan adalah sampah! Tapi... Orang yang meninggalkan temannya dalam bahaya... Lebih dari 'Sampah' "

Ok itu membuatku bungkam dan mau tidak mau harus membantunya walaupun dengan sembunyi-sembunyi.

Selesai kami mengempur gereja itu aku mendapatkan budak baru yaitu Asia Argento yang mengkonsumsi bidak Bishop dan menjadi budak ku yang ke 6.

Dan... Entah kenapa aku mulai merasa prasaan aneh terhadap Ise karena tekad dan kemauanya yang besar itu membuat ku kagum terhadapnya dan mulai bisa melupakan perasaan ku terhadap Naruto. Namun aku tidak membencinya aku tetap menyayanginya walaupun sudah mulai tidak mencintain

"Terkadang yang Istimewa bisa tergantikan dengan yang selalu ada!"

Begitulah yang sekarang ku rasakan.

.

.

.

-Rias P.O.V off And Flash Back end-

.

.

.
-Gremory mansions, Underworld-

.

.

.
Tidak terasa liburan musim panas sudah memasuki minggu ketiga tepat dua minggu batas waktu latihan keras yang di lakukan oleh kelompok Gremory, namun bagi Hyodou Issei latihan keras yang di sebutkan oleh teman-temanya itu adalah latihan neraka bagi dirinya sendiri.

Coba kau bayangkan?

Berada di gunung seorang diri tanpa perbekalan, tanpa persiapan berkemah, tanpa teman dan tanpa seorangpun yang menemani mu! Hanya ada hewan-hewan buas, pohon-pohon lebat, tanaman yang tidak kau ketahui apa kegunaanya mungkin saja itu bisa menjadi bahan makanan atau malah menjadi racun yang siap bembunuh mu.

Hanya ada naga, ya seekor naga dengan kelas Dragon King yang menemani mu walaupun dengan nafas api yang setiap saat dapat membakar mu dan menjadikan mu Barbeqiu siap saji.

Entah karena nasif buruk yang selalu mendatanginya atau memang itu takdir dari Hyodou Issei. Dilatih oleh salah satu mantan Dragon King bernama Tennin The Dragon Meteor di tengah-tengah hutan belantara di atas gunung yang jauh dari peradaban. jangankan untuk sekedar istirahat, waktu sang rembulan datang menggantikan sang mentaripun dia harus tidur beralaskan dedaunan raksasa yang bisa ia temukan sembari tetap memasang ke siagaan karena sang Sensei selalu saja menembakinya dengan api panas yang dapat melelehkan batu koral.

"haah~ mungkin ini adalah kesialan ku. Karena sekeras itupun aku berlatih aku belum bisa mencapai Balance Breaker" Ise menghela nafas dengan keras sedangkan bahunya merosot turun dari empuknya sofa berwarna crimsons yang tengah menjadi tempat duduknya.

"ufufufu~ tapi walau begitu mengenaskanya latihan mu dan belum mencapai Balance Breaker, tubuh Ise-kun terlihat sangat atletis"

Ya memang benar yang di ucapkan sang Queen. Berkat pelatihan neraka itu stamina dan kekuatan Ise meningkat dengan drastis bahkan otot-otot tangan dan dadanya menjadi lebih atletis, ketimbang sebelum diadakanya pelatihan itu.

"Baiklah karena kalian sudah berkumpul... Silahkan beristirahatlah seharian ini karena nanti sore kita akan mendatangi pesta yang di sponsori oleh Yondai Maou di istana Lucifer" giliran Rias yang kini angkat bicara. Sebagi tuan rumah sekaligus majikan Rias tahu harus berbuat apa saat melihat raut-raut kelelahan dari para budaknya.

"ha'i Buchou!" ucap mereka serempak sebelum meninggalkan ruang tamu tersebut untuk menuju kamar masing-masing begitupula dengan Rias yang melenggang pergi menuju kamar peribadinya.

.

.

.

-Ouroboros Casthile-

.

"Haaaah~ bosanya!"

Berbaring di atas sebuah sofa berwarna coklat seorang pemuda pirang yang tidak mengenakan pakaian atas mendesah dengan keras. Sudah beberapa hari ini ia melakukan hal tersebut, tidak adanya misi dan di tinggal Ophis beberapa hari di kastil clasic sebesar ini, seorang diri pula, membuatnya sangat bosan! Mungkin untuk hari pertama dan kedua itu tidak masalah baginya karena ada Le fay Pentragon salah satu anggota tim Vali sekaligus adik dari sahabatnya si tuan tampan Arthur. dan Kuroka yang menemaninya, namun hari ini benar-benar membuatnya bosan, karena Le Fay dan Kuroka pergi sejak pagi tadi dan belum kembali sampai sesore ini? hanya ada SMS yang di kirim oleh Kuroka tadi siang dan itu langsung membuatnya down sekatika saat membuka dan membaca pesan singkat nista yang ada di-LCD Smart phone-nya.

[To: Naru-nyaaa~]

[Kalau kau lapar makan saja ramen dan mie instan milik ku! didalam kulkas tapi sebagai gantinya tolong kau cucikan pakaian ku termasuk bra dan pakaian dalamnya... Ok! nyaa~]

Yah... Begitulah kira-kira isi pesan nista yang tertera di layar LCD smart phone Naruto.

"haaah" lagi-lagi pemuda itu menghela nafas. dia hampir mati kebosanan kalau saja smart phone-nya tidak bergetar dan berdering nyaring.

"Kuroka? Tumben, dia sampai menelphone ku? Biasanya pelit pulsa jangankan telepon buat Online di FB aja minjem hape gue"

Bukannya mejawab panggilan dari si pemanggil sang pemuda blonde itu malah bertingkah mulai OOC dan menyinggung-nyinggung salah satu social network yang sedang tenar pada masanya.

"Moshi... Moshi?"

'Naruto! Kau dimana nyaa~?'

"Dimana lagi kalau bukan di kastil reot ini sih" sembur Naruto yang langsung mencak-mencak sedangkan sang lawan bicara hanya terkekeh geli saat mendengar jawaban dari sang pemuda.

'ufufufu~ kalau begitu datanglah ke menara tokyo sekarang aku butuh bantuan mu'

"baiklah tunggu aku tiga puluh menit lagi"

'Ok dah!' jawab Kuroka cepat dan langsung memutus pangilanya sebelah pihak

"hei kucing genit! tunggu! jangan di matiin dulu"

Tut... Tut... Tut...!

"sial! akukan mau menanyakan padanya dimana tempat bra dan pakaian dalamnya yang belum ku cuci. tapi... sudahlah aku harus bergegas sekarang"

ternyata bukan hanya Kuroka yang nista tapi Pemuda kuning itu juga nista -_-

.

.

-Menara tokyo-

.

.

.

"Lama sekali kau nyaa~?" ucap seorang gadis sexy yang mengenakan yukata hitam senada rambutnya yang agak bergelombang, sembari melumpuhkan beberapa penyihir yang ada di hadapanya.

"maaf saja ya ini juga gara-gara kau! Menyuruh ku untuk mencuci bra dan pakaian dalam mu tahu!" balas sesosok pemuda yang baru saja datang dengan sebuah robekan dimensi dan tanpa fikir panjang pemuda itu menghajar dua penyihir yang ingin menembak Kuroka dengan sihir api.

"haaah~ dasar bayi Naga dan kucing genit, selalu saja bertengkar ketika bertemu" celetuk seorang gadis kecil yang menggunakan topi penyihir.

"Diam kau Le Fay!" jawab Naruto dan kuroka bersamaan saat meninju wajah seorang penyihir malang yang menjadi korban dari kedua orang tersebut.

"apakah sudah beres?" tanya Naruto tanpa sadar saat di sekeliling mereka berserakan mayat-mayat penyihir yang sudah mulai mengurai menjadi debu.

"mungkin tapi aku meminta mu kesini bukan untuk membantu kami membereskan sampah-sampah penghianat ini!" tolak Kuroka dengan anggukan setuju dari Le Fay yang entah kenapa jadi mulai OOC?

Twich!

Sebuah perempatan bertengger manis di dahi Naruto. ia merasa kesal karena bantuanya di sini tidak di butuhkan."Dasar kucing Genit! Apa maksud mu haah? Sudah bagus aku mau membantu mu untuk membersihkan sampah-sampah ini! Tapi apa yang ku dapat?... hikz... Demi kolor Great Red Otou-sama kenapa aku harus selalu di abaikan!"

Sedangkan Kuroka dan Le Fay hanya berkeringat jatuh menyaksikan kenistaan dari inkarnasi Great Red yang ada dihadapan mereka.

'emang Naga pake kolor ya?' batin mereka berdua sedangkan Naruto masih saja menangis tersedu-sedu dengan aura mendung disekelilingnya.

-Beberapa Saat Kemudian-

Setelah melewati fase kenistaan di atas sekarang Naruto, Kuroka dan Le fay tengah berada di sebuah café yang masih terletak di sekitar menara Tokyo.

"Jadi apa yang membuat mu menghubungi ku?" tanya Naruto saat menyesap caffucino yang ada di gelasnya.

"aku ingin mengajak mu pergi NA-RU-TO-KUN,untuk bersenang-senang nyaa~" jawab Kuroka mengedipkan sebelah matanya genit serta menjilat bibirnya secara sensual, dan jangan lupa dengan nada yang sangat-sangat imut, dan itu sukses memancing fikiran liar di otak Naruto untuk keluar dan membawanya kedalam dunia penuh imajinasi tingkat dewa!

'lengkuk tubuhnya yang membuat mu terangsang, bentuk dan ukuran Oppainya yang proposional dan mampu membuat hormon mu memuncak, bibir mungilnya yang terasa manis dan... Surga dunianya HAHAHA ayo Kucing genit aku sudah tidak sabar untuk menerkam mu!' batin Naruto nista

Tanpa sadar Naruto tenggelam dalam dunianya sendiri, sambil memasang tampang kemesuman tingkat lima, disertai tawa jahat yang dapat membuat nenek-nenek mati seketika karena serangan jantung saat mendengarnya.

Buakh!

Sepasang tonjokan penuh kasih sayang di daratkan oleh Le Fay dan Kuroka tepat di wajah mesum Naruto dan itu sukses membuat pemuda itu terjelembab dari kursinya dan jatuh dengan tidak elit di lantai Café.

"Haaah~ Naruto Onii-sama kenapa kemesuman mu keluar di waktu yang tidak tepat sih" lirih Le fay dengan risih karena mereka sekarang menjadi pusat perhatian para pengunjung.

"Maaf maaf jadi kau mau mengajak ku kemana?"tanya Naruto yang kini sudah serius dan tentu saja sudah duduk seperti semula di kursinya.

"Malam ini kita akan pergi ke Underworld! Untuk menemui Shiron(Koneko)"

.

.

.

-Istana Lucifer, Bagian barat Ibukota Lilith, Underworld-

.

.

.
memenuhi undangan pesta yang di sponsori oleh Yondai Maou. Tidak lupa pula para iblis muda yang minggu depan akan bertanding dalam Rating Game.

Di sebelah barat terdapat kelompok Gremory yang tengah berkumpul. Dalam balutan gaun berwarna putih bersih tanpa lengan Rias tampak sangat cantik. Begitu pula Akeno yang mengenakan gaun berwarna biru tua yang sangat pas di tubuh berisinya dan menambah kharisma kecantikannya.

Di sebelah kanan Akeno ada sang pangeran tampan, Kiba Yuuto dengan balutan Tuxedo putih dan celana putih yang membuatnya berkilau di mata para gadis yang sejak tadi mengelilinginya, sedangakan gadis loly kita yaitu Toujou Koneko yang mengenakan gaun one piece berwarna senada rambutnya yang membuatnya tampak sangat imut dan jadi pusat perhatian para iblis pecinta lolycon. Sedangkan Xenovia dan Asia yang juga tidak kalah menawan, mereka tengah pergi menuju stand makan untuk bersantap ria.

Dan... yang ada di pojok ruangan dengan aura suram di sekitarnya adalah sang Oppai Dragon yang entah kenapa walaupun ia mengenakan Tuxedo berwarna hitam dan terlihat keren, tetap saja ia merasa iri hati dan lebih memilih pundung di pojokan sembari meratapi kesialanya.

Puk!

Sebuah tepukan menyadarkan Ise dari 'renungannya'. ia langsung berbalik menghadap sang penepuk dan menemukan seorang gadis berambut putih dengan topeng yang menutupi separuh wajahnya.

"Kau!"

"Halo Isse, sudah lama ya kita tidak berjumpa!" gadis itu melambai-lambaikankan lenganya ketika menyapa Ise.

"ah... Ya kira-kira sudah dua bulan ya kita tidak bertemu Isabella."

Gadis itu adalah Isabella knight dari Raiser Phenex dan gadis cantik yang harus menjadi korban Drees Break Ise yang kedua.

"Maafkan aku waktu itu, karena telah me-menelanjangi mu" permintaan yang sangat vulgar terucap dari bibir sang Sekiryuutei tanpa memperdulikan semburan rona merah dari wajah datar gadis di hadapannya.

"su-sudahlah jangan bahas itu lagi Baka! Lebih baik bicarakan yang lain."

"Ok, kalau begitu bagaimana kabar tuan mu" tanya Ise namun sepasang iris coklatnya menangkap pergerakan aneh dari Koneko yang berada tidak jauh darinya.

"Oh. Dia mengalami syok parah karena pertarungan waktu itu dia kalah melawan Naruto-san bahkan sampai saat ini ia masih takut dengan yang namanya Kegelapan" tutur Isabella tapi karena ia menangkap tatapan sendu di mata lawan bicaranya... Ia langsung cepat meminta maaf.

"Maaf... Seharusnya aku tidak mengatakan itu..." lanjut Isabella dengan nada menyesal.

"Tak apa" jawab Ise dengan senyum yang sangat tulus tersungging dibibirnya."Naruto memang sudah tiada, namun... tekat kuat dan semangat juang serta hubungan kami dan Naruto masih tetap terjaga di sini!" lanjut Ise penuh tekad dan menunjuk dada bagian kirinya kuat-kuat dengan kepalan lengan kanannya.

Sedangkan sang lawan bicara hanya bisa tersenyum simpul menanggapi semangat Ise" baiklah aku pergi dulu Issei, kau memang pria yang unik" ucap gadis itu sambil mengedipkan sebelah matanya genit. lalu melenggang pergi mengingalkan Ise yang masih cengho karena mendapat kedipan mata dari gadis cantik itu.

"Oi, Kiba."

"ada apa Ise-kun?"

"apakah kau tahu kemana perginya Koneko-Chan?"

Membawa tangan kanan yang bebas dan mencubit dagunya Kiba membuat gaya berfikir ala detectif sebelum menjawab "Sepertinya tadi Koneko-chan menuju pintu keluar"

"baiklah terimakasih Pangeran tampan" ucap Ise sekedarnya dan berlari mengejar Koneko.

Tanpa Ise sadari seorang gadis berambut merah juga mengamati gerak-geriknya dan ikut pergi untuk membuntuti Ise. 'sepertinya ada yang tidak beres' batin Rias.

.

.

-Hutan Pinus, Sebelah Barat Istana Lucifer, Ibukota Lilith, Underworld-

.

.

"Ufufufufu~ akhirnya kau datang juga Shiron"

Dalam naungan sang rembulan yang bersinar terang mengiasi langit malam yang mencekam berwarna jingga, semilir angin malam menambah suasana momen malam itu. Seorang gadis bertubuh loly hanya dapat mematung dengan mata membulat sempurna, karena berhadapan dengan seorang wanita yang sangat dibenci sekaligus disayanginya dalam waktu bersamaan.

"Onee-sama" gumam gadis itu dengan nada kebencian yang sangat kentara dalam setiap huruf yang dilafalkanya.

"Kemarilah Shiron! aku akan membawa mu bersama ku kali ini!" gadis itu mengulurkan kedua lenganya berniat menyambut adik yang ia sangat sayangi di hadapanya.

"Tidak! aku tidak akan pergi bersama mu! aku tidak mau meninggalkan majikan ku! dan aku tidak mau menjadi seperti mu Onee-sama!" bentak Koneko yang menggelengkan kepalanya kuat kuat

"hahahaha, dasar bodoh! apa yang kau dapat dari Gremory? apa yang kau dapat dari teman-teman mu? dan apa yang kau dapat di sini? kau adalah adik ku Shiron jadi aku berhak untuk membawa mu bersama ku!"

"JANGAN BERCANDA"

Buummmm!

Debu bertebaran dari kawah kecil hasil pukulan kuat yang Koneko lancarkan namun sang target ternyata tidak ada di hadpannya, hanya ada debu dan patahan tanah yang mengelilinginya.

"Kau masih terlalu lemah untuk melawan Onee-sama mu ini Shiron!"

buakh!

Detik berikutnya Koneko tumbang dalam pelukan Kuroka. akibat pukulan yang didaratkan Kuroka mengenai tengkuknya.

"BRENGSEK! cepat lepaskan Koneko!" tiba-tiba suara teriakan terdengar di telinga Kuroka dan otomatis membuatnya menoleh kebelakang.

"wah, wah, wah, Sekiryuutei dan Ruin Princces ternyata." ucap Kuroka saat mendapati Rias dan Issei yang ada di belakangnya.

"Lepaskan dia Kuroka! walaupun kau adalah Kakak dari Koneko kau tidak berhak untuk membawanya dari ku! apa lagi kau adalah anggota Khaose Brigade!"

"ufufufu, lalu apa yang akan kau lakukan kalau aku memaksa! Rias?" tanya Kuroka dengan nada mengejek.

"Kalau begitu... MATILAH!" ucap Rias sambil menembakan balok-balok Power of Destrucion"

Blaaaaar!

Tembakan itu dapat dengan mudah di tepis Kuroka dengan sapuan tangan kanan yang telah di lapisi Toki. "jangan sombong kau masih belum menguasai kekuatan mu Rias Gremory!"

Lalu Ise yang merasa jengkel menembakan Dragon Shoot dari Gunletenya yang tepat mengenai Kuroka, membawanya terlempar beberapa meter kebelakang dan melepaskan Koneko. Rias yang melihat adanya kesempatan, berlari sekuatnya dan membama Koneko dalam pelukannya.

"Buchou jagalah Koneko! biar aku yang melawan wanita itu" seru Ise mantap dan berlari mendekati Kuroka,

"ugh" Ise meringis kesakitan saat sebuah lengan besar yang terbuat dari kegelapan meninju perutnya."apa itu tadi?"

"Kuroka tampaknya situasi tidak seperti yang kita rencanakan?. Bagaimana kalau kau membuat kekkai pelindung agar para iblis tidak menggagu kita" tanya seorang pria di samping Kuroka. Pria itu mengenakan jacket hitam ber-hody yang menutupi seluruh rambut dan kepalanya.

"Baiklah nyaa~ tapi jangan sampai berlebihan ok!"

"Hn,"

"Siapa kau brengsek!" tanya Ise yang sudah berdiri kembali dengan tegak.

"Aku?" pria itu menunjuk dirinya "Aku bukan siapa-siapa aku hanya pelindungi bagi teman-teman ku yang berada dalam bahaya! Dan aku juga adalah pemusnah! untuk orang seperti mu yang ikut campur dalam masalah kami" jawab pemuda itu datar.

Ise mulai geram pada orang yang ada dihadapanya. tanpa sadar karena emosinya yang meningkat gunlete yang ada di tangan kirinya mulai berdegup dan memancarkan cahaya hijau yang menyilaukan. Sacred Gear berubah karena kemauan pemiliknya dan begitupula dengan Sacred Gear yang dimiliki Ise "Aku... Aku akan menghancurkan siapapun yang meyakiti teman ku"

(AN: Play Now this the song. [Akatsuki by; Baby metal] )

[Whels Dragon, Balance Breaker!]

Tiba-tiba dari tubuh Issei tercipta ledakan aura berwarna merah pekat yang memenuhi area hutan tersebut dan membuat Naruto terhempas jauh ke belakang menabrak rimbunya pohon pinus yang ada di belakangnya. Detik berikutnya aura merah yang meledak-ledak itu mulai memadat dan membentuk sebuah armor khas kaisar naga merah yang membungkus seluruh tubuh Ise

"I-isse kau..?"

"ya Buchou akhirnya aku mencapainya. aku mencapai tingkatan terlarang dari Sacred Gear."

"ini adalah bentuk Balance Breaker ku! Dengan kekuatan ini aku akan menjaga mu, menjaga Koneko-chan dan menjaga teman-teman ku!" ucap Ise penuh semangat di setiap patah kata yang di keluarkan dari bibir sang Sekiryuutei. Mendengar tekad dari kuat dari budak Pawn-nya terbesit perasaan bangga sekaligus haru dalam hati Rias,

"A-arigato Ise!" gumam Rias dengan mata berkaca-kaca karena haru dengan tekad kuat Ise yang sekaligus mengingatkannya kepada mendiang Naruto.

"Hahahahaha, Omoshiroi," mendengar suara tawa yang sangat keras sontak membuat Ise memalingkan tubuhnya ke arah sumber suara, dan ia mendapati pria yang tadi hendak menyerangnya.

"KAU!"

"hahahaha, Hyodou Issei mari kita buktikan di tempat ini! siapa Naga merah yang paling hebat!" Ise menatap tidak percaya terhadap pria yang tidak jauh dari hadapannya. Ia sangat mengenal aura yang di pancarkan pria di hadapannya. Ya pria yang memancarkan aura itu itu adalah pria yang sama saat di pertemuan tiga fraksi.

Sepasang sayap naga merah yang bercahaya membentang lebar dari punggu Naruto. Perlahan tapi pasti dari tubuhnya menguar aura merah yang sama persis dengan Ise, Hanya saja aura tersebut lebih banyak dan lebih kuat.

Mata merah berpuppil vertikal berwarna kuning bercahaya dari dalan Hody yang menutupi wajah pemuda tersebut di iringi aura merah yang makin banyak, banyak, banyak dan akhirnya membanjiri area hutan pinus tersebut.

[Dragon Break]

Satu kata yang mengawali segalanya, satu kata yang membuat guncangan hebat di area tersebut, satu kata awal dari ledakan aura merah yang mampu mengikis tanah dan meratakan area di sekitarnya, dan satu kata yang mengawali kehancuran mutlah.

Buuuummmmm!

Dentum ledakan aura yang memekikan telinga, menghepaskan apa saja di sekitarnya dan membuat Ise, Rias, dan Koneko bergidik ngeri. Perasaan yang bercampur-campur menerpa relung hati mereka. Rasa tak sanggup kedua kaki untuk sekedar menopang berat badannya dan memaksa mereka yang ada di sekitar area ledakan terjatuh di kedua lutut mereka. Terkecuali Ise yang terlindungi Armor sekiryuutei-nya.

Dan... Beberapa detik bersilang Dari pusat titik ledakan aura tersebut muncul sesosok makhluk yang mengenakan armor Naga merah. Sama persis dengan armor yang Ise kenakan kecuali hanya sayap merah bercahaya yang membentang lebar dan topeng yang mirip dengan helm Hakuryuuko yang membedakannya.

"Majulah! Dengan semua yang kau miliki Hyodou Isseeeee!"

"Berengsek! Ayo Ddraig!"

[yokai partner]

Dalam kecepata diluar akal sehat Ise melaju dengan frontal menyerbu Naruto. Naruto yang hasrat bertarung alaminya sudah bener-benar bergolak tidak tinggal diam, dalam kecepatan yang tidak kalah cepat Naruto menyerbu ke arah Issei.

Buuum!

Ledakan energi terdengar sangat jelas ketika kedua tinju yang di lapisi aura naga bertemu dan saling beradu, Membuat keduanya terpental kebelakang beberapa meter.

Dengan bantuan Boost di punggungnya dengan cepat Ise menyerang Naruto kembali dengan sebuah pukulan berkekuatan penuh yang tepat mengarah ke wajah Naruto, namun Naruto masih bisa menghindarinya dengan menggeser tubuhnya kesamping kiri, Ise yang merasa seranganya gagal mencoba melanjutkan seranganya dengan melompat sedikit ke udara dan mendaratkan sebuah tendangan kaki kiri yang menghunus ke arah tengkorak wajah bagian kanan Naruto.

Dengan insting yang tajam Naruto masih bisa menahan tendangan kuat itu dengan menangkap dengan kedua tangannya dan sekaligus membanting Ise ke tanah tapi tampaknya Ise yang dalam mode terkuatnya masih bisa menggagalkan bantingan Naruto. bertumpu dengan kedua tangan yang berada di tanah, Ise memutar kedua kaki yang bebas di udara dan berhasil membuat Naruto terpental beberapa meter.

Tapi tampaknya tendangan Ise tidak terlalu berpengaruh terhadap Naruto. Naruto yang masih berdiri kemudian membentangkan sayapnya lebar-lebar kemudian ia melesat menuju Ise dengan sebuah kepalan lengan yang menghunus kearah perut tapi dengan siap Ise menahan serangan tersebut dengan membungkukan tubuhnya sedikit dan menyilangkan kedua lengangannya tepat di perut. Tidak tinggal diam Naruto yang merasa serangannya gagal, Ia melompat sedikit keudara dan langsung melancarkan Drop kick dengan kedua kakinya dan itu sukses menghantam wajah Ise dan membuat Ise terpental beberapa puluh meter kebelakang menabrak sisa-sisa pohon pinus yang sudah hangus akibat ledakan di awal pertempuran.

[Partner gunakam tekhnik yang di ajarkan oleh Tennin]

"Baiklah Ddraig!"

Dengan pengalamanya pada masa latihan neraka bersama salah satu mantan Dragon King yaitu Tenin The Dragon Meteor, Ise yang baru saja bangkit langsung menarik nafas dalam-dalam membawa udara tersebut menuju paru-paru dan mengekstrak oksigen yang dihirupnya menjadi karbondioksida dan mencampurkanya dengan sihir api khas naga.

[Dragon Fire]

Membuka helm armor bagian wajahnya Ise menyemburkan nafas api yang sangat panas dengan intensitas yang sangat banyak dan berjangkauan luar mengarah tepat kearah Naruto dan itu sontak membuat Naruo membelalakan matanya lebar-lebar karena di hadapanya ada kobaran api yang sangat panas siap memanggangnya menjadi abu.

Blaaaaaaar!

Api panas itu menelan naruto dan mengakibatkan kebakaran masal yang hampir menelan separuh area hutan tempat pertempuran.

"apakah berhasil?" tanya Ise memastikan.

[Elminogibon]

tapi baru saja ia bernafas lega Ise harus kembali di buat tercengang pasalnya dari atas langit orang yang baru saja ia panggang hidup-hidup kini berada di atasnya dan menembakan sebuah meteor api raksasa dengan kecepatan yang luar biasa mengarah tepat diatas tempat ia berpijak.

"Ddraig! Pusatkan seluruh kekuatan mu dan bantu aku untuk membuat [Dragon Shoot] yang sangat besar!"

[Baiklah Partner. Bersiaplah!]

[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost]

[Exposion :Super Dragon Shoot]

Sebuah laser merah yang sangat besar berkekuatan sekiryuutei di tembakan oleh Ise dari kedua lengannya untuk menghancurkan meteor api yang tinggal beberapa puluh meter lagi menghantam tanah

BUUUUUUMMMMM!

ledakan dahsyat di udara terjadi ketika kedua serangan tersebut saling bertemu dan beradu angin dahsyat efek dari ledakan pun cukup untuk meratakan area sekitar.

"Omoshiroi... Kau memang hebat Hyodou Ise namun... aku akan bersungguh-sungguh kali ini!"

Dalam sekejap Naruto sudah berada di hadapan Ise yang tengah kelelahan,

Buakh!

"Ough" kali ini giliran Ise yang harus memuntahkan darah segar dari balik helm-nya karena sebuah cakar tajam telak menusuk perutnya, dan mengoyak daging yang berada di balik Armor-nya.

tidak sampai disitu Naruto yang masih berdiri di hadapan Ise, mencengkram lengan kiri Ise dan melemparkannya keudara

Whuussst!

Mengambil ancang-ancang dengan kaki kiri maju dan di tekuk sedikit sedangkan kaki kanan berada di belakang sebagai tumpuan, Naruto melompat ke atas dengan kecepatan yang ia punya.

Ise yang masih melayang di udara harus terbelalak untuk kesekian kalinya karena dari bawah Naruto yang melompat mendekatinya menyiapkan sebuah tendangan yang menghus tepat keperutnya.

Brakkh!

Jleeeb!

"Ough!" "Ough"

Tepat setelah tendangan Naruto meremukan armor bagian perut milik Ise,ternyata Ise tidak tinggal diam. dengan pedang [Dragon Slayer Ascalon] Ise menusuk perut Naruto tepat saat tendangan Naruto mengenainya dan itu sukses membuat Naruto mengalami luka yang cukup parah, karena bagaimanapun pedang yang Ise gunakan adalah pedang pembunuh naga dan Naruto yang notabene-nya Inkarnasi dari Great Red adalah musuh alami untuk [Dragon Slayer Ascalon]

Buuuummmm!

Mau tak mau mereka berdua yang mengalami luka fatal terjatuh dengan sangat keras menghantam dataran hutan yang sudah porak-poranda akibat pertarungan mereka berdua.

"ISEEEEE!" Rias yang menyaksikan pertempuran dahsyat itu dari tempa yang cukup aman berteriak histeris saat menyaksikan Ise terjatuh menghantam kerasnya tanah.

"Buchou ayo kita pergi ketempat Ise-senpai" usul Koneko yang berada di samping Rias.

"baiklah, Ayo!"

.

.

.

.
Sedangkan di istana Yondai Maou yang tengah diadakanya pesta jamuan untuk menyambut Rating Game Iblis muda, mengalami goncangan hebat karena terkena efek dari sebuah ledakan yang terjadi tidak jauh dari hutan.

"ada apa ini? mengapa ada dua aura Naga?" ucap Sirzachs yang menyadari aura yang berada tidak jauh dari tempatnya.

'firasat buruk apa ini?

.

.

.

.
"Ddraig! Ayo kita selesaikan ini dengan tekhnik rahasia yang di ajarkan Tennin Oji-san!"

[jangan GILA! tubuh mu sudah tidak kuat Partner! Untuk menggunakan tekhnik itu!]

"Sudahlah Ddraig! Ini demi kebaikan aku bersedia demi menghancurkan orang itu! Meski harus mengorbankan nyawa ku!"

[haah~ dasar Bodoh baiklah kalau begitu tapi tanggung sendiri konsekuensinya!]

"Ya itu pasti kawan!"

[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost]
[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost]

"Omoshiroi! jadi kau ingin mengakhiri pertarungan ini Ise? baiklah kalau itu yang kau inginkan akan ku layani kemauaan mu!"

perlahan-lahahan tapi pasti sebuah energi berwarna hitam berkumpul di telapak tangan kanan Naruto membentuk sebuah bola energi berwarna hitam dengan ukuran sebesar bola basket dan 4 buah cincin putih yang mengelilinginya.

Begitupula dengan Ise di telapak tanga kanannya juga berkumpul sebuah energi yang terkonsentrasi dari Boost up yang bergema dari guntlate-nya membentuk sebuah bola energi berwarna merah menyala dengan ukuran sebesar bola basket.

"Ayo! kita selesaikan pertarungan ini!" ucap Naruto dan Ise bersamaan. Dengan kondisi tubuh yang sama-sama mengalami cidera fatal mereka berdua sama-sama berlari menerjang kearah satu sama lain.

[Dai Rasenringu!] [Ryuu Dama!]

ucap mereka bersamaat tepat saat kedua bola energi penghancur berbeda warna tersebut bertubrukan dan saling beradu.

BUUUUUUUUMMMMMMMMM!

ledakan bersekala semi atom tercipta sesaat kedua bola itu bersatu menciptakan sebuah bola berwarna hitam pekat yang sangat besar hingga mengurung keduanya dan pada detik berikutnya ledakan Dahsyat tercipta.

.

.

.
-Alam bawah sadar Naruto dan Issei-

.

.

"K-kau... ti-tidak mungkin!"

Suara keterkejutan yang menyimbolkan ketidak percayaan terlontar dari bibir pemuda keturunan Hyodou itu. Bergema di seluruh penjuru sebuah tempat bernuansa biru dengan 'kubangan' air jernih yang menjadi alas pijakan dari kedua sosok pemuda berbeda ciri fisik dan marga itu

syok? Ya Ise terlalu terkejut untuk menyadari informasi yang baru saja dicerna oleh otaknya yang memiliki IQ di bawah rata-rata, karena di hadapanya tengah berdiri pemuda yang tidak pernah masuk dalam 'kamus' kecurigaanya adalah orang yang telah terlibat baku hantam dengannya.

"apa yang tidak mungkin Hyodou Issei?... Apakah kau terlalu bodoh untuk meyadarinya? Kau fikir siapa yang menyerang mu di pertemuan tiga fraksi utama? Siapa yang membuat mu bergetar seperti bayi yang di tinggal orang tuanya di kelas waktu kau merasakan aura Dragon walaupun hanya sedetik? Jangan Bodoh!"

Sebuah pernyataan dengan nada setajam mata pedang, mampu membuat Ise bungkan, tertegun. jangankan untuk membalas ucapan dari lawan bicaranya menggerakan indra perasa saja sangatlah sulit, seakan-akan lidahnya lumpuh dan terasa sangat kelu.

"apa yang sebenarnya kau inginkan NARUTO!"

Akhirnya dengan kekuatan emosi yang di miliki sang Sekiryuutei itu mampu unuk kembali berbicara bahkan membentak pemuda kuning di hadapannya.

"keinginan ku? Apa kau bodoh? Atau berlaga bodoh? bukankah sudah jelas? Aku bertarung dengan tujuan yang sama dengan mu!"

"apa yang kau maksud seperti tujuan ku? Sudah jelas bukan? Aku bertarung demi orang yang berharga untuk ku? Tidak seperti mu yang bertarung untuk kejahatan!"

"haaah~ kau benar-benar bodoh untuk menjadi rival orang sekelas Vali!" jawab Naruto.

"apa maksud mu Breng-!"

"Jaga ucapan mu Sekiryuutei! Aku bisa saja membunuh seluruh orang yang berharga bagi mu dengan mudah! Untuk menghancurkan mu! Namun aku tidak akan melakukan itu karena itu adalah hal yang paling hina bagi bangsa naga."

Lagi-lagi Ise tertegun dengan ucapan orang di hadapanya namun keterkejutanya hanya berlangsung sesaat dan bertransformasi menjadi kebencian kepada pemuda di hadapannya.

"aku pastikan aku akan memusnahkan mu jika kau! Berani menyentuh orang-orang di sekitar ku!"

"Hahahahaha, semangat yang bagus! dan apa kau fikir kau mampu melakukan itu? Ah... Kalau begitu aku akan memberimu sebuah tawaran yang sangat bagus"

Ise menautkan sebelah alisnya curiga atas tawaran yang di berikan oleh Naruto "Apa maksud mu?"

"Bagaimana kalau kau tidak membocorkan identitas kepada teman-teman mu sebagai imbalanya aku tidak akan mendekati bahkan mengusik orang-orang yang kau anggap berharga atau... Mereka akan aku musnahkan tepat di depan mata mu!"

Sebelum Ise sempat membalas tawaran yang memiliki keuntungan yang berat pada sebelah pihak, sebuah cahaya putih telah mengganggu indra pengelihatanya dan detik berikutnya ia tidak dapat melihat sang lawan bicara karena perlahan-lahan kesadaran mulai pergi meningagalkan tubuhnya, namun samar-samar sesaat sebelum kehilangan semua kesadarannya ia dapat mendengar suara Naruto.

"Fikir dan renungkan tawaran ku baik-baik Sekiryuutei!"

.

.

.
-Real World, Tempat pesta, Underworld-

.

.

Semua tamu undangan yang menghadiri pesta tersebut panik bukan main saat merasakan efek guncangan kuat di tempat tersebut dan juga sebuah suara ledakan yang sangat keras menambak kepanikan mereka.

"pasukan! cepat ikut aku kita priksa apa yang terjadi di area hutan pinus bagian barat!" teriak Sirzachs kepada pengawalnya dan merekapun segera menuju tempat ledakan tersebut bersama Kelompok Gremory dan Sitri.

'firasatku benar-benar buruk!' batin Sirzachs.

.

.

.

Tes!

Tes!

Tes!

Tetes demi tetes mulai berjatuhan dari langit jingga yang kini berwarna hitam, membasahi dataran yang sudah tidak memiliki bentuk seperti dahulu kala yaitu hutan pinus.

Dalam naungan air langit yang harusnya tidak pernah dan tidak mungkin terjadi di Underworld kini memperbanyak jumlahnya.

Dalam deras hujan yang mengguyur area tersebut sesosok pemuda pirang dengan kodisi tubuh yang sudah sangat buruk, armor merah yang ia kenakan kini hancur di beberapa bagian tertentu hingga hanya separuh Helm bagian kanan yang menutupi wajahnya. Dalam posisi setengah bersujud diatas tubuh seorang pemuda yang terbaring lemah di bawahnya dalam kondisi pingsan, ya pemuda dalam kondisi tidak sadarkan diri itu adalah Ise dengan tubuh bagian atas yang tidak terlindungi sehelai benangpun.

Naruto bernafas terengah-engah karena menahan seluruh luka yang berada di sekujur tubuhnya dan efek lelah yang kini menghantuinya.

Entah kenapa sebuah memori berkelibatan didalam otaknya saat melihat wajah pemuda yang tengah pingsan di bawanya.

"Ukkh" Naruto meringis kesakitan saat sebuah tegangan yang entah berasal dari mana menghantam otaknya. bayang-bayang samar yang mulai berputar-putar dalam kepalanya menambah efek dari rasa pusing yang membuatnya ingin membentur-benturkan batok kepalanya ke sebuah batu. dan detik berikutnya tubuh pemuda itu ambruk tepat di sebelah Issei.

"Naruto" sebuah suara lembut khas wanita membuatnya menoleh kearah sumber suara. Dengan sepasang shappire yang memancarkan kelelahan jiwa dan raganya, ia dapat menemukan sesosok gadis yang amat familiyar baginya mulai menghapus jarak antara mereka berdua.

"Ayo kita pulang pangeran ku!" ajak gadis itu yang mulai merangkul tubuh tak berdaya pemuda Namikaze itu dan membawanya pergi dengan bantuan lingkaran sihir berlambang naga yang menggigit ekornya. Meninggalkan pemuda berambut coklat tua yang terkapar pingsan dalam naungan sang hujan.

"arigatou Ojou-sama"lirih Naruto sebelum kesadaran benar-benar pergi meninggalkan majikannya.

.

.
"Hikz...Issei"

Linangan airmata tanda kepedihan yang mengucur deras bercampur tetesan air hujan, seakan langitpun ikut berduka atas kejadian yang menimpanya.

Luka lebar dihatinya yang belum tertutup kini harus kembali terbuka dengan luka yang lebih lebar, rasa sakit atas kehilangan yang menerpa jiwa raganya kini kembali menghantuinya.

Coba kau bayangkan? Betapa sakitnya kehilangan orang yang berharga bagi mu dan itu untuk kedua kalinya. Kedua kalinya! Jangankan untuk kedua kalinya sakit karena kehilangan orang yang berharga bagi mu untuk pertama kali saja sangat sulit untuk mengobatinnya. Dan kini ia merasakan untuk kedua kalinya!. Hanya tangisan yang dapat mencerminkanya, hanya tangisan yang mungkin dapat mengurangi rasa sakitnya.

Dia bukan wonder women atau makhluk super tanpa hati. Ia hanya seorang gadis! ya seorang gadis berhati rapuh walaupun dia adalah bangsa iblis tetapi bukankah iblis juga memiliki hati?

Rasa yang membuat organ gerak dalam tubuh mu melemah, rasa yang menguras akal sehat mu dan rasa yang sulit untuk di ucapkan oleh kata kata.

Karena yang tidak merasakan tidak akan pernah tahu rasanya kehilangan.

Rias masih setia menangis di hadapan tubuh pria yang dianggapnya telah tiada walaupun hujan telah reda tetapi air yang mengalir dari iris green and blue-nya tetap mengalir, mencoba terus dan terus untuk meredakan sakit di hatinya.

Tap!

"Dasar cengeng!" Rias merasakan kehangatan yang menerpa wilayah pipinya dan mendengar gumanan kecil itu sontak saja mengadahkan wajahnya.

"kau tahu? Aku paling benci melihat airmata mengalir di wajah indah mu itu" Ise yang ternyata belum pergi menghapus jejak-jejak air yang menghiasi pipi majikannya.

"Hikz Isseeeeee!" Rias kembali menangis saat menyadari pria yang ada di dekapanya ternyata masih hidup. Kini tangisan itu bukan lagi tangis kepedihan, bukan lagi tangis kehilangan, tapi tangis bahagia yang sangat mampu membuatnya tersenyum dalam tangisan.

"kau fikir aku akan mati sebelum memperkosa mu?" Rias mengangguk menanggapi pertanyaan vulgar pria di dekapanya.

"Jangan bercanda! Aku akan terus hidup sebelum mendapatkan keperawanan mu Buchou!"

"Da-dasar Baka no Hentai! Hikz... Arigatou Issei" ucap Rias lirih dan memeluk pria mesum yang dikiranya telah pergi dari kehidupanya.

'kau tetap saja mesem walaupun dalam keadaan sekarat' Rias memberi jeda sejenak. 'dan... yang terakhir aku harus memastikan bahwa Naruto Namikaze bukanlah Naruto Uzumaki... Cinta pertama ku.'

.

.

.
TO BE CONTINUED!

AN: Hurf~ 7k+ jumlah word maksimal yang dapat saya tulis di smartphone saya cape juga ya? Hehehe sampe jempol keriting begini.

Ok sekarang mistery kenapa Rias berkata "aku sudah mencintai mu sejak pertama bertemu" pada scan kematian Naruto melawan Kokabiel telah terungkap dan sekarang siapa yang sebenarnya salah? Entahlah... Hahahaha

Dan maaf kalau scan pertarungan NaruIse kurang gereget karena entah kenapa... Atau karena udah jarang bikis scan pertarungan? saya agak sulit untuk memvisualisasikannya dalam tulisan tapi semoga kalian suka

Lastly tolong berikan komentar anda untuk scan pertarungan, alur chapter ini, atau mungkin saran? Jangan sungkan lemparkan saja di dalam kotak Review di bawah ini hahaha

[Cooming soon; Naruto Lucifer Namikaze : Revenge of the Absolute Satan. chapter 20 - Revenge (saatnya malaikat pendosa menuntut balas) and Naruto DxD : In Rain You Lost. chapter 8 - Sage of the six path and Warrior of Time VS Yami The Time Travel]

Sampai jumpa di chapter selanjutnya! Jaa nee!