A/N: Sebenarnya ini pertama kalinya saya membuat Author note's di awal chapter tapi yah... untuk sebuah alasan saya membuatnya. Ok saya membuat Opening untuk Arc baru ini. Mungkin terlihat aneh tapi saya cukup puas karena mendapat sensasi berbeda saat memakai opening. Oke langsung saja putar lagu dari Baby Metal yang berjudul Akatsuki untuk OST openingnya dan selamat membaca semoga kalian puas dengan Chapter ini.
[Play now : Akatsuki by Baby Metal]
[Ikusen mono yoru wo koete Iki tsuzukeru ai ga aru kara Kono karada ga hobiru made Inochi ga Kieru made mamori tsuzukete yuku ]
(Image bergerak pelan keatas menampakan sosok Rias yang berada di sebuah altar. Ia menggenggam sebuah katana putih di tangan kiri dan bidak pawn di telapak tangan kanan. Perlahan air mata menetes dari iris biru hijaunya, tepat mendarat di atas sebuah simbol berbentuk naga. Simbol itu beriak dan image membuyar menjadi kegelapan. Dari kegelapan itu sebuah mata merah dengan iris vertikal mulai terbuka. Dan setelah itu muncul sebuah tulisan kanji "悪魔忍者の影" [The Devil Ninja Shadow] )
[Hitomi no oku ni hikaru Nakida shisou na tsuki wa Akai namida afurete Yozora wo somete yuku]
(Image berganti terlihatlah sebuah kastil dimalam hari. Dalam kastil itu seorang gadis (Ophis) duduk di sebuah singgahsana. Tepat di depan Ophis. berdiri Naruto, Vali, Kuroka, Arthur, Le fay, dan Bikou yang menatap lurus ke depan dengan seringai maniak bertarung. Ophis mengangkat lengan kirinya kedepan dan kemudian Tim Vali berlari mengikuti isyarat Ophis.)
[Seijaku no naka de Kizu tsuita yaiba sashi mukai Kodoku mo fuan mo Kiritsukeru kokoro made]
(Image berganti. Kelompok Gremory berada di depan kastil Ophis. Mereka berlari kedepan menuju kastil itu, namun dari dalam kastil keluar Tim Vali yang menghadang kelompok Gremory. Tiba-tiba Latar berganti menjadi di tengah kota Kuoh, dan kedua tim itu menyerbu maju satu sama lain.)
[Ikusen mono yoru wo koete Iki tsuzukeru ai ga aru kara Kono karada ga hobiru made Inochi ga Kieru made mamori tsuzukete yuku]
(Ise dan Vali berubah dalam bentuk balance breaker. Kuroka dan Koneko adu hantam dengan pukulan penuh Touki. Kiba menahan serangan pedang raja suci Arthur dengan pedang Holy-Demonic-nya. Bikou melompat keudara dan memanjangkan tongkatnya untuk membantu Arthur tapi Xenovia lebih dulu menahan tongkat itu dengan Ex-Durandal. Akeno yang terbang di udar menembakan Raikou kepada Bikou tapi Le fay dapat menahannya dengan anti-sihir Dan Gesper menghengtikan waktu untuk menolong Ise yang hendak terkena tembakan demonic Vali.
[Dalam intro dan melody]
Scan berpindah. Tidak jauh dari tempat itu tampak'lah lima orang berdiri di atas gedung dan memandang pertempura dibahahnya. Sebuah seringai jahat tampak jelas di wajah seorang pria dengan rambut perak yang berada paling depan di gedung tersebut.
Image berganti. dari gedung lain muncul lima orang. Seorang pria berwajah oriental mengetuk-ngetukan tombaknya di bahu kemudia mereka semua melompat turun kebawah.
Image men-zoom in terlihat Ise menembakan Dragon Shoot tapi Le fay menahan itu dengan sihir pertahanannya. Xenovia mengangkat Ex-Durandal dan menembakan meriam aura suci ke arah Le fay. Tiba-tiba Arthur datang dan menyerap aura itu dengan pedangnya. Akeno bertransformasi menjadi mode fallen angels dan menembakan Raikou berkekuatan penuh ke arah Arthur tapi Vali membagi serangan itu. Ise terbang mendekati Naruto, saat Ise hendak menembakan Ryuu Dama, Kuroka terlebih dahulu membuka kimononya di depan Ise, dan akhirnya Ise terjatuh dengan darah mengalir deras dari hidungnya.)
[Sugite yuku toki no naka Hitomi wo tojita mama Kono te ni nagareru akai ito kirete mo Kanjite iru kizuna wo]
(Naruto berlari ke depan. ia membawa katana hitam ditangannya untuk melawan Rias. Rias juga berlari mendekati Naruto dengan membawa katana putih. katana putih dan katana hitam itu beradu sengit, hingga dalam satu momen kedua katana itu menusuk satu sama lain pada bagian ujungnya dan tiba-tiba sebuah cahaya putih tercipta dari gesekan kedua katana kembar itu.)
[Seijaku no naka de Kizu tsuita yaiba sashi mukai Kodoku mo fuan mo Kiritsukeru kokoro made Ima]
(Image berganti. Naruto dan Rias berada di dalam sebuah ruangan putih masih dalam situasi kedua katana beradu. Tiba-tiba kedua katana itu terlepas, melayang dan bersatu menjadi sebuah pecahan-pecahan memori yang ditampilkan di ruangan itu. Rias menangis. Ia berlari menghampiri Naruto begitu juga sebaliknya. tapi tinggal beberapa langkah lagi mereka berpelukan, tepat saat kata (Kokoro made) sebuah tangan hitam menarik Naruto membawa dan menenggelamkannya kedalam kegelapan.
[Ikusen mono yoru wo koete Iki tsuzukeru ai ga aru kara Kono karada ga hobiru made Inochi ga itsuka kieru made]
(Rias menjerit dalam tangis dan image perlahan berubah seperti semula (tengah kota) tiba-tiba ledakan aura kegelapan terjadi menutupi kesegala penjuru kota. Semua orang mendongak keatas dan menemukan sesosok naga raksasa berwarna merah dengan sediki corak hitam, turun dari langit. Scan berpindah. Kelima orang di atas gedung itu terbang mendekati sang naga, begitu pula Cao Cao dan kelompoknya yang berlari mendekati naga itu.)
[Ikusen mono yoru wo koete Iki tsuzukeru ai ga aru kara Kono karada ga hobiru made Inochi ga]
(Kembali ke medan pertempuran. Naga itu mengamuk memporak-porandakan Kota. Rias menjerit kencang dalam tangisan. tiba-tiba dari langit datang seorang gadis loly yang terbang dengan sayap naganya. Ophis mendekati sosok naga besar di langit dan menghentakan telapak tangan kanannya di kepala sang naga dan berikutnya Ledakan cahaya emas terjadi melenyapkan seluruh kegelapan.)
[Kieru made mamori tsuzukete yuku Akaku somare makka ni somare]
(Image berganti dua kelompok lima orang yang mendekati tengah kota tersebut, pergi dengan seringai puas. Image men-zoom in ke tengah kota. Rias terduduk lemas dengan memeluk katana putihnya. Ise mendekati Rias, Ise menjulurkan lengannya dan Rias menyambut uluram itu, kemudian Ise menuntunya ke arah anggota tim yang lain dan gambar memudar menampakkan hamparan rumput hijau yang indah. Naruto berbaring dipangkuan Ophis, ia membuka matanya dan mendapati wajah Ophis yang tersenyum tulus kepadannya. Di sekelilingnya juga ada anggota tim Vali yang tersennyum lembut kepada Naruto.)
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
[The Devil Ninja Shadow]
[悪魔忍者の影]
Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi
Crossover : Naruto and High School DxD
Rating : M (untuk jaga-jaga)
Genres : Romance, Adventure, fantasy, matrial art, Supernatural, hurt/comfort,
Pairings : Naruto X ?
Warning : Semi-OOC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, Etc.
Summary: Dia mendapat kesempatan terlahir kembali di dunia baru dengan nama dan tubuh yang sama setelah kematianya di dunia shinobi! terlahir dari sebuah Clan ninja Assasins yang sudah punah akibat pembantaian yang juga hampir merenggut hidupnya, tapi gadis bersurai merah datang membawanya saat dia meregang nyawa dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarga bangsawan iblis. kisah seorang remaja bersurai kuning yang menjadi bidak Pawn dari Rias Gremory.
.
.
.
.
.
New Arc - why the dragon's cry without tears? (In the hearts of all secrets will be revealed and become a reality.)
Chapter 9 - Initial step the conspiracy : The chaos brigade mutiny started!
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
.
Tatapan syok terlihat hampir dari semua siswa-siswi sebuah sekolah swasta bernama Kuoh Akademi. Mereka memandang sesuatu yang berjalan dengan santainya di hadapan mereka bagaikan melihat makhluk asthral yang berkeliaran di siang bolong. Seorang pemuda yang dikenal dan populer sebagai Rider sejati, kini dengan santainya menapakan kaki tanpa kuda besi yang setiap hari digunakanya untu menuju sekolah. Image seorang Namikaze Naruto yang dikenal sebagai Rider sejati, pangeran es berkuda besi hitam, di sekolah tersebut sekarang hancur berkeping-keping.
Berjalan tanpa jacket hitam kebanggaan yang menutupi tubuh tegapnya, tanpa sarung tangan, tanpa helm dan yang lebih membuat semua murid itu ternganga adalah... Senyum ramah yang tidak pernah tersunging di bibir tipis pemuda itu kini senantiasa menghiasi tiap langkah kaki pemuda blonde itu. Naruto yang menyadari tatapan aneh dari para murid hanya memasang senyum menyegarkan sembari menebar sedikit pheromon naga yang berasal dari tubuhnya dan itu sukses membuat setiap murid menyemburkan rona merah dipipi mereka, tapi tampaknya senyum Naruto yang dibumbui sedikit pheromon itu juga berakibat fatal karena... Mengundang jiwa para 'uke' Bishounen yang melihat Naruto sebagai sosok 'Seme' sejati. (Uweeek)
Sedangkan pemuda bermarga Namikaze itu hanya dapat memasang wajah horor saat menyadari perbuatanya. "siaaal" erangan kecil terdengar dari bibir pemuda itu dan dengan langkah seribu pemuda itu langsung menuju kelasnya.
Beberapa menit berlalu tidak terasa ia sudah sampai di depan kelas dan mendapat sambutan 'selamat datang' berupa tatapan tajam yang mengisyaratkan permusuhan dari pemuda berambut kecoklatan yang duduk di depan tempat duduknya. Menyadari itu Naruto membalas tatapan tajam yang tertuju padanya dengan seringai meremehkan dan langsung melanjutkan langkahnya menuju kursi.
Hyodou Isse, pemuda itu hanya dapat menahan seluruh emosi yang saat ini bergolak bagaikan air mendidih di dalam hatinya. Melihat pemuda bermuka dua yang beberapa hari lalu terlihat baku hantam dengannya, tengah duduk santai di belakangnya.
Sebenarnya ia ingin... Bukan! Tapi sangat sangat ingin melaporkan pemuda yang duduk di belakangnya terhadap Buchou-nya, Azazel dan pihak aliansi tiga fraksi karena pemuda yang sangat mirip dengan mendiang mantan partnernya itu adalah anggota dari kelompok teroris yang bernama... Khaos Brigade! namun ia harus mengurungkan niatnya, itu karena sebuah ucapan yang mengandung ancaman dari pemuda di belakangnya masih terngiang-ngian dibenaknya sampai sekarang!."Kuso!" Ise mendengus dengan keras karena bagaimanapun dia tidak bisa berkutik atas doktrin dari pemuda di belakannya.
"Ise-san... Apa kamu baik-baik saja?" Sebuah suara feminim menyadarkan Ise dari fikiranya. Pemuda itu menengok ke kanan dan mendapati Asia yang tengah menatapnya dengan pandangan khawatir."Aku baik-baik saja Asia!" .
"Asia-san jangan mengkhawatirkan Ise-san mungkin dia hanya memikirkan sesuatu" Asia mengangguk sembari tersennyum menanggapi perkataan pemuda blonde di belakan Ise. Sedangkan Ise mendengus kesal dengan sikaf sok baik dari Naruto "Diam! kau Naruto!" Seringai kemenangan terpajang di bibir Naruto, baginya menyiksa musuh dengan serangan psikologis lebih indah dan memuaskan dari pada serangan fisik yang membuat cidera fatal pada musuhnya. Mencondongkan wajahnya kedepan Naruto mendekati telinga Ise dan berbisik kepada sang Sekiryuutei. "Ingatlah Hyodou Issei... Andai ada satu saja yang mengetahui identitas asliku!... Ku pastikan kau akan mendapatkan kado spesial berisikan anggota tubuh orang-orang di sekitar mu!"
'cih SIAAAAL!' Ise membatin dengan kesal dan menggelemetukan giginya keras-keras. Expresi yang di tunjukan Ise itulah yang membuat Naruto menyeringai penuh kemenangan karena lagi-lagi serangan psikologisnya membuahkan hasil yang bagus!.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Braakh!
Matsuhada, dan Motohama yang berada di kelas XI,B membuka mata lebar-lebar kearah dinding yang di hiasi retakan laba-laba. Dalam benak mereka tidak pernah terlintas sedikitpun salah satu sahabat mereka sekaligus member bokep kelompok mereka yang mengatas namakan Oppai adalah keadilan. XD Memiliki pukulan yang dahsyat. Hyodou Issei, pemuda berambut kecoklatan itu sudah melepas kontrol atas akal sehatnya, pemikiran yang tidak rasional telah menguasainya, sehingga tanpa ba-bi-bu lagi pemuda itu meluncurkan tinju mentahnya ke arah Naruto.
"cih, Sial" pemuda itu mendengus ketika pukulanya hanya menghantam dinding kelas dan menghsilkan retakan laba-laba di dinding tersebu. "Jadi kau mengajak ku berkelahi di sini?" dengan nada datar nan menusuk dilontarkan oleh pemuda berambut kuning agak kemerahan pada ujungnya itu; menambah level kemarahan Issei yang sama sekali tidak berpengaruh oleh nada penuh imidasi dari Naruto.
"BANGSAT!"
Dan kedua pemuda itupun saling berlari menerjang satu sama lain untuk mendaratkan tinju milik mereka dalam lantunan back sound teriakan histeris para siswi.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Souna Shitori atau yang sering dikenal dengan nama Sona sitri. Gadis berwajah datar penuh dengan ketegasan namun tetap cantik dan beraura kebangsaan yang selalu mengitarinya. Gadis itu hanya dapat mengurut tulang hidung mancungnya untuk meredakan penat dikepala, karena di hadapannya tengah duduk dua pemuda dengan wajah sama bonyoknya serta tetap meng-glare satu sama lain walaupun hendak mendapat penghakiman atas kelakuan mereka.
"Namikaze-san,Issei-san tolong hentikan pertikayan kalian..." menggantung ucapannya sejenak untuk melihat efek ucapannya, tapi tampaknya kedua pemuda itu tetap bertikai tanpa menghiraukan ucapan sang Kaicho Kuoh Akademi " DIAAAM!" Nada dingin di ucapkan dengan lantang oleh gadis itu dan akhirnya kedua pemuda yang sedang asik bertikai itu mematung seketika.
"Baiklah jadi apa yang kalian permasalahkan? Hingga membuat kalian berkelahi?
"..."
"..." tidak ada jawaban dari kedua pemuda tersebut. Sebenarnya Ise ingin mengatakan kepada Sona, kalau pemuda sialan yang ada di sampingnya itu adalah anggota Teroris, namun melihat konsekuensi yang akan terjadi bila ia mengatakannya... Ia harus berfikir 100X untuk menyampaikan berita itu. Lain Ise lain pula pemikiran Naruto. Pemuda itu menyeringai penuh kemenangan dalam benaknya, karena ia akan segera menjawab pertanyaan sang Kaichou, dengan taktik yang ada di kepalannya.
"Entahlah Kaichou~" pemuda itu mencubit dagunya dalam posisi berfikir. "Mungkin Ise-san tidak senang karena aku berbicara dengan Asia-san? Yang jelas aku hanya berbincang dan melawak sedikit membuat Asia-san tertawa tapi... Tiba-tiba Ise-san menghajarku"
One strike!
Ise mendengus kesal dengan opini yang Naruto ucapkan! Sedangkan Sona membenarkan letak kaca matanya dan memikirkan ucapan Naruto 'bukannya dia tergila-gila kepada Rias?' batin Sona tapi... selang beberapa detik berlalu Sona langsung menepuk keningnya kuat-kuat -dalam benak- saat menyadari sebuah fakta yang ia lupakan, bahwa; pemuda dengan rambut kecoklatan di hadapannya itu, adalah penjelmaan dari hawa nafsu dan memimpikan menjadi 'Raja Harem'
Sona menghela nafas kuat-kuat kenapa juga dia memikirkan fakta tidak penting seperti itu? Lebih baik dia langsung saja memberikan hukuman kepada kedua siswa yang duduk di depannya.
"Baiklah kalau begitu... Kalian berdua aku beri hukuman untuk membersihkan toilet sepulang sekolah!"
Jeger!
Entah mengapa Naruto dan Ise seperti mendengar guntur yang menyambar saat badai yang terjadi di siang bolong? Membuat wajah kedua pemuda berbeda marga sekaligus Rival itu memucat pasi seperti orang mati.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Gelak tawa yang terdengar imut menggelegar keseluruh penjuru kastil. Ophis, gadis loli perwujudan dari sang Ouroboros Dragon itu, tidak bisa untuk tidak terus tertawa saat mendengar cerita 'menyedihkan' dari pemuda yang sering ia panggil 'Pangeran' yang kini duduk disamping Ophis sembari memasang wajah kesal
"Mou~ Ophis diamlah jangan terus-terus menertawakanku!" bukannya berhenti Gadis pemimpin Khaose Brigade itu malah menambah intensitas tawanya hingga ia berguling-guling dilantai, membuat Naruto sweedrop karna melihat tingkah awkwed sang dewa naga 'Ini beneran Ophis yang kejam itukan? Atau mungkin dia mulai gila?' batin Naruto dengan tampang jawsdrop-nya.
Tiba-tiba sebuah lingkaran sihir komunikas muncul di tengah-tengah meja dan itu otomatis membuat Ophis -mau tidak mau- kembali kesifat dingin nan datarnya, yang sontak membuat Naruto sweedrop untuk kesekian kalinya meliha perubahan emosi super cepat dari sang dewa naga.
"Ophis-sama, Aku, Arthur Onii-sama dan Vali-sama menjalani expedisi di celah dimensional dan kami menemukan ini" gadis yang menyampaikan berita itu adalah Le fay pendragon adik kandung dari Arthur pendragon, pemegang pedang suci Excalibur Holy king couldbren.
"Hn, apakah benda itu masih bisa aktif?"
"mungkin dengan formula sihir yang tepat aku bisa mengaktifkannya, Naruto nii-sama"
"Baiklah Le Fay, lanjutkan expedisi kalian dan sampaikan pada Vali untuk mememuiku 4 jam lagi di tempat yang sudah ditentukan" Le fay mengangguk patuh atas perintah Ophis, dan setelah itu Lingkaran sihir komunikasi itu lenyap dari pandangan.
"Ophis kau yakin untuk memakai itu juga untuk memperkuat tim kita?" Ophis menuangkan wine kedalam gelasnya dan menyesapnya sedikit sebelum ia menjawab pertanyaan pangerannya.
"Ya, aku yakin meskipun itu tidak terlalu kuat tapi... Setidaknya pertahanan makhluk itu sangat kuat"
Merasa tidak ada lagi yang harus dikhawatirkan Naruto hanya mengangguk menyetujui jawaban dari Ophis. "Ophis, aku akan pergi sebentar jadi... Tidak apa-apakah kau tinggal sendiri?" tanya Naruto dengan waja innocent.
Twich
Sebuah perempatan menyembul di kening Ophis pertanda dia sudah sangat kesal dengan ucapan Naruto yang menjengkelkan"cih, kau fikir aku itu apa hah? Anak kecil? Yang takut ditinggal sendiri!" sembur Ophis dengan nada murka yang terdengar imut.
Naruto terkekeh dan berjalan mendekati Ophis. Tangan kanannya ia gerakan kepuncak kepala sang gadis dan mengusap-ngusapnya lembut penuh kasih sayang. Ophis yang menjadi korban perlakuan itu hanya dapat memejamkan mata, menikmati sensasi penuh kehangatan dari setiap usapan yang dilakukan oleh pangerannya. Merasa cukup Naruto menghentikan aktifitasnya dan wajahnya ia dekatkan ketelinga Ophis. Hembusan hangat dari nafas pemuda itu dapat sangat jelas dirasakan oleh Ophis membuatnya geli akan sensasi itu.
"Ya, aku menganggapmu sebagai anak kecil. ufufufu~" bisik Naruto kemudian pemuda itu menghilang dengan lingkaran sihir teleport. meninggalkan Ophis yang sedang mengalami System Down pada otaknya.
"..." Beberapa detik berlalu keadaan otak Ophis yang tadinya down, kini mulai membaik dan bekerja secara normal. Aura membunuh menguar dari tubuh Ophis. wajahnya merah padam menahan amarah "SIALAAAAN! Awas kau BAYI NAGAAAAA!" teriak Ophis murka penuh ke-OOC-an yang baru sadar dari Awkwed moment yang berlangsung beberapa detik lalu.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Bruum!
Bruum!
Sebuah motor sport berwarna hitam carbon melintas dengan kecepatan top speed, membelah sunyinya jalan lingkar luar Tokyo pada malam hari. Tapi tiba-tiba sebuah tembakan demonic power mengarah tepat di depan motor tersebut. Dengan pengalaman yang sudah tidak diragukan lagi, pengendara motor itu dengan cepat menurunkan gigi hingga mencapai gigi paling rendah, melakukan break side untuk memutar arah laju motornya sekaligus menghindari aura pemusnah tersebut dan melaju kencang kearah sebaliknya.
Blaaar! Blaaar
Duaar! duaar!
Tembakan demi tembakan demonic power melesat menuju motor hitam itu tapi dengan lihai-nya sang pengendara berhasil menghindari semua tembakan tersebut. Menurunkan laju motornya pengendara kuda besi itu berhenti didepan jalan buntu tepatnya di jembatan besar yang baru setengah pengerjaan. Membuka helm yang menutupi kepalannya pemuda itu mengedarkan direksi pandangannya ke atas, dan ia dapat menemukan sekumpulan penyihir yang tadi menembakinya masih melayang di atas pemuda tersebut.
Tiba-tiba sebuah lingkaran sihir berlambang Belzeebub muncul di hadapan Naruto dan menampakan seorang pria paruh baya dengan wajah menjengkelkan. "khu..khu..khu, akhirnya kau terpojok Namikaze Naruto" Merasakan aura permusuhan dipancarkan oleh pria itu, Naruto memasang sikap "Apa maksudnya semua ini... Salba Belzebuub?"
"Hm... Kau bertanya seakan-akan kau bodoh! Tidak bisakah kau menyadari maksud semua ini?!"
"Jadi benar tentang kabar burung itu? Sudahku duga! Semua konspirasi ini memang benar-benar terjadi!"
"hahahaha, kau sudah tahu eh? Baiklah karena kau sudah tahu tentang semua itu jadi... Aku akan menyingkirkan mu terlebih dahulu!" setelah itu puluhan penyihir bawahan Salba maju kedepan mencoba untuk melawan Naruto. Sedangkan pria tua itu mengambil langkah mundur beberapa meter demi menyaksikan 'pembersihan' yang akan di lakukan oleh anak buahnya.
"Kau fikir dengan hanya anak buahmu, kau bisa menyingkirkanku eh? Baiklah mari kita buktikan... bahwa kualitas selalu lebih baik daripada kuantitas." Naruto mengangkat lengan kanannya, Tiba-tiba muncul sebuah portal sihir berlambang pusaran di kanan Naruto. Memasukan lengannya ke portal itu, Naruto mencabut sebuah katana hitam berulirkan kaligrafi kanji.
[ブラックソードデーモンスレイヤー]
(Black sword Demon Slayer)
"Heyaa!" dari punggung Naruto sepasang sayap naga merentang dengan lebar. Mengepakannya sekali pemuda Namikaze itu melesat terbang ke arah para penyihir.
Crash!
Crash!
Crash!
Dalam kecepatan diatas normal Naruto menarikan tarian pedang di udara menebas dan memenggal, setiap musuh yang menyerangnya dengan tembakan Demonic power. Selang beberapa menit para penyihir itu telah berkurang setengah dari jumblah awal. Diikuti dengan nafas Naruto yang mulai memburu.
'cih, kenapa staminaku cepat sekali habis akhir-akhir ini?' iniilah yang Naruto khawatirkan akhir-akhir ini. Entah mengapa pasca pertarungannya melawan Ise, stamina tubuhnya cepat sekali terkuras bukan hanya itu, tetapi setiap kali ia mencoba masuk dalam mode [Dragon Break] ia selalu mengalami sakit kepala yang sangat menyiksa hingga akhirnya ia gagal masuk kedalam mode terkuatnya.
Blaaar!
Naruto yang masih berkutat dalam fikirannya dan tidak fokus dengan area sekitar, mau tidak mau harus terkena Demonic Power yang ditembakan oleh Salba dan mendarat di atas kerasnya aspal.
"Ukh" pemuda inkarnasi Great Red itu meringis kesakitan, kala mencoba berdiri dari jatuhnya.
"khu..khu..khu, coba kita lihat? Selemah inikah satu-satunya makhluk yang mendapat eksistensi Dewa Naga? cih, menjijik'kan!" ejek Salba dengan saat melihat Naruto sudah mulai kelelahan. Membersihkan debu yang menempel dipakaiannya, lalu Naruto menatap Salba dengan pandangan mengejek "Hn, jangan senang dulu kakek tua! kau fikir aku sudah kalah?" mengangkat tangan kanannya Naruto mengacungkan katana hitam itu tepat kearah Salba.
"Aku akan menunjukan sedikit kekuatanku yang sebenarnya kali ini"
Memutar pegangan katana-nya hingga terbalik, menekuk kaki kanan ke depan dan membawa kaki kirinya ke belakang sebagai tumpuan, Naruto menyiapkan kuda-kudanya untuk memulai sebuah tekhnik. Iris blue shappire-nya berputar dengan kencang dan detik berikutnya berubah menjadi iris merah dengan pupil vertikal berwarna kuning.
CrinK!
Tanpa ada yang mengetahui Mata merah itu melebar untuk men-scan segalannya dari mulai jumlah musuh hingga kelemahan tiap-tiap individu. 50 penyihir jumlah seluruh musuh yang akan dihadapi "Wahai kegelapan yang tersegel~ jawablah panggilan tuan mu! lebur mereka dalam kegelapan sejat" sebuah mantra dilantunkan oleh Naruto. katana hitam di genggamannya mimijarkan cahaya hitam keunguan. Seakan-akan menanggapi mantra yang dilantunkan oleh sang tuan.
[NA]
Naruto menghilang dari tempatnya semula, ia muncul di udara dekat kerumunan 20 penyihir, dengan gerak zig-zag pemuda Namikaze itu menyebaskan katana hitamnya untuk membantai dua puluh orang penyihir.
[MI]
Debu hitam jatuh bertebaran menandakan musnahnya 20 penyihir di udara. Namikaze muda itu mengangkat katananya tinggi-tinggi, perlahan aura kegelapan berkumpul di bilah katananya. dalam satu tebasan ringan Naruto menembakan aura kegelapan itu kearah bawah tepat kearah 10 orang penyihir.
[KA]
Sepuluh orang penyihir yang tersisa menembakan sihir dari lima atribut elemen alam secara bersamaan tapi... sebuah kegelapan menelan semua serangan gabungan para penyihir. Tidak menyia-nyiakan waktu pemuda Namikaze itu melempar katana-nya kebawah, katana itu menancap di tanah dan tiba-tiba dari dalam tanah, menyembul ratusan katana hitam yang tercipta dari kegelapan, membuat ke sepuluh orang penyihir itu mati seketika tertusuk katana-katana kegelapan.
[ZE]
Menukik dengan cepat Naruto mencabut katana-nya dari tanah. Hanya tinggal satu musuh yang tersisa yaitu; Salba sang pemimpin. Mata merahnya menatap Salba dengan tajam, pegangan pada katananya ia kuatkan kembali setelah sempat dikendurkan.
[Namikaze Dark step : Vorbal blaz]
Pemuda itu mengangkat katananya tinggi-tinggi, aura kegelapan menguar hebat dari bilah Demon Slayer. Dalam satu hentakan kuat Naruto mengayunkan Demon Slayer A.K.A Katana hitamnya secara vertikal. Tiba-tiba sebuah sambaran petir hitam turun dari langit mengarah tepat keatas Salba. Salba yang merasa dalam bahaya menciptakan sihir pertahanan terkuatnya untuk memblok serangan Naruto.
Duaaaar!
Kraaak!
Kraaak!
Braaaz!
Ledakan besar tercipta mengakibatkan guncangan hebat dan keruskan total pada badan jembatan. Naruto yang berada di ujung buntu jembatan, melebarkan matanya -mau tidak mau harus ikut jatuh kebawah- saat jembatan itu hancur berkeping-keping. Ia meloncati satu demi satu puing-puing runtuhan jembatan agar tidak jatuh kedalam jurang. Saat merasa posisinnya memungkinkan pemuda Namikaze itu mencoba untuk merentangkan sayap Naganya.
Jraash!
Naruto melebarkan matanya saat sebuah pedang merah menebas ujung sayap naganya. Rasa sakit yang sama seperti saat terkena tebasan dari pedang suci Ascalon milik Ise kini sangat terasa, dan ia menyadari satu hal bahwa yang memotong ujung sayap kirinya adalah pedang Dragon Slayer. Akibat luka disayapnya Naruto kehilangan keseimbangan tubuh dan terjun kebawah.
Braakh!
Saat masih melayang di udara seekor Naga yang tercipta dari susunan pedang menghantamnya, membuat Naruto terpental jauh dan menabrak batu besar.
"ARRRRGGG!" Naruto berteriak kesakitn, saat rasa sakit akibat ketegangan syaraf efek samping dari tehknik kegelapan yang ia gunakan mulai bereaksi. Ditambah luka yang ditimbulkan oleh Dragon Slayer. Membuat Namikaze muda itu hampir kehilangan kesadaranya. Tenaganya benar-benar terkuras habis, tubuhnya benar-benar lelah, asa tak kuat untuk sekedar menggerakan tubuhnya.
"Khu...khu...khu, andai aku tidak memakan ular Ophis dan tidak menggunakan Phonex tears, mungkin aku sudah mati akibat seranganmu!" Naruto melebarkan matanya, saat di hadapanya berdiri sosok Balba tanpa sedikitpun luka yang berada di tubuhnya. Bukan hanya itu di belakang Salba juga berdiri dua manusia berbeda gender, yang Naruto yakini sebagai orang yang menyerangnya barusan. Karena ia dapat melihat sebuah pedang merah ditangan pria bertubuh kekar dan sesosok naga -yang tersusun dari pedang- kini berada dibelakang seorang gadis.
"Cih, jadi... Golongan pahlawan juga bersekongkol dengan golongan Maou lama? Sungguh ironi yang meyebalkan untuk khaose Brigade, saat organisasi itu sendiri adalah organisasi teroris" ucap Naruto kesal saat ia baru mengetahui bahwa tidak hanya golongan Maou lama yang memberontak. Golongan pahlawan juga melakukan pemberontakan.
"Hahahahaha, bicaralah sesukamu Namikaze! Puaskan umpatanmu! karena sebentar lagi kau akan 'dihapuskan' dari muka bumi!" menyadari apa yang dikatakan Salba ada benarnya, Naruto mencoba bangkit namun apa daya? Karena efek samping dari tekhnik [Namikaze Dark step] semua syaraf penggeraknya lumpuh untuk sementara waktu. Jadi... Ia tidak bisa menggerakan sedikitpun tubuhnya.
Namun...
Ada satu cara terakhir dan cara satu-satunya, agar ia dapat terbebas dari situasi buruk ini! Tapi Naruto ragu apakah cara ini akan berhasil atau tidak, karena ia belum pernah mencoba tekhnik tersebut.
Jleeb!
"Arrggg!" Naruto kembali menjerit kesakitan saat pedang merah Dragon Slayer milik Siegfried -mantan exsorcist paling kuat- salah satu anggota golongan pahlawan, yang ditusukan oleh salba tepat di bahun Naruto.
"Hahahaha, bagaimana rasanya dilukai oleh Dragon Slayer? Namika- ah ... atau harus kusebut UZUMAKI ASASHIKAGE!"
DEG!
"ARRRRRGGG!" lagi-lagi Naruto merintih kesakitan, bukan karena efek samping tekhniknya atau bukan pula karena luka dari tusukan pedang Dragon Slayer. Ia menjerik kesakitan karena kepalannya berdenyut sangat keras, dan pecahan-pecahan memori samar berdatangan dibenaknya, saat mendengar nama UZUMAKI ARASHIKAGE diucapkan oleh Salba.
"Hahahaha, waktunya membereskan sampah sepertimu NARUTOOO!" mengangkat pedang merah Dragon Slayer tinggi-tinggi, Salba bersiap untuk mengeksekusi Naruto yang masih merintih kesakitan.
Betzzz!
Trang!
Semua mata dibuat memelebar tidak terkecuali Naruto saat tebasan Salba yang hendak memenggal kepala Naruto digagalkan oleh sebuah pedang tipe euclidator berwarna hitam kemerahan. "Ti-tidak! mungkin... Pedang Raja Iblis Gram memberkahi Naruto?" Siegfried syok setengah mati, saat ia menyadari bahwa pedang yang melindungi Naruto, adalah pedang kebanggaannya sendiri yaitu; pedang Raja Iblis Gram. tanpa disadari olehnya pedang itu bergerak atas kehendaknya sendiri, melayang dan menggagalkan serangan Salba.
'hey Kid! ambilah aku karena aku telah memilih mu sebagai tuan ku' Naruto tersadar dari rasa syoknya saat sebuah suara bergema di benaknya.
'Ano... Anda siapa?' Tanya Naruto penasaran, karena terlalu bodoh untuk menyadari suara yang bergema ada di kepalanya. Andai saja Pedang Raja Iblis Gram memiliki tangan pasti dia akan menepuk keningnya kuat-kuat.
'haah dasar bodoh! aku Gram. pedang raja iblis yang ada didepan mu! Cepatlah kid ambil aku agar kau selamat!'
'Baiklah kalau itu mau mu Gram jii-san'
'...' Sejujurnya saat ini roh tingkat tinggi yang menaungi Gram merasakan ada sebuah rasa aneh, saat dirinya dipanggil dengan sebutan Jii-san. Tapi sudahlah yang terpenting... Ia sudah menemukan tuannya yang baru dan tuannya yang memiliki element persis seperti dirinya. Dark Power.
Greep!
Sensasi aura penuh kutukan mengalir disetiap inci kuli Naruto, saat ia menggenggam pedang iblis level tertinggi. Mencabutnya dari tanah, pemuda itu merasakan kekuatannya mulai terisi dengan cepat. "Saatnya pembalasan!" Naruto menyeringai kejam. Detik berikutnya ia sudah berada di hadapan Salba seraya mengayunkan Gram secara Horizontal.
Traank!
Dentuman logam beradu berbunyi nyaring untuk kesekian kalinya, namun... kali ini bukanlah pedang atau'pun Naga jadi-jadian milik Jean tetapi... Sebuah tombak berwarna putih dengan ujung tajam berbentuk segi tiga yang memancarkan aura suci sangat kuat. Naruto menjejak tanah kuat-kuat untuk menjadi lontaran agar ia bisa melompat kebelakan.
"Cao Cao," Desis Namikaze muda itu. "Oh Great! Sekarang apa lagi? ketua golongan pahlawan ada di sini eh?. Aku jadi tidak habis fikir kenapa kalian ingin sekali 'Membersihkan' ku" lanjut pemuda blode itu diiringi senyum pahit pertanda kesialannya menjadi bertambah.
"Hn, kau adalah ancaman paling menakutkan bagi kami jikalau kau sudah terbangun! Jadi... Cara satu-satunya adalah membereskan mu terlebih dahulu sebelum kau terbangun. untuk memulai langkah awal kami!" jawab Cao Cao santai, sembari menepuk-nepuk tombak sucinya di bahu.
"Baiklah kalau begitu aku juga tidak akan tinggal diam! Bagiku orang yang menghianati Ojou-sama adalah musuh alami yang harus dimusnahkan!" tangan kanan yang menggenggam Gram diacungkan oleh sang tuan tepat kearah Cao Cao, sedangkan Demon Slayer yang berada ditangan kiri ia sandarkan pada bahunya.
"Hahahaha, seperti biasa kau selalu saja langsung pada intinya, namun aku akan memberitahu satu hal penting pada mu Naruto!" memutar tombaknya dengan cepat, Cao Cao mengarahkan True Longinus, kearah depan. "Dari awal kami tidaklah benar-benar memihak kepada Ophis! Kami hanya memanfaatkan kekuatannya untuk kepentingan kami secara individual. Jadi Ophis, kau dan juga tim Vali sudah dibodohi oleh kami sejak awal!"
"cih. Sudah kuduga! Kalian memang benar-benar licik! Kalau begini tampaknya aku sudah tidak punya pilihan lain? Selain memusnahkan kalian semua para BAJINGAN!" Naruto berlari kencang kearah Cao Cao dengan membawa dua pedang ditangannya Naruto maju dengan frontal untuk menghabisi para penghianat.
Ia menebaskan Gram secara vertikal kearah Cao Cao namun dengan mudah Cao Cao menangkis serangan Naruto dengan menggerakan ujung tombaknya secara vertikal kearah tebasan Naruto. Pemuda Namikaze itu hannya menyeringai saat serangannya dipatahkan dengan mudah. Memutar pegangan Demon Slayer Naruto melakukan tebasan memiring dari bawah keatas.
Trank!
Kalau saja Siegfried tidak memblok tebasan itu, Naruto bisa menjamin Cao Cao sudah kehilangan lengan kanannya. coba untuk menebas bahu kiri Siegfried.
Trank!
Tapi Cao Cao tidak tinggal diam. Ia menendang tangan Naruto tepat sebelum pemuda Namikaze itu mengayunkan Pedang raja iblisnya. Keseimbangannya terganggu, tubuh Naruto sedikit limbung namui ia masih bisa menyeimbangkan berat tubuhnya, dengan menancapkan Demon Slayer ketanah sebagai tumpuan.
'sial! Ini benar-benar tidak menguntungkan untukku' batin Naruto saat ia melihat Salba dan Jean yang hendak masuk ke medan laga.
"Groaaaarrr!" Naga jadi-jadian milik Jean meraung keras, dalam kecepatan yang tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya, naga bertipe wilayah timur itu melesat maju sembari memunculkan anak-anak pedang disetiap inci kulit hitamnya.
Naruto membuat kuda-kuda dan memposisikan Demon Slayer dengan pegangan terbalik, sedangkan Gram didatarkannya di depan tubuhnya.
[Namikaze Dark Step : Bursting Blossom Spiral Dark Destuction]
Kaki kanannya menjejak tanah kuat-kuat sebagai lontaran, diudara Namikaze muda itu memutar tubuhnya ke kiri seperti gangsing dengan kedua pedang yang menjadikan ia bagaikan cakram raksasa yang mampu membelah segala yang dilewatinya. Mengarah tepat ke arah sang naga.
Crash!
Crash!
Crash!
Crash!
Dimulai dari tengah kepala sang naga. Naruto bagaikan cakram yang membelah tubuh keras bagian atas naga itu dengan sekali lewat. Putaran tubuhnya ia hentikan saat sudah mencapai bagian tengah tubuh sang naga. Merasa serangannya masih Belum selesai, Naruto melompat ke depan kali ini menuju kepala sang naga. Dalam sekali hentakan kuat pemuda blonde itu menancapkan Demon Slayer dan Gram tepat di kepala naga yang masih merintih kesakitan. Lalu dengan memanfaatkan berat tubuhnya Naruto menari Gram kearah kanan, membuat robekan dalam dikepala bagian kanan Naga itu. Naruto melompat meninggalkan Gram yang masih menancap, ia kembali mengenggam Demon Slayer dan melakukan hal yang sama, hingga akhirnya ia bergelantung di bagian bawah kepala sang naga dengan bantuan kedua pedangnya.
Bettzz!
Dalam sekali silangan pedangnya kepala dari naga itu jatuh ketanah karena telah terpenggal.
Nafas Naruto memburu kencang, tubuhnya bergetar hebat saat efek samping(lagi) tekhiknya itu mulai bereaksi.
"Menarik, jadi ini kekuatan sang inkarnasi Great Red? Sungguh mengerikan!" ucap Cao Cao tiba-tiba. Mata pemuda keturunan pahlawan dalam kisah Romance of The Three Kingdom itu, bersinar menggairahkan -dalam arti pertarungan- mengangkat tombaknya tinggi-tinggi Cao Cao melanjutkan "tapi sayang... Kau adalaha target kami yang harus dimusnahkan! Jadi kita akan membunuh mu sekarang juga!" ujung tombak Cao Cao memancarkan aura suci intensitas dahsyat membuat Salba yang ada dibelakangnya mau tidak mau harus pergi ketakuatan karena bagaimanapun ia adalah iblis yang notabene-nya musuh alami tombak suci.
Naruto dengan tubuh yang lumpuh sementar sudah tidak tahu harus berbuat apa. Mungkin hanya sampai disini akhir hayatnya. Demon Slayer dan Gram yang ada dikedua tangannya mulai memudar menjadi serpihan cahaya, karena sang pemilik sudah tidak kuat lagi mensuplai Dark Power-nya sebagai asupan dua pedang tingkat tinggi tersebut.
[Helf Dimension]
Suara mekanik bergema kesegala penjuru medan laga yang ditandai ujung tombak True Longinus mulai terdistorsi, karena ada suatu energi yang mencoba membengkokan ruang dan waktu. "Vali?" gumam Naruto saat ia melihat suatu sosok dengan armor naga putih tepat berada diatasnya.
"Percuma Vali! tekhnik mu tidak akan mampu menggagalkan serangan in-"
"Bagaimana kalau aku menyerapnya?" tiba-tiba ucapan Cao Cao dipotong oleh seorang pemuda tampan berambut kuning yang mengenakan jas kantor setelan. Arthur mencabut pedang Holy King Couldbrande dari dimensi penyimpanan. Pedang itu memancarkan aura suci yang tidak kalah gila dengan True Longinus, mengarahkan ujung pedangnya tepat ke arah tombak Cao Cao, Arthur Pendragon mengaktifkan salah satu tekhnik pedang raja suci. Divine and Reverse.
Aura suci di tombak Cao Cao dengan cepat terserap oleh pedang milik Arthur, sebagai kemampuan awal [Divine]. Tanpa menungu lama pemuda keturunan Pendragon itu menembakan meriam aura suci dari ujung pedangnya kearah Cao Cao, sebagai kemampuan kedua tekhniknya [Reverse].
Blaaar!
Dentuman hebat akibat ledakan menggema ditempat itu, namun saat asap debu yang tadi mengepul mulai terurai, Cao Cao sama sekali tidak ditemukan di tempat tersebut.
"Sepertinya mereka kabur?"
"Ya, Tapi yang terpenting kita sudah menyelamatkan Naruto" jawab Vali sembari menon aktifkan armornya. Arthur memasukan pedang Raja Suci ke dalam dimensi penyimpanannya lagi, lalu ia berjalan mendekati Naruto dan Vali.
"Seperti biasa kau selalu saja memaksakan diri Naruto." ucap Arthur dengan senyum menyegarkan yang terpatri di bibirnya.
"hehehe-ukh~ tapi... Yang terpenting aku selamat"
"cih dasar kau ini! Baiklah ayo kita kembali sebelum aliansi tiga fraksi menyadari kekacauan yang kau buat!"
"Baiklah tuan Lucifer" ejek Naruto sedangkan Arthur masih dengan senyum cool-nya dan Vali dengan wajah serius seperti biasa, namun dalam hati sang Lucifer... Ia tersenyum dan bersyukur. Bersyukur orang yang telah dianggap saudaranya itu masih hidup.
'kau memang bodoh Naruto' dan ketiga anggota tim Vali itu pergi meninggalkan daratan yang sudah porak-poranda dan jembatan yang hancur berkeping-keping.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Disebuah kamar dengan desain eropa benuansa kemerah. Di atas kasur tampak seorang gadis dengan rambut merah panjangnya yang digerai. Gadis itu, menatap lurus kearah kasurnya. Bukan karena tertarik dengan kasur berwarna gadingnya, namun tatapannya tepat mengarah kedua benda yang ada di atas kasur tersebut.
"Naruto Namikaze bukanlah Narutoku" lirih gadis bernama Rias Gremory. Gadis itu mengangkat Katana putih dari atas kasur lalu menarik benda kenangan itu dari sarungnya. Cahaya putih keperakan akibat pantulan cahaya bulan dengan bilah katana berwarna silver itu, membuat sang ahli waris clan Gremory itu agak menutup matanya sebentar. lalu manik biru kehijauannya menatap lirih, tulisan kanji yang terukir disepanjang bilah katana tersebut.
[ホワイトソードデーモンスレイヤー : 私の人生の中で非常に意味のある人のための私の一族に属する2つの傑作のひとつ]
[white Sword Demon Slayer : satu dari dua maha karya milik clan-ku untuk orang yang sangat berarti dalam hidupku]
Air mata kesedihan mengalir dari kedua bola mata indahnya. Gadis itu memasukan katananya kembali kedalam sarung dan memeluk senjata tajam pembunuh kaumnya, sebagai obat pelepas rasa rindu sementara terhadap mendiang pemilik katana tersebut yang 'mungkin' tidak akan pernah ia jumpai lagi.
"Ai takata Naruto-kun"
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
TO BE CONTINUE!
.
A/N(2) : Haaah akhirnya chapter ini saya update juga walaupun berat rasanya. saya ingin minta maaf kepada seluruh reader karena chapter ini tidak sepanjang chapter aslinya, yang sudah saya tulis hingga 12k+ karena chapter yang sesungguhnya saya simpan dalam SD card saya dan SD card itu hilang entah kemana, membawa file-file penting yang lain (b*ke*)#plak dan membawa chapter-chapter fic lain yang dalam tahap pengerjaan. jadi chapter ini saya tulis dadakan namun tidak berbeda dengan chapter hilang, sehingga alurnya tetap sama walaupun agak lambat. Ditambas saya juga sudah berjanji kepada Riko sahabatku alias Bad Sector-kun jadi yah... mau gx mau, bisa gx bisa jadilah chapter abal-abal ini (Gomen Bad-chan :v)
Dan satu lagi... jujur saja saya kehilangan mood dan inspirasi untuk melanjutkan fic "Naruto Lucifer Namikaze : Revenge of the Absolute Satan" yang sejujurnya tinggal 10 chapter lagi tamat! jadi mohon maaf untuk yang menanti fic itu karena tidak bisa saya update secepatnya. Sejujurnya saya sudah berfikir keras untuk fic NLN:RotAS namun alih-alih mendapat ide untuk kelanjutan fic itu... Saya malah dapet ide 2 fic baru, dan gx tanggung-tanggung ide itu mengalir deras sampai ending. Jadilah fic "The Sandalphone : Knight of Embodiment Angels" dan fic "..." masih rahasia tapi dijamin bakal seru dan anti-mainstream#plakk. Yah walaupun si Bad-chan udah saya kasih tau ide ficnya dan itupun terinspirasi dari fic 'Reverse' punya dia, dengan konten berbeda.
Lah? Ko jadi curhat gini ya? Tapi sudahlah sekali-kali boleh juga*ketawa setan*Lasly maafkan hamba tuhan yang paling sexy ini#plak karena belum sempat membalas review namun saya janji mulai chapter ini akan saya balas semua(khusunya yang menggunakan Akun).
Terima kasih untuk kalian semua yang telah mereview,Fav, and Foll fic gaje hamba yang nista ini! Tanpa kalian hamba bukanlah apa-apa. Ok silahkan Add FB hamba*promosi!* -untuk pin BB Maaf karena smart phone saya juga ikut ilang- kalau kalian ingin bertanya dengan jawaban kilat atau mau memberi keritik dan saran di link, di bawah ini.
[ m*facebook*com/tonyibliz ](ganti (*) dengan.) atau sarching [Tony Iblis pemusnah kebatilan] nama yang aneh -_-
Hontou ni Arigatou minna-san (^_^)
Mind to RnR?
