Sebelumnya di "The Devil Ninja Shadow"

.

Disebuah kamar dengan desain eropa benuansa kemerah. Di atas kasur tampak seorang gadis dengan rambut merah panjangnya yang digerai. Gadis itu, menatap lurus kearah kasurnya. Bukan karena tertarik dengan kasur berwarna gadingnya, namun tatapannya tepat mengarah kedua benda yang ada di atas kasur tersebut.

"Naruto Namikaze bukanlah Narutoku" lirih gadis bernama Rias Gremory. Gadis itu mengangkat Katana putih dari atas kasur lalu menarik benda kenangan itu dari sarungnya. Cahaya putih keperakan akibat pantulan cahaya bulan dengan bilah katana berwarna silver itu, membuat sang ahli waris clan Gremory itu agak menutup matanya sebentar. lalu manik biru kehijauannya menatap lirih, tulisan kanji yang terukir disepanjang bilah katana tersebut.

[white Sword Demon Slayer : satu dari dua maha karya milik clan-ku untuk orang yang sangat berarti dalam hidupku]

Air mata kesedihan mengalir dari kedua bola mata indahnya. Gadis itu memasukan katananya kembali kedalam sarung dan memeluk senjata tajam pembunuh kaumnya, sebagai obat pelepas rasa rindu sementara terhadap mendiang pemilik katana tersebut yang 'mungkin' tidak akan pernah ia jumpai lagi.

"Ai takata Naruto-kun"

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

[The Devil Ninja Shadow]

Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi

Crossover : Naruto and High School DxD

Rating : M (untuk jaga-jaga)

Genres : Romance, Adventure, fantasy, matrial art, Supernatural, hurt/comfort,

Pairing : Naruto X ?
Slight pair: KibaTsuba, IseAsia,

Warning : Semi-OOC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, Etc.

Summary: Dia mendapat kesempatan terlahir kembali di dunia baru dengan nama dan tubuh yang sama setelah kematianya di dunia shinobi! terlahir dari sebuah Clan ninja Assasins yang sudah punah akibat pembantaian yang juga hampir merenggut hidupnya, tapi gadis bersurai merah datang membawanya saat dia meregang nyawa dan menjadikan dirinya sebagai salah satu keluarga bangsawan iblis. kisah seorang remaja bersurai kuning yang menjadi bidak Pawn dari Rias Gremory.

.

AN: BMG untuk chapter kali ini [throne flower by: jung yup. Ost drama korea berjudul Bad boy] dan ini dia chapter 10 selamat membaca dan semoga kalian puas.

.

.

.

New Arc - why the dragon's cry without tears? (In the hearts of all secrets will be revealed and become a reality.)

Chapter 10 - Beautiful day before the storm hit : Ambush in Kuoh academy

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

[Password system successfully enabled : welcome to the Arashikage clan labs]

Bezzzttt!

Suara mekanik bergema di ikuti bergesernya pintu metalik yang menutupi ruangan tersembunyi tersebut, dengan koridor ruang bawah tahan apartermen Kiba yuuto, atau lebih tepatnya di bawah tempat tidur yang berada di kamar mendiang Naruto. Kiba dan Rias berjalan memasuki koridor ruangan tersebut. Sebenarnya Kiba tidak pernah masuk ketempat ini, kecuali bersama Naruto. Namun atas perintah Rias yang memaksa untuk membongkar lab peninggalan Naruto, jadi mau tidak mau Kiba melakukannya karena yah... Ini semua demi kepentingan Rias raja dari dirinya dan raja dari Naruto.

"Yuuto, apa kau tahu tempat ini dari dulu?" mendapati pertanyaan dari King-nya Kiba menghentikan langkahnya, dan menoleh kearah Rias. "ya, Buchou sebenarnya aku sering berada disini, untuk berlatih dan mengembangkan Sacred Gear-ku" Kiba menghentikan ucapannya saat ia menunduk dalam-dalam hingga ekspresi wajahnya tidak terlihat "Namun itu dulu... Saat Naruto masih hidup" lanjut sang cassanova Kuoh akademi itu dengan nada lirih penuh makna kehilangan. "..." Rias bungkam mendapat jawaban lirih dari Knight-nya. Merasa pembicaraan soal kematian Naruto tidak harus dilanjutkan, Rias memberi isyarat agar Kiba dan dirinya melanjutkan perjalanannya.

Satu menit berlalu dalam keheningan hanya ada suara langkah kaki yang bergema diseluruh penjuru ruangan. Merasakan moment canggung yang berlalu lama, Rias berniat hendak angkat bicara, namun suaranya tercekata saat lengan kanannya, tidak sengaja menekan dinding -tombol rahasia- yang ada di dalam lab tersebut.

Bezzzzt!

"..."

"..."

Lantai ruangan tersebut terbelah memisahkan lab itu menjadi dua bagian. Beberapa detik kemudian muncul sebuah elevator dari bawah lantai tersebut. "Yuuto, apakah kau tahu elevator ini menuju kemana?"

"Tidak Buchou, aku'pun baru tahu kalau ada elevator dibawah lab ini."

"Mmm, bagaimana kalau kita menyelidikinya?" tanya Rias sembari melangkah masuk ke dalam elevator tersebut.

"Baiklah Buchou" jawab Kiba saat ia melangkah masuk kedalam elevator mengikuti intruksi dari sang Haires Gremory.

Sring!

Kedua iblis muda itu memasang sikap siaga, saat mendengar suara gesekan logam, tapi beberapa detik kemudian mereka kembali bersikap normal karena suara gesekan logam itu, disebab'kan oleh batang-batang besi yang mengunci elevator, dan suara dari gerak elevator yang mulai turun kebawah.

"Kita norak ya?" tanya sang Ruin Princess dengan wajah tanpa dosa, dan nada yang sangat polos.

"Ya Buchou, sepertinya begitu, atau mungkin kita yang ketinggalan jaman?" balik tanya sang Cassanova diiringi senyum kikuk yang terpatri di bibirnya

"Entahlah Yuuto, hanya 'Tuhan' yang tahu"

"Awwww" dan kedua iblis muda yang terjangkit virus OOC itu meringis kesakitan sembari memegangi kepala mereka. Akibat mengucapkan kata tabu bagi seorang iblis. -_-

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

"Ah~" suara erotis penuh nafsu dan kenikmatan yang dapat membuat mu ejakulasi dini, hanya dengan mendengar'kannya. Suara itu 'cetar membahana' keseluruh penjuru ruangan, bergaya Eropa clasic yang hanya dihiasi cahaya temaram sebagai citra pencahayaannya.

"Bagaimana Neko Ojou-sama? Apakah anda sudah puas dengan 'Service' saya?" tawar seorang pemuda berambut spike berwarna kuning emas dan merah pada bagian ujungnya. Pemuda itu mengenakan pakaian ala butler.

"nyaa~ mouto mouto Butler-kun. Aku ingin lebih dari ini! Iyaaaaaan~" suara pekikan erotis lagi-lagi 'cetar membahana' di ruangan tersebut.

"Baiklah Neko Ojou-sama! Permintaan mu adalah perintah untukku" jawab sang Butler dengan seringai misterius, yang membuat sang Neko Ojou-sama menggeliat senang dengan mata yang berbinar-binar.

Sedangkan tidak jauh dari kedua orang tersebut -masih dalam ruangan- duduk dengan santai dua orang pria dan satu orang gadis kecil sembil menikmati cemilan mereka masing-masing. "Ne, Arthur kalau difikir-fikir kita seperti sedang melihat bokep live streeming" ucap seorang pria yang menggunakan pakaian armor cina kuno, sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Hn, kau salah Bikou ini lebih tepat kalau kau menyebutnya... phone sex" jawab sang pangeran tampan keturunan asli keluarga Pendragon, yang masih setia dengan senyumnya yang menyegarkan.

"Kha...kha...kha, Itu terdengar lebih bagus!" jawab Bikou sembari memberikan jembolnya kearah Arthur, sedangkan Arthur Pendragon hanya membalasnya dengan senyum maut, yang dapat membuat para siswi Kuoh akademi terteriak histeris setengah mati.

"Arthur Onii-sama, dan Bikou-sama kenapa kalian jadi OOC dan bertingkah NISTA seperti ini!" sang gadis penyihir Le Fay Pendragon berteriak histeris saat melihat tingkah laku dari timnya.

"Hn, itu karena desahan Kuroka yang cetar membahana membuat kami jadi BERSEMANGAT!"

Plaak!

Le Fay tidak tau harus menanggapi apa lagi mungkin hanya menepuk keningnya kuat-kuat untuk meredakan sakit kepala atas moment nista yang terjadi entah karena ulah siapa. "Ya tuhan, kenapa organisasi paling berbahaya di dunia supernatural, bisa bertingkah senista ini!" gumam Le Fay frustasi, tapi yah... setidaknya menurut iklan yang ia lihat, ada sebuah kabar gembira untuk dirinya karena sekarang... Kulit manggis ada ekstraknya#plaak!

"Kyaaaa~ lebih kencang Butler-kun~ lebih kencang!"

"yokai! Neko Ojou-sama, aku akan melakukan pijatan paling kuat di bagian kaki!"

"..."

"..."

"..." ternyata hanya memijat kaki dan bukan adegan LEMON atau EMON? sumber dari desahan cetar membahana, dan moment kenistaan kelompok teroris paling berbahaya Khaos brigade, atau lebih tepatnya tim Vali.

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

"I-ini..."

"Y-ya, Buchou aku tidak pernah menyangka Naruto akan meneliti tentang ini."

Rias dan Kiba, kedua iblis muda itu tidak bisa untuk tidak terkejut, atas apa yang mereka temukan di dalam lab rahasia mantan partner sekaligus sahabat mereka Naruto. Hanya berselang setengah menit pasca kedua iblis muda itu keluar dari dalam elevator yang tidak sengaja mereka temukan dan membawa mereka ketempa ini. Ke tempat benda yang paling dicari oleh ketiga fraksi.

"Sebaiknya aku menghubungi Azazel-sensei sekarang juga!" inisiatif Rias atas apa yang ia temukan di dalam tempat ini, pasalnya bila saja benda di hadapannya jatuh ketangan yang tidak bertanggung jawab, atau teroris semisal Khaos Brigade... Maka tamatlah dunia.

"Apa sebenarnya yang kau rencanakan Naruto?" lirih Kiba yang tidak habis fikir atas tindak tanduk penuh misteri, dari seorang Uzumaki Naruto Arashikage. Mantan partner dan sahabatnya yang kini telah tiada.

"Entahlah Yuuto, kau tahu bukan bagaimana sifat Naruto yang penuh misteri? lebih baik... Sekarang kita segera menghubungi Azazel-sensei, dan merahasiakan semua yang kita temukan di tempat ini, kepada orang lain!." tukas Rias penuh ketegasan. Walaupun dalam hati kecilnya pun, ia merasa heran dan tidak habis fikir terhadap mantan Pawn-nya, sekaligus pria yang sangat ia rindukan, melalukan penelitian tergila sepanjang sejarah 'Apakah karena ini? Kau selalu menghindar dan menyembunyikan beban fikiran mu dari kami?' batin gadis merah itu penuh tanda tanya.

[-Beberapa Saat Kemudian-]

"Azazel-sensei bisa anda datang ke sini sekarang juga?" tanya Rias kepada hologram 3D Azazel yang berada di lingkaran sihir kecil telekomunitasi, yang melayang di hadapanya.

'mah, mah, sebenarnya ada apa hingga kau terlihat sangat gelisah seperti ini Rias?'

"haaah, aku akan menjelaskannya nanti Sensei tapi setelah kau datang kemari!"

'Gah~ baiklah, baiklah kirimkan titik kordinat tempat tersebut agar aku bisa pergi sekarang.'

"Baiklah Sensei dan segeralah datang kesini!" jawab Rias sembari mematikan telewicaranya dengan sang gubernur Malaikat Jatuh.

Rias memijat keningnya untuk meredakan sakit yang berdenyut di kepalanya. Semua masalah yang baru ia temukan ini sangatlah... Rumit pasalnya ditengah-tengah kesibukannya menghadapi Rating Game melawan Deodora Ashtaroth yang diadakan minggu depan, kini ia harus di pusingkan dengan masalah terbongkarnya rahasia besar milik mantan 'Pawn-nya' yang dapat menimbulkan kontrofersi besar-besaran dan dapat menggegerkan dunia Supernatural, bila apa yang ada dihadapannya ini, diketahui oleh fraksi lain.

Sring!

Tidak jauh dari tempat Kiba berdiri Muncul sebuah lingkaran sihir teleport bersimbol malaikat jatuh."Yare yare, sebenarnya ada ap-"

"..." Azazel tidak bisa melanjutkan ucapanya saat ia mengalihkan pandangannya ke depan, atas isyarat jari telunjuk dari sang Haires Gremory. Ia benar-benar syok dengan apa yang dilihat oleh mata kepalanya sendiri. Sejujurnya Azazel tidak mau mempercayai indera pengelihatannya, namun mau apa dikata? Kalau yang ia lihat saat ini adalah fakta nyata dan bukan hanya opini belaka.

"Bisa kau jelaskan semua ini Rias, Kiba?"

Menangkap ekspresi terkejut dari sang Sensei, Rias hanya menghela nafas berat. Ternyata benar seperti yang ia duga, atas apa ekspresi yang bakal Azazel keluarkan. Dalam kasus ini makhluk sekelas Azazel saja dibuat syok, apa lagi dirinya?

"Sensei, ini semua adalah penelitian Naruto"

"maksudmu? Naruto murid pindahan itu?" Rias menggeleng untuk mengartikan bahwa pertanyaan Azazel salah. Manyadari hal itu dengan otak cerdasnya, Azazel membulatkan matanya untuk sekali lagi. "ja-jangan bilang Kalau ini..."

"Ya Sensei! Ini penelitian Naruto, mantan Pawn-ku yang telah... Tiada" jawab Rias cepat namun dapat didengar oleh Azazel ada nada kehilangan pada akhir ucapan muridnya itu.

"yare yare, tidak pernah kuduga ninja itu... Menyembunyikan rahasia sebesar ini. Lebih baik kita rahasiakan ini dari siapapun! Termasuk anggota peerage mu Rias. Biar aku yang akan mengurus ini, dan memberitahukan kepada Sirzachs dan Michael."

"Baiklah Sensei, kalau begitu aku undur diri dulu. Yuuto ayo pergi!"

"Ha'i Buchou" dan kedua iblis muda yang telah membongkar rahasia besar ini, menghilang dari tempat tersebut.

Melangkahkan kakinya ke depan, Azazel mengedarkan direksi pandangannya kesegala arah. Ia dapat melihat sebuah Lab raksasa, dengan dinding-dinding yang terbuat dari batu pualam, hingga menambah kesan mistis di tempat yang saat ini ia pijaki.

"Jadi... ini 'cangkang' sejati dari 'sesuatu' yang berada di dalam segel [Makkur] yang dia bawa mati?" mendudukkan tubuhnya di atas batu, sebelum sang gubernur melanjutkan ucapannya.

"Peristirahanan sang Raja..." dan Azazel mengucapkan kalimat selanjutnya dengan tanpa suara, mungkin hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri.

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

"Buchou, kenapa kita berada di sini?" tanya Kiba yang heran karena lingkaran sihir teleport yang ia gunakan bersama Rias muncul di dekat dermaga.

"Yuuto pulanglah duluan, aku ingin mencari udara segar terlebeih dahulu, dan semoga saja hembusan angin laut mampu meredakan fikiranku, barang cuma sejenak." jawab Rias. Mengerti apa maksud Buchou-nya Kiba mengangguk dan mohon diri untuk pulang terlebih dahulu.

Kini tinggal Rias seorang di pinggiran dermaga sepi. Semilir angin laut berhembus cukup kuat, menerpa tubuh rapunya yang semakin rapuh oleh beban fikiran. Melangkah'kan kaki menuju ujung dermaga yang dapat ia tempuh dalam kurun waktu seperempat jam. Rias mendudukan tubuhnya di tempat tersebut yang menjadi spot bagus menunggu Sunset. Tidak memperdulikan debu kotor yang mungkin menempel, dan mengotori dress one piece berwarna biru muda yang kini membalut tubuhnya. Pandangannya lurus ke depan menunggu Sunset yang beberapa menit lagi akan terjadi.

[Play now this the song : thron flower by: jung yup. Ost drama korea, Bad boy]

"Rias-senpai, apa yang kamu lakukan di tempat seperti ini?"

DEG!

Suara sorang pemuda yang sangat ia rindukan kini merambat melalui udara dan masuk kedalam indera pendengarannya. Suara yang amat familiar baginya dan suara yang dapat menenangkan kegundahan hatinya secara terus-menerus kala ia dirundung kegundahan(galau). Rias Gremory mengalihkan pandangannya dari laut menuju sang sumber suara.

Iris biru kehijauan itu memancarkan sebuah rasa rindu, rasa kerinduan yang sangat mendalam kala bertemu dengan iris indah berwarna blue sapphire dengan pupil vertikal berwarna merah, yang menatap dengan pandangan sayu. Desiran aneh mulai bergejolak di dalam dada sebelah kiri, menyebar dan menggetarkan tubuh mungil namun proposional untuk ukuran gadis seumurannya. Bagi gadis bersurai crimson itu rasa ini begitu menyakitkan, begitu perih, dan begitu nyata bak tersayat ratusan belati tajam yang mampu menghantarkannya ke alam kematian.

bukan karena pemuda di hadapannya telah menoreh luka pada hatinya, bukan pula karena ia membenci pemuda di hadapannya

Tapi...

Semua rasa sakit ini disebabkan karena begitu miripnya pemuda yang memandangnya dengan tatapan sayu itu, dengan seorang pria yang telah mencuri hatinya, seorang sosok yang telah mengabaikannya, seorang pemuda yang telah membawa separuh jiwanya kealam baka dan... Seorang pria yang telah mendapatkan cinta pertamanya.

Dalam lubuk hati kecilnya berharap agar pertemuan ini menjadi kenyataan yang ia sangat harapkan sejak waktu itu. Sejak Naruto Uzumaki Arashikage sang ninja terakhir dari clan Arashikage, pergi menuju alam baka, hilang dari dunia dan menjadi eksistensi yang terlupakan bagi musuh-musuhnya.

Namun... Rias tahu pemuda di hadapannya bukanlah pemuda yang sama dengan pemuda yang telah meninggalkannya karena hanya dalam segi fisik mereka identik. Sedangkan kepribadian, sifat, dan tingkah laku mereka berdua amatlah jauh berbeda. pemuda bernama Naruto Namikaze itu berjalan mendekati Rias, yang saat ini tengah duduk di pinggir dermaga.

Sebuah perasaan hangat yang menenangkan hati kini menyebar ke seluruh penjuru tubuh pemuda Namikaze itu, sebuah sensasi menyejuk'kan dapat ia rasakan saat ia berada didekat sang Haires Gremory. Entah ini kebetulan atau apa, gadis yang saat ini duduk di sampingnya, dan masih memandangnya dengan tatapan penuh kerinduan. Sangat mirip dengan gadis yang selalu menghiasi mimpinya, dan felling Namikze muda itu juga mengatakan bahwa gadis rambut crimson itu memiliki sebuah ikatan dengan dirinya.

tapi... Ada ikatan apa dirinya dengan gadis yang berada di sampingnya ini?

Jujur, Naruto tidak sama sekali mengerti rasa aneh yang terus berdesir di hatinya. Ini terasa seperti ia telah sangat lama mengenal sosok yang kini masih setia memandang blue sapphire indahnya, dengan iris blue-green jernih seindah permata jamrud milik sang gadis.

"Ano, sepertinya kamu sedang mengalami banyak masalah? Boleh aku tahu apa masalahnya?" Rias terhenyak dari lamunannya dengan segera sang Haires Gremory itu langsung menundukan wajahnya malu. Melihat reaksi dari gadis disampingnya, Naruto merasa bersalah atas apa yang ia ucapkan dan hendak meminta maaf.

"..." namun sebuat lengan mungil membuat suaranya tercekat, saat tangan itu membelai lembut wajah tan dengan hiasan tiga guratan halus di pipi kanannya.

"Kau mengingatkanku pada dirinya"

"..." tidak tahu harus menanggapi pernyataan gadis yang selalu menghiasi mimpinya itu, dengan jawaban apa, Naruto memilih bungkam. Bungkam bukan karena ia tidak mengerti arah pembicaraan sang Gremory, tetapi ia bungkam untuk mengartikan maksud sejati dari ucapan gadis yang masih senantiasa membelai pipinya.

Sebenarnya apa yang terjadi dengan Naruto Uzumaki? Sebenarnya siapa Naruto Uzumaki bagi gadis ini? Ini membuatnya bingung! Pertama para siswi memanggilnya Naruto-senpai, padahal sejatinya ia baru pertama kali menginjakan kaki sekolah tersebut. Kedua gadis berkacamata yang menduduki posisi Fuku-kaichou, memanggilnya 'Nii-chan' dan sekarang gadis Iblis dari clan Gremory ini menyamakannya dengan Naruto Uzumaki!.

'Siapa sebenarnya sosok Naruto Uzumaki itu?' batinnya frustasi dengan semua kejanggalan ini. Pemuda itu meraih tangan Rias di pipinya dan menggenggamnya erat, saat masih setia berada di pipinya.

"Rias-senpai boleh aku menanyakan suatu hal?" Rias mengangguk menyetujui. Kini mata indah sang Haires Gremory menatap pemuda di hadapannya dengat tatapan sayu.

"Sebenarnya... Siapa sosok Uzumaki Naruto itu?"

Deg!

Rias tertegun, dengan segera gadis itu melepaskan genggaman pemuda Namikaze itu dari tangannya yang masih berada di pipi sang pemuda. Memalingkan wajahnya ke arah laut, Rias menundukan wajahnya dalam-dalam hingga ekspresinya tidak terlihat, karena tertutup poni merah rambut indahnya.

"Dia... Memiliki fisik yang sangat identik dengan dirimu, bahkan namanya dan namamu hanya berbeda dibagian marga saja."

"..." entah mengapa, setelah gadis di hadapannya itu mengucapkan kalimat tersebut... Ada sebuah rasa sakit dihatinya. Entahlah ia tidak tahu rasa apa yang kini ia rasakan, namun rasa ini begitu sesak dan sejuk dalam waktu bersamaan.

"Namun... Hanya sifat yang membedakan dirinya dan dirimu. Dia adalah... pria yang baik, cerdas, setia kawan, dan juga rela mengorbankan nyawanya demi orang-orang yang berharga untuknya dan dia... Adalah pria yang paling ku cintai." linangan liquid bening perlahan menganak sungai, mengalir deras dari iris indah yang kini terlihat kusam.

Hancur!

Ya, hancur sudah semua pertahanan Rias, hancur sudah rasa sakit yang ia pendam. Semua hancur dan ditumpahkan dalam derasnya air mata, yang kini mengalir deras yang menjadi bingkai di wajah 'ayunya'.

"Sungguh sosok yang sempurna... Tapi kemana dia sekarang? Mengapa dia tidak berada di sampingmu? Kudengar dari kepala sekolah kalau dia pindah sekolah. Apakah itu benar?"

"Salah! Semua itu..hiks... adalah alibi yang keluargaku gunakan untuk menutupi fakta yang sebenarnya."

Deg!

Alibi? Jadi semua informasi yang beredar dikalangan siswa-siswi Kuoh akademi itu hanya kebohongan belaka? Tapi... Untuk apa keluarga Gremory menutupi fakta sebenarnya tentang Naruto Uzumaki?. "kalau boleh tahu... Kenapa keluargmu menyembunyikan fakta yang sebenarnya?"

"Itu... Karena Naruto menyelamatkan hidupku dan teman-temannya dari bahaya, walaupun dengan bayaran setimpal yaitu... Hikz... Nyawanya sendiri." dan gadis berambut merah itu larut dalam tangisannya, ia menangis tersedu-sedu sembari mencengkam ujung dress one piece yang saat ini membalut tubuh rapuhnya.

"..." jadi begitu? Sekarang semua sudah jelas, sekarang semua indikasi yang Naruto rasakan sudah menuju satu titik. Satu titik yang membawa ke dalam sebuah kesimpulan.

Greeb!

Rias terhenyak saat sebuah tangan kekar berwana tan, meraih tubuhnya dan menenggelamkan wajahnya kedalam dada bidang beraroma masculin. Rasa hangat dan nyaman mulai menjalar ke seluruh tubuhnya secara perlahan. Rasa yang sama saat ia dalam dekapan pria yang menjadi cinta pertamanya. Serasa mengalami de javu kini rasa itu meluluhkan hatinya kembali.

Rias mendongak iris blue green-nya bertemu dengan blue sapphire bertabur ruby, milik Naruto yang menatapnya dengan pandangan sayu, dan mengelus surai merahnya penuh kasih sayang.

"Bebaskanlah... Bebaskan segala emosi menyakitkan yang berada di hatimu. Walaupun aku bukan siapa-siapa dan tak'kan menjadi apapun dalam hatimu... Tapi izinkanlah aku untuk menjadi sosoknya, agar aku bisa membuatmu merasa nyaman dan menjadi pengobat rindumu, walaupun hanya malam ini." menjeda ucapanya Naruto tersenyum miris 'Ya hanya malam ini dan untuk selamanya.' lanjutnya dalam hati.

Tanpa kedua insan itu sadari, dari atas tiang listrik tampak seorang pria yang mengenakan yukata merah, mengamati aktifitas mereka berdua sejak awal.

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

-Ke esokan harinya-

Seperti biasa jalan utama yang menuju Kuoh akademi dipenuhi oleh para pelajar untuk melakukan aktivitas wajib sebagai penuntut ilmu. Tidak terkecuali dengan peerage Rias Gremory yang kini tampak santai berjalan dari kediaman Hyoudou menuju Kuoh akademi.

"Akeno-san apa Buchou semalam tidak pulang ke rumah?" tanya Ise dengan nada khawatir.

"Ara Ara~ ufufufu, sepertinya tidak. Apa Isse-kun mengkhawatikan Buchou?" jawab Akeno dengan nada penggodanya untuk menjahili sang junior imutnya tersebut.

"Begitu... Tapi bukannya kemarin ia pergi bersamamu Kiba?"

"Kau benar Ise-kun, tapi kemarin Buchou menyuruhku pulang terlebih dahulu, dan meninggalkannya di dermaga."

Bruumm!

Bruumm!

Suara kendaraan Roda dua berwarna hitam carbon menggema ke segala penjuru jalan, yang memasuki kawasan Kuoh akademi, membuat seluruh murid yang menuju sekolah'pun mengalikan direksi pandangannya menuju sumber suara. Tidak terkecuali Kelompok Gremory.

"..."

"..."

"Ara ara~ ufufufu, Rias mulai nakal eh?"

"Kyaaaa~ Rias one-sama sangat serasi dengan Naruto-kun~" teriakan Histeris menggelegar di depan gerbang saat sebuah motor hitam melewatinya. bukan karena norak atau apa! Namun yang membuat para siswi berteriak histeris adalah karena sang One-sama Kuoh akademi tepatnya Rias 'dibonceng' oleh Naruto, dengan gaya yang dapat membuat para Jones(Jomblo ngenes) mati menahan rasa iri.

Sedangkan kelompok Gremory memandang adegan itu, dengan tatapan yang bermacam-macam. Mulai dari Kiba yang merasa senang karena Buchou-nya tampak bahagia bersama pemuda yang identik dengan mendiang sahabatnya sekaligus kakak dari kekasihnya(Tsubaki). Si loli imut Koneko yang tersenyum simpul. Si vulgar Xenovia yang agak memerah. Asia yang tersenyum. Akeno yang merasa senang sekaligus mendapat 'bahan' untuk menjahili sahabat dari kecilnya. Dan Ise yang menatap adegan itu dengan pandangan syok, serta marah. Marah bukan dalam artian cemburu, tapi marah karena ia tahu siapa Naruto yang sebenarnya.

'Kuso! Apa yang kau rencanakan Naruto!' batin Ise khawatir dengan Rias dan tidak menyangka atas tindak-tanduk Naruto yang diluar perkiraannya.

[Sementara itu satu jam yang lalu di Underworld]

"Lucifer-sama ini dokumen yang anda minta dari Divisi labolatorioum DNA" ucap seorang pria muda berambut lurus hitam, dengan gaya poni tail. Pria itu menggunakan Yukata merah dengan Obi(tali pinggang khas yukata) berwarna putih yang terikat rapih bersama katana. Sepertinya pria itu orang jepang atau lebih tepatnya seorang Samurai.

"Arigatou Souji-kun, dan silahkan kembali ke divisimu"

"Ha'i Lucifer-sama." dan pria itu menghilang meninggalkan siluet hitam akibat dari gerakannya yang sangat cepat. Membuka dokumen yang ia pegang, Sirzachs mengambil selembar foto yang ada di dalam dokumen tersebut dan memandanginya dalam-dalam.

"Kau memang sangat mirip dengan 'dia' walaupun kau berjalalan di jalan yang sangat berlawanan dengan dirinya." Sirzachs memejamkan matanya sejenak untuk mengambil keputusan, detik berikutnya ia membuka matanya dan menjatuhkan perintah. "Greyfia, hubungi Azazel dan Falbium katakan pada mereka untuk menyiapkan 1 squadron masing-masing dengan tingkatan terbaik, dan katakan pada mereka kalau kita akan melakukan penyergapan teroris, di Kuoh akademi pada waktu sekolah usai!"

"Ha'i Sirzachs-sama, tapi apa anda yakin dengan ini? Firasatku mengatkan bahwa dia adalah 'satu jiwa dua raga'." ucap Greyfia dengan nada lirih yang menyiratkan kepedihan, walaupun ekspresi wajahnya tetap datar.

"Entahlah Greyfia... Entahlah aku'pun merasakan seperti apa yang kau rasakan, karena bagaimanapun dia adalah mantan 'tangan kiri ku'."

.

.
"Brengsek! Apa maksudmu mendekati Buchou!" Ise berteriak lantang di depan wajah Naruto, yang saat ini berhasil ia bawa ke area gedung olahraga untuk meminimalkan efek dari pertengkaran yang 'mungkin' akan terjadi.

"Ara, jadi kau cemburu kalau aku mendekati Rias?" balas Naruto dengan seringai meremehkan di wajahnya.

Buakh!

Ise yang sudah tidak tahan dengan tingkah Naruto, menghantamkan bogem mentahnya ke wajah Naruto yang di terima dengan senang hati, walaupun nyatanya Naruto mampu untuk menghindari serangan itu dengan mudah.

"Asal kau tahu Naruto Namikaze! Aku sama sekali tidak cemburu! Aku menyayangi Rias sebagai Onee-sama ku bukan sebagai wanita pada umumnya! Karena aku tahu dan aku menghargai Naruto Uzumaki sebagai orang yang mencintai Rias lebih dari nyawanya sendiri!" bentak Ise jujur. Memang benar apa yang ia katakan kalau Ise menyayangi Rias sebagai Kakak perempuannya, bukan seperti apa yang orang-orang bicarakan. Tapi kalau masalah menggoda dan semacamnya itu... Ia hanya mengikuti hawa nafsunya sebagai manu-ralat-iblis super hentai. "Dan dengan kau yang mendekati Rias. kau sama saja dengan melanggar perjanjian yang telah kita SEPAKATI!"

Buakh!

Buakh!

Daakh!

Ise terus dan terus mendaratkan pukulannya ke wajah Naruto. Pemuda yang bungkam atas ucapan Ise dan 'menikmati' setiap kepalan tangan yang didaratkan oleh Ise.

Greep!

"Apa kau sudah puas memukulku?"

De Javu

Ise merasakan kejadian yang sama seperti terulang kembali. Saat waktu itu sehari dimana sebelum Naruto mati, ia juga menghajar Naruto Uzumaki yang membuat Rias menangis. Walaupun ia tahu dalam masalah ini pemuda yang ia hajar, adalah pemuda yang berbeda meski wajah mereka sama.

"Aku tahu itu Ise! Aku tahu derita apa yang Rias alami, aku mendengar ceritanya semalam saat Rias dalam masa-masa paling buruk. Oleh karena itu aku mencoba menghiburnya dan itu hanya malam itu... tidak lebih!" Naruto melepas cengkramannya dari lengan Ise dan merapihkan pakaiannya yang tampak kusut. "Sekaran kau tahu bukan? Apa maksudku mendekati Rias? Kalau begitu semua sudah selesai! Dan perjanjian kita tetaplah berlangsung."

"..." Dan pemuda itu melangkahkan kaki, pergi ke keluar dari gedung olahraga meninggalkan Ise yang terduduk lemas bersandarkan dinding.

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

"Namikaze-kun bisakah kau membantu mengoreksi soal-soal ulangan di kantorku" Naruto menoleh ke arah sumber suara. Ia tahu pria yang dipanggilnya Sensei itu adalah Gubernur Malaikat Jatuh, Namun karena penyamarannya di sekolah ini. Jadi ia akan mengikuti semua yang diperintahkan guru kepadanya, agar penyamarannya tidak terbongkar.

"Baiklah Sensei"

"Ah, Arigatou Namikaze-kun, kalau begitu aku tunggu di ruanganku" Dan Azazel melenggang pergi dari ruangan kelas tersebut menuju ruangannya. Tapi sebelum ia benar-benar tiba di ruangannya, ia mencari koridor sepi dan membuat sihir komunikasi kecil di telinganya.

"Target terkonfirmasi rencana 'penangkapan naga' siap dilaksanakan dalam 30 menit"

'Siap dilaksanakan'

.

[-Lima menit sebelum penyergapan-]

.
"Ah... Karena semua sudah selesai maka silahkan pulang Namikaze-kun" ucap Azazel sembari meregangkan otot-ototnya yang kaku karena hampir setengah jam memeriksa soal ulangan murid-murid.

"Baiklah kalau begitu. Saya mohon undur diri Sensei" jawab Naruto sambil memberi salam dan ber-Ojigi memberi penghormatan kepada sang Sensei. Setelah itu pemuda Namikaze tersebut keluar dari ruangan Azazel.

"target mendekat, tim pemancing bersiap pada posisi kalian masing-masing" ucap Azazel setelah membuktikan bahwa sang target benar-benar telah berada dalam posisi hijau.

'wakarimasta!'

Berjalan melewati koridor sepi dengan lantahnya yang gontai, Naruto benar-benar lelah dengan aktifitasnya hari ini. Dari mulai menghindari 'terkaman' Rias yang tidur tanpa busana, Ise yang membuat mood-nya memburuk, sampai mengoreksi soal-soal nista yang di berika si gagak mesum. "haaah. Melelahkan"

Tap!

Deg!

Baru satu langkah ia menuruni tangga untuk menuju lantai dasar, instingnya mendeteksi adanya indikasi sebuah aura kehadiran dalam jumlah besar, walaupun itu ia rasakan agak samar-samar.

Menegakkan tubuhnya dan melakukan gerakan kecik untuk me-rileks-kan otot-otot yang kelu, bukan bermaksud menyepelekan namun ia tahu posisi siaga bertarung yang dapat mengecoh musuh dengan berlaga santai. Pemuda itu melanjutkan langkahnya menuruni satu demi satu anak tangga.

'aneh sekali, kenapa di tempat ini sangat sepi? bukannya masih ada para murid yang melakukan kegiatan club? Cih jadi kalian mau main tipu eh?" bingo! Strategi yang kurang ampuh untuk mengecoh sang ninja kalau caranya seperti itu melanjutkan langkahnya, kurang lebih hanya tinggal lima meter ia keluar dari gedung sekolah.

Betzz!

Crash!

Tap!

Tiba-tiba sebuat tebasan menyilang dari atas kebawah mengarah tepat ke arah Naruto, namun reflek dari pemuda itu lebih cepat untuk menghindari serangan tersebut, dengan menggunakan tiang penyangga koridor, sebagai pijakan dan bersalto kebelakan. "cih, jadi kalian yang aura yang sejak tadi aku rasakan?"

Di hadapan Naruto kini terlihat lima orang samurai, dengan seorang pria berambut hitam yang di ikat kuda, sebagai pemimpinya karena ialah satu-satunya samurai yang menggunakan yukata merah, sedangkan sisanya berwarna putih.

"Namikaze Naruto, kau ditahan atas tuduhan menyerang konfrensi tiga fraksi, kekacauan di underworld, perusakan jembatan lingkar luar tokyo timur dan sebagai anggota Khaose Brigade!"

"cih, jadi kalian sudah tahu identitas asliku? Kalau begitu aku harus membersihkan kalian semua agar tidak ada satupun yang mengetahuinya!"

Blaaar!

Kejutan aura naga berwarna merah meledak dari tubuh Naruto, membuat area dalam radius lima meter mengalami retakan. Dan detik berikutnya pemuda Namikaze itu terselimuti aura merah transparan yang berkobar-kobar layaknya kobaran api.

Souji, pemimpin dari tim pemancing memerintahkan anak buahnya untuk maju menyerang Naruto. Dalam kecepatan yang mereka punya, keempat samurai itu menghunuskan katana mereka masing-masing, secara lurus dari empat arah berbeda.

Menyadari adanya bahaya, Naruto melompat ke atas menghindari empat katana yang siap melubangi tubuhnya, dan mendaratkan tendangan kuat kepada salah satu samurai dengan kaki kanannya yang sudah diresapi Dragon Power.

Buakh!

Satu samurai terpental jauh dan menabrak tiang bangunan hingga hancur berkeping-keping, akibat tendangan Naruto yang diperkuat Dragon Power.

Salah satu samurai hendak menebaskan katananya secara vertikal kearah Naruto yang sedang berjongkok, namun Naruto terlebih dahulu melakukan sapuan bawah, hingga samurai itu terjatuh. Tidak sampai di situ saja saat samurai itu jatuh, dengan segera Naruto merebut katana itu, dan menancapkannya ke tengkuk samurai yang terjatuh, dan otomatis membunuh samurai tersebut. Kini tinggal dua samurai tersisa yang berada di sekitarnya.

Mencabut katana dari bangkakai pemiliknya, dan membalik pegangan katana tersebut, lalu dengan frontal pemuda Namikaze itu menyerbu maju kearah dua samurai tersisa.

Trank!

Trank!

Tapi tampaknya kedua samurai itu lebih kompeten, hingga dapat menahan setiap serangan Naruto. "menyerahlah Namikaze atau kami akan membunuh mu!" ucap salah satu samurai penuh percaya diri.

"cih, apa kalian yakin mampu membunuhku? Aku peringatkan aku bukanlah samurai! Jadi aku bisa menghalalkan segala cara untuk membunuh kalian!"

"Cih, sombong! Baiklah kalau begitu kita buktikan kalau bualanmu tidak sebesar kemampuanmu" kedua samurai itu berlari menerjang kearah Naruto, namun sebaliknya Naruto hanya diam sembari menggenggam katana pinjamannya(err...rampasan) itu dengan erat.

Syuuut!

Salah satu samurai melakukan tebasan horizontal dari kanan ke kiri, mencoba untu memenggal buruannya.

Trank!

Dengan membuat tebasan vertikal dari bawah keatas, Namikaze muda itu menahan laju serangan musuh sekaligus membelokannya ke kiri. Dengan timeing yang tepat pemuda Namikaze itu, menjejak dinding di sebelah kirinya sebagai tumpuan untuk bersalto kebelakan kanan. Saat masih di udara dengan posisi terbalik(kepala di bawah kaki di atas), dalam hentakan kuat mantan Ninja itu menyabetkan katananya horizontal dan sukses memenggal kepala salah satu samurai, dari arah tengkuh hingga menembus leher.

Crash!

Darah segar berhamburan dari jasat tanpa kepala yang tergeletak dilantai. Mata pemuda itu membelalak saat dari arah belakang sebuah katana menggunus tepat ke tengkuknya.

Trank!

Crash!

Namun ia masih dapat memblok serangan tersebut, dengan cara membalikan tubuhnya, seraya melakukan tebasan miring dari atar kebawah yang tepat memotong tubuh samurai itu hingga terbelah dua.

Prok!
Prok!
Prok!

"Sungguh luar biasa kau dapat menghabisi anak buah terbaikku dalam jangka waktu lima menit!" ucap Souji pemimpin dari samurai-samurai yang kini telah menuju alam baka.

"Cih, jangan harap hanya dengan segelintir samurai medium-level, kau mampu menangkapku!"

"Baiklah kalau begitu, sepertinya sudah saatnya aku unjuk gigi" pria bernama Souji itu membuat kuda-kuda layaknya samurai. Menggenggam katana yang masih terjaga dalam tempatnya, pria itu melakukan gerak awalan untuk mencabut katana yang berada dipinggang.

"tampaknya katana milikmu memiliki aura yang mengerikan. Kalu begitu mari kita adu katana mu dan katana milikku" tiba-tiba dari udara hampa yang berada di arah kanan pemuda Namikaze itu terdistori, menampakan sebuah lingkaran sihir berben pusaran berwarna merah. Memasukan lengannya kedalam, inkarnasi Great Red itu mencabut sebuah katana berwarna hitam legam tanpa sarung dengan ukiran kanji berwarna merah di sepanjang bilahnya.

"..." Souji melebarkan matanya ia syok saat melihat katana tersebut. Syok bukan karena aura pembantai iblis kuat, yang terpancar dari katana itu tapi... Syok karena ia sangat familiar dengan katana yang berada di genggaman musuhnya.

'Bu-bukankah Katana itu milik tangan kiri Lucifer... Naruto Uzumaki?' ya, ia sadar bahwa Katana milik musuhnya adalah milik teman seperjuangannya, di Divisi mata-mata yang di'dirikan oleh Maou Sarzachs Lucifer. "KENAPA KAU MEMILIKI KATANA ITU!"

Menautkan alisnya bingung Naruto membawa katananya di bahu dan mengetuk-ngetukannya. "Apa maksud mu? Ini memang milikku sejak aku lahir!"

"..."

Merasa waktu bermain telah usai, Naruto berlari kedepan mengambil kesempatan saat musuhnya masih senantiasa mematung.

[misi tetaplah misi! Jangan pernah kau bawa masalah pribadi dalam misimu, karena misi adalah prioritas utama!]

Trank!

Souji yang sadar dari lamunanya langsung menahan tebasan Naruto dengan sigap. Kini ia baru ingat, ajaran Naruto Uzumaki tentang kedisiplinan dalam misi.

"Sudah sadar dari lamunanmu eh? mari kita lanjutkan!"

Buakh!

Souji terpental jauh kebelakang akibat terkena tendangan kuat yang Naruto lakukan. tidak sampai di situ pemuda Namikaze itu meresapi Dark Power dan Dragon Power secara bersamaan, kedalam katana-nya hingga bilah senjata itu terselimuti aura hitam kemerahan.

[Namikaze Dark step : True Vorbal Blaz]

aliran listrik hitam kemerahan meletup dari bilah tajam Demon Slayer. dalam kecepatan yang ia punya pewaris tahta Great Red itu meluju kencang keluar gedung sekolah sembari menebaskan katananya, yang melesatkan petir hitam kemerahan ke arah Souji.

"Semua unit masuk!"

BLAAAAAR!

Deru nafas pemuda Namikaze itu memburu, efek dari tekhniknya mulai terasa disetiap rangkaian persendiannya, ditambah stamina dan luka fisik yang di akibatkan oleh pertarungannya melawan Salba dan setengah anggota golongan pahlawan dua hari yang lalu masih belum pulih dengan total dan juga Naruto ikut terkena dampak ledakan dari jurusnya yang membuatnya terpental beberapa meter, walaupun ia masih bisa menahan berat tubuhnya dengan menancapkan Demon Slayer sebagai tumpuan.

Asap debu kecoklatan yang mengepul hebat mulai mereda terbawa hembusan angin secara perlahan. Mata biru indah pemuda itu bertranfromasi menjadi merah darah dengan pupil vertikal berwarna kuning, dan menyiratkan kehancuran saat ia melihat kemunculan kurang lebih 2 squadron iblis dan malaikat jatuh dari balik asap debu tersebut.

Namun tidak hanya itu mata asli yang diperoleh dari Blood line klannya yang mampu men-scan area sekitar, ia melihat dua orang pria dengan level yang jauh berbeda dari dirinya dan makhluk disekitarnya, kini berada di depat satu squadron masing-masing kubu.

"Yare yare. Sejujurnya aku tidak menyangka kalau kau adalah salah satu anggota Khaose Brigade! Tapi mau apa dikata? Kalau fakta telah membuktikannya!" Azezel mengucapkan kalimat tersebut dengan nada yang agak jijik, walaupun tidak diketahui oleh segelintir orang yang berada disana.

"haaah, jadi ketahuan ya?" jawab Naruto sambil menghela nafas berat.

"Menyerahlah Namikaze Naruto! Kali ini kau tidak akan bisa pergi kemana-mana!" kali sang Maou yang turut andil bagian. Sejujurnya Sirzachs agak terkejut dengan senjata yang kini dipegang targetnya, namun ia tidak boleh menunjukan keterkejutannya itu dalam situasi seperti ini.

"Ara ara, aku jadi sangat-sangat heran! Kemarin ketua Old Satan Faction dan Ketua Hero Faction ingin membunuhku! Dan sekarang kedua pimpinan dari tiga fraksi juga ingin menangkapku! Seberapa berbahayanyakah aku dimata kalian? Hah~ merepotkan." menjeda ucapannya pemuda Namikaze itu menancapkan Demon Slayer sebelum melanjutkan. "Tapi... Kalau kalian ingin menangkapku apa boleh buat? Aku akan melawan kalian sampai titik darah penghabisan!"

Blaaar!

Aura merah meledak dari tubuh Naruto mengguncangkan area Kuoh akademi yang entah sejak kapan telah terbungkus kekkai.

[Aku adalah yang hendak bangkit!]

[Raja naga dari segala raja naga dan kaisar naga dari segala kaisar naga!]

[kalian yang telah memilih tenggelam dalam dunia ilusi! Dan aku yang akan menenggelamkan kalian kedalam mimpi tak berujung!]

[Kalianlah yang ak-]

BLAAAAR!

Belum sempat Pemuda Namikaze itu menyelesaikan mantra kebangkitannya, sebuah aura penghancur berwarna merah kehitaman harus terlebih dahulu membungkam Naruto. "Ukh... Ough" darah segar termundahkan dari mulut Naruto dalam jumlah banyak. Rasannya seluruh tulang di tubuhnya remuk redam. Pakaian yang membalut tubuh kekarnya kini telah lenyap akibat serangan Power of Destruction. Untung bagi Naruto sebelum tubuhnya benar-benar termakan oleh Power of Destruction, segel kegelapan yang ada di dada kirinya aktif dan membuat sebuah tameng dari Darknes Power.

Asap mengepul dari tubuhnya pertanda betapa panasnya energi pemusnah khas klan Bael yang dimiliki Sirzachs Lucifer. Pemuda Namikaze itu mencoba bangkit walaupun tubuhnya bergetar hebat.

"Ini benar-benar merepot-"

Blaaar!

Bulum sempat Naruto menyelesaikan ucapannya, puluhan tombak cahaya melesat kearahnya dan detik itu juga meledak tepat di tempatnya berpijak, pemuda itu tidak sempat mengelak sehingga ia terkena dampak tombak cahaya tersebut.

"Sekarang sudah waktunya kau ditangkap Naruto!" Azazel dalam mode Balance Breaker-nya bergerak dalam kecepatan yang sulit dipercaya. Kini Gubernur malaikat jatuh itu telah berada di hadapan Naruto yang saat ini masih terbaring dengan nafas memburu.

Deg!

Hanya tinggal satu meter jarak antara tombak cahaya milik Azazel dan tubuh Naruto, Azazel mematung saat melihat sebuah tato atau lebih tepatnya segel berbentuk bintang 6 arah mata angin dengan kaligrafi kanji bertuliskan [Makkura] (total darknes) di pusatnya.

"ka-kau... tidak mungkin!" Azazel melangkah mundur sebuah akibat sebuah hipotesa yang terancang di otaknya. pertama Naruto Uzumaki mati membawa segel kegelapan, karena melalukan boom bunuh diri di dalam pusaran dimensi saat melawan anak buahnya Kokabiel , kedua isu beredar tentang seorang pria yang menjadi inkarnasi dari kaisar naga merah sejati, ketiga Naruto Namikaze dengan fisik yang identik dengan Naruto Uzumaki muncul pasca penyerangan Khaos brigade di pertemuan tiga fraksi, keempat ia tahu identitas inkarnasi Great Red adalah pemuda dihadapannya, dan yang terakhir pria ini juga memiliki segel kegelapan yang dibawa mati Naruto Uzumaki.

"Siapa kau sebenarnya Naruto!" tanya Azazel dengan nada curiga sembari menodongkan tombak cahaya berbentuk trisula di leher sang target.

"aku adalah aku dan aku bukanlah siapa-siapa! aku hanya alat yang membantu Ojou-sama untuk membuat rencananya berhasil"

"Pasukan tangkap dan segel dia! kita bawa pemuda ini keistana Lucifer!" mendengar printah dari Azazel enam orang tim penyegel menghampiri Naruto yang kini sudah tidak berdaya dan merantai tubuh pemuda itu dengan rantai penyerap youki.

'Maafkan aku Ojou-sama' lirih pemuda itu sebelum menghilang dalam lingkaran sihir besar yang menuju ke istana sang Maou lucifer.

.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

.

"Hn, mungkin sudah waktunya bocah itu mendapatkan kekuatan tingkat satu? Bagaimana menurutmu Ophis?" suara besar, serak namun berwibawa bergema diseluruh penjuru celah dimensional. Suara itu berasal dari seekor makhluk super raksasa dengan panjang kurang lebih 700 meter dan lebar satu kali panjang lapangan sepak bola. Tubuhnya berwarna merah crimson dengan sepasang sayap yang membentang lebar. Sepasang tanduk besar yang melengkung kebelakang tertata rapih di kepalanya, sebuah permata merah delima berbendar terang di dahinya bak mahkota yang menambah kesan bahwa naga tersebut adalah Raja dari segala Naga.

"Ide yang bagus... Kalau kau mau membuka tingkat pertama untuk 'pangeranku' agar ia bisa meredam [Makkura] supaya tidak terlepas dari segelnya" balas Ophis, gadis loli penjelmaan dari Ouroboros Dragon itu duduk santai diatas kepala Great Red.

"Ya, akupun berfikir seperti itu namun... Yang mengganjal di kepalaku adalah... Apakah dia bisa menahan lonjakan energinya kalau aku membuka tingkat kesatu?"

"Kau terlalu naif Great Red... Kau terlalu naif. Apa gunanya kau mempercayai 'pangeranku' agar menjadi kaisar dari tahta yang saat ini berada dalam genggamanmu, Kalau kau menjadi bimbang seperti ini?"

"Entahlah Ophis..." Dewa naga itu menjeda ucapannya sebelum mengulangi "Entahlah, mungkin kau benar aku terlalu naif sampai tidak mempercayai 'darah dagingku' sendiri"

.

.
To Be Continue!

AN: 7K+ Jumlah word bersih chapter kali ini, karena masih 'ada' Reader yang mengeluh wordnya kurang banyak! Sesungguhnya baru pada tiga chapter di fic ini saya membuat word lebih dari 4K+ karena itu adalah batas saya di setiap chapter, namun karena saya sedang semangat menulis ARC ini jadilah 7K+ isi bersih.

Hn, apakah kalian bingung dengan chapter ini? Kalau ya mungkin di chapter depan saya akan membuat Author Note's spesial untuk pembahasan.

dan jangan anggap Naruto disini lemah banget! karena saya membuatnya mengikuti akal sehat dan pemikiran yang logis.

Perlu bukti? ok Baca LN-nya pas jilid yang berjudul "Armagedon di belakang gymnastium" disitu kalian bakal tau seberapa dahsyat Power of Destruction punya Sirzachs lucifer, bahkan hanya dengan sebesar bola kasti power of destruction yang Sirzachs keluarkan, dia bisa membuat wakil Old Satan Faction dari keturunan Ashmodus hancur berkeping-keping. apa lagi Naruto yang sejatinya ditembak pakai ukuran setengah tenaga? untung dia gx mati karena Darknes power jadi tamengnya dan cuma sekarat doang kena tu tembakan jadi yah... jangan anggap di fic ini Naruto terlalu lemah.

Lasly, sempatkanlah barang cuma dua menit untuk mereview. karena itu saya anggap sebagai apresiasi untuk fic ini ^_^ tapi kalo gx review juga gpp, toh saya bikin fic cuma untuk mengisi kekosongan waktu dan sebagai hiburan.

Thanks untuk semua yang sudah mereview semua sudah saya balas ko jadi tinggal cek PM kalian masing-masing tapi khusus bagi yang udah mereview ya :D . yang gx review? owalah mau apa juga aku PM yang gx review kecuali sih kalo aku minta saran itupun hanya kepada author-author senior yang sangat fantastis. ^_^

Sampai jumpa di Chapter 11 ^_^ MIND TO RnR?