Sebelumnya di "The Devil Ninja Shadow"
.
.
.
"Hn, mungkin sudah waktunya bocah itu mendapatkan kekuatan tingkat satu? Bagaimana menurutmu Ophis?" suara besar, serak namun berwibawa bergema diseluruh penjuru celah dimensional. Suara itu berasal dari seekor makhluk super raksasa dengan panjang kurang lebih 700 meter dan lebar satu kali panjang lapangan sepak bola. Tubuhnya berwarna merah crimson dengan sepasang sayap yang membentang lebar. Sepasang tanduk besar yang melengkung kebelakang tertata rapih di kepalanya, sebuah permata merah delima berbendar terang di dahinya bak mahkota yang menambah kesan bahwa naga tersebut adalah Raja dari segala Naga.
"Ide yang bagus... Kalau kau mau membuka tingkat pertama untuk 'pangeranku' agar ia bisa meredam [Makkura] supaya tidak terlepas dari segelnya" balas Ophis, gadis loli penjelmaan dari Ouroboros Dragon itu duduk santai diatas kepala Great Red.
"Ya, akupun berfikir seperti itu namun... Yang mengganjal di kepalaku adalah... Apakah dia bisa menahan lonjakan energinya kalau aku membuka tingkat kesatu?"
"Kau terlalu naif Great Red... Kau terlalu naif. Apa gunanya kau mempercayai 'pangeranku' agar menjadi kaisar dari tahta yang saat ini ada dalam genggamanmu, Kalau kau menjadi bimbang seperti ini?"
"Entahlah Ophis..." Dewa naga itu menjeda ucapannya sebelum mengulangi "Entahlah, mungkin kau benar aku terlalu naif sampai tidak mempercayai 'darah dagingku' sendiri"
.
.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
.
.
.
[The Devil Ninja Shadow]
Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi
Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. not Lemon)
Genres : Semi-Romance, Adventure, fantasy, Sci-Fi, Supernatural, hurt/comfort, ETC.
Pairing : "Penjahat tidak membutuhkan cinta" meminjam perkataan The Dark Side; Yami Naruto, dari fic TBT(The Best Team) by : Jendral(Ecchi) Dony Ren/Icha Icha Ren.
Slight pair: KibaTsuba, IseAsia, ValiKuro, NaruNaru(?) and more.
Warning : Dark Side, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Etc.
.
.
.
.
.
ARC : II - why the dragon's cry without tears? (In the hearts of all secrets will be revealed and become a reality.)
Chapter : III - Escape : The Chroconicles of Awakening Dragon. (Jatidiri sebenarnya dari Makkura)
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Sirzachs Gremory dengan kekuatannya Power of Destruction. Kekuatan khas klan Bael yang diturunkan dari pihak keluarga ibunya adalah salah satu dari tiga iblis super yang pernah ada dalam sejarah Underworld pasca Great War. Sekaligus penyandang gelar Maou Lucifer karena dia adalah iblis paling kuat diantara kedua Maou pria yang lain, Yaitu Falbium Asmodeus dan Ajuka Beelzebub.
Ajuka mengatakan; saking dahsyatnya kekuatan Power of Destruction yang dimiliki Sirzachs. Pria itu adalah perwujudan sejati dari Power of Destruction itu sendiri. Karena dia mampu mengontrol kekuatan penghancur itu dengan sesuka hatinya, seakan-akan Power of Destruction adalah anggota tubuhnya sendiri. Ditambah ada sebuah tingkatan yang mana belum pernah dicapai oleh satupun anggota keluarga Great King (Bael) yang sejatinya klan asli pemilik kekuatan penghancur itu, yang mampu dikuasai oleh Sirzach Lucifer dalam wujud [True Form].
Berbicara tentang Sirzachs Lucifer, dia adalah seorang Maou yang memiliki inovasi untuk membuat beberapa Divisi dalam pemerintahannya. Satu contoh kecil dari Divisi itu adalah Divisi rahasia yang berada dibawah perintahnya secara langsung.
Divisi itu terdiri dari berbagai jenis iblis reinkarnasi yang memiliki latar belakan berbeda-beda, namun memiliki kriteria unik dalam hal individual. Mulai dari Ninja, Assasins, Ksatria, Agent rahasia, Intel sampai Samurai. Semua itu ditujukan agar memenuhi kriteria dalam membentuk sebuah pasukan rahasia khusus, yang berada di bawah naungan Sirzachs Lucifer.
Sirzach, Maou itu memijat keningnya kembali untuk meredakan penat yang menghantui otaknya. Semua masalah baru-baru ini membuatnya agak frustasi, ditambah kedua tugas milik maniak teknologi dan si pemalas ( Ajuka dan Falbium) juga ia kerjakan. Beruntung bagi sang Lucifer, andai saja bidang diplomasi tidak ditangani oleh (Mahou Soujo) Serafall Laviathan, mungkin saat ini otaknya sudah mengalami system down.
"Lucifer-sama, Namikaze Naruto telah dipindahkan ke ruangan penyiksaan." lapor seorang Samurai yang mengenakan Yukata berlapis Haori sinsengumi yang diketahui bernama Souji.
"Bagus kalau begitu. Beritahu Divis keamanan umum untuk memperketat keamanan di sekitar kota Lilith khususnya istana Lucifer, dan memulailah Intrograsi pemuda itu."
"Ha'i Lucifer-sama" pria bernama Souji itu ber-ojigi untuk memberi penghormatan, dan mulai melangkah pergi, namun sebelum sang samurai benar-benar pergi keluar dari pintu. Langkahnya terhenti dan menoleh ke arah sebaliknya. "Apa anda merasakan seperti yang hamba rasakan Sirzachs-sama?"
Sang Satan Crimson menghentikan aktifitasnya. Ia menghela nafas berat sebelum menjawab. "Ya aku juga merasakannya Souji-kun. Namun hukum tetaplah hukum aku tidak akan memberi disfensasi sedikitpun kepada teroris, walaupun mungkin dia adalah 'tangan kiriku'." setelah mendengar jawaban tersebut, sang Taichou [Divisi Intel] melanjutkan langkahnya dan menghilang bersama pintu yang tertutup.
[Maaf, karena aku membicarakan hal ini melalui saluran komunikasi, Sirzachs.]
"Ya, tak apa, Azazel. Namun ada apa yang ingin kau sampaikan sehingga kau menghubungiku melalui sambungan khusus ini?"
[Ini... Tentang kecelakaan yang terjadi pada mantan Haires Astaroth. Tampaknya, ada sesuatu yang ganjil atas peristiwa ini.]
"Sudah ku duga! Aku juga merasakan keganjilan tentang ini!"
[Jadi begitu, Kau juga sudah menyadarinya? Tapi ada satu hal yang membuatku canggung tentang ini, dan juga peringatan yang diberikan Vali tentang... OSF.]
"Tapi... walaupun begitu kita tidak bisa menunda Rating Game, karena beberapa petinggi feraksi sudah berdatangan untuk menyaksikan Rating Game. Contohnya Dewa Odin, Posaidon, dan... Sakra. Mereka telah berada di hotel yang aku sediakan untuk para Eksekutif."
[Jadi para dewa itu benar-benar terobsesi... eh, Dengan Rating Game? Tidak kusangka sampai-sampai 'Orang itu' datang ke sini!]
[Ah... Aku jadi ingat apakah kau sudah mendapat informasi dari inkarnasi Sekiryuushintei?]
"Sepertinya belum... Divisi introgasi dan penyiksaan kami belum mendapatkan hasil apa'pun. Yah... Walaupun aku sudah menempatkannya pada level 6"
[A-apa? Kau sampai menempatkannya pada level 6? Apakah kau berniat untuk... Ah sudahlah, apa'pun tindakanmu semoga saja tidak menimbul'kan hal-hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.]
"Semogap saja..." Sirzachs berhenti berucap sejenak, sebelum melanjutkan. " semoga saja Azazel. Baiklah kalau begitu aku akan menghubungimu kembali nanti, sebelum Rating Game."
[Ok!]
.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Hening.
...
Sunyi.
...
Tanpa suara.
Begitulah suasana yang kini terasa di kastil Ouroboros, walaupun ada beberapa orang yang duduk di sofa mewah berwarna putih gading, yang tertata rapi di ruang utama kastil tersebut, namun tidak ada satupun dari mereka yang angkat bicara. Dua hari pasca tertangkapnya Naruto Namikaze, kelompok Khaos Brigade benar-benar suram.
"Tunggu! Jangan pergi Vali!"
Vali menghentikan langkahnya saat sang Ouroboros Dragon angkat bicara. "Cih, lalu apakah aku harus tetap diam disini? Sementara di luar sana Naruto sedang disiksa habis-habisan? Jangan harap aku diam saja Ophis!" balas sang Lucifer sengit.
Jangan menilai buku dari sampulnya.
Begitulah sifat Vali sebenarnya. Walaupun dari luar dia terlihat tidak peduli terhadap sesuatu, namun sejatinya Vali adalah seorang yang sangat peka terhadap lingkungan sekitar. apa lagi kalau itu sudah menyangkut kondisi team-nya. Dia akan benar-benar murka terhadap siapapun yang berani melukai anggota Team-nya. khususnya; Naruto yang entah sejak kapan ia telah menekatkan diri bahwa Naruto adalah saudaranya.
Jadi apakah dia akan diam dan menunggu kabar Naruto yang mungkin saja tidak akan pernah datang?
jawabanya... tidak! ia sudah memantapkan itu. Vali sudah bertekat menyerang istana Lucifer malam ini untuk menyelamatkan Naruto. seorang pria yang telah ia anggap sebagai saudaranya.
"Jangan gegabah Vali! aku tahu apa yang saat ini kau rasakan. Aku Bukan! tapi kami mengerti apa yang saat ini kau rasakan! namun, kau jangan bertindak gegabah! kau tahu? dengan tertangkapnya Naruto keamanan Underworld sudah ditingkatkan. Aku tahu, kau sangat kuat tapi apa artinya kalau kau bertindak gegabah? itu sama saja dengan menyerahkan nyawamu ketangan musuh!" jelas Ophis panjang lebar. Vali kembali duduk di sofa putih tersebut, masih dengan gejolak amarah yang menguar dari dalam tubuhnya. "Lalu apakah kita akan diam saja? Sedangkan Naruto en-"
"Tidak! Kita tidak akan diam saja saat Naruto dalam bahaya!" dengan cepat Ophis memotong ucapan sang Lucifer muda sebelum sempat menyelesaikannya.
"Malam ini kita akan menggempur Istana Lucifer. walaupun nyawa adalah taruhannya!" tegas Ophis dengas suara lantang. Mendengar deklarasi gila yang terucap dari bibir tipis sang Ouroboros. Vali, Arthur, Bikou dan Kuroka menyeringai Bengis layaknya seorang pemburu yang mendapat mangsa hebat. Sedangkan Lee Fay hanya Sweatdroop melihat perubahan ekspresi super cepat dari teman-teman satu teamnya. Bila itu menyangkut kekerasan.
'Ya tuhan mengapa aku memiliki teman-teman yang begitu masokist dan... Abnormal?' rutuk Le fay dalam hati. "Tapi Ojou-sama apakah kita akan 'menggempur' Underworld hanya dengan anggota lima orang?" tanya gadis penyihir tersebut. semua mata memandang aneh ke arah Le Fay seakan-akan tatapan mereka mengatakan 'apakah itu salah?'
"Tidak Le fay. Bukankah kita punya satu anggota lagi yang dapat memporak-porandakan satu kota?" Le Fay akhirnya sadar akan sesuatu atas ucapan sang Leader Khaos Brigade. Detik berikutnya gadis keturunan Pendragon itu menyeringai bengis.
Melihat seringai jahat di bibir adiknya, Arthur merasa di tinju oleh bogem raksasa Gog magog, saat ia menyadari satu hal penting; Adik kecilnya yang manis ini, telah terkontaminasi sifat gila pertarungan dari semua anggota team Vali.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Klik!
Sebuah suara dari tutup soft drink bergema nyaring, menandainya minuman bersoda itu siap untuk dinikmati. Hyodou Isse, menenggak isi dari soft drink di tangan kanannya banyak-banyak, sehingga rasa soda begitu terasa dikerongkongannya dan memuaskan rasa dahaganya selepas latihan. Sekiryuutei itu kini berada di ruang khusus traning groud yang terletak di basemant [Hyodou Mansion] sudah bukan rahasia publik lagi, pasca rekonstruksi rumah sederhananya oleh Gremory corp. Rumah sang Sekiryuutei yang disulap oleh keluarga Gremory menjadi satu-satunya kediaman paling mencolok di kota Kuoh.
Ok, lupakan itu sejenak kini kita beralih kembali kepada sang Sekiryuutei.
Ise menatap lurus ke depan, pandangan matanya menerawang jauh seakan-akan ia dapat menembus dinding kokok basemant kediamannya. Dalam benak pemuda itu kini berputar-putar memikirkan cara untuk mengembangkan teknik-teknik tersembunyi dari Boosted Gear. Ia sadar hanya mengandalkan kekuatannya saat ini adalah tindakan bodoh! Saat dimana dirinya kini, memiliki tekat untuk melindungi teman-temannya yang sangat berharga! Walaupun itu harus mengorbankan nyawanya sendiri.
Bagaimana mungkin ia bisa menyebut dirinya sebagai Sekiryuutei, Kalau melindungi teman-temannya saja ia tidak mampu? Bukan karena tidak yakin akan kekuatan individual dari teman-temannya, namun Ise telah berjanji kepada mantan partnernya -Uzumaki Naruto- yang kini telah tiada. Bagi pemuda pemilik Boosted gear itu; sosok seorang Ninja bernama lengkap Naruto Uzumaki Arashikage adalah salah satu motivasinya dalam melindungi orang-orang yang berharga di sekitarnya.
"haah, merepotkan. Satu masalah usai, kini datang lagi masalah yang lain." desah pemuda tersebut saat ia mengingat telah tertangkapnya salah satu anggota Khaos Brigade -Naruto Namikaze- yah... Walaupun ada sedikit rasa lega atas berita bagus itu namun ia harus di repotkan, dengan [Rating Game] melawan Diodora Astaroth, Yang diselenggarakan malam ini. Ditambah dengan Rias, Buchou-nya yang masih sangat terkejut, atas berita tertangkapnya Naruto Namikaze. Mmm... Ironi, ironi.
Namun di balik semua itu... Ise menyimpan suatu keresahan tentang Asia. Ya Asia Argento, mantan biarawati itu tampak sangat frustasi karena perkataan Diodora beberapa hari lalu.
Si bajingan itu...
Bagaimana Ise tidak kesal? Si pria tampan itu datang ke dunia Manusia hanya untuk memberi berbagai macam hadiah kepada Asia -yang tentunya ditolak oleh Asia- dan seenak jidatnya meminta dinikahkan dengan Asia, melalui cara mengajak Rias melakukan pertukaran bidak. Tentunya Rias menolak negosiasi itu mentah-mentah. bagaimana'pun Asia adalah tim medis paling ampuh bagi Kelompok Gremory. Namun alasan terkuat Rias menolak pertukaran bidak itu adalah karena Asia sudah dianggap Adiknya sendiri, dan juga keluarga yang ia amat sayangi.
Ise menghela nafas berat. Pokoknya malam ini ia harus menang! Kalau bisa sih, sekalian menendang bokong si brengsek diodora agar si brengsek itu tahu rasa! Karena telah mengganggu Asia. Seorang gadis berhati suci yang amat sangat Ise sayangi. "Ise-kun, apakah kamu sudah selesai latihan?" Ise menoleh. Ia dapat menemui seorang pria cantik berjalan mendekatinya.
"Ah, begitulah Kiba. Ada kamu menemuiku?" tanya Ise.
"Azazel-sensei meminta kita untuk berkumpul di ruang VIP sekarang juga karena ada kabar yang hendak ia sampaikan."
"Begitu... Baiklah. Kau pergi saja dulu aku akan menyusul setelah aku membersihkan diri" setelah mengucapkan itu Ise melenggang pergi menuju kamar mandi yang masih terletak di dalam Tranning Ground. Begitu pula dengan Kiba yang kembali pergi menju ruang VIP.
[5 menit kemudian.]
Ise yang kini telah selesai membersihkan diri mulai melangkah pergi menuju ruang VIP. melalui evalator untuk menuju lantai 6 agar menghemat waktu dan tenaga. Teradang Ise berfikir; berapa jumlah kocek yang di keluarkan Gremory corp untuk merekonstruksi rumah sederhananya ini, hingga menjadi sebuah Mansion dengan 6 lantai dan 3 basemant?
Cklak!
Ise membuka pintu VIP disana ia dapat melihat semua orang tengah berkumpul dari mulai kelompok Gremory, anggota OSIS sampai Angels Irina.
Berbicara soal Irina. Selepas Kokabiel Attack dan konferensi tiga kekuatan besar. Irina dipanggil oleh pemerintahan Surga, dan menjadikannya salah satu bagian dari surga. Tepatnya sebagai [Ace] dari [Brave Saint] milik Archangel Michael. Bisa dikatakan Surga juga meniru sistim [Evil Peace] untuk menambah jumlah malaikat yang sangat minim. Sistim surga saat ini tidak memungkinkan untuk menciptakan malaikat murni baru, karena Tuhan(dalam LN ini) telah tiada. Maka dari itu [The Forth Great Saraphim] memutuskan membuat sistem baru untuk mereikarnasi manusia-manusia menjadi [Malaikat Reinkarnasi].
Sistem inipun mengajuk pada [Eviel Peace] namun yang membedakannya keduanya; adalah kalau [Eviel Peace] menggunakan bidak catur sebagai mediator pe-reinkarnasiannya. Sedangkan [Brave Saint] menggunakan kartu taroth.
"Ise-san." ucap Asia saat menyadari Ise yang baru saja tiba di ruangan tersebut. Mendengar Asia memanggilnya, Ise hanya tersenyum lembut sembari menatap sayu ke arah sang mantan biarawati berhati suci tersebut.
"Baiklah karena semua telah berkumpul, bagaimana kalau kita mulai saja rapat ini?" seketika ruangan itu menjadi hening saat Azazel angkat bicara, dan memulai rapat yang membahas [Rating Game] iblis muda antara Gremory VS Astaroth dan Sitri VS Gleysia Laboras.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Cahaya bulan purnama bersinar terang, membasuh dan menerangi alam dengan cahya putih keperak-perakannya yang menyejukan, diiringi hembusan Angin malam yang dingin namu menyejuk disaat bersamaan menambah kesan 'indah' kota Kuoh pada malam hari. Terlihat seorang pria berwajah cantik yang memiliki rambut berwarna pirang pucat, melangkahkan kakinya berdampingan dengan seorang gadis cantik yang memiliki rambut pajang tergerai berwarna black shine. Wajah ovalnya terbingkai oleh kaca mata tipis yang menambah kesan Smart pada paras cantiknya.
"Tsuba-chan, ada yang ingin aku sampaikan kepadamu." gadis bernama lengkap Shinra Tsubaki itu menoleh saat pria yang masih senantiasa menggenggam tangannya itu angkat suara.
"Apa itu Kiba-kun?" jawab gadis itu dengan senyum lembut, kepada pria tampan semi-cantik bernama Kiba Yuuto.
"Ta-tapi... Bisakah kita pergi dulu ke apartermenku?" tanya Kiba gugup. Pasalnya ia takut kalau-kalau gadis yang kini menyandang status kekasih sang Cassanova Kuoh akademi A.K.A dirinya, berfikiran tidak-tidak atas ucapannya yang dapat diartikan; 'Ayo kita bermain di kamarku' oleh sebab itu ia agak riskan mengucapkan hal ini.
Tsubaki menghentikan langkahnya. Tangan kirinya ia bawa ke atas untuk membenarkan letak kacamatanya sebelum menoleh dan menatap tajam pria yang baru genap dua minggu menjadi kekasihnya tersebut. Entah salah lihat atau apa? Kiba dapat melihat cahaya misterius berkilat dari ujung lensa yang dikenakan oleh kekasihnya, hingga ia harus merutuki kebodohannya sendiri.
"Ke apartermemu ne~ Kiba-kun?." kali ini sang Knight kelompok Gremory benar-benar bersumpah melihat seringai jahat di wajah Tsubaki, dan otomatis membuat Kiba meneguk ludahnya bulat-bulat. 'i-inikah prasaan Ise-kun terpergoki anggota club kendo saat ketahuan mengintip?' batinya.
"Baiklah kalau begitu ayo kita pergi ke apartermemu! Ki~ Ba~ kun~" tukas Tsubaki sembari berjalan mendekat ke arah Kiba. Kiba yang melihat itu mau tidak mau meneguk ludahnya untuk kesekian kali, ditambah tatapan tajam gadis Naginata itu seolah-olah dapat menelanjanginya.
Duuk!
Sang Queen keluarga Sitri tersebut mendorong Kiba agak kuat hingga punggung pemuda itu menabrak tiang listrik. "Tsuba-chan apa ya-" sebelum sempat sang Cassanova menyelesaikan ucapannya ia merasakan sebuah sensasi dingin yang menyentuh bibirnya hingga ia kehilangan kata-kata.
Beberapa detik berlalu pasca kejadian yang membut otak Knight Gremory mengalami system down. Kini ia dapat melihat jari telunjuk lentik milik sang dambaan hati memblokir bibirnya agar tidak bersuara. Kini pemuda blonde itu dapat melihat jelas sepasang iris indah yang bersembunyi di balik lensa tipis yang senantiasa memandangnya dengan pandangan sayu.
Gleek!
Fokus Kiba berlalih dari iris indah milik gadisnya ke bawah tepatnya ke arah bibir tipis berwarna pink alami yang tampak lembab, dan menggairahkan. ditambah deru nafas hangat yang berhembus tenang dari gadis yang wajahnya hanya berjarak... Lima senti dari dirinya. Mau tidak mau Kiba harus kembali meneguk ludahnya yang terasa berat di krongkonga. 'gawat! Aku mulai bergarah' batinnya.
Hey, jangan salahkan dia. walaupun Kiba terlihat tidak tertarik dengan hal-hal mesum dan tidak memiliki kemesuman setingkat Ise, tetap saja ia adalah seorang remaja dalam masa pertumbuhan yang memiliki jumlah libido besar dan 'nafsu liar'. Apa lagi di saat-saat seperti ini? 'sial! Inikah surga yang Ise-kun katakan!' batin Kiba sembari memejamkan mata. Tampaknya ajaran-ajaran suci dari sang pertapa jalan Oppai!(Baca: Ise) Mulai meracuninya akal sehatnya.
Melihat kekasihnya memejamkan mata, Tsubaki mengerutkan kening bingun. Namun detik berikutnya gadis pemilik Sacred gear; Miror Alice itu menyeringai jahil "Kiba-kun no ecchi" bisik Tsubaki di telinga Kiba sembari melepaskan jari lentiknya dari sang kekasih dan melangkah mundur untk mengambil jarah.
"..." kini Kiba merasa ada sebuah tank yang melidasnya hidup-hidup saat menyadari fakta bahwa kekasihnya tidak memberi ciuman tetapi menjahilinya. Hancur sudah citra baiknya sebagai pria normal anti-kemesuman.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXX
.
"Kiba-kun, mengapa kau membawaku ke lab Naruto nii-chan?" Tsubaki yang kini telah berada di lab inti milik mendiang Nii-chan-nya. Menggernyit heran, pasalnya sang Kekasih yang mengajak dirinya menuju apartermen -Kiba- miliknya dengan alasan ada sesuatu yang hendak disampaikan, malah membawa Tsubaki menuju ruang rahasia yang 'mungki' hanya diketahui oleh dirinya dan Kiba.
"Ya, ini memang lab Naruto. Alasan aku membawamu ke sini adalah untuk menyampaikan sesuatu... Atau lebih tepatnya amanat yang di berikan Naruto, satu bulan sebelum ia tiada." jelas panjang lebar sang Cassanova, tentunya Tsubaki makin penasaran dan tidak mengerti apa yang kekasihnya maksud. Melihat raut wajah gadis naginata itu memancarkan kebingungan, Pemuda blonde Knight dari Rias Gremory tersebut berjalan menuju salah satu komputer tua yang masih menyala, dan menekan tombol ENTER pada keyboart-nya.
Bezzzzz!
Lantai diantara Kiba dan Tsubaki terbelah dan terbuka di iringi suara khas automatic. Dari dalam lantai itu menyembul keluar sebuah tabung berdiameter satu setengah meter, dengan tinggi dua setengah meter. Tabung itu terbuat dari kaca setebal lima milimeter yang menyimpan sebuah senjata tajam khas seorang samurai perempuan pada zaman Edo.
Warna hitam mendominasi tongkat sepanjang satu meter yang tersambung dengan sebuah pedang khas negri para Shaolin, china. Berdiameter tiga puluh inchi dengan hiasan naga china berwarna keemasan pada bilah tajamnya yang tersambung dengan poros tongkat besi berwarna hitam kelam. "Bukankah ini Naginata?"
"yap, ini adalah Naginata yang dibuat langsung oleh Naruto! Dengan cara khas yang diwariskan turun menurun oleh klannya. Tidak hanya itu... Naruto juga telah melengkapi senjata ini dengan teknologi Nano" Kiba menekan tombol merah pada bagian bawah tabung dan dengan segera tabung itu terbuka. Pemuda blonde itu mencabut senjata berteknologi tersebut dari tempatnya, sebelum lanjut menjelaskan. "Bilah tajam Naginata ini terbuat dari logam Damaskus yang secara alami menimbulkan reaksi Nano, pada molekul-molekul Nano tersebut Naruto menambahkan logam Adamantium yang sangat keras namun lentur pada waktu bersamaan."
Sedikit edukasi; pertama kali konsep nanoteknologi diperkenalkan oleh Richard Feynman pada sebuah pidato ilmiah yang diselenggarakan oleh American Physical Society di Caltech (California Institute of Technology), pada 29 Desember 1959. dengan judul [There's Plenty of Room at the Bottom]. Richard Feynman adalah seorang ahli fisika dan pada tahun 1965 memenangkan hadiah Nobel dalam bidang fisika. Istilah nanoteknologi pertama kali diresmikan oleh Prof Norio Taniguchi dari Tokyo Science University tahun 1974 dalam makalahnya yang berjudul: 'On the Basic Concept of Nano Technology' , Proc. Intl. Conf. Prod. Eng. Tokyo, Part II, Japan Society of Precision Engineering, 1974.
Pada tahun 1980-an definisi Nano Teknologi dieksplorasi lebih jauh lagi oleh Dr. Eric Drexler melalui bukunya yang berjudul [Engines of Creation: The coming Era of Nanotechnology]. Pengertian Teknologi Nano; Teknologi Nano adalah teknologi yang memungkinkan pembuatan dan penggunaan materi atau device pada ukuran sangat kecil.
Materi ini berada pada wilayah 1 hingga 100 nanometer (nm). Satu nanometer = Satu-per-Milyar meter 1 nm = 0.000000001 m Yang berarti 50.000 kali lebih kecil dari ukuran rambut manusia.
"Tujuannya mencampurkan Adamantium pada Naginata ini adalah agar sang pengguna lebih mudah meresapi Youki pada senjata ini dan menambah sifat destruktif untuk menyerang. Tapi semua itu juga tergantung sang pengguna, karena pengguna dapat mengontrol suplai power yang hendak dialirkan." Sebagai demonstrasi Kiba meresapi sedikit Demonic Power miliknya kepada Naginata tersebut. Detik berikutnya disetiap bilah tajam Naginata itu berbendar merah keoranyean, menandakan bahwa suplai Demonic Power yang dihantarkan Kiba secara otomatis berkumpul pada bilah tajam senjata itu tanpa membuangnya percuma.
"dan inilah yang ingin aku sampaikan padamu! Waktu itu Naruto sengaja membuatnya untuk hadiah ulang tahunmu, namun karena ia telah tiada maka... Aku sebagai sahabatnya dan orang yang Dia percayai akan memberikan ini untukmu" Kiba berlutut di hadapan Tsubaki Kedua tangannya yang menggenggam Naginata itu ia arahkan keatas, layaknya Ksatria yang mempersembahkan pedangnya kepada sang Raja.
"Otanjoubi omedetou Tsuba-chan"
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Gyaaaaaaaaaaa!
... Jeritan pilu menyayat jiwa.
Argggggggggggg!
... Teriakan penuh rasa sakit.
Crash! Crash! Jleeb!
... Dan lantunan musik kematian teralun indah dari berbagai benda tajam maupun tumpul, ketika bertemu dengan daging segar terbungkus kulit. Dilantunkan secara bengis hingga menciptakan sebuah harmony irama khas shymponi indah bagi pecinta rasa sakit.
"Tolong kirim Phoenix tears dalam jumlah banyak ke ruang penyiksaan 0337" sambungan sihir komunikasi diputus tanpa menunggu konfirmasi lebih lanjut oleh lawan bicara, seakan-akan permintaan atau lebih tepatnya perintah dari seorang pria bertubuh kekar yang mengenakan topeng Grim Reaper itu, adalah perintah umum tanpa harus bertanya lebih lanjut.
"Bukankah ini waktunya untuk menghitung kembali Naruto-kun!"
Crash!
Agrrrrrrrrr!
Lima jari kaki dipotong dengan perlahan dan dramatis oleh pria bertopeng itu hingga buntung. Namun detik berikutnya pria yang menyiksa pemuda tersebut menginjek sebuah cairan berwarna merah dengan dosis 100 MG pada bagian jari yang terputus dan ajaibnya hanya selang tiga detik bagian anggota tubuh yang terpotong itu kembali tumbuh seperti sedia kala.
"Ka-kau menginjek Phoenix Tears berulang-ulang hanya untuk menyiksaku kembali?"
Crash!
Argggggggggg!
Bukanya menjawab pertanyaan pemuda bernama Naruto Namikaze tersebut. Pria itu malah menyayat perut Naruto dengan sebilah pisau bedah yang telah dilapisi Demonic Power hingga darah segar mengalir deras dan menyisakan sobekan lebar di perut Naruto. Tapi lagi-lagi pria itu kembali menginjek Naruto dengan Phoenix tears namun dengan dosis yang telah meningkat. "Sampai mana hitunganmu, hn?"
"Li-lima ratus... Du-dua puluh se-sembi...lan" Pria bertubuh kekar itu menyeringai bengis, walaupun tidak dapat terlihat karena topeng tengkorak yang menyembunyika wajah sang pelaku. Meletakan sebuah tanto pendek secara acak dimeja yang terbuat dari bahan metal, pria bertubuh kekar itu membalikan tubuhnya dan berjalan pergi dari ruangan yang telah tergenangi darah segar. Meninggalkan sosok pemuda yang telah menjadi korban penyiksaannya.
Pemuda itu; terikat di sebuah salib hitam yang terbuat dari besi penyerap Youki, dengan kedua tangan yang terantai sangat kuat oleh rantai-rantai hitam yang juga menjerat disekujur tubuh tanpa busana sang pemuda, hanya ada celana lusuh khas Kuoh Akademi dengan rusak di sana-sini yang menutupi tubuh penuh lukanya. Sebuah Besi hitam yang juga menyerap Youki ditancapkan hingga menembus masing-masing telapak tangan sang pemuda, Seakan-akan rantai penyerap Youki itu masih kurang kuat mengekang pergerakan pemuda tersebut.
"Li-lima ratus du-dua pu...luh du...a" suaranya tercekat oleh rasa sakit, lidahnya ngilu dan mati rasa oleh rasa sakit, tubuhnya remuk redam oleh rasa sakit. Namun pemuda itu sudah lupa dengan apa yang disebut rasa sakit akibat syaraf rasa sakit di otaknya yang sudah rusak atau mungkin seluruh syaraf-syarafnya yang telah mati.
hanya satu.
Hanya satu yang masih menjaga fikirannya agar tetap sehat, hanya satu yang menjaga kejiwanya tidak terganggu, hanya satu yang sampai saat ini masih menjaga akal sehatnya agar tidak gila. Menghitungan mundur tujuh angka dari seribu sebuah metode yang mampu menjaganya... agar tidak gila. Namun pemuda itu sadar akan satu hal dalam dirinya.
Kini...
Perlahan-lahan...
Dirinya...
Telah menjadi seorang MONSTER!
Rambut kuning keemasan yang dulu bersinar cerah bak mentari pagi... kini telah berubah menjadi kuning pucat keputihan, seakan-akan pertumbuhan uban dirangsang 10x lebih cepat dari biasannya. Manik biru seindah langit pagi itu... kini nampak kusam dan memancarkan emosi hampa sedingin es kutub utara, seolah-olah mata itu telah kehilangan cahayanya. liquid kental berwarna merah berbau amis khas darah mengalir lemah dari tiga pasang gurat halus yang kini menebal di masing-masing pipinya. Sebuah tato segel berbentuk bintang dengan ekor enam arah mata angin bertulisan kanji [Makkura] berdenyut lemah di dada kiri yang tidak terlapisi sehelai benang'pun, seakan-akan suplai Darknes Power sudah tidak ada lagi yang tersisa untuk meregenerasi luka-luka yang dimiliki sang tuan.
"ufufufu~ bukankah menyedihkan satu-satunya makhluk yang menjadi eksistensi inkarnasi Apocalypse Dragon disikisa secara habis-habisan seperti ini?" suara feminim teralun merdu dari bibir tipis seorang gadis cantik yang kini telah berada satu meter di hadapan Naruto.
"Bukankah begitu, Naruto-kun? Ufufufufu. Atau harus kusebut... The Devil Ninja Shadow?" detik berikutnya pemuda bernama lengkap; Naruto Namikaze itu membulatkan matanya lebar-lebar.
"K-kau?!"
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
"Yosh, ayo kita menangkan Rating Game malam ini!" Ise berseru lantang penuh kepercayaan. Dirinya yakin hari ini, malam ini, dirinnya dan Kelompok Gremory akan memenangkan Rating Game melawan Diodora Astaroth yang akan di laksanakan kurang dari tiga jam lagi. Raut wajah percaya diri juga tampak terpancar dari semua orang yang kini telah berada di Gremory Mansion.
"Aku akan benar-benar menggunakan kekuatanku, demi Ise-kun." tegas sang ratu Himeijima Akeno dengan wajah super S nya yang sangat Masokist dan menyeramkan.
"Ya, kau benar Akeno. Bagaimana'pun kita harus memenangkan pertandingan ini!." Lanjut Rias penuh kebanggaan. Nampaknya Rias sudah bisa meredam rasa Syoknya atas kenyataan pahit, bahwa pria yang beberapa hari lalu menjadi batu sandaranya untuk melepas beban di hati, adalah seorang anggota teroris Khaos Brigade. Namikaze Naruto, pemuda itu... Adalah sosok misterius bagi Rias namun juga sosok yang amat familiar baginya dalam waktu bersamaan.
Mungkin karena Fisiknya sangat Identik dengan mendiang Pawn-nya, sekaligus pria yang telah meretak'kan hatinya. Atau mungkin memang pria -Namikaze Naruto- itu adalah sosok yang sama dengan Uzumaki Naruto?
Entahlah...
Rias terlalu bingung dengan semua kemisteriusan Namikaze Naruto. Namun untuk saat ini ia akan mengabaikan semua itu... Karena ada sebuah hal yang lebih penting dari itu; yaitu Rating Game melawan Diodora Astaroth. Bagaimana'pun caranya, ia harus memenangkan pertandingan ini! Untuk menggapai cita-citanya yaitu menjadi 'jawara' dalam kompetisi paling bergengsi di Underworld... Bahkan dunia Supernatural.
Rias berdiri dari sofa Crimson yang menjadi tempat duduknya. Aura kebangsawananya menguar khikmat di sekujur tubuhnya, dengan pose percaya diri tinggi yang sudah ada sejak ia lahir gadis berjulukan Ruin Princess itu berbicara lantang penuh kemenangan.
"Baiklah, para budakku yang manis! Ayo kita menangkan Rating Game ini untuk langkah awal menjadi yang terbaik..." gadis itu mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi, sebelum berteriak lantang.
"... Dari yang terbaik!"
"Gloriaaa!" sorak para anak buah dari sang Ruin Princess, dengan nada lantang penuh kepercayaan.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Enam sosok siluet berjubah hitam berjalan tenang, menyusuri koridor kasti Ouroboros, berniat keluar dari markas rahasia Ophis ketua dari organisasi teroris Khaos Brigade, yang telah berganti nama menjadi A.D [Awakening Dragon], karena penghianatan yang dilakukan oleh OSF [Old Satan Faction], dan Hero Faction. Ophis mengganti nama Khos Brigade dengan A.D [Awakening Dragon].
"Baiklah, sekarang aku akan menjelaskan strategi yang akan kita gunakan untuk menyelamatkan Naruto." Gadis loli perwujudan Infinite Dragon itu membalikan tubuh untuk menghadap kelima anggota team-nya sebelum menjelaskan.
"Le Fay, Arthur, dan Kuroka. Kalian akan menerobos sistem pendeteksi yang di pasang oleh aliansi tiga fraksi di seluruh penjuru Underworld, dengan kekuatan pedang Caliburn milik Arthur melalui distorsi dimensi. kali ini, kalian akan menjadi ujung kunci keberhasilan misi ini."
"Sedangkan aku, Vali, dan Bikou akan menuju Rating game yang beberapa waktu lagi akan dilaksanakan. Menurut jadwal dari organisasi kita yang dulu... Saat Rating Game dilaksanakan, [OSF] dan para penyihir akan menyabotase Rating Game, dengan cara bekerja kerjasama dengan Gorge pemilik Longinus [Dimension Lost] dan dengan Sacred Gear buatan bernama [Reverse] yang berhasil dicuri dari para malaikat jatuh."
"Diodora selaku anak buah Salba Beelzebub dan penghianat Asmodeus Clan, akan menculik Asia Argento pemilik [Twilight Healing], agar gadis iblis itu mencapai Balance Breaker secara paksa, hingga Diodora bisa menggunakan [Reverse] untuk membalikan efek penyembuh dari Sacred Gear [Twilight Healing] dengan sekala besar-besaran tentu saja target utamanya adalah Yondai Maou dan para eksekutif Fraksi lain."
Vali tercengang. otak cerdasnya menemukan sebuah kesimpulan pasti dari Konspirasi yang akan dilakukan OSF. membayangkannya saja sudah membuat Vali ngeri. [Twilight Healing] yang notabenenya adalah Sacred Gear penyembuhan nomor wahid akan dipadukan dengan [Revese] untuk membalikan efeknya hingga tingkatan Balance Breaker dan Diperluas jangkauannya. itu sama saja dengan menjadikan [Twilight Healing] sebagai senjata pemusnah masal.
dengan kata lain OSF ingin menyapu bersih seluruh makhluk yang berada di [Dimensiont Lost].
Seakan tahu dengan apa yang di fikirkan Vali, Ophis melanjutkan"Namun kita tidak harus peduli dengan Konspirasi yang akan dilakukan [OSF] karena prioritas utama kita adalah menyelamatkan Naruto di Istana Lucifer! Dalam moment itu pasti seluruh kekuatan akan dikerahkan untuk menjebol dimensi yang diciptakan [Dimension Lost] maka dari itu saat penjagaan di istana Lucifer menurun... Arthur, Le Fay, dan Kuroka akan menerobos masuk untuk menyelamatkan Naruto. Sedangkan Kita (Ophis, Vali, dan Bikou) akan masuk kedalam [Dimension Lost] untuk mengulur waktu para petinggi Iblis dan untuk berja-jaga andai Rencana OSF gagal total." Seluruh anggota team Awakening Dragon menangguk, pertanda mereka semua mengerti tugas dan posisi masing-masing yang telah dijelaskan oleh sang Leader.
"Dan satu lagi..." tanpa terasa, kini mereka telah berada di halaman luar kastil Ouroboros "Arthur, sesampainya team-mu di Istana Lucifer... panggil'lah Gog Magog untuk mengacaukan pertahanan lini depan. Golem raksasa temuan Le Fay itu pasti sangat berguna untuk mengguncang Ibukota Lilith." Arthur mengangguk patuh atas strategi tambahan sang Leader.
"Misi penyelamatan sang Naga dimulai!" tuntas Ophis dengan seringai bengis yang juga tampak pada seluruh anggota Team-nya.
Dan dengan itu pertanda bahwa sesaat lagi pusat pemerintahan dan keramaian Underworld akan diguncang habis-habisan oleh para Naga yang berusaha membebaskan sang pangeran Naga.
.
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
Surai kuning keemasan yang terikat dua sisi, berayun anggun diterpa angin sejuk sang senja yang berhembus di dataran rendah padang rumput indah berwarna hijau keorayean. Manik biru bak langit pagi di hiasi bulu-bulu alis lentik menamambah kesan cantik pada wajah ayunya. Gadis itu menatap pemuda mengenaskan yang masih setia terantai di sebuah salib hitam, dengan pandangan sayu. Jari lentiknya ia bawa kebawah bibir untuk membuat jilatan sensual oleh lidah rampingnya sebelum berucap.
"Ufufufu~ sudah lama kita tak berjumpa, Naruto-kun."
"K-kau! Bagaimana kau bisa berada disini? Dan mengapa kita ada disini?" pemuda mengenaskan bernama Namikaze Naruto itu berucap lemah, namun ada sedikit rasa syok dalam tutur katanya.
"Ah... Apakah kau lupa? Atau ingatanmu masih belum kembali?"
Naruto menggeleng lemah sebelum menjawab "Tidak, bagaimanapun aku tidak akan pernah bisa berbohong kepadamu. Karena kau adalah penjelmaan 'Dia'. Kau adalah yang paling mengerti diriku, kau adalah yang selalu ada di sisiku, baik itu dalam suka mau'pun duka. Jadi tidak ada gunanya aku berkata; tidak mengenalmu, atau'pun mengelak bahwa ingatanku belum kembali." pemuda itu mengangkat kepalanya yang sejak tadi tertunduk dan terlihatlah wajah dingin tanpa emosi dengan mata merah menyala dibalik bayang-bayang poni rambutnya. "Aku sudah tahu siapa diriku sebenarnya. Siksaan ini telah membuka seluruh ingatan masa laluku. Walaupun ada beberapa kenangan pahit yang ingin ku hapus adanya." tuntas pemuda itu disertai senyum pahit di akhir kalimatnya.
Akhirnya!
Jatidiri yang telah terlupakan kini terungkap kebenarannya, eksistensi yang pernah dianggap hilang sebagai Arashikage terakhir kini mulai menunjukan kesejatiannya, identitas yang telah dianggap memudar kini telah menunjukan cahayanya.
Dia... Sang ninja terakhir dari clan Arashikage. dia... Taicho [Divisi Intel] squad tangan kiri Lucifer. Dia... Pawn yang mengorbankan nyawanya demi teman-teman dan orang yang di cintainya. Dia... The Devil Ninja Shadow yang pernah hilang dari ingatan dunia, pergi ke alam baka, dan eksistensi yang terlupakan oleh musuh-musuhnya. Telah kembali sebagai Inkarnasi Sekiryuushintei.
Akibat siksaan yang telah di alaminya kini Naruto telah mengingat 100% masa lalunya. Dari mulai pembantaian clannya, kematian kedua orang tuanya, hingga seluruh luka masa lalu akibat kenangan pahit saat ia mencintai majikannya, Rias Gremory dan mengorbankan hidupnya sendiri demi gadis yang di cintanya. Dan yang lebih utama; ia telah mengingat siapa sebenarnya sosok gadis yang sangat identik dengan dirinya, karena tidak perlu dipungkiri lagi bahwa gadis itu adalah orang yang selalu membantunya dalam misi saat ia menyandang gelar Taicho [Divisi Intel] dan sebuah fakta bahwa gadis yang kini berada di hadapannya adalah wujud lain dari 'sesuatu' yang disegel tato [Makkura] di jantungnya.
Bodoh!
Namun kini pemuda itu merutuki kenaifanya sendiri atas kenangan menyakitkan tersebut, Karena bagaimanapun kini dirinya bukan lah Naruto Uzumaki yang bodoh, naif, dan memementingkan orang lain. Bukan berarti Naruto tidak menerima nasib masa lalunya dan tidak menginginkan ingatanya kembali, namun sekarang dia adalah Naruto Namikaze anak non biologis dari Great Red, penyandang gelar Sekiryuushintei, anggota dari Team Vali dan pangeran sang Ouroboros Dragon.
Maka dari itu saat ditengah-tengah penyiksaan yang mengakibatkan ingatanya kembali, ia telah bersumpah bahwa:
[Masa lalu adalah hama pengganggu! dan sampah! Yang HARUS dimusnahkan tanpa terkecuali!]
"Apa yang sebenarnya kau inginkan? Sampai-sampai kau membawaku ketempat ini, Naruko." gadis cantik berwajah hampir identik dengan Naruto itu, hanya tersenyum simpul.
Naruko melangkahkan kaki putih mulus nan jenjangnya untuk mendekati Naruto. Sesampainya ia di dihadapan Naruto, Gadis itu membelai lembut wajah pucat penuh noda darah milik Naruto untuk membersihkan noda darah pada wajah kembarannya. "Aku... hanya ingin Membebaskanmu dari tempat menyedihkan ini. Kau tahu? Aku tidak kuasa melihat para Bangsat! Itu menyiksamu sampai seperti ini."
"Hahahaha" Naruto tertawa serkatis "Jangan bercanda Naruko! Mana mungkin kau bisa membebaskanku? Kau tahu bukan? Aku telah ratusan kali memberontak namun setiap aku menggunakan Youki... Alih-alih terbebas dari salib sialan ini, rantai hitam ini malah bertambah kuat mengekangku. Bahkan menyerap Dragon Power dan Darknes Power pada waktu bersamaan." setelah mengucapkan itu Naruto menatap gadis dihadapannya. Mencoba membaca eksfresi yang akan di tangkap dari raut wajah lawan bicaranya, namun Naruto salah besar, karena wajah gadis di hadapannya itu tertutup poni lebat rambut emasnya hingga raut wajahnya tidak dapat terlihat.
"Ufufufufu~." tawa serkatis terlantun seram dari gadis itu dan saat itu juga Naruto dapat merasakan energi kegelapan yang sangat negatif terpancar dari tubuh Naruko. "kau yang jangan bercanda. Kau begitu menyedihkan Naruto. Asal kau tahu saja, aku bisa membebaskanmu dari sini dengan mudah, tetapi aku perlu bantuanmu untuk memasuki 'mode' itu."
Deg!
"Ti-tidak! Aku tidak akan pernah lagi masuk ke mode itu!" bantak Naruto cepat. Melihat jawaban pemuda di hadapannya Naruko hanya tersenyum tipis sebelum menjawab. "Apakah kau yakin, Kau tidak akan memasuki mode itu lagi? Baiklah kalau begitu... Tetapi jangan salahkan aku dan kekejaman dunia ini, kalau teman-teman berhargamu mati demi menyelamatkanmu."
Klik!
Di awali dengan jentikan jari Naruko. Tiba-tiba padang rumput itu berubah menjadi sebuah istana megah yang terletak di tengah-tengah kota Lilith. "Istana Lu-lucifer?"
"Yap, kau benar Naruto-kun. Tapi ini masih belum apa-apa." jawab Naruko. Setelah itu Naruko dan Naruto berada di dekat gerbang masuk utama istana Lucifer yang dimana tengah terjadi pertempuran sengit, karena dapat di lihat banyaknya pasukan iblis yang di kerahkan untuk menjaga gerbang utama.
"Apa maksudnya ini! Naru-" belum sempat Naruto menyelesaikan ucapannya. Direksi pandangannya menemukan beberapa objek yang membuatnya membulatkan mata syok, sekaligus geram.
"VALI, ARTHUR, SEMUANYA! AWASSS! JANGAN SAMPAI TERTANGKAP RANTAI ITUUU!" Naruto berteriak lantang, namun seperti ia berada di dalam air teriakannya tidak dapat di dengar oleh teman-temannya sehingga semua anggota team-nya tertangkap oleh rantai hitam yang menyerap Youki.
"Lihatlah Naruto... Lihatlah! Ini semua karena kebodohanmu! Ini semua karena kau lemah! Andai saja kau langsung menerimaku dan memasuki 'mode' itu... Kau tak perlu melihat teman-temanmu tertangkap oleh para bajingan itu! Kau tidak perlu kehilangan orang-orang yang berharga bagimu lagi. Semua ini karena dirimu yang terlalu naif, dan takut untuk menerimaku! Coba kau bayangkan andai waktu itu kau menerimaku mungkin... Tou-chan dan Kaa-chan mu masih hidup sampai sekarang! Andai saja kau menerimaku saat kokabiel menyerang... Mungkin kau masih menjalani hidup normal bersama Rias Gremory. Andai saja, kau menerimaku waktu ketiga feraksi menangkapmu... kau tidak perlu mengalami siksaan ini dan teman-temanmu tetaplah bebas diluar sana!"
"Namun semua telah terlambat Naruto-kun... Telah TERLAMBAT dan ini semua SALAHMU!"
Salahmu!
Salahmu!
SALAHMU!
Putus asa, kecewa, sedih, dan marah. Semua emosi negatif itu kini berkumpul dan menyatu, untuk menghantui hati sang inkarnasi Great Red. Naruto kecewa... karena ia tidak dapat menyelamatkan teman-temannya. Ia putus asa... karena dirinya tidak berguna disaat-saat seperti ini. Ia sedih... Sedih karena teman-temannya kini terluka demi menyelamatkan dirinya. Ia marah... Marah terhadap dirinya sendiri karena terlalu lemah dan tidak bisa menyelamatkan teman-temannya.
Naruto mengakui. Ia sadah bahwa semua yang dikatakan Naruko benar adanya. Semua fakta ini... Begitu menyakitkan.
Andai saja... Ia menerima Naruko pasti clan dan orang tuanya masih hidup, dan ia tidak perlu merasakan konflik diantara tiga feraksi khususnya dunia spiritual.
"Me-mengapa..." Ratap Naruto lemah. tiba-tiba latar berubah seperti semula, yaitu ruangan penyiksaan yang masih tergenang oleh darah segar. Naruko menyeringai penuh kemenangan saat menyadari perubahan Naruto.
"Mengapa, mereka melalukan tindakan bodoh itu, hanya untuk menyelamatkan'ku?" Setetes liquid bening mengalir dari iris biru yang kini telah menjadi merah darah. "Apa dosaku, hingga Kami-sama hanya memberiku rasa sakit ini?"
"Siapa sebenarnya diriku?"
"Apa tujuanku hidup di dunia ini?"
"Mengapa semua beban ini, harus berada di pundakku?" dan tumpahlah semua rasa dalam derasnya air yang mengalir dari sepasang bola mata merah milik Naruto.
"Tou-chan, Kaa-chan. Mengapa kalian meninggalkanku? Mengapa kalian melindungi dan membiarkanku hidup di dunia yang kejam ini? Aku... Aku ingin kalian berada disisiku! Melihaku tumbuh, membesarkanku dengan kasih sayang, dan... Hiks... membanggakanku sebagai anak kalian ketika aku menjadi ketua Clan Arashikage!"
Seringai kemenangan tampak jelas di bibir Naruko dan ia tahu... Hanya satu langkah lagi untuk menjadikan Naruto miliknya "Kau tahu? Semua ini dapat dirubah andai kau menjadi yang terkuat dan memapu memusnahkan mereka yang telah membuatmu menderita?" Naruto kembali fokus setelah mendengar ucapan dari gadis yang senantiasa menemaninya dalam suka maupun duka. "Beritahu aku... Beritahu aku caranya Naruko! Agar aku bisa menjadi kuat dan merubah semua ini!"
"Ufufufufu~ tetapi apakah kau mau menukarnya dengan kenaifanmu?"
"Aku bersedia!"
"Apakah kamu mau menukarkannya dengan seluruh filosofis membosankanmu?"
"Aku bersedia!"
"Meski itu menjadikan mu seorang monster? Dan membuatmu menjadi musuh bagi dunia ini?"
"Aku tidak peduli dengan konsekuensi apa'pun itu! Aku hanya ingin merubah semuanya!"
"Bagus! Apakah ini berarti kau menerimaku?"
"Ya!" jawab Naruto mantap.
"Kalau begitu, ayo kita lantunkan syair kebangkitan!" Setelah menucapkan hal tersebut. sosok Naruko memudah menjadi kegelapan yang masuk ke dalam dada kiri Naruto.
[Aku adalah raja yang akan bangkit dari gelapannya kegelapan malam]
(ya, seperti itu... Itu'lah langkah yang sang raja tempuh.)
[Kesejatian yang terabaikan, bersembunyi di balik bayang dan terlupakan dimakan zaman!]
(Bayangan adalah sifat lain dari Kegelapan, itu adalah sifat sang Raja malapetaka.)
[Aku menangis dalam kebahagiaan, tertawa dalam keputus asaan, dan menggila pada dominasi rival merah-putih]
(Mereka dua makhluk suci syurgawi yang telah mencuri dominasi dari Tuhan.)
[Keangkuhan adalah temanku, kasih sayang adalah musuhku dan ikatan adalah dendamku.]
(Mari musnahkan~ mari tenggelamkan.)
[Dan aku akan memusnahkanmu dalam kegelapan abadi di jurang keputus asaan!]
[[ The First Form : The True Dragon of Darkness ]]
.
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
.
To Be Continue...
Author's note : Halo berjumpa lagi dengan author yang paling gaje dan cantik(?) ini. ^_^ sesuai janji pada chapter kemarin bahwa saya akan membuat sedikit penjelasan untuk jalan cerita di fic ini. Jadi saya harap kalian membacanya hingga tuntas ya.
- Masalah pairing; sejujurnya saya tidak berpatokan dengan hal seperti ini, karena menurut saya personal. Pair itu hanya bumbu penyedap dalam sebuah fic ber genre Adventure, namun karena di fic ini mengandung genre Hurt/Comfort dan semi-romaonce jadi saya akan membahas soal pair di fic ini yang 'katanya' tidak jelas. Ok, jujur saja Pair Naruto di fic ini masih belum ditentukan karena ada sebuah alasan tertentu dari saya. Tapi tenang saja, saya sudah menyiapkan pair khusus untuk Naruto bisa itu Rias, Bisa itu Ophis, atau bahkan char yang belum sama sekali muncul di chapter-chapter sebelumnya(sedikit bocoran saya pecinta Crack Pair) jadi tidak menutup kemungkinan kalau Naruto mendapat Pair sejatinya itu, bukan dari salah satu gadis (Ophis,Rias) tersebut.
Dan di fic ini saya membuat konflik batin yang sangat berbeda dari fic saya yang lainnya... Yap konflik dari NaruRiasIse. sedikit saya jabarkan konflik yang terjadi. Naruto dan Rias saling mencintai sejak pertama kali berjumpa. Namun Naruto yang pada masa awal-awalnya menjadi iblis, masih dihantui dengan kebencian lebih tepatnya dendam kepada orang-orang yang menginvasi dan memusnahkan Clan-nya.
Maka dari itu ia tidak sama sekali menanggapi perhatian dari Rias dan juga Naruto terlalu sibuk, sebagai Taicho divis rahasia yang berada di bawah perintah langsung Sirzachs. Kemudia 2 tahun berlalalu Rias tentu saja bosan bukan? Kalau ia selalu di abaikan. Jadi saat Ise menjadi budak Rias. Rias mencoba menautkan hatinya kepada Ise walaupun hanya pelarian semata. Lalu disitulah Naruto yang telah bebas tugas di Divisi khusus mencoba mendekati Rias. Namun Rias sudah terlanjur mencintai Ise setengah hati yang nyatanya Ise tidak mencintai Rias, karena Ise menyayangi Rias hanya sebatas kakak perempuanya.
Pasca Kokabiel Attack yang menewaskan Naruto, Rias merasa menyesal karena ia tahu Naruto mencintainya. sedangkan Ise yang tahu Naruto dan Rias saling mencintai dengan tulus, bertekad melindungi Rias dan teman-temannya seperti yang telah dilakukan Naruto, dan jadilah konflik yang berputar-putar.
- Masalah identitas dan kemunculan Naruko. Yap, seperti yang sudah di jabarkan di atas. Naruko adalah wujud lain, dari 'sesuatu' yang disegel oleh segel kegelapan di dada kiri Naruto. Dalam fic ini Naruko bersifat kalem dan Masokist namun dia juga seorang gadis yang bersifat misterius. Sempat terlintas di benak saya untuk menggunakan Kurama, namun setelah berfikir beberapa saat saya putuskan menggunakan Naruko. karena secara logis hanya Naruko dan Kurama yang dapat memahami Naruto tetapi ada alasan khusus mengapa saya menggunakan Naruko dan juga karena Kurama sudah terlalu main stream mungkin? Hanya sepatah kata untukmu Naruko...
Your The Real MVP. XD
- Masalah Naruto : Aye... Apakah kalian sudah puas, dengan scan Naruto dan Naruko? Aha... Akhirnya ingatan Naruto kembali bahkan dia telah memiliki ideologi baru
[Masa lalu adalah Hama pengganggu dan Sampah yang HARUS! dimusnahkan tanpa terkecuali!]
Kira-kira apa yang akan Naruto lakukan, setelah semua ini? Dan ah jujur saja saya agak... Sedih pas nulis scan keputus asaan Naruto. sakitnya tuh di sini*nunjuk dada*
- Tujuan Ophis : banyak yang bertanya tentang hal yang satu ini. Mengapa Ophis bisa bersama Great Red? Padahal dalam light Novelnya saja Ophis ingin menyingkirkan Great Red. Ok saya akan menjelaskannya sedikit. Masih dalam Light Novel... Kata siapa Ophis tidak bisa akur dengan Sekiryuushitei? Bacalah LN HSDXD jilid 12 di situ pasti kalian tahu bahwa Ophis bekerjasama dengan Great Red dan Ddraig untuk membentuk tubuh baru Ise yang telah musnah karena kutukan Samael. Di fic ini saya terinspirasi dari jilid itu dengan perubahan disana-sini. Tapi andai kalian memahami scan Ophis dan Great Red pasti kalian akan tahu, tujuan sejati Ophis dan Great Red yang melakukan gencatan sejati. Sampai-sampai mereka ngobrol barang.
- Slight Pair : Well... Di sini akan saya tambahkan beberapa Slight pair untuk mendukung alur cerita. Slight pair yang telah saya tentukan ada dua; KibaTsuba, dan ValiKuro IseAsa? Ah itu juga tapi karena Ise juga berperan sangat penting saya jadi bingung, dia harus di taruh di Pair mana hahah, ada yang punya usul? Atau ada yang mau reques slight Pair? Ah sampaikan saja dalam kota Review #Iklan.
Berbicara slight pair... Bisa dikatakan baru saja muncul di chapter ini. Yap... KibaTsuba. I like this pair.
- Masalah Update : Nah, Nah, Nah. Ini dia yang paling penting. Maafkan saya karena jadwal update yang sangat lama ini. Namun saya mempunyai alasan tersendiri karena itu saya mohon maaf atas kesalahan saya yang terlalu lama meng-update fic ini. Ok saya akan menjelaskan kenapa chapter ini lama baru di Update. Pertama saya sudag aktif kuliah yang ternyata kuliah itu lebih rumit dari pada Sekolah namun juga lebih asyik dari pada Sekolah dalam waktu bersamaan. Bulan lalu saya juga terkena musibah; tulang kering dengkul retak, tangan kiri patah, dan juga lecet di sana-sini. Akibat yah... Hobi saya yang kelewat aneh. Apa lagi kalau bukan balap! huehuehue. Tapi jujur saya bukan tabrakan atau jatuh dari motor tetapi saya SENGAJA ditabrak oleh seseorang yang tidak dikenal, tapi usut punya usut sih, katanya tu orang salah satu anggota dari tim yang malam itu saya kalahkan. hueee balas dendam mungkin?
Bukan cuma itu 3 hari pasca kecelakaan itu penyakit saya kambuh sampai 3 hari di rawat di RS. Maka oleh dari itu saya mohon maaf sebesar-besarnya karena keterlambatan saya *bungkuk-bungkuk*
-Pemberitahuan penting-
Karena mungkin dua bulan ini saya ada waktu senggang jadi saya bisa update fic ini lebih cepat karena itu saya akan memberikan 2 Opsi untuk para pembaca.
-Opsi pertama : saya akan update seminggu sekali pada hari jum'at atau sabtu dengan rata-rata jumlah Word 4K+ bersih.
-Opsi kedua : Saya akan Update 2 minggu sekali pada hari jum'at atau Sabtu minggu kedua, Dengan jumlah rata-rata Word 10K+.
Jadi tolong pilih ya, untuk jadwal update baru fic ini... Semua berada ditangan kalian mau word 10K+ dalam jangka waktu 2 minggu? atau... 4K+ dalam jangka waktu seminggu? Karna saya sadar sebuat fic tidaklah berguna tanpa adanya pembaca maka oleh dari itu saya membuat kedua Opsi diatas.
Lastly terimakasih atas partisipasi para Reader-sama, atau'pun Author-sama dalam kelanjutan fic ini tanpa kalian fic ini hanyalah seonggok sampah kering yang layak dibakar.
Issue for next Chapter.
Chapter XII/Final Chapter ARC II - Showdown : Juddgernaut Drive VS The True Dragon of Makkura. (Awakening Dragon, kawan atau lawan?)
Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
Salam Anti-Main Stream!
