Author Notes: Halo, berjumpa lagi dengan saya, Author paling kawai ini*huekk hn, kali ini saya menyarankan untuk mendownload (bagi yang belum punya) dan memaikan beberapa musik yang menjadi BMG chapter ini, dan inilah judul lagunya...
- [Where Dragon Rule. By : DragonForce.]
- [Strike of The Ninja. by : DragonForce]
- [Cannon Rock (cover) by : 36 Gitaris Jepang.]
- [Unraval OST OP : Tokyo Ghoul.]
- [Through of The Fire and Flame. by : DragonForce.]
Nah... nanti akan saya beri tanda untuk memainkannya. Selamat membaca Last Chapter ARC 2 dan chapter 12 dari The Devil Ninja Shadow.
.
.
.
.
.
.
.
[The Devil Ninja Shadow]
Disclimer's : Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi
Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. not Lemon)
Genres : Semi-Romance, Adventure, fantasy, Sci-Fi, Supernatural, hurt/comfort, ETC.
Pairing : "Penjahat tidak membutuhkan cinta" meminjam perkataan The Dark Side; Yami Naruto, dari fic TBT(The Best Team) by : Jendral(Ecchi) Dony Ren/Icha Icha Ren.
Slight pair: KibaTsuba, IseAsia, ValiKuro, NaruNaru(?) and more.
Warning : Death Char, Dark Side(meybe), Gray(meybe), Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot(meybe), Etc.
.
.
.
.
.
.
.
ARC : II - why the dragon's cry without tears? (In the hearts of all secrets will be revealed and become a reality.)
Final Chapter ARC II - Judggernaut Drive VS Makkura Mode Over Drive (Kebencian ini hanya untukmu Ruin Princess)
.
.
.
.
XXXXXXXXX THE DEVIL NINJA SHADOW XXXXXXXXX
.
.
.
.
[Play this the song. Where Dragon Rule. By : DragonForce.]
Azazel terbalut lempengan armor emas berhiaskan permata naga berwarna ungu gelap yang menyimpan kekuatan Raja Naga Emas Fafnir. Sang Gubernur Da-tenshi itu terbang dengan kecepatan penuh menuju salah satu spot yang terletak di dalam dimensi ciptaan [Dimensio Lost]. Sebenarnya Azazel masih ingin membantu anak buahnya menghabisi para penyihir [OSF] Tetapi permata ungu gelap yang menjadi sumber kekuatan armornya membisikan sesuatu agar dirinya menuju sebuah tempat yang memancarkan sebuah aura dahsyat nan mengerikan.
Tap!
"Halo Azazel, sudah lama kita tak jumpa." Baru saja sang Da-tenshi menapakan kakinya di lantai kuil, sebuah suara datar menyambutnya.
"Ya, kira-kira sudah setengah abad lebih kita tidak bertemu, Ophis." Ucap Azazel santai, namun dalam hati sang gubernur Da-tenshi tersirat sebuah perasaan ngeri atas aura dahsyat yang menguar khikmad dari tubuh sang Ouroboros Dragon. "Tetapi... Bukankah penampilanmu yang sekarang, terlalu berlebihan? Dalam perjumpaan terakhir kita, kau berwujud seorang kakek-kakek tua. tapi sekarang... Kau mengambil wujud seorang Bishoujo-sama yang sangat menawan. Haruskah aku memberimu penghargaan, untuk makhluk paling licik di dunia?"
"Ufufufu." Hanya tawa halus yang Ouroboros berikan untuk menjawab sindiran pedas dari sang Da-tenshi. "Jadi... Apa tujuanmu sebenarnya sampai-sampai sang Boss teroris datang ketempat seperti ini?"
"Aku hanya mengobsevasi keadaan dan juga mengalihkan perhatian kalian agar Team-ku dapat menyusup dan membebaskan pangeranku."
Deg!
Azazel tercengang, dengan sebuah fakta yang diucapkan oleh sang Infinite Dragon yang ada di hadapannya. Jadi semua kekacauan ini hanya untuk pengalihan perhatian agar anggota team Ophis dapat menyerbu istana Lucifer, selagi pertahanan istana tersebut melemah dan para petinggi disibukan oleh invasi [OSF]."K-kau, benar-benar licik Ophis!"
"Jangan salahkan aku, tapi salahkanlah pihak kalian yang telah berani menangkap pangeranku, sejujurnya aku akan menggempur istana Lucifer secara langsung bersama Team Vali. Akan tetapi melihat para penghianat itu akan melakukan sabotase pada Rating Game... Aku memutuskan untuk memanfaatkan kekacauan ini dan seperti yang sudah aku duga, cara ini lebih efektif dari pada aku harus menggempur Istana Lucifer, saat penjagaan istana itu dalam keadaan normal."
Mendengar penjelasan dari orang yang berada di hadapanya, membuat emosi Azazel memuncah. Sang gubernur mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga tetesan darah merembes keluar dari luka akibat kuku yang menancap pada tangan sang gubernur, dan itu membuktikan bahwa Azazel telah berada dalam kemarahan tingkat tinggi. "S-sial! Akankah dunia damai, jika aku bisa mengalkanmu di sini? Ayo kita bertarung Ophis!"
"Percuma... Percuma saja kau menantangku bertarung Azazel. Bukankah kau sudah tahu, bahwa kau tidak akan menang melawanku?" Gigi sang gubernur Da-tenshi itu bergemeletuk keras. Menahan segala emosi yang bergolak dalam darahnya yang kapan saja siap untuk diledakkan. Namun Azazel tak dapat menyangkal fakta yang diucapkan Ophis. bahwa dirinya tidak mungkin menang melawan sang dewa naga, walaupun ia menggunakan seluruh kekuatannya. "Ophis, bolehkah aku menanyakan sesuatu padamu?" Menyadari semua telah terlambat, Azazel memilih tenang dan mengutarakan maksud sejati dari perkataan Ophis yang membuatnya curiga.
"Silahkan, selagi aku berada di sini. Aku akan menjawab setiap pertanyaanmu."
"Sebenarnya aku penasaran siapa yang kau sebut sebagai pengianat itu?"
"Mmm, karena aku telah berjanji... Maka aku akan menjawab pertanyaanmu Azazel" sang dewa Naga menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan."Para penghianat itu adalah [OSF] Dan [Hero Faction]. Mereka mengkudeta kepemimpinanku dengan meburu Team Vali secara individual, karena hanya Team Vali yang mungkin akan membahayakan tindak tanduk mereka, tadinya aku tidak ambil pusing dengan kudeta itu tetapi setelah mereka berniat membunuh pangeranku... Aku tidak akan membiarkan mereka, bertindak sesukanya lagi."
[Aku heran kepada kalian. Kemarin ketua [OSF] dan [Hero Faction] ingin mebunuhku dan sekarang ke dua pemimpin tiga fraksi ingin menangkapku, sebenarnya seberapa membahayakanya kah, diriku dimata kalian?] Kilas ucapan Naruto sebelum Azazel menangkapnya, berkelebat dalam benak sang gubernur. Jadi ini maksud perkataan Sekiryuushintei itu? Hn... Ironi, ironi.
"Well... Setelah mendengar jawabanmu, aku tahu sekarang bahwa mereka hanya memanfaatkanmu. Ah dan satu lagi... Menurut kabar burung yang aku dengar kau membentuk Khaos Brigade untuk melenyapkan Great Red, benar? Tetapi mengapa kau bekerja sama dengan anak Great Red? Bukakan itu tidak masuk akal?"
"Memang aku berniat menyingkirkan Baka-Red itu. Tetapi setelah aku menemukan 'Dia' alih-alih memusnahkan Sang-Ayah aku lebih tertarik untuk bekerja sama dengannya dan menunggu... Menunggu kebangkitan 'Orang itu'."
"Jadi begit-" "Gagak Brengsek! Akhirnya aku menemukanmu!" belum sempat sang Gubernur menyelesaikan ucapannya, sebuah suara asing membungkamnya.
"Cih, Cruzerey Asmodeus. Dasar pengganggu!" ucap Azazel jijik, saat seorang pria paruh baya datang dari dalam lingkaran sihir di samping Ophis. "Apa kau datang ke sini, hanya untuk melanjutkan pertarungan kita yang sempat tertunda? Kalau iya... Ayo datang padaku aku akan melampiaskan seluruh emosiku ini, untuk menghancurkanmu!" tanpa ambil pusing pria bernama Cruzerey Asmodeus itu membentuk Demonic Power dikedua tangannya. Azazel agak melebarkan mata saat melihat intensitas Aura orang tersebut, sekarang meningkat sepuluh kali lipat dari sebelumnya "Rasakan ini Gagak bangsat!"
Blaaar!
Belum sempat serangan Cruzerey sampai dan mengenai Azazel, tiba-tiba sebuah bola energi sebesar bola kasti berwana hitam kemerahan telah melahap habis serangan dahsyat tersebut. Dan memusnahkananya di tengah jalan. "Sirzechs kah?"
"Yo kawan" dari belakang Azazel muncul seorang pria tampan, berrambut merah crimson panjang dengan senyumnya yang menyegarkan. Menyapa Azazel dengan santai, tetapi Azezel dapat merasakan sebuah aura dahsyat terpancar dari ekspresi kalem sang Maou.
"Satan Crimson, Sirzechs Lucifer. Cih, Maou palsu!" Ucap sinis orang bernama Cruzerey tersebut.
"Jadi yang membuat kekacauan di teritorial-ku adalah anak buahmu, Ophis?" Tanya sang Maou kepada Ophis tanpa menanggapi hinaan dari pria bernama Cruzerey tersebut. Cruzerey menggeletukan giginya penuh emosi karena orang yang telah ia hina tidak menanggapi perkataannya. Tentu saja sebagai keturunan Maou zaman dulu, ia memiliki tingkat harga diri yang tinggi dan dengan Sirzech yang mengabaikannya, itu sama saja menghinanya secara tidak langsung.
"Jadi kau sudah tahu, kalau Team-ku menyusup ke istanamu?"
"Ya, aku sudah tahu dan aku juga sudah mengirim seluruh Peerage-ku dan Yu-long untuk meringkus anak buahmu." walaupun Sirzach berkata dengan santai tetapi Azazel tahu, bahwa Maou sekaligus temannya itu sedang dalam mood yang buruk dan emosi tingkat tinggi. "Lupakan itu sejenak, Ophis. Karena kedatanganku ke tempat ini bukan untuk membahas hal itu tetapi untuk bernegosiasi dengan mu dan Cruzerey."
"Cih, Negosiasi apa yang akan kau tawarkan, hah!? Kau fikir kami sebagai keturunan Maou asli akan menerima tawaran dari Maou palsu sepertimu? Jangan BERCANDA!" Seperti yang Azazel duga. Orang-orang dari OSF memanglah iblis arogan dan tak tahu diri. Dirinya hanya heran terhadap Sirzechs, mengapa pria terkuat di Underworld ini menawarkan hal tersebut? Bukankah dia tahu, golongan Maou pasti akan menolak mentah-mentah negosiasinya.
"Jadi itu jawabanmu? Bagaimana denganmu Ophis?"
"Hm... Asalkan kau mau menerima ularku dan menyerahkan Agreas kepadaku, aku bersedia menjadi sekutumu." Sepertinya memang tak mungkin bernegosiasi dengan sang dewa naga. Menyadari ada yang ganjil dari permintaan Ophis Azazel menautkan alisnya curiga. "Tunggu dulu... Konspirasi apa yang akan kau lakukan jika kami memberimu pulau langit [Agreas]?"
"Ufufufu Azazel, Azazel... Jadi kau tidak tahu? Ada sebuah rahasia besar yang tersimpan di Agreas? Kalau begitu tanyakan saya pada temanmu Sirzechs." Azazel menyipitkan matanya tajam detik berikutnya ia mengalihkan wajahnya ke samping dan menatap Sirzechs dengan tatapan minta penjelasan. Menyadari itu Sirzechs mau tidak mau harus menjelaskan semua ini kepada temannya agar tidak terjadi kesalah fahaman, antara fraksi Akuma dan Da-Tenshi.
"Aku akan menjelaskannya nanti saat kita hanya berdua." Azazel mengangguk patuh, walaupun dirinya sangat penasaran dengan rahasia kota langit. Tetapi ia juga harus tahu bahwa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk membeberkannya. "Hanya satu yang ingin aku tanyakan padamu Ophis... Mengapa kau mengetahui Rahasia fraksi kami!"
"Asal kau tahu saja Sirzach, aku telah lama memantau 'tangan kirimu' bukankah kau tahu? Bahwa para anggota dewan 72 pilar telah melakukan konspirasi gelap dalam proyek yang di tangan oleh The Devil Ninja Shadow!"
Deg!
Sirzach agak syok dengan semua perkataan Ophis. Bagaimanapun proyek itu adalah proyek dengan tingkat kerarahasian SS-Rank tetapi mengapa Ophis mengetahuinya? "Ophis... Mengapa Kau mengawasi Naruto?" Sirzach menanyakan sesuatu yang berbeda, ia bermaksud mengalihkan pembicaraan yang sudah semakin keruh tersebut.
Crash!
Belum sempat Ophis menjawab pertanyaan Sirzach, sebuah tebasan di udara yang mendistorsi ruang dimensi menghentikannya. Dari sobekan celah dimensional itu keluar seorang pria tampan bersurai kuning yang mengenakan jas kantor setelan, dan seorang gadis kecil dengan wajah yang identik dengan sang pemuda. Azazel, dan Cruzerey agak berkeringat dingin saat merasakan Aura suci dalam jumlah gila, terpancar dari pedang perak yang berada di punggung pemuda tersebut. "Hei anak muda, siapa kau? Kenapa pedangmu memiliki aura suci segila ini?!"
"Maaf, jika kedatangan saya yang mengejutkan ini terlalu lancang di mata gubernur malaikat jatuh, dan Maou Lucifer masa kini. Azazel-dono, Lucifer-dono." Arthur sedikit membungkukan tubuh, layaknya seorang Bangsawan yang penuh dengan kehormatan. "Perkenalkan... Saya adalah Arthur Pendragon, keturunan langsung dari King Arthur, dan pemilik dua pedang suci terkuat yaitu: Caliburn Holy-king Sword dan Excalibur Ruler... Walaupun Excalibur Ruler telah dicuri oleh anak buah Anda, Azazel-Dono."
'pantas saja kekuatan suci dari pedang pemuda itu sangat gila' batin Azazel tetapi dia agak tak enak hati karena kalimat akhir yang Arthur ucapkan membuatnya malu.
"Arthur! Mengapa kau sopan sekali terhadap Maou palsu itu. Dan tidak menghormatiku! Yang jelas-jelas keturunan Maou ASLI!" Arthur tersenyum miring agak meremehkan saat Cruzerey dengan semua kearogansiannya meminta penghormatan.
"Maaf saja Cruzerey... Aku tidak akan memberikan sedikitpun penghormatanku kepada seorang penghianat sepertimu." jawab sang Pendragon datar. Tetapi karena datarnya nada bicara Arthur itulah yang membuat keturunan Maou Asmodeus geram tak kepalang."K-kau! Sama saja dengan VALI!"
"Cih, 'Anjing menggonggong tanda tak memiliki taring.' mungkin itu adalah pribahasa yang tepat untukmu Cruzerey."
"BANGSAT! KAU ARTHURRR!" Cruzerey yang emosinya telah benar-benar pada batasnya, menembakan balok-balok berkekuatan sihir tepat mengarah menuju Arthur, tetapi dengan reflek seorang pendekar pedang suci terkuat, Arthur sangat mudah untuk menghindari serangan-serangan tersebut.
"Ojou-sama apakah anda mengizinkan saya untuk membunuh penghianat itu?" Ophis mengangkat tangan kirinya dan menggeleng lemah pertanda bahwa ia tidak memberi izin kepada sang Pendragon. "Jangan kotori pedang sucimu itu dengan darah penghianat ini." Mendengar itu Cruzerey hanya bisa menahan kemarahannya tanpa membantah. Sedikit niat dalam hati untuk menyerang Arthur secara mendadak, akan tetapi akal sehat Cruzerey masih dapat menahan emosinya karena bagaimana'pun kondisinya saat ini bagaikan terkurung dalam kandang macan dengan seekor macan betina yang kelaparan. Salah gerak sedikit Ophis pasti langsung menghabisinya.
"Lagi pula ada seseorang yang berhasrat lebih besar untuk membunuh penghianat ini." Sang dewa naga mengalihkan wajahnya ke depan dan menatap datar Azazel sebelum melanjutkan. "Bukankah begitu, Azazel?"
"Heh, kau memang pantas menyandang gelar dewa naga, Ophis." Azazel menyeringai setelah itu ia merogoh saku jasnya dan mengambil sebuah mutiara hitam keunguan dari balik jasnya. "Terima kasih, karena kau telah memberiku sebuah 'Objek' untuk melampiaskan kemarahanku. Sekarang bersiaplah Cruzerey!"
[Balance Breaker : Down Fall Dragon Another Armor]
Dari tubuh Azazel meledak sebuah aura kuning keemasan, detik berikutnya sang gubernur malaikat jatuh itu terbalut sebuah armor naga berwarna emas dengan sebuah tombak cahaya bermata dua yang tergenggam erat di tangan sang Gubernur.
[Down Fall Dragon Spear] atau [Down Fall Dragon Another Armor] dalam bentuk Balance Breaker, adalah sebuah Sacred Gear buatan yang Azazel ciptakan, saat ia meneliti Artifak suci atau Sacred Gear [Divine Divinding] milik murid sekaligus anak angkatnya, sang Hakuryuuko terkuat sepanjang masa yaitu: Vali Lucifer. Berbekal kejeniusan dan pengalaman yang menjadi hobinya sebagai kolektor Sacred Gear. Dia... Azazel, menciptakan Sacret Gear itu dengan memasukan kekuatan Fafnir sang Raja Naga ke dalam berlian berwarna hitam keunguan, yang ia peroleh dengan membuat kontrak darah dengan sang Raja Naga.
Azazel siap untuk melampiaskan segala emosinya atas kekacauan ini yang sedari tadi ia pendam, ke pada Cruzerey. Akan tetapi baru saja sang Da-Tenshi terkuat itu hendak melesat dan hendak menyerang musuh secara frontal... Sebuah tangan putih milik sahabatnya memblokir jalannya. Mengisnyaratkan agar Azazel tidak menyerang musuh sekarang juga "A-apa maksudmu Sirzechs?"
"Aku mohon tenanglah Azazel. Lihat dan perhatikan musuh di hadapanmu." Walaupun tak suka dengan apa yang Sirzechs intruksikan. Azazel tetap patuh detik berikutnya mata sang Gubernur Malaikat jatuh itu agak melebar karena mendapati aura kekuatan Cruzerey meningkat dengan signifikan secara kontan.
"Sisisisi, Sekarang kau akan merasakan kekuatanku yang telah ditingkatkan oleh ular pemberian Ophis, Azazel!" Cruzerey yang kekuatanya telah ditingkatkan berpuluh-puluh kali berteriak arogan penuh keangkuhan. Tangan kananya ia bawa ke depan tepat ke arah Azazel, detik berikutnya sebuah gelombang Demonic Power dalam jumlah besar berkumpul di telapak tangan sang keturunan Maou lama. Demonic Power berwarna hitam itu terus berkonsentrasi pada satu titik menciptakan sebuah bola energi padat yang siap ditembakan kapan saja.
Blaaar!
Aura dahsyat berwarna merah kehitaman meledak dari tubuhnya hingga membuat lantai kuil tempatnya berpijak hancur berkeping-keping. Azazel tahu, walaupun intensitas Demonic Power yang Sirzechs keluarkan lebih kecil dari pada milik Cruzerey, tetapi tingkat ofensip Demonic Power milik Cruzerey berada jauh di bawah Sirzechs, yang notabene-nya memiliki kekuatan penghancur Absolut.
Power of Destruction milik kakak laki-laki Rias Gremory itu membentuk bola-bola kecil dan mengelilingi Sirzechs, seakan-akan kumpulan energi iblis yang membentuk wujud bola tersebut memiliki kesadaran tersendiri untuk melindungi sang tuan. Cruzerey menembakan sihirnya tepat menuju Azazel dan Sirzechs akan tetapi bola-bola Power of Destruction yang mengelilingi Sirzechs bergerak cepat, menggilas, dan memangsa serangan sang lawan hingga habis tak tersisa.
"BANGSA-" belum sempat pria keturunan Maou Asmodeus lama itu menyelesaikan sumpah serapanya. Sebuah Bola Power Of Destrucition masuk kedalam mulutnya yang terbuka. Tubuh Cruzerey agak mengebung sejenak dan setelah itu ia memuntahkan banyak liquid merah kehitaman khas darah dari mulutnya. Begitupula dengan aura iblis dahsyatnya yang menurun secara derastis.
"[Ruin the Extinct] berhasil, sekarang kau tidak akan bisa bertarung dengan kekuatan dahsyat, karena aku telah menghancurkan ular Ophis di perutmu."
[Ruin the Extinct] adalah sebuah serangan yang membutuhkan skill sempurna dalam mengontrol Power of Destruction. Power of Destruction dikompres hingga titik terendah, dimana kekuatan pemusnah itu hanya seukuran Nano, tanpa mengurangi sifat ofensifnya sedikit'pun. dengan ukurang sekecil itu Sirzechs dapat dengan leluasa menyerang musuh pada titik tertentu sesukanya, walaupun musuh tersebut memiliki tameng pertahanan absolut, tetapi tetap saja bukan? sebuah tameng pertahanan memiliki pori-pori mikro pada bahan dasar tamengnya dan dengan Power of Destruction seukuran Nano Sirzechs dapat menghancurkan pertahanan itu dari dalam.
Jadi? ukuran bukanlah segalanya, karena yang menentukan sebuah kemenangan adalah taktik dan strategi yang matang dengan kata lain...
Kualitas selalu mengalahkan Kuantitas.
"Ke-kenapa... kenapa kalian yang membawa nama 'Lucifer' selalu di berkahi kekuatanya yang besar! Seperti Kau dan seperti Vali. Tetapi kalian... Kalian tidak memihak kami! iblis yang membawa darah asli Maou sejati!?" Sirzechs memejamkan matanya. Ia benar-benar muak dengan segala argumen dan omong kosong yang di lontarkan oleh orang yang berada di hadapannya. Dengan gerakan lemah ia menggerakan tangannya ke samping dan setelah itu seluruh bola Power of Destruction melahap, menggilas dan memusnahan seluruh tubuh Cruzerey, hingga tak tersisa.
"Maafkan aku, tetapi sifat kalianlah yang telah membuatku marah dan memaksaku untuk menghancurkan kalian. Andai saja kalian mau mendengar permohonanku sebagai Maou masa kini, pasti aku akan dengan senang hati menyambut kalian." tuntas sang Lucifer.
.
.
.
XXXXXXXXXX THE DEVIL NINJA SHADOW XXXXXXXXXX
.
.
.
"Lama tak jumpa Ophis." seluruh mata mengalihkan pandangannya ke arah lain, saat sebuah suara serak namun berwibawa merayap masuk ke gendang telinga mereka.
"Odin?" desis sang Ouroboros Dragon, ketika melihat seorang pria tua yang memiliki janggut panjang berwarna putih dan mata kiri yang tertutup selembar penutup mata. Kakek tua itu tiba-tiba muncul di antara Azazel dan Sirzechs dengan lingkaran sihir khas dewa dalam mitologi Norse.
"Odin-dono maaf telah membuat tamu sepenting anda terlibat dalam masalah para iblis"
"tak apa Sirzechs, bukankah kita telah sepakat akan hal itu? lagi pula bisa bertarung dengan tubuh tua renta ini serasa bernostalgia dengan masa muda." jawab sang Dewa ketu dari Mitologi Norse bijak. "Nah... Sekarang jumlah kita sudah setara. Apakah... Kau siap untuk memulai pertempuran akhir antar Boss ini, Ophis?"
Mendengan pernyataan perang tersebut, Ophis sedikit tersenyum dan menggeleng lema. "Maaf, tapi aku rasa aku tidak punya banyak waktu untuk bertarung dengan kalian. Lagi pula aku harus menyambut kedatangan Sang-Ayah dan Pangeranku yang dalam beberapa menit lagi sampai di sini." mendengar pernyataan tersebut Azazel, dan Sirzechs membulatkan matanya sempurna. Mereka berdua syok karena baru menyadari bahwa; ada sebuah aura negatif nan kelam menuju tempat yang saat ini mereka pijaki, dalam kecepatan cahaya. "Tetapi nampaknya pangeranku akan tiba di tempat dimana Adik perempuanmu berada, Sirzechs. dan mungkin ia akan membalaskan sakit hatinya kepada adikmu."
"Ja-jangan bilang ka-"
"Tepat sekali Sirzechs, tepat sekali! Pangeranku adalah Naruto Namikaze, Inkarnasi Great Red, Shinsekiryuutei, Sekiryuushintei, atau kau boleh memanggilnya... The Devil Ninja Shadow, Tangan Kiri Lucifer, Dark Emperor, atau... Naruto Uzumaki Arashikage!"
"Orang yang telah mengabdikan dirinya untukmu! Mengabaikan rasa cintanya untuk dirimu! Tersakiti oleh adikmu setelah ia bisa mencintai! Mengorbankan nyawanya untuk adikmu! Dan orang yang kau siksa di penjara bawah tanah level enam!"
"Terimakasih Sirzechs, trimakasih! Berkat dirimu sekarang... eksistensi yang terlupakan, kesejatian yang terabaikan, dan kegelapan yang abadi telah kembali bangkit sejak tertidur selama 10,000 tahun lamanya. Sambutlah Sirzechs... Sambutlah! Kebangkitan dari Mysterious Beast [Makkura] yang kini menjadi [True Dragon Beast of Makkura]."
.
.
.
.
.
XXXXXXXXXX THE DEVIL NINJA SHADOW XXXXXXXXXX
.
.
.
.
[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost]
[Dress Break Over Booster]
Blaaar!
Kyaaaaaa!
Perangkat sihir yang di buat khusus oleh Gorgue pemilik [Dimension Lost] hancur berkeping-keping diiringi musnahnya seragam Kuoh Akademi yang menutupi tubuh sang gadis suci, Asia Argento. Akeno maju selangkah, kedua telapak tangannya ia bawa ke arah sang gadis suci. Bendar-bendar kuning dengan cepat menutupi tubuh telanjang layaknya seorang bayi baru di lahirkan milik Asia. Cahaya sihir itu menutupi beberapa bagian sensitif milik sang gadis suci, selama beberada detik. Dan pada detik berikutnya, tubuh Asia telah tertutupi seragam Kuoh Akademi seperti sedia kala.
"Ise-san" Dengan senyum khas yang menyejukan, Asia menyucapkan nama seorang pemuda yang telah menyelamatkannya, sekligus pria yang paling ia sayangi. Baginya yang telah kehilangan harapan dan diambang jurang keputus asaan, bisa melihat pemuda yang kini tergeletak di lantai dengan genangan darah dari hidungnya itu; Adalah sebuah berkah yang tak ternilai harganya. Karena Asia takut, benar-banar takut! setelah ia tahu sebuah fakta dari Diodora bahwa; semua kejadian yang telah menimpa dirinya -Asia- telah direncanakan oleh Diodora sendiri dan rencana tersebut hampir saja berhasil jika Ise-san-nya tidak datang untuk menyelamatkan dirinya.
Dari mulai waktu itu... Waktu dirinya masih tinggal di Gereja pusat, hingga sekarang. Dimulai waktu Asia masih tinggal di Gereja, ia menyelamatkan seorang iblis yang terluka di depan gerbang Gereja, Saat pengusirannya dari Gereja karena dituduh sebagai penghianat, ketika ia di bunuh oleh Raynell dan sampai Rating Game saat ini, Itu semua telah direncanakan oleh Diodora.
Benar-benar rencana yang matang dan tak terduga.
Ada rasa tak percaya dalam hatinya, namun semua ini adalah fakta yang telah ia dengar secara langsung dari mulut iblis laknat, Diodora Astaroth.
"Asiaaaaa!" Ise berlari sekuat tenaga, dengan tangan terbuka. Dirinya ingin segera memeluk gadis suci itu agar tiada lagi yang dapat melukai gadis yang paling ia sayangi, namun alih-alih mendaratkan tubuhnya untuk mendekap sang gadis suci. Ise malah harus mendapat sikutan keras dan meringis kesakitan akibat sikut Xenovia yang menghantam perutnya. Ise meringis tetapi detik berikutnya senyum lembut terpatri di bibir sang sekiryuutei, saat melihat Xenovia menangis tersedu-sedu sambil memeluk Asia dan Ise juga mendengar tangisan haru dari semua temannya.
'Andai kau ada disini, pasti kau akan terharu juga. Bukankah begitu... Naruto.' batin sang Kaisar naga merah atau mungkin sebuah do'a harapan yang akan segera terkabul?
Karena bagaimana'pun ucapanmu adalah do'amu.
Flash!
"Arghhhhhh!" Ise... Bukan! tapi kelompok Gremory memalingkan direksi pandangan mereka masing-masing ke arah berlawanan, saat sebuah kilatan cahaya menembus tubuh Diodora yang berada di hadapan mereka. Tubuh Hairess Astaroth itu mulai bercahaya, seakan-akan sistem gugur dalam Rating Game mulai aktif untuk mentransfer Diodora keluar dari Rating Game. Tetapi mereka tahu bahwa sistem transfer sudah tak berfungsi karena Rating Game telah disabotase.
Lantas apa yang membuat tubuh Diodora menjad pecahan kaca, dan menghilang oleh tiupan angin?
"Dasar lemah! Aku memberimu ular Ophis dan Twilight Healing tetapi kau tak menggunakannya. Dasar tak berguna. Terimalah kematianmu." Suara asing terdengar dari arah atas. Suara yang menjawab kebingungan atas peristiwa menghilangnya tubuh Diodora.
Ruin princes, alias Rias Gremory mendongakan kepalanya menuju sumber suara. Manik hijau-birunya menemukan seorang pria diumuran senja berambut kuning pucat yang tengah terbang sembari membawa sebuah senjata yang ia yakini memiliki aura suci. Apakah ini teknologi yang Khaos Brigade kembangkan, agar para iblis bisa menggunakan senjata milik malaikat? Entahlah... Tetapi yang tepenting untuk saat ini adalah mengurus orang di hadapannya yang mungkin dapat membahayakan para pelayanya.
"Ruin Princes, Sirzechs no Imotou. aku akan membunuhmu di sini agar mereka para Maou penipu itu dapat merasakan sakit seperti yang kami rasakan!"
"Cih dasar pengecut! Memburu para keluarga Maou saat ini secara satu persatu, dan tidak melawan para Maou secara langsung. Kau benar-benar iblis paling licik dan hina di Underworl!"
"Hahahaha, Kau terlalu banyak bicara Gremory! Aku adalah Shalba Beelzebub, keturunan Maou Beelzebub asli yang kalian sebut sebagai Maou lama! Dan aku akan meng-halal-kan segala cara! Agar Maou palsu itu tahu apa artinya rasa sakit." Menggunakan tangan kirinya Shalba mengarahkan senjata proyektil tersebut tepat kearah kelompok Gremory.
[Play... Strike of The Ninja. by : DragonForce]
Crash!
Sring!
Arghhhhhhh!
Akan tetapi tepat setu detik sebelum dirinya menekan pelatuk dari senjata tersebut, Shalba harus merasakan rasa syok mau'pun sakit, saat tiba-tiba sebuah pedang melesat dalam kecepatan penuh dari ketiadaan, dan memotong tangan kirinya dalam posisi siap menembaknya. "Siapa yang berani melakukan ini padaku!"
"Ufufufu, Akhirnya aku menemukanmu penghianat busuk." Rias dan para budaknya dibuat terjatuh di kedua lutut mereka masing-masing. Tubuh mereka berguncang hebat, suara menggigil terdengar jelas dari setiap mulut kelompok Gremory. Bukan karena suara perpaduan antara pria dan wanita yang baru saja bergema di seluru penjuru Kuil tersebut, tetapi karena aura iblis penuh kutukan yang terpancar dahsyat dari bilah merah sebuah pedang yang dengan gagahnya menancap di lengan kiri Shalba yang telah terputus dari tubuh sang tuan.
"Pe-pedang Raja Iblis Gram? Jangan-jang-"
Buakh!
Blaaar!
Belum sempat sang keturunan Maou lama itu menyelesaikan perkataannya, sebuah tinju raksasa yang tercipta dari kegelapan menghantamnya dan membuat Shalba terpental menabrak dinding kuil hingga hancur berkeping-keping.
"Yare, yare... Kemana semua argumen sampahmu tentang keturunan Maou lama itu? Tua bangka sialan!" Sesosok pria yang bertelanjang dada melayang di udara dengan bantuan sepasang sayap kegelawan yang terbingkai susunan tulang. Surai kuning keputih-putihannya dihiasi sepasang tanduk hitam metalik yang tumbuh dari batok kepalannya. Mata merah dengan pupil vertikal berwarna kuningnya, menatap bosan ke arah dinding yang hancur akibat dihantam oleh tubuh Shalba.
Mengulurkan tangannya ke depan tiba-tiba pedang penuh kutukan bernama Gram tersebut melayang ke udara dan menghampiri sang tuan seakan-akan memiliki kesadaran tersendiri, dan mengerti isyarat dari tuannya.
"BANGSAT KAU NARUTOOOO!"
Blaaaar!
Seluruh puing-puing yang menindihi tubuh Shalba meledak menjadi debu-debu kecil yang berhamburan di udara, diiringi dengan intensitas Demonic Power milik sang keturunan Maou yang meningkat secara signifikan. Shalba melesat dengan seluruh kecepatan yang ia miliki ke arah Naruto, tembakan-tembakan sihir berwarna hitam ia lepaskan dalam jumlah besar untuk menghancurkan sang target.
Naruto menyeringai, kedua sayap terlapis susunan tulang di punggungnya mengatup kedepan menutupi tubuh sang pemilik sekaligus menjadi tameng, untuk menghalau serangan Shalba.
Duarrrr!
Duaarrr!
Blaaar!
Dentuman dahsyat terjadi di udara memenuhi langit-langit kuil dengan ledakan-ledakan hebat yang dapat menghancurkan sebuah gedung bertingkat. Naruto menyibakan sayapnya, dari balik kepulan asap yang menjulang tinggi tersebut. Detik berikutnya asap debu kehitaman itu telah hilang terbawa angin. "Jadi kau masih menyimpan ular Ophis? Cih, dasar iblis tak tahu malu! Setelah kau berhianat kepada Ojou-sama... kau masih saja menggunakan pemberiannya. Dasar makhluk rendahan, tak tahu diri!"
"JAGA BICARAMU BANGSAT!"
"Bangsat? ah bukankah aku yang seharusnya menyebut mu dengan kata itu? kau hanyalah seorang iblis hina yang selalu membangga-banggakan garis darahmu! akan tetapi kau tak memiliki kekuatan seperti Maou zaman dulu. Cih jangan membuatku tertawa, Shalba!"
"KA-KAU... KAU! AKU AKAN MEMBUNUHMU BAJINGAN!" Dengan segala emosi yang bergolak di seluruh nadinya, Shalba menyerbu Naruto dengan frontal!
"Ya ampun... Kau benar-benar seorang idiot Tolol, Shalba!"
[Makkura : Dark Controuler]
Dari ketiadaan muncul ratusan ular kegelapan. Ular-ular itu menyergap Shalba, mengikat tangan, kaki, leher, dan tubuh keturunan Maou lama tersebut. Shalba memberontak akan tetapi ikatan ular-ular kegelapan itu terlalu kuat sehingga ia tidak dapat berkutik lebih. "Sejujurnya, kedatanganku di sini bukan untuk bertarung dengan pengecut lemah sepertimu. Tetepi karena kau ada di sini, jadi apa boleh buat? Sekalian saja aku membunuh iblis tolol sepertimu." Pemuda Namikaze itu mengangkat lengan kirinya yang menggenggam Demon-King Sword, tinggi-tinggi. Dari bilah tajam pedang iblis pembunuh naga terkuat itu, meledak aura kutukan dahsyat yang bercampur dengan kegelapan.
[Dark Creator]
Bisikan lemah terlantun dari bibir tipis sang Arashikage, diiringi terciptanya ratusan bahkan ribuan jenis pedang dari segala rupa. Pedang-pedang itu tercipta dari kegelapan, dan aura kutukan yang meledak dari tubuh Naruto.
Kelompok Gremory yang menjadi saksi bisu dari kejadian itu dibuat terjatuh di kedua lutut mereka masing-masing. Karena saking dahsyatnya aura kutukan yang terpancar dari tubuh Naruto. "i-ni" Kiba Yuuto, tahu tekhnik ini. Sebuah tekhnik rahasia milik seseorang yang amat familiyar bagi dirinya. Dimana tekhnik ini adalah versi lain yang meniru Sacred Gear miliknya; Sword of Birth.
"Sekarang tamatlah riwayatmu, penghianat!" Dan dengan ucapan itu, ribuan pedang yang tercipta dari aura kutukan dan kegelapan melesat lurus menghujani tubuh tak berdaya milik seorang Shalba Beelzebub hingga habis tak tersisa.
.
.
.
.
XXXXXXXXXX THE DEVIL NINJA SHADOW XXXXXXXXXX
.
.
.
.
Asap debu kecoklatan mulai memudar terbawa hembusan angin kuat dari sepasang sayap di punggung Naruto. Efek serangan itu tampak mengerikan karena hampir sebagian kuil megah hasil ciptaan [Dimension Lost] itu mengalami kerusakan total. puing-puing batu mulai dari ukuran kecil hingga berukuran besar berserakan di seluruh area, dihiasa ribuan pedang yang menancap kokoh di atas puing-puing tersebut. Tempat megah yang dulu adalah kuil itu, kini telah di sulap seketika menjadi sebuah reruntuhan mistis layaknya kuburan pedang.
Berbekal pengalaman dan pengetahuannya atas serangan tersebut, Kiba Yuuto dapat bertindak lebih sebelum serangan bak hujan deras itu menyentuh lantai. Ia dan Ise sebagai laki-laki dalam kelompok Gremory, mereka berdua berhasil menggabungkan kekuatan untuk menciptakan penghalang dari ribuan pedang.
Beberapa detik sebelum serangan itu benar-benar di lepaskan, [Boosted Gear] milik Ise telah menggandakan Boost sebanyak beberapa kali dengan begitu Ise menggunakan salah satu kemampuan Sacred Gear-nya yaitu [Transfer] untuk meningkatkan kekuatan Kiba. Sang Knight Gremory yang telah mendapat sumbangan energi Sekiryuutei melakukan eksekusinya dengan memanfaatkan Sacred Gear-nya [Sword of Birth] Yuuto membuat berrir pelindung dari ribuan pedang Holy-Demonic dengan seluruh kekuatannya yang telah digandakan oleh sumbangan energi Sekiryuutei.
Dan sekarang... Kurang-lebih Sepuluh ribu pedang telah membanjiri lantai dari kuil yang hancur tersebut. Memberikan sebuh panorama mistis menegangkan karena tempat itu layak disebut sebagai... pemakaman pedang.
Tap!
"Lama tak jumpa, Rias Gremory." Rias dan para budaknya mengalihkan pandangan mereka ke arah sumber suara. Tepat di hadapan mereka berdiri seorang pemuda yang amat familiar sekaligus asing dalam bersamaan.
"Naruto Namikaze, aku benar-benar kecewa kepada mu. Aku fikir kau adalah orang yang baik tapi nyatanya semua itu hanyalah topeng belaka untuk menutupi seluruh kejahatanmu."
"Hahaha, jadi kau menyesali kejadian malam itu? Apakah Pawn kesayanganmu tidak memberitahu jati diriku yang sebenarnya? Padahal Hyodou Issei sudah tahu siapa sebenarnya aku! saat Dia bertarung melawan ku di Underworld." Sebuah fakta yang telah dirahasiakan secara mulus akhirnya terungkap! Rias tidak pernah menyangka bahwa Ise, Pawn yang ia sayangi telah menyembunyikan semua ini darinya.
[Play... Unraval OST OP : Tokyo Ghoul.]
"I-ise, a-apakah itu be-benar?"
[Dark Controuler]
Belum sempat Ise menjawab pertanyaan King-nya Tiba-tiba dari dalam lantai keluar puluhan ular kegelapan yang langsung mengekang pergerakan seluruh kelompok Gremory kecuali Rias. "A-apa yang kau lakukan Naruto!"
Naruto diam seribu bahasa tak menanggapi, apa lagi birniat menjawab pertanyaan gadis di depannya. dengan gerakan lemah lengan kirinya ia bawa ke depan dan detik berikutnya sebuah kekkai hitam transparan membungkus keenam budak Rias yang telah dihentikan pergerakannya terlebih dahulu. "Rias, aku tidak punya urusan dengan mereka! Jadi aku memenjarakan mereka dalam [Dark Doom] agar tidak ada satupun yang dapat mengganggu kita berdua!"
"A-apa maksudmu!" dengan sigap Rias membuat posisi siap tempur sembari mencabut katana putih yang sedari tadi berada di punggungnya.
"Oh... Jadi kau masih menyimpan Katana-ku ya? Aku kira kau sudah melupakanku dan menjalin cinta dengan pria lain."
"A-apa maksudmu? Katana ini bukan milik orang sepertimu Naruto!"
"Cih, aku muak denganmu yang masih belum menyadari siapa sebenarnya diriku! Apa boleh buat aku akan menunjukan ini kepadamu, agar kau sadar siapa diriku!" tiba-tiba sebuah portal sihir tercipta di bawah kaki Naruto. Dari lingkaran sihir itu keluar sebuah katana hitam yang sangat identik dengan katana yang berada dalam genggama sang Ruin Princess.
Deg!
"Ti-tidak mu-mungkin!" bagaikan tersambar petir di kala hujan badai, tubuh sang Hairees Gremory berguncang hebat, detak jantung yang berdetak secara normal kini mempercepat tempo detakannya. hatinya sakit benar-benar sakit, akal sehatnya menolak mentah-mentah semua info yang dikirim oleh iris biru kehijauannya.
Katana itu...
Katana yang berada di genggaman musuhnya itu... Adalah katana milik seseorang yang amat ia sayang, seorang pemuda yang telah membawa separuh nafasnya ke alam baka, seorang yang telah mengabaikan cinta tulusnya, dan Seorang pria yang telah meluluh lantahkan hatinya menjadi jutaan puzel-puzel kecil! Puzel kenangan masa lalu yang baru saja direkonstruksi ulang oleh hatinya... Tapi mengapa? Mengapa setelah hatinya mulai sembuh dari rasa sakit atas kehilangan seseorang yang paling berharga di hidupnya, katan hitam penuh memori menyakitkan itu kembali lagi? Dan menghancurkan hatinya untuk kesekian kali?
"Jangan bercanda bajingaaan!" Rias berteriak parau penuh kebencian. Mengabaikan seluruh rasa yang bergolak dalam hatinya, untuk menyerbu pria di depannya secara frontal.
Traank!
Traank!
Traank!
Tanpa memperdulikan sakit di dalam hatinya, sang Ruin Princess menyerang secara membabi buta. Melepaskan segala emosi negatif dalam setiap tebasan Katana putih-keperakan miliknya. Tetapi Naruto dengan mudah memblokir seluruh serangan itu tanpa berniat membalasnya, karena ia masih menunggu... Menunggu sesuatu yang saat ini tengah ia coba.
"DASAR PENIPU!"
Traank!
"NARUTO TAKKAN MENJADI JAHAT SEPERTIMU!"
Traank!
"Dia, adalah pria yang bertanggung jawab, baik, setia kawan, dan rela berkorban! Kau bukanlah DIAAAA!
Traank!
"KARENA NARUTO-KU, TIDAK AKAN PERNAH BERHIANAT DAN DIA SUDAH MATIIIII!"
Traank!
Katana kembar itu saling bergesekan dalam bentuk X. "Apa semua omong kosongmu itu, sudah selesai?" ucap Naruto datar. Rias menyadari adanya celah menggunakan kaki kanannya untuk menjejak Naruto dan bersalto ke belakang dengan memanfaatkan tubuh Naruto sebagi lontaran.
"Kau bukan di-dia... Hikz... Kau hanya memiliki fisik yang identik dengannya, tetapi... Hikz... Kau... Kau bukan dia karena di-dia bukan Naruto Namikaze yang seperti ini." Rias mendongak melihat pria di hadapannya dengan iris blue-green yang masih mengalirkan air mata. "Aku mohon... Tolong kembalilah Naruto, kembalilah menjadi Naruto Uzumaki yang aku cintai dan mencintaiku!." dan semua emosi menyakitkan, dituangkan ke dalam derasnya air mata yang mengalir deras dari mata indah sang ruin Princess.
Akal sehat menyangkal dan berkata tidak, tetapi hati membenarkan dan berkata iya, bahwa; pria di hadapannya itu adalah Naruto Uzumaki-nya.
"Dasar bodoh! Apa gunanya kau menangis di hadapanku? Walaupun sampai air matamu berubah menjadi darah, aku tidak akan kembali ke pelukanmu, Rias Gremory." Genggaman pada katana putih di tangan sang Ruin Princess mengendur, diikuti dengan tubuhnya yang lemas dan akhirnya terduduk tak berdaya di atas lantai.
Ini... Sangat menyakitkan. Hatinya hancur berkeping-keping, sampai-sampai rasa sakit di hatinya ini membuat tubuhnya serasa mati tak berdaya, menolak seluruh perintah yang diberikan oleh otak di kepalanya.
Rias benar-benar defresi...
Apa salah dirinya, hingga pria yang dulu mencintainya, bahkan rela mengorbantan nyawa untuk menyelamatkan dirinya kini sangat membenci dirinya? Apa dosa yang telah ia lakukan? hingga Naruto tidak sudi untuk sekedar menatap matanya? "Na-naruto aku mohon... Ke-kembalilah."
Sring!
Tanpa menjawab dan memperdulikan permohonan gadis di hadapannya, Naruto Namikaze yang dulu adalah Naruto Uzumaki Arashikage, meletakan katana di genggamannya tepat pada leher jenjang nan mulus, milik sang Hairess Gremory. Rias tetap diam membisu dengan liquid yang masih mengalir dari sepasang bola mata indah miliknya yang kini nampak kusam. Sekarang... ia sudah tak peduli dengan apa'pun meski harus mati di tangan pria yang dicintainya, ia rela. Asalkan Naruto-nya mau memaafkan dan segera membebaskan ia dari rasa sakit di hati yang sangat menyiksa jiwa dan raga.
"Maaf saja, aku tidak akan pernah kembali dalam pelukanmu. Aku tidak berniat kembali bersama wanita yang telah mengabaikan cinta tulusku. Karena bagaimana'pun seluruh cinta suci yang dulu hanya untukmu... kini telah menjadi rasa benci yang membuatku jatuh dalam kegelapan, dan...
... Seluruh kebencian ini hanya untukmu Ruin Princess!"
Crash!
Tubuh Rias ambruk bersama dengan sebuah suara tebasan yang tepat mengenai sebuah objek di hadapannya. "I-ise?"
"A-apa kau ba-baik-baik saja Buchou? ...Ough" Tebasan yang dilakukan Naruto itu, bukanlah memenggal Rias tetapi tepat mengenai punggung Ise.
"Well... Dua kali dalam dua masa kau di selamatkan oleh pria yang kau cintai? Dimana otakmu Rias!? Dimana-" "DIAM BANGSAT!" tanpa menyelesaikan ucapannya yang di potong oleh Ise Naruto menyeringai.
"Sekali lagi kau berani menghina Rias... Aku pastikan kau akan mati ditanganku" ucap Ise datar, kini Ise berjalan lemah layaknya mayat hidup, dan memandang Naruto dengan tatapan datar.
[Naruto-kun bersiaplah masuk dalam mode, Makkura Over Drive. Tampanya Ddraig sudah tidak bisa mengontrol kenangan para Sekiryuutei masa lalu yang telah terpancing oleh emosi Ise.]
'Baiklah Naruko'
["Naruto, kau telah memilih sesuatu yang salah"] kini suara yang terucap dari bibir Ise bukanlah suaranya tetapi suara campuran dari anak kecil, wanita, pria, orang tua dan suara Ddraig. Dan detik berikutnya ledakan aura merah mengerikan terpancar dari tubuh Ise.
[Play... Cannon Rock (cover) by : 36 Gitaris Jepang.]
[Aku adalah raja yang akan bangkit dari gelapannya kegelapan malam] - [Aku adalah seseorang yang akan bangkit]
(ya, seperti itu... Itu'lah langkah yang sang raja tempuh.) - (Sudah akan dimulai, Sepertinya akan segera dimulai )
[Aku menangis dalam kebahagiaan, tertawa dalam keputus asaan, dan menggila pada dominasi rival merah-putih] - [Kedua naga langit yang telah merampas prinsif dominasi dari tuhan]
(Mereka dua makhluk suci syurgawi yang telah mencuri dominasi dari Tuhan.) - (Memang seperti itu, apapun yang terjadi itu tidak benar, setiap saat memang selalu seperti itu)
[Kesejatian yang terabaikan, bersembunyi di balik bayang dan terlupakan dimakan zaman!] - [Aku tertawa pada "ketidak batasan", berduka pada "Impian" dan menghina "Kesejatian yang terabaikan"]
(Bayangan adalah sifat lain dari Kegelapan, itu adalah sifat sang Raja malapetaka.) - (Seorang yang dunia cari, seorang yang dunia tolak.)
[Keangkuhan adalah temanku, kasih sayang adalah musuhku dan ikatan adalah dendamku.] - [Aku akan menjadi naga merah dominasi]
(Mari musnahkan~ mari tenggelamkan.) - (Selalu kuat, selalu cinta)
[Kalian yang mencari keagungan abadi dalam kegelapan] - [Kalian memilih kehancuran, tak perduli beberapa kali'pun]
(Dan aku akan memusnahkanmu dalam kegelapan abadi di jurang keputus asaan!) - (Dan aku! akan menenggelamkan mu ke dalam pengampunan Crimson!)
[[ Makkura Mode Over Drive ]] - [[ Juddgernaut Drive ]]
BLAAAAARRRRR!
Ledakan hebat aura hitam dan merah membanjiri seluruh isi kuil, diiringi guncangan dahsyat dari tubuh Naruto dan Ise. Detik berikutnya kedua pria itu telah berubah menjadi sesosok miniatur Naga, Tubuh Naruto sepenuhnya di lapisi susunan tulang dari mulai tulang kaki, tangan, cakar, ekor, rusuk dan tengkorak kepala menjadikan sosok naga kegelapan itu seperti dilapisi armor tulang.
Sebaliknya, Armor [Boosted Gear Scair Mail] yang melapisi tubuh Ise berubah menjadi lebih tajam dan besar, sebuah ekor dari lempengan metal berwarna merah tumbuh dari tulang ekornya, sepasang sayap naga merah bercahaya membentang lebar dari punggung sang sekiryuutei, helm pada wajahnya memanjang merubah bentuknya menjadi kepala naga berhiaskan gigi-gigi runcing yang identik dengan kepala Ddraig, semua mutiara hijau pada tubuh ise berganti menjadi mutiara merah menyala. Kedua miniatur Naga tersebut berdiri dengan empat kaki layaknya binatang buas, kedua iris merah darah dan hijau milik masing-masing makhluk itu bersinar buas, menyiratkan sebuah sensai permusuhan tingkat tinggi ketika saling bertemu.
GROAAAAARRRR!
Naruto dalam bentuk [Makkura Mode Over Drive] dan Issei dalam bentuk [Juggernaut Drive], keduanya mengaum buas layaknya sang naga yang tengah murka.
Dan dengan itu pertempuran kedua naga tersebut dimulai!
Flash!
Keduanya melesat dalam kecepatan cahaya,
Blaaaar!
Dentuman hebat yang menghancurkan area sekitar terjadi, ketika keduanya bertabrakan. Dalam moment itu Ise menyabetkan ekornya ketubuh Naruto, tetapi Naruto dapat mengkisnya dengan sayap kiri yang menapar ekor ise. Ise agak limbung ke belakang tetapi dengan cepat sang Sekiryuutei membuka mulutnya dan menembakan Dragon Shoot yang mengarah tepat kepada Naruto, tidak tinggal diam sepasang sayap kegelapan yang dilapisi armor tulang di punggu Naruto mengatup kedepan, menjadi sebuah prisai untuk menghalau tembakan Ise.
Booooom!
Beam super itu meledak hebat saat menyentuh sayap Naruto dan membuat naga kegelapan tersebut terpental jauh kebelakang. Tidak menyia-nyiakan kesempatan Ise melesat maju ke depan dengan kecepatan cahaya, akan tetapi ketika sang Sekiryuutei yang telah siap dengan cakar tajamnya, hanya berjarak beberapa puluh meter dari Naruto, Naga kegelapan itu menembakan aura kegelapan dalam jumlah besar tepat di hadapan Ise.
[Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine]
Beberapa meter lagi sebelum Cannon penghancur itu menghantam Ise, kedua sayap merah milik Ise bertransformasi menjadi sayap putih dengan partikel-partikel cahaya biru muda yang menghiasinya. Sayap putih kebiruan itu menyerap Beam kegelapan tersebut. membagi dua serangan Naruto di setiap meter hingga ukurannya tinggal sebesar tusuk gigi, ketikan menghantam Ise.
Syuuut!
tanpa memberi jeda waktu berarti keduanya kembali menyerang. Saling Memberi pukulan, tentangan, cakaran, dan gigitan secara bergantian.
Duaaar!
Duaaaar
Blaaar!
Dentuman nyaring memekik telinga terdengar di sana-sini ketika keduanya saling bertukar serangan. Jumlah pedang yang bertaburan di area pertarungan juga sudah semakin menipis akibat dari kerusakan yang ditimbulkan oleh Naruto dan Ise. Pertempuran itu masih berlanjut dan kini keduanya telah berada di udara dan saling bertatap pandang dengan hasrat membunuh kuat.
Dapat dilihat dengan jelas kedua makhluk miniatur naga itu mengalami cidera di sana-sini. Di sisi kiri, Naruto telah kehilangan armor tulangnya di beberapa bagian dan juga salah satu tanduk hitam metaliknya patah setengah bagian. Di sisi kanan, Armor naga yang membungkus Ise juga telah hancur di beberapa tempat akan tetapi alih-alih menampakan kulit, atau daging khas manusia dari balik armor yang hancur itu terlihat kulit naga berwarna merah. 'Naruko, apakah kau siap untuk melakukan 'itu'?'
[Ara, tenang saja Naruto-kun, lagi pula dengan keadaan Ddraig yang sekarang kita dapat dengan mudah melakukan 'itu']
'Bagus! kalau begitu aku mengizinkanmu untuk menyegel kesadaranku dan membiarkan aku mengamuk sesukaku!'
[Ufufufu, tentu saja Naruto-kun]
Sepasang Mata merah dengan iris vertikal berwarna emas itu bertransformasi menjadi merah darah dengan tiga lingkaran yang mengitari sebuah pupil kecil berwarna hitam, dihiasi tiga tomoe pada setiap lingkaran kecil yang mengitari porosnya. Armor tulang yang mestinya sudah musnah kini kembali tumbuh dan memperbanyak jumlahnya.
Groaaaaaaaarrrrrrrr!
Naruto mengaum keras, saking hebatnya auman itu sampai-sampai menimbulkan angin kencang yang menerbangkan puing-puing kuil tersebut.
Groaaaaarrrr!
Tidak mau kalah dengan musuhnya, Ise mengaum buas layaknya naruto dan menerbangkan segala macam atribut yang berserakan di lantai. Setelah fase beradu auman yang menandai bahwa regenerasi luka dan kekuatan mereka pulih masing-masing, Keduanya melesat dalam kilatan cahaya merah dan hitam.
Blaaar!
Lagi-lagi terjadi ledakan yang mendistorsi udara hampa, ketika ekor Naruto dan ekor Ise saling berbenturan. Mutiara merah milik Ise memancarkan cahaya merah menyala dan detik berikutnya sejumlah pedang keluar dari mutiara-mutiara tersebut. Pedang-pedang itu bergerak ganas mencoba untuk memotong dan menusuk musuh di hadapannya, akan tetapi entah mengapa Naruto yang sekarang telah kehilangan kesadarannya dan di ambil alih oleh Naruko dapat melihat pergerakan secara lambat, walaupun nyatanya pedang-pedang di tubuh Sekiryuutei bergerak dalam kecepatan kasat mata.
Naruto menghindari serangan itu dengan bergerak Zig-Zag, mata merah 'anehnya' itu bersinar intens mencari celah untuk balas menyerang.
Crash!
Groaaaaaarrrr!
Ise mengaum kesakitan ketika Naruto berhasil menggigit tengkuknya dengan kuat. Menggerakan tubuhnya secara acak berusaha untuk melepaskan taring-taring tajam yang menancap dalam tengkuknya akan tetapi Ise masih belum bisa melepaskan gigitan Naruto.
[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost]
[Welsh Dragon : Wyvrn Fairy Mode]
Tiba-tiba dari seluruh mutiara di tubuh Ise keluar naga-naga kecil berwarna merah, naga-naga kecil itu identik dengan wujud Ise yang sekarang atau mungkin bisa di sebut miniatur dari Ise.
[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost]
Tanpa di duga-duga lima Naga kecil yang berada agak jauh dari Ise menggandakan power up secara bersamaan. detik berikutnya lima Naga kecil itu terbang mendekati lima kecil naga yang lainnya.
[TRANSFER!]
[Crezy Dragon Shoot]
Suara mekanik terdengar secara bersamaan dari lima naga kecil itu dan detik berikutnya lima laser cannon ditembakan secara serempak.
Flash!
Menyadari ada serangan yang membahayakan dirinya, Naruto yang masih menggigit Ise melemparkan musuhnya tepat ke arah laju laser penghancur tersebut. Bermaksud untuk menjadikan sang pemilik serangan sebagai tameng bagi dirinya namun alih-alih menghantam sang pemilik, kelima Dragon Shoot itu malah berpencar dan merubah laju lintasan tembaknya dan kembali mengincar Naruto.
Mengepakan sayap kegelapannya Naruto melesat cepat menjauhi laser-laser tersebut. Akan tetapi anehnya kelima Dragon Shoot itu menyatu dan merubah bentuknya menjadi sebuah bola energi besar, dan detik berikutnya bola Dragon Shoot itu meledak menjadi jutaan partikel energi super panas yang menghujani Naruto.
Duaaarr! Duaaar! Duaaarr!
Blaaaar! Blaaaar! Blaaaar!
Hujan partikel cahaya merah super panas itu meluluh lantahkan seluruh area kuil, berikut juga dengan Naruto yang tengah terbaring penuh luka disalah satu kawah hasil ledakan. Ise yang masih terbang di udara mengaum buas layaknya sang pemenang. di belakang tubuhnya sepuluh naga-naga kecil berbaris rapi layaknya sebuah mini squadron yang siap menyerang kapan saya.
Asap debu kehitaman memudar menampakan sosok Naruto yang tengah berdiri dengan keempat kaki -atau mungkin lengan- Sang Makkura membuka rahahanya lebar-lebar, dari kedua sayapnya menguar Darknes Power dalam jumlah besar menuju satu titik yaitu; rahang yang terbuka. Dari rahang itu tiba-tiba jutaan partikel merah, hitam, putih, dan biru terkumpul pada satu titik membuat sebuah bola energi super besar dengan daya ledak semi-atom.
[Bijuu Dama!]
Dalam hitungan detik Naruto menembakan bola hitam super besar itu ke atas, mencoba meledakan Ise dengan sekali tembak. Akan tetapi dengan sigap kesepuluh Wyvrn -naga kecil, sebut saja begitu- milik Ise bergerak maju ke depan, dan membuat berir pertahanan sembari merubah warnanya menjadi putih khas [Vinishing Dragon]
[Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine]
Seluruh Wyvrn berwarna putih itu melakukan [Divine] salah satu kemampuan Vali sang Hakuryuuko yang berhasil Ise curi, saat pertarungannya di [Konferensi Tiga Fraksi Besar]. Perlahan tapi pasti bola energi super besar itu makin mengecil, tetapi saking cepatnya laju dari [Bijuu Dama] tersebut [Divine] yang para Wyvrn lakukan hanya dapat membaginya hingga sebesar tubuh gajah, sebelum serangan itu melahap para Wyvrn sekaligus menghantam Ise.
DUUUAAAAAAAAAAAAARRRRRRR!
Ledakan dahysat terjadi menghancurkan segalannya dalam radius ledakan. Beruntung karena kuil yang menjadi arena pertarungan adalah ciptaan [Dimension Lost] yang notabene-nya adalah [Longinus] peringkat ke-dua dari ketiga belas [Longinus] yang lain, sehingga sifat ofensif serangan itu tidak terlalu parah. Akan tetapi tetap saja tempat itu telah hancur parah sampai-sampai menciptakan lubang-lubang dan retakan yang langsung terkonetivitas dengan [Celah Dimensional].
Rias dan para budaknya yang telah terbebas dari [Dark Countroler] hanya dapat menganga dan takut menyaksikan pertarungan kedua makhluk dengan level yang sudah sangat jauh berbeda dari mereka. Walaupun Kiba berhasil membawa teman-temanya keluar dari kuil dan pergi menjauh, sangat jauh. Akan tetapi ia dan kawan-kawannya masih dapat menyaksikan pertempuran dahsyat itu dalam radius ini, karena kuil megah itu telah luluh lantah akibat serangan [Drak Creator] Naruto dan pertempuran yang saat ini masih berlangsung.
Flash!
[Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine] [Divine]
Sekelebat cahaya putih bergerak dalam kecepatan penuh, diiringi suara mekanik yang membagi dua sebuah efek ledak dahsyat dan berhenti di hadapan Rias Gremory ketika ada sebuah serangan dahsyat yang entah disengaja atau tidak? efek serangan itu sampai ke tempat Kelompok Gremory berada.
"Va-vali?" Seluruh kelompok Gremory, memasang kuda-kuda bertarung saat menyadari orang yang telah menyelamatkan mereka adalah Hakuryuuko terkuat sepanjang masa yaitu; Vali Lucifer. "A-apa maksudmu menyelamatkan kami?"
Crash!
"Hn? mungkin aku hanya bosan." Jawab Lucifer muda itu sekedarnya, diikuti sebuah tebasan lurus yang mendistorsi udara di samping Vali. Dari Celah dimensional itu keluar beberapa orang yang familiar bagi Kelompok Gremory.
"Arthur, Le Fay, dan Bikou? apa-apaan ini!?"
"Kha...kha...kha. Santailah Switch Princess kami datang kesini hanya untuk menyambut kepulangan Naruto dan mengobservasi" jawab seorang pemuda berwajah jenaka yang tubuhnya terbalut lempengan armor cina kuno.
"H-hei! Apa-apaan kau menyebutku dengan nama S-switch Princess!" hardik Rias yang wajahnya telah dihiasi urat-urat kemarahan. Nampaknya sang Ruin Princess sudah benar-benar marah.
"Oh, nampaknya pertarungan itu berat sebelah. Hyodou Issei dalam [Juddgernaut Drive] yang belum sempurna... Dan melawan Naruto dalam mode gilanya, seperti yang Ophis ceritakan tentang The Mysterious Tailed Beast of Makkura yang tersegel di tubuh Naruto."
"A-apa maksudmu Vali?" Rias bertanya takut-takut karena bagaimana'pun perkataan Vali membuatnya takut. Apa lagi yang saat ini tengah bertarung adalah Ise dan Naruto, kedua orang yang paling berharga baginya.
"Vali, ini terdengar ti-tidak pantas akan tetapi kami mohon, bisakah ka-kau menghentikan pertarungan Ise-kun dan Naruto? Jika itu Hakuryuuko terkuat sepanjang masa pasti kau bisa menghentikannya." mengabaikan rasa takut dan harga dirinya untuk memohon kepada musuh, Akeno memohon dengan sangat kepada Vali.
Tetapi Vali menggeleng lemah memberi isyarat sebelum menjawab. "Sayangnya tidak, walaupun aku bisa menghentikan Issei karena mode [Juggernaut Drive] yang masih belum sempurna, tapi tentunya Naruto akan langsung menyerangku dan berganti menyerang kalian hingga... Mati..." Sang Lucifer muda itu membuka matanya yang sedari terkatup dan menatap lurus ke depan dengan kilatan emosi bahagia layaknya maniak bertarung,sebelum melanjutkan.
"Tapi mungkin aku bisa menghentikan Naruto terlebih dahulu. Bukankah begitu Arthur? Tampaknya Naruto telah 'melakukannya'. "
"Sepertinya begitu... Baiklah ayo Vali!" dengan itu sang Hakuryuuko dan The Stroongert Holy-swordman melesat maju memasuki area pertarungan. Akan tetapi Kiba Yuuto yang sedari tadi hanya diam membisu, diam-diam mengamati dan terus mencari makna sejati dari ucapan Vali yang membuatnya curiga.
'Apa yang kau rencanakan terhadap Ise-kun, Naruto?' batin sang Cassanova.
.
.
.
.
[Play... Through of The Fire and Flame. by : DragonForce.]
[Dark Controuler]
Groaaaaaaaar!
Dari dalam lantai keluar lima ular besar yang tercipta dari kegelapan. Ular-ular besar itu mengaun ganas sebelum menggigit kedua lengan, kedua kaki dan melilit sayap Ise yang baru saja bangkit, pasca terkena ledakan [Bijuu Dama] Naruto.
Groaaaaaaarrrrrr!
Ise mengaum rintih mencoba melepaskan gigita-gigitan kelima ular besar yang mengekang pergerakannya, akan tetapi saking kuatnya gigitan ular-ular itu tetap saja Ise tidak dapat melepasnya. Kesepuluh berlian merah di tubuh Sekiryuutei memancarkan aura merah kental dan memunculkan tangan-tangan naga yang mencoba merobek lima ular yang mengekangnya, namun dari tubuh ular-ular kegelapan itu keluar ratusan ular dalam ukuran lebih kecil yang segera menggigit lengan-lengan yang tumbuh dari berlian merah Sekiryuutei.
Flash!
Dalam sekali kepakan sayapnya, Naruto telah mempersempit jarak antara dirinya dan Ise. Naga perwujudan [Makkura] dan [Great Red] itu berteriak buas tepat di hadapan wajah sekiryuutei. Tangan yang terlapisi kuku-kuku tajam dari susunan tulang itu mencengkram kuat salah satu berlian merah yang terletak di dada Sekiryuutei.
Crack!
Gleek!
Dengan sekali hentakan kuat, Naruto mencabut berlian merah tersebut dan langsung menelannya bulat-bulat. Ise meraung kesakitan dalam sekejap ledakan dahsyat aura merah crimson terpancar dari tubuhnya memusnahkan ular-ular yang mengekangnya, sekaligus mementalkan Naruto jauh kebelakang. Dengan segera sang Sekiryuutei berdiri kembali sembari membuat sebuah posisi menembak dan melepaskan sembilan [Wyvrn Fairy] dari kesembilan berlian merah di tubuhnya.
[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost]
Kesembilan [Wyvrn Fairy] melakukan [Boost Up] begitu pula dengan Ise yang juga melakukan [Boost Up]. Naruto yang agak jauh dari Ise, berdiri dengan kedua kaki layaknya manusia pada umumnya, sembari merentangkan sayap kegelapannya. Dari sepasang sayap tersebut terpancar empat garis lurus lancip seperti piramida yang ujungnya berpusat pada mulut Naruto yang menciptakan sebuah lingkaran sihir bersimbol tiga lingkaran dengan tiga tomoe yang mengitari setiap lingkaran berwarna ungu pucat atau sebut saja berlambang...
[Rinnegan istimewa]
Dari lingkaran sihir itu jutaan partikel merah, putih, dan biru berkonsentrasi pada satu titik menciptakan sebuah bola energi hitam luar biasa besar yang terus, dan terus membesar di setiap detiknya.
[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost]
Zreeezzzz!
[Transfer] [Transfer] [Transfer] [Transfer] [Transfer] [Transfer] [Transfer] [Transfer] [Transfer]
Kesembilan [Wyvrn Fairy] melakukan [Transfer] secara bersamaan tiba-tiba [Armor Scail Mail] pada bagian dada milik Ise bergeser perlahan, dari situ keluar sebuah meriam besar mengerikan berbentuk kepala naga yang sedang membuka mulutnya diiringi gema sunyi pertanda meriam itu siap menembakan isinya. Di sisi lain Naruto juga telah siap menembakan bola energi super besarnya.
[Longinus Smesher!] - [Makkura Juubi Dama!]
DOOOOOOOONNNNNNNNNN
Laser canon super dahsyat berwarna merah dan hitam ditembakankan secara bersamaan, mengikis dan menghancurkan segalanya yang menghalangi jalur lintas serangan pemusnah masal tersebut, sebelum keduanya berbenturan dan saling beradu mencari dominasi diantara keduannya.
DUUUUUUAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRR!
Dan ledakan maha dahsyat pun tercipta dari kedua laser pemusnah masal itu diikuti dengan Ise dan Naruto yang terlahap oleh efek ledakan berwarna merah kehitaman tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue...
Akhirnya chapter ini selesai juga, hurf~ melelahkan. Maaf karena mungkin chapter ini update melenceng dari jadwal yang sudah dijanjikan #ditabok readers. Tapi saya punya alasan tersendiri atas keterlambatan ini... Pertama, laptop kesayanga saya*ceileh* rusak dan sedang dalam masa perbaikan. Untung ada pacar saya! Yang mau meminjamkan note book-nya (Thanks Author, Queen Ice Blossom ^_^) tapi ada yang mencurigakan pas saya buka folder si doi... Saya menemukan puluhan anime Hent*i yang ah... Ceritanya NTR gitu (astagah! Ni cewe kebangetan amat)
Ekhem, lupakan semua FAKTA di atas.
Ok kita kembali lagi ke dalam jalur yang lurus, di chapter ini mengandung banyak sekali point-point penting untuk kelanjutan Plot fic ini di Arc III sekaligus Arc terakhir dari The Devil Ninja Shadow, akan tetapi karena LN HSDxD yang telah mencapai jilid 18 dan banyaknya karakter baru yang bermunculan, saya telah menyiapkan Season 2 untuk TDNS. Tetapi setelah season dua akan di publish setelah fic Naruto Lucifer Namikaze : Revenge of The Absolute Satan, tamat! dan tentunya setelah fic ini(TDNS) tamat terlebih dahulu. Dengan kata lain saya akan fokus terhadap satu fic terlebih dahulu hingga tamat. kecuali fic baru saya di fendom xover Naruto X Tokyo Ghoul karena fic itu akan update di waktu luang.
-Banyak clue yang berserakan di chapter ini untuk membongkar identitas Naruko jadi apakah ada yang tahu, siapa itu Naruko?
-Masalah Ise, hm... Sejujurnya mode Wyvrn Fairy itu kemampuan Ise di jilid 16 saat dia melawan Sekiryuutei palsu! Eclud Lucifuge di Romania. Tetapi berhubung dia dalam juggernaut drive jadi saya mencoba menggabungkannya.
-Naruto GodLike? Tidak! Jika ada yang beranggapan seperti itu maka saya akan menyuruh kamu membaca ulang chapter 11,5 dan meresapi makna dari setiap kata yang di ucapkan Naruko di chapter itu.
-Masalah Souji Okita... Dia bukan OC! Dia itu Knight Sirzechs yang mengkonsumsi 2 bidak kuda, Dan dia mati ditangan Naruto. Saya membuatnya mati karena ada sebuah tujuan di chapter mendatang.
-Tujuan Ophis? Sudah terjawabkan? Di chapter ini sudah jelas apa tujuan Ophis.
Dan masih banyak lagi tetapi kalau di teruskan akan menjadi sepoiler... Kan gx seru kalo kebanyakan Spoiler :v
Lastly Omake Arc II akan diupdate beberapa hari lagi jadi jangan lupa ya untuk... Keep calm and wait The Devil Ninja Shadow.
Ok mungkin hanya ini yg bisa saya ucapkan. Terima kasih kepada para Readers yang telah sudi mereview, fav, dan foll. Fic abal-abal bin jelek ini. Tanpa kalian, fic ini hanyalah seonggok sampah kering yang layak di bakar.
Review? Come to Onii-chan! ^_^
Sampai jumpa di Omake dan Arc 3 dari The Devil Ninja Shadow! Salam Anti-Mainstream.
