Anime : Naruto
Pairing : Hinata x Sasuke , Neji x Hanabi , Sai x Sakura and Ino x Naruto
Naruto bukan milikku
"Hinata kau tak apa? Jangan paksakan dirimu untuk bergerak ingat kamu dirumah saat ini karena sakit kan?"
Aku sudah lama untuk memutuskan hidup sendiri di tempat yang ku beli sendiri. Hanabi yang dijodohkan dengan Neji juga memilih keluar dari rumah dan tinggal bersama kak Neji di rumah yang mereka beli bersama. Kak Neji tidak kelihatan senang bersama Hanabi tetapi dia tetap menerima semua ini. Selama ini aku menyembunyikan penyakit ku dari Sasuke. Sebenarnya ini bukanlah penyakit yang berbahaya tetapi penyakit ini akan memburuk jika aku jarang istirahat. Sejak kecil tubuh ku tidak begitu sehat aku sering step dan alhamdulillah saat ini kondisi tubuhku membaik. Aku sudah kena flu sejak lama ini bukan polip atau apapun itu tetapi aku suka alerrgi dengan cuaca karena itu aku juga tak bisa sering-sering bergadang. Selama ini aku selalu menyembunyikan disaat ku sakit dengan berpura-pura sehat.
Aku takut Sasuke khawatir, mungkin karena aku sahabatnya. Jika aku sakit dia menjadi lebih cerewet dibandingkan diriku tetapi saat ku sehat dia begitu cuek.
"hei Hinata kamu melamun atau bagaimana? Bagaimana bisa kamu mengabaikanku ?"
"ah tidak ku hanya hanya hm tak apa-apa , bagaimna keadaan kantor?"
"disaat seperti ini masih saja pekerjaan yang kamu cemaskan, sesekali cemaskan lah dirimu , oh ya bagaimna kamu sudah memikirkannya?"
"memikirkan? Memikirkan apa?"
"Hina-chan kamu lupa dengan pembicaraan kita waktu itu? Aku menanyakanmu bagaimana jika kita tingal bersama sehingga kita bisa pergi dan pulang kerja bersama dan jka kamu sakit lagi aku bisa merawatmu 24 jam".
"Sasuke kamu sudah punya Sakura jadi..?"
"bisa tidak kamu tidak membahas Sakura, aku sama sekali tidak perduli dengan wanita murahan itu lagian ".
"Sasuke jaga sikapmu bagaimanapun dia juga sahabat ku".
"ah sahabat! tapi tidak pernah mengunjungimu sekalipun apa itu yang namanya sahabat ?"
"Sasuke cukup cukup".
"Jika kamu ingin membahas Sakura aku akan pergi".
"Sasuke?"
Sasuke pergi begitu saja. Disisi lain hatiku serasa sangat sakit. Karena aku sangat mencintainya lebih dari pada diriku sendiri. Aku melangkahkan kakiku ke arah kamar. Demam ku masih belum turun juga ditambah hatiku juga sedikit kacau. Aku belum bisa memikirkan apa-apa. Tanpa sadar aku sudah pingsan tetapi sebelum pingsan aku merasakan kehangatan tubuh sasuke.
"Sasuke... Aku mencintaimu"
Setelah itu aku tidak sadarkan diri.
"maafkan aku telah meninggalkanmu setelah ini aku tidak akan meninggalkanmu lagi".
Disuatu tempat di Rumah Neji dan Hanabi, Neji sedang melamun.
Sudah lama aku memperhatikan Hinata meskipun sikap ku sunggu tidak baik padanya. Dia begitu cantik saat tersenyum seakan-akan bunga sedang bermekaran di padang rumput yang luas. Tetapi Hinata sudah mencintai Sasuke sejak lama bagaimanapun juga aku tidak bisa memasuki hatinya.
"Kak Neji apa yang sedang kamu lakukan?"
"Ah Hanabi-sama bukan apa-apa".
"kenapa kamu menerima perjodohan ini?"
"Aku hanya ingin melakukan yang seharusnya ini semua adalah hal yang seharusnya aku lakukan".
Wajah hanabi kelihatan sangat sedih.
"Hanabi-sama?"
"hm tak apa-apa aku harus melakukan sesuatu dulu".
Aku melihat Hanabi menangis, ku tidak tau kenapa dia menangis setiap kali aku berbicara tentang pernikahan dia selalu merasa sedih. Aku mencoba mengejar Hanabi sekuat tenaga. Diantara orang-orang di klan Hyuuga Hanabi-sama lah yang paling cepat. Aku mendengar suara tangisan Hanabi-sama.
"Hanabi-sama".
"ah Kak Neji ada apa?"
Hanabi kelihatan tersenyum. Apakah itu terpaksa. Aku mendekatinya dan menyentuh pipinya.
"hahaha aku tidak menangis tau tadi ada kumbang yang kebetulan lewat".
"jangan berbohong Hanabi-sama".
"jangan pernah menyentuhku disaat hatimu masih tertuju untuk Hinata Onee-sama".
"Hanabi-sama".
"ah apa yang ku ktakan hahahaha lupakan saja, ayo pulang kak Neji".
Hanabi menggandeng tangan ku erat. Genggaman tangan Hanabi-sama begitu hangat dan penuh dengan keceriaan, ku selalu menyukai caranya menggenggam tanganku seakan-akan aku adalah benda yang berharga untuknya.
"Neejiiii no baaakaaa".
Sebuah suara dari sudut gang memanggil ku dengan semangat yang menggebu-gebu.
"ah Naruto senpai?"
"Hanabi-chan kenapa kamu disini malam-malam begini dengan mata yang sembab, pasti ulahmu kan neji".
"kamu bicara apa senpai ini hanyalah kumbang kumbang".
"hahah jangan bohong neji kan seorang yang ahoo sangat dia gk bsa membca situasi dia bodoh".
"jangn bicara bodoh didepan orangnya secara langsuung".
"ah Neji ternyata ada disini tehehe ku kira hantu tadi".
"kau ini membuatku turun darah saja".
"ah yang benar naik darah tau".
"kamu mau kemana Naruto".
"ah menemui Ino kalau aku telah aku akan kena marah nanti".
"Ino? Ino Yamanaka? Sejak kapan kalian pacaran".
"haha belum tapi akan kupastikan diakan menjadi miilikku secepatnya, sampai jumpa lagi Neji dan Hanabi".
"senang sekali melihat senpai tersenyum begitu yakan Kak Neji".
"hm iya itu benar".
Mari kita kembali ke TKP Sasuke dan Hinata.
Aku masih terbaring diatas kasur. Aku membuka mata dan tiba-tiba hari sudah pagi. Matahari pagi itu sungguh menyilaukan mataku. Aku bisa melihat sinarnya yang menyapa untuk segera bangun. Saat aku membuka mata entah kenapa Sasuke hal pertama yang ingin ku temui. Aku melihat kamarku Sasuke sama sekali tidak ada, aku mencarinya kekamar tetapi dia tidak ada. Aku berlari-lari kemana-mana. Dan tiba-tiba...
"aawww"
Tubuhku menabrak seseorang dan aku hampir jatuh kelantai tetapi tubuh itu menolongku dengan menarik tubuhku hampir memelukku.
"Sasuke?"
Pipku tiba-tiba memerah.
"kenapa kamu berlari dirumah disaat tubuhmu masih sakit seperti ini, lihatlah wajah mu bahkan memerah sangat seperti api".
"uhm aku mencari mu".
"kenapa? Baru tertidur selama beberapa hari sudah merindukan ku yakan".
"Apa? Beberapa hari..?"
Sasuke memeriksa kening ku dengan tangannya yang hangat.
"Syukurlah demam mu sudah turun aku sangat bersyukur sekali".
"hm selama itukah aku pingsan? Bagaimana dengan kantor?"
"kamu kira aku ini siapa Hana aku sudah mengatur semuanya untukmu, kamuu seharusnya berbahagia".
Sasuke tiba-tiba memelukku dengan sangat erat.
"aku tidak tau apa yang akan terjadi pada diriku jika kamu tiba-tiba menghilang begitu cepat, mungkin aku akan kehilangan ketenanganku, hanya kamu satu-satunya alasanku untuk hidup sampai saat ini.
Aku tidak bisa berkata apa-apa. Aku hanya merasakan semakin eratnya pelukan Sasuke yang membuatku begitu nyaman.
"jika aku kehilanganmu Hinata mungkin aku akan kehilangan jati diriku".
"Sasuke aku akan selalu berada disampingmu aku berjanji untuk hal itu".
"hm tentu saja aku akan memegang janjimu itu jangan sampai kau mengingkarinya".
Tentu saja Sasuke sebagai sahabatmu aku akan selalu berada disampingmu. Tetapi kata-katamu kelihatan seeperti kita ini sepasang kekasih. Aku sangat bahagia , tak ku sadari air mataku mengalir dengan sangat deras.
"Hinata...?"
"ah ku tidak apa-apa kok ini..."
" apa aku menyakiti perasaanmu?"
"ah tidak aku hanya sangat senang kamu kembali kesini untuk merawatku, terima kasih atas segala hal yang kamu lakukan untukku Sasuke, aku senang kamu berada disampingku, aku berharap jika aku amnesia , dan tidak mengingat satu orang didunia ini yaitu kamu berjanjilah padaku bahwa kamu tidak akan meninggalkanku meski aku menyuruh mu untuk menjauhiku, meskipun keluarga ku melarang ku untuk bersama mu ku ingin kamu melakukan segala cara untuk mencegah hal itu terjadi".
"Kamu berbicara apa Hinata jangan berbicara yang tidak-tidak".
"berjanjilah padaku Sasuke, bagaimanapun aku melupakan mu hatiku akan selalu kembali untuk mencintai orang yang sama yaitu kamu, meskipun ini cinta yang tak berbalas tapi ku senang kamu tetap bersamaku, aku ingin minta maaf atas segala kesalahn ku padamu".
"Hime-sama kenapa kata-kata mu seperti mengatakan perpisahan".
"hm kita tak tau apa yang terjadi di masa depan".
"meski begitu aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, apapun yang terjadi aku akan ada disana untuk membantumu".
"aku pegang kata-katamu"
"Hinata aku sudah membuatkan sarapan untukmu".
"benarkah?"
"aku membuat sesuatu untukmu".
" apa itu?"
"nasi goreng cabe hijau kesukaanmu dan super pedas lagi".
"mmm makasih ya Sasuke".
Aku tersenyum dengan gembira, Sasuke tiba-tiba wajahnya memerah. Wajahku ikut memerah seketika.
"Hari ini aku bisa masuk kerjakan?"
"tidak aku belum mengizinkannya, akan kuizinkan jika lusa kamu bekerja".
"tapi...tapi...Sasuke?"
"patuhi saja keinginan ku ini aku memohon padamu okey".
"hm baiklah".
"hari ini aku akan pulang larut malam kalau bisa jangan menunggu ku okey".
"eh pulang larut malam? Kamu akan menginap disini?"
"sudah kuputuskan aku akan menginap ditempatmu sampai kamu memutuskan untuk tinggal di rumahku".
"eh hump aku menerimanya".
"menerima apa?"
Wajah Sasuke kelihatan sangat senang.
"menerima untuk tinggal bersamamu ditempatmu, jangan membuatku mengulanginya lagi Sasuke-kun".
"benarkah? Horeeeee, bagaimana jika besok pindahnya segala hal akan ku atur semuanya tuk mu okey okey".
"hm baik baik bapak Uchiha".
Aku akan pergi bekerja jadi jaga dirimu baik-baik okey.
Aku hanya bisa melihat Sasuke yang ceria keluar dari rumahku.
Di tempat lainnya ini kisah pertemuan Naruto dan Ino di sebuah taman.
"Ino maaf kamu sudah lama, maaf sekali ya".
"hump tidak apa-apa kok Naruto aku baru saja datang".
(sifat ini yang ini sesuai dengan Ino Yamanaka dalam Naruto Road to Ninja, Ino yang anggun manis dan kalem sangat mempesona)
"syukurlah Ino kamu baru sampai ku kira kamu telah lama menungguku."
"kamu pikir aku akan bersikap lembut, dan kalem disaat kamu membuatku menunggu selama hampir lebih dari 3 menit? Itu kesalahan yang tak bisa ku biarkan begitu saja".
Eh ternyata penulis salah menebak sikap Ino teheheh maaafkan daku duhai pemirsa yang setia. *ditabok para pembaca dan akhirnya babak belur masuk rumah sakit koma beberapa hari sambil melanjutkan membuat cerita.
Kembali ke cerita.
"eh bru 3 menit?"
"kamu bilang baru Naruto-kun baka"
"hm maaf kan aku Ino"
"baiklah akan ku maafkan".
Ino yang ini nampaknya sangat susah ditebak sikit baik sikit marah. Marahnya bahkan gak pake lama lagi. Cocok untuk menjadi pedagang kan yakan kan kan. *memaksa pembaca. *ditimpuk pakai golok.
"aku membawakan ini untukmu".
Naruto telah membawakan bunga untuk Ino.
"wah so sweat, makasih Naruto hm apa yang kamu lakukan akhir-akhir ini?"
"ah bukanlah sesuatu yang luar biasa tapi hal yang luar biasa bagiku adalah disaat-saat bersamamu Ino Yamanaka sang Ratu yang berasal dari negri antah berantah yang jauh kamu akan membuatku menjadi pria yang berbahagia jika bisa mendapatkanmu".
Waaaah narutonya sangat lebay alay dan basi lagi. Cie cie sosis basi. *itu bukan makanan dasar author sedeng.
"hm dasar tukang gombal tingkat ikan kakap".
"hm tpi bgiku melihat senyummu itu cukup Ino"
Wajah ini mulai memerah ya semakin memerah ya sedikit lagi pemirsa sedikit lagi pha yang akan terjadi ya ya ya ya andddd...jeng...jeng...jeng...
Ino "hey author sedeng ini bukan ajang sepak bola atau pencarian bakat dasar"
"tenanglah Ino"
"gimana bisa tenang jika authornya sedeng begini masa aku yang kejam dibuat menjadi lembut, kejam, asam, dan manis begini sih".
"hahanya memangnya makanan asam dan manis".
Disisi lain kita kembali kepada Sasuke yang sibuk dalam pekerjaanya yang tiba-tiba tanpa sepengetahuan Hinata, Sasuke pergi dengan seseorang karena itu dia pulang terlambat. Siapakah seseorang tersebut pemirsa hahahaha tunggu kelanjutannya setelah kita melihat pasangan baru ini yaitu Neji dan Hanabi. Ini kilas balik kenapa Hanabi bisa jatuh cinta pada Neji dan bagaimana pula Neji bisa jatuh cinta pada Hinata dan bagaimana pula kilas balik pertemuan Neji dan Hanabi yang selama ini belum terungkap? Dan bagaimana pula perasaan Neji kepada Hanabi yang sebenarnya? Apakah benar Neji menerima perjodohan hanya karena kepentingan kelaurga atau adakah motif-motif lainnya yang tak diketahui oleh Hanabi selama ini. Yah pemirsa sekalian mari kitaa lihat season ini yang sudah susah payah saya buat. Okelah para pemirsa, hadirin dan penonton yang setia season ini Hanako-sensei namakan. Akankah ini kenangan yang baik atau buruk, apakah ini senyuman atau air mata, apakah ini kebahagian atau kesedihan anda penasaran hahaha ayo kita saksikan ini lah dia . next seasong the beauty petal of roses
The Beauty Petal Of Roses
Hari ini hari yang paling membosankan untukku. Ku terlahir dari keluarga klan bawah yang harus melayani klan atas. Tidak seperti di anime sebenarnya. Tugas ku hanya melayani klan atas dan bekerja sebagai bawahan mereka di dalam perusahaan. Dan disini aku tak memiliki tanda apapun yang memaksa ku untuk patuh membangkang pun tak ada hukumannya. Kami hanya memiliki satu takdir yaitu harus menikahi keluarga klan atas. Ku dijodohkan dengan Hinata-sama jika Hinata-sama menolak aku akan dijodohkan dengan Hanabi-sama. Aku selama ini belum pernah bertemu dengan mereka berdua. Tetapi yang ku ketahui dari rumor yang beredar dibawa terbang oleh angin adalah mereka gadis-gadis tercantik di klan hyuuga. Tak ada yang bisa menandingi kecantikan mereka terutama gadis tertua dalam klan hyuuga atas Hinata Hyuuga-sam. Sang adik tak kalah cantiknya Hinata-sama telah menolak 100 perjodohan dengannya. Dan Hanabi-sama telah menolak 200 perjodohan dengannya. Hinata-sama lebih cantik tetapi Hanabi-sama memiliki keunikan lain yang tak dimiliki ole Hinata-sama. Hinata-sama adalah satu-satunya keluarga klan atas yang meimiliki rambut ungu gelap yang indah. Hari ini aku dijodohkan sama Hinata-sama.
"selamat siang"
"selamat siang kak Neji".
Aku terpesona akan kecantikannya.
"sudah lama menunggu?"
"tidak juga kak Neji"
Ini adalah cinta pada pandangan pertama. Dia sungguh pendiam dan anggun. Tiba-tiba seorang laki-laki mengetuk pintu.
"hime-sama , anda sudah banyak sekali meninggalkan rapat, anda pikir aku tidak kesusahan mngurus semua ini dasar lalai".
"ah Sasuke , aku tau kamu marah tapi..."
"tapiii... Apa...?"
"aku sedang dalam pertemuan penjodohan tolong jangan ganggu aku sekrang ya".
"eh paling anda akan menolaknya Hime-sama bagaimanapun hanya aku satu-satu nya bagimu".
"hahaha Sasuke kau lucu sekali, JIKA KAU TAK KELUAR SEKARANG KAU AKAN MELIHAT AKHIR DUNIA".
Wajah Hinata-sama sungguh menakutkan dan akhirnya pria itu keluar. Tetapi saat itu juga lah aku menyadari bahwa Hinata-sama sudah memiliki seseorang dihatinya. Beberapa minggu kemudian Hinata-sama meinta maaf karena telah menolak perjodohan kita. Dan disaat itu aku bertemu dengan adiknya Hanabi-sama. Aku belum sembuh dari penolakan aku sudah langsung dijodohkan sama Hanabi-sama.
"aku akan menerima perjodohan ini".
Betapa terkejutnya aku saat mengetahui bahwa Hanabi-sama menerima perjodohan ini.
Meskipun aku baru bertemu dengan Hanabi-sama tetapi aku seperti pernah bertemu dengannya dulu tetapi aku tidak beigitu yakin sama sekali. Htiku mengatakan bahwa Hanabi bukanlah seseorang yang boleh kutinggalkan begitu saja. Setelah 5 bulan perjodohan ini berlangsung aku memiinta kepadatet Hanabi-sama untuk memulai hidup bersama sebelum pernikahan kami. Kami memang tak berencana untuk segera menikah tentu saja. Aku bahkan belum begitu yakin akan semua ini tetapi entah kenapa aku merasa ada yang aneh seperti ada sesuatu yang aku lupakan. Senyuman manisa Hanabi-sama seperti pernah kulihat sebelumnya dan semua kehangatan yang dia berikan untukku seakan-akan tidak asing lagi untukku.
Disisi lain cerita pertemuan yang membuat Hanabi jatuh ke jurang terdalam yang tak mampu membuatnya bangkit dan jurang dalam itu bernama cinta. Ini berkisar antara 10 tahun yang lalu saat Hanabi masih berusia 10 tahun. Hanabi telah tumbuh menjadi seorang wanita yang sangat cantik bahkan Hanabi menjadi kembang Bunga di Konoha tetapi tentu saja pandangan mereka akan teralihkan saat Hanabi bersama kakaknya Hinata yang dijuluki The Beauty Of Frozen Quen. Hinata mendapatkan julukan tersebut karena dia tak pernah bicara kecuali sama keluarganya dan Sasuke dan hanya beberapa sahabat yang ia kenal. Hanabi hari itu berjalan di pinggir sungai yang airnya sangat deras dan curam sekali. Kelemahan Hanabi adalah anjing. Pada waktu itu ada seekor anjing yang menggonggong kearahnya dan membuat Hanabi berlari ke sungai dan terjatuh. Disaat itulah pangeran berambut hitam dengan mata ungu datang untuk menolongnya. Sang pangeran adalah Neji Hyuuga. Ini 10 tahun sebelum Neji tinggal bersama Hanabi. Neji sejak dulu sudah melihat Hanabi dari kejauhan dan selalu menolongnya ketika ia kesusahan seperti kata orang pahlawan selalu datang terlambat. Tapi apakah ini seorang pahlawan atau penguntit? Itu kejaahatan loh adik-adik di rumah jangan ditiru okay.
Baiklah-baiklah ini akhir chapter 2.
Tunggu kisahnya di chapter 3 apa yang membuat sasuke pulang terlambat. Apa hal yang membuat Hinata terkejut sehingga... Lalu kelanjutan cerita antar Hanabi dan Neji sebenarnya hubungan apa yang mereka miliki dimasa lalu dan kenapa hubungan itu berubah di masa saat ini ? Kenapa Neji bisa menyukai Hanabi 10 tahun yang lalu dan kenapa masa saat ini Neji masih menyukai Hinata apa jangan-jangan ini taktik mendekati adik dan baru mendapatkan kakaknya? Apakah ini Hanabi dimanfaatkan, memanfaatkan dan serba guna atau jangan-jangan ada insiden lain yang membuat Neji bisa berubah jadi wonder woman kita saksikan next chapter. WHO AM I.
