Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. not Lemon)
Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, ETC.
Pairing : "Penjahat tidak membutuhkan cinta" meminjam perkataan The Dark Side; Yami Naruto, dari fic TBT(The Best Team) by : Jendral(Ecchi) Dony Ren/Icha Icha Ren..
Warning : Time Travel, Dimensional Travel, Death Char, Dark Side, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku).
.
.
.
.
.
.
.
ARC : III - Akar Tujuh, dan Waktu. The Last Day.
Chapter 16 - Cross Fire : Lentera Padam
.
.
.
.
XXXXXX Scean Break XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Blaaaaaarrrr!
Ledakan dahsyat bercampur sambaran halilintar dan api mewarnai langit malam tak berbintang di sekitar perairan laut merah.
Kobaran aura bak api emas itu masih senantiasa menyelimuti tubuh gadis cantik penjelmaan dari Makkura yang saat ini melayang bebas diudara, membelah kegelapan dengan cahaya emas indahnya. Tangan kanan gadis itu menggenggam Nonoboku no Tsurugi kuat-kuat seraya mengarahkan ujung pedang berbentuk DNA itu fokus ke depan. "Ophis... Sampai kapan kau mau bertempur denganku?"
Flash!
Blarrr!
"Sampai kau sadar Naruko!" Tembakan aura ungu berkekuatan pemusnah tinggi yang dilontarkan oleh Ophis ditangkis dengan mudah, oleh Naruko.
"Cih dasar keras kepala!" Satu telapak tangan Naruko teracung kedepan, detik berikutnya partikel energi merah, putih, dan biru berkumpul ditelpak tangannya menjadi sebuah bola energi hitam berkonsentrasi tinggi. "Bijuu Dama!" boom energi penghancur itu ditembakan dalam kecepatan penuh untuk membalas serangan dari Ophis.
"Membosankan." Aura hitam keunguan meledak dahsyat dari tubuh loli sang Ouroboros Dragon. Aura itu begitu kuat sampai-sampai Bijuu Dama yang ditembakan Naruko terpental jauh ke atas, menembus angkasa dan meledak di perbatasan Atmosfir tingkat tiga. Tapi baru saja ledakan aura dragon itu sirna, mata merah berpola bintang enam, menatap tajam iris violet kusam milik Ophis.
Naruko telah berada di hadapan Ophis. Dan lansung menusukan Nonoboku no Tsurugi tepat diperut Ophis.
Jleeb!
"Ukh.." Gadis loli itu memuntahkan darah segar dari mulutnya, rasa sakit nostalgia kembali terasa pada tubuh mungilnya. Entah mengapa padahal pedang itu juga telah menusuknya beberapa kali tapi baru pada tusukan ini Ophis, merasakan sakit seperti sakit yang ditimbulkan oleh Dragon Slayer.
Duakh!
Dengan tendangan kaki kiri Naruko menghantam wajah Ophis, mengakibatkan gadis itu terpental jauh ke bawah, namun Ophis masih mampu menyeimbangkan tubuhnya, sehingga ia masih bisa melayang di udara.
"Ti-tidak mungkin!" Violet kusam itu terbelalak lebar, bibir tipis merah mudanya menampik kenyataan yang saat ini disampaikan oleh matanya. Melihat ekspreri di wajah Ophis, Naruko menyeringai lebar. "Hooo, jadi kau baru sadar ya? Ckckck sungguh disayangkan. Ternyata Dewa Naga sepertimu dapat di kelabuhi hanya dengan Henge no Jutsu."
Boft~.
Angin malam berhembus tenang, meniup asap putih yang menyelimuti pedang berbentuk DNA di dalam genggaman Naruko, "Demon-king sword,Gram.!?" Ophis semakin syok ketika melihat pedang dalam genggaman Naruto bukanlah Nonoboku no Tsurugi, melaikan pedang iblir pembunuh naga tingkat tinggi, setelah Ama no Murakumo no Tsurugi dan Ascalon. 'Ck. Sial.' Oleh karena itu hal canggung tentang Godou Dama yang semestinya hanya delapan buah, kini menjadi sepuluh. Persis seperti awal di aktifkannya Senjutsu Rikudou karena dua buah Godou Dama dipakai menjadi pedang DNA.
"Ufufufufu... Bagaimana? Haruskah kita akhiri pertempuran ini dengan jalan damai atau..." Naruko menjilat bibirnya sadis sebelum mengulum jari telunjuknya penuh nafsu. "... Jalan kekerasan, Hm?"
"Cih, kau terlalu meremehkanku Otsutsuki Naruko! Kalau begitu mulai sekarang aku akan bersungguh-sungguh."
Blaaaaarrr!
Naruko kembali menyeringai, melihat ledakan aura Naga yang terpancar dahsyat dari tubuh Ophis. Ini adalah moment yang ditunggu-tunggu oleh Naruko. Dirinya tidak sabar untuk merasakan sensasi pertempuran yang dapat membuat daranya panas bergolak. Sensasi menyenangkan dan rasa manis pertempuran yang sejak lama ingin ia rasakan kembali. Tentunya dengan tubuhnya sendiri!
Membayangkannya saja sudah membuat Naruko bergairah, apa lagi bisa langsung merasakan pertarungan hebat yang akan membuat dirinya merasakan sebuah sensasi rasa penuh harmony!
"Essential!" Gadis penjelmaan dari Makkura itu langsung melesat dalam kecepatan cahaya! Menutup jarak antara dirinya dan sang dewa naga, tanpa memperdulikan aura naga yang masih membara menyelimuti tubuh Ophis.
"Dai Rasenringu!" Bola energi hitam berhiaskan dua buah cincin putih tercipta ditangan kiri, sang Makkura. Bola energi berkekuatan penghancur tinggi itu menggilas dengan kuat, lapisan aura naga terluar yang menyelimuti Ophis.
Duarrrrrr!
Efek dari [Dai Rasenringu] mengakibatkan ledakan hebat. Tetapi Naruko yakin, bahwa Ophis tidak akan kalah hanya karna serangannya.
Seling sepersekian detik Naruko kembali menyeringai, karena dari asap ledakan itu terlihat seorang gadis muda dengan tubuh aduhai~ yang terbang dengan sepasang sayap naga ungu kehitaman. "Ufufufu... Akhirnya kau memakai wujud itu, Ophis!"
Iris violet memandang datar lurus ke depan, rambut hitamnya melambai tertiup hembusan angin. Kini... Ophis terlihat sangat jauh berbeda dari sebelumnya! Sekarang... Penjelmaan Ouroboros Dragon bukanlah seorang gadis loli imut nan menggemaskan. Melaikan seorang Bishojou-sama menawan dengan tubuh yang tak kalah dengan Himeijima Akeno. "Kau yang memaksaku menggunakan tubuh ini... Jadi bersiaplah menanggung konsekuensinya."
Flash!
Trang!
Sabit raksasa berbenturan dengan pedang raja iblis Gram. Menimbulkan dentuman logam hingga menghasilkan bunga api yang menakjubkan.
"Athena's Schyl? Aku tidak menyangka kau memiliki [Naga Pemakan Baja] sang dewa ibu, tapi..." sepasang tanduk tumbuh dari tengkorak kepala Naruko, diikuti dengan Mangekyou Sharingan yang berputar kencang merubah dirinya menjadi Rinnegan Istimewa. "Kau tak'kan bisa mengalahkanku Ophis!"
Kedua makhluk supernatural itu melesat, saling menutup jarak untuk berhadapan. Ophis menebaskan sabit hitamnya horizontal mencoba untuk menebas tangan kiri Naruko. Namun sebuah Godou Dama merubah bentuknya menjadi tameng besar yang mem-blok serangan Ophis, secara mutlak. Menyadari serangannya gagal Ophis terbang ke atas, menghindari tebasan yang tengah dilancarkan oleh Naruko.
Trank!
Sabit dan pedang kembali bertemu, percikan bunga api mewarnai langit malam yang menjadi saksi bisu pertempuran antara dua makhluk superior. Kilatan cahaya terjadi di sana-sini. Keduanya tidak ada yang mau mengalah atau'pun menyerah! Hanya hawa pertarungan sengit dan sifat dominasi yang mewarnai pertempuran tersebut.
"Hohoho, nampaknya aku mengganggu pertarungan kalian." Naruko dan Ophis memalingkan direksi pandangan mereka tanpa melepas pedang dan sabil yang masih saling beradu.
"Oh... Ada apa sampai-sampai pemimpin golongan pahlawan, dan wakilnya datang menggangu pertarungan kami?" Ucap Ophis serkatis. Cao Cao diam tak menanggapi hanya senyum mistrius yang dipamerkan oleh pria pemilik True Longinus tersebut.
"Aku hanya sekedar mengawasi."
Ophis memicingkan matanya tajam. Tidak mungkin kedatangan orang itu hanya sekedar mengawasi pasti ada maksud tersembunyi dari senyum misteriusnya. "Jadi..." Cao Cao yang sedari tadi hanya mengetuk-ngetuk tombak di pundaknya langsung membuat posisi bertepur. "Ayo! kita mulai permainannya!"
[True Longinus : Blance Breaker!]
[Dimensiont Lost : Blance Breaker!]
.
.
.
.
.
.
.
XXXXXX Scean Break XXXXXX
.
.
.
.
.
.
"Oi! oi! Kuroka, bukankah ini berlebihan?" Vali Lucifer sang Hakuryuuko terkuat sepanjang masa hanya dapat menghela nafas pasrah, ketika lengan kirinya di himpit oleh dua buah gundukan lemak kenyal milik si kucing hitam, Kuroka.
"Mou~ kau jahat sekali nyaa~ bukankah ini wajar? Sebagai sepasang kekasih yang sedang berkencan." Lagi-lagi sang Lucifer muda menghela nafas pasrah atas tindakan abnormal Kuroko.
Sebenarnya Vali mengajak Kuroka keluar hanya untuk mencari udara segar sekaligus memantau kota Kuoh di malam hari. Tapi selalu saja kenyataan tidak semulus harapan yang membuat dirinya terpenjara dalam situasi penuh godaan dari si kucing hitam.
Dan lebih parahnya lagi... Sekarang mereka berdua sedang berada di sebuah Cafe. Menjadi buah tontonan para pelanggan yang menyaksikan 'kemesraan' mereka berdua.
'Kalau jadinya seperti ini lebih baik aku mengajak... Ah sudahlah.' Lagi-lagi Vali memaksa otaknya agar tidak menyesali kesialannya. Tadinya sih... Pemuda keturunan Raja Iblis Lucifer itu memang ingin keluar bersama Arthur, tapi baru saja ia hendak mengajak Arthur. Ternyata sang tuan tampan sedang bermesraan dengan kekasihnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Maid keluarga Pendragon atau lebih tepanya Maid pribadi sang tuan tampan yang datang jauh-jauh dari Inggris.
"Vali buka mulutmu." Tanpa sadar, Vali yang masih berkutat dalam dunia kesialan mematuhi perintah Kuroka untuk membuka mulutnya. "Katakan 'Aaam'."
"Aaam." Kuroka menyuapi Vali, dengan cepat Kuroka mencabut sendok yang tadi berada di mulut Vali dan menjilatnya sensual.
"Hmmm~ Anak pintar." Kuroka mengelus puncak kepala silver sang Lucifer dan itu membuat Vali kembali sadar dengan apa yang baru saja dilakukan olehnya.
"A-apa yang kau lakukan!" Vali malu bukan kepalang sampai-sampai wajahnya memerah padam. Sedangkan sang pelaku hanya terkikik geli melihat wajah penuh gairah bertarung milik Vali yang memerah menahan malu.
"Hehehe ternyata Hakuryuuko-sama bisa merona, nyaa~."
"U-urusai! Kucing nakal! A-aku tidak seperti yang kau ucapkan!" Kuroka kembali tertawa puas melihat reaksi dari pemuda Silver di hadapanya.
Oh yeah!
Akhirnya Kuroka bisa melihat Vali merona dan sifat Tsundere yang jarang sekali keluar. "hehehe Gomen Gomen."
"Ukh~ aku akan membagi dua Oppai mu itu kalau kau berani menggodaku lagi. Paham?" Vali mengucapkan itu masih dengan wajah yang memerah.
"Mou~ jahat sekali nyaa~ apa oppai Onee-sama ini terlalu besar untukmu vali? Atau jangan-jangan... Kau adalah seorang lolicon?" Vali menjambak rambutnya frustasi sedangkan Kuroka kembali tertawa jahat merayakan keberhasilannya dalam menggoda sang Lucifer muda.
Kuroka straik again!
"Huh! A-aku bukan lolicon!" Bentak Vali sembari memalingkan wajahnya.
"Nyahahaha dasar Tsundere!" Dan tanpa memperdulikan situasi di sekitar, Kuroka membenampakan wajah cucu sang Putra Bintang Fajar penuh kasih sayang di belahan payudaranya. "Gomennasai Naga kecil."
[Huee~ terkutuk kau Kucing hitam!] Sedangkan Albion menangis nista dalam jiwa sang inang karena mendapat julukan aneh dari Kuroka.
"Ku-kuroka lepaskan! A-aku tidak bisa bernafas." Kuroka kembali tertawa tanpa menanggapi permintaan Vali. Bagi dirinya tingkah gugup Vali merupakan hal paling jarang terjadi atau mungkin tidak mungkin terjadi, karena manusia setengah iblis itu hanya terobsesi dengan pertarungan, pertarungan dan pertarungan! Tidak lebih dan tidak kurang.
Namun dibalik itu semua Kuroka tahu satu hal pasti, tentang kebenaran sang Hakuryuuko yang tergila-gila pada pertempuran. Semua itu Vali lakukan hanya untuk mencari kekuatan! Semakin sering dia melawan orang-orang kuat, semakin kuat pula dirinya dan dengan itu tujuan sejatinya akan cepat tercapai, yaitu: membalaskan dendam atas kematian orang tuanya kepada kakeknya sendiri. Rizevim Livan Lucifer.
Drttt... Drttt...
Merasa ada benda yang bergetar di kantung celana Jeans hitamnya, Kuroka melepaskan pelukan pada Vali dan merogoh saku celananya untuk mengambil sebuah Smart phone.
"Moshi moshi"
'Gawat! Kuroka Onee-sama'
"Ada apa Le fay?"
'Ophis Ojou-sama dan Naruko-chan sedang bertempur!'
Brak!
"Apa!?" Vali dibuat sweatdrop dengan tingkah Kuroka yang tiba-tiba saja menggebrak meja. Sedangkan semua mata pelanggan Cafe itu tertuju kepada sang kucing hitam menatap kelakuan Kuroka dengan tatapan horor.
'Tolong sampaikan kepada Vali Onii-sama agar menuju kesana. Aku akan mengirimkan titik kordinat pertempuran mereka.'
"Baiklah terimakasih infonya."
Tut~ tut~ tut~
Kuroka langsung mengakhiri panggilan Le Fay. Detik berikutnya raut serius tampak jelas di wajah cantiknya. "Vali Ojou-sama bertempur dengan Naruko."
'Jadi ini aura dahsyat yang sedari tadi ku rasakan?' Batin Vali. Jujur saja... Sebenarnya Vali memang telah merasakan Aura pertempuran dahsyat sejak dirinya tiba di Cafe ini akan tetapi aura itu tidak dapat ia kenali, mungkin karena jarak yang sangat jauh.
[Vali, kita harus menghentikan mereka bila tidak akan ada bencana serius yang terjadi.]
'Itu memang tujuanku Albion."
"Baiklah ayo kita pergi Kuroka." Dan kedua anggota dari team Awakening Dragon itu, bergegas pergi menuju titik kordinat pertempuran Ouroboros Dragon dan Makkura yang telah dikonfirmasi oleh Le Fay.
"Nampaknya kalian sedang terburu-buru." Vali dan Kuroka menghentikan langkahnya ketika dua orang berjubah biru menghalangi jalan mereka.
"Aku tidak tahu siapa dan apa yang kalian berdua inginkan tapi menyingkirlah dari jalanku!" Tegas Vali sembari menyiapkan lingkaran sihir putih yang siap menembakan matrial sihir. Vali tahu bahwa tindakannya ini mungkin akan di ketahui oleh para pasukan tiga fraksi yang menjaga kota. Tapi walaupun begitu Vali juga tidak mungkin mengabaikan kedua orang berjubah biru itu karena ia merasakan aura kekuatan tinggi yang siap dilepaskan kapan saja dari makhluk di hadapanya.
"Ck, sombong sekali kau, Hakuryuuko." Pria bertopeng hitam yang menampakan satu lubang mata itu maju ke depan sembari mencabut katana hitam dari balik punggungnya. "Mungkin aku harus memberimu pelajaran agar kau tidak bisa lagi menyombongkan dirimu itu, dattebasa."
Flash!
Trank!
Dalam kecepatan kasat mata pria bertopeng itu telah menebaskan pedangnya. Namun serangan itu dapat ditahan oleh Vali dengan lingkaran sihir pertahanan.
"Huah. Ternyata kehebatanmu bukan hanya rumor belaka, dattebasa. Tapi bagaimana dengan ini?" Pria bertopeng itu memutar tombol kecil pada gagang katana-nya. "Pedang Gravitasi! Tambah beban menjadi 100 ton!"
Krak!
Muncul retakan pada lingkaran sihir pertahanan milik Vali, diikuti dengan aspal jalan yang hancur berkeping-keping.
Blaar!
Vali melompat kebelakang mengambil jarak aman dari daya penghancur tebasan musuhnya. 'Ini akan memakan waktu jika aku tidak bersungguh-sungguh.'
[Vanishing Dragon : Balance Breaker!]
Cahaya putih membanjiri seluruh area menyilaukan setiap mata yang menatapnya. Detik berikutnya Vali telah terbungkus armor putih khas Hakuryuuko.
"Wow! Jadi kau mulai bersungguh sungguh ya? Senpai." Vali melesat menutup jarak antaranya dan pria bertopeng tersebut. Sebuah tinju terlapis dragon power tidak lupa dilancarkan oleh sang Lucifer muda.
Trank!
Tapi nampaknya serangan Vali dapat di patahkan oleh pria bernama Eye Patch itu dengan mendatarkan pedangnya. "Kau benar-benar kuat Senpai! Tapi itu masih belum cukup." Pria bertopeng itu melompat kebelakang mengambil jarak aman.
"Cih, jangan sombong!" Vali mengarahkan tangannya ke depan tepat ke arah pria bertopeng yang menyebutnya senpai.
[Divide]
Pria itu agak limbung ke belakang akibat terkena kekuatan pembagi dua yang dilancarkan Vali. "Skull!"
"Frezing!" Gadis yang senantiasa berdiri di belakang Eye Patch menembakan matrial sihir biru bermaksud untuk membekukan lawannya.
"Aku tidak akan membiarkanmu nyaa~." Kuroka yang sedari tadi diam juga maju ke depan menembakan matrial sihir api untuk mem-blok serangan.
Blaar!
Asap putih akibat ledakan dua element yang saling berlawanan itu membuat kabut tebal, menghalangi indra penglihatan dua kubu. "Skull ayo kita bersenang-senang, dattebasa!"
"Ha'i~ Bo-maksudku Eye Patch-kun~." Jawab Skull sembari menari-nari bahagia. Mendengar jawaban serta tingkah gaje partner-nya Eye Patch hanya dapat berkeringat jatuh. 'Dasar cewek gila.'
[Dimension Lost!]
.
.
.
.
.
.
.
.
Sebuah pesawat aneh berbentuk piring melaju kencang, menukik jatuh ke bawah dari langit menerobos udara. Pesawat itu menyala merah membara karena gesekan pada badan pesawat yang membentur dan terbakar oleh lapisan atmosfir langit Kyoto.
Blaaaarrr!
Dentuman hebat terjadi di sekitar pegunungan Kyoto. Pohon-pohon rindang yang menyelimuti hutan belantara itu porak-poranda akibat benturan keras pesawat ulang-aling yang menghantam tanah.
Tidak jauh dari lokasi jatuhnya kapal tersebut seorang wanita muda berparas cantik menatap datar dampak jatuhnya pesawat tersebut. Angin malam yang berhembus kencang membuat sembilan ekor oranye milik wanita cantik itu melambai-lambai anggun.
"Yasaka-sama, seluruh pasukan telah berkumpul." Seorang pria tegap berwajah garang bersimpuh hormat kepada wanita itu, menunggu konfirmasi perintah yang nampaknya memang telah di rencanakan oleh wanita bernama Yasaka yang tidak lain dan tidak bukan adalah Kyuubi no Yokou, penguasa tertinggi para Youkai di Kyoto.
"Bagaimana dengan Squad pengintai?"
"Menurut informasi terbaru, ada 5 orang mencurigakan berjubah hitam yang ke luar dari pesawat tersebut." Yasaka memicing matanya tajam. Iris merahnya kembali menelisik kepulan asap yang masih membumbung dari tempat jatuhnya pesawat tersebut.
"Yo Yasaka-san." Wanita penjelmaan Kyuubi no Yokou itu membalikan tubuhnya. Tatapan matanya kembali melunak saat berpapasan dengan Gubernur Malaikat jatuh yang baru saja tiba di tempat tersebut.
"Bukankah ini sebuah kebetulan? Ketika kau berkunjung kemari untuk meneliti rahasia segel pelindung [Bintang Enam] yang di pasang The Devil Ninja Shadow beberapa bulan yang lalu?"
Segel pelindung [Bintang Enam] adalah variasi dari [Fuin Jutsu] tipe pelindung khas Clan Arashikage, yang menyelimuti kota Kyoto dengan menanamkan 6 [Fuin] berbeda yang saling terkoneksi pada enam kuil di seluruh penjuru Kyoto. Segel berir itu memiliki beberapa keunggulan diantaranya: adalah mendeteksi keberadaan makhluk yang membawa energi spiritual asing. Melingkupi seluruh Kyoto dari mulai daratan, perairan, bawah tanah bahkan udara.
Dengan jangkauan super besar milik berir tersebut seluruh aktifitas dapat terdeteksi walaupun aktifitas itu berada di langit Kyoto.
"Yah... Aku memang tidak bisa membohongi diriku sendiri, untuk tidak kagum dengan segel yang [Tangan Kiri Lucifer] tanamkan di wilayah kekuasaanmu. Bocah itu... Sungguh mengagumkan! Pantas saja pada zaman dahulu Clan Arashikage sulit untuk di takhlukan. Walau'pun sangat disayangkan karena faktanya... Bocah Arashikage terakhir itu menjadi buronan SS-Rank [Aliansi Tiga Fraksi]."
Sudah bukan rahasia publik lagi bahwa pencetus penanaman segel berir di Kyoto adalah Naruto Uzumaki Arashikaze. Pemuda yang di juluki [Tangan Kiri Lucifer] atau [The Devil Ninja Shadow] itu adalah pemuda yang berjasa besar pada hubungan Diplomasi antara Iblis dan Youkai. Walaupun sekarang pemuda itu adalah anggota dari team paling dicari oleh [Aliansi Tiga Fraksi].
[Awakening Dragon] Team berbahaya dengan peringkat SSS-Rank beranggotakan para buronan SS-Rank.
"Lebih baik kita membicarakan hal ini nanti saja Azazel, setelah memastikan siapa tamu kecil kita."
"Aku juga setuju denganmu Yasaka-san." Kemudian Yasaka dan Azazel berjalan mendatangi tempat 'tamu kecil' yang di katakan Kyuubi no Yokou tersebut. Di ikuti ratusan pasukan Youkai yang berjalan di belakang sang pengusa Kyoto dan Gubernur Malaikat jatuh tersebut.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Cho Odama Rasengan!" Bola cakra super besar milik salah satu pria berjubah hitam itu menggilas sekumpulan pasukan Youkai yang telah terlebih dahulu diperintahkan untuk mengepung tempat jatuhnya pesawat ulang-aling tersebut. "Hei! Jangan terlalu berlebihan, baka!."
"Hehehe maaf Absolute Satan. Aku terlalu bersemangat." Jawab polos pria bernama Rikudou yang baru saja mendarat di tanah.
"Yare yare. Kalian selalu saja berisik."
"Diam kau Malaikat jadi-jadian!" Bentak kedua pria bernama Rikudou dan Absolute Satan.
"Hahaha kalian benar-benar akrab ya?" Dari balik tubuh ketiga pemuda yang masih berdebat itu muncul seorang pria yang terbungkus Armor-Suit putih bersih dengan sepasang pedang yang bertengger manis di pinggang.
"Heeee! Ada kaleng berbicara?"
Twitch
"Ralat-Itu bukan kaleng tapi tong sampah."
Twitch
"Kalian berdua salah baka! Itu adalah patung dari besi." kedua pemuda itu saling mengangguk mengiyakan perkataan dari pria bernama Absolute Satan.
"Gez... Kalian membuatku kesaaal! Ini adalah Mx-01 Armor-suit paling canggih di duniaku! " Bukannya melerai pria itu malah menambahan kekacauan yang ada.
"Semuanya berkumpul, dan bentuk formasi bertempur."
"Ha'i Taicho!" Keempat pemuda itu membuat formasi empat arah saling memunggungi atas perintah dari seorang pemuda bersurai kuning cerah, dengan tiga pasang garis halus yang menghiasi pipinya.
"Keluarlah aku tahu kalian sudah mengepung kami!" Bila diperhatikan hanya pria dengan inisial Taicho itu yang tidak menutupi wajahnya dengan topeng dan wajahnya'pun sangat identik dengan Naruto Uzumaki sang Eksekutor. Sedangkan keempat pemuda lainnya menutupi wajah mereka dengan topeng dan jubah hitam.
"Konbanwa Naruto... Lama kita tak bertemu." Salam Azazel yang telah bersiap dengan Sacred Gear buatanya.
"Semua menyebar! hati-hati kita akan berhadapan dengan Teroris SS-Rank!" Perintah Yasaka kepada seluruh anak buahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue. . . .
Next Chapter - Samael.
