Anime : Naruto

Pairing : Hinata x Sasuke , Neji x Hanabi , Sai x Sakura and Ino x Naruto

Naruto bukan milikku

Baiklah pemirsa setelah sekian lama inilah Chapter 3

WHO AM I

Hanabi terjatuh kedalam sungai dan ditolong oleh Neji. Inilah awal perkenalan antara Neji dan Hanabi. Hanabi sungguh pemalu bahkan dia bersembunyi dibalik pohon setelah diselamatkan. Neji mungkin sangat tahu bahwa Hanabi itu adalah gadis yang pemalu karena itu dia berusaha selalu mengikuti dan mengagumi Hanabi diam-diam. Rambut Neji yang panjang itu basah dan Neji tersenyum dengan manis sambil mengibas-ngibaskan rambut panjangnya. Hanabi yang menyaksikan hal itu sungguh terkejut dan jantungnya berdebar-debar sangat kencang. Hanabi memberanikan diri keluar dari balik pohon.

"terima kasih karena telah menolongku kak Neji"

"kamu mengenalku?"

"tentu saja mana mungkin aku tidak mengenal mu, kamu adalah murid yang paling pandai di klan Hyuuga hampir menandingi Hinata nee-sama".

"hahaha Hanabi-sama kamu bisa saja"

"tolong panggil ku Hana saja".

"baiklah Hana-sama".

"hm bukan tapi Hana-chan"

"baiklah sesuai permintaan anda Hana-chan".

"hm Neji-kun bisa tidak kita bertemu lagi"

"tentu saja Hana-chan dengan senang hati".

Tanpa Hanabi ketahui Neji sangat begitu mencintainya dan menyukainya. Besok harinya Neji sudah menunggu Hanabi didepan rumahnya.

"Hana-chan selamat pagi"

"selamat pagi kak Neji"

"panggil aku Neji saja ok"

"baiklah"

"hm kamu mau kmana Hana?"

"eh hm aku akan pergi kemanapun bersamamu Neji".

"hm karena kamu yang mengajakku pergi makanya ku ingin kamu yang menentukannya".

"hm hm ngomong-ngomong aku membuatkan sarapan apa tidak apa-apa jika aku ingin Neji memakan masakanku?"

"hm benarkah? Aku akan sangat senang sekali".

Hanabi bisa melihat wajah Neji yang berseri-seri melihat masakannya.

"ini bukanlah apa-apa".

"apa kamu ada acara malam minggu Hana?"

"hm tidak kenapa Neji nii-san"

"hm maukah kamu pergi bersamaku?"

"hm hm tentu saja".

Hubungan Hanabi dan Neji semakin dekat. Perasaan yang dimilki Hanabi semakin kuat dan tak terbendung lagi. Hari ini Hanab memiliki janji dengan Neji. Hanabi sengaja menjemput Neji langsung ke sekolahnya yang tak jauh dai seolahnya Hanabi. Tetapi itu semua mengejutkan Hanabi, saat Hanabi melihat Neji senyum mempesona kearah wanita lain Hanabi cukup mengenal wanita itu. Itu Tenten dan tampanya Neji begitu dekat dengannya. Itu cukup membuat Hanabi terpukul. Dia menahan rasa sedihnya. Tanpa menghapiri Neji, Hanabi memulai langkahnya untuk menjauh dan memilih bertemu dengannya ditempat pertemuan. Neji tampak bahagia berlari-lari kearah Hanabi.

"Hana kamu sudah lama datang?"

"belum Neji aku baru saja datang"

Sebenarnya Hanabi berbohong kepada Neji dia sudah lama disana dengan air matanya yang bergelinangan.

"tapi jika memang kamu baru sampai kenapa wajahmu sangat pucat dan seluruh badanmu dingin, saat ini musim dingin dan saljunya tebal dan lebat, apa kamu tidak kedinginan, aku sungguh megkhawatirkanmu"

"Neji khawatir padaku,cukup sudah cukup sudah semua tipuan mu cukup sudah Neji".

"apa makksudmu Hanabi?"

"aku ingin mulai sekarang kita tidak usah ketemu lagi, aku ingin bilang aku benci kamu".

"ada apa ini? Apa benar kamu adalah orang yang datang kekelasku dan melihatku bersama Tenten, Lee mengatakan padaku kalau kamu datang kekelasku dan menangis".

"aku ingin agar kita ngak bertemu lagi selamanya karena aku tak ingin perasaan ini semakin kuat aku tak ingin jatuh cinta lebih dalam lagi padamu".

Neji terkejut atas pengakuan Hanabi. Kenapa Hanabi lebih mudah mengungkapkan perasaannya dibanding dirinya sendiri. Neji merasa semakin bersalah saat melihat Hanabi menangis. Neji memluknya erat seperti dia takut kehilangannya dan Hanabi hanya terdiam dalam pelukan Neji.

"maafkan aku Hana, aku tak pernah menduga hal ini akan terjadi, jujur aku sangat mencintaimu kamu lah satu-satunya gadis yang paling berharga untukku, aku takut untuk menyampaikan perasaanku padamu aku takut kamu akan menjauhiku aku takut kehilanganmu"

"benarkah itu?"

"jangan menangis lagi kamu adalah segaalanya untukku Hana"

Setelah lama membahas masa lalu akhirnya kembali ke masa depan yang suram dimulai dari kisah tragedy Hinata dan Sasuke.

Aku tidak mau mematuhi kata-kata Sasuke untuk berdiam dri dirumah. Aku jugaa ingin merasakan hawa dan udara malam yang menyegarkan. Disaat perjalanan pulang aku melihat sesuatu yang mengejutkan. Sasuke dan Sakura sedang berciuman. Meskipun sebentar aku tetap merasa sedih. Aku segera berlari menjauhi mereka tetapi kurang beruntung bajuku tersangkut besi dan tanganku terluka cukup parah meski begitu aku tetap berlari sekuat tenaga dan aku tak tau bahwa Sasuke mendengar saat aku jatuh. Samar-samar aku melihatnya berlari kearahku tetapi aku tetap berlari dengan sekuat tenaga dan menaiki taksi agar pulang lebih dahulu mandi, ganti baju dan pura-pura tidur.

Tak lama setelah rencana ku berhasil Sasuke pulang.

"aku pulang".

"selamat datang kembali"

"Oh ya aku membawakan sesuatu loh untumu"

"ah apa itu".

"taraaaa hamberger kesukaanmu dan beberapa potong pizza untuk makan malam"

"hahah terima kasih".

"hm kamu kelihatan cantik Hinata, itu baju baru ya? Tetapi kamu jarang sekali memakai baju lengan panjang dirumah".

Sasuke menggenggam tanganku yang terluka sehingga lukanya kembali terbuka. Sekuat tenaga aku menahan rasa sakit dan tidak berteriak agar dia tak curiga.

"aku kekamar dulu ya".

"tunggu Hinata"

"lepaskan aku, aku bilang lepaskan aku sekarang juga".

Darahnya semakin banyak.

"aaah".

"tanganmu berdarah?"

Sasuke melihat luka ku.

"apa yang terjadi? Apa jangan-jangan kamu yang mengikutiku? Ini sobekan bajumu kan? Kamu memata-matai aku dengan Sakura? Aku sudah katakan padamu bahwa aku tak suka jika kamu mengikuti dan membuntutiku dan memata-mataiku tanpa seijin ku kamu tahu itu kan jika ku tahu kamu mengikutiku aku akan sangat marah dan membencimu kamu tahu itukan Hinata-sama".

Aku sungguh tak bisa berata apa-apa. Kenapa dia yang marah dan bukannya aku. Air mata ku yang terus mengalir, ku menccoba untuk menghentikannya dan bersikap tegar didepannya.

"aku tak mengerti kenapa kamu melakukan hal ini? Apa untungnya kamu melakukan ini? Tatap mataku dan jawab pertanyaanku Hinata".

"maafkan aku ini semua salahku tetapi kumohon pdamu lepaskan tanganku tanganku saat ini terluka dan kamu menggenggamnya terlalu erat"

Air mataku mulai mengalir didepan Sasuke.

"Dan satu hal lagi aku benci saat kamu menangis, jangan bertingkah kekanak-kanakan seperti ini".

Aku tahu Sasuke benci melihatku menangis dan tak suka aku curiga dan memata-matainya tetapi hari ini dia begitu kasar padaku, dia jarang sekali marah padaku tetapi seburuk-buruknya tindakanku dia tak akan sekasar ini padaku. Sepertinya ini membuktikan cintanya pada Sakura. Akhirnya Sasuke melepaskan tangan Hinata.

"aku tidak membuntutimu aku tak sengaja jalan-jalan dan akhirnya melihatmu ciuman dengan Sakura, aku tak perduli jika kamu tak percaya karena bagiku bagiku sudah cukup untuk mencintai seeorang dan cinta ini tak juga berbalas".

"Hinata aku...aku..."

"ku ingin semua ini semakin jels diantara kita Sasuke Uchiha, hubungan kita tak akan pernah lebih dari pada sahabatan atau pun rekan kerja, jika semua ini berlanjut terus aku takut aku tidak bisa melupakan segalanya, bagaimanapun perasaan ini tidak dibentuk satu atau dua hari tetapi bertahun-tahun lamanya jadi tentu saja aku membutuhkan waktu untuk menghapuskan segala yang kurasa, dan ajakan mu untuk tinggal bersama akan kutolak dan aku akan menikahi Sasori, meskipun sejak awal ku menolak perjodohan ini tetapi inilah jalan takdir ku dan kulah yang harus menjalaninya dan satu hal lagi ini terakhir kalinya kamu melihat aku yang cengeng seperti ini tetapi ku pastikan padamu Hinata yang sama tidak akan ada lagi dan ku berjanji padamu bahwa aku bukanlah Hinata yang kamu kenal lagi bagiku kehilanganmu sama dengan kehilangan diri ku sendiri.

Ku hanya melihat Sasuke terdiam sejuta bahasa. Air mataku yang tidak bisa mengalir dan ku tersenyum bahagia menutupi semua yang ku rasakan.

"aku senang bisa memiliki sahabat yang sangat baik terima kasih untuk segalanya"

Sasuke masih terdiam dan tak bicara apa-apa. Dia sama sekali tidak menjawab apapun. Ku melangkah pergi, ini juga berarti aku melangkah untuk keluar dari kehidupannya yang seharusnya sejak awal tidak ada ku didalamnya

Aku seharusnya sadar sejak awal bahwa cintaku itu tak akan pernah terbalaskan dan tak akan pernah bisa kugapai dan kumiliki semua yang ku ketahui adalah rasa sakit yang tak akan pernah meninggalkan hatiku yang sudah hancur sejak awal. Sejak awal aku bukanlah anak kesayangan orang tua ku. Ibuku adalah wanita yang cantik. Dan ayahku adalh seorang pengusaha kaya yang tampan meski begitu aku tak pernah merasakan yang namanya kebahagiaan. Meskipun aku diberikan segalanya tetapi tetap saja aku bukan anak yang diinginkan sejak dahulunya. Aku adalah anak tertua dari dua bersaudara. Meskipun aku memiliki kecerdasan tetapi ayah tidak membutuhkanku. Aku memimpin perusahaan ayah karena aku yang lebih tua dan Hanabi yang kecil belum bisa memimpin perusahaan ayah. Aku dulunya tidak sepintar sekarang, aku adalah gadis penyakitan yang memiliki tubuh yang lemah bahkan aku tidak bisa melindungi diriku sendiri. Dalam kehidupan cinta aku juga tidak begitu beruntung. Aku memiliki cinta pertama yaitu Neji Hyuuga. Aku sudah menyukainya sejak kecil dari rasa kagum kemudian muncul rasa cinta. Aku juga senang seharusnya akulah wanita yang akan menjadi pendamping wanita di masa depannya. Tetapi setelah lama aku mencintainya aku tahu satu hal bahwa pria yang ku cintai mencintai adikku Hanabi-chan. Aku tak ingin mengganggu kebahagian Hanabi. Sejak Neji lupa ingatan dia malah jatuh cinta padaku. Aku begitu sedih saat mengetahuinya karena itu sudah terlambat karena hatiku sepenuhnya diambil oleh Sasuke yang saat ini justru menyakiti ku. Aku tahu bukan seharusnya tahu bahwa dia tidak akan pernah menyukaiku.

Aku tidak pernah menyesali semuanya, inilah jalan takdirku. Tetapi aku mendengar suara langkah yang berat dari belakang. Suara itu kelihatan sangat putus asa dan disertai tangisan yang cukup berat.

"Hinata tunggu dulu ada yang ingin ku jelaskan padamu".

Tanpa aku sadari dia telah memelukku erat dari belakang, aku yang tidak bisa menghindari itu menerima pelukannya. Tubuhku terasa berat karena hatiku yang hancur.

"ku mohon padamu jangan membuangku seperti ini Hina-chan"

"apa maksudmu Sasuke, kamu tidak pernah..."

Suaraku terhenti dengan ciuman sasuke. Baru kali ini aku melihat Sasuke menangis seperti itu. Matanya meski tertutup tapi aku bisa tahu bahwa matanya sudah bengkak dan memerah.

"lepaskan, apa maksudmu".

"Hinata menikah lah denganku, ku mohon Hinata".

"apa maksudmu Sasuke?"

"aku memang tidak pernah mengatakannya padamu tetapi kaulah cintaku satu-satunya, meski aku tidak mengungkapkannya, aku mencintaimu selama ini aku tidak tahu bahwa kita harus menyampaikan isi hati kita pada wanita yang kita cintai, aku marah karena aku takut kamu berpikiran yang macam-macam aku takut kehilanganmu dan aku hampir saja kehilanganmu yang sudah susah payah ku dapatkan".

"Sasuke..."

Aku tidak bisa berkata apa-apa dan air mataku mengalir dengan derasnya.

"Sakura berpacaran sama Sai, Sakura ingin memastikan perasaannya benar untuk Sai karena itu dia melakukannya dan ternyata hatinya tak berdetak untukku".

"Sasuke kenapa kamu tidak ingin mengatakannya sejak awaal".

"aku takut kamu tidak menerimaku dan aku tak tahu sejak awal bahwa kamu menyukaiku"

"ku jatuh cinta padamu apa adanya dan aku tak pernah memikirkan masa lalu mu itu"

"kamulah cinta pertama dan terakhir untukku dan aku sangat senang saat kamu menerima ajakanku untuk tinggal bersama dan disaat yang tepat ku ingin sekali mengatakan bahwa aku telah jatuh cinta padamu"

Aku mulai melihat sasuke menangis. Aku merasa sangat senang dan sedih disaat yang sama. Aku tidak tidak pernah tau dia punya perasaan yang sama.

Tiba-tiba saja Sasue memelukku dengan erat.

"Hinata menikahlah denganku Hinata-chan"

"hm yeah Sasuke-kun".

Akhirnya happy ending antara Sasuke dan Hinata namun kisah Hanabi dan Neji masih diambang keraguan. Tunggu kisahnya episode berikutny