_Satu Jam Sebelum Kepergian Naruto_
Cahaya bulan menembus untaian demi-untaian benang yang menjadi hordeng penutup kaca jendela. Cahaya temaram menaungi gelapnya kamar bernuansa biru yang mendominasi ruangan tersebut.
Tidak jauh dari ranjang King Size, seorang pemuda yang bertelanjang dada tengah menyiapkan pakaian dan peralatan seperlunya untuk men-suport misi yang akan segera ia laksanakan. Tali kulit yang mengikat serangka katana ia gunakan menyilang dari pundak kiri ke kanan, kaus dalam putih bersih ia kenakan sangat kontras dengan celana Jeans hitam yang membalut pinggang hingga mata kaki.
Drrtttt~
Sebuah benda Digital bergetar di atas meja dekat ranjang, menghentikan kegiatan sang pemilik yang tengah menyarungkan sebilah baja tajam yang menjadi benda turun-menurun milik klannya.
Naruto menghampiri Smart Phone miliknya. Dengan jari telunjuk pemuda itu membuka Code Slide pada layar benda tipis tersebut.
[Satu pesan belum dibaca.]
Teks yang tertulis pada Smart Phonenya, setelah itu tanpa memikirkan siapa yang mengirimi pesan tersebut, Naruto membukanya cepat.
[From : Jeanne.]
[To : My lord.]
[Naruto-sama, Ini adalah info terbaru yang telah dikumpulkan oleh Cao Cao, tentang Kota Langit Agreas, dan rencana penciptaan Ouroboros Dragon baru yang di ketuai oleh Rizevim Livan Lucifer.]
Naruto men-scroll kebawah tanpa menunggu lama ia mengklik link tautan di dalamnya dan langsung mendownload file yang baru saja dikirim oleh mata-matanya.
Pleas wait...
10%
30%
50%
70%
100%
Download Succes!
Naruto menyeringai, dengan data-data yang dikirimkan oleh Jeanne, rencananya menyusup ke dalam Kota Langit Agreas akan lebih mudah.
Drtttt!
Naruto menyimpan kembali Smart Phonenya ke dalam laci tapi sedetik sebelum beda tipis itu ia letakan sebuah pesan baru kembali diterima.
[From : Jeanne]
[To : My Lord]
[A-ano... Naru-kun setelah kau menyelesaikan rencanamu, bisakah kita be-bertemu? Maaf kalau ini me-membuatmu marah, tapi aku sangat merindukanmu. Aku rindu suara dan harum tubuhmu. Jadi... Kencanlah denganku! setelah semuanya selesai.
Aku mencintaimu Naru-kun. Muach~]
Naruto menatap datar pesan cinta yang dikirimkan oleh Jeanne. "Tch! Merepotkan." Sebenarnya ini juga salahnya sendiri sih, karena telah mencuci otak Jeanne dengan memaksimalkan rasa cinta gadis pirang itu secara berlebih kepadanya.
"Cinta huh? Aku tidak membutuhkan hal itu! karena cinta telah menyakitiku." Sekelebat memori tentang gadis berambut merah terlintas diotak Naruto. Rasa sesak itu kembali menjalar di dalam hatinya membuat Naruto bertambah muak! Dengan satu kata bernama Cinta.
Brakh!
Secara spontan, Naruto membanting Smart Phone hitamnya ke dinding dan langsung pergi meninggalkan kamar tersebut. Tanpa pemuda pewaris tahta Great Red itu sadari Smart Phone hitam miliknya itu tidaklah hancur atau'pun mati.
Terlihat jelas potret sosok Naruto dan Rias yang saling merangkul, menjadi Wallpaper Sweet Moment pada layar Smart Phone tersebut.
.
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
The DxD
Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichi Ishibumi.
Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. not Lemon)
Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.
Pairing : "Penjahat tidak membutuhkan cinta" meminjam perkataan The Dark Side; Yami Naruto, dari fic TBT(The Best Team) by : Jendral-Ecchi Dony Ren/Icha Icha Ren..
Warning : Time Travel, Dimensional Travel, Death Char, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku).
.
.
.
.
.
.
.
ARC : III - Akar Tujuh, dan Waktu. The Last Day.
Chapter 18 - Pertemuan Kedua.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
"Kuchiyose no Jutsu : Gedou Mazo!"
Boft!
Groaaaarrr!
Sesosok raksasa dengan sembilan mata yang saling terbuka berteriak lantang yang tiba-tiba datang dari kepulan asap hebat. Kedua mata Rinnegan milik gadis yang berdiri di atas kepala patung itu berputar santai. Api emas dari Mode Rikudou Senjutsu yang menyelimuti tubuh Naruko, bergerak liar untuk menyelimuti patung raksasa tersebut.
"Nah, sekarang... Aku akan menghancurkanmu dan merebut kekuatan Ophis yang tersegel oleh Samael." Naruko menjilat jari-jari lentiknya sebelum mengulum penuh nafsu jari tersebut. "Ufufufu~ dan Tidak lupa pula untuk merampas Samaeli." Tawa jahat berdengar nyaring, dan bergema di seluruh dimensi ciptaan Dimension Lost.
Rencana Naruto akan segera di laksanakan oleh Naruko! Selagi Naruto masih dalam perjalanan menuju tempat tersebut. "Lima menit mungkin waktu yang cukup, untuk Gedou Mazo mengekstrak seluruh kekuatan itu. Ufufufufu."
"Cih, kau dan juga Naruto sungguh mengerikan! Pantas saja Aliansi Tiga Fraksi memburumu!" Armor panglima perang khas China kuno yang membalut tubuh Cao Cao telah rusak disana-sini dengan banyak luka sayatan segar dan masih meneteskan liquid kental berbau amis. "Sepertinya memang tak mungkin aku dapat mengimbangimu hanya dalam mode Balance Breaker." Cao Cao memutar tombak sucinya beberapa kali dan langsung menghunuskan True Longinus itu tepat ke arah Naruko.
"Kalau begitu aku harus menggunakan kartu Ace-ku agar dapat mengalahkanmu."
"Ufufufu~ jadi kau akan menggunakan [Truth Idea] eh? Baiklah jika itu yang kau inginkan. Tapi... ingatlah anak muda! Kau bukan pengguna Holy Spear terhebat sepanjang masa jadi aku yakin, kau tidak akan dapat mengaktifkan Truth Idea tepat waktu.
Gelombang aura suci meledak dari bilah tajam tombak milik Cao Cao. Ujung runcing tombak suci itu terbelah dan memancarkan aura kekuatan suci dalam intensitas maksimal.
Naruko turun dari kepala Gedou Mazo, pedang Raja Iblis Gram pada tangan kirinya ia biarkan terurai menjadi partikel-partikel aura jahat. Tak menunggu lama gadis penjelmaan Makkura itu menggigit ibu jarinya hingga berdarah dan dengan darah segar itu Naruko menulis kanji-kanji rumit untuk memulai seranganya.
Flash!
"...!?..." Cao Cao dibuat syok bukan main ketika tiba-tiba, Naruko telah berada di hadapannya sembari menempelkan telapak tangan berlumur darah seger yang membentuk kanji-kanji aneh, tepat di dada Cao Cao.
"Aku akan menyegel [Truth Idea] sekali lagi, seperti pengguna True Longinus sebelum mu, Cao Cao."
[Fuin : Kami no ishi o mippū]
Cao Cao reflek melompat ke belakang, tapi tanpa bisa dielakkan lagi... Susunan aksara alam telah menjalar di seluruh tubuh Cao Cao yang terlapisi lempengan baja. "Ukh." Rasa sakit luar biasa memaksa Cao Cao terjatuh dikedua lututnya. Rasa sakit yang belum pernah dirasakan oleh tubuh pemuda oriental tersebut, rasa sakit ini begitu nyata namun tampak seperti ilusi. Direksi pandangan Cao Cao mengabur, jari-jari kekarnya bergetar hebat! Sampai-sampai pemilik True Longinus itu tak bisa untuk sekedar kembali berdiri.
"Ufufufu. Nikmatilah Cao Cao! Nikmatilah rasa sakit yang belum pernah dirasakan oleh siapa'pun! Rasa sakit ketika Sang Anak tertembus tombak Longinus itu sendiri, tepat di jantungnya!"
Argggghhhhh!
Teriakan Cao Cao lantang melonjak saat rasa sakit efek dari segel Naruko memasuki level maksimal.
Brukh!
Cao Cao terkapar, mode Balance Breakernya telah rontok dari tubuh tegapnya, hanya ada True Longinus yang tertancap di tanah. "Sekarang... Matilah Cao Cao!"
Flash!
Brakh!
Naruko dibuat terpental jauh kebelakang oleh kubah pelindung berkekuatan suci yang tiba-tiba saja menyelubungi Cao Cao. "Oh, jadi True Longinus memberkahi anak ini? Menarik sekali." Naruko kembali berjalan ke depan, dua dari delapan Godou Dama yang melayang-layang di punggunya maju ke depan, merubah bentuk yang sebelumnya berupa bola menjadi pedang spiral mirip susunan DNA.
"Mungkin aku harus menghancurkan True Longinus juga? Siapa tahu."
Tangan kiri gadis Otsutsuki itu mengepal, detik berikutnya jutaan aura jahat berkumpul dan membentuk pedang Raja Iblis Gram. Dua pedang telah ada dalam genggaman, Naruko menyeringai senang. Ini adalah waktunya penghancuran!
Crash!
Crash!
Crash!
Crash!
Crash!
Tebasan, tusukan, hujaman berkekuatan Senjutsu bercampur kutukan menghujani kubah True Longinus, lapis demi lapis aura suci dihancurkan dalam ratusan serangan membabi buta, tarian pedang ganda yang dilancarkan oleh Naruko.
Kraaak!
"Hahahahaha hancurlah! Hancurlah! Hahahaha" Selayaknya pesikopat gila Naruko tanpa henti menebas terus, terus dan terus kubah True Longinus. Tawa jahat dari bibir tipis gadis cantik itu selayaknya lantunan symponi kematian yang mengalir harmonis dengan setiap tebasan pedang gandanya.
Kraaaaaaak!
kraaaak!
"Ufufufufufu. Ishhh~ ahh~ ahhh~ hancur! Hancur! Hancur!" Rasa ini... Benar-benar rasa manis yang Naruko idam-idamkan! Sebuah sensasi memabukkan yang dapat membuat darahnya bergolak memberikan sebuah Harmoni rasa nikmat disetiap pembulu darahnya.
Blaaaar!
Ledakan itu menandai hancurnya kubah True Longinus, membuat Naruko tertawa bahagia untuk kesekian kalinya.
"Ufufufu sekarang waktunya melihat Mazo-chan." Tanpa memperdulikan Cao Cao yang terkapar tak sadarkan diri, gadis penjelmaan The Total Darkness menyayat pergelangan tangan Cao Cao dengan kukunya. Darah segar mengalir deras dari luka tersebut. Dengan sigap Naruko mengambil liquid kental yang masih segar itu dan memasukannya ke dalam tabung kecil yang entah datang dari mana? Sebelum berjalan menuju tempat Gedou Mazo yang masih mengekstrak kekuatan Samael sekaligus mengembalikan kekuatan Ophis.
"Tiga dari ketiga belas darah 'Manusia Terpilih' telah berhasil di dapatkan. Ufufufu hanya sepuluh yang tersisa agar Naruto-kun dapat benar-benar terbangun menjadi Sang Eksekutor."
"Halo... Wanita jalang! Tampaknya kau sedang bergairah eh?" Naruko menghentikan langkah kakinya, dengan santai gadis Otsutsuki itu membalikan tubuhnya seraya menaruh kedua lengannya tepat di dada. Membuat kedua payudaranya terangkat menantang.
"Jadi benar eh? Pemuda lemah itu muridmu? Sungguh mengecewakan, Sakra!" Naruko membalik ucapan pedas, seorang pria... Err berpenampilan Shota(anak kecil) yang aslinya adalah seorang dewa perang dari MT. Sumeru dengan ucapan pedas.
"Hahaha. Seperti biasa kau dan mulut kotormu itu tidak pernah berubah sejak si Nenek Kelinci itu masih hidup sampai sekarang. "
"Tch! Jaga bicaramu itu dewa cebol! Apa sebenarnya tujuanmu datang ke sini? Apa kau mau merebut Samael kembali? Atau mengajakku bertempur? Semua pilihan akan menghantarkanmu ke alam baka!"
"Hahahaha." Gelak tawa meremeh bergema di seluruh dataran teluk laut merah hasil copy dari Dimension Lost. Sakra menyeringai, dirinya menganggap remeh ancaman gadis di hadapanya. "Khukhukhu, sejak awal aku memang sudah tidak punya pilihan selai bertarung denganmu. Namun... Kali ini aku akan memilih opsi ke-tiga, yaitu; angkat kaki dan membawa kedua bocah bodoh ini. Jadi simpanlah kekuatanmu untuk nanti Naruko Otsutsuki dan bila kita bertemu kembali..." Aura dewa mengur dahsyat dari tubuh Sakra, meremukan tanah dan menguapkan air laut yang ia pijaki. "Akan aku pastikan pertemuan kita adalah akhir dari hidupmu!"
Blaaaaaaaaar!
Ledakan dahsyat tiba-tiba saja terjadi merubah total bentuk geografis replika laut merah dengan aura pemusnah dari efek ledakan tersebut. Naruko menahan nafas, sedikit keringat dingin mungalir dari pelipis gadis cantik tersebut. "Ini diluar dugaan. Dewa Sakra memang benar-benar gila." Aura bak api emas yang menyelimuti gadis cantik itu lenyap, Godou Dama yang selalu membentenginya kembali mengurai, diikuti dengan sepasang mata merah khas Rinnegan Spesial yang kembali menjadi iris biru seindah samudra.
Clik!
Boft!
Dengan sekali jentikan jari, patung mengerikan Gedou Mazo lenyap tertelan kepulan asap begitu pula dengan Samael yang telah ditelan oleh cangkang kosong dari Juubi. "Arigatou Ophis, atas kerjasamanya." Naruko menyeringai puas sembari membopong tubuh mungil sang Ouroboro Dragon. "Gadis yang tengah dimabukan oleh cinta memang mudah untuk dimanipulasi. Ufufufu."
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Tidak seperti hari-hari biasa yang selalu damai, kediaman Hyoudo kini dipenuhi oleh sejumlah orang-orang penting dari beberapa fraksi. Sofa dalam jumlah besar tidak dapat menampung tamu yang tiba-tiba datang hingga sang tuan rumah harus memakai bangku tambahan untuk menampung semuanya.
"Maaf Hyodou-kun karena telah merepotkamu." Seorang gadis berparas menawan dengan tubuh bak model kelas wahid berkata lembut sembari menyesap nikmat teh yang telah dihidangkan Akeno.
"Tidak! Tidak ada kata meropotkan untuk gadis sebohay anda!" Dengan semangat berapi-api Ise berteriak lantang, membuat semua yang hadir di ruang VIP Hyodou Mansion sweatdrop karena tingkah sang tuan rumah yang kelewat normal.
"Ufufufu. Anak muda memang menggoda. Hmmn~" Yasaka sang Kyuubi no Yokou tersenyum manis sembari menjilat bibir sensual. Tentu saja mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Ise langsung terkapar sembari meneteskan darah segar dari lubang hidungnya.
'Tidak disini, tidak di duniaku Ise memang benar-benar Ultimate Hentai.' Batin kelima pemuda yang ikut serta bersama Azazel dan Yasaka.
"Huehuehue. Kau memang yang terbaik, Ise!" Tawa mesum Azazel menambah butiran-butiran sweatdrop semua orang. 'Guru dan murid sama saja mesumnya.
Pletak!
Sebuah jitakan super bersarang di tengkorak kepala Azazel, membuat gubernur Da-tenshi terkapar nista dengan benjolan berasap dikepalanya. "Ini bukan waktunya bercanda gagak tua!"
"Ini parody ya?" Cengo Angel.
"Entahlah aku juga bingung." Balas Absolute Satan.
"Mereka memang Abnormal." sangsi Mx-01 pemuda yang masih terbalu Armor-Suit putih sembari menghitung sesuatu.
"Semoga Tuhan memberkati kalian semua." dan dengan wajah tanpa dosa Angel berdo'a diiringi efek-efek cahaya suci yang membuat wajah bertopeng pemuda itu bersinar terang. Ah dan jangan lupa para iblis yang kesakitan dengan do'a dari pemuda itu.
"Aww! Kami tak butuh berkahmu Malaikat gadungan!"
"..." Sedangkan Taicho meminum tehnya elegan sembari masih memasang wajah datarnya bak tembok yang dihiasi bulir-bulir keringat(?)
"Ekhem, bisa kita mulai rapatnya?" Deheman singkat dari Hairess Gremory memusnahkan moment nisa yang sedang beslangsung. Semua mata menatap fokus dan serius sang Ruin Princess. "Jadi apa yang sebenarnya terjadi? Sampai-sampai kau membawa keempat orang mencurigakan ini ke rumahku, Azazel-sensei?" Rias memicingkan matanya tajam menatap kelima pemuda atau lebih tepatnya seorang pemuda berparas identik dengan Naruto, hanya saja rambut kuning emas agak panjang itu membedakan keduanya.
Azazel tetap diam sorot matanya menajam, menampakan keseriusan tingkat tinggi yang belum pernah dilihat oleh seluruh Kelompok Gremory. "Maaf Rias, keadaan ini juga ada sangkut pautnya dengan mantan Pawn-mu."
"Ada apa dengan orang itu." Suara datar Rias menambah suasana tegang diruangan itu menjadi berkali-kali lipat. Ia tidak lagi menyebut Naruto dengan namanya, mungkin karena dirinya telah benar-benar membenci Naruto? Siapa tahu? Haya Rias dan Tuhan yang tahu perasaannya sendiri.
"Tapi sebelum kita membahas masalah ini lebih lanjut... Lebih baik jika kalian membuka topeng dan mengenalkan diri kalian masing-masing." Jari telunjuk Azazel menunjuk lantang wajah Taicho. Pria diumur dua puluh satu itu masih tetap memandang datar wajah Azazel.
"Apa kau setuju Absolut Satan?" Aura negatif yang belum pernah terasa dari sosok Absolute Satan kini menguar hebat. Tidak ada lagi aura bersahabat dan tindakan konyol dari pria bertopeng tengkorak rubah itu.
"Jika ini diperlukan... Aku tidak keberatan." Seluruh orang kecuali Yasaka dan Azazel, menahan nafas. Keringat dingin mengucur deras dari pelipis mereka akibat suara datar dan intensitas Demonic Power pria tersebut yang melonjak berkali-kali lipat.
"Bisakah kau tenang, Absolute Satan?"
"Ah! Ha ha ha maafkan aku, aku jadi membuat kalian takut. Hahaha." Semua dibuat Jawsdroop dengan perubahan mood super cepat milik Absolut Satan. Begitu pula dengan aura negatif yang telah sirna.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengenalkan mereka tapi aku harap... Kalian jangan pernah menanyakan dari mana asal kami." Tegas Taicho melanjutkan. Taicho menangguk, mengerti isyarat dari pemimpinya itu Absolute Satan berdiri sembari membuka jubah hitam yang menutupi tubuhnya.
Sebuah sabit hitam bertengger manis di punggung pemuda itu bersilang dengan Zanbatou besar yang serupa dengan warna battle-suit hitam milik Absolute Satan. "Halo~ namaku adalah Naruto Lucifer Namikaze." Sapa pemuda berambut kuning agak merah dengan wajah sangat mirip dengan Taicho. Hanya umur yang mungkin membedakan mereka jika Taicho berada diumur 21, maka Naruto Lucifer Namikaze 3 tahun lebih muda darinya.
"Lu-lucifer?" Ise tersentak karena fakta, yang baru saja menghantam otaknya. Ini begitu mengejutkan! Seharusnya keturunan Lucifer hanya Vali yang tersisa tapi sekarang? Ada lagi keturunan Lucifer yang lain.
"Aku tahu ini mengejutkan. Tapi seperti yang sudahku katakan, kalian tidak boleh menanyakan asal usul kami." Semua kembali tenang dengan ucapan Taicho. Azazel, Yasaka, dan Kelompok Gremory mau tidak mau harus mengenyampingkan rasa keingintahuan mereka, karena sekarang... Mengetahui identitas kelima pemuda itu adalah prioritas utama. "Mx-01" Pria terbalut Armor-suit putih itu maju ke depan menanggapi panggilan dari sang Taicho.
Bztttt
Uap dingin keluar dari seluruh persendian Armor-suit itu, detik berikutnya lempengan baja itu terbuka dan memisahkan diri dari ujung kaki sampai kepala, menampakkan sesosok pria muda diumur 19 yang lagi-lagi memiliki wajah identik dengan Taicho dan Naruto Lucifer. "Hi aku adalah Naruto no Aogiri atau kalian bisa menyebutku One-eyed Fox." Mata kanan pemuda itu berubah menjadi hitam dengan pupil merah berpijar khas Kakugan mata asli dari Ras Ghoul.
"Jadi Ghoul memang benar-benar ada ya? Aku tidak menyangka ada Ghoul setampan dirimu." Seluruh mata memandang Ksatria Durandal dengan tatapan aneh. Dan itu membuat Xenovia gugup. "A-apa?" Semua orang menggeleng pasrah mereka tidak menyangka bahwa mantan Eksorcist yang kini telah menjadi iblis reinkarnasi seperti Xenovia tidak tahu tentang Ghoul.
"Ahahaha itu wajar saja karena Ghoul disini dan di tempatku sangat berbeda."
"Hei! Jangan lupakan aku juga donk!" Semua mata memindahkan direksi pandangan mereka kepada Armor-suit Mx-01 yang beberapa saat lalu terpisah-pisah dan kini kembali menyatu.
"Heeee ada kaleng berbicara?!" Suara cempreng Gasper dari dalam kardus menyebabkan seluruh orang terjatuh dari kursinya.
"He-hei! Vampire penakut! Aku bukanlah kaleng tahu! Aku adalah Mx-01, Android paling canggih sepanjang sejarah peradaban! Dan satu-satunya Android yang memiliki Kokoro serta SAI! Atau Self-Learning Artificial Intelligence."
Artificial Intelligenci atau di singkat dengan sebutan [AI] adalah Kecerdasan Buatan. Dalam bidang komputer dan robotic AI berarti kecerdasan yang dimiliki suatu robot/aplikasi [game juga termasuk aplikasi] untuk mencapai tujuannya dengan menganalisa keadaan sekitar.
Dalam game, AI dipakai untuk mengontrol karakter yang tidak dimainkan player, atau kita sering bilang "dimainkan oleh komputer", atau Non-Player Character atau NPC. Misalnya musuh, partner, atau karakter pendukung lainnya.
Contoh gampangnya, di game yang sering kita mainkan, kenapa musuh mereka selalu berusaha ngejar karakter jagoan yang kita mainkan? Itu karena mereka mempunya [AI]. Mereka menganalisa keadaan sekitar, lalu mendeteksi keberadaan kita dan berusaha menyelesaikan 'tujuan' mereka untuk membunuh karakter yang kita mainkan.
begitu pula dengan Mx-01 yang sebenarnya adalah progamer Komputer ciptaan Masternya dan menggunakan [AI] untuk suatu tujuan. Namun [AI] yang Masternya tananamkan pada prossesor Mx-01, adalah [AI] tingkat lanjut yaitu Self-Learning Artificial Intelligence atau disingkat [SAI].
sama halnya dengan [AI,] SAI juga adalah kepintaran buatan yang di program untuk sebuah 'tujuan' namun yang membedakan [AI] dan [SAI] adalah [SAI] dapat belajar dan terus berkembang bagaikan otak manusia, dan juga [SAI] dapat merasakan suatu hal yang sering kita sebut sebagai emosi. mulai dari marah, sedih, bahagia, sampai tertawa. sedangkan [AI] kebalikan dari [SAI].
Namun sayang... [SAI] adalah sebuah kecacatan dalam bidang Teknologi karena dengan Android yang memiliki SAI akan menjadikan manusia sebagai musuhnya.
Maka dari itu sebuah programmer baru penampung kebimbangan emosional dari [SAI] yaitu; Kokoro diciptakan untuk membuat Mx-01 tidak lepas kendali dan tidak memusuhi manusia. "Nah.. Sekarang giliramu Angel" Ucap Mx-01 girang entah mengapa tapi yang jelas hal itu membua pria terakhir dengan sebutan Angel menatap rongsokan baja itu dengan pandangan mengancam. "Ok ok aku akan mengenalkan diriku."
"Aku... Aku juga tidak tahu siapa sebenarnya diriku."
Brakh!
Azazel, Yasaka, dan Kelompok Gremory dibuat terjungkal dengan ucapan tidak-jelas-sekali dari Angel. "Ini anak ngelawak ya?"
"Aku gx yakin, Azazel. Tapi sepertinya dia itu peserta Stand Up Comedy."
"Ya mungkin itu benar, Yasaka."
Angel tetap diam tak bergeming, dengan sikutan dari Taicho membuat Angel tersentak dan segera membuka jubah hitamnya.
"Maaf soal tadi. Sekarang aku akan benar-benar serius." Lagi-lagi dan untuk kesekian kali, paras pria bernama Angel itu sangat identik dengan Naruto no Aogiri, Taicho, dan Naruto Lucifer. Namun sekarang semua orang tidak membulatkan matanya lebar, karena mungkin... Mereka sudah bosan atau malah tidak peduli lagi? Entahlah hanya Tuhan yang tahu hal itu. "Namaku adalah Naruto The Embodiment Angel." Tiba-tiba dua belas sayap emas menyilaukan tumbuh dari balik punggung pemuda itu. Dan tentu saja seluruh iblis muda merasa kulit mereka seperti terbakar.
"Oi! Jangan sembarangan buang-buang aura suci donk! Panas nih."
"Ahahaha maaf aku hanya ingin sedikit bergaya biar kece gitu." Keringat jatuh bertebaran dimana-mana karena tingkah pria agak autis tersebut.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
"Berhenti disitu Naruto!" Suara serak namun mengandung kewibawaan tinggi menghentikan laju super cepat Naruto. Dari kejauhan nampak jelas seekor Naga kolosal yang terbang tak kalah cepat dengan Naruto dan memutar balikan fakta tentang besaran pada tubuhnya.
"O-otou-sama?"
"Yo! Lama tak jumpa... Anakku"
.
.
.
.
.
.
To Be Continue. . . . . .
A/N : Halo berjumpa lagi dengan saya~ Author abal bin gaje ^_^ hn, nampaknya banyak yang bingung dengan plot dan mister yang berserakan seperti typo dalam fic ini? Hahaha tapi disitulah keindahanya(?)
Ah saya tidak tahu kemana tapi yang jelas... Biasanya jumlah review mencapai 100, dan paling rendah 50 reviewer dalam satu chapter baru. Tapi sekarang? Ko cuma jadi 35 review masuk? Mungkinkah karena kualitas fic saya yang jelek? atau... Memang mulai sepi? Ah saya rasa tidak sepi soalnya saya tau jumlah pembaca di fic saya. Jadi kenapa ya review menurun? Entahlah hanya Tuhan yang tahu hahahaha.
Tapi walaupun begitu... Saya akan tetap melanjutkan fic ini karena saya tidak berpatokan dengan jumlah review. Istilah gampangnya...
Review syukur gx review juga syukur yang penting saya dapat terus menulis hahaha.
Ok! Bagi yang bingung, bacalah sedikit bocoran di bawah ini :
DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )
DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)
DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)
DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)
DxD 5 : Android Mx-01 & Naruto no Aogiri A.K.A One-Eyed Fox. (Dari Fic : Before RE; Dan Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)
DxD 6 : - ?
DxD 7 : - ?
Unknow : Naruto Taicho, Bolt, Skull, Dragon.
Review? Come to Papa Haise! Huehuehue.
Salam Anti-Mainstream!
Issue For Next Chapter - Batas Semu.
