Topeng Hakuryuuko hancur berkeping-keping, darah segar menyembur hebat dari balik topeng yang kini sudah tak tersisa eksistensinya untuk menyembunyikan wajah asli dari sang pemilik. "Ka-kau benar-benar kuat, Senpai." Sekarang... Wajah pemuda pemilik Vanishing Dragon selain Vali terlihat sangat jelas. Wajah oval dengan rahang kuat berhiaskan dua pasang gari halus di pipi. Rambu kuning cerah agak panjang dengan style aneh dan sepasang bola mata Rinnegan yang menghiasi paras rupawanya.

"Hah.. Hah... Haah." Di lain sisi Vali terduduk di tanah rasa lelah menjalar di seluruh tubuhnya, baru kali ini Vali merasakan staminanya benar-benar terkuras dalam pertarungan. Belum pernah dalam hidupnya ia sampai pada batas maksimal seperti ini, padahal ia belum sempat menggunakan Judgennaut Drive, tapi ia sudah tak sanggup untuk menggunakan mode itu yang notabenenya memakan banyak sekali stamina.

"Kau juga sangat kuat. Aku jadi bahagia bisa bertarung denganmu." Puji Vali pada lawanya. Ini adalah sebuah kenikmatan tersendiri bagi Vali. Sebagai maniak pertarungan ia sangat mendamba-dambakan moment dimana ada lawan yang mampu mengimbanginya, apa lagi jika lawannya itu mampu mengalahkanya. "Siapa namamu?"

"Aku Boruto Uzumaki! Tapi sebut saja Bolt agar mudah di ingat." Jawab pemuda itu ceria, mode Balance Breakernya telah lenyap, hanya sebuah kaus hitam dan kemeja khas sekolah jepang yang melekat pada tubuh pemuda di usia enam belas tahun itu.

"Bolt ya? Aku akan mengingat namamu dan menjadikanmu salah satu daftar nama yang harus aku kalahkan lagi." Vali bangkit mode Balance Breakernya sudah ia lepaskan hanya ada sayap cahaya yang masih aktif di balik punggunya. "Aku tidak tahu apa urusanmu dan kenapa kau menyerangku. Tapi yang jelas... Aku akan pergi sekarang." Vali mengepakan sayapnya membuat Lucifer muda itu melayang di udara. "Tapi jika kau menganggapku pengecut karena meninggalkan medan pertempuran... Kau salah besar Bolt." Setelah mengucapkan hal itu Vali telah hilang dari pandangan Boruto.

"Hahahaha. Ya aku tahu alasanmu pergi Vali-senpai." Bolt membalikan tubuhnya dan berjalan santai menghampiri pedang Gravitasi miliknya. Menyimpan pedang itu pada sarung pedang di balik pinggang, Bolt kembali berjalan mendekati Dark Doom yang di dalamnya terbaring sesosok gadis berambut pirang yang kini masih pingsan.

"Jadi apakah kau sudah puas, Bolt?"

"Hehehe yah... Aku sudah cukup puas." Bolt berbalik di hadapanya berdiri santai sembari menyandarkan tubuhnya di salah satu pohon, seorang pria yang tubuhnya terlindungi armor Sekiryuutei. "Jadi apakah kita akan mulai melaksanakan rencanamu?"

"Tentu saja, waktu kita semakin sempit Bolt." Topeng Sekiryuutei yang menutupi wajah pria itu terbuka, menampakan wajah dewasa diusia kurang-lebih kepala tiga yang sangat mirip dengan Hyoudou Issei. "Nah kalau begitu ayo bawa Skull dan segera sembuhkan dia."

"Ha'i ha'i, Issei Jii-san."

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

The DxD

Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.

Crossover : Naruto and High School DxD

Rate : M (For story and leangue. not Lemon)

Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.

Pairing : "Penjahat tidak membutuhkan cinta" meminjam perkataan The Dark Side; Yami Naruto, dari fic TBT(The Best Team) by : Jendral-Ecchi Dony Ren/Icha Icha Ren..

Warning : Time Travel, Dimensional Travel, Death Char, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). RUMIT!

.

.

.

.

.

.

.

ARC : III - Akar Tujuh, dan Waktu. The Last Day.

Chapter 19 - Batas Semu : Selamat Tinggal Sensei.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

.

.

"Berhenti disitu Naruto." Suara serak namun mengandung kewibawaan tinggi menghentikan pergerakan super cepat Naruto. Dari kejauhan nampak jelas seekor Naga kolosal yang terbang tak kalah cepat dengan Naruto dan memutar balikan fakta tentang besaran pada tubuhnya. Great Red

"O-otou-sama?"

"Yo! Lama tak jumpa... Anakku" Naruto mengerutkan dahinya heran, kenapa Great Red tiba-tiba datang dan menghentikannya? Padahal ia sedang terburu-buru untuk menemui Naruko dan segera pergi menuju Agreas setelah gadis itu menyatu kembali dengannya.

Ada yang aneh disini, tidak biasanya 'Sang Ayah' menyapa Naruto apa lagi sampai sengaja menghentikannya, karena pada dasarnya mereka berdua saling terhubung dan dapat berkomunikasi melalui alam bawah sadar tapi kenapa sekarang Great Red menyapa dan terlihat menyusulnya? Entahlah Naruto tidak tahu itu tapi yang jelas ia akan sedikit meluangkan waktu untuk berbicara dengan ayahnya atau lebih tepatnya Naga yang telah kembali menghidupkan dan menjadikan dirinya sebagai Inkarnasi Sekiryuushintei. Lagi pula Naruko juga sudah menghubunginya dan berhasil mendapatkan Samael beserta darah Cao Cao.

"Ya, lama tak jumpa Otou-sama." Armor Dragon Breaker lenyap dari tubuhnya, senyum hangat Naruto singgahkan di bibir. Senyum itu tulus dari lubuh hati selayaknya senyum yang diberikan anak kepada orang tuanya, dan bukan senyum palsu yang selalu menjadi topeng penyembunyi sifat aslinya.

"Maaf jika aku mengganggumu." Great Red menunjuk puncak kepadalanya dengan jari besar nan kekar berlapis kuku super tajam, untuk memberi isyarat agar Naruto duduk disitu. Tanpa pikir panjang dan tentunya penuh suka cita Naruto menangguk dan langsung duduk di kepala Great Red yang lebarnya sepertiga lapangan sepak bola. "Apakah kau telah menguasai [Dragon Breaker] Anakku?"

"Hehehe, tentu saja aku sudah menguasainya! Jika tidak mana mungkin aku bisa menyebut diriku sebagai anak ayah." Naruto berguling-guling di kepala Great Red. Cengiran bahagia yang jarang sekali pemuda itu keluarkan akhirnya kembali terlihat. Cengiran bahagia penuh kebebasan yang sudah sejak lama hilang di wajah tampan pemuda itu kini tampak cerah kembali.

Bahkan... Naruto sendiri lupa kapan dirinya bisa tertawa seperti ini.

Ah... Ia baru ingat, rasanya terakhir kali ia bisa sebebas ini saat bersama dengan Tsubaki. Rasanya jadi rindu dengan gadis yang selalu menyebutnya Onii-chan itu. _Kira-kira bagaimana ya kabar Tsubaki?_pikir Naruto mungkin jika ada waktu... Naruto akan mengunjungi gadis itu.

"Hahaha, baguslah kalau begitu kau memang anak kebanggaanku."

"Tentu saja Otou-sama!"

"Tapi Naruto." Suara Great Red tiba-tiba saja menjadi serius. Menyadari itu mau tak mau Naruto juga harus ikut serius dan kini... Wajahnya kembali datar seperti sedia kala. "Apa kau masih ingat kesepakatan yang kita buat?"

"Bagaimana'pun aku tidak akan melupakan hal itu Ayah."

"Syukurlah kalau begitu. Aku harap, itu tidak membebanimu Anakku." Terdengar jelas nada kesedihan dari ucapan Great Red. Nada kesedihan seorang ayah yang mungkin akan kehilang putra semata wayangnya. Namun sebaliknya Naruto malah marasa sama-sekali tidak terbebani dengan hal tersebut. Pemuda bangkit tidurnya. Berjalan ke depan dan berhenti tepat di tanduk tunggal, besar nan panjang milik ayahnya. Dan duduk di bawah naungan cula Great Red.

"Tidak ayah. Aku sama sekali tidak merasa terbebani dengan hal itu." Pemuda itu mengelus tanduk Ayahnya penuh kasih sayang. "Sebaliknya aku merasa amat bersyukur karena bisa hidup kembali dan diberi kesempatan untuk menuntut balas."

Entah mengapa suara yang dikeluarkan Naruto terdengar begitu ringan, seakan-akan seluruh beban dan sakit hati yang tersimpan rapi di dalam lubuk hatinya hilang tak tersisa. Mungkin karena saat ini ia tengah bersama ayahnya? Atau mungkin memang dendamnya telah sirna? Siapa tahu. Yang jelas rasa nyaman ini bukan karena dendamnya telah sirnya karena Naruto tahu bahkan sangat mengerti bahwa; dirinya tidak mungkin akan melupakan kebencian dalam hatinya.

"Apa aya akan mendukungku?" Great Red membeku, Naga itu diam seribu bahasa ketika menerima pertanyaan yang tidak pernah ia perkiraan akan datang dalam waktu dekat.

Walaupun begitu... Great Red tahu bahwa cepat atau lambat pertanyaan ini akan datang kepadanya. Namun ia tak mengira jika sekaranglah waktu datanya pertanyaan itu. Sejujurnya Great Red tidak peduli dengan nasib dunia yang busuk ini. Hancur tidaknya dunia sama sekali bukan urusanya. Namun... Jika itu adalah permintaan darah daginya, Great Red tidak akan tinggal diam dan dengan sepenuh hati akan membantu anaknya.

"Tenang saja aku akan selalu mendukungmu Naruto. Karena bagaimana'pun tugas seorang Ayah hanyalah mendukung segala keputusan anaknya meski itu keputusan yang salah dimata orang lain. Karena aku adalah ayahmu, dan akan selalu menjadi orang tuamu sampai hari kesepakatan kita tiba."

"Arigatou Otou-sama. Aku menyayangimu." Naruto memeluk erat tanduk ayahnya.

"Ya, aku juga menyayangimu anakku." Balas Great Red tulus. Sebenarnya ia ingin memeluk tubuh anaknya namun apa daya? Karena ukuran tubuhnya yang kelewat besar, tidak mungkin ia bisa melakukan hal itu.

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Portal sihir pada lantai VIP Hyoudou Mansion telah menghilang membawa pemimpin Youkai Kyoto pulang menuju tempat kekuasaannya. Namun suasana tegang masih kental menyelimuti ruang tersebut, menciptakan atmosfire cangung akibat beberapa informasi diluar nalar yang disampaikan Taichou.

Semua masih senantiasa tenggelam dalam fikiran masing-masing. Kinerja otak kiri yang seharusnya selalu mendapatkan titik temu dari semua permasalahan seakan-akan mengalami kerusakan total, tak berjalan, atau'pun berfungsi, dan seakan-akan membeku.

"Ba_." Seberkas kilatan emas berkelebat dalam kedipan mata. Dinginya baja lengkung nan tajam memberikan sensasi mengeriakan ketika bersentuhan dengan kulit leher jenjang milik Rias Gremory. Gadis itu membeku, nafasnya terhenti, dan suaranya tercekat saat air liur tak dapat tercerna di kerongkonganya.

"BUC_."Xenovia terjatuh dikedua lutut ketika mendapati sebuah medan magnet kuat mamaksa tubuhnya terhempas di lantai. Hal serupa dialami Issei, hanya saja ia dapat memaksa tubuhnya untuk melawan medan magnet tersebut. Namun baru satu langkah maju Ise buka dirinya harus kembali diam, berhenti dan mematuhi sebuah benda merah gelap seperti ekor, terlihat lembut namun sangat tajam yang hampir saja merobek lehernya. Kagune.

Asia, Gasper, dan Koneko tak dapat berbuat banyak ketiganya telah terlebih dulu terikat oleh sebuah segel suci yang dilancarkan oleh Naruto The Embodiment Angel. Kejadian itu berlangsung cepat hanya dalam kurun waktu kurang dari dua sampai tiga detik pasca Rias Gremory dalam kondisi hidup-mati, para iblis muda keluarga Gremory telah berhasil dibekuk oleh keempat Naruto yang mengaku berasal dari dimensi lain.

"Apa maksud semua ini, Taichou."

Suara Azazel tenang, namun kental akan isyarat kemarahan yang belum pernah terlihat siapa'pun. Kemarahan seorang guru ketika anak didiknya berada dalam situasi berbahaya. Sebagai Veteran perang besar, Azazel dapat meredam kemarahan itu walaupun hampir saja ia lepas kendali. Belum pernah dalam hidupunya Azazel melihat pergerakan serapi dan seefektif ini. Kordinasi antara keempat pemuda itu begitu mengagumkan dan tak terduga. Namun abaikan hal tersebut sekarang bukan waktu yang tepat untuk kagum. Hanya dengan fikiran dingin dan perhitungan jitulah, yang dapat mengatasi situasi sekrusial ini.

Salah sedikit, seluruh muridnya akan benar-benar mati.

"Ini memang rencana kami." Taichou berdiri dari duduk santainya. Pemuda diusia dua puluh satu itu berjalan mendekati Rias Gremory yang kini tak dapat berkutik karena sabit hitam milik Naruto Lucifer tengah mengancam untuk merobek tenggorokannya. "Target kami sebenarnya memang Naruto Arashikage, tapi apa kau fikir hanya pemuda itu yang kami incar? Lucu sekali! Kau juga termasuk dalam daftar nama yang harus dimusnahkan disini, Azazel."

Azazel membeku. Ingata-ingatan tentang informasi yang ia peroleh dari kelima pemuda itu kembali menghantam kenyataan. Azazel tak menyangka semua itu adalah sebuah kebohongan belaka yang telah menipunya. "Jika aku termasuk target kalian kenapa kalian juga menyandera Muridku?"

"Heh? Jangan naif Azazel! Kau fikir hanya malaikat terbuang sepertimu yang menjadi target kami? Dasar bodoh!" Naruto no Aogiri menyeringai, Kagune tipe Rinkaku yang berjumlah empat melamba-lambai tenang, namun waspada mengamati setiap pergerakan yang mungkin akan mengacaukan rencana. Sedangkan satu Kagune tersisa masih setia mengekang Ise tepat di lehernya.

"Aku akan menjelaskan sesuatu yang mungkin tidak kau ketahui, Azazel." Taichou mendudukan tubuhnya di sofa embuk mikik Rias Gremory. Tatapanya tajam menelisik setiap pergerakan Azazel.

Bettttzz!

"Ukh." Taichou menatap Azazel bengis detik berikutnya sebilah besi hitam menembus telapak tangan Gubernur Da-tenshi tersebut yang terlihat hendak melakukan sesuatu. "Santailah sebentar Azazel, jika kau tak ingin mati. Nah sekarang perhatikan dan dengarkan penjelasanku." Azazel tak dapat berkutik lagi, seluruh tubuhnya terasa kehilangan kekuatan ketika besi hitam itu menembus telapak tanganya.

"Apa kau tahu? Dunia tercipta dari tujuh dimensi yang saling berhubungan, membentuk sebuah pola piramida tujuh tingkat yang berpusat pada dimensi satu. Atau bisa ku sebut sebagai bumi yang saat ini aku pijaki." Seluruh orang dibuat syok dengan informasi yang baru saja mereka dengarkan.

"A-apa maksudmu!"

"Diamlah Ise! Tidak ada yang boleh mencela perkataanku!" Mata kiri Taichou berubah menjadi Rinnegan. Dengan telapak tangan yang terarah khusus kepada Ise, sebuah gelombang kejut kasat mata membuat sang Sekiryuutei terpental menabrak dinding. Tidak hanya sampai disitu, belum sempat Ise mengerang kesakitan dua dari lima Kagune Naruto no Aogiri telah menyambutnya dan membanting tubuh Ise dekat lantai yang dipijaki Ghoul tersebut.

Arggggghhh!

"I-ise."Air mata tak dapat lagi terbendung oleh kelopak mata Rias Gremory. Gadis itu menangis dalam diam karena kondisi Pawn kesayanganya begitu memprihatinkan. Asa ingin berlari dan langsung memeluk pria yang dicintainya namun apa daya? Untuk bergerak'pun ia tak sanggup karena baja lengkung nan tajam yang mengancam untuk merobek tenggoroka membatasi ruang geraknya.

"Ise-senpai." Koneko. Gadis Nekomata itu mengeratkan tinjunya untuk meredam seluruh kemarahan atas tindakan orang asing yang telah mencelakakan senpainya.

"I-ise-san." Jika itu tindakan Koneko, berbeda dengan Asia, sang gadis suci telah meneteskan air matanya sejak tadi. Ia merasa sangat tak berguna dalam kelompok Gremory. Jangankan untuk melawan untuk bergerak bebas saja ia tak mampu, apa lagi untuk menolong Ise-san? Ia tak bisa walau nyatanya keinginan dalam hati begitu kuat, tapi apa daya dirinya yang hanya mampu menyembuhkan?

"Satu tahun dari sekarang, tepat ketika perang besar yang terkenal dengan nama Final Sacrefice. Aliansi Tiga Fraksi berada dalam ambang kekalahan." Satu lagi informasi mengejutkan yang masuk ke dalam telinga Azazel dan Kelompok Gremory. Mereka tidak menyangka jika perkataan Taichou bisa sampai pada Point sangat penting dalam takdir masa depan dunia ini.

"Aku tidak tahu apa perkatakanmu ini benar atau tidak, tapi yang jelas apa hubungannya semua ini dengan kalian!" Sudah cukup bagi Azazel untuk meredam emosinya ia tak dapat hanya berdiam diri jika ini semua menyangkut nasib selur makhluk hidup dimensi ini. Tanpa memperdulikan tangan kirinya Azezel memaksa seluruh tubuhnya untuk bergerak, sebelum mencabut besi hitam penyerap Youki secara paksa. Darah segar mengalir deras dari telapak tangan kiri yang berlubang, dengan gerakan tertatih Azazel menerjang maju. "Ayo Fafnir! Balance_."

Crash!

Brakh!

Cipratan darah segar menyebar disana-sini, menodai lantai, sofa, dan meja di ruangan tersebut, ketika sebilah pedang besar dari kristal dengan aura biru ditengahnya milik Angel, mengoyak paksa bahu sampai perut kiri Azazel, dan melontarkan Gubernur Da-tenshi itu sampai menembus dinding.

"SENSEI!" Ise menyikut Naruto no Aogiri yang mungkin sedikit lengah karena moment tersebut. Aura merah menyelimuti tangan kiri Ise membentuk Boosted Gear diikuti dengan keluarnya pedang Ascalon yang langsung digunakan untuk memotong Kagune Naruto no Aogiri.

Trank!

Dentuman hebat terjadi, bunga api berserakan disana-sini ketika Ascalon berbenturan dengan Kagune tipe Rinkaku. Ise memiringkan tubuhnya ke kiri menghindari satu tentakel yang mecoba menusuk bahunya, tidak sampai disitu sebuah tentakel lain bergerak liar mengincar perut Ise. Namun belum sempat Ise kembali menghindar tiba-tiba ia terjatuh ketika menerima sebuah anak panah berbentuk spiral berhasil menembus bahunya. "A-angel! KEPARAT KALIAN!"

[Welsh Dragon : Balance Breaker]

Aura Dragon meledak hebat dari Boosted Gear, membuat Naruto no Aogiri dan Naruto Angel sedikit terdorong kebelakang. Dan detik berikutnya Ise telah masuk dalam mode Balance Breaker. "Dragon Shoot!"

Blaaar!

Serangan kejutan dari Ise tepat mengenai Naruto no Aogiri melemparkan Ghoul muda itu hingga menembus dinding tebal Hyodou Mansion. Tidak sampai disitu, Ise bergerak cepat dalam sekali hantam ia mampu menerbangkan Naruto Angel hingga menabrak kaca jendela dan mengirimnya jatuh kebawah dari lantai empat.

"Absolute Power of Destruction!" Ise menyilangkan kedua lenganya di depan wajah, berharap dengan itu ia mampu menghalau gelombang Demonic Power yang ditembakan Naruto Lucifer. "Ukh." Tapi nampaknya perhitunga Ise berakibat fatal karena serangan itu berhasil melahap armor bagian lengannya hingga tak tersisa.

Zrash!

Arggggghhhh

Ise terjatuh di kedua lututnya karena luka tebasan menganga di punggung sampai pinggang akibat serangan Naruto Angel yang tiba-tiba saja mengoyak lempengan baja merah yang melekat pada tubuh Ise. Belum sempat tubuh Ise jatuh terlungkup di lantai Naruto Lucifer telah terlebih dahulu menyambutnya dengan menembakan Absolute Power of Destruction.

Blaar!

Demonic Power penghancur mutlak itu mengilas armor Sekiryuutei hingga habis tak tersisa bahkan lantai beton yang menjadi pijakan Ise juga terkena dampak dari gelombang Demonic tersebut. "Kondisimu sangat memperihatikan Ise." Taichou yang sedari tadi hanya duduk santai dan menyaksikan pertarungan itu, berdiri dan berjalan santai mendekati tubuh tak berdaya sang Sekiryuutei.

"Tapi tenang saja karena kau akan mati sekarang juga." Chakra emas meletup dari tubuh Taichou. Energi murni itu berkobar ganas layaknya api emas yang sanggup membakar segalanya. Dan pada detik berikutnya jutaan parikel chakra berkumpul ditelapak tangan Taichou, membentuk sebuh bola energi spiral berkonsentrasi tinggi dengan daya rusak yang tidak diragukan lagi efek kehancuranya. Hanya tinggal hitungan detik sampai bola penghancur itu benar-benar siap dilancarkan dan mengakhiri hidup Ise.

"JA-JANGA! A-AKU MOHON JANGAN BUNUH ISSEI!" Suara putus asa dari teriakan Rias menjadi moment bahagia bagi Taichou. Pria itu tak menjawab hanya tatapan datar yang ia berikan kepada Rias. Dia tidak akan menggunakan hati nurani untuk menyelesaikan misi ini karena bagi Taichou, jika hanya mengorbankan satu-dua nyawa itu bukanlah masalah serius dibandingkan dengan apa yang akan terjadi dimasa depan.

Yaitu kehancuran total Tujuh Dimensi dan akhir bagi seluruh makhluk hidup.

Terkadang kau harus mengorbankan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu. Karena memang pada dasarnya itu adalah insting alami makhluk hidup itu sendiri yang selalu saja ingin mendominasi.

"Selamat tinggal Rival abadiku."

Flash!

Tap!

Brukh!

Tiba-tiba saja Azazel menarik Ise, membuat pemuda itu terpelanting kebelakan dan membiarkan tubuhnya sendiri menjadi tameng hidup untuk menyelamatkan muridnya. Bola chakra emas super padat itu berdesing keras, menggilas kulit perut, mengoyak daging, dan menggiling organ vital, sebelum meledak di dalam perut targetnya yang mungkin merasakan betapa pedihnya ketika ajal menjemput.

"Tch. Sialan kau Azazel."Sedetik setelah Taichou menuntaskan seranganya, terlihat jelas dari jendela kaca sebuah Beam penghancur melesat dari kejauhan tepat menargetkan ruangan tersebut. Mau tidak mau Taichou, Naruto no Aogiri yang telah bersatu dengan Mx-01, Naruto Lucifer, dan Naruto Angel pergi secepat yang mereka bisa meninggalkan Kelompok Gremory.

Tidak jauh dari situ Ise terduduk menyesal sembari membaringkan Azazel yang telah mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Sang Murid.

"SENSEIII!"

BLAAAAAAARRRRR!

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued. . . .

And Down. . . . Jika ada yang bertanya Nasib Azazel, saya akan mengatakannya dengan jelas.

Azazel Tewas! Dan tidak bisa di ganggu gugat.

Halo~ berjumpa lagi dengan saya (/'-')/ Papa Haise The Centipede atau El-Namikaze no Baka! Sepertinya di chapter ini muncul lagi ya? alur Twist plotnya. Ufufufu selamat berpusing ria! #DigamparReaders

Saya hanya dapat memasang Poker Face saat membaca beberapa review guest yang membuat saya menahan tawa. Sebenarnya kenapa kalian mereview dengan Guest, jika hanya menanyakan hal yang mencurigakan? Ah kalo seperti inikan jadinya saya harus menjelaskan di sini :3 cape deh~

Nah gini ya... Kenapa Naruto dan Naruko yang notabenenya PENJAHAT! Tidak langsung membunuh Ise dan Cao Cao? Alasanya simpel... Karena ada satu alasan untuk kelanjutan plot fic ini. Dan bukan karena saya gx niat membuat Naruto dan Naruko menjadi PENJAHAT! Jadi mohon jangan sok tahu dan karena hanya saya dan tuhan yang tau kemana jalan cerita fic ini selanjutnya. Tidak akan saya membuat suatu alasan tanpa adanya tujuan yang pasti dalam fic ini.

Nah selanjutnya... Untuk yang menyebut fic ini plotnya berputar-putar dan tidak jelas... Maka itu adalah tujuan saya karena fic ini memang mengandung Mistery.

Tahu Manga Tokyo Ghoul? Pasti tahu dong, tapi jika kalian hanya membaca tanpa memahami pasti kalian akan menjudge Ishida Sui atau Mangaka TG tidak konsisten dan selalu memutar-mutar plot story.

Begitupun dengan fic ini tapi saya tidak menyalahkan kalian ko karena fic ini memang menyesatkan(?)

Ahahahaha sudah ah saya terlalu banyak cakap :v

Review syukur gx review juga gpp, yang penting saya dapat terus menulis hahaha.

Ok! Bagi yang bingung, bacalah sedikit bocoran di bawah ini :

DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )

DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)

DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)

DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)

DxD 5 : Android Mx-01 & Naruto no Aogiri A.K.A One-Eyed Fox. (Dari Fic : Before RE; Dan Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)

DxD 6 : - ?

DxD 7 : - ?

Unknow : Naruto Taicho, Bolt, Skull, Dragon/Hyoudou Issei.

Review? Come to Papa Haise! Huehuehue.

Salam Anti-Mainstream!

Issue For Next Chapter - Hati Yang Layu.