"Unlimeted" ledakan kekuatan menyebar luas mengikis tahan, menghancurkan bangunan, dan merubah struktur surga tingkat satu menjadi padang pasir bermandikan ratusan pedang disekelilingnya.

"Blade Works." Langit cerah menghitam, kegelapan terlahir dari inti cahaya menyelimuti langit surga. Pasukan malaikat yang mengepung sumber penyebab fenomena tersebut lenyap dari pandangan tergantikan oleh sejumlah Gear raksasa yang melayang bebas disana-sini.

[Sandal Phone : Adonai Melek.]

Armor biru dengan kesucian dalam setiap lengkuk ukiranya membalut tubuh Naruto Angel, enam pasang sayap emas tumbuh dari balik tubuhnya, singgasana Raja turun dari langit, seakan mempersilahkan pemuda itu untuk menggapai pedang kebanggaan dan menduduki tahta sang Raja. "Michael, Gabriel, Uril, dan Rafael... Harusukah kita memenuhi takdir nista ini?"

"Siapa kau sebenarnya? Wajah mu mirip dengan Naruto Arashikage, namun aura dan sifatmu sangat berbeda dari orang itu." Michael turun dari Surga tingkat enam, diikuti ketiga Archangel yang membawa hampir separuh pasukan malaikat.

"Aku hanya seorang pria yang merelakan harga dirinya untuk mengubah masa depan. Tapi karena itulah aku juga harus menghabisi para Archangel." Naruto tetap santai singgah di tempat kejayaannya. Pemuda itu sama sekali tidak merubah gestur tubuhnya walaupun nyatanya ia baru saja mengucapkan kata berperang kepada para Malaikat.

"Jika kalian ingin lebih jelas... Aku sarankan untuk bertanya kepada Naruto Arashikage. Yah... Itu'pun jika kalian selamat dari tempat ini." Tepat setelah pemuda itu mengakhiri perkataannya ratusan pedang suci dari berbagai jenis telah tercipta, mengisi langit padang gersang itu dengan kilau berbahaya yang mampu merenggut nyawa.

"Hajimemasho!"

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

The DxD

Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.

Crossover : Naruto and High School DxD

Rate : M (For story and leangue. not Lemon)

Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.

Pairing : "Penjahat tidak membutuhkan cinta" meminjam perkataan The Dark Side; Yami Naruto, dari fic TBT(The Best Team) by : Jendral-Ecchi Dony Ren/Icha Icha Ren..

Warning : Time Travel, Dimensional Travel, Death Char, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). RUMIT!

.

.

.

.

.

.

.

ARC : III - Akar Tujuh, dan Waktu. The Last Day.

Chapter 19 - Krisis Tiga Fraksi : Rencana Taichou.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

.

.

Luapan Demonic Power menyebar mengikis tanah, gedung-gedung tinggi lenyap tak tersisa, halaman utama istana Lucifer sekaligus istana itu sendiri ikut musnah dilahap dua kekuatan penghancur Absolute yang bersumber dari Maou Lucifer masa kini dan keturunan Lucifer sejati. Pusat pemerintahan Underworld yang terletak di Kota Lilith telah hilang dari peradaban masa, tenggelam oleh kekuatan maha dahsyat dan kehilangan eksistensinya dari peta Ibu Kota.

Sejauh mata memandang hanya ada hamparan kawah raksasa yang memancarkan aura Destruksif dan benturan dua kekuatan yang saling mencari dominasi diantara keduanya. Setiap detik ledakan yang diakibatkan oleh Demoic Power berwarna merah kehitaman dan kuning kehitaman menghiasi langit Underworld.

Naruto Lucifer dalam mode [True Form] melancarkan tembakan sihir bertekanan tinggi untuk menghalau bola-bola Power of Destruction yang ditembakan oleh Sirzachs. Duo Lucifer itu memacu kekuatan mereka masing-masing sampai ketahap maksimal, dengan menggunakan mode yang sama.

Tubuh kedua Lucifer itu sekarang bukanlah seperti makhluk pada umumnya yang memiliki kulit atau'pun daging, melainkan kekuatan penghancur Absolute itu sendirilah yang menjelma menjadi Sirzachs Lucifer dan Naruto Lucifer. Jika True Form milik Naruto berwarna kuning keoranyean, sebaliknya True Form milik Sirzachs berwarna merah Crimson.

"Aku tidak habis fikir, siapa sebenarnya kau Naruto Lucifer?" Sirzachs tak menjeda serangannya. Kepalan tangan yang memang tercipta dari Power of Destruction, mengarah tepat ke pipi Naruto.

Blaaaar!

Reflek bagus milik Naruto Lucifer bekerja dengan baik sehingga ia mampu menangkis pukulan Sirzachs dengan menggeser tubuhnya ke kiri, dan balas memukul lengan Sirzachs, namun Maou Lucifer itu tidak menyia-nyiakan sebuah moment dimana Naruto lengah, dengan waktu yang tepat ia menendang kaki belakang Naruto dan membuat pemuda itu jatuh terjungkal, akan tetapi tapat di detik-detik terakhir saat tubuhnya melayang, Naruto juga mendaratkan tendangan kaki kanan yang tepat mengenai bahu Sirzach, dan membuat keduanya terpental karena ledakan dari setiap serangan yang mengandung Power of Destruction.

Blaaar!

Merasa serangan itu tidak ada artinya, Naruto Lucifer mengompres Demonic Power dalam jumlah maksimal. Bola energi tercipta dari lingkaran sihir di telapak tangan pemuda itu, tepat ketika pengompresan selesai dan Naruto siap menembakan sihirnya, ia di paksa melebarkan mata ketika Sirzachs telah ada di hadapannya.

"Kau tak mungkin menang dariku."

Blaaaar!

Untuk kesekian kalinya, ledakan hebat bergemuruh murka ketika bola Demonic Power milik Naruto beradu dengan serangan yang sama persis dari Sirzachs.

Kraak!

Kraak!

"Heh? Kau fikir ini cukup untuk mengalahkanku? Jangan bercan_" Naruto tak dapat menyelesaikankan ucapannya ketika tanah yang ia pijaki berubah menjadi lapis es tebal dalam beberapa detik. Hawa dingin sangat terasa menusuk kulit, menembus tulang dan membekukan sumsum.

Hawa dingin dibawah min seratus drajat celsius itu menyelimuti medan pertempuran. Tanpa Naruto sadari bahkan kakinya'pun sudah hampir membeku jika saja ia tidak sedang berada dalam mode True Form yang sangat panas dan bersifat memusnahkan segala eksistensi sampai pada titik nol. "Sera-chan kah?" Bisik pemuda tersebut.

"Jadi ini, cecunguk yang mampu memaksamu masuk dalam mode Ultimate, Sir-chan." Seorang gadis berpenampilan Mahou Shojou mendarat dengan anggun di samping Sirzachs, diikuti dengan dua pria bertekanan Abnormal yang juga tiba di medan pertempuran.

"Serafall, Ajuka, Falbium. Maaf sampai membuat kalian datang kesini." Sirzachs menonaktifkan mode True Formnya dan tersenyum kikuk, kepada tiga orang tersebut yang tidak lain dan tidak bukan adalah tiga dari empat Youndai Maou penguasa Uderworld.

"Yare yare... Lihat kekacauan ini? Sungguh musuh yang gila."

Prok
Prok
Prok

Keempat Maou itu langsung menatap Naruto ketika dengang santainya pemuda itu bertepuk tangan. Sepertinya kehadiran Youndai Maou yang siap bertarung, tidak mempengaruhi sedikit'pun nyali sang Lucifer sejati. "Sungguh sebuah kehormatan bisa bertemu dengan Youndai Maou masa kini dalam sebuah pertempuran." Naruto Lucifer malah menonaktifkan True Formnya. Seakan-akan ia meremehkan keempat Raja Iblis karena tidak lagi berada dalam mode terkuat. Mungkin.

"Tapi apakah tidak berlebihan, empat Raja Iblis sengaja datang, hanya untuk melawan satu orang saja? Ah terserahlah!" Mendadak dari tubuh Naruto menguar aura kekuatan dahsyat yang seketika melelehkan es disekitarnya. "Lagi pula... Diriku yang lain juga sedang melawan pemimpin tiap-tiap fraksi."

Tepat saat Naruto mengakhiri ucapannya,langit Underworld yang setia dengan warna jingga mendadak terbelah oleh cahaya yang sangat terang dilangit sana. Detik demi detik berlalu cahaya itu semakin berpijar, menyebar luas menambah intensitas jangkauannya dan hampir menyinari selur langit Ibu Kota Lilith.

"Demi kemenangan. Datanglah di hadapanku!"

"_Kegelapan yang terlahir dari kesucian, mohon berkahi aku lambang yang bercahaya!"

"_Misa hitam yang turun seperti dewa dengan keanggunannya yang menawan, berikanlah cahaya dari tuanmu!"

"_Terik Mentari yang membakar jiwa, panasmu jadi selimut disurga!"

"Datanglah [Lucifer Cross] hancur leburkan seluruh musuhmu!"

Setelah Naruto menyelesaikan mantranya, sebuah api putih terang turun dari atas langit Underworld yang terbelah dan membentuk sebuah Salib raksasa. Api berskala besar itu melesat cepat ke arah Youndai Maou.

Keempat Raja Iblis itu melebarkan matanya, tidak pernah dalam hidup abadi mereka, mengalami situasi segenting ini. Sebenarnya mereka mampu menghindari serangan itu, namun jika mereka melakukan hal tersebut akan terjadi bencana besar yang melanda rakyat karena posisi mereka saat ini berada di tengah-tengah Ibu Kota.

Salib adalah kelemahan bangsa Iblis. Api putih adalah lambang pemurnian. Cahaya suci adalah musuh alami para Iblis. Dan kini tiga unsur paling berbahaya untuk Iblis itu, bersatu padu menciptakan salib api putih dengan cahaya suci sebagai bahan dasarnya dan tepat menargetkan tanah para Iblis dengan jangkauan yang belum dapat diperkirakan.

Namun jika melihat dari besar ukuran serangan Naruto Lucifer, Youdai Maou yakin jika [Lucifer Cross] menabrak tanah... Kemusnahan Iblis secara masal di kota Lilith... Sudah pasti tidak dapat dihindar.

"Tidak ada pilihan lain, ayo kita hancurkan serangan itu sebelum menghantam tanah." Sirzach dan ketiga Maou lainnya menciptakan lingkaran sihir mereka masing-masing. Energi super dahsyat meledak dari tubuh keempat Raja Iblis. aura merah, hijau, biru, dan kuning melambangkan karakteristik kekuatan mereka masing-masing.

"Tembak!"

Flash!

Seluruh kekuatan bercampur menjadi satu! Gabungan empat kekuatan Hyper dahsyat dari Youndai Maou menggetarkan udara ketika dilepaskan. Dan pada puncaknya gabungan kekuatan Youndai Maou berbenturan dengan Lucifer Cross.

Naruto mengepakkan enam pasang sayap Iblisnya, ia memandang datar usaha keempat Raja Iblis untuk menghentikan [Lucifer Cross]. Tiba-tiba lingkarang sihir komunikasi muncul ditelinganya. "Ada apa Taichou?"

'Segera mundur, nampaknya Mx-01 dan Naruto no Aogiri agak sedikit kewalahan melawan Golongan Youkai.'

"Baiklah, tapi bagaimana dengan status Angel dan Rikudo?"

'Angel masih bertarung sengit dengan para Saraph. Sedangkan Rikudo berhasil membunuh Semhazai dan masih bertarung dengan Baraqiel.'

"Lalu... Bagaimana denganmu sendiri?"

'Hahahaha kau terlalu menghawatirkanku, bocah. Disisi sini semua sudah terkendali. Loki sudah kubunuh dan Fanrir berada dalam naunganku. Apa kau mau aku membawakan beberapa kepala Dewa yang sudah aku penggal? Mungkin cocok untuk dijadikan pajangan rumah.' Orang diusia 21 itu tampak sangat ceria dengan apa yang ia katakan.

"Tidak terimakasih" Naruto Lucifer tidak habis fikir dengan tingkah laku ketuannya, yang memiliki kelakuan di atas normal tersebut. "Baiklah aku akan segera menyeselesaikan ini, dan pergi ke sisi lain."

'Ok!'

Krak!

Naruto sedikit tercengang, ketika kekuatan empat Raja Iblis mampu membuat retakan pada Lucifer Cross. Dirinya tahu bahwa kekuatan Yondai Maou memang tidak dapat diremehkan tapi tetap saja ia tidak menyangka, serangan pemusnah masal miliknya mampu dipatahkan oleh Yondai Maou.

"Oh, jadi kalian bisa sedikit menahan seranganku? Sungguh luar biasa!" Naruto merubah enam pasang sayap iblisnya menjadi sepasang sayap naga hitam. "Tapi... Apakah kalian bisa menahan serangan yang berikutnya?"

Cahaya terang kembali berpijar di langit Underworld. Saking silaunya cahaya itu membuat Keempat Maou menyipitkan mata mereka. Intensitas cahaya itu lebih kuat dari sebelumnya, bahkan kini... Seluruh langit Underworld benar-benar dipenuhi oleh cahaya yang menyilaukan.

Pasukan Iblis yang mengungsikan para warga Kota Lilith musnah seketika, saking dahsyatnya cahaya suci yang berpijar dilangit sana. Para warga sipil yang juga masih diarahkan menuju tempat pengungsian'pun ikut musnah tak tersisa.

Kiamat bagi para Iblis di tanah Lilith bukan lagi mitos belaka! Sekarang mitos itu menjadi sebuah bencana yang akan memusnahkan Iblis di Underworld.

Sirzachs melebarkan mata, untuk kesekian kalinya. Beberapa detik lalu ia dan ketiga Maou berhasil membuat Salib Api putih raksasa, sedikit hancur karena gabungan empat kekuatan yang dipaksa mencapai batas maksimal.

Tapi...

Sekarang...

Dua buah Salib Api putih kembali turun dari langit. Berpijar terang... Dengan kekuatan suci yang lebih besar terkandung di dalamnya.

"Selamat berjuang para Raja Iblis yang agung. Semoga warga sipil dan khususnya kalian, selamat dari semua ini." Lingkaran sihir bersimbol bintang delapan arah tercipta di kaki Naruto. "Sampai jumpa lagi, dilain kesempatan~. Naruto Lucifer, mohon undur diri~." Dengan itu, biang keladi bencana di Underworld pergi tanpa bisa bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya.

"Si-Sirzachs... A-apa yang harus kita lakukan sekarang?" Maou Laviathan bertanya dengan nada putus asa, karena pada kenyataannya kekuatan Yondai Maou yang digabungkan, dan sampai pada tahahap dimana batas maksimal telah terlampaui... Tidak mampu menghancurkan Lucifer Cross pertama. Apa lagi ditambah dengan dua Lucifer Cross berkekuatan lebih besar dari sebelumnya, yang akan segera membentur Salib Api Putih pertama? Wajar saja jika saat ini, Yondai Maou dipenuhi dengan rasa keputus asaan.

Ditambah jika mereka gagal...

Kiamat bagi bangsa Iblis dikota Lilith atau mungkin seluruh Iblis di Underworld akan benar-benar menjadi kenyataan.

"Maafkan aku." Sirzachs meneteskan air mata dari pelupuk matanya. Dalam lubuk hati Maou Lucifer itu bercampur sejuta perasaan sakit, kecewa, dan takut.

Sakit, bukan karena hawa murni penyucian dari radiasi yang dipancarkan oleh Lucifer Cross membakar kulitnya.

Hatinya sakit!

Sakit, karena disaat-saat genting seperti ini ia tak mampu berbuat lebih sebagai seorang Raja Iblis.

Sirzachs, kecewa karena ia tak mampu untuk mengemban tugas sebagai Raja yang notabenenya, harus membuat rakyat dan bawahannya merasa aman, dan sejahtera

Untuk apa gelar Lucifer kebanggaan yang terukir dinama belakanya, jika pada kenyataannya... Ia tak mampu menyelamatkan para penduduk sipil dari bencana yang menimpah kaumnya? Layaknya seorang pemimpin bijaksana.

Maou Lucifer itu takut!

Takut bukan karena disini nyawa adalah taruhannya, tetapi ia takut kehilangan semua yang berharga baginya.

Greyfia, Milicast, Rias, Ayah, Ibu dan keluarga yang senantiasa ada, untuk mewarnai hari-harinya. Sirzachs takut kehilangan itu semua! Ia tidak mau dan tak akan pernah mau! Jika orang-orang yang berharga untuknya kehilangan eksistensinya di dunia ini.

Jika ia harus memilih... Lebih baik mengorbankan nyawanya sendiri, dari pada harus kehilangan semua itu. Sirzachs rela mati disini, jika itu adalah harga pantas untuk tidak kehilangan segalannya. Biarlah ia menghilang dari dunia ini, asalkan seluruh rakyat, bawahan, teman, sahabat, dan keluargannya dapat terus melanjutkan hidup.

"Terkadang... Pengorbanan perlu dilakukan untuk mendapatkan sesuatu yang benar-benar kita inginkan." Power of Destruction meledak dengan intensitas yang tidak dapat diperkirakan. Ajuka, Serafal, dan Falbium, dibuat terpental oleh kuatnya efek angin dari ledakan energi ditubuh Sirzachs.

"Si-sirzachs! Apa kau sudah gila?!" Ajuka berteriak tidak percaya dengan apa yang akan sahabatnya itu lakukan. Sebagai sahabat sejak kecil, Ajuka tahu apa yang temannya itu rencanakan.

Ini adalah suatu tekhnik paling tinggi dalam pengontrolan Power of Destruction. Dalam sejarah Great King Bael, belum pernah ada satu'pun keturunan murni yang mampu menguasai tekhnik tersebut, karena dibutuhkan bakat alami dan kejeniusan tingkat tinggi, untuk mengontrol molekul demi-molekul Power of Destruction yang mengalir deras diseluruh pembulu darah.

Tetapi... Bukan hanya itu yang membuat tekhnik tersebut masuk dalam kategori jurus terlarang. Selain mengandung tingkat kesulitan dalam pengontrolannya, pengguna juga akan menerima beban mental mau'pun fisik yang menyebabkan kelumpuhan total untuk seumur hidup. Bahkan... Berhujung kematian. Maka karena itulah, tidak ada satu'pun yang mampu menyempurnakan tekhnik tersebut, kecuali Sirzachs Lucifer.

"A-apakah hanya ini satu-satunya jalan?"

"Ya, hanya ini jalan yang bisa kita lakukan untuk meminimalkan korban jiwa." Tanpa menoleh, tetap fokus dan berkonsentrasi dalam mengontrol Power of Destruction yang membanjiri area sekitar, agar tidak lepas kendali. Sirzach mantap menjawab keraguan Ajuka. "Selain itu... Ini, adalah tanggung jawabku sebagai pemimpin kaum Iblis."

"Tapi..." Ajuka menunduk dalam-dalam, menyembunyikan ekspresi wajahnya dibalik poni rambut yang terkulai. "BUKANKAH KITA SAHABAT SIR?! APAKAH KITA TIDAK BISA BERSAMA-SAMA MENANGANI INI SEMUA!" Emosi Maou Belzeebub itu tidak dapat lagi ditampung hatinya dan akhirnya meledak bersama teriakan dan air mata.

"Belum sadarkah kau kawan? Kita adalah sahabat, karena itulah aku melakukan hal ini."

"A-apa maksudmu Sir?!"

"Seorang sahabat tidak akan memembiarkan sahabatnya dalam situasi berbahaya, apa lagi jika itu menyangkut nyawa sahabatnya sendiri. Ia akan rela mengorbankan hal paling berharga dalam hidupnya, untuk menyelamatkan sahabatnya sendiri. Meski nyawa adalah harga pantas yang harus dibayar." Senyum tulus Sirzachs lemparkan di setiap kalimat yang bibirnya lontarkan.

"Kau adalah sahabatku, Ajuka. Karena itulah aku tidak mau melihatmu terluka bahkan sampai terbunuh. Biarkan aku yang menanggung semua ini sebagai sahabatmu dan juga..." Sirzachs masuk kedalam mode True Form, dengan itu seluruh Power of Destruction terpusat kepada dirinya. "Sebagai pemimpin tertinggi kalian."

Groaaaaarrrrr!

Lagi... Getaran dahsyat mengguncang tanah Lilith. Aura merah crimson memuncak mengambil bentuk seekor makhluk raksasa dengan sayap lebar yang yang membentang luas.

"Jangan sok jadi pahlawan Sir_." Ajuka pingsan karena pukulan telak Falbium ditengkuknya. Sebagai satu dari empat Raja Iblis, Falbium tahu tindakan Sirzachs adalah sebuah jalan terakhir yang mereka punya. Namun rasa sedih dihatinya tidak dapat membenarkan itu semua karena bagaimana'pun Sirzachs adalah sahabat seperjuangannya, dalam Civil War.

Meski begitu... Ia sadar, jika mencegah sahabatnya itu adalah tindakan bodoh yang tidak mungkin diindahkan oleh Sirzachs. Dan juga... Jika ia menyesali pilihan yang sahabatnya itu pilih... Sama saja ia menghina seorang Raja yang rela mengorbankan nyawanya demi ribuan nyawa penduduk yang menjadi tanggung jawabnya.

"Aku... Aku tidak akan melupakan jasamu kawan, pengorbananmu dan kegagahanmu akan aku abadikan, sebagai cerita untuk generas masa depan. Agar semua tahu... Iblis juga memiliki hati nurani." Falbium Falbium mengambil langkah sigap, ia membuat benteng sihir pertahanan yang melingkupi seluruh kota dengan sisa kekuatanya.

Makhluk crimson raksasa terbang mengangkasa. Gelombang kejut menggetarkan udara akibat kepakan sayapnya. Makhluk itu menutup jarak dengan Lucifer Cross, yang hanya berjarak dua ribu meter dari permukaan tanah.

Blaaaar!

Ledakan hebat terjadi dilangit sana, radiasi dari aura suci mengontaminasi langit Underworld ketika dua lengan raksasa berbenturan dengan inti dari radiasi tersebut.

Lucifer Cross berhasil di dorong menjauh dari permukaan, akan tetapi dua Lucifer Cross lainnya menyambut untuk menambah beban Lucifer Cross pertama.

Tiga salib api putih bersatu, membakar habis lengan raksasa makhluk crimson penjelmaan Sirzachs. Namun dari punggung makhluk itu tumbuh tiga pasang lengan lain yang menahan beban, sekaligus mendorong Lucifer Cross menjauh dari atmosfir langit Underworld.

Groaaaarrrr!

Gerbang menuju Celah dimensional terbuka sangat lebar dilangit. Dengan kekuatan yang mencapai batas maksimal Sirzachs mendorong Tripel Lucifer Cross masuk ke dalam Celah Dimensional.

"Maafkan aku Greyfia. Aku tidak bisa menepati janjiku." Bayang-bayang kenangan indah yang telah terlewati bersama istri tercinta... Kembali menghantui. Kenangan indah yang tidak akan pernah Sirzachs lupakan, sekali'pun ia telah tiada. "Maafkan aku yang belum bisa membuatmu bahagia. Maafkan aku atas segala keegoisanku. Aku harap kau akan memaafkanku setelah semua kesalahan yang aku perbuat padamu."

"Sayonara... Minna."

DUAAAAAARRRR!

Ledakan dahsyat menandai tertutupnya Celah Dimensional, ledakan itu membawa duka bagi seluruh Iblis Underworld, karena pada hari ini... Mereka kehilangan sosok seorang Raja bijaksana yang rela mengorbankan hidupnya untuk kelanjutan hidup rakyatnya.

"Selamat jalan kawan." Tangis jantan penghormatan terakhir menetes dari kelopak mata Falbium, diiringi air langit yang turun mengguyur Kota Lilith seakan-akan langit jingga Underworld ikut bersedih, atas kematian...

Sirzachs Lucifer.

... Seorang pemimpin yang rela berkorban nyawa untuk melindungi, rakyatnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Rias Gremory tidak mampu menahan air mata yang terus mengalir dari kedua bola matanya. Pemandangan di hadapannya membuat hatinya benar-benar sakit. Kain putih robekan seragam sekolah Kuoh Akademi miliknya ia gunakan untuk terus-menerus, menyeka darah yang mengalir dari luka di bahu kanan dan punggung Issei.

Setengah hari, pasca penyerangan di Hyoudou Mansion, Kelompok Gremory kini berada di gua langit tempat tinggal dari Victorious Fighting Budha, atau yang sering disebut Sun Wukong generasi pertama. Beruntung bagi Kelompok Gremory, sang Pertama sedang berada di kediamannya.

Raja Kera yang tercatat dalam kisah Perjalan Ke Barat itu, sedang mengobati Xenova, Asia, Gasper, dan Koneko yang mendapatkan luka berupa racun entah sejak kapan, padahal keempat budak Rias tersebut tidak terlibat dalam baku hantam.

"Sang-Pertama, bagaimana keadaan budak-budakku?" Kakek tua berupa setengah kera dengan bulu emas yang tumbuh diseluruh tubuhnya itu keluar dari dalam ruang pengobatan.

"Mereka baik-baik saja. Aku sudah mengeluarkan racun Youjutsu tingkat tinggi dari tubuh mereka."

"Syukurlah." Sedikit rasa lega menjalar di hati Rias, ia benar-benar bersyukur keluarganya dapat selamat dari racun You_apalah_namanya yang hampir merenggut Rukh mereka.

"Selanjutnya hanya tinggal bocah Naga merah itu yang harus disembuhkan. Apa kau yakin baik-baik saja, Putri Rias?"

"Aku baik-baik saja, Sang-Perta_." Tiba-tiba saja Rias ambruk tak sadarkan diri. Untung saja Sang-Pertama sigap menyangga tubuh Rias, dan membawa gadis itu ke ruang pengobatan.

"Yuu-Long, tolong panggilkan tabib kita karena kita akan melakukan oprasi penetralan Rukh pada bocah Sekiryuutei ini."

Dibalik air terjun yang menutupi eksistensi Gua Langit dengan dunia luar, muncul seekor naga hijau bertipe Oriental layaknya naga-naga China. "Baiklah kakek tua." Yuu-Long, naga hijau bergelar Raja Naga Giok itu mendekati tubuh Ise. "Aku tidak pernah menyangka, seekor Naga Syurgawi akan berusaha sampai seperti ini, untuk menyelamatkan Rukh tuannya." Ucap naga hijau itu serkatis.

[Terserah! apa'pun yang kau katakan Naga kecil! Cepatlah pergi dan bawa 'orang itu' untuk menyelamatkan Partner-ku.]

"Cih, baiklah-baiklah." Dan Yuu-Long melenggang pergi tanpa mengucapkan sepatah kata'pun.

[Maaf, aku sudah merepotkanmu Sang-Pertama.]

"Tidak perlu difikirkan, Ddraig. Fokuslah untuk menstabilkan Racun dalam tubuh bocah ini. Lagi pula... Aku turut senang, bisa membantu orang yang membutuhkan."

[Terima kasih, Victorious Fighting Budha.]

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue. . . .

Respect to Sirzachs yang mati untuk melindungi rakyatnya. (T-T)7 Adakah pemimpi seperti dia di dunia ini?

Hn, mister... Misteri.

OK! Berjumpa lagi dengan saya~ si Author GaJe. Apakah ada yang kecewa, dengan kematian Sirzach? kalau iya... Maafkan saya membunuh Char Favorit kamu.

Sirzachs lemah? Tidak tidak tidak! Dia bukan mati oleh Naruto, tapi mengorbankan diri untuk melindungi rakyat! Pahamkan? Bedanya mati dibunuh sama mati berkorban?

Wah maafkan saya juga yang updatenya lama~ #ditentang!

Sibuk dengan tugas kuliah, dan juga pekerjaan di Cafe membuat saya tidak memiliki waktu untuk menulis. Ditambah hari minggu ini, saya dan teman-teman akan melakukan pendakian ke Gunung Gede, Jawa Barat. (anak gunung gitu loch :v )

Jadi?

Saya mohon dengan amat sangat, tolong maafkan saya jika dua minggu atau seminggu ke depan tidak ada updetan dari El-Namikaze no Baka/Papa Haise The Centipede.

Untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Dan tidak lupa... Saya akan membalas SEMUA REVIEW di Update-an selanjutnya!

Sekian dari saya~ Papa Haise The Centipede. (^0^)/

Salam Anti-Mainstream!

Summary :

DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )

DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)

DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)

DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)

DxD 5 : Android Mx-01 & Naruto no Aogiri A.K.A One-Eyed Fox(Kritis). (Dari Fic : Before RE; Dan Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)

DxD 6 : - ?

DxD 7 : - ?

Unknow : Naruto Taicho, Bolt, Skull, Dragon/Hyodou Issei (30Th).

Death : Azazel, Sirzachs, Shamhazai, Joker Dulio, Yasaka no Kyuubi.

Kritis : Hyodou Issei.

Issue For Next Chapter - Berjumpa kembali.

"A-Akeno-chan?" Naruto Lucifer.

"Sudah diputuskan, kita harus beraliansi dan balik menyerang!" Ajuka Belzeebub.

"Naruto, aku akan meneransplan Sharingan dimata kirimu." Naruko.

"Lee Fay, Kuroka. Pergilah dan sembunyikan Agreas." Naruto.

"Aku membawa tiga orang yang mau beraliansi, dengan kita." Vali Lucifer.

-Lima sampai Enam Chapter lagi, sebelum TAMAT!

-Pertarungan Terakhir hampir DIMULAI!

-Chapter depan update dengan 10K+ Word!