The DxD

Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.

Crossover : Naruto and High School DxD

Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)

Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.

Pairing : NarutoXNarukoXOphis, IseXRias, ValiXKuro, Etc

Warning : Trilogi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Death Char, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). RUMIT!

.

.

.

.

.

.

.

ARC : III - Akar Tujuh, dan Waktu. The Last Day.

Chapter 22- Truth : Berjumpa Kembali.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

.

.

Iris violet itu menelaah jauh ke depan, tatapan datar yang senantiasa menghiasi wajahnya memicing tajam, untuk memperjelas jangkauan pengelihatannya. Ophis berdiri di balkon lantai empat Kastil Oroboros, ia menanti kedatangan seseorang yang sebentar lagi mungkin akan menampakkan sosoknya, yang sudah satu minggu ini tidak terlihat batang hidungnya.

"Ophis, apa kau sudah mendengar berita yang beredar?" Dari arah berlawanan, suara Vali membuat Ophis memalingkan tubuhnya. Ia dapat melihat Vali, Le Fay, Kuroka, Arthur dan, Bikou berjalan ke arahnya.

"Ya, aku sudah mendengar hal itu. Nampaknya ada sekelompok eksistensi yang bermain di balik layar, dan memiliki kemampuan menyali rupa seseorang." Ophis melontarkan opininya, sebab tidak mungkin bukan? Ada lima orang yang memiliki kecocokan 100% dalam satu masa? Jadi pasti banyak yang akan bersfekulasi bahwa kelompok tersebut memiliki kemampuan untuk menyalin rupa.

Tapi...

Dibalik opininya itu, Ophis menyadari sesuatu; bahwa akan terjadi masalah besar yang menimpa kelompoknya. Maka dari itu ia sudah memiliki sebuah rencana cadangan yang mungkin berguna, jika memang firasatnya benar-benar menjadi kenyataan.

"Akhirnya." Selepas Ophis berkata demikian, langit cerah yang menaungi kastilnya bergemuruh keras. Seluruh anggota Awakening Dragon mengalihkan direksi pandangan mereka ke atas langit ketika sebuah gerbang naga tercipta dan mulai terbuka, membelah langit pagi yang sedikit menggelap.

"Kha kha kha. Dasar gila! Dia benar-benar membawa kabur pulau itu."

"Heh, jadi dia memang tidak main-main ya?"

"Seperti yang di harapkan dari putra Great Red."

"Nyaa~ aku baru tahu kalau pulau ini bisa bergerak nyaa~"

"Sugoi! Naruto Onii-sama~."

Bikou, Vali, Arthur, Kuroka, dan Le Fay berkomentar, ketika sebuah pulau raksasa bergerak tenang melewati Gerbang Naga yang membelah langit. Pulau itu nampak seperti pesawat tempur super besar jika dilihat dari bawah, ketimbang daratan yang melayang, karena pada lapisan bawah pulau itu terdapat sebuah meriam raksasa yang memiliki panjang setengah ukuran panjang pulau itu sendiri, dan dilengkapi dengan berbagai macam senjata tempur.

Wuussstt~

Pulau apung Agreas memperlambat kecepatannya, dan berhenti tepat di atas Kastil Ouroboros.

Tap!

Naruto mendarat dengan mulus di balkon lantai empat. Kondisi tubuhnya baik seperti sedia kala, hanya saja kaus dalam putih yang ia kenakan sudah tidak ada, membuat tubuh bagian atas Naruto terbuka menampakkan tato segel makkura yang kini tidak berbentuk bintang enam lagi, melaikan Rinnegan bertomoe.

"Apa kabar minna." Senyum lembut terukir di bibirnya. Kebahagia benar-benar nampak di wajah Naruto. Memang benar apa yang ia fikirkan bahwa tidak ada hal lain yang dapat membuatnya bahagia, selain berkumpul lagi dengan orang-orang yang menganggapnya keluarga.

"Naruto Onii-sama~." Naruto agak limbung ke belakang saat tubuhnya menahan terjangan berupa pelukan dari Le Fay. Gadis loli itu menggesek-gesek wajahnya di dada Naruto, sembari tertawa bahagia menyambut kepulangan Kakaknya tercinta.

"Hahaha, kau memang benar-benar manis, Le-chan!" Tangan tan itu mengacak-ngacak surai pirang gadis loli dalam pelukannya. Namun, reaksi Fe Fay yang mendapat perlakuan itu malah jauh berbeda dari apa yang Naruto perkirakan.

Wajah gadis loli keturunan Pendragon itu kini memerah padam layaknya kepiting rebus. Ditambah efek berkaca-kaca air mata di plupuk mata gadis itu yang tertahan karena rasa malu. "Huaaaa!" Le Fay berteriak histeris lalu lari tak tentu arah. Ia benar-benar malu mendapat perlakuan sekaligus pujian seperti itu dari Naruto, di hadapan semua orang.

"Ukh... Sialan kau Naruto! Kau telah merebut posisiku dari adik kecilku yang manis~." Dilain sisi-sisi Bikou dengan gaya konyolnya yang khas, memeluk Arthur sembari menepuk-nepuk bahu sahabatnya itu, yang sedari tadi bermandikan aura suram dan 'hujan lokal' karena posisinya sebagai [Good Onii-chan] telah benar-benar dirampas oleh Naruto.

"I know that you feel, Bro~." Sepertinya generasi ke-dua dari Victorious Fighting Budha, mengikuti gaya 'Jones' dalam sebuah Fanspage hiburan yang saat ini tengah ramai, dikalangan pengguna jejaring sosial.

"Okaerinasai Naruto." Dengan gaya bicara datar seperti biasa, Ophis berjalan mendekati Naruto. Surai hitam miliknya melambai indah tertiup angin pagi yang sejuk, menambah kesan elegan disetiap langkah sang naga loli. "Nampaknya kau mendapatkan 'ikan besar' kali ini?"

Naruto tertawa renyah menanggapi pertanyaan Ophis. Dirinya memang mendapatkan tangkapan besar kali ini, namun yang membuat ia tertawa bukanlah hal itu, melaikan sikap Ophis yang tidak berubah meski gadis itu sadar Naruto sudah manfaatkannya demi mendapatkan Samael. "Yah... Ini semua juga berkatmu Ojou-sama." Naruto berlutut, tangan kanannya menggapai tangan kiri gadis naga itu dan tanpa permisi mendaratkan ciuman penghormatan di punggung tangan mungil milik sang gadis.

Ophis dibuat membisu atas perlakuan Naruto yang tidak pernah dapat ia prediksi tersebut. Mungkin, jika yang melakukan hal tersebut adalah Vali atau yang lainnya, Ophis akan tetap tenang dan membiarkan keanggunan menguasai dirinya. Namun, kali ini bukanlah Vali atau siapa'pun! Melainkan Naruto! Ya, Naruto pria yang sudah ia 'tandai' sebagai calon pendampingnya dimasa depan!

Mulut gadis loli penjelmaan Infinite Dragon itu menganga tanpa dapat menyuarakan apa'pun. Sampai-sampai rona merah mendominasi pipi putih mulus bak porselen milik gadis naga tersebut. Walau'pun eksfresinya tetaplah datar.

Berbeda dengan reaksi yang ditunjukan Ophis, anggota Awakening Dragon malah tertawa garing menanggapi perlakuan Naruto yang kelewat jahil tersebut. Bahkan Bikou yang terkenal dengan tingkah jahil akutnya dalam menggoda semua orang, tidak berani untuk menjahili sang Dewa Naga-sama~ karena takut dengan kekejaman gadis loli itu. "Ampun dah ah ah ah~. Si bayi naga itu benar-benar nekat." Ceplos Bikou dan mendapat anggukan setuju dari semua orang.

Ok, lupakan hal nista di atas.

Lima menit berlalu dalam keheningan. Ruang tengah dari Kastil Ouroboros benar-benar sunyi, padahal semua anggota Team Awakening Dragon telah berkumpul, tanpa kurang satu'pun. Entah apa yang membuat hal itu bisa terjadi. Namun, semua itu terjadi ketika informasi krisis Underworld dan dunia Supernatural sampai pada telinga Naruto.

"Sirzachs-sama..." Suara Naruto yang terdengar monoton dan ambigu, berhasil memecah moment keheningan itu. Namun hal tersebut tidaklah berlangsung lama ketika sebuah kenyataan kembali menghantam otaknya. "Mati." setelah ucapan itu disuarakan oleh Naruto ia pergi meninggalkan ruang tengah Kastil Ouroboros Dragon, melewati lorong bawah tanah yang memiliki pencitraan kurang baik.

Pada awalnya Naruto tidak sama sekali mempercayai berita buruk yang dikatakan oleh Vali. Namun, setelah Ophis angkat bicara dan menjelaskan semuanya secara rinci... Barulah Naruto baru mempercayainya. Kini... Keraguan mengisi hatinya. Disatu sisi ia merasa senang karena beberapa musuh tangguh sudah tersingkirkan, sedangkan disatu sisi lainnya ia merasa sangat sedih atas kematian Sirzachs Lucifer.

Bagi Inkernasi Great Red itu, Maou Lucifer adalah cahaya yang pernah memberinya tujuan untuk hidup. Kasih sayang yang telah dicurahkan oleh orang itu benar-benar dapat memberikan rasa hangat bagi hatinya yang dulu telah benar-benar membeku.

[Naruto.]

Deg!

Sebuah suara misterius tiba-tiba saja berbisik di dalam kepala Naruto.

[Ingatlah semua luka yang telah mereka berikan ke padamu. Ingatlah bahwa kaum mereka yang telah membunuh orang tua, dan Klanmu.]

Lagi...

Seluruh bayangan masa kelam kembali menghantui Naruto. Tragedi demi-tragedi, yang telah lama berlalu kini berkelebat cepat dalam benak Naruto. Api kebencian di dalam hati yang mulanya mulai padam, kini kembali terbakar dan membara.

[Ingatlah Naruto, ingatlah! Kau tercipta bukan untuk takhluk tapi menakhlukan. Kau terlahir di dunia yang busuk ini bukan untuk didominasi tapi mendominasi!]

'Ya, kau benar.' Seringai kejam mulai tampak di sudut bibir Naruto. 'Terima kasih, telah mengingatkanku. Meski'pun aku tidak tahu siapa dirimu tapi kau telah meneguhkan tekatku kembali.'

[Aku tidak butuh ucapan terima kasihmu. Jika kau memang ingin berterimama kasih... Segeralah terbangun! Cepatlah menjadi yang terkuat dan mulailah langkah awal untuk mengubah dunia yang busuk ini, menjadi Neraka penuh kesengsaraan.]

"Tanpa kau perintahkan'pun aku akan segera memulainya. Karena bagaimana'pun..." Naruto bangun dari posisi duduknya, aura kehancuran kental terasa membanjiri pembulu darahnya.

[Kau adalah...]

"Aku adalah..."

["Sang Eksekutor."]

Dan dalam lorong gelap itu nampak bayangan Naruto yang bertransformasi menjadi seekor Naga bersayap malaikat dengan sepuluh ekor yang menari liar.

Tiga kekuatan yang mewakili kehancuran...telah benar-benar Terbangun!

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Seminggu telah berlalu, namun suasana berkabu masih sangat kental terasa menyelimuti dunia Supernatural. Semua tempat digemparkan oleh penyerangan tiba-tiba orang berwajah sama persis dengan buronan SS-Rank, Naruto Arashikage. Iblis, Malaikat, Malaikat Jatuh, Youkai, dan Dewa Asgar semua kehilangan orang-orang terpenting mereka.

Duka mendalam tidak hanya dirasakan oleh kaum Iblis yang kehilangan sosok pemimpin bijaksana. Dikalangan Malaikat Jatuh, dua pemimpin mereka mati dalam penyerangan. Selain itu Syurga juga berkabung karena sang Joker tewas. Dilain sisi, Kaum Norse lebih memperhatinkan karena lima Dewa termasuk Loki anak Odin, gugur dalam pertarungan untuk mempertahankan [Pohon Kehidupan].

Sekarang... Underworld sedang mengalami masa-masa krisis Kosongnya kursi kepemimpinan tertinggi menyebabkan hasutan-hasutan untuk memperebutankan tahta, Celah kekacauan itu'pun dimanfaatkan oleh Golongan Maou Lama yang kembali muncul kepermukaan. Melancarkan aksi penyerangan di berbagai tempat, sekaligus menyuarakan aksi Kudeta besar-besaran terhadap tiga Raja Iblis tersisa.

Baru seminggu terlewati, pasca meninggalnya Sirzachs Lucifer selaku Maou tertinggi pemimpin kaum Iblis, namun atmosfir Underworld benar-benar memanas! Terjadi pergolakan disana-sini. Ditambah berita menggemparkan tentang hilangnya pulau langit Agreas yang di curi oleh Naruto Arashikage, membuat suasana Fraksi Iblis dan keluhan para tetua benar-benar membara!

"Serafal-chan, tolong kirimkan pesan darurat kepada Michael, Baraqiel, Odin, dan Tengu-san." Lingkaran sihir komunikasi di telinga Ajuka lenyap, bersamaan dengan berakhirnya panggilan.

Ajuka Beelzebub, diam termenung di hadapan tugu penghormatan milik sahabatnya yang baru selesai dibuat tiga hari yang lalu. Ia masih tidak percaya, jika pertarungannya bersama Sirzachs seminggu yang lalu, adalah pertarungan pertama semenjak ia menjabat menjadi Maou sekaligus terakhir bagi sahabatnya.

"Aku tahu, sebagai bangsa Iblis tidak ada tempat untuk kita kembali ketika kematian menjemput nyawa kita. Baik itu di Dunia, mau'pun di Surga. " Ajuka menaruh seikat bunga Mawar berwarna merah di atas tugu penghormatan itu sebelum berpaling.

"Kematian bagi eksistensi seperti kita ini, hanyalah kehampaan. Tidak ada kehidupan kedua bagi sebangsa kita." Maou Beelzebub itu mulai melangkahkan kakinya, lambat namun pasti meninggalkan Tugu Penghargaan milik sang sahabat.

"Namun aku tidak akan melupakanmu kawan. Demi persahabatan kita, demi kenangan kita dan demi kedamaian yang selalu kau dambakan. Aku Ajuka Astaroth, satu dari empat Bangsawan Iblis yang dijuluki; [Eksistensi yang melampau Iblis itu sendiri], dan juga sahabat Sirzachs Gremory, bersumpah akan menuntut balas kepada orang itu! Meski nyawa adalah taruhannya!" Keputusan dan kebulatan tekat yang diambil oleh sang Raja

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"Lima Dragon King, dua Dewa Naga serta Mysterious Tailet Beast, dan juga tiga belas pengguna Longinus, akan segera berkumpul dan bertarung 'sekali lagi' untuk menentukan nasib tiga dunia. Jadi, mari bertaruh! Siapa yang akan membawa kemenangan? Lima Dragon King dan Tiga Belas Pengguna Longinus, atau kami, para Naga yang didampingi sang Eksekutor." imbuh Ophis sebelum dirinya, Naruto serta Great Red menghilang ke kedalaman celah dimensional.

"Azazel, kau sudah mendengarkan apa yang diucapkan Ophis, bukan? Oleh karena itu meski aku termasuk salah satu dari ketiga belas pemilik Longinus, aku akan tetap berpihak kepada sang Eksekutor, karena bagaimana'pun hanya dialah tempatku kembali."

Setelah pengakuan gamblang dari Vali sang Hakuryuuko. Lucifer muda itu dan anggota [Awakening Dragon] pergi melalui robekan celah dimensional yang entah sejak kapan telah diciptakan oleh Arthur, meninggalkan Azazel yang masih diam membisu tak menanggapi deklarasi perang yang sudah dikumandangkan oleh Leader [Awakening Dragon].

Seperti namanya [Awakening Dragon] tampaknya kembangkitan para kaum naga akan benar-benar segera dimulai. 'Hanya karena cinta... Api peperangan yang harusnya telah padam, kini kembali disulut bahkan dengan kobaran yang lebih besar... Tapi mengapa? Mengapa 'engkau' memberikan rasa cinta kepada setiap makhluk ciptaanmu...

...Tuhan?' Renung sang Da-tenshi dalam hati.

Lampu ruangan kembali menyala saat rekaman video milik Azazel berakhir diputar.

"Hanya dengan melihat bukti ini, kita tahu bahwa Ophis dan kelompoknya mendeklarasikan perang terhadap kami, Tiga Fraksi Utama. Ditambah dengan tragedi satu minggu yang lalu, ketika salah satu dari mereka menyerang lima Fraksi berbeda.

Bukankah itu masalah yang lebih dari cukup untuk kita menyerang markas mereka, sebelum mereka kembali penyerangan kita?"

Underworld daerah teritorial fraksi iblis atau lebih tepatnya istana Belzebuub menjadi ruang rapat darurat dari Lima Fraksi yang mendapatkan bencana seminggu yang lalu. Kelima Fraksi itu bersedia melakukan pertemuan dikarenakan tragedi yang masih menghantui tiapa-tiap fraksi perlu segera ditanggulangi dan diselesaikan sampai ke akarnya.

Mereka yang hadir dalam rapat tersebut diantara lain adalah :

Ajuka Belzebuub dan Serafal Leviathan. Dari Fraksi Devil selaku tuan rumah.

Michael dan Gabriel. Dari Fraksi Tenshi.

Baraqiel dan Ikuse Tobio atau Slash Dog. Dari Fraksi Da-Tenshi.

Raja Tengu. Dari Fraksi Youkai

Dan Dewa ketua Odin beserta putra mahkota Dewa Thor. Dari Fraksi Mithologi Norse.

"Jadi apakah kita akan beraliansi, untuk sekali lagi memberantas musuh yang dapat membahayakan Ras kita? Atau tetap mementingkan ego pribadi dan membiarkan mereka menghancurkan kita, sedikit demi sedikit?"

Ajuka mengambil alih topik utama dalam rapat darurat ini. Dirinya akan menekan para pemimpin sekali lagi, agar mereka mau menyetujui Profosal Dragons Raid yang ia ajukan sejak awal.

"Aku setuju dengan rencana yang kau ajukan Maou Belzebuub." Senyum mulai merekah di bibir Ajuka karena Odin mulai mendukungnya.

"Namun." Tiba-tiba suasana kembali mencekam oleh satu kalimat tambahan dari sang dewa ketua Odin. "Aku tidak yakin kita memiliki kesempatan lebih dari 50% untuk menang dalam penyerangan ini, karena bagaimana'pun mereka adalah orang-orang kuat yang dapat mengubah alur dunia."

Ajuka dibuat membisu akan pernyataan pesimis Odin. Memang benar Awakening Dragon adalah kelompok kriminal paling berbahaya di dunia. Namun benarkah tidak ada satu'pun cara untuk mengalahkan mereka?

"Jika tebakanku benar, kelompok itu terdiri dari Tujuh anggota." Ucap Odin. Tiba-tiba, layar hologram tercipta ditengah meja bundar yang menjadi area pertemuan.

"Yang pertama adalah Leader mereka yaitu; Oroboros Dragon Ophis." Panel layar hologram menampilkan foto seorang gadis loli berwajah datar. "Kalian pasti tahu sekuat apa orang ini."

"Selanjutnya." Panel layar hologram berganti, kini menampakan sosok pemuda berambut perak. "Yang kedua adalah Vali Lucifer. Menurut data yang dikumpulkan Azazel, pemuda ini adalah keturunan generasi ke-4 dari Maou Lucifer terdahulu, sekaligus orang yang digunjang-ganjingkan sebagai Hakuryuuko terkuat sepanjang masa."

"Selanjutnya. Arthur dan Lee Fay Pendragon. Kakak adik bersaudara dari keluarga elit keturunan langsung King Arthur. Sang kakak adalah seorang pendekar pedang suci terkuat sepanjang masa, sedangkan adiknya adalah seorang penyihir jenius yang mampu membuat formula sihir teleport untuk lepas dari Lost Dimension diumur mudanya."

"Berikutnya, Bikou" Kembali panel hologram bergeser dan menampakan sosok yang berbeda. "Generasi ke-dua dari Victorious Fighting Budha yang mencuri pil seribu tahun dari kakeknya dan menjadi kandidat terkuat sebagai Raja Kera karena Ryuu Jin Bang memilihnya secara pribadi."

"Lanjut." panel kembali berganti. "Kuroka, Iblis Reinkarnasi sekaligus jenis Nekushou terakhir yang menguasai Youjutsu dan Senjutsu."

"Terakhir dan mungkin yang paling kuat dari semuanya. Naruto Uzumaki Arashikage." Kini panel menunjukan profil dari pemuda berambut kuning keputihan. "Keturunan terakhir Clan Arashikage yang dibantai oleh Fraksi Maou lama. Pemuda ini mantan Taichou dari Tim Elit Rahasia; Tangan Kiri Lucifer.

Mati untuk kedua kalinya dalam pristiwa Kokabiel Attack, dan seperti lelucon pemuda ini kembali dari alam kematian, sebagai Inkarnasi Great Red. Inang dari Mysterious Tailed Beast, dan kandidat sang Eksekutor.

Berita buruknya... Kesakitan dan penderitaan yang telah dilalui pemuda ini menyebabkan dirinya memiliki dendam kesumat terhadap semua makhluk Supernatural. Dan mungkin Great Red juga akan turut membantunya dalam pertempuran." Dengan itu Odin mengakhiri perkataanya.

"Benar-benar kumpulan monster. Aku setuju dengan apa yang dikatan Odin-dono, jika orang-orang ini bisa merubah alur dunia sesuka hati mereka." Kali ini pimpinan Fraksi Youkai turut andil bagian dalam perbincangan, setelah sebelumnya hanya diam mengamati jalannya pertemuan., "Tapi bukan berarti kita harus diam saja, dan membiarkan mereka menhancurkan segalanya!"

"Itu benar! Aku sebagai pimpinan tertingi Da-Tenshi tak ingin kehilangan orang-orang terbaikku lagi, tanpa melakukan apa'pun! Jadi aku akan mendukung rencana Dragon Raid yang diajukan oleh Maou Belzebuub." Baraqil akhirnya setuju dan itu tentu saja membuat Ajuka tersenyum.

"Aku juga menyetujui itu." Sambut Raja Tengu.

"Sebenarnya aku kurang setuju dengan rencana penyerangan ini." Seluruh mata menatap bingung ke arah Michael. "Tapi mau bagaimana lagi? Selain aku kalah dalam jumlah suara di rapat ini, aku juga tidak dapat mengungkiri kerusakan yang diterima Surge, dan korban jiwa yang berjatuhan benar-benar membuat kejahatan mereka tak dapat ditoleransi lagi. Maka dari itu, Aku Michael pemimpin tertinggi Surge, bersedia mengirim orang-orang terbaikku untuk turut berkerja sama dalam rencana Dragons Raid."

"Baiklah karena semua sudah setuju, maka lima hari lagi kita akan menjalankan rencana Dragon Raid dan menghancurkan para Naga yang mengancam keseimbangan dunia!"

Sebuah keputusan yang telah diambil makhluk Supernatural, akan menghantarkan mereka dalam kehancuran!

Dragon Raid. Dendam? atau Keadilan?

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Punggung lebar nan tegap itu terangkat dari sandaran kursi, Naruto Taichou berdiri dari tempat duduknya. Ia memandang lekat-lekat selembar foto yang terdapat figur sepasang gadis di dalamnya. Iris biru miliknya memicing tajam ketika memfokuskan tatapanya pada salah satu figur gadis berambut Dark Blue dalam potret tersebut. "Walaupun hanya seekor 'lalat kecil' namun orang ini bisa menghalangi jalanku."

Dengan tangan kekarnya ia merobek foto tersebut dan langsung meremas salah satu bagian Foto itu yang menampakan senyum palsu gadis bersurai Dark Blue. Sebaliknya ia kembali menatap bagian yang lain dari foto tersebut, dengan tatapan lembut. 'Kau masih saja menawan.'

Grap.

Naruto Taichou langsung membalikan tubuhnya ketika sebuah tangan kekar menepuk pundaknya. "Ada apa, Lucifer?" Tangan kanannya yang bebas bergegas menyimpan bagian foto yang masih utuh ke dalam saku celananya

"Apa rencana kita selanjutnya?"

"Untuk sementara kita bersembunyi dulu dan mengamati keadaan." Taichou menjawab sembari berjalan melewati Lucifer. "Apa masih ada yang ingin kau tanyakan?" Naruto Lucifer menggeleng.

"Kalau begitu aku akan pergi dulu. Tetaplah berjaga sementara Rikudou menyembuhkan Naruto no Aogiri." Setelah itu Taichou menghilang terbawa angin fajar yang berhembus hangat.

"Apa itu?" Langkah kaki Naruto Lucifer terhenti, ketika ia tak sengaja menginjak sebuah robekan kertas di atas lantai. Ia berfikir mungkin kertas ini milik Taichou yang tertinggal. Atau mungkin hanya sampah? Ingin rasanya mengabaikan kertas itu, namun... Sebuah rasa penasaran mulai muncul di benaknya. Tanpa fikir panjang, ia dengan cepat mengambil kertas itu dan segera membukanya.

"I-ini..." Sebuah rasa nostalgia kembali muncul ke permukaan ketika sang Lucifer menangkap sesosok figur gadis dalam kertas tersebut. Jutaan memori yang datang tiba-tiba, membuat otaknya berdenyut keras. Naruto tidak tahu apa yang sedang terjadi. Namun, entah mengapa seberkas air mata menetes dari pelupuk matanya.

Gadis dalam foto tersebut menyebabkan sebuah kerinduan yang menyesakan hatinya, menyakiti jiwa dengan sejuta memori indah yang telah terlewati, memberi kehangatan tersendiri hanya dengan memandang paras indah gadis Pony Teil tersebut.

"Ukh..." Naruto memejamkan matanya. Jutaan memori entah dari mana asalnya berkelebat cepat dalam benaknya. Sekarang, ia sadar akan satu hal bahwa gadis itu sedang dalam bahaya. "Aku harus menemukanmu..." Lingkaran sihir pentagram mulai tercipta di bawah kaki Naruto.

"...Akeno-chan." Dan satu kata itu menjadi ungkapan terakhir sebelum api hitam menelan sang Lucifer.

.

.

.

.

.

.

.

"Kamsa hamnida~." Akeno, memberikan senyum simpul untuk membalas ucapan seorang pelayan, sembari melangkahkan kakinya keluar dari toko kue yang baru saja ia singgahi.

Satu minggu telah berlalu, semenjak kabar duka dari Underworld sampai ke telinganya. Satu minggu penuh kesedihan menemani hati sang Hime-Miko memberi rasa sakit dan kecewa karena kematian seseorang yang amat berarti bagi dirinya.

Terkadang Akeno berfikir, ia tidak akan mungkin hidup sampai hari ini jika waktu itu Rias dan orang itu tidak datang untuk menolongnya dari para Assasins Clan Himejima yang tidak lain, dan tidak bukan adalah utusan kakeknya sendiri untuk melenyapkannya.

Mungkin pada hari itu ia akan mati tanpa bisa memberikan sedikit'pun perlawanan atau mungkin, Ia akan hidup dan tumbuh dewasa sebagai budak seks, karena di luar sana ia tidak memiliki siapa'pun untuk bertahan dari ganasnya kehidupan.

Tapi... Kedua orang itu datang dengan kilatan merah menawan, memberikan pertolongan dan harapan untuk seorang anak kecil berdarah setengah Malaikat Jatuh yang di dalam hatinya tengah diisi oleh keputus asaan.

Sirzach Lucifer.

Bagi Akeno pria itu adalah seorang kakak sekaligus orang tua pengganti yang telah memberikan kasih sayang melebihi siapa'pun, semenjak sang Ibunda tercinta telah tiada. Limpahan kemurahan yang telah dicurahkan oleh orang itu benar-benar merubah jalan fikir dan kegelapan hati seorang Himejima Akeno terhadap Ayah kandungnya.

Belum lagi pertolongan yang orang itu berikan tidak akan dapat Akeno balas, karena nyawanya'pun mungkin tidak akan cukup untuk membayar apa yang sudah orang itu limpahkan kepada dirinya. Namun, Akeno bertekad bahwa ia akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk mencari, dan membalaskan kematian Sirzachs-sama kepada orang yang telah membunuh Orang tua angkatnya tersebut!

Naruto Uzumaki!

Tidak perduli bahwa pria itu adalah mantan sahabatnya, atau'pun pria yang pernah dicintai Buchou-nya. Akeno akan tetap memburu pemuda itu dan merebut kembali apa yang telah dirampas oleh pemuda itu dari dirinya;

yaitu nyawa Sirzachs Lucifer.

Karena pada dasarnya, hutang nyawa harus dibayar nyawa.

Maka dari itu, semenjak beberapa hari yang lalu Akeno memutuskan tinggal bersama Baraqiel untuk melatih kekuatan [Halilintar Suci] dan [Fallen Angel Form] yang memang mengalir dalam pembulu darahnya.

"Langsung pulang saja deh." Akeno menghentikan langkah kakinya dan menuju arah sebaliknya. Ia merasa hari ini sudah cukup, untuk menjelajahi pusat perbelanjaan disalah satu Ibukota Negara maju Asia yang baru empat hari ini ditinggalinya.

Kota Seoul. Ibukota Korea Selatan, sekaligus kota khusus ini benar-benar memanjakan Akeno, padahal ia baru beberapa hari tiba di tempat ini tetapi ia sudah merasa nyaman dengan suasana kota tersebut.

Sejujurnya Akeno berada di kota ini bukan karena keinginannya dan juga bukan dalam acara liburan. Gadis setengah Da-tenshi itu berada di kota para [Boy Band] tidak lain dan tidak bukan dikarenakan pasca penyerangan besar seminggu yang lalu, tempat tinggal Ayahnya, dan juga pusat pemerintahan Grigori di Bumi dipindahkan ke kota ini atas perintah Baraqiel sang Gubernur Malaikat Jatuh yang baru.

Maka dari itu Akeno mau tidak mau harus tinggal ditempat ini, semua demi berlatih dan menjadi lebih kuat agar ia bisa membalaskan dendamnya. Lagi pula Rias dan teman-temannya juga sedang berlatih di [Goa Langit] milik [Victorious Fighting Budha] dibawa pantauan Sun Wukong generasi pertama. Ditambah... Pesan terakhir Azazel yang menginstruksikan agar seluruh anggota Kelompok Gremory bersembunyi untuk sementara.

"Himeijima Akeno, bener?" Akeno memalingkan wajahnya ke kiri, ketika sebuah suara merebut perhatiannya. Manik ungu jernih milik sang Hime-Miko, bertemu dengan iris biru cerah yang tersembunyi dibalik topeng rubah pria di hadapannya. "Ikutlah danganku. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu."

"Siapa kau?" Gadis itu membuat posisi bertempur saat merasakan aura yang dipancarkan pria disampingnya itu benar-benar kuat, meskipun terasa lemah dalam waktu bersamaan. "Apa yang kau inginkan? Dan yang lebih penting siapa kau?!"

"Sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk berkenalan! karena kita tidak punya banyak waktu lagi. Cepatlah sebelum orang itu datang!"

"Apa maksudmu? Siapa orang yang kau maksud? Dan apa hubungannya denganku?!" Tentunya Akeno merasa sangat bingung dengan ucapan pria itu. Dan yang terpenting, mana mungkin ia mau menuruti perkataan orang asing?

"Sudah kubilang cep_"

"Oh? Jadi kau dapat menemukan wanita itu lebih cepat dariku? Seperti yang diharapkan dari Lucifer terakhir."

Pria bertopeng Rubah disamping Akeno bungkam seketika, saat mendengar dan melihat seorang pria berambut hitam semi-kuning sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya berpijak. "Ck! Sekarang aku sadar, siapa kau sebenarnya Taichou! Akeno ayo kita pergi!"

"Eh?" Masih dalam kebingungannya, pria itu menarik paksa lengan Akeno dan membawanya pergi melalui lingkaran sihir.

"Mau sejauh apa'pun kau pergi aku pasti dapat menemukanmu, Naruto Lucifer." Pria berambut hitam semi-kuning yang tidak lain dan tidak bukan adalah; Naruto Taichou kembali melangkahkan kakinya menuju gang sempit diujung jalan, seperti tak berniat mengejar Naruto Lucifer dan Akeno kembali.

"Ba'al" Aura biru berupa petir, tiba-tiba saja meledak dari tubuh pemuda berbahaya itu. "Karena sekali'pun kau bersembunyi dilubang semut, aku pasti akan menemukanmu." Dan detik berikutnya, sosok Naruto Taichou terselimuti sisik-sisik naga berwarna biru muda dan terbang ke langit secepat sambaran petir.

.

.

.

.

.
Sebuah lingkaran sihir tiba-tiba saja, tercipta di hutan pinggiran kota Seoul. Lingkaran sihir berbentuk pentagram itu memuntahkan Akeno dan Naruto Lucifer yang baru saja kabur dari kejaran Taichou.

Plak!

"Siapa kau sebenarnya, hah!?"

Tamparan keras mendarat mulus di pipi Naruto hingga menerbangkan topeng rubah yang menutupi wajahnya. Namun, sang Lucifer terakhir itu sama sekali tidak menunjukan reaksi apa'pun, walau nyatanya sudut bibir pemuda itu sobek akibat tamparan Akeno.

"K-KAU!?" Akeno melebarkan matanya, bulat-bulat. Wajah pemuda yang baru ditamparnya itu sangat mirip dengan Naruto Uzumaki. Namun, Akeno tahu, bahwa pria di hadapannya itu bukanlah Naruto Uzumaki karena bagaimana'pun Akeno sangat hafal dengan aura mantan sahabatnya itu.

"Mengapa wajahmu mirip dengan 'orang itu'!" Akeno bertanya dengan nada mendesis penuh kebencian. Gadis setengah Da-Tenshi, setengah Iblis itu, merasa sangat jijik kepada pria yang sudah membunuh Kakaknya. Sampai-sampai, ia tak sudi barang hanya menyebut nama dari mantan sahabatnya itu. "Jawab aku!"

"Apa yang kau maksud Naruto Uzumaki Arashikage? Yah... Mungkin ini terdengar tidak masuk akal, tapi percaya atau tidak, aku adalah kembaran orang itu dari dimensi lain. Dan pria yang mengejarmu itu juga kembaranku yang berasal dari dimensi lain."

"Di-dimensi lain?" Akeno tak habis fikir dengan semua yang baru dikatakan pria di hadapanya itu.

Dimensi lain?

Kembaran?

Memburu?

"Apa maksudnya semua ini!" Queen dari Rias Gremory itu benar-benar frustasi dengan apa yang diucapkan pria itu. Mana mungkin ada dunia lain selain dunia yang saat ini ia pijaki? Itu benar-benar sebuah lelucon murahan yang pernah Akeno dengar.

"Semua ini memang terdengar mustahil. Tapi sekarang bukanlah waktunya untuk membahas hal itu, karena pria yang memburumu akan segera datang. Bersembunyilah Akeno-chan!"

"Hah? Kau menyuruhku untuk bersembunyi?! Kau fikir aku adalah gadis lemah yang membutuhkan perlindungan?!"

"Berisik! Kau Tsundere sekali sih? Sangat berbeda dengan Akeno-hime dari dimensiku. Lagi pula Taichou bukanlah tandinganmu atau'pun aku. Meski'pun kita menyatukan kekuatan, aku tidak yakin bisa mengalahkannya."

Tubuh sang Hime-Miko tiba-tiba saja menegang akibat ucapan pria yang 'menculiknya' itu. Akeno tahu, kekuatan yang dimiliki kembaran Naruto ini berada ditingkatan yang bahkan lebih tinggi dari Naruto Uzumaki. Tapi mengapa pria itu berkata tak'kan bisa menang melawan Taichou? Sebenarnya sekuat apa pria yang memburunya?

[Extream Magic : Bararaq Saiqa!]

"AWAS!"

Blaaaaaaaar!

Hujaman halilintar raksasa berwarna biru meledakkan tanah, yang sebelumnya menjadi pijakkan Akeno dan Naruto Lucifer. Kawah lebar dengan dasar yang tak dapat diukur kedalamannya itu menjadi sebuah bukti betapa dahsyatnya serangan pembuka tersebut.

"Apa kau baik-baik saja?" Akeno mengangguk. Beruntung bagi mereka berdua. Satu detik saja Naruto terlambat mengaktifkan kekuatan [Lighting Stap], mungkin ia dan Akeno akan terluka parah atau yang lebih buruk hancur tanpa sisa oleh serangan tersebut.

"Sudah kukatakan bukan? Kau tidak akan pernah bisa lari dariku. Jadi sia-sia saja seluruh usahamu untuk bersembunyi."

Naruto Taichou turun perlahan dari langit. Tubuhnya sudah tak terlapisi oleh semacam sisik naga lagi, penampilannya'pun selayaknya manusia biasa, hanya rompi ANBU lengkap dengan Tanto di punggung dan Syal merah melingkari lehernya yang menjadi pakaian Sang Pemburu.

"Ck!. Apa maksudnya semua ini, Taichou? Mengapa kau juga menargetkan Akeno-chan? Bukankah kau sudah berjanji padaku, untuk tidak membunuh Akeno-chan dari 7 Dimensi?!"

"Hahahahaha." Bukannya menjawab, pria di umuran dua puluh satu itu malah tertawa terbahak-bahak menanggapi tuntutan Naruto Lucifer.

"Cinta memang mengerikan! Sampai-sampai membuat makhluk tingkat tertinggi sepertimu dibutakan oleh ilusinya. Ya ampun~ sepertinya kau masih saja belum mengerti ya, Naruto Lucifer Namikaze?" Taichou mencabut Tanto dari balik punggungnya. Simbol lingkaran sihir berbentuk pentagram berdenyut ganas dibilah tajam Tanto milik pria yang telah memenggal kepala dewa Loki, tersebut.

"Yah... Tapi terserah sih. Lagi pula targetku hari ini bukanlah kau, melainkan wanita jalang yang berada di sampingmu."

"Cukup!" Mendengar ucapan itu benar-benar membuat Akeno marah bukan kepalang. Ia tidak terima dirinya dihina serendah itu oleh orang di depannya. Tanpa fikir panjang Akeno langsung masuk dalam mode Fallen Angel tingkat dua, dengan tiga pasang sayap gagak yang menyembul dari balik tubuhnya.

"Aku tidak mengerti apa yang kalian perdebatkan disini. Tapi jika itu berhungunga denganku maka aku tidak akan tinggal diam!" Petir hebat turun dari langit menyambar tangan kanan sang Hime-Miko, sedangkan tangan kirinya mengumpulkan element cahaya yang dimiliki darah Da-Tenshi-nya.

"Satu yang pasti, musuhku saat ini adalah kau!" Petir dan cahaya bersatu di kedua tangan sang Hime-Miko menciptakan kekuatan Halilintar Suci gabungan dari dua element berbeda.

[Raikou!]

Tembakan Halilintar bertenaga lebih dari satu juta Volt melesat hebat menargetkan satu tempat yang siap menjadi tumbal keganasan element alam paling berbahaya di muka bumi.

Grakh!

"..." Akeno terlalu syok untuk mengumpat, saat mata kepalanya sendiri menyaksikan dengan jelas Halilintar Suci miliknya ditangkap dengan tangan kosong oleh Taichou.

Mana mungkin ada yang dapat menangkap serangan itu? Padahal Akeno sama sekali tidak menahan kekuatanya dalam serangan tersebut. Ini mustahil! Bahkan Armor Naga Langit saja akan hancur oleh serangan itu. Tapi sekarang? Pria di hadapannya menangkap sambaran Halilintar Suci semudah menangkap tombak yang dilemparkan.

"Wow wow wow. Itu sangat berbahaya, kau tahu? " Dengan sedikit tenaga Taichou melemparkan Halilintar Suci di tangan kanannya ke langit dan membuat gemuruh dahsyat di atas sana. "Hah. Aku lelah dengan permainan kalian. Bagaimana kalau kalian yang bermain dengan aturanku?

[Zagan]

Lingkaran sihir pentagram di bilah tajam pedang pendek milik Taichou memancarkan cahaya terang yang menyilaukan. Dan detik berikutnya Tanto itu tergantikan oleh sebuah tombak perak dengan dua ujung yang memiliki mata pisau runcing.

Crash!
Crash!
Crash!

Dengan ujung tombak itu Taichou menebas udara secara asal, entah bertujuan apa. Namun, dari tebasan-tebasan itulah muncul lima Naga-naga tipe wilayah timur yang memiliki panjang kurang lebih 10 meter.

"Kembalilah tunduk di kakiku, Naruto. Dan biarkan aku membunuh Akeno tanpa harus membunuhmu, terlebih dahulu."

Jleb!

Drrttttttt!

Gempa bumi tiba-tiba mengguncangkan area itu, ketika ujung tombak perak milik Taichou menusuk tanah. Tiba-tiba dari puluhan titik tumbuh akar-akar pohon raksasa yang berbaris senada, membentuk blokade tumbuhan di balik tubuh sang kapten.

"Kau tahu bukan? Ini hanya satu dari sejuta kekuatanku? Kau tak'kan mampu mengelak dari kenyataan, bahwa aku seratus kali lebih kuat darimu. Jadi percuma saja kau bertarung denganku demi melindungi wanita jalang itu."

"Lebih baik mati dari pada harus kembali menjadi bawahanmu! Lagi pula, aku juga tidak akan tinggal diam jika kau berniat membunuh Akeno!" Naruto Lucifer, benar-benar geram dibuatnya. Ia menghadirkan sabit hitam miliknya dari dimensi penyimpana dan bersiap menerjang musuh di hadapannya.

"Hmm... Sudah kuduga." Taichou mundur ke belakang, ia duduk santai disebuah bangku kayu yang entah sejak kapan ada ditempat itu. Tombak sakti miliknya, ia tancapkan di depannya, dan dengan seenak jidatnya ia memakan buah anggur yang tumbuh dari dalam tanah, tanpa memperdulikan Naruto Lucifer yang siap menerjang kapan saja.

"Kalau begitu, bersenang-senanglah dengan peliharaanku. Aku akan menyaksikan hiburan itu dari sini." ucap Taichou sembari memasukan buah anggur segar kedalam mulutnya.

Groaaaaaaarr!

Puluhan akar kayu raksasa bergerak acak menghampiri Naruto dan Akeno dengan niat membersihkan, diikuti lima naga-ular yang berteriak buas seakan meminta tumbal untuk kehadirannya.

"Sial! Jika pertarungan monster yang kau inginkan, maka aku akan mengabulkannya Taichou!"

Blaaar!

Aura dewa meledak dari tubuh Naruto, "Hadirlah engkau yang memiliki delapan nyawa! Buktikan kepadaku jika kau adalah monster terkuat setelah Kyuubi no Kitsune! Mengamuklah untuk menjawab panggilan tuanmu!"

Kraaak!

Tanah yang berada di hadapan Naruto amblas ke bawah, menciptakan jurang curam yang tak dapat diukur kedalamannya. Tiba-tiba dari lubang itu keluar sesosok ular putih raksasa dengan delapan kepala yang menjulurkan lidahnya.

"Mengamuklah Yamato no Orochi!" Ular berkepada delapan itu mendesis keras, sebelum bergerak liar menerjang naga dan kayu milik Taichou, untuk menjawab perintah sang tuan.

"Akeno, tetaplah dibelakangku." Akeno tak mampu berkata barang sepatah'pun. Dirinya terlalu takjub dengan kekuatan kedua kembaran Naruto yang tengah bertempur di depan matanya sendiri. Tidak pernah dalam hidupnya menyaksikan pertarungan One By One semengerikan ini, padahal, pertempuran itu baru saja dimulai, tetapi... Dampak kerusakan yang ditimbulkannya benar-benar diluar nalar.

"Tunggu aku Taichou!" Dengan kecepatan di atas rata-rata Naruto Lucifer berlari menerjang maju dengan Sabit di tangan kiri, dan Pedang Emas di tangan kanannya.

Syuut!

Crash!

Baru saja pemuda itu mengambil langkah awal, beberapa akar kayu sudah menyerang ke arahnya. Tapi itu bukanlah hal yang perlu dicemaskan karena Naruto sudah terlebih dahulu mencacak akar-akar kayu yang menghalangi jalannya.

"Jangan halangi jalanku!" Naruto melempar sabit hitamnya kuat-kuat ke arah blokade tumbuhan yang berada di depannya. Sabit hitam itu melaju kencang ke depan secara lantang. Namun, ketika hendak berbenturan dengan akar-akar tersebut, senjata warisan Dewi Athena itu bertransformari menjadi naga hitam mirip Tannin dan membakar habis kayu-kayu itu dengan api hitam miliknya.

"Teruslah maju, nak! Serahkan kayu-kayu ini padaku." Naga hitam itu menjulurkan tangannya untuk dinaiki Naruto, kemudian dengan satu lemparan kuat Naga itu melontarkan Naruto Lucifer kuat-kuat ke langit.

"Terima kasih, Black Jii-chan!" Naruto melayang di udara, Pedang Emas di tangan kanannya memancarkan aura suci dalam jumlah maksimal, sebagai tanda diaktifkannya tekhnik pedang terkuat milik sang Lucifer.

Naruto tak perduli jika seranganya ini dapat memusnahkan area tersebut termasuk kota yang berada tidak jauh dari area pertempuran itu. Naruto tahu, akan ada korban jiwa dari fraksi manusia yang mati terkena dampak pertarungannya dan Taicho. Namun, tak dapat dipungkiri lagi cepat atau lambat dunia ini'pun akan segera hancur karena setiap tempat yang di datangi oleh Taichou dapat dipastikan memiliki akhir yang sama.

"Hanya ada satu hukuman yang pantas untukmu Taichou! Yaitu MATI!"

Bagaikan meteor yang terbakar oleh lapisan Atmosfer, Sacred Gear Sword of God milik Naruto berpijar dengan api emas indahnya dan siap untuk menghujam Taichou sampai hancur tak tersisa.

[Absolute Blade Arts : Bursting Blossom Spiral Blade Dance]

Brakh!

"Ohok!"

Beberapa meter lagi sebelum serangan Naruto Lucifer menghujam Naruto Taichou. Pergerakan sang Lucifer dipatahkan oleh hal kasat mata yang mencekik lehernya. Pedang emas yang masih mengaktifkan kuasa kehancuran milik Naruto Lucifer tiba-tiba saja terlepas dari genggamannya dan terlempar ke arah kota Seoul.

"TIDAAAK!"

DUAAAAAAAAAARRRRRR!

"Hahahaha, inilah akibatnya jika kau berani menentangku Naruto."

Ledakan setara bom nuklir memusnahkan peradaban manusia yang berada di kota tersebut. Saking dahsyatnya ledakan itu, efek daya kejutnya sampai terasa ditempat Naruto berada.

"BAJINGAN! Kau bener-benar KEPARAT NARUTO! Sampai-sampai melibatkan nyawa orang-orang yang tak berdosa!"

"Ck! Kau benar-benar naif ya, Naruto Lucifer? Bukankah kau juga turut andil bagian ketika aku menghancurkan Dimensi DxD 3?"

"Aku... Tahu itu."Naruto Lucifer memejamkan matanya. Ia tak mungkin dapat mempungkiri apa yang dikatakan Naruto Taichou. Semua itu benar adanya, ia pernah tiga kali turun langsung menghancurkan dimensi DxD 3, 4, dan 5.

"Namun... Itu semua karena kau mencuci otakku dengan tanaman khusus yang [Zagan] punya! Dulu... Ketika aku membuat perjanjian denganmu di Kyoto, hanya satu harapanku! Agar bisa menemukan Akeno dari 6 Dimensi yang mungkin, akan mati ditangan Naruto-Naruto yang lain!

Aku tak ingin Akeno mati... Aku tak ingin Naruto yang lain bermandikan darah Akeno! Aku tak ingin diriku yang lain membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya!

Tapi... Semua tidak seperti yang kuharapkan. Kau mengingkari perjanjian kita! Kau membunuh 5 Akeno yang lain tanpa sepengetahuanku dan lebih parahnya lagi... Kau membuatku menghancurkan tiga Dimensi dengan cara memasukan memori-memori kematian Akeno yang diakibatkan oleh busuknya dunia, agar aku mau menghancurkan dunia yang telah membuat Akeno menderita!"

Terungkap!

Sedikit demi-sedikit rahasia besar Taichou mulai dibeberkan kebenarannya! Naruto Lucifer yang sudah lepas dari kendali [Zagan] benar-benar membuka semua rahasia yang ia ketahui tentang pria itu!

"Hahaha~ tidak kuduga, foto Akeno yang aku tinggalkan di markas bisa membuatmu terlepas dari [Zagan]." Taichou bangun dari duduknya, ia berjalan ke depan menghampiri Naruto yang masih tak dapat berkutik.

"Kasih sayang yang melebihi Senjuu dan kebencian yang melebihi Uchiha. Hah~ semua Naruto benar-benar teropsesi dengan yang namanya cinta~." Pria yang lebih tua tiga tahun dari Naruto Lucifer itu mencabut tombak peraknya dari tanah, dan langsung menghunuskan ujung runcing senjata itu tepat di leher Naruto.

"Nampaknya, aku memang harus turun tangan secara langsung di dimensi terakhir ini." Taichou melirik sedikit dimana Yamato no Orochi dan Black naga hitam milik Naruto Lucifer telah dilumpuhkan oleh pelihara-peliharaannya.

"Oleh karena itu, diri ini akan membuatmu berjumpa kembali dengan sang gadis pujaan hati. Tentunya di alam kematian sa_."

"Kau tertipu, Taichou!"

Syuuut!

Trank!

Blaaaaar!

Taichou terpental jauh ke belakang ketika Halilintar Suci menghantam tubuhnya dengan telak. Kali ini serangan terkuat milik Akeno berhasil menumbangkan Taichou, itu mungkin juga berkat Naruto Lucifer yang mengalihkan perhatian pria itu dengan Pedang Emasnya.

"Terima kasih Akeno."

"Tidak... Aku tidak sama sekali berniat menolongmu. Jadi jangan salah faham akan hal itu." Akeno menjawab tanpa menatap wajah Naruto. Pandangan sang Hime-Miko hanya terfokus pada gumpal asap tebal, dimana Taichou berada.

"Ok ok, aku juga tidak menggarapkan hal itu. Tapi... setidaknya lihatlah wajahku saat aku bicara."

Seet

Manik ungu jernih bertemu safir biru seindah samudra, Akeno dibuat membisu saat dirinya dipaksa tenggelam dalam lautan biru penuh pesona.

"Kau benar-benar mirip dengan Akeno dari dimensiku." Tangan tan milik sang Lucifer membelai lembut pipi mulus berhiaskan noda debu milik Akeno. Jutaan rasa nostalgia kembali menyucikan hatinya yang telah lama jatuh dalam kegelapan.

"Maafkan aku." Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata sang Lucifer. "Karena diriku, kau menjadi satu-satunya Akeno yang tersisa dari 7 Dimensi."

Greep.

"Tidak Naruto. Semua ini bukanlah salahmu," Naruto dibuat membisu karena Akeno secara mendadak memeluknya erat. "Aku tahu betapa berat jalan yang sudah kau tempuh. Hanya dengan mendengar pernyataanmu di depan Taichou, itu lebih dari cukup bagiku untuk mengerti semua penderitaan yang sudah kau rasakan."

"Tapi... Sekarang bukanlah waktunya untuk menyesel." Akeno melepaskan pelukannya. "Jika kau benar-benar menyesali semua yang sudah kau lakukan terhadap diriku yang lain, maka ini adalah waktunya untuk menebus seluruh penyesalanmu.

Ini adalah kesempatan terbaikmu untuk menuntut balas kepada Taichou, atas apa yang sudah ia lakukan terhadap kehidupanmu." Senyum sesejuk bulan purnama tampak merekah dari bibir Akeno.

"Meski'pun aku tidak mengerti apa yang menjadi cikal bakal masalah dari perseteruanmu, namun aku sadar jika dirimu yang lain adalah orang yang tak pantas untuk hidup di dunia." Akeno menjulurkan tangannya. "Bangkitlah Naruto! Ayo berjuang bersama untuk menghancurkan Taichou!"

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Bolt membuka matanya perlahan, iris ungu pudar bertabur lingkaran-lingkaran kecil yang menjadi miliknya sejak lahir itu menatap pria paruh baya dihadapanya penuh tanda tanya.

"Issei Jii-san, ini tidak sesuai dengan kejadian di dunia kita. Harusnya Sirzachs Jii-chan masih hidup sampai [Final Sacrifice] terjadi."

"Entahlah Bolt, aku juga tidak tahu mengapa. Tapi aku yakin alur dunia ini sudah benar-benar melanceng dari jalurnya. Bahkan, ayahmu sudah membangkitkan kekuatan ketiganya... Apa kau merasa takut Bolt?"

"Tidak. Aku sama sekali tidak merasa, takut. Sebaliknya, aku merasakan darahku bergolak penuh gairah untuk menantikan moment dimana aku, bisa menancapkan pedangku di jantungnya, seperti dia membunuh ibuku."

"Apa kau benar-benar akan membunuh Ayah kandungmu, sendiri? Sedalam itukah kebenciamu terhadapnya, Bolt?"

"Bukankah kau tahu, semua penderitaanku, paman Ise? Dari umur lima tahun aku rela tinggal dengan si tengkorak licik Hades untuk melatih fisikku! 2 tahun melatih Youjutsu dan Doujutsu dengan Sun Wukong! Rela jadi bulan-bulatan Rudra milik Dewa Shiva! dan terombng-ambing diujung dunia untuk menguasai Time Travel!

Kau fikir untuk apa semua kerja kerasku itu? Aku rela berulang-ulang kali sekarat, aku rela menderita, aku rela mengorbankan 'ikatanku' dengan Rossweisse. Semua itu aku lakukan demi membunuh Ayahku! NARUTO ARASHIKAGE!

Jadi, jangan tanyakan lagi sedalam apa kebencianku terhadap Ayah! Karena aku telah memilih dan tak mungkin kembali menarik sumpah matiku!"

"Lagi pula, kau bersedia ikut denganku juga bertujuan untuk membalaskan kematian Ibuku bukan? Atau bisa ku sebut Rias Gremory. Wanita yang kau cintai." Issei dewasa, hanya dapat membisu seribu bahasa tanpa dapat membalas sepatah kata'pun.

Alur dunia semakin rumit, tanpa dapat diprediksi akhirnya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue. . .

AN: Halo~ sudah lama ya kita tak berjumpa? Hehe maafkan saya yang terlalu lama mengUpdate fic ini. #plakk

Hn? Gimana? Apa sudah mulai mengerti dengan plot di Fic ini? Ataukah kalian masih bingung? Hehehe jika iya, tanyakan saja di kotak Review karena kali ini, saya akan menjawabnya!

Ah mungkin cuma itu yang ingin saya sampaikan, selebihnya... Terima kasih, karena telah bersedia menantikan Fic gaje ini! :D

Untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Dan tidak lupa... Saya akan membalas SEMUA REVIEW di Update-an selanjutnya!

Sekian dari saya~ Papa Haise The Centipede. (^0^)/

Salam Anti-Mainstream!

Summary :

DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )

DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)

DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)

DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)

DxD 5 : Android Mx-01. (Dari Fic : Before RE;)

DxD 6 : - Naruto no Aogiri. ( Dari Fic : Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)

DxD 7 : - ?

Unknow : Naruto Taicho, Bolt, Skull, Dragon/Hyodou Issei (30Th).

Death : Azazel, Sirzachs, Shamhazai, Joker Dulio, Yasaka no Kyuubi, Loki.

Kritis : Hyodou Issei.