"Naruto, apa kau siapa?"
"Tentu, selama ini demi rencana kita apa'pun akan aku lakukan."
"Baiklah. Mungkin ini agak sedikit sakit, karena Anti-Body dalam tubuhmu secara otomatis akan menolak sel Senjuu dan sel 5 pengguna Longinus yang aku suntikan."
"Tenang saja, aku sudah pernah menerima siksaan yang lebih menyakitkan dari pada ini. Jadi segeralah tanamkan bola mata aneh itu, dan campurkan darahku dengan sel yang kau katakan."
"Ya ya ya, terserah kau saja." Naruko langsung menyuntikan enam cairan berbeda disetiap urat nadi Naruto. Dan mengambil sebuah tabung berisi bola mata yang akan menggantikan mata kiri pemuda itu. "Satu hal yang harus kau ingat. Jangan gunakan kekuatan mata ini sekali'pun kau terdesak! Biarkan mata terkutuk ini sendiri yang menunjukan kemapuanya. Kau mengerti, Naruto-kun?"
"Baiklah." Dan oprasi penanaman Sharingan pada mata kiri Naruto'pun dimulai.
.
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
The DxD
Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.
Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)
Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.
Pairing : NarutoXNarukoXOphis, IseXRias, ValiXKuro, Etc
Warning : Trilogi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Death Char, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). RUMIT!
.
.
.
.
.
.
.
ARC : III - Akar Tujuh, dan Waktu. The Last Day.
Chapter 23 - Sebab dan Akibat.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
"Heh. Itu sakit kau tahu?" Akeno dan Naruto kembali siaga ketika Taichou berjalan keluar dari kepulan asap yang membumbung ke angkasa tanpa sedikit'pun luka ditubuhnya.
"Hahaha~ ini diluar prediksiku. Jadi sekarang, kalian bekerja sama untuk menhancurkanku? Baiklah jika itu yang kalian inginkan." Taichou mengubah kembali tombak peraknya menjadi tanto seperti semula. "Tapi pastinya, aku tidak akan diam saja."
[Astaroth]
Lagi... Lingkaran sihir pentagram di bilah tajam pedang pendek itu memancarkan cahaya yang menyilaukan. Bahkan lebih terang dari sebelumnya sampai-sampai menyelimuti tubuh sang tuan.
Cahaya terang itu perlahan meredup menampakkan sosok Taichou yang kini terlihat sangat berbeda.
Tanto dalam genggamanya berubah menjadi pedang panjang berwarna merah dengan bilah tajam yang melikuk-likuk. Rambut hitam semi-kuning miliknya menjadi lebih panjang sepunggung dan dikepang sebagian. Dan pada dahinya terdapat mata setan yang terbuka lebar-lebar.
"Extream Magic." Simbol lingkaran sihir pentagram tercipta dihadapan Taichou. Sang tuan dari Astaroth mengangkat pedang merahnya tinggi-tinggi membuat api putih yang melayang di balik punggungnya terserap ke dalam Wadah Logam.
"Akeno, bersiaplah untuk membuat sihir pertahanan paling kuat yang kau miliki!" Naruto dan Akeno menggabungkan kekuatanya untuk membuat pertahanan super kuat yang bisa mereka ciptakan.
[Asthor Incerad!]
Api putih berupa ular keluar dari lingkaran sihir pentagram, melesat dalam kecepatan maksimal menargetkan dinding pertahanan Naruto dan Akeno.
Drrtttttt!
Guncangan hebat menggetarkan area sekitar ketika serangan itu sedikit demi-sedikit mengikis sihir pertahanan dengan api penyucian yang semakin besar membara.
"Menyerahlah Naruto! Api Astaroth tidak akan padam kecuali aku hentikan! Sekuat apa'pun pertahananmu, api itu akan membakarnya sampai habis!"
"Ck! Jangan sombong! Kau kira cuma kau yang punya Api abadi?" Naruto menarik paksa tubuh Akeno agar gadis itu tidak terkena dampak dari Skill yang akan ia gunakan. "Amaterasu!" Dari ketiadaan, tiba-tiba muncul kobaran api hitam yang langsung menggantikan sihir pertahanan dan balik membakar Api Astaroth milik Taichou.
Api Hitam Amaterasu... Adalah satu dari beberapa preoritas milik Naruto Lucifer setelah ia membunuh dewa Susano'o dalam Ragnarok yang dewa Loki lancarkan.
Blaaaaar!
Dua api abadi saling membakar satu sama lain mencari dominasi antar keduanya untuk membuktikan kepada dunia siapa yang pantas menjadi raja dari segala api. Kedua serangan berbeda jenis yang berasal dari satu element tersebut mengakibatkan temperatur udara di area itu naik ratusan kali lipat dari biasanya sampai-sampai membuat bebatuan besar disekitarnya meleleh layaknya es krim. Langit cerah siang itu, tiba-tiba saja menggelap tertutup awan-awan hitam bercampur gemuruh halilintar yang tercipta dari pemanasan atmosfer.
"Aku mengakui, kau memang yang terkuat dari 7 Naruto. Tapi bukan berarti aku tidak bisa mengalahkanmu Taichou!"
Trank!
Taichou sama sekali tidak mengendurkan fokusnya, bahkan tebasan dari pedang emas yang Naruto lancarkan dengan tiba-tiba masih dapat ia patahkan dengan mudah. "Tadinya aku hanya ingin membunuh Akeno, tapi setelah kau berkata demikian... Tampaknya aku harus membunuhmu terlebih dahulu, sebelum membunuh Akeno."
Brakh!
Taichou menendang Naruto dengan lutut kanannya, tetapi Lucifer muda itu juga menahan tendangan Taichou dengan lutut kirinya. "Aku tidak akan kalah dari orang paling jahat sepertimu, Taichou! Kekuatan 72 Djin yang kau gunakan tidak akan berpengaruh terhadapku!"
Blaaar!
Keduanya saling terpental setelah beradu tinju. "Ara ara... Ucapanmu itu terlalu arogan Naruto, kau fikir siapa yang memulai gesekan dimensi ini? Kau fikir siapa sudah menghidupkan jiwa yang seharusnya mati? Kau fikir siapa yang sudah membantai Hades dan menerobos Cochytus untuk membawa jiwa Akeno kembali?" Taichou menerjang. Pedang merahnya terselimuti Api Astaroth. Naruto juga tak mau tinggal diam, ia melapisi Sword of God dengan Amaterasu dan ikut menerjang.
Blaaaar!
Ledakan kembali terulang dengan percikan api hitam dan putih yang berhamburan disana-sini. "Aku memang telah membawa jiwa Akeno, tapi tetap saja pada akhirnya aku gagal dan mati. Bukan aku yang harunya disalahkan tapi kau! Ya kau adalah cikal bakal dari hancurnya dunia ke-2!"
"Hahahahaha~." Pria berumur dua puluh satu itu tertawa gila layaknya seorang pesikopat yang gembira karena berhasil mencabik-cabik mangsanya. "Sudah kuduga... Semua Naruto itu busuk, egois, arogan, dan tidak bertanggu jawab! Tapi, ya sudahlah aku sedang tidak bersemangat untuk melawanmu." Masou (Djin Armor) milik Taichou dinonaktifkan, kini penampilan pria itu kembali normal seperti sedia kala.
Brakh!
Brakh!
Jatuh dari langit dan mendarat dengan mulus disamping Taichou. Naruto Rikudou dan Naruto Angel bersiap untuk menerjang Naruto Lucifer.
"K-KAU! Beraninya memaksimalkan [Zagan] kepada Angel dan Rikudo untuk menjadikan mereka senjata!" Rahang sang Lucifer mengeras menahan amarah, genggaman pada pedangnya sangat kuat! Seakan-akan dapat menghancurkan gagang pedang emas itu sendiri. Naruto sangat marah kali ini! Kesabaran yang sedari tadi ia kumpulkan benar-benar sudah sampai pada titik terendah.
"Zagan? Tidak juga, aku malah menggunakan [Bellial] untuk mengontrol fikiran mereka berdua. Dan oh aku hampir lupa~ dimana Akeno terakhir itu berada?" Taichou melirik kesana-sini tapi ia tak bisa menemukan keberadaan gadis incarannya itu. "Oh... Sudah kabur? Tapi baguslah, aku tidak ingin Naruto Rikudo melihat wanita jalang itu dan lepas kendal, sepertimu."
"Taichou aku bersumpah akan membunuhmu!" Naruto menerjang maju penuh amarah dalam kecepatan maksimal.
Trank!
Belum sempat Naruto Lucifer sampai di tempat Taichou, Naruto Angel sudah mematahkan pergerakannya "Angel sadarlah!"
Trank!
"Taichou adalah tuanku jadi siapa'pun yang membahayakan nyawanya adalah musuhku." Angel berlari ke depan pedang besar dari kristal syurgawi ditangannya berdenyut ganas mengisyaratkan kehancuran.
Blaaar!
Pedang emas dan kristal beradu menciptakan kejutan energi kuat. Naruto Lucifer tidak tinggal diam ia memanfaatkan moment ledakan itu untuk menarik pedangnya dan membuat tebasan vertikal guna menyerang Naruto Angel, tetapi dengan perhitungan yang akurat Angel mampu menahan serangan itu dengan mendatarkan pedangnya.
"Ck. Ini tidak mengun_" Belum sempat menyelesaikan ucapanya, mata sang Lucifer muda dibuat membulat sempurna karena merasakan hawa kehancuran total dari atas. Ia mengadahkan wajahnya dan mendapati Naruto Rikudo siap untuk menembakan lima Bijuu Dama. "Sial!"
[Balance Breaker!]
DUUAAAAAAAAAR!
Ledakan dahsyat menghancur dunia emas, ciptaan Naruto Lucifer dari salah satu kemampuan Balance Breaker miliknya, menjadikan semua kembali seperti sebelum ditembakannya Bijuu Dama.
"Ohok." Darah segar termuntahkan oleh sang Lucifer karena efek dari Bijuu Dama yang sengaja ia pindahkan kedalam dimensinya memaksa ia keluar dari mode Balance Breaker. "A-aku sudah tidak bisa menggunakan pedang emas lagi." Benar saja, setelah Naruto mengatakan itu Sacred Gear miliknya terurai menjadi serpihan cahaya.
"Menyerah atau mati. Hn?" Taichou kembali memprovokasi.
"Cih ja-jangan hara_Ohok." Lagi dan lagi Naruto memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tubuh kekarnya terasa sangat sakit dan kaus putih yang ia gunakan'pun sudah hancur akibat serangan barusan. "A-aku harus mena_."
Brakh!
Naruto terpental jauh keatas saat tiba-tiba Naruto Rikudo sudah berada di depannya dan memukul dagunya kuat-kuat. Naruto Rikudo kembali menghilang dan muncul di atas Naruto Lucifer yang masih melayang bebas. Bendar chakra emas mengisi kaki kiri Rikudo yang menghunus ke langit dan dalam tempo yang sama ia melancarkan tendangan kuat tepat menghujam perut Naruto Lucifer.
Blaaaar!
Kawah lebar tercipta akibat serangan itu. Merasa belum cukup Naruto Rikudo menciptakan Rasenshuriken di kedua tangannya, dan langsung melempar kumpulan chakra padat berelemen angin itu sekuat yang ia mampu.
Duaaaaarrr!
Amukan Chakra berukuran nano yang mampu menghancurkan sel-sel tubuh itu, mengakibatkan ledakan kuat, menghancurkan apa'pun dalam radius yang mampu dijangangkaunya.
"AAAAAAAAAAA!"
DUAAAAAAAAARRRR!
Kembali ledakan super dahsyat terjadi ditempat jatuh Naruto Lucifer. Namun, kali ini bukanlah akibat Rasenshuriken atau'pun serangan Taichou, mau'pun Angel, melainkan berasal dari tubuh Naruto Lucifer sendiri.
Absolute Power of Destruction mengamuk liar, melahap segala yang menghalangi jalannya baik itu tanah, batu, hutan, air atau'pun ledakan Rasenshuriken. Semua hancur sampai tak tersisa kekuatan itu menelan segala sesuatu sampai titik nol, dimana sebuah eksistensi lenyap tak tersisa.
Taichou terbang ke langit diikuti Angel dan Rikudo. Pria diusia dua puluh satu itu, menatap kekuatan Naruto Lucifer yang masih menelan segalanya dengan pandangan bosan.
[Ba'al]
Lingkaran sihir pentagram kembali merubah Tanto dalam genggaman Taichou menjadi pedang biru berkepala Naga, diikuti dengan sisik naga beraura biru berlapis petir yang menyelimuti sang tuan.
[Extream Magic]
Langit mendung akibat pemanasan atmosfir bertambah gelap seakan-akan tertelan kegelapan, sebelum terbelah oleh lingkaran sihir Pentagram.
[Bararaq Incerad Saika!]
Halilintar raksasa turun dari langit menargetkan satu tempat dimana Naruto Lucifer berada.
DUUUAAAAAAAAARRR!
Dan ledakan itu menjadi tanda bahwa; hutan pingiran Kota Seoul, sekaligus kota itu sendiri kehilangan eksistensinya dari dunia. "Pada akhirnya, semua akan aku hancurkan." Taicho mengakhiri. Tapi sebelum pria itu benar-benar pergi, jelas terlihat bahwa kedua matanya meneteskan air mata.
Sebuah kesedihan dibalik kekuatannya!
.
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
Beberapa tahun yang lalu. . .
Seorang gadis berumur sepuluh tahun menangis tersedu-sedu dalam naungan hujan. Air langit yang membasahi bumi bercampur dengan kentalnya darah mengalir tenang terbawa derasnya hujan.
"O-okaa-san." Gadis cilik itu menjerit tertahan tanpa bisa berbuat lebih ketika melihat jasat ibunya saling tindih dengan mayat-mayat anggota Clan pengguna Naginata, yang dibantai habis-habisan oleh jenis manusia yang belum pernah gadis kecil itu lihat sebelumnya.
Hanya sayap-sayap hitam penuh bulu, dan sayap mirip kelelawar, yang gadis itu tahu milik segerombolan orang yang membantai pemukimannya.
"Ke-kenapa? Ke-kenapa kalian melakukan ini semua." Entah keberanian atau putus asa yang saat ini mengisi relung hati gadis itu, ia berjalan mendekati kelompok pembantai tersebut tanpa tahu tujuan pasti.
"Hoo Ojou-chan? Kenapa kau tidak bergabung dengan teman-temanmu di dalam kandang itu?" Salah seorang pria menunjuk ke arah kiri tempat dimana sebuah sangkar yang di dalamnya terisi penuh oleh anak-anak. Gadis itu diam tak menjawab. Namun, pegangan tanganya begitu kuat menggenggam Naginata kecil yang selalu ia bawa dimana'pun ia berada.
"Hn? Kau mau melawan kami? Huahahaha jangan bercanda!" Seluruh orang yang berada disitu tertawa sejadi-jadinya karena merasa lucu akan hal yang diinginkan gadis kecil itu. Seorang gadis kecil ingin melawan mereka? Yang benar saja! Itu adalah lelucon terburuk yang pernah ada! Apa gadis kecil ini sudah gila? Atau mungkin dia bodoh? Yang jelas orang-orang ini malah merasa terhina akan hal itu.
"Cukup bermain-mainya bocah!" Salah satu pria menarik paksa Naginata dalam genggaman sang gadis cilik sampai membuat gadis itu jatuh mencium lumpur. "Cepat bawa bocah ini masuk!" Tanpa belas kasih, atau'pun rasa iba, salah satu pria bersayap gagak menyeret gadis itu secara kasat dan melemparkannya hingga membentur kerasnya besi sangkar tersebut.
"Akhhhh!" Gadis kecil itu keras menjerit penuh rasa sakit saat tubuhnya tak mampu lagi untuk menampung rasa nyeri akibat benturan keras tersebut.
"Hiks." Ingin rasanya memberontak namun apa daya ia hanya seorang anak kecil yang tak mempunyai kekuatan, untuk melakukan hal itu. Ingin rasanya meminta pertolongan namun, ia tak tahu harus memohon pada siapa, karena orang tua dan sanak saudaranya telah berpulang ke alam sana.
Hanya secerca do'a harapan yang mungkin berguna saat ini. Dalam hati yang gundah, gadis itu memohon kepada sang Maha Pencipta agar sebuah pertolongan, entah dari siapa tiba untuk menyelamatkannya.
Karena pada kenyataannya, do'a orang-orang yang tersakiti pasti dikabulkan. Hujan yang mulai reda, seolah-olah menjadi tanda terjawabnya do'a suci penuh harapan sang gadis kecil.
Crash!
Crash!
Crash!
Berpasang-pasang mata merah menyala dalam gelapannya malam. Kilau logam tajam yang bergerak secepat cahaya, memotong urat nadi di tenggorokan untuk merenggut kehidupan milik para makhluk arogon.
Sebuah pembantaian yang terjadi begitu singkat! Tak ada perlawanan, tak ada kegaduhan, dan tak ada waktu hanya untuk sekedar menyadarinya, karena disetiap detik satu nyawa telah pergi untuk mendapat penghakiman di alam sana.
Tidak lebih dari lima menit, orang-orang yang telah membantai Clan gadis itu... Kehilangan kepala mereka tanpa tahu apa yang menyebabkannya.
"Taichou. Semua target selesai dieksekusi." Dari balik bayangan, keluar lima orang berpakaian ANBU lengkap dengan Syal merah yang melingkar di leher mereka.
"Bagus. Misi selanjutnya adalah membebaskan anak-anak itu dan membersihkan barang bukti. "Pemuda berambut kuning yang tampak seperti ketua regu team itu kembali memberi perintah, dan dalam hitungan detik seluruh bawahan pemuda itu kembali menghilang dalam kegelapan.
"Onii-chan? Ka-kau datang kemari untuk menolongku'kan?" Pemuda yang menggunakan topeng Naga itu mengalihkan direksi penglihatanya ke kiri, dan ia dapat menemukan seorang gadis yang berumur tidak jauh darinya, berjalan mendekati.
"Itu adalah misi yang saat ini aku jalani. Dan hey! Kenapa kau memanggilku Onii-chan? Aku masih berumur sepuluh tahun tahu!"
"Hehehehe." Bukannya menjawab gadis itu malah tertawa mendengar jawaban anak laki-kali di hadapannya. "Kau lucu sekali, Onii-chan~."
"Ukh~ jangan panggil aku Onii-chan. Bukankah kau juga seumuran denganku?"
"Hehehe~ iya, kira-kira seperti itu Onii-chan."
"Hah~ baiklah baiklah. Kau bisa memanggilku sesuka hatimu."
"Yeah~" Ketua muda yang memimpin misi berbahaya itu hanya pasrah menghela nafas, melihat tingkah kekanak-kanakan gadis itu. Yah... Walau'pun sebenarnya dirinya juga masih bocah sih.
"Nah... Sekarang beritahu aku, siapa namamu?"
"Tsubaki. Shinra Tsubaki. Kalau Onii-chan?" Sebenarnya pemuda itu agak riskan untuk membocorkan identitasnya. Namun, setelah sejenak berfikir, mungkin tidak ada salahnya karena gadis bernama Tsubaki ini hanyalah anak kecil.
"Aku..." Pemuda bersurai kuning itu membuka topengnya perlahan, menampakkan mata merah berbahaya yang mulai berubah menjadi biru seindah samudra.
"Naruto Arashikage."
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
-Empat Hari Kemudian, Satu Hari Sebelum Dragon Raid.-
Berita penyerangan yang akan dilaksanakan oleh Lima Fraksi menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru dunia Supernatural. Berita besar itu tentu saja menarik perhatian Fraksi lain yang tak memiliki sangkut paut dalam insiden tujuh hari yang lalu.
Banyak tanggapan-tanggapan positif dan dukungan dari pihak mitologi lain bahkan Fraksi Dewa jepang dan Dewa Mesir turut mengirimkan beberapa pasukan elit mereka demi menambah persentase keberhasilan dalam penyerangan ini.
Tetapi... Sama halnya dengan kejadian yang sudah lumrah pada umumnya, dimana ada Pro disitu ada Kontra. Ada beberapa fraksi yang mencekal dan memberi komentar pedas dalam penyerangan ini, dengan dalih;
-Menciptakan Aliansi sebesar itu hanya untuk menghancurkan Teroris? Yang benar saja! Lima Fraksi yang bersatu sudah cukup untuk menjajah kekuasaan Mithologi lain dan menghancurkan dunia! Jadi bukankah Aliansi yang dilakukan Lima Fraksi itu sudah terlalu berlebihan?
Dan masih banyak tanggapan-tanggapan pedas lainnya, yang menyudutkan Lima Fraksi. Puluhan bahkan ratusan surat dari berbagai Fraksi dengan cepat membanjiri kantor Maou Belzebuub selaku ketua umum Aliansi tersebut.
Bisa dikatakan sensasi akibat Aliansi itu begitu menghebohkan dunia Supernatural! Kedamaian yang sudah berjalan atas dasar kebebasan dan hukum Teritorial seakan-akan sirna hanya karena terbentuknya Aliansi besar tersebut. Padahal sejatinya Aliansi itu diciptakan untuk membuat keamana dan perdamaian tetap terjaga. Namun, sebaliknya hal itu malah dianggap ancaman terbesar melebihi apa'pun! bagi Mithologi lain.
Tetapi... Meski begitu banyaknya hujatan dan kecaman, pemimpin dari tiap-tiap Fraksi yang tergabung dalam Aliansi tidak sama sekali ambil peduli, apa lagi emosi. Bagaimana'pun terbentuknya Aliansi ini bukan untuk menginvasi Fraksi lain, melainkan untuk membasmi atau mungkin balas dendam terhadap Awakening Dragon. Dan tidak ada tujuan lebih, seperti yang dicurigai oleh Fraksi lain.
Cukup sekarang bukanlah waktunya untuk mencemaskan hal itu karena besok, rencana utama dari terbentuknya Aliansi Lima Fraksi akan dilaksanakan.
Dragon Raid. . . Adalah Misi paling berbahaya atau mungkin, akan menjadi pertempuran yang mengguncangkan dunia, karena misi ini melibatkan 10.000 pasukan gabungan dengan komposisi;
20% pasukan Iblis,
20% pasukan Malaikat,
10% pasukan Da-Tenshi,
20% pasukan Youkai.
20% pasukan Norse.
10% Sukarelawan.
Belum lagi ditiap-tiap 2000 pasukan terdapat 2 orang jendral dan wakil jendral yang langsung ditunjuk oleh Ajuka Belzeebub selaku pimpinan tertinggi Aliansi Lima Fraksi. Dan juga. . . Pada penyerangan kali ini, kelima pemimpin tiap-tiap Fraksi dan juga Dragon King kecuali Michael, turut andil bagian untuk memimpin barisan terdepan.
Untung saja Naruto sudah memanipulasi beberapa orang dalam, yang bekerja dibagian pusat data Underwold. Jadi rincian informasi dari Profosal Dragon Raid, sudah sampai kepadanya dan Awakening Dragon.
"Dragon Raid, benar-benar memiliki jumlah kekuatan yang sangat gila. Karena dengan semua pasukan itu, bisa saja mereka memusnahkan sebuah Mitologi dalam sekali lewat." Ophis berkomentar setelah membaca data-data yang terletak di atas meja persegi panjang, ruang tengah Kastil Ouroboros.
"Jadi apa yang harus kita lakukan? Nyaa~." Kuroka mendesah sesudah bertanya, ia tahu cepat atau lambat hal ini juga akan terjadi karena bagaimana'pun merekalah yang mengibarkan bendera perang terhadapat semua Fraksi. Jadi hal ini bukanlah berita yang mengejutkan bagi Kuroka atau'pun yang lainnya. Sebab, ini adalah jalan yang sudah ia dan teman-teman pilih untuk dilewati dan mungkin Dragon Raid adalah akibatnya dari jalan yang sudah dipilih dirinya dan teman-temannya.
"Hanya ada dua pilihan yang kita punya." Naruto dan Naruko, berjalan turun dari tangga untuk bergabung dengan semua orang. "Pertama kita kosongkan tempat ini dan melarikan diri melalui celah Dimensional menggunakan pulau langit Agreas." Naruto langsung duduk disamping Ophis diikuti Naruko, dan memposisikan tubuhnya untuk mendapat kenyamanan.
"Tapi yang jadi masalahnya adalah Agreas tak mampu bergerak lebih dari 100 KM/jam. Dan jika kita benar-benar menggunakan Agreas, pastinya Aliansi langsung membom-bardir Agreas sampai hancur. Lagi pula kita juga sudah dimata-matai sejak beberapa hari yang lalu. Dan juga. . . Melarikan diri bukanlah gaya kita." Naruto tersenyum setengah menyeringai, diikuti anggukan setuju dari semua orang.
"Yah... Mau bagaimana lagi? Ini memang sudah rencana kita untuk menghancurkan tiap-tiap Fraksi. Tapi tak disangka mereka malah beraliansi dan besok akan menyerang kita. Apakah kita para Naga akan diam saja?" Vali lanjut menimpali.
Sejujurnya Vali malah merasa sangat bahagia karena besok ia akan melawan orang-orang kuat yang belum sempat terjamah kehebatannya. Hanya dengan mendengar berita penyerangan ini saja sudah membuat hasrat bertarung sang Hakuryuukou mencapai tahap berbahaya, apa lagi bila merasakannya langsung? Sungguh sebuah sensasi yang sudah sejak lama ditunggu-tunggu oleh Vali.
"Mungkin ini terdengar gila tapi apa 'iya', kita bisa menang, melawan 10.000 personil campuran dari Aliansi Lima Fraksi? Dan ke 5 pemimpin mereka?" ucap Le Fay. Semua mata menatap sang gadis loli blonde dengan senyum aneh diwajah. Hal itu tentu saja membuat Le Fay merasa bersalah karena sudah pesimis sebelum berusaha.
Tapi jujur, Le Fay hanya ingin semua anggota Awakening Dragon selamat tanpa perlu kehilangan apa'pun. Mereka begitu berharga untuk gugur dalam pertempuran, mereka adalah keluarga yang membuat Le Fay merasakan apa yang disebut kasih sayang, mereka adalah segalanya untuk dirinya maka dari itu Le Fay tak sanggup jika harus melihat salah satu dari mereka gugur dalam pertempuran.
Puk.
Le Fay terhenyak dari lamunannya saat sebuah tangan kekar mengacak-acak rambut blonde miliknya. Ia mendongak dan mendapati Naruto Onii-sama-nya sedang tersenyum menyegarkan tepat kepadanya. "Tenanglah Le-chan. Aku berjanji akan memenangkan pertempuran ini, dan tidak akan membiarka satu'pun keluarga kita terbunuh di dalamnya."
"Kha kha kha, tak perlu khawatir Le Fay kami semua sanggup menghadapi mereka, bukan begitu Arthur?" Bikou merangkul sahabat sejatinya itu.
"Itu benar. Kami akan memenangkan pertempuran ini dan kembali tanpa kehilangan siapa'pun." Le Fay tersenyum penuh rasa syukur.
Ketetapan hati dari semua anggota Awakening Dragon begitu keras untuk dipatahkan! Walau'pun mereka tahu bahwa besok, 10.000 personil dari Aliansi Lima Fraksi, sekaligus para pemimpin, dan sekutu-sekutunya akan datang 'bertamu' ke rumah mereka, tapi raut wajah semua anggota Awakening Dragon sama sekali tidak menunjukan rasa takut atau'pun gelisah!
Hanya ada eksfresi kegembiraan yang nyata tercetak dari wajah mereka. Bahkan rasa haus pertempuran sangat mendominasi aura ditubuh mereka.
"Tidak menjajah dan Tidak dijajah kecuali mereka meminta kehancuran. Itu adalah prinsif dasar dari Awakening Dragon. Dan nyatanya kelima Fraksi beraliansi untuk menjajah kita. Maka dari itu mereka harus mendapat kehancuran yang mereka rindukan!" Tutur Ophis yang ditanggapi anggukan oleh semua orang.
"Nah. . . Tapi alangkah bijaksananya jika kita memakai sebuah rencana." Naruko yang sedari tadi hanya diam mengamati akhirnya turut andil bagian dalam perbincangan.
Semua menatap Naruko lekat-lekat. Gadis penjelmaan Juubi yang beberapa waktu lalu diizinkan oleh Naruto untuk bebas keluar-masuk segel Hexagram Makkura itu, sudah menjadi bagian dari keluarga Awakening Dragon. Jadi apa'pun rencana makhluk abadi yang baru menunjukan eksistensinya kepada dunia setelah menghilang sejak 10.000 tahun yang lalu itu pasti akan didengarkan oleh anggota keluarga lain.
"Apa rencana yang kau maksud Naruko?" Ophis tampak kurang yakin dengan rencana gadis itu, karena bagaimana'pun Ophis sangat mengenal Naruko dan kelicikkannya.
"Nfufufu~ Ophis, apa kau masih mencurigaiku karena Samael?" Ophis diam tak menanggapi. Menyadari Ophis tidak terpancing oleh provokasinya, Naruko melanjutkan. "Memang benar, kita kalah dalam jumlah untuk melawan Aliansi. Tapi seperti kata pepatah; Kualitas selalu mengalahkan Kuantitas. Namun, tanpa adanya strategi yang bagus kita sama saja meminta mati ditangan musuh. Maka dari itu aku akan memberikan strategi yang bagus dan lebih efektif." Dan semua anggota AD fokus mendengar rencana yang akan digunakan untuk esok hari.
.
.
.
.
To Be Continue. . . . .
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
AN: Halo~ berjumpa lagi dengan saya ('o')/
Hn. Sepertinya di chapter ini terjadi beberapa adegan politik yang gx jelas ya? Hahaha maafkan saya kalau begitu. Ah semakin panas saja alur di Fic ini banyak sekali konspirasi, dan hal-hal buruk yang terjadi.
Ok kali ini saya akan menjawab beberapa pertannyaan yang sangat sering saya temukan.
Q : ko fic Naruto DxD : In Rain You Lost. gx ada di Profil anda?
A : Ah maaf untuk itu. Fic tersebut adalah fic saya yang sudah dihapus karena saya salah dalam menyusun plot storynya. Tapi yang jelas pemeran utama dari Fic itu adalah Naruto Rikudou, Hinata, dan Akeno!
Q : Siapa sih Taichou? Kayanya kuat banget.
A : Taichou? Haha masih rahasia tapi satu yang pasti dia punya kekuatan 72 Djin / Iblis.
Stop! Mungkin cukup itu saja untuk sentara. Biarkan alur berjalan seperti seharusnya tanpa ada Sopiler :D #dibacok.
Dan. . . Ada seorang Author kenalan saya dari Sosial Media yang meminta untuk menyampaikan pesan ini.
-Alan Sahlan 65 sedang sangat sibuk, jadi untuk fic The Red Eyes dan Fox Sannin miliknya akan Hiatus sementara. Dia mohon maaf sebesar-besarnya pada Reader sekalian karena mau bersabar menunggu.-
Ah mungkin cuma itu yang ingin saya sampaikan, selebihnya... Terima kasih, karena telah bersedia menantikan Fic gaje ini! :D
Untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Dan tidak lupa... Saya akan membalas SEMUA REVIEW di Update-an selanjutnya!
Sekian dari saya~ Papa Haise The Centipede. (^0^)/
Salam Anti-Mainstream!
Summary :
DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )
DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)
DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)
DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)
DxD 5 : Android Mx-01. (Dari Fic : Before RE;)
DxD 6 : - Naruto no Aogiri. ( Dari Fic : Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)
DxD 7 : - ?
Unknow : Naruto Taicho, Bolt, Skull, Hyodou Issei (30Th).
Death : Azazel, Sirzachs, Shamhazai, Joker Dulio, Yasaka no Kyuubi, Loki.
Issue For Next Chapter : Dragon Raid : Fajar terakhir.
