Kau tahu? Sebesar apa'pun rasa benciku terhadapmu, dan sebesar apa'pun rasa sakit ini... Tetapi rasa cintaku, lebih besar melebihi semua itu" Sang hairess Gremory membisikan kalimat menyesakkan itu tepat di atas tubuh terkapar Naruto. Sebuah hal yang tidak terbayangkan dan tak terfikirkan oleh Naruto.
Gadis itu... Adalah musuh besarnya.
Gadis itu... Adalah rival abadinya.
Gadis itu... Adalah pemimpin dari kubu kebenaran.
Gadis itu... Adalah cintanya dan gadis itu adalah... Belahan jiwanya.
Akan tetapi apakah kau tahu? Terkadang cinta saja tidak cukup, karena bagaimana'pun Takdir dan Jodoh telah ditentukan oleh sang Maha pencipta dan ini... Adalah takdir mereka berdua yang telah dituliskan, oleh sang Maha kuasa dengan pena perak bertinta emas, yang tercatat dalam kanvas hitam tabir kehidupan.
"Tapi... Kau adalah musuhku, Rias. Kita adalah makhluk yang telah ditakdirkan menjadi musuh abadi. Selayaknya api dan air, udara dan tanah, Yin dan Yang, hitam dan putih, baik dan buruk, kegelapan dan cahaya. Sekeras apa'pun kita mencoba bersatu, semua akan menjadi sia-sia. Karena kau adalah... Sang penyelamat, sedangkan aku adalah sang pemusnah." Dengan gerakan lamban, tangan kekar yang kini telah melemah milik Naruto, mencoba untuk membersihkan jejak-jejak air mata kesedihan itu dari pipi mulus milik gadis yang menindihi tubuhnya. Sedangkan telapak tangannya yang tersisa ia gunakan untuk mengelus penuh kasih sayang, surai merah serupa darah yang mengotori zirah emas pada tubuhnya.
"Mungkin aku egois tapi... Aku mohon untuk yang pertama dan terakhir. Angkat senjatamu dan tikamkan pedang itu tepat di jantungku, karena hanya kaulah yang mampu membunuhku dan menggunakan senjata itu."
"Tidak Naruto-kun, aku tidak akan pernah melakukan itu! Aku... Hikz... Aku tidak sanggup untuk membunuhmu! Karena a-aku... Aku... mencintaimu, dan akan selalu berada di sampingmu-"
Jari telunjuk penuh noda darah bercampur debu itu dengan cepat membungkam bibir tipis sang gadis. Memberi isyarat agar tidak ada lagi, satupun kata menyakitkan yang perlu dikeluarkan oleh sang pemilik "Jika itu adalah kamu, aku bersedia dan akan mengikhlaskannya walaupun aku harus kalah dalam pertempuran ini dan merelakanmu dengan yang lain...
...Karena aku telah lelah untuk menunggu yang tercinta mencabut jarum dari nadiku."
Cup!
Kecupan lembut mendarat dengan perlahan tepat di atas bibir merah tersebut, untuk menggantikan jari telunjuk yang membungkam suara sang gadis tercinta, dan menyampaikan segala rasa yang tak dapat diungkapkan melalui kata-kata.
Hanya kecupan ringan, tak ada nafsu, tak ada gairah. Hanya ciuman penuh kasih sayang dan simbol untuk menyapaikan segalanya yang berada dalam Latifatul Qolby [dasar hati].
Jleeb!
Dan dengan bantuan tangan Naruto yang menggerakan katana dalam genggaman Rias, sang gadis Crimson menancapkan katananya_secara tidak langsung_tepat menembus jantung pria yang menjadi cinta matinya.
"Sayonara My Queen."
Hujan deras membasuh bumi dengan kesucian yang membersihkan noda darah milik korban perang besar tersebut. Semua telah pergi, semua telah pulang menuju tempat mereka masing-masing, meninggalkan dataran tak berupa yang menjadi saksi bisu pertempuran paling dahsyat itu, dan meninggalkan satu tubuh tak bernyawa milik musuh besar yang menjadi pemicu perang tersebut.
[InzaFuin]
Mata kiri Naruto yang berupa Sharingan tiba-tiba saja terbuka lebar menunjukan mata merah penuh kutukan yang berputar kencang, dan mulai kehilangan cahayanya.
[Izanagi.]
Boft. . . . Dan mayat itu'pun menghilang entah kemana.
Story of The Last Twilight. . .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
The DxD
Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.
Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)
Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.
Pairing : NarutoXNarukoXOphis, IseXRias, ValiXKuro, Etc
Warning : Trilogi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Death Char, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). RUMIT!
.
.
.
.
.
.
.
ARC : III - Akar Tujuh, dan Waktu. The Last Day.
Chapter 24 - Dragon Raid : Fajar Terakhir.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Malam tiba membawa kegelapan yang nyata sebagai pertanda bagi dunia bahwa sang mentari telah kehilangan cahaya hangatnya. Bulan naik perlahan menghiasi malam tenang dengan pijar cahaya meneduhkan yang membawa kedamaian tak abadi, karena sang mentari akan membawa fajar baru untuk menyinari dunia.
Siklus itu terus berjalan tanpa henti, dan menjadi isyarat bagi seluruh tindak tanduk di dunia. dimana ada cahaya. . . pasti akan ada kegelapan yang menggantikannya, sampai nanti... Sampai sang bulan dan mentari tak sanggup lagi berdampingan mengurus bumi. Sampai hari dimana perjanjian itu tiba untuk menhancurkan bumi.
"Sepertinya ada yang sedang kau fikirkan Naruto?" pemuda bersurai putih akibat siksaan yang ia terima di penjara Lucifer itu, memalingkan wajahnya ke kiri dan mendapati Ophis tengah memandang wajahnya datar.
"Hmm. . . Aku hanya sedikit memikirkan Le Fay." Bohong Naruto. Sebenarnya bukan itu yang berada dalam otaknya, melainkan kegelisahan tentang tujuh energi identik dengan dirinya yang beberapa hari lalu ia rasakan, walau samar-samar.
"Apa yang membuatmu memikirkan Le Fay? Bukankah dia dan Kuroka akan baik-baik saja di Agreas."
"Aku tahu itu, tapi aku tidak dapat mengungkiri kegelisahanku, Ophis." Memang benar, bukan hanya karena tujuh energi itu yang membuat Naruto tampak gelisah. Naruto juga memikirkan keselamatan seluruh anggota Awakening Dragon, khususnya Le Fay.
Ia tak tahu harus berbuat apa jika Le Fay tewas dalam pertempuran ini, bagi Naruto... Le Fay adalah adik kecil yang sangat berharga bagi dirinya walau'pun semua anggota Awakening Dragon juga berharga dan sudah Naruto anggap keluarganya sendiri.
"Tenang saja Naruto. Aku yakin Naruko membuat strategi ini juga demi kebaikan semuanya. Lagi pula akan lebih berbahaya jika Le Fay turun langsung di barisan terdepan." Ophis menggenggam tangan besar pemuda itu, mencoba memberi ketenangan dan keyakinkan bagi pemilik tangan tersebut.
"Arigatou Ophis. Kau memang bisa diandalkan." Naruto tersenyum lebar sembari mengelus-elus punycak mahkota sang Ouroboros Dragon. Yah... Mungkin memang benar yang dikatakan Ophis, dirinya terlalu gelisah sampai-sampai sifat tenang yang ia miliki agak melemah.
"Nah. Bagaimana jika kita masuk ke dalam? Sepertinya Kuroka juga sudah selesai memasang pelindung. Kau tahu? Udara malam semakin dingin. " ucap Naruto dengan tubuh menggigil dibuat-buat. Mau tak mau, Ophis terkekeh pelan melihat tingkah konyol pemuda yang menjadi pangerannya tersebut.
"Hmm..." Ophis membuat posisi berfikir sejenak. Tentunya itu menarik perhatian Naruto karena raut wajah Ophis menjadi sangat manis, saat seperti itu.
"Bagaimana? Mau ikut masuk?" Tanya Naruto memastikan.
"Dengan satu syarat." Naruto memicingkan matanya ke wajah Ophis, rona merah nampak samar namun tetap dapat terlihat dengan jelas menyembur di pipi tembem gadis loli tersebut. Naruto tak habis fikir. Apa yang sebenarnya terjadi kepada Ophis? Sampai-sampai gadis datar itu menunjukan eksfresinya yang sangat langka. Lalu sebesit fikiran jahil terlintas di benak Naruto.
"Apa itu?" merasa angin malam yang semakin dingin Naruto kembali bertanya. Ia tak mau mati membeku karena terlalu lama menunggu jawaban sang gadis lola. Eh? Loli, bukan lola.
"Gendong aku."
"Ha? Apa katamu?" Naruto mengorek lubang telinganya, takut-takut dirinya salah mendengar apa yang dikatakan Ophis.
"Aku bilang, gendong aku." Pipi cuby Ophis semakin memerah padam, mengatakan hal itu lagi.
"Hah? Aku tidak mendengarmu." Entah Naruto yang sedang berimajinasi, atau mungkin Ophis yang semakin imut dengan rona merah padam saat mengatkan kalimat tersebut.
"Ge-gendong aku, baka!"
"Ok!" Tanpa berfikir panjang Naruto langsung mengangkat tubuh gadis loli itu dan menggendongnya di ala Bridal Style. "Pegangan." lanjut Naruto menambahkan.
"Y-ya." gugup Ophis menjawab sembari menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah padam, di dada bidang milik Shinsekiryuutei. Sedangkan pemilik dada bidang itu tengah menyeringai setan, karena berhasil menggoda sang Dewa Naga. Poor Ophis-chwan~.
Naruto melangkahkan kakinya mulai berjalan memasuki bangunan kastil Ouroboros. belum lama dirinya berjalan sembari menggendong Ophis untuk menuju ruang tengah, sebuah suara erotis, 'cetar membahana' terdengar dari arah dapur.
"..." Ophis dan Naruto saling pandang satu sama lain, rona merah jelas terlihat dari wajah keduanya.
"Err... Mau ngintip?" Tanya Naruto saat menghentikan langkah kakinya. Mendapat pertanyaan seperti itu, tentu saja membuat Ophis malu bukan kepalang. Wajahnya yang sudah memerah kini tambah merona dibuatnya. Tanpa menjawab pertanyaan Vulgar dari Naruto, Ophis mengangguk meng'iya'kan.
"Dasar Naga loli mesum." ejek Naruto, ala kadarnya(?) sebelum tangan mungil milik gadis loli dalam gendongannya itu, mendaratkan sebuah tampara keras.
Plak!
"Naruto no Baka." Bukannya merasa sakit, Naruto malah kembali terkekeh geli karena eksfresi malu yang Ophis tunjukan benar-benar imut. Sepertinya sebentar lagi Naruto akan mati akibat terlalu berlebihan mengkonsumsi keimutan sang Dewa Naga.
Langkah yang dibuat selembut mungkin, jarak satu langkah sangat dekat dengan jarak kaki yang lain, mengendap-endap layaknya kucing, Naruto dan Ophis menginvestigasi tempat yang menjadi sumber dari suara erotis yang semakin 'cetar membahana' tersebut layaknya duo maling.
Seett.
Engghh~
"..." Eksfresi Blank ditunjukan oleh sepasang Naga 'polos' tersebut ketika dua pasang mata mereka menangkap 'pergulatan panas' yang disajikan oleh dua insan sangat familiar di atas meja makan.
"Err... Se-sejak kapan mereka bisa semesum itu?" Naruto membisik nista di telinga Ophis.
"E-entahlah. Tapi menurut Bikou, mereka berdua sudah menjadi sepasang kekasih yang saling melengkapi, sejak aku bertarung dengan Naruko."
"..." Entah mengapa Naruto merasa agak... Iri terhadap pasangan baru itu, "Naga dan Kucing? Sepertinya tidak buruk juga."
"Mu-mungkin."
"..." Naruto dan Ophis kembali bertatapan, iris biru dan merah bertemu sepasang manik ungu indah, keduanya saling tenggelam dalam keindahan masing-masing, hingga tanpa Naruto sadari kakinya menyenggol tong sampah sampai jatuh ke lantai.
Brukh.
Naruto langsung bersembunyi dibalik pintu bersama Ophis, karena tidak mau mengganggu kesenangan Vali dan Kuroka yang syok oleh jatuhnya tong sampah. Atau lebih tepatnya tidak mau dicap sebagai tukang intip.
"..." Terlihat jelas dengan mata kepala Naruto sendiri, Vali langsung menyudahi ciuman panasnya dengan Kuroka, dan menghentikan aksi pelecehan terhadap pangkal ekor gadis kucing tersebut. Err... Ralat bukan pangkal ekor tapi bokong. Merasa tidak ada siapa-siapa disana, Hakuryuuko terkuat itu kembali melancarkan aksi mesumnya terhadap sang gadis kucing, dan mengabaikan tong sampah yang jatuh.
"Maniak." kata terakhir yang Naruto ucapkan sebelum ia kembali menggendong Ophis dan berlari menjauh.
"[Dapur cinta : Hasrat birahi sebelum pertempuran.] judul yang bagus untuk jadi sebuah Novel Hentai." Naruto terkekeh geli karena seenak jidatnya memberi judul terhadap kelakuan Vali dan Kuroka. " Sepertinya aku juga harus melakukan hal yang sama sebelum berperang. Oh~ Ophis-chan~ Ayo kita bermesraan~."
Plak!
"Da-dasar Naga mesum!"
Blaaarr!
"..." Ophis hanya memandang datar reruntuhan dinding yang hancur akibat ditabrak tubuh seorang pemuda nista yang mendapat hadiah 'penuh rasa cinta' dari sang Dewa Naga.
"Hmm... Sepertinya aku terlalu berlebihan." Polos Ophis dengan wajah datar tak berdosa, dan melenggan pergi dari tempat itu, seakan-akan tak terjadi apa-apa.
Ophis Strike Again!
Poor you Naru-chan!
.
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
Dua ribu Tenshi.
Dua ribu Akuma.
Dua ribu Youkai.
Dua ribu Valkry.
Seribu Da-Tenshi.
Dan Seribu pasukan sekutu.
Malam itu, sepuluh ribu personil dari Aliansi Lima Fraksi telah berbaris rapi di lapangan Instana Belzebuub untuk menantikan instruksi lebih lanjut dari ketua umum aliansi. Angin malam yang berhebus semi-kencang mengibarkan panji-panji tiap Fraksi, sebagai isyarat kejayaan abadi dan kemenangan sejati yang akan mereka dapatkan dalam penyerangan fajar ini.
Disebelah timur lapangan itu, berbaris seribu Naga yang juga akan turut andil bagian dalam pertempuran ini. Naga-naga itu terdiri dari dua tipe wilayah yang membedakan rupa mereka;
Pertama naga wilayah barat, mereka memiliki ciri-ciri khusus seperti kadal yang berdiri dengan empat kaki atau'pun dua kaki, dan sepasang sayap lebar yang tumbuh di balik punggung mereka.
Kedua adalah tipe wilayah timur atau lebih dikenal sebagai Naga khas Asia. Mereka berbentuk ular raksasa, namun memiliki empat kaki seperti burung elang dengan tiga cakar tajam disetiap kaki mereka, yang lebih mencolok dari Naga wilayah itu adalah kumis panjang dan tanduk rusa yang menghias wajah mereka.
Ratusan kawanan Naga itu terlihat dipimpin langsung oleh tiga Raja Naga yang masih eksis sampai sekarang, diantaranya adalah;
Tennin.
Fafnir.
Yu-Long.
Dan juga selain para raja Naga, ada beberapa Dewa yang ikut menjadi sekutu Aliansi Lima Fraksi dalam penyerangan kali ini atau lebih tepatnya... Perang besar. mereka adalah;
Dewa Isis dari Mitologi Mesir Kuno.
Dewa Susano'o dari Mitologi Shinto.
Dewa Amaterasu dari Mitologi Shinto.
Dewa Alam Kematian, Hades dari gunung Olympus.
Pemandangan yang terlihat di Underworld kali ini adalah hal yang belum pernah terjadi dalam sejarah. Dimana Lima Fraksi dan Dragon King menyatukan kekuatan mereka untuk satu tujuan yang sama tanpa adanya perselisihan dan tipu muslihat.
Mungkin, memang benar hujatan-hujatan yang mengatakan Aliansi ini terlalu berlebihan dan membahayakan keseimbangan dunia Supernatural. Pasalnya dengan himpunan kekuatan yang Aliansi Lima Fraksi kerahkan hari ini, mereka bisa saja melenyapkan sebuah Mitologi dalam sekali lewat.
Tapi... Ini belum cukup.
Musuh mereka bukanlah musuh yang pernah dilawan oleh siapa'pun! Musuh mereka adalah musuh yang belum pernah merasakan kekalahan. Dan musuh mereka adalah... 7 Naga yang mampu merubah alur dunia sesuka hati mereka.
Awakening Dragon.
Dalam Istana Belzebuub itu sendiri, tengah berlangsung rapat terakhir yang membahas strategi untuk penyerangan fajar ini.
Di atas meja besar berbentuk persegi panjan, nampak peta hologram yang menggambarkan sebuah pulau tak berpenghuni diwilayah perairan Samudra Pasifik. Menurut data-data peninggalan Azazel, pulau itu adalah tempat dimana markas persembunyian Awakening Dragon berada. Dan hal itu juga sudah dipastikan karena Team pengintai sudah dikirim ke pulau itu beberapa hari yang lalu.
"Letak markas musuh berada disini." Ajuka Belzebuub, menunjuk sebuah titik ditengah-tengah peta pulau tak berpenghuni itu, dan memastikan bahwa markas musuh tepat berada ditengah pulau tersebut. "Dan pasukan kita akan tiba di titik ini." Kembali Maou Belzebuub itu menunjuk sebuah titik namun kali ini berada di tepi pantai ujung barat dari pulau tersebut. "Ini memungkinkan kita untuk bergerak maju ke timur dan langsung melancarkan serangan besar-besaran."
"Aku fikir, serangan langsung dari depan tidak cukup efektif." Seluruh petinggi Fraksi yang hadir dalam rapat itu memalingkan tatapan mereka dari Ajuka ke arah Baraqiel. "Memang benar, musuh kita hanyalah berjumlah tujuh orang, tapi ingat, diantara mereka ada seorang jenius penciptakan Berrier Hexagram di Kyoto yang sangat sulit ditembus. Bahkan Azazel, masih belum mampu menemukan cara untuk melucuti rangkaian pelindung tersebut. Jadi bisa saja orang ini akan membuat Berrier serupa, atau mungkin lebih kuat dari sebelumnya."
Semua mengangguk setuju dengan hipotesa yang diberikan Baraqiel. Mereka tahu sekuat apa pelindung di Kyoto bahkan seorang Dewa'pun akan kesulitan untuk menghancurkan pelindung tersebut.
Barrier Hexagram adalah sebuah pelindung tingkat tinggi yang memiliki sistem kerja serupa tombol pemicu ledakan boom yang hanya bekerja jika bersentuhan dengan sebuah eksistensi yang memiliki energi Supernatural.
Pelindung itu sangat sensitif terhadap energi Supernatural walau sekecil apa'pun energi yang bersentuhan dengan pelindung itu, sensor otomatis akan langsung menyala dan meledakan segala eksistensi yang berani menyentuhnya. Ditambah... Pelindung tersebut juga memiliki ruang lingkup yang cukup luas bahkan mencakup wilayah udara dan dalam tanah,
jadi akan sangat mustahil untuk sekedar menembus pelindung itu atau'pun menghancurkannya karena selain sensitif terhadap sentuhan, pelindung itu juga memiliki lima reaktor yang berguna menjadi sumber energi bertahan dan menyerang.
"Kau terlalu melebihkan kekuatan musuh Baraqiel." Semua kembali mengalihkan tatapan mereka, saat Hades angkat bicara dalam rapat tersebut. "Dengan jumlah pasukan kita yang sekarang, tidak ada yang mustahil untuk dihancurkan. Lebih baik kita bahas strategi penyerangan karena aku yakin, pelindung ini dapat dihancurkan jika semua serangan dipusatkan pada satu titik."
.
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
"Syukurlah kau sudah siuman, Naruto."
Manik biru safir yang baru saja menampakan wujudnya, menangkap sesok wajah gadis yang sangat familiar bagi penglihatanya. "A-akeno, dimana ini?"
"Kita berada di tempat seseorang yang sudah menyelamatkanmu dari serangan pamungkas Taichou, empat hari yang lalu."
"E-empat hari? Jadi aku sudah pingsan selama itu?" Tanpa menjawab Akeno menganggukan kepalanya sebagai isyrat bahwa yang dikatakan oleh pria di depannya adalah benar.
"Siapa yang telah menyelamatkanku? Apa kau baik-baik saja Akeno? Apa yang terjadi diluar sana?" Bertubi-tubi pertanyaan dilancarkan Naruto Lucifer tanpa jeda sedikit'pun.
"Ara ara ufufufu. Pertanyaanmu terlalu banyak Naruto-kun. Aku bingung untuk menjawabnya." Naruto tak dapat menjawab, dirinya terlalu gugup mendengar logat khas seorang Himeijima Akeno yang sangat di rindukannya. Tanpa sadar kedua pipi bergurat itu menyemburkan rona merah. "Ma_."
"Maaf mengganggu Sweet Moment kalian, tapi kita harus segera bersiap-siap untuk mencegah kehancuran DxD 1 sebagai pusat 7 dimensi, di Semesta ke-dua." Dari balik bayangan keluar seorang gadis cantik bersurai merah darah yang membawa sebilah pedang perak keputihan, di punggungnya.
"Siapa kau?" Naruto memicingkan matanya tajam pasalnya aura yang dipancarkan gadis itu begitu mengerikan untuk ukuran seorang gadis muda. Dalam kedipan mata, Lucifer muda itu telah berada di hadapan gadis itu dan menghunuskan sabit hitamnya.
"Jadi ini reaksi orang yang sudah aku selamatkan?" Naruto melebarkan matanya karena tanpa sepengetahuan dirinya, gadis itu sudah berada dibalik tubuhnya dan balik mengancam dengan pedang perak berkilau.
"Jadi kau yang sudah menyelamatkanku dari Taichou? Maaf atas kelancanganku." Sabit hitam milik Naruto Lucifer kembali menghilang, begitu'pun gadis itu yang kembali menyarungkan pedang miliknya dibalik punggung.
"Tidak. Itu hal yang wajar karena auraku memang sangat mencolok dan mengerikan." Jelas gadis berwajah mirip Rias Gremory itu.
"Tapi... siapa kau sebenarnya? Wajahmu mirip dengan Rias Gremory tapi auramu kental akan Naruto Taichou.?"
"Aku... Ixis Gremory, Kakak Bolt Uzumaki, dan anak dari Naruto Arashikage atau yang lebih kau kenal dengan nama... Naruto Taichou."
Semua semakin diluar nalar!
.
.
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
Lebih dari sepuluh ribu pasukan berbaris rapi di pantai barat Pulau Ouroboros, ketika lingkaran sihir teleport raksasa menghilang dari tanah pulau tak berpenghuni itu. Angin laut yang berhembus kencang mengibarkan panji-panji kejayaan Aliansi Lima Fraksi yang diangkat tinggi-tinggi oleh sejumlah pasukan.
"Mereka sudah tiba." Ophis, dan seluruh anggota Awakening Dragon menyaksikan parade kekuatan itu jauh dari balkon lantai 4 kastil Ouroboros menggunakan layar hologram besar yang melayang di udara.
"Kalau begitu, ayo kita menuju posisisi masing-masing." Semua membalikan tatapan mereka menuju satu sosok gadis berkepang dua yang sangat identik dengan Naruto. "Kuroka dan Le Fay, segeralah pergi ke Agreas dan aktifkan mode bertempur dan kamuflase yang ada dipulau itu."
"Ha'i." Keduanya menjawab kompak, tanpa membuang-buang waktu Le Fay langsung membuat lingkaran sihir teleport dan pergi bersama Kuroka.
"Tenanglah Naruto, Le Fay akan baik-baik saja selama ia berada di Agreas." Naruko mencoba menenangkan Naruto, ketika sekilas ia melihat tatapan cemas yang terpancar dari kedua mata berbeda warna pemuda itu.
"Aku tahu, Naruko." Pungkir Naruto. Sejujurnya dalam hati pemuda itu merasakan kecemasan tinggi terhadap keselamatan Le Fay karena bagaimana'pun gadis Pendragon itu adalah adiknya, dan ia tak ingin melibatkan Le Fay dalam perang ini. Ia lebih baik mengirim gadis itu kesuatu tempat dari pada ikut andil bagian dalam perang walau'pun sebagai Team Suport.
"Aku dan Naruto menemukan air mata Phoenix dalam jumlah besar di gudang penyimpanan Agreas, mungkin sisa dari Rating Game." Naruko membagikan dua kotak Phoenix Tear kepada setiap orang. "Tiap kotak berisikan 3 Botol Phoenix Tear. Tapi ingat, walaupun persediaan Potion ini masih banyak di Agreas, tapi tetap saja Le Fay akan sulit untuk mendistribusikannya kepada kalian, jadi gunakan ini hanya disaat-saat mendesak."
"Sebagai tambahan, ditengah pertempuran Naruto akan mengaktifkan pelindung Hexagram di tiga area berbeda yang hanya bisa dilewati oleh kita. Pelindung pertama dan kedua mungkin akan agak sulit untuk dihancurkan dengan kekuatan para pemimpin Fraksi. Tapi setidaknya kita punya cukup waktu untuk mengisi stamina. Sedangkan pelindung ketiga dan yang terkuat, berada di area Kastil Ourobosos. Tempat ini memungkinkan Le Fay untuk mendistribusikan Phoenix Tear karena saluran Teleport akan diblokir mulai dari sekarang." jelas Naruko,
"Melihat dari posisi datangnya musuh, kemungkinan besar mereka akan menyerang dari Barat ke Timur secara frontal" Naruko menunjuk layar hologram yang nampak memunculkan peta pulau tersebut. "Maka dari itu 1 KM dari sini aku sudah menyiapkan sebuah jebakan yang dilengkapi dengan Fuin Gravitasi, agar mereka tidak bisa terbang ke langit. Sebaliknya kita akan bisa bebas di area itu karena aku sudah merancang Fuin tersebut sehingga tidak mempengaruhi kita." Lanjut Naruko sembari menunjuk beberapa titik yang berada dalam peta hologram tersebut.
"Tapi... Berhasil atau tidaknya perangkap ini juga tergantung oleh formasi kita, maka dari itu kita akan berpencar menjadi tiga tim;
Tim pertama Naruto dan Vali, kalian akan menerobos dari depan sampai tengah, guna mengacaukan barisan musuh. Tapi sebelum itu, Le Fay dan Kuroka akan terlebih dulu menembakan meriam sihir dari Agreas sebagai serangan kejutan. Tim kedua adalah Arthur dan Bikou yang akan menyergap musuh dari Utara, dan menggiring mereka menuju jebakan di utara.
Sedangkan Aku dan Ophis akan memancing musuh dari Selatan sama seperti Tim kedua yang bertugas menuntun musuh ke wilayah perangkat. Tapi ingat! Sebisa mungkin hindari bentrokan dengan pemimpin Fraksi karena itu akan membuat stamina kalian terbuang sia-sia. Jika rencana awal ini berhasil, barulah kita menghabisi para petingi." jelas Naruko mengakhir.
"Tapi bagaima jika musuh memiliki rencana yang lebih sempurna dari kita?" Ophis bertanya karena mungkin saja Aliansi akan melakukan hal kotor dalam pertempuran ini.
"Tenang saja, jika rencana ini gagal... Aku akan memberikan sebuah hadiah yang tidak mungkin dilupakan oleh sejarah dan mereka semua." Jelas gadis penjelmaan Juubi itu. Tiba-tiba Naruko menyeringai menakutkan! Dirinya tidak mungkin membiarkan Awakening Dragon kalah dalam pertempuran ini, karena sebagai otak dari Team ini, Naruko sudah menyiapkan lebih dari seratus strategi demi kemenangan.
"Ufufufu jadi ayo kita buktikan, strategi kita atau strategi Aliansi yang akan memimpin dalam peperang ini! Dan mari kita tunjukan kepada dunia betapa berbahayanya. . . .
. . . . . Awakening Dragon!"
Kegelapan malam berhias indah cahaya rembulan akan segera terganti oleh Fajar Terakhir, sebagai isyarat dimulainya pertempuran makhluk Supernatural
Aliansi Lima Fraksi VS Awakening Dragon!
.
.
.
.
.
To Be Continued. . . . . . . . .
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
AN : Halo halo~ berjumpa lagi dengan saya \('')/
Wew, alurnya makin gaje aja ya? Khukhukhu tapi di chaper-chapter selanjutkan akan saya janjikan sebuah perang yang menguras kinerga otak dan mental. Hahaha.
Fem!Ixis!? What the. . .
Ah apa kalian tahu? Ixis Gremory BUKANLAH OC, Karena char itu memang ada di Official HsDxD. Ok sebagai perkenalan dan juga mungkin belum ada yang tau? #dibacok
Warning! Ini Spoiler official Light Novel.
Di Spin-Off Light Novel High School DxD yang berjudul DxD EX. Bercerita tentang 30 tahun sesudah dunia damai. Ise memiliki 4 istri sah Rias, Asia, Ravel, Xenovia. Sedangkan nasib Akeno Dll jadi selir (njiir~ kamvret bener ni Ise) ada unsur Time Travelnya juga. Katanya sih mas Ishibum terinsfirasi dari film Boruto The Movie.
Nah. . . Ixis Gremory adalah anak (laki-laki) bungsu Ise dan pertama dari Rias. Ixis Gremory menjadi kartu AS Aliansi Mitologi Dunia yang dijuluki Ksatria Merah Pembunuh Dewa. Kebayang dong kekuatanya. '-')/
Jadi Ixis disini bukanlah OC saya cuma merubah Ixis jadi cewek aja ko. Dia tetap anak Rias, Ufufufu. Walau'pun bapaknya Naruto. #diDragonShoot.
Ah mungkin cuma itu yang ingin saya sampaikan, selebihnya... Terima kasih, karena telah bersedia menantikan Fic gaje ini! :D
Untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Dan tidak lupa... Saya akan membalas SEMUA REVIEW di Update-an selanjutnya!
Sekian dari saya~ Papa Haise The Centipede. (^0^)/
Salam Anti-Mainstream!
- Kubu-kubu yang terlibat dalam Dragon Raid -
[[Aliansi Lima Fraksi]]
- Maou Ajuka Belzeebuub.
- Maou Serafal Leviathan.
- Archngel Gabriel.
- Suster Gresilda.
- Gubernur Da-Tenshi Baraqiel.
- Longinus Ikuse Tobio Slash Dog.
- Dewa Thor.
- Dewa Odin.
- Raja Tengu.
- Sun Wukong Generasi pertama.
[[Dragon King]]
- King Dragon of Fire. Tannin.
- King Dragon of Earth. Fafnir.
- King Dragon of Water. Yu-Long.
[[Sekutu]]
- Dewa Isis.
- Dewa Susano'o.
- Dewa Hades.
- Dewa Amaterasu.
[[Awakening Dragon]]
- Ouroboros Dragon Ophis.
- Sekiryuushintei Naruto Arashikage.
- Great Red.
- Mysterious Tailed Beast Naruko.
- Hakuryuuko Vali Lucifer.
- The Stroonger of Holy Swordman Arthur Pendragon.
- Secon Generation of Victorious Fighting Budha Bikou.
[- Kubu yang berkemungkinan ikut berperang. -]
[[DxD]]
- Taichou. King of 72 Djin/Devil.
- Naruto Lucifer Namikaze.
- Naruto Angels.
- Naruto Rikudo.
- Naruto Root S.
[[Qlippoth]]
- Rizevim Livan Lucifer.
- Euclid Lucifuge.
- Naga Jahat.
[[Shakra Faction]]
- Dewa Shakra
- Cao Cao.
[[Future]]
- Sekiryuutei Hyoudou Issei (30th).
- Hakuryuuko Bolt Uzumaki.
- Skull.
- Ixis Gremory
Summary :
DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )
DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)
DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)
DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)
DxD 5 : Android Mx-01. (Dari Fic : Before RE;)
DxD 6 : - Naruto no Aogiri. (Dari Fic : Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)
DxD 7 : - Naruto Root (Dari Fic : Tokyo Root S)
Unknow : Naruto Taicho
Future : Bolt, Skull, FemIxis, Hyodou Issei (30Th).
Death : Azazel, Sirzachs, Shamhazai, Joker Dulio, Yasaka no Kyuubi, Loki.
Issue For Next Chapter - Story of The Darkness. (Before The Last Twilight)
