Satu tahun yang lalu. Semesta 1 - Dimensi 1 (DxD 1).

Dentum logam memuntahkan bunga api, mencemari udara dengan ledakan energi kala bertegur-sapa. Kilatan biru petir, merah crimson dan hitam kelam bergerak liar dalam trio tarian pedang yang membawa maut disetiap pergerakannya.

"Sial!" Ixis mendatarkan Katana perak miliknya di depan wajah untuk memblokir serangan fatal yang mengarah langsung pada tenggorokannya. Namun kuatnya serangan tersebut mengirim tubuh gadis crimson itu terbang jauh ke belakang. Dalam kecepatan kilat Bolt sigap menangkap tubuh Ixis, menbiarkan tubuhnya sendiri sebagai bantalan jatuh bagi kakaknya.

"Apa kau baik-baik saja Onee-chan?" Ixis mengangguk dan kembali berdiri dengan bantuan Bolt. Keduanya segera menyerbu maju dengan kombinasi satu-dua. Ixis mengarahkan Kanata tepat menuju leher Ayahnya. Namun, Naruto masih sanggup menangani kombinasi tersebut, dengan menahan laju Katana Ixis dan terbang ke atas menghindari tebasan Bolt yang mengincar kakinya.

Tidak membiarkan kombinasinya dipatahkan dengan mudah, Ixis dan Bolt melemparkan senjata mereka layaknya tombak untuk mengincar Naruto di udara.

Trank!

Kembali, Tombak-Katana perak dan hitam dimentahkan dengan mudah, tapi Ixis dan Bolt langsung melompat tinggi keudara, sembari membawa bola energi ditangan masing-masing. Merah untuk Ixis, dan hitam untuk Bolt. Dua bola energi padat itu diarahkan tepat menuju perut Naruto. Namun, kurang beberapa senti lagi serangan ganda itu membom-bardir Naruto, luapan aura petir menjadi penghalang.

"Sekarang!" Ixis dan Bolt berteriak. Dua bola energi di tangan mereka lenyap digantikan oleh kawat baja, lalu kedua kakak-adik itu memanfaatkan gaya gravitasi untuk menarik kawab baja ditangan mereka.

Sret~

Crash!

Duo Katana yang dianggap sudah jatuh entah kemana, tiba-tiba saja datang dalam kecepatan jet! Menembus punggung Naruto dari belakan sampai dada, dan mengirim pria pirang itu jatuh ke tanah. Namun, Ixis dan Bolt merasa serangan itu tidak akan menghentikan sang musuh, keduanya langsung melepaskan Divine Power dalam jumlah besar untuk membom-bardir kawah hasil jatauhnya Naruto.

"Kalian berdua memang anak nakal, eh?" Ixis dan Bolt melebarkan mata mereka shok karena mendengar suara Naruto yang tiba-tiba berada di belakang.

Trank!

Bolt dan Ixis, bekerjasama untuk menghalau Sabit perak raksasa. Penampilan Naruto yang sekarang, bukanlah Masou (Djin Armor) dari Baal yang penuh sisik naga, melainkan Masou (Djin Armor) dari Bellial yang berbentuk armor tulang dengan tulang naga yang melingkar disekujur tubuh dan dua pasang mata setan yang berada di dahi. Rambut pirang yang khas dari Naruto'pun berubah menjadi putih dan memanjang sampai lutut.

Blaar!

Kakak-beradik itu terpental akibat shock wave yang dihasilkan dari kekuatan dan kecepatan serang Naruto melebihi kecepatan suara itu sendiri, sehingga meledakakan molekul-molekul di udara.

"Berhentilah menggangu Ayahmu ini. Atau aku akan membunuh kalian, seperti aku membunuh Ibu kalian." Naruto melesat dalam kecepatan cahaya. Masou yang melindungi tubuhnya memungkinkan ia untuk bergerak sampai tingkat dimana sebuah molekuk penyusun tubuh dapat terurai dan musnah tanpa sisa karena tekanan yang dihasilkan oleh kecepatan itu sendiri.

"Kami tidak akan membiarkan Ayah untuk menghancurkan Dimensi 1, karena kami tahu bahwa Dimensi 1 Adalah pusat bagi Semesta 1 yang otomatis akan ikut hancur bersama 6 dimensi lainnya, jika dimennsi 1 hancur!" Rinnegan dan Saphire milik Bolt dan Ixis, menajam untuk mengamati setiap gerakan yang datang. Mereka memasang waspada tingkat tinggi karena gerakan Naruto yang mengelilingi mereka dapat menyerang dari mana'pun dan kapan'pun.

"Dasar BODOH!"

Crash!

Ixis dan Bolt jatuh berlutut karena sabit perak Naruto telak memotong pinggang mereka berdua dalam sekali lewat. Namun anehnya, tidak ada darah atau'pun bekas tebasan di pinggang mereka, bahkan rasa sakit yang seharusnya sangat menyiksa, sama sekali tidak dapat mereka rasakan.

"A-apa yang_" Bolt dan Ixis dibuat membisu, saat mereka tidak dapat merasakan tubuh bagian bawah mereka. Dari pinggang sampai telapak kaki. Semua terasa hampa, seakan-akan kuasa untuk berdiri dan menggerakkan kaki telah dirampas seluruhnya.

"Itu adalah efek sabit Bellial. Tidak berbekas, tidak menyakitkan dan tidak membunuh. Namun. . . . Sekali saja bagian tubuh apa'pun itu tersayat Sabit ini. Roh kalian akan dipotong dan dibuang ke dimensi Bellial." Naruto terbang ke atas meningalkan Bolt dan Ixis yang masih terdiam tanpa bisa melakukan apa'pun.

"Maafkan aku. Bolt, Ixis." Setitik air mata menetes dari pelupuk mata Naruto. Di langit lepas dimensi 1 atau DxD 1 Naruto mengangkat tangan kirinya tinggi-tinggi, kegelapan dahsyat menguar dari tubuh Naruto, menggantikan langit cerah hari itu dengan kegelapan nyata yang lebih menakutkan dari pada kematian.

"Datanglah niat jahatku!"

"Datanglah kebencianku!"

"Datanglah untuk memenuhi panggilan tuanmu!"

"Datanglah simbol dari malapetaka!"

"Datanglah. . . . Sang [666] Trihexa!"

GROAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARR!

.

.

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

The DxD

Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.

Crossover : Naruto and High School DxD

Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)

Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.

Pairing : NarutoXNarukoXLe FayXOphis, IseXRias, ValiXKuro, TsubaXKiba, Etc

Warning : Triologi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Multi-Universe, Death Char, Multi-Naruto, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). Fem!Ixis, Bolt. RUMIT!

.

.

.

.

.

.

.

ARC : III - Akar Tujuh, dan Waktu. The Last Day.

Chapter 25 - Dragon Raid.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

.

.
Dimensi 1 (DxD 1) - Semesta 2

Fajar telah berakhir, cahaya mentari perlahan mulai terbit dari ufuk barat menyinari hamparan rumput lepas yang menjadi tempat bentroknya dua kubu. Naruto berdiri tenang membiarkan angin pagi yang sejuk membelai rambut putih miliknya, rambut yang dipaksa memutih tidak pada waktunya itu, menjadi saksi bisu betapa kejamnya siksaan yang pernah Naruto rasakan.

Disamping kiri Naruto, seorang pemuda berambut abu-abu tengah menyeringai penuh semangat, karena sebentar lagi ia akan merasakan sebuah pertempuran yang dapat membuat darahnya bergolak dalam kebahagiaan. Vali Lucifer sang Hakuryuuko terkuat sekaligus mantiak bertarung itu sudah benar-benar tak sabar untuk beraksi.

Drep!

Parade kekuatan Aliansi Tiga Fraksi menghentikan pergerakannya karena di depan sana sang musuh dan target utama dalam perang ini tengah menunggu kedatangan mereka. Kemudian, tiap-tiap pemimpin Fraksi berjalan tenang menerobos rimbunya barisan tentara, agar dapat bertatap wajah dengan orang yang memicu peperangan ini.

"Aku tidak menyangka kalian semua rela beraliansi hanya demi menghancurkan Awakening Dragon? Sungguh pemikiran yang dangkal." Naruto melontarkan kalimat serkatis kepada para pemimpi Fraksi yang hanya berjarak kurang-lebih sekitar satu Kilo meter dari tempatnya berpijak. Syal merah yang melingkari leher pemuda itu, melambai-lambai tenang terbawa hembusan angin pagi yang menyegarkan. Dan perlengkapan ANBU lengkap dengan Katana Demon Slayer menyempurnakan penampilan pemuda itu yang siap menerjang kapan saja.

"Itu hanyalah sebuah kalimat kotor yang diucapkan oleh mulut sampah seorang penghianat! Naruto Arashikage dan Vali Lucifer, meyerahlah secara damai selagi perang ini belum merenggut nyawa kalian!"

"Menyerah? Untuk apa? Bukankah perang ini keinginan kalian? Jadi mengapa kami yang harus menyerah? Bodoh." Kali ini Vali menimpali perintah menyedihkan Maou Belzeebub itu. "Lagi pula. Kalianlah yang akan kehilangan nyawa, bukan aku, ataupun Naruto bukan pula Awakening Dragon. Karena kami akan menghancurkan kalian sampai tak tersisa."

"BAJINGA! Berani-beraninya kau menyombongkan diri. Aku pastikan kau mati ditanganku, sialan!" Tengu maju selangkah sembari membentak penuh amarah.

"Wow wow wow. Tengu-san. Kau dan mulut hinamu masih saja tidak berubah sejak terakhir kali kita berjumpa. Hn?" Naruto menyeringai, melihat raut wajah Tengu semakin mengeras atas ucapannya. Ia melanjutkan. "Dan apa itu? 'Aku pastikan kau mati ditanganku'. Ck! Leluconmu sungguh lucu, kau tahu? Hahaha. Jika tangan kotormu itu, memang bisa membunuhku atau'pun Vali, untuk apa repot-repot beraliansi? Ah~ aku tahu, jangan-jangan itu hanya bualanmu semata?"

"Brengsek!"

Wush

Raja Tengu melesat tanpa mendengar cegahan pemimpin Fraksi lain. Emosi yang membara dalam hati makhluk setengah gagak itu membuat akal sehatnya tak berkerja dan langsung menyerbu tanpa rencana yang matang.

"Kuroka."

Blaaaar!

Energi plasma turun dari langit menghujam Savana itu dan menghancurkan tempat yang semulanya subur menjadi kawah kehancuran yang memisahkan dua kubu.

Tap!

Raja Tengu mendarat mulus disisi yang lain, ternyata insting hewan yang dimiliki makhluk itu cukup bagus sehingga mampu menghindar dari jebakan Naruto. Namun, belum sempat sang Raja Youkai pengganti Kyuubi itu bernafas lega, ia harus dipaksa melebarkan matanya saat musuh sudah berada diatas dan siap memenggal.

Trank!

Katana Demon Slayer berbenturan dengan Katana Tengu menciptakan pekikan logam yang berefek kejutan udara. "Heh, lemah! Aku tidak menyangka kau berani menentang semua Fraksi hanya dengan kekuatan seperti ini." Mendengar ucapan Raja Tengu, Naruto hanya diam tak menjawab. Namun sebuah seringai bengis terlihat jelas dari bibirnya.

"Bodoh. Sifat arogana itu akan membunuhmu, kau tahu?" Naruto meresapi bilah tajam Demon Slayer yang masih menahan Katana Tengu dengan Dragon Power, bendar merah nampak melapisi pedang pembunuh iblis itu dan dengan sediki ancang-ancang, pemuda itu berucap sembari menebaskan katananya yang mempat terangkat.

"Pedang Gravitasi. . . 1000X."

Brakkkhh!

Tanah yang dipijaki oleh Raja Tengu amblas ke bawah seakan-akan ditarik oleh sesuatu, membawa segala yang ada di atasnya tenggelam ke dalam lubang yang tak diketahui kedalamannya. Naruto yang mengetahui musuhnya telah jatuh kedalam lubang akibat tarikan gravitasi itu, segera menciptakan dua [Dai Rasenringu] di kedua tangan, dan melemparkan dua bola hitam penghancur masal itu tepat ke dalam lubang gravitasi. Dua bola energi bermasa padat menukik tajam akibat tarikan gravitasi kuat menambah kecepatan dalam perjalanan untuk menghancurkan.

Duaaaaarrr!

Ledakan dari dalam bumi membom-bardir lapisan tanah teratas dan menciptakan gempa bumi yang cukup kuat untuk mengguncangkan pulau Ouroboros. Dataran rapat yang dapat dipijaki itu dipaksa terbelah disana-sini dan mencuat pada akhirnya.

"SERAAAANG!" Ajuka berteriak lantang memberi perintah kepada selur pasukan untuk menerjang maju menghabisi musuh yang mengancam.

"UWOOOOOOOOOOOO." Suara lantang penuh semangat membahana diseluruh area pertempuran, mengguncangkan bumi yang akan menjadi saksi bisu dimulainya perumpahan darah. Dua ribu pasukan terdepan menerjang maju, melewati pimpinan tiap-tiap Fraksi. Dua ribu pasukan tengah terbang ke langit untuk menciptakakan puluhan ribu tombak cahaya dan Iblis.

Langit cerah pagi itu segera dibanjir oleh tombak-tombak cahaya yang menaungi atap kawah pemisah dua kudu. Naruto menyadari posisinya tak menguntungkan, merilis [Dark Doom]. Aura hitam segera membanjiri area sekitar, sebelum membentuk kubah hitam transfaran untuk melindungi Vali dan Naruto.

Dan hal yang selanjutnya terjadi adalah. . . turun melesat layaknya hujan untuk mengguyur bumi, puluhan ribu tombak cahaya jatuh dengan irama kehancuran yang telah dijanjikan.

Blaaaaaaaaarrr!

Ledakan kuat dari puluhan ribuan objek menghancurkan segala yang berada di area pertempuran. Ratusan atau mungkin, ribuan kawah melubangi bumi dengan ukuran yang berbeda-beda. Segera, pasukan terdepan yang berjumlah 2000 personil menerjang maju setelah tiupan angin meniadakan asap debu yang membumbung tinggi.

Namun. . . .

Hal yang menyambut mereka bukanlah dua orang anggota Awakening Dragon, melainkan ribuan pedang hitam bertabur kegelapan yang bergerak tenang keluar dari satu lingkaran sihir raksasa untuk memenuhi udara dan masih terus berlanjut, seakan-akan lingkaran sihir berbentuk kepala naga itu adalah pakbrik penghasil pedang kutukan tak batas.

[Dark Creator : Rea Baldo].

Ucapan Naruto lantang menjajah langit, mengudara menggetarkan dada, dan keras menghancurkan jiwa. Ribuan pedang kegelapan melesat layaknya roket! Selagi lingkaran sihir yang menjadi pusat produksi masal objek tajam itu, terus-menerus menciptakan ribuan pedang kegelapan dalam setiap detiknya. Seakan-akan tak memiliki batas waktu atau materi dalam penempahannya

Sihir penciptaan. . . Pedang tak terbatas!

Ini adalah [Extream Magic]. Sihir terkuat milik Naruto, berguna untuk melawan musuh yang memiliki keuantitas diatas rata-rata. Tekhnik ini pengembangan lanjut dari [Dark Creator] yang meniru sistem kerja Scared Gear [Sword of Birth] milik Kiba Yuto, ketika Naruto masih menjadi bagian dari Kelompok Gremory.

Setiap bilah tajam yang diciptakan oleh tekhnik ini mengandung kutukan kuat dari aura tak bersahabat Pedang Raja Iblis Gram. Jadi, meski itu iblis yang memiliki tingkatan tinggi atau Ultimate-Devil. Tertusuk atau'pun hanya tergores, hasilnya akan tetap sama.

Musnah tak tersisa layaknya api yang membakar kayu kering.

Jeritan pilu membawa duka lantang menggetarkan udara. Para pasukan terdepan satu-persatu hancur menjadi abu setiap terkena serangan acak dari pedang-pedan kutukan Naruto yang tak ada habisnya diproduksi secara masal. Semua menjerit penuh kesakitan, suara mereka bersatu padu menciptakan Symponi megah lantunan musik kehancuran yang menjadi istrumen pelengkap pertempuran tersebut.

Naruto tertawa mengerikan. Entah mengapa, pemandangan di hadapannya benar-benar menjadi sebuah hiburan tersendiri baginya. Mungkin, ini adalah efek samping dari siksaan yang pernah ia terima di penjara Lucifer, sehingga membuatnya semakin tergila-gila dengan yang namanya pembantaian dan rasa sakit.

Naruto mulai Masokist.

Kemarahan jelas terlihat dari pasukan Tombak yang melayang di udara. Mereka berhasil selamat dari pembantaian itu berkat jangkauan serangan tersebut memang tak menjangkau area terbang mereka. Namun, yang membuat kemarahan mereka bertambah adalah tawa bahagia musuh utama yang penuh kegembiraan, selagi saudara-saudara mereka dibantai sampai tak tersisa.

"SIAPAKAN SENJATAAA! KITA HARUS MEMBALAS KEMATIAN SAUDARA-SAUDARA KITAAA!"

Seorang Malaikat pemimpin Squadron Tombak berteriak penuh amarah selagi air mata mengalir deras dari pelupuk matanya. Sebagai orang yang bertanggung jawab atas pasukan yang dipimpinnya, ia tidak akan membiarkan semua ini terus berjadi. Sudah cukup kejadian memilukan yang mereka saksikan, sudah cukup semua kesedihan yang mereka tahan.

Hanya ada dua pilihan kali ini!

Menyerang dan mati terhormat demi saudara-saudara mereka, atau mati dalam kehinaan, karena telah menyia-nyiakan pengorbanan saudara-saudara mereka.

"MATI MULIA, ATAU HIDUP TERHINA! SERAAANG!"

"UWOOOOOOOOOOOOOO!"

Gemuruh teriakan dari pasukan tombak, sekali lagi menggetarkan udara. Tanpa rasa takut akan kematian. Tanpa penyesalan atas keputusan, dan tanpa keraguan. Pasukan Tombak gagah berani melancarkan serangan. Hujan tombak cahaya dan iblis turun membanjiri bumi, demi menghancurkan pedang-pedang kutukan yang merenggut nyata saudara-saudara mereka.

Tak mau kalah, Naruto menggerakkan tangannya ke atas untuk merubah jalur serangan, selagi dirinya memasok energi dalam jumlah besar untuk sihirnya. Lingkaran sihir itu bertambah besar dan menciptakan lebih banyak pedang kutukan demi mengimbangi lawan.

"Vali!"

"Waktunya bersenang-senang!"

Vali melesat dalam kilatan perak, ia keluar dari [Dark Doom] dan langsung masuk dalam mode [Balance Breaker]. Armor Naga Syurgawi milik keturunan Lucifer itu memancarkan aura putih keperakan dalam intensitas gila. Tanpa fikir panjang, Vali menerobos parade pasukan tombak dalam kilatan perak sembari menembakan [Demonic Power] dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya.

Dalam kecepatan maksimal yang terlihat seperti kilatan perak, Vali menukik tajam dan kembali naik secara zig-zag bermanuver layaknya burung Walet menghindari berbagai serangan. Dalam fase itu Vali juga sempat membagi dua kekuatan lawan. Menjadikan kekuatan tersebut sebagai miliknya, sang Hakuryuuko terkuat kembali menyerang secara frontal.

'Sepertinya kau terlalu menikmati perang ini, huh? Sampai-sampai melupakan rencana. Dasar Baka.' Naruto terkekeh mendengar suara Naruko dari Earphone yang tersemat di telinganya.

"Gomen gomen, Naruko-chan."

'Cepatlah bertindak Naruto selagi kau belum mengacaukan Strategi terlalu jauh.'

"Iya iya aku tahu. Naruko~. Nah sebaiknya kau juga segera masuk dalam medan pertempuran sebelum aku menghabisi semuanya."

Tanpa menjawab, gadis Manifestasi dari Juubi itu menutup sambungan. "Heh." Naruto menyeringai buas penuh gairah.

"Ini baru saja dimulai." Lingkaran sihir raksasa di depan pemuda itu lenyap seketika, bersamaan dengan berhentinya produksi masal pedang kutukan. Naruto mencabut Katana Demon Slayer yang menancap di tanah, kemudian ia juga menghadirkan pedang Raja Iblis Gram dari dimensi penyimpana.

Menjejak tanah kuat-kuat sampai dataran keras itu remuk berkeping-keping. Naruto melesat maju untuk memasuki medan laga.

Crash

Satu tebasan dari Gram membakar seorang Iblis sampai habis menjadi abu. Segera Adrenalin pemuda itu meneriakan tanda bahaya, Naruto salto ke belakang menghindari serangan tiba-tiba dari arah depan, sembari melemparkan Katana Demon Slayer layaknya tombak. Petir hitam meletup dari bilah tajam Demon Slayer menyambar beberapa Iblis dan Youkai yang berada disekitar wilayah serangan Katana hitam itu.

Tap

Naruto mendarat tepat di samping Demon Slayer. Gram di tangan kanan, sedangkan Demon Slayer dipegang terbalik di tangan kiri. Mata kanan berwarna biru berubah menjadi merah khas binatang buas. Kaki kiri maju ke depan mengambil posisi miring, selagi kaki kanan bergerak mundur sekaligus menjadi titik tumpu penyokong berat badan. Naruto menjejak tanah kuat-kuat untuk melontarkan tubuhnya ke udara. Dua pedang dalam genggaman memancarkan aura kental akan kehancuran.

'500 orang yang tersisa dari pasukan terdepan, dan 1000 pasukan tombak.' Berkat mata khas klan Arashikage, Naruto mampu mengobservasi jumlah musuh secara akurat. "Baiklah waktunya pembantaian!"

[Namikaze Dark Step : Arashi Blade Dance]

.

.

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Another Side - Kubu Aliansi Lima Fraksi.

Gemeletuk susunan gigi yang saling bergesekan, terdengar jelas mewakili kemarahan seorang pria berrambut hijau. Mata hijau tajam menjadi semakin tajam layaknya elang pemangsa yang mengobservasi jalannya pertempuran. Aura kekuatan terpancar sangat kuat disela-sela emosi yang hampir mencapai batas berbahaya neraca di dalam hati.

"Haaah." Ajuka menghela nafas kuat-kuat untuk sekedar meredakan emosi yang hampir melepaskan kontrol ketenangannya. Sebagai jendral utama dalam perang ini, sebisa mungkin Ajuka harus tetap tenang agar semua strategi yang tersusun di dalam otak, tidak berantakan. Namun, sifat alaminya sebagai Maou yang bertanggung jawab atas keselamatan seluruh pasukan, Ajuka juga tidak bisa membiarkan pemandangan yang terjadi di medan laga terus berlanjut.

"Ajuka-dono." Ajuka mengalihkan pandangannya ke samping. Disana, ia dapat menemukan seorang gadis cantik berrambut biru yang memiliki porsi tubuh bak Super Model, tengah menatapnya datar.

"Ada apa Tiamat?"

"Bukankah sekarang waktu yang tepat untuk melakukan strategi [Bunuh Dari Dalam]?"

Mendengarkan ucapan gadis itu, Ajuka berfikir sejenak sebelum menjawab. "Memang, sekarang adalah waktu yang tepat. Tapi apa kamu mampu menemukan lokasi itu?"

"Tentu, bukankah selama ini kita sudah bekerja sama untuk mengutak-atik tempat itu? Jadi serahkan saja padaku." Sepasang sayap Naga es berwarna biru menyembul keluar dari punggung mungil Tiamat. "Lagipula aku adalah Dragon King terkuat dari lima Dragon King yang ada. Jadi jangan remehkan aku."

"Yare yare. Aku lupa, walau'pun perempuan Tiamat adalah ras yang berdiri diatas segalannya. Naga memang keras kepala." Ajuka bergumam melihat gadis penjelmaan Raja Naga itu, sudah meles pergi dalam sekali kepakan sayap.

DUAAAAAAAAAAAAR!

Belum sempat untuk kembali fokus, Ajuka dikejutkan oleh sebuah ledakan dahsyat yang berasal dari arah Selatan. Dengan sigap ia menggunakan sihir [Pengelihatan] untuk melihat sumber yang menjadi ledakan di dua arah berlawanan tersebut.

"Celaka. . . Musuh terkuat akhirnya menunjukan jati dirinya." disisi Selatan, ia dapat melihat dengan jelas sepasang gadis berkekuatan Abnormal menunjukan eksfresi tenang tanpa rasa takut sedikit'pun bahkan terlihat santai tengan melayang bebas di udara. "Ouroboros Dragon dan Mysterious Teiled Beast."

DUAAAAAAAAAAARR!

Lagi, dari arah sebaliknya. Suara ledakan kembali terulang untuk kedua kalinya. "Jadi musuh berencana untuk mengepung dari tiga arah?" Ajuka menyimpulkan saat tahu bahwa Bikou dan Arthur datang menyerang dari arah Utara.

"Baiklah jika itu yang mereka inginkan." Ajuka berbalik untuk menatap seluruh pasukan yang tersisa. Kira-kira lebih dari 6000 personil masih dapat melanjutkan pertempuran, ditambah ratusan Naga yang dipimpin oleh Dragon King tampak siap untuk menyerang.

"Yu-Long, Baraqiel, dan Isis-dono. Ikuti aku menuju arah Timur. Odin-dono, Thor-dono, dan Susano'o-dono. Tolong pimpin Dua ribu pasukan sayap selatan. Sun Wukong-dono, Slash Dog, dan Amaterasu-dono. Pimpin dua ribu pasukan sayap Utara. Fafnir, dan Tennin. Perintahkan pasukan 20 Naga untuk mengikuti tiap-tiap kelompok pengejar. Gabriel-dono, Serafal dan Griselda-dono. Tetaplah disini untuk memimpin pasukan pendukung selagi 3 rombongan mengejar musuh."

""Ha'i!""

"Hades-dono, dan para Grim Reaper. Aku serahkan serangan kejutan pada kalian."

"Sasasasa. Taktik licik huh? Itu memang keahlianku." Ucap Hades sebelum menghilang bersama 100 Grim Reaper yang dipimping oleh Grim Reaper Legendarhs, Pluto.

"Ayo kita buktikan strategi siapa yang akan membawa kemenangan." Sang jenius menunjukan taringnya!

"UWOOOOOOOOOOOOO!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Naruto Lucifer, Ixis Gremory, Hyoudou Issei, Bolt Uzumaki, Himeijima Akeno, dan Livinia Pendragon. Berjalan keluar dari lingkaran sihir bersimbol khas Gremory yang tercipta di wilayah pesisir Timur pulau Ouroboros.

"Kita terlambat, perang sudah dimulai." Walau'pun jarah antara mereka dan medan pertempuran, masih amat jauh. Namun Naruto Lucifer dapat merasakan getaran kekuatan dalam jumlah abnormal yang memenuhi pulau ini.

"Itu benar. Tapi, kita disini bukan untuk ikut berperang."

"Apa maksudmu Ixis?" Lucifer muda itu menatap tajam gadis crimson di depannya. "Jangan bilang, kau akan membiarkan Naruto Arashikage terbunuh dalam perang ini."

"Tentu saja, jika memang dia dapat terbunuh dalam peperangan ini aku akan merasa gembira, walau'pun pada kenyataanya dia hanya bentuk pararel dari Ayahku. Namun, kau tidak bisa meremehkan dia karena orang itu, tidak akan mati oleh siapa'pun."

Ucapan Ixis membuat Naruto menautkan alisnya bingung. "Tunggu sebentar, sebenarnya ada hubungan apa mencegah kehancuran [Semesta dua] dengan datang ke pulau ini."

"Ini tentang hubungan Naruto Taichou dan Naruto Arashikage."

"Apa maksudmu? Apa hubungannya Naruto Taichou dan Naruto Arashikage?"

"Cukup Naruto-san. Sekarang bukan waktu yang tepat untuk bercerita. Lebih baik kita mencari tempat yang lebih efektif untuk memantau peperangan. Bukankah kau juga merasakan aura Taichou, dan lima Naruto yang bergerak cepat menuju pulau ini?"

"Baiklah. Aku kurang paham tentang semua ini. Jadi aku harap kau yang jadi Boss-nya."

"Tentu saja."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.
To Be Continued. . . . . . . . .

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

AN : Halo~ berjumpa lagi dengan saya \('o')/

Waktunya saya berteriak : PERANG SUDAH DIMULAI! #plakk.

Mungkin masih belum seru, karena memang ini, baru saja dimulai. Tapi tenang. . . Don't Pancic baby~ Don't Panic! #plak Akan banyak kejutan yang terjadi dalam perang ini. Dan nanti akan mulai dibongkar semua misteri. Untuk sekarang, hanya beberapa paragrap di pembuka chapter yang menjadi penjelas misteri. Namun, semua akan jelas pada waktunya. :D

Hn, coba donks buat para Silent Readers, tunjukkanlah tampangmu #plak! Mau tamat nih mau tamat. Hahaha tapi gx maksa juga. Gx nongol ya, gpp. Kalo nongol, itu yang dipinta. Agar saya tahu, siapa sih yang sering baca fic saya. Soalnya kalau mengandalkan Traffic itu tidak jelas sama sekali. Walau nyatanya 2000 lebih, visitor yang maen ke fic ini disetiap Chapternya. (abaikan)

Ah mungkin cuma itu yang ingin saya sampaikan, selebihnya... Terima kasih, karena telah bersedia menantikan Fic gaje ini! :D

Untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Dan tidak lupa... Saya akan membalas SEMUA REVIEW di Update-an selanjutnya! Tapi maaf, seribu MAAF, untuk para Guests. Saya bingung untuk membalas Review kalian. Jadi maafkan saya yang tidak membalasnya.

Sekian dari saya~ Papa Haise The Centipede. (^0^)/

Salam Anti-Mainstream!

- Kubu-kubu yang terlibat dalam Dragon Raid -

[[Aliansi Lima Fraksi]]

- Maou Ajuka Belzeebuub.

- Maou Serafal Leviathan.

- Archngel Gabriel.

- Suster Griselda.

- Gubernur Da-Tenshi Baraqiel.

- Longinus Ikuse Tobio/Slash Dog.

- Dewa Thor.

- Dewa Odin.

- Raja Tengu.

- Sun Wukong Generasi pertama.

[[Dragon King]]

- King Dragon of Fire. Tannin.

- King Dragon of Earth. Fafnir.

- King Dragon of Air. Yu-Long.

- King Dragon of Ice. Tiamat.

[[Sekutu]]

- Dewa Isis.

- Dewa Susano'o.

- Dewa Hades.

- Dewa Amaterasu.

[[Awakening Dragon]]

- Ouroboros Dragon Ophis.

- Sekiryuushintei Naruto Arashikage.

- Great Red.

- Mysterious Tailed Beast Naruko.

- Hakuryuuko Vali Lucifer.

- The Stroonger of Holy Swordman Arthur Pendragon.

- Secon Generation of Victorious Fighting Budha Bikou.

[- Kubu yang berkemungkinan ikut berperang. -]

[[DxD]]

- Taichou. King of 72 Djin/Devil.

- Naruto Lucifer Namikaze.

- Naruto Angels.

- Naruto Rikudo.

- Naruto Root S.

- Naruto No Aogiri.

- Mx-01.

[[Future]]

- Sekiryuutei Hyoudou Issei (30th).

- Hakuryuuko Bolt Uzumaki.

- Levinia. Longinus Dimension Lost.

- Sekiryuutei Ixis Gremory

Summary :

Semesta 2 - DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )

DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)

DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)

DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)

DxD 5 : Android Mx-01. (Dari Fic : Before RE;)

DxD 6 : - Naruto no Aogiri. (Dari Fic : Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)

DxD 7 : - Naruto Root (Dari Fic : Tokyo Root S)

Unknow : Naruto Taicho

Future : Bolt, Skull/ FemIxis, Hyodou Issei (30Th).

Death : Azazel, Sirzachs, Shamhazai, Joker Dulio, Yasaka no Kyuubi, Loki.

Issue For Next Chapter - Dragon Raid : Strategi X Strategi (Tangisan Naga)