Beberapa Hari Yang Lalu. . . Sebelum Dragon Raid.

Angin pagi berhembus lembut membelai kelopak-kelopak bunga liar yang bermekaran membanjiri sebidang tanah agak berbukit dengan keindahannya yang mempesona. Pohon besar dengan daun rindang nan teduh berdiri kokoh menaungi taman bunga, seakan-akan menjadi pusat kehidupan bagi tempat mempesona tersebut. Sungai-sungai kecil yang berasal dari sumber mata air pegunungan, mengalir mengelilingi hamparan taman bunga yang secara alami membentuk irigasi khas daerah pesawahan.

Naruto bersandar di batang pohon besar itu, sembari menyelupkan kedua kakinya ke dalam aliran air sungai untuk mengusir lelah yang menghantui raganya, sekaligus menikmati keindahan mempesona yang ditawarkan oleh tempat tersebut untuk menenangkan jiwa.

Ini adalah tempat paling favorit yang sering Naruto dan Le Fay kunjungi. Tentunya, jika Ophis tidak memberikan misi. Selain itu, letak taman bunga alami ini juga tidak terlalu jauh dari Kastil Ouroboros. Sehingga Naruto, dapat dengan bebas mengunjungi tempat nyaman yang menawarkan pesona alami penenang jiwa ini. Bahkan saking seringnya Naruto berada ditempat itu. Sebuah pondok kecil, sengaja ia dirikan di tempat tersebut.

"Sejujurnya, aku hanya ingin menjalani hidup ini dengan tenang bersama semua orang, tanpa harus terlibat dalam konflik-konflik dunia supranatural atau'pun dunia manusia." Senyum cerah penuh kehangatan terpatri di bibir tipis Naruto selagi kedua tanganya memeluk tubuh mungil Le Fay dari belakang, yang duduk dalam pangkuannya. Senyum lembut merekah nyaman dalam kurun waktu yang tak terbatas. Eksfresi bahagia itu seolah-olah mengisi kekosongan hati yang didapat dari penderitaan selama hidupnya.

Baik di kehidupan pertama, maupun di kehidupan kedua.

"Tapi mungkin, itu hanya hal mustahil yang tidak akan pernah tercapai karena kita telah menambah konflik itu sendiri. Tidak. . . Bukan kita, tapi aku. Ya, karena keegoisanku dan dendam yang menghantui hidupku, semua orang jadi terlibat dalam masalah pribadik_"

"Onii-sama!" Le Fay membungkam bibir Naruto dengan jari telunjuknya, sebelum pria itu dapat kembali menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang telah terjadi.

"Ini bukan salahmu, atau salah siapa'pun. Ini memang jalan yang telah kita pilih. Jadi kumohon, jangan pernah menganggap semua ini adalah kesalahanmu, Onii-sama."

"Tapi, semua ini memang kesalahanku." Senyum sedih nampak nyata Naruto tunjukkan selagi tangan kekar pemuda itu membawa jari lentik yang membungkam bibirnya kedalam genggaman. Naruto kembali memeluk tubuh mungil gadis pirang yang sudah ia anggap sebagai adik kecilnya.

"Andai saja Ophis tidak menyelamatkanku di celah dimensional saat aku masih dalam kepompong Great Red. Aku pasti tidak akan mengenal Awakening Dragon.

Andai saja Arthur dan Vali tidak menolongku dari Fraksi Maou Lama dan Cao Cao. Pasti aku sudah mati tanpa tahu sifat kalian.

Andai saja tingkah konyol Bikou dan kejailan Kuroka tidak memberikan warna dalam hidupku. Tentu saja hari-hariku akan terasa sunyi.

Andai saja Naruko tidak membantuku kabur dari Istana Lucifer. Pasti deklarasi perang terhadap semua Fraksi tidak akan pernah berkumandang.

Dan andai saja, kau tidak membawaku ke tempat ini. Pasti lubang di dalam hatiku tidak akan pernah dapat terisi penuh dengan perasaan semua orang."

Le Fay agak tersentak saat bahunya mulai basah akibat cairan bening yang mengalir perlahan dari kedua bola mata pria yang memeluknya erat. Tanpa enggan, Le Fay memutar tubuhnya untuk sekedar melihat wajah Naruto yang menyiratkan segala kesedihan dan ketakutan, sebelum ia balik membalas pelukan kakaknya itu, lebih erat.

"Ma-mafkan aku. . . Maafkan segala yang telah aku lakukan."

"Onii-sama..."

"A-aku takut. . . Aku takut perang ini akan membunuh kalian."

"Onii-sama. ."

"A-aku benci. . . Benci, jika mereka akan merebut ka-kalian dari hidupku."

"Onii-sama."

"Aku tidak rela jika mereka kembali merenggut kebahagiaanku untuk kesekian kalinya."

"Onii-chan! Dengarkan aku!"

Mawar putih yang tumbuh disekitar Naruto dan Le Fay, entah mengapa mulai berubah dan menunjukan warna hitam, segelap malam. . . Menari-nari seirama hembusan angin yang membelainya lembut.

"Berhentilah menyalahkan dirimu. Lupakanlah semua yang sudah terjadi, ketakutanmu itu hanya akan membuatmu lemah."

Itu. . . Adalah bunga Lycoris.

"Tatap aku, genggam tanganku, bagilah semua keluh-kesah di hatimu hanya kepadaku. Dan jika semua itu belum cukup untuk menenangkan dirimu. . . Biarkan jiwaku ikut merasakan apa yang selama ini kau rasakan."

Bunga cantik semerah darah yang hanya mekar dimusim gugur itu, entah mengapa bermekaran tidak pada musimnya. Dan hanya menunjukan pesona alaminya disekitar Le Fay.

"Aku berjanji, tidak akan pernah meninggalkanmu. . ."

Bunga Lycoris, cantik. Namun, mengandung makna yang jauh berbeda dari bentuk fisiknya.

"Onii-chan~."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

The DxD

Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.

Crossover : Naruto and High School DxD

Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)

Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.

Pairing : NarutoXNarukoXLe FayXOphis, IseXRias, ValiXKuro, TsubaXKiba, Etc

Warning : Triologi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Multi-Universe, Death Char, Multi-Naruto, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). Fem!Ixis, Bolt. RUMIT!

:

.

.

.

.

.

.

.

ARC : III - Akar Tujuh, dan Waktu. The Last Day.

Chapter 26 - Dragon Raid : Strategi X Strategi. (Tangis Naga.)

.

.

.

AN(1) ; Yo~ Maaf mengganggu, tapi saya berada disini untuk memberikan beberapa Insert Song, untuk menemani kalian dalam membaca chapter kali ini. Jadi siapkan atau downloadlah bagi yang belum punya #digampar.

Ok. Nanti, saya akan memberi tanda untuk memutarnya.

- A Letter of Memories. By Killing Me Inside.

- Awake. By Killing Me Inside.

- Feed A. By OLDCODEX (Ost OP : God Eater)

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

.

.
Wilayah Selatan pulau Ouroboros. . .

Naruko, Ophis. VS Thor, Odin, Susano'o dan 2000 personil Aliansi Lima Fraksi.

[Play A Letter of Memories. by: Killing Me Inside.]

Lonjakan api emas menari-nari tenang membungkus tubuh Naruko. Mata merah gadis itu menatap datar kumpulan sampah yang bergerak maju dibawahnya. "Naruko, apakah membiarkan Naruto menggila akan baik-baik saja." Naruko menatap tenang gadis loli di sampinya.

"Tidak, itu buruk kau tahu? Jika kita membiarkan dia terus membantai, semua rencana kita akan menjadi sia-sia. Dan aku takut kesadaran 'makhluk itu' akan menguasai Naruto."

Ophis balik menatap mata merah gadis disampingnya dengan tatapan tajam. Seperti menyadari sesuatu yang ganjil, Ophis kembali bertanya. "Tunggu. Sepertinya kau menyembunyikan sesuatu tentang Naruto."

"Nfufufu~ asal kau tahu saja, Ophis. Aku disegel oleh tuanku, Minato Arashikage bukan karena aku adalah ancaman bagi dunia."

"Apa maksudmu?"

"Tuanku sengaja menyegel diriku dalam tubuh Naruto, semata-mata hanya untuk menjadi Frame atau pembatas bagi sesuatu yang dibawa oleh Naruto sejak lahir." Disegel bukan karena ancaman tapi disegel untuk melindungi ancaman. Apa maksudnya itu? Ophis benar-benar binggung kali ini.

"Mari kita melangkah lebih jauh, tepatnya saat Naruto berumur lima tahun." Naruko melanjutkan. "Waktu itu, Oracle mendatangi Naruto dalam wujud Malaikat dan membocorkan sebuah rahasia yang seharusnya tidak boleh diketahui oleh Naruto."

"Oracle? Apa yang kau maksud adalah 'Dia'?"

"Benar." Naruko menyeringat. "Aku menyebut eksistensi yang tidak diketahui keberadaanya itu dengan sebutan Oracle."

"Tunggu dulu. . . Sebenarnya apa yang berada di dalam tubuh Naruto? Sampai-sampai Minato menyegel makhluk terkuat sepertimu hanya untuk menjaga kesadaran Naruto dan 'Kesadaran yang lain' agar tetap terpisah?"

"Nfufufu~ siapa tahu? Yang jelas itu adalah eksistensi yang membuat tubuhku mergetar hanya dengan menatapnya. Ok cukup berbincang-bincangnya Ophis. Aku sudah jijik melihat serangga-serangga rendahan itu mulai mendatangi kita." Dan Naruko melesat turun untuk memulai pembantaian yang sudah dijanjikan. Meninggalkan Ophis dengan sejuta perasaan was-was tentang keterlibatan Naruko dalam keganjilan yang berada dalam tubuh Naruto.

"Firasatku buruk tentang ini." Aura hitam keunguan membungkus tangan kanan Ophis. Pelan tapi pasti aura itu memadat mengambil bentuk sebuah sabit hitam besar yang menyimbolkan kehancuran.

Blaaar!

Sebuah serangan mendadak dapat Ophis patahkan dengan mudah. Mata ungu datar milik gadis itu menangkap sesosok pria kekar berambut kuning pucat yang membawa sebuah martil baja terbungkus petir, terbang mendekat.

Itu Mjolnir. . .

"Senang bisa berjumpa dengan anda. . . Ouroboros Dragon, Ophis." Senyum menyegarkan terpatri di wajah tampan pria itu. "Tapi maaf. . . Karena diri ini harus membunuh anda atas dasar keadilan."

"Keadilan? Apakah benar ini tentang keadilan? Bukankah Dragon Raid adalah simbol balas dendam? Ah. . . Tapi siapa peduli? " Ophis memposisikan sabitnya untuk menyerang. "Wahay Thor putra Odin. Apakah engkau berfikir mampu mengalahkan diri ini? Kau tahu? Itu terlalu naif untuk seorang putra mahkota Valhalah sepertimu."

"Siapa tahu?" Dan keduanya melesat untuk membuktikan argumen masing-masing dalam baku hantam layaknya seorang ksatria.

Duaaaaaaa!

Ledakan Bijuu Dama yang Naruko tembakkan menghancurkan segala yang berada dalam radius ledakanya. Puluhan personil dari Aliansi juga turut musnah akibat serangan kuat tersebut.

"Nfufufu~ lama tak berjumpa, Susano'o-chan~"

"Naruko Otsutsuki. . . Aku tidak menyangka kau masih belum berubah setelah menjadi budak Arashikage Clan, selama ratusan tahun." Pria kekar dengan janggut dan kumis yang membingkai wajah keras serta kekuatan Abnormal yang menguar dari tubuhnya itu adalah Dewa Susano'o.

"Budak? Ufufufu~ sepertinya ada salah disini." Naruko menciptakan Nonoboku no Tsurugi dari 2 Godo Dama yang melayang dipunggungnya. "Tapi itu tidak penting. Bagaimana jika kita langsung saja bertarung tanpa perlu berbincang-bincang?"

Susano'o menyeringai buas mendapat tantangan langsung dari Naruko, tak lupa ia juga menghadirkan Ama no urakumo no Tsurugi dari dimensi penyimpanan. "Tentu."

"Kage Bunshin no Jutsu." Sepuluh reflika Naruko tercipta dari kepulan asap. "Hancurkan semua sampah itu." Setelah itu, para Reflika Naruko turun melesat untuk menerjang para pasukan Aliansi.

"Saa. . . Datanglah dengan seluruh kekuatanmu Susano'o-chan~." Naruko menyeringai buas menanti musuhnya melancarkan serangan.

.

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Wilayah Utara Pulau Ouroboros. . .

Bikou, Arthur VS Sun Wukong, Slash Dog, Amaterasu, dan 2000 pasukan Aliansi.

[Play. Awake. By : Killing Me Inside.]

Bikou bersalto kesana-kesini, tatkala menghindari serangan pasukan Aliansi yang mengincar dirinya dari segala arah. Ruyi Jingu Bang dalam genggaman terkadang ia gunakan untuk sesekali meniadakan tembakan-tembakan Demonic atau Divine yang menuju ke arahnya.

Dari arah yang lain, Arthur bergerak layaknya angin membantai puluhan pasukan Aliansi dalam waktu tak kurang dari persekian menit. Gerakan pemuda Pendragon itu sangat santai. Namun, mematikan dalam waktu bersamaan, ditambah eksfresi kalem di wajah pemuda itu memberi kesan menakutkan bagi siapa saja yang berani menghalangi jalannya.

"Hey Bikou! sampai kapan kau mau terus bermain-main seperti itu?"

"Kha kha kha, tenanglah sobat! Aku baru saja mau serius." Bikou melompat tinggi ke udara tangan kanan yang menggenggam Ruyi Jingu Bang ia arahkan layaknya seorang Atlet Lempar Lembing yang bersiap melempar.

"Membesarlah sayangku!"

Toya merah berujung emas dengan aksen rumit berukiran Naga itu tumbuh membesar seukuran pilar raksasa yang sering dijumpai dalam desain bangunan-bangunan eropa kuno. Bikou melempar Toya kolosal tersebut layaknya melemparkan lembing tanpa sedikit'pun merasa beban dari Toya yang jelas-jelas bertambah ribuan kali lipat.

Buuummmm!

Ratusan Iblis, Youkai, dan Malaikat hancur bekeping-keping bersamaan dengan debum keras memekikan telinga yang dihasilkan dari jatuhnya Toya kolosat tersebut.

Tap!

Bikou mendarat di samping Ruyi Jingu Bang, dan mengembalikan tongkat sakti itu ke ukuran semula. "Kha kha kha. Bagaimana jika kita bersaing Arthur? Siapa yang dapat membunuh lebih banyak diantara kita, maka itu adalah pemenangnya."

"Deal!" Arthur menyeringai buas penuh gairah. Mata biru laut pemuda Pendragon itu, menatap tajam sepuluh Naga China dan sepuluh Naga Eropa yang terbang rendah untuk memasuki medan pertempuran.

"Kalian mangsaku." Menjejak tanah kuat-kuat sebagai lontara, Artur melompat ke udara untuk menghampiri gerombolan Naga yang hampir mendarat tersebut. Holy King-Sword ditangannya memancarkan aura kekuatan suci dalam jumlah yang tak dapat diperkirakan banyaknya sampai-sampai, bilah tajam pedang suci terkuat itu ditutup oleh cahaya perak terang yang menyilaukan.

Crash!

Dalam satu tebasan kuat, jutaan galon aura suci melesat dalam kecepatan cahaya memotong sepuluh sayap bagian kiri dari Naga Eropa yang terbang berbaris.

Groaaaaaaaaaaa!

Naga-naga itu meraung sangat keras karena bagian tubuh penyeimbang sekaligur Airodinamis yang berfungsi untuk terbang di udara telah terpotong dan mengakibatkan mereka jatuh menabrak kerasnya tanah. Menyadari seranganya berhasil, Arthur yang telah mendarat di tanah kembali bergerak dalam kecepatan kasat mata untuk mempersempit jarak dengan musuhnya.

Crash!

Mengayunkan pedangnya secara horizontal, Arthur memberikan satu sayatan dalam kepada seekor Naga tipe Eropa yang mengakibatkan mulut sampai pangkal ekor Naga tersebut robek dan mati seketika. Tidak cukup hanya satu, Arthur kembali melompat ke kiri kali ini ia memberikan tebasan kuat untuk membelah semburan api dari Naga lain sekaligus mendaratkan serangan kritikal. Namun, belum sempat pemuda Pendragon itu kembali menyerang, gelombang api dalam jumlah ekstrim disemburkan oleh lima belas ekor Naga sekaligus.

"Maaf. . . Ini masih terlalu dingin, dibandingkan semburan api Naruto." Cahaya perak meletup dari bilah tajam Holy King-Sword dalam jumlah maksimal. Itu adalah tanda bahwa Arthur akan menggunakan tekhnik khusus dari pedangnya yang memberi keuntungan ganda dalam satu gerakan.

Api semakin mendekat, namun Arthur tetap tenang tatkala memposikan tubuhnya untuk melancarkan sebuah tusukan.

[Caliburn Tecnique : Seal]

Ujung runcing pedang suci ditangan Arthur, melontarkan sejumlah gelombang suci ke segala arah yang dapat dijangkau oleh gelombang api Naga. Detik berikutnya seluruh gelombang api itu diserap oleh aura suci yang di lepaskan Arthur, dan membawanya kembali ke dalam bilah tajam Holy King-Sword. Pedang perak itu kini terselimuti oleh api oranye yang menari-nari ditangan sang tua.

[Caliburn Tecnique : End.]

Arthur berteriak lantang penuh gairah, sampai-sampai suara pemuda itu menggelegar di langit medan pertempuran saat ia membuat tebasan-tebasan Vertikal dalam kecepatan dewa.

Disetiap tebasan itu. . . Gelombang api bercampur aura suci dilepaskan.

Disetiap ayunan pedang itu. . . Ratusan personil Aliansi dan Naga, terbakar habis sampai menjadi abu.

Disetiap kilatan pedang itu. . . Jutaan galon api suci dimuntahkan, dan membakar segala yang berada dalam radius satu Kilometer.

Sebuah pertunjukan yang dipenuhi kengerian dan jeritan putus asa. . . Tengah disajikan oleh Arthur Pendragon, untuk memeriahkan medan pertempuran sebelum para pimpinan 2000 pasukan Aliansi yang menyerbu wilayah Utara sampai ditempat tersebut.

Sejauh mata memandang. . . Hanya lautan api suci yang dapat ditemukan. Medan pertempuran wilayah Utara. . . Telah dibumi hanguskan oleh seorang Ksatria Pedang Suci terkuat keturunan King Arthur.

1500 Pasukan Aliansi dan 15 Naga. . . Mati ditangan Arthur Pendragon, tanpa menyisakan apa'pun kecuali abu hitam yang menyelimuti Bumi.

Trank!

Berkat reflek Arthur yang telah terasah sebagai Ksatria terkuat, ia mampu memblokir sebuah Toya berlapis Senjutsu sekaligus membalas serangan yang hampir saja memukul kepalanya telak.

"Sebuah kehormatan bisa berjumpa dengan anda."

Arthur membungkukkan tubuhnya untuk memberi hormat, kepada seorang pria yang telah berniat membunuhnya. Sebagai mantan member House of Pendragon, tatakrama dan sopan santun adalah hal yang sudah mendarah daging bagi Arthur sejak kecil. Jadi walau'pun itu musuh, Arthur tidak akan memilih dan memilah dalam memberikan penghormatan.

"Victorious Fighting Budha."

Tap!

"Yo Jii-san, jadi kau juga membatu aliansi eh?" Bikou mendarat di samping Arthur, seraya mengacungkan Ruyi Jingu Bang kearah Sun Wukong yang berada di depannya.

"Keturunan Raja Suci dan keturunanku, kalian sudah keterlaluan kali ini." Touki tebal menyelimuti tubuh penuh bulu Sun Wukong, saat ia membuat posisi siap menyerang. "Jadi, jangan salahkan aku kalau kalian mati ditanganku." Dalam kecepatan dewa, Raja Kera yang tercatat dalam kisah [Perjalanan Ke barat] menyerbu maju ke arah Arthur dan Bikou.

Traaank!

.

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

[Play. Feed A. By : OLDCODEX (OST OP. God Eater). ]

Wilayah Timur Pulau Ouroboros. . . . .

Naruto, Vali, VS Ajuka, Baraqiel, Yu-Long, Dewa Isis, dan 4000 Personil Aliansi.

[Dragon Break!]

Aura Naga merah yang membanjiri area sekitar, mulai memadat menyelimuti tubuh Naruto. Dan detik berikutnya, aura itu membentuk wujud armor Great Red yang membungkus tubuh sang tuan.

Brakh!

Tanah yang menjadi bekas pijakan Naruto remuk berkepeping-keping, saat ia melontarkan dirinya ke atas untuk melancarkan serangan kepada Naga-Ular berwarna giok yang melayang di udara.

Blaaar!

Tinju kuat terbungkus armor Naga, mendarat telak di rahang kokoh Yu-Long. Namun, tidak sampai membuat sang Naga-Ular jatuh ke tanah. Walau'pun nyatanya, tinju itu mampu merubuhkan sebuah gedung bertingkat.

"Yo Yu-Long. . . Nampaknya tandukmu itu tidak bisa tumbuh lagi, eh? Setelah kupotong waktu itu." Naruto mengembangkan sayap Naga merah di punggungnya, seraya menyapa sang Naga-Ular, dengan suara serkatis.

"Cih!" Raja Naga bernama Yu-Long itu meludahkan darah dari mulutnya. Ternyata serangan Naruto barusan memberi sebuah hasil cukup bagus. "Sampah sepertimu memang sangat busuk! Kali ini aku pastikan kau mati ditanganku."

"Sombong sekali~ bagaimama jika kita buktikan?" Tiba-tiba saja Naruto sudah berada di samping Yu-Long dan bersiap menebaskan Gram untuk merobek kulit Naga hijau tersebut.

Trank!

Pedang dan cakar sekuat baja bertemu meninggalkan dentuman keras dan percikan bunga api. Tanpa menjeda Naruto kembali mengayunkan Gram, yang kali ini mengincar pangkal kaki Naga hijau itu. Namun, ekor sirip setajam pedang milik Yu-Long mementahkan serangan tersebut, sekaligus membuat Naruto terpental jauh ke belakang.

"Mati!" Yu-Long menembakkan sejumlah peluru api untuk menyambut ke datangan Naruto yang melesat ke arah. Namun, peluru-peluru api itu tidak sempat menggapai sang target karena puluhan ular kegelapan telah terlebih dahu menelan serangan tersebut.

"Aku bukan keledai bodoh yang terjatuh ke dalam lubang yang sama dua kali."

[Elminogibon!]

Suara Naruto membuat Adrenalin Yu-Long menjerit sebagai pertanda bahaya. Dengan sigap Naga-Ular itu memutar posisi kepalanya ke belakang, dan detik berikutnya mata hijau sang Raja Naga, dibuat melebar ketika mendapati sebuah meteor api tengah menargetkannya.

"Sial!"

BLAAAAARR!

Hantaman telak membakar sekaligus menjatuhkan Yu-Long dari langit, tetapi berkat kekuasaanya terhadap udara ia masih sempat menciptakan prisai udara yang membungkus seluruh tubuhnya, sehingga sifat destruksif meteor api tersebut tidak terlalu memangkas nyawanya.

"Kena kau!" Belum sempat sang Raja Naga menghela nafas lega dan benar-benar menabrak tanah, keberadaan Naruto yang telah menanti di bawah membuat Naga hijau itu kembali melebarkan matanya, karena tak dapat melakukan apa'pun. Sebab pasca serangan kritikat barusan, membuat tubuhnya kaku.

[Mode Change : Imperial Armor!]

Aura Naga merah kembali meningkatkan intensitasnya dalam jumlah gila-gilaan. Perlahan tapi pasti aura itu memadat menambah masa armor yang menyelimuti tubuh Naruto. Sepasang sayap Naga yang berada di balik punggung pemuda itu bertransformasi menjadi dual tombak super tajam yang diselimuti oleh aliran petir legam.

[Dragon Spear]

Pada punggung armor Naruto, jet pendorong sangat kuat ditembakan dalam kekuatan maksimal yang secara otomatis melontarkannya ke atas dalam kecepatan yang tak dapat diikuti oleg mata.. "Pergilah ke Neraka!"

Crash!

Hujan darah turun dari langit, mengguyur tanah medan pertempuran yang akan menjadi pemakaman terakhir sang Raja Naga.

Buuum!

Yu-Long jatuh menghantam kerasnya tanah. Tubuh langsing nan panjang miliknya bersimbah darah dan campururan daging yang berasal dari leher, perut dan ekor, yang berlubang. "Ra-rasa in_"

"Ho? Jadi kau menyadarinya eh? Tapi semua sudah terlambat." Naruto memotong perkataan Yu-Long, saat ia berjalan untuk menghampiri sang Raja Naga. "Kau tidak akan mungkin selamat kali ini, karena seranganku tadi mengandung [Kutukan Samael] sebesar 90%." Mengucapkan hal itu Naruto menginjak moncong sang Raja Naga yang tengah sekarat.

[Kutukan Samael] adalah Dragon Slayer tingkat tertingi, dan racun paling mematikan bagi kaum Naga dan Ular. Satu tetes [Kutukan Samael] sudah cukup untuk membunuh seekor Naga berkelas Dragon King dalam jangka waktu 1 jam.

Dikisahkan. . . Samael adalah seorang Malaikat yang dulu menjelma sebagai ular untuk menghasut Adam dan Hawa agar memetik dan memakan [Buah Pengetahuan] yang tumbuh di taman Eden.

Panjang kisah. . . Tuhan murka kepada Samael dan mengutuk Malaikat itu menjadi Malaikat Jatuh setengah Naga, yang disegel dalam Cocytus dan simbol Niat Jahat dari Tuhan itu sendiri. Maka dari itu, setetes darah Samael sudah cukup untuk membunuh Naga dan Ular walau'pun, Naga tersebut berada dalam tingkatan Raja Naga.

"De-dengan. . . " Perlahan tapi pasti efek dari [Kutukan Samael] sudah menggrogoti Yu-Long, sampai batas dimana tubuhnya tidak bisa lagi digerakkan, dan lidahnya terasa sangat kelu. "Si-sisa kekuatanku. . . Aku mengutukmu. . . Naruto Arashikage."

"Tubuh yang berlumur darahku. . .

Kau, sosok Naga yang membunuh Naga. . .

Tanganmu itu, akan merengguut seluruh orang yang kau sayangi. . .

Dan menghancurkan mereka yang mencintaimu. . .

Penderitaanmu, adalah harga setimpal yang harus kau bayar. . .

Atas darah yang melumuri tubuhmu. . .

. . . Naruto Arashikage!"

Crash!

Gram menusuk mata Yu-Long, sampai menembus ke dalam batok kepala dan otak sang Raja Naga. "Kau terlalu banyak bicara, Yu-Long." Naruto mencabut Gram dari batok kepala Naga hijau itu, setelah memastikan sang korban tewas.

"Tanpa kutukanmu'pun, hidupku sudah menderita sejak aku dilahirkan ke dunia ini. Tapi sayangnya. . . karena itulah, aku sudah terbiasa dengan hal tersebut."

Yu-Long. . . Tewas!

'Onii-sama' Tiba-tiba suara Le Fay terdengar dari Earphone yang tersemat di telinga Naruto.

"Ya, ada apa Le-chan?"

'Kami diserang.'

"APA?! Siapa yang menyerang kalian? Apa kau baik-baik saja Le-Chan?" Naruto berteriak penuh kekhawatiran akan kondisi adik kecilnya.

'Kami baik-baik saja Onii-sama, Gogmagog-san saat ini tengah bertarung dengan Tiamat."

'Su-syukurlah kalau begitu. Tapi ingat! Jangan pernah keluar dari pelindung Hexagram. Aku akan segera kesana untuk membunuh Naga itu."

'Baiklah Onii-sama.'

Tanpa menjawab, Naruto memutus sambungan komunikasi itu. Dan segera merentangkan sayap Naganya untuk terbang melesat.

"Tunggu aku, Le_"

Blaaaaaarrr!

Naruto jatuh menghantam kerasnya tanah, saat tiba-tiba sebuah halilintar menyambarnya dari langit. "Ku-kuso!" Naruto segera bangkit, dan mendapati Ajuka serta Baraqiel tengah menatapnya tajam.

"Akhirnya kami menemukanmu Naruto Arashikage." Tanpa menunggu jawaban dari musuhnya, Baraqiel menerjang maju dengan tinju berlapis halilintar yang siap menghancurkan.

Blaaar!

"Sial! Aku tidak punya waktu untuk melayani kalian!" Dengan Insting tajam yang telah terasah sejak kecil, Naruto bersalto ke samping kiri untuk mengihindari serangan tiba-tiba Baraqiel.

"Aku harus mengakhiri pertarungan ini dengan waktu sesingkat mungkin. Jika tidak, Le Fay akan berada dalam bahaya." Aura kegelapan meledak dari tubuh Naruto dalam intensitas tinggi, membanjiri wilayah itu dengan warna hitam sekelam langit malam.

[Aku adalah raja yang akan bangkit dari gelapannya kegelapan malam]

(Ya, seperti itu. . . Itu'lah langkah yang sang raja tempuh.)

[Kesejatian yang terabaikan, bersembunyi di balik bayang dan terlupakan dimakan zaman!]

(Bayangan adalah sifat lain dari Kegelapan, itu adalah sifat sang Raja malapetaka.)

[Aku menangis dalam kebahagiaan, tertawa dalam keputus asaan, dan menggila pada dominasi rival merah-putih]

(Mereka dua makhluk suci syurgawi yang telah mencuri dominasi dari Tuhan.)

[Keangkuhan adalah temanku, kasih sayang adalah musuhku dan ikatan adalah dendamku.]

(Mari musnahkan~ mari tenggelamkan.)

[Dan aku akan memusnahkanmu dalam kegelapan abadi di jurang keputus asaan!]

[-[-True Dragon Drive-]-]

GROAAAAAARRRRR!

.

.

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Ketinggian 50,000 Meter di Atas Permukaan Laut.

Taichou menatap penuh minat ke arah Objek melayang yang berjarak 2000 meter dari tempatnya melayang. Tatapan matanya menajam, menyiratkan sebuah niat licik yang mulai tersusun rapi di dalam otak cerdasnya.

"Kalian tunggulah disini, ada sesuatu yang harus aku lakukan terlebih dahulu, sebelum membunuh para serangga itu." Taichou, menengok ke belakang, ke arah lima pemuda serupa dirinya, sebelum ia kembali melesat dalam kecepatan setara angin. Hanya selang beberapa detik, pria diumur dua-puluh-satu itu mampu mempersempit jaraknya dengan objek besar melayang yang tidak lain, dan tidak bukan, adalah pulau apung Agreas, tempat dimana Le Fay, dan Kuroka mengendalikan pulau langit tersebut.

"Tampaknya, ini berbeda dengan strategi Ajuka di duniaku." Dalam direksi penglihatan Taichou, kurang lebih sepuluh Gogmagog tengah bertarung dengan seorang gadis cantik berrambut biru, penjelmaan Dragon King Tiamat. Para Golem raksasa yang mampu melepaskan senjata-senjata proyektil itu sangat jelas bertarung demi melindungi pusat kontrol pulau apung yang diselimuti tiga lapis Barrir Segel Hexagram.

"Sepertinya akan menarik, jika aku sedikit andil bagian dalam area ini." Seringai kejam terpatri di bibir Taichou, saat simbol Hexagram bercahaya di bilah tajam Tanto dalam genggamanya.

"Wahai Jin yang menyimbolkan Kekuatan dan Nafsu memburu. . .

Aku perintahkan engkau untuk merasuki tubuhku. . .

Ubah tuanmu menjadi Jin Agung yang dapat menembus apa'pun. . ."

[Barbatos]

Cahaya perak dari Tanto itu kental menyelimuti tubuh tegap tersebut, merubah total tampilan fisik Taichou. Sekarang Tanto dalam genggaman pria itu berubah menjadi lembing Trisula berwarna perak metalik. Sekarang, rambut hitam semi-kuning milik Taichou menjadi lebih panjang dan berwarna putih perak, tubuh bagian atasnya menjadi lebih kekar, sedangkangkan tubuh bagian bawahnya terselimuti armor perak metalik mirip kaki Cheetah.

Wujud itu. . . Adalah Masou (Jin Armor) dari Jin Kekuatan dan Nafsu Memburu, bernama Barbatos.

"Gah. . . Kali ini aku tidak boleh terlalu berlebihan,." Taichou tersenyum masam mengingat ketika ia terlalu berlebihan, menggunakan kekuatanya untuk membunuh Naruto Lucifer, dan mengakibatkan Kota Seoul beserta pulau itu musnah dari peta dunia.

Lembing Trisula di tangannya ia arahkan dalam posisi menghunus. Tatapan matanya tajam, memfokuskan target yang akan merasakan kekuatan dari senjata yang mampu menembus apa'pun. "Hanya perlu 10% saja, ya itu lebih dari cukup." Dalam sekali gerak Taichou menjejak udara dan melesat layaknya meteor perak yang meninggalkan ekor cahaya panjang membentang di langit.

Crash!

Crash!

Crash!

BLAAAAAAAARR!

Dan detik berikutnya, Berrir Segel Hexagram yang disanjung-sanjung sebagai Berrir terkuat di dunia, hancur berkeping-keping setelah Taichou melubangi tiga lapis Berrir tersebut dalam sekali lewat.

"Hahahaha rasanya ini belum cukup." Lingkaran sihir Hexagram tercipta diatas Taichou, bertepatan dengan Lembing Trisula yang menghunuh ke langit.

[Xtream Magic]

Cahaya perak yang mengandung hawa kehancuran totol, ditembakkan dari ujung Lembing Trisula yang menghunus ke angkasa. Cahaya itu lama-kelamaan semakin meningkatkan intensitasnya dan perlahan-lahan mengambil bentuk sebuah pilar cahaya tipis, namun panjang nan tajam. Saking panjangnya, pilar itu seakan-akan melubangi langit pagi yang mulai menggelap.

"Dengan hadiah ini, semoga kau cepat terbangun, Naruto Arashikage."

Dalam gerakan lemah, Taichou mengayunkan Lembing Trisula yang sudah menjadi pedang cahaya perak super panjang itu, untuk membelah objek mengapung yang berada cukup jauh dari tempatnya melayang.

[Barbatos Longinus]

CRASSSSHHHH!

Pulau apung Agreas. . . Terbelah dua, dan jatuh dari langit karena Pusat Kontrol pulau itu, beserta Raja Naga Tiamat dan Sepuluh Gogmagog ikut terbelah dalam serangan tersebut.

Raja Naga Tiamat. . . Tewas seketika, terbelah oleh serangan Naruto Taichou.

.

.

.

.

.
To Be Continued. . . . . . . . .

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

AN : Halo~ berjumpa lagi dengan saya \('o')/

Waktunya saya berteriak : PERANG SEMAKIN MEMANAS!

Mungkin kali ini pertempurannya belum cukup seru, dan saya juga menyadari hal itu. Jadi maafkan saya yang membuat kalian kurang nyaman dalam membaca chapter kali ini.

Untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Tapi maaf, untuk chapter kemarin saya belum sempat membalasnya. Tapi yakinlah saya sudah membacanya semua ko. Dan itu membuat saya terharu T-T apa lagi, Review dari Mz&Mb Silent Readers. . . Aku mencintai kalian~ #plak

Sekian dari saya~ Papa Haise The Centipede. (^0^)/

Salam Anti-Mainstream!

- Kubu-kubu yang terlibat dalam Dragon Raid -

[[Aliansi Lima Fraksi]]

- Maou Ajuka Belzeebuub.

- Maou Serafal Leviathan.

- Archngel Gabriel.

- Suster Griselda.

- Gubernur Da-Tenshi Baraqiel.

- Longinus Ikuse Tobio/Slash Dog.

- Dewa Thor.

- Dewa Odin.

- Raja Tengu.

- Sun Wukong Generasi pertama.

[[Dragon King]]

- King Dragon of Fire. Tannin.

- King Dragon of Earth. Fafnir.

- King Dragon of Air. Yu-Long. (Mati)

- King Dragon of Ice. Tiamat. (Mati)

[[Sekutu]]

- Dewa Isis.

- Dewa Susano'o.

- Dewa Hades.

- Dewa Amaterasu.

[[Awakening Dragon]]

- Ouroboros Dragon Ophis.

- Sekiryuushintei Naruto Arashikage.

- Great Red.

- Mysterious Tailed Beast Naruko.

- Hakuryuuko Vali Lucifer.

- The Stroonger of Holy Swordman Arthur Pendragon.

- Secon Generation of Victorious Fighting Budha Bikou.

[- Kubu yang berkemungkinan ikut berperang. -]

[[DxD]]

- Taichou. King of 72 Djin/Devil.

- Naruto Lucifer Namikaze.

- Naruto Angels.

- Naruto Rikudo.

- Naruto Root S.

- Naruto No Aogiri.

- Mx-01.

[[Future]]

- Sekiryuutei Hyoudou Issei (30th).

- Hakuryuuko Bolt Uzumaki.

- Levinia. Longinus Dimension Lost.

- Sekiryuutei Ixis Gremory

Summary :

Semesta 2 - DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )

Semesta 1 - DxD 1 : Taichou, Bolt, Ixis, Levinia, Hyodou Issei (30Th).

Semesta 1 - DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)

Semesta 1 - DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)

Semesta 1 - DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)

Semesta 1 - DxD 5 : Android Mx-01. (Dari Fic : Before RE;)

Semesta 1 - DxD 6 : Naruto no Aogiri. (Dari Fic : Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)

Semesta 1 - DxD 7 : Naruto Root (Dari Fic : Tokyo Root S.)

Death : Azazel, Sirzachs, Shemhazai, Joker Dulio, Yasaka no Kyuubi, Loki, Yu-Long, Tiamat.

Issue For Next Chapter - Dragon Raid : Hati Yang Layu. (Sayonara. . . Onii-chan~.)