The DxD

Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.

Crossover : Naruto and High School DxD

Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)

Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.

Pairing : NarutoXNarukoXLe FayXOphis, IseXRias, ValiXKuro, TsubaXKiba, Etc

Warning : Triologi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Multi-Universe, Death Char, Multi-Naruto, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). Fem!Ixis, Bolt. RUMIT!

.

.

.

.

.

.

.

ARC : IV - 7 World's, 7 Man's, and 7 Fate's.

Chapter 27 - Dragon Raid : Hati Yang Layu. . . (Sayonara. . . Onii-chan)

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

.

.

20 Menit, sebelum Agreas terbelah.

Sosok Naga merah seukuran dua pria dewasa yang memiliki sepuluh ekor dan dua pasang sayap hitam, muncul dari dalam kawah hasil ledakan aura kegelapan. Mata merah Naga kecil itu menatap garang dua pria di hadapanya dengan nafsu membunuh kuat yang terpancar dari sorot matanya.

Syuut!

Naga merah itu tiba-tiba saja menghilang dari dalam kawah, meninggalkan After Image dan kembali muncul di hadapan Baraqiel dengan tinju kuat yang telak menghantam pipi sang Gubernur Da-tenshi.

Blaaar!

Energi kejut meledakan udara sekaligus menghancurkan area sekitar, dan membuat Baraqiel terlempar jauh ke belakang beberapa ratus meter. Tanpa menjeda, Naga merah penjelmaan Naruto itu mengibaskan kesepuluh ekor hitamnya untuk menyerang pria tersisa. Namun, sang Maou Belzebuub telah terlebih dahulu menciptakan sihir pertahanan super kuat untuk memblokir serangan tersebut. walau'pun nyatanya pertahanan itu hanya mampu bertahan satu detik sebelum hancur menjadi serpihan kaca, dan menghantam perut Ajuka sekaligus membantingnya ke tanah.

"Si_" Ajuka membisu, ketika rasa nyeri ekstrim sangat terasa dari bahu kirinya. Tak mau mengambil resiko yang cukup besar untuk tinggal diam, Maou Belzeebub itu terbang ke langit meninggalkan tanah dengan banjir darah yang berasal dari bahunya yang sudah tak memiliki daging dan hanya menyisakan bekas gigitan tak halus.

Tapi. . . Lagi-lagi, Adrenalin milik pria itu berbunyi menyiratkan pertanda bahaya. Tanpa fikir panjang dan hanya mengandalkan insting alaminya. Ajuka segera meningkatkan Demonic Power ditubuhnya untuk membuat bola energi terkonsentrasi di telapak tangannya, dan Segera menembakan serangan tersebut ke arah depan.

Dan ledakan, kembali terdengar di udara saat serangannya itu menabrak sosok merah yang melaju dalam kecepatan diluar akal sehat.

Groaaaar!

Naruto meraung menahan sakit di sayapnya yang memiliki luka bakar intens. Segera Darkness Power menyelimuti sayapnya, dan detik berikutnya luka tersebut menghilang tanpa meninggalkan bekas sama sekali.

[Ryuu Dama]

Suara menyeramkan terdengar dari mulut Naruto tetkala, tembakan Beam super padat berwarna hitam pekat, melesat hebat menyapu apa saja yang berani menghalangi jalur lintasnya untuk memusnahkan target yang telah ditentukan.

Menyadari tak ada waktu untuk menghindar, Ajuka juga ikut melontarkan Demonic Power dalam jumlah maksimum untuk menghalau Beam hitam pekat tersebut.

Drrtttttttt!

Hijau dan Hitam bertemu, saling bergesekan mencari dominasi antara keduanya. Ajang dorong-mendororong menjadi pergulatan sengit dari kedua serangan pemusnah masal tersebut, sebelum meledak bersama menyapu bersih segalanya yang berada di udara dan mengikis tanah sampai menciptakan kawah raksasa. Asap hitam kecoklatan membumbung tinggi ke angkasa, mengotori udara dengan debu-debu serpihan tanah yang mengotori udara.

Naruto kembali mengepakkan sayapnya. Dalam hitungan detik pemuda yang telah menjelma menjadi Miniatur Great Red itu telah berhasil menutup jarak dengan Ajuka selaligus menlancarkan tusukan kuat dengan ujung cakar layaknya tombak.

"Guha. . ." Ajuka memuntahkan darah segar dari mulutnya saat ia, dikirim jatuh dari langit. Namun Naruto tak membiarkan mangsanya itu jatuh sia-sia. Dirinya menghilang dan tiba-tiba sudah berada di tanah, tegak lurus dengan lintasan jatuhnya sang Maou.

"Mati!" Naruto membuka mulutnya lebar-lebar. jutaan partikel energi merah, dan biru berkumpul membentuk bola energi hitam keunguan yang semakin membesar disetiap detiknya.

"Ryuu Da_"

'Onii-sama! Pelindung Hexagram tiba-tiba hancur, menerima serangan dari objek misterius!'

"!." Kumpulan energi negatif yang siap ditembakan itu sirna seketika, saat suara Le Fay membuat matanya melebar sempura. Segera tanpa fikir panjang, Naruto mengepak dua pasang sayapnya untuk melesat pergi dan menghampiri Adik kecilnya yang mungkin berada dalam bahaya.

Jrash!

Namun, belum sempat Naruto melakukan hal itu, pergerakannya harus terhenti karena satu sayap di punggungnya telah terpotong oleh sebuah sabit Grim Reaper. "Guh~." Tidak sampai disitu, tiba-tiba sebuah Demonic Powor menghantam bahunya, membuat Naruto kehilangan keseimbangan dan jatuh menghantam tanah.

"Sial!" Dari mata merah yang ia punya, seratus Grim Reaper yang dipimping oleh Pluto dan Hades terlihat jelas menjadi penyebab dari luka yang ia terima.

"Kalian mengganggu_" Kembali. . . Naruto dibuat bungkam oleh sesuatu. Namun, kali ini tidak hanya pemuda itu yang dibuat membeku tetapi seluruh makhluk yang berada di pulau Ouroboros.

Pilar cahaya perak yang berasal dari lingkaran sihir Pentagram itu, mengontaminasi udara dengan kekuatan penghancur mutlak, menjulang tinggi di atas langit seolah-olah melubangi langit itu sendiri. Awan-awan putih yang sedari tadi menghiasi angkasa, tiba-tiba menggelap di sekitar pilar cahaya itu dan mengelilingi pilar perak yang penghunus langit itu layaknya planet-planet yang bergerak mengikuti orbitnya.

'Onii-sama!'

Groaaaaaaarrr!

Naruto berteriak keras, layaknya binatang buas sebelum memanfaatkan moment mencengangkan itu untuk terbang melesat menuju pulau apung Agreas. Tapi, baru saja sang Naga Merah lepas landas, pilar cahaya perak tersebut, membuat sebuah tebasan horizontal dan menunjukan ukuran sebenarnya yang nampak tak memiliki akhir.

[Bard Longinus]

"TIDAAAAAAAAAAK!"

Agreas yang berada dalam jalur tebasan pilar cahaya itu, terbelah dua dalam sekejap. Bahkan Laut dan seperempat pulau Ouroboros ikut terbelah sangat dalam, sampai-sampai aliran Lava menyembur deras dari bekas tebasan kolosal tersebut, sebelum pilar perak itu kehilangan bentuknya.

.

.

.

.

.

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Gemuruh super hebat nyaring terdengar dari langit dan bumi. Medan pertempuran yang diprediksi tidak akan mempengaruhi alam, kini nampak seperti berada dalam detik-detik kehancuran. Dari daratan yang memiliki bekas potongan kolosal, jutaan galon Lava pijar dimuntahkan layaknya Getset yang menyemburkan air mendidih. Laut lepas yang juga memiliki garis potong buatan super dalam melebihi Palung Mariana, yang berada di samudra pasifik itu sendiri, menyedot air asin ke dalam Palung baru selagi jutaan galon lava ditembakan ke atas.

Gempa bumi super hebat mengguncang seluruh dunia, akibat tebasan itu merusak lempengan Tektonik yang berada di dasar laut Samudra Pasifik. Langit bergemuruh dahsyat, awan gelap bercampura halilintar dan petir saling sapa-menyapa menyambar satu sama lain, untuk menciptakan kehancuran nyata. Pulau super besar yang terbelah dua di langit sana, mulai jatuh ke bawah, terbakar oleh Mesosfer layaknya duo meteor raksasa yang siap menghantam bumi dan menjanjikan kehancuran total.

Sebuah bencana yang mengawali kehancuran dunia baru saja dimulai dari pulau Ouroboros akibat bentroknya makhluk supranatural dan serangan pembuka dari Raja 72 Jin Solomon, Naruto Taichou.

Tidak memperdulikan bencana yang terjadi, tidak memikirkan akibat yang akan dialami, dan tidak mengindahkan ribuan objek yang jatuh terbakar di udara menabraknya, Naruto terbang ke atas untuk menghampiri Agreas. Dalam benak perwujudan Naga merah itu hanya satu nama yang yang mengisi akal sehatnya.

Le Fay.

Le Fay.

Dan Le Fay.

Hanya nama gadis blonde itu terekam di otaknya. Saat ini, Hati sang Naga Merah disinggahi oleh perasaan takut, cemas dan putus asa. Sehingga tanpa mengindahkan segalanya Naruto berusaha untuk mencari sosok adik kecilnya yang tak di ketahui kondisi dan keberadaanya itu, karena sambungan Earphone sebagai media komunikasi sudah terputus sejak pilar cahaya perak menghantam Agreas.

"LE FAAAAAAAY!"

Layaknya orang bodoh yang berteriak ditengang-tengah konser musik. Naruto memanggil nama dari adiknya sampai batas dimana pita suaranya tak dapat lagi bergetar.

Di wilayah utara, Arthur yang masih bertempur sengit dengan Sun Wukong, dapat mendengar teriakan Naruto dari Earphon yang tersemat ditelinganya, segera menebas udara dan merobek celah dimensional untuk melakukan perjalanan instan dan juga mencari adik kandungnya.

Begitu pula dengan Vali, sang Hakuryuuko yang tak kenal mundur dalam pertempuran harus rela menyingirkan egonya dan pergi melesat meninggalkan Dewa Isis demi menyelamatkan sang belahan hati, Kuroka.

Sedangkan, anggota Awakening Dragon yang tersisa, mau tidak mau harus bertempur dengan musuh yang nampaknya tidak terpengaruh oleh bencana dahsyat yang mengancam bumi. Mereka percaya, ketiga orang itu sudah cukup untuk menyelamatkan nyawa anggota yang lain.

Jadi selagi ketiga orang itu tak berada dalam posisi yang seharusnya, anggota lain harus bisa menutup kelemahan yang tercipta karena pada dasarnya mereka adalah satu dan tetap menyatu dalam tali persaudaraan, dan keluarga.

Blaaar!

Puluhan ledakan menghiasi langit saat Naruto menembakan [Ryuu Dama] untuk menghancurkan objek-objek keras yang berada dalam lintasan terbangnya. Sharingan di mata kiri berputar cepat demi melacak aura yang terpancar dari tubuh Le Fay.

"Disitu!" Hasil kerja keranya selama beberapa menit ternyata tak membohonginya, ketika mata merahnya menajam menemukan tubuh tak sadarkan diri dari adiknya yang melayang bebas. Segera Naruto menonaktifkan mode [Naga Mini] dan masuk ke dalam mode [Imperial Armor : Hyper Sonic Booster!] untuk menambah kecepatannya puluhan kali lipat.

kilatan merah bergerak dalam garis lurus meninggalkan ekor cahaya, detik berikutnya Naruto sudah membawa gadis loli yang paling ia sayangi ke dalam pelukanya.

"Minna, aku berhasil mennyelamatkan Le Fay." Suara Naruto bergetar menahan tangis ketika ia menyampaikan Informasi itu kepada semua anggota Awakening Dragon via Earphone di telinganya. Ucapan syukur dan lega terdengar dari semua orang karena berita baik itu, dan juga berita dari Vali yang berhasil menyelamatkan Kuroka, menambah intensitas kegembiraan tersebut.

"O-onii. . . Chan?" Le Fay membuka matanya perlahan dan menemukan Naruto _yang sudah membuka Helm Armornya_ tersenyum lembut ke arahnya. "Maafkan Aku_"

"Sstttt. Kau tidak perlu meminta maaf Le Fay karena tidak ada yang salah disini."

"Ta-tapi Agreas. . . Dan [Meriam Syurgawi] hancur karena kecerobohanku Onii-chan."

"Tidak." Naruto menghapus lembut, bulir air mata yang hendak turun dari manik biru sang adik dengan jari telunjuknya. "Kau tidak bersalah dan tidak dapat disalahkan, karena bagaimana'pun ini bukanlah salahmu. Kita berada dalam pertempuran. Jadi sudah sewajarnya jika satu-dua rencana tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan."

"O-onii-chan." Air mata tak lagi dapat dibendung oleh gadis keturunan Morgan Le Fay itu, sehingga mengalir deras membasahi pipinya tanpa bisa dibendung lagi. Ia bersyukur. . . Sangat-sangat bersyukur karena Kami-sama telah menganugrahinya kakak kandung dan angkat yang sangat menyayangi dirinya sepenuh hati.

"Sekarang, ayo kita pergi ke tempat aman agar kau dapat beristirahat Le Fay." Jet pendorong dipunggung armor Naruto mengganda untuk meningkatkan intensitas power yang dapat dikeluarkan agar menambah kecepatan terbang, dalam sekali kepakan sayap. . .

Namun.

Insting tajam dari Inkarnasi Great Red itu, memperingatkan akan datangnya sebuah bahaya. Dan benar saja dari bawah, ia dapat melihat semua pimpinan Aliansi sekaligus tiga Dragon King, menggabungkan kekuatan mereka dan melancarkan sebuat tembakan aura maha dahsyat untuk menghancurkan Agreas yang hampir membentur bumi.

BLAAAAAAAA!

Ledakan dahsyat menelan Agreas yang sudah terbelah dua, menjadikan dua bongkah pulau itu hancur lebur. Efek kejut dari ledakan tersebut menyebar luas di langit menyebabkan Naruto yang baru saja lepas landas harus rela terkena ledakan itu dan menyebabkannya terjatuh dari langit.

Brakh!

Namun, karena tekadnya sudah bulat untuk melindungi gadis dalam pelukannya, Naruto sekuat tenaga menyeimbangkan tubuhnya dan mendarat di tanah dengan posisi berdiri agar Le Fay tak menerima efek samping tekanan grafitas.

"Onii-sama. . . Lihat." Naruto menatap suatu arah yang ditunjuk oleh jari mungil adiknya. Dalam direksi pandangannya ia dapat melihat bekas hamparan bunga dari berbagai jenis menghiasi tanah berbukit dan mengelilingi sebuah pohon besar di pusatnya yang telah mati.

Ini. . . Adalah taman bunga alami yang sering Naruto dan Le Fay kunjungi. Entah disengaja atau tidak ledakan dahsyat tadi melemparkan keduanya sampai di tempat ini.

"Tidak perlu cemas, kita akan membangun tempat ini lagi setelah peperangan selesai. Dan hidup bahagia di tempat ini bersama semuanya." Ucap Naruto lembut ketika melihat tempat indah yang seharusnya menenangkan jiwa dan raga itu, telah terganti oleh kerusakan dan pemandangan tak layak.

"Onii-chan. Turunkan aku disini."

"Tentu."

Membiarkan keinginan Le Fay terkabul, Naruto menurunkan tubuh mungil adiknya agar gadis itu dapat bebas menjamah tempat tersebut sesukannya. "Onii-sama! Ayo kesini!" Le Fay berlari menaiki sebidang bukit yang masih memiliki sejumlah ke indahan.

"Hahaha tunggu aku." Keduanya hanyut dalam dimensi mereka pribadi, tak memperdulikan peperangan, tak mengindahkan kerusakan, dan mengabaikan segala hal.

Karena hari ini. . .

Menit ini. . .

Dan detik ini. . .

Adalah waktu terakhir bagi kedua insan itu untuk menikmati sisa-sisa kebersamaan mereka sebelum pada akhirnya, harus berpisah untuk. . .

Selama. . .

Selamanya. . .

Selama-lamanya. . .

"Onii-sama_"

Crash!

"?!." Mata Naruto membulat sempurna ketika sebuah busur perak menembus jantung gadis mungil yang berada di hadapannya.

"LE FAAAAAAAAAAAAY!"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

"O-oni-chan."

Aku mengenggam tangannya yang retak seperti tanah kering, dengan bergetar. Dalam pandangan, matanya yang tetap tenang menatapku seperti dulu. . .

Air mata yang keluar dariku, rasa lain yang muncul dalam diriku. . .

Terlalu sakit. . . Mengapa?

Ini tidak adil. . .

"Tidak. . . Tidak. . . Ini salah. . . In_" Aku bingung dalam ketakutan. . . Menyadari bagaimana waktu semakin menipis untuk hidupnya.

Dalam lingkup direksi pandanganku, bunga-bunga Lycoris merah makin menyebar luas. . . Menjadi tempat kami berpijak.

Bunga Merah. . .

Merah darah. . .

Semerah darahnya. . .

Manekin yang rusak. . . Dia, Le Fay menjadi seperti ini. . . Kutukan. . . Kutukanku. . .

"Le Fay. . . . Ti-tidak. . . Ini. . . Kumohon tetaplah bertahan. . ." aku berharap. Namun kutukan itu. . . Seakan menertawakan kegelisahanku.

Dia mencaciku. . . Kutukan yang menyebabkan dia begini. . . Dunia yang jahat kepadanya. . . Kumohon, jangan dia! Cukup aku. . . Cukup aku. Kutuk aku sepuasmu!

Tapi air mataku mengalir.. Saat menyadari hanya senyum yang ada pada wajahnya yang telah retak. . .

Tidak ada ketakutan. . .

Tidak ada darinya hal seperti itu. . .

Senyuman itu. . . Membuatku sakit.

"O-oni-chan. . . Maafkan aku. . . Aku tidak bisa menepati janjiku. . ."

tangan itu bergetar. . . Retak nan rapuh. . . Aku berusaha menggapainya. . . Berusaha membimbing tangan mungil itu untuk mengapai pipiku.

"Bodoh! Jangan bicara sembarangan!" Aku mencium punggung tangan mungil itu. "A-aku. . . Aku akan segera mengobatimu denga Phoenix Tear!" Air mata membanjiri pipiku. selagi tetes demi-tetes air mata mujarab keluarga Phenex, kucurahkan ke tubuhnya.

Tapi. . . Seperti manekin yang rusak. Tangan itu retak, saat aku menggenggamnya.

"LE FAY!"

Tidak. . . Tidak. . . Tidak. . .

Dia retak. . .

Dia hancur. . .

Tidak ada darah. . .

Kosong seperti kapur yang hancur. Dia pergi bersama hembusan angin. . . Hancur tak bersisah... Mati dan tidak meninggalkan apapun. . . Bahkan tulang belulang pertanda dia pernah ada.

Dia hilang. . .

Dia pergi. . . Pergi bersama, pecahan dari hatiku..

Kosong. . .

Hampa. . .

Gelap. . .

"Le Fay. . . Dimana kamu?" Dunia dalam pandanganku terasa gelap. Dunia yang menjadi pijakankanku terasa hampa. Dunia dalam anganku. . . Terasa kosong. Sekosong hatiku yang tak mampu merasakan apa'pun.

"Le Fay. . . Kemarilah, jangan bersembunyi kehehekehe."

Aku tertawa, selagi air mataku mengalir. Aku melangkah untuk berjalan. Aku berlari untuk mencari. Namun. . . Semua terasa hampa. Sosok manisnya seakan-akan menghilang dari diriku.

"Kehehe. . . Le Fay, Le Fay, Le Fay! Eh? Le Fay. . . . Siapa? Kehehehehe."

Semakin lama, semakin aku tak dapat merasakan apa'pun. Semakin lama. . . Semua menjadi tak terkendal. Tubuhku, otaku, emosiku. Seakan-akan diambil alih oleh sesuatu.

"Aduh aduh aduh. . . Kepalaku. Le Fay siapa? Siapa aku? Eh? ahahahah~ aduh aduh aduh. Kepalaku sakit sakit sakit! Kehehehe."

Jrazzz!

Mataku melebar, seakan-akan ingin terlepas dari lubangnya. Perutku terasa panas, seperti terbakar oleh sesuatu. Disitu, aku melihat lubang besar bersimbah darah dan daging yang berceceran.

Perutku hancur sebagian.

"Sakit sakit sakit! Aduh. . . Kenapa? Kena_Ough."

Aku terjatuh di kedua lutut yang tak sanggup menopang lagi. Tapi aku memaksa! Terus memaksa untuk berdiri walau'pun berulang-ulang kali jatuh dan jatuh. Rasanya seluruh kekuatan dirampas dariku. Rasanya, semua yang aku miliki terhapus oleh sesuatu.

Semua hampa. . .

Semua sirna. . .

Tubuhku mati rasa. . . Dan kegelapan. . .

"Le Fay Le Fay Le Fay Le Fay! Huahahahaha"

Serangan tiba-tiba dari Hades membuka celah untuk menyerang. Tidak menyia-nyiakan hal itu Ajuka segera menembakan Demonic Power padat beraura maksimal untuk melumpuhkan atau mungkin membunuh musuh di depanya.

Flash!

Entah disengaja atau tidak, Naruto mampu menghindari serangan dahsyat itu dengan bergerak dalam kecepatan tinggi, walau'pun gerakkan tubuhnya tak hayal layaknya amatiran.

"Serahkan sisanya padaku."

Turun dari langit layaknya halilintar, Baraqiel menciptakan tombak halilintar suci ditangannya dan melempar tombak itu dengan kekuatan penuh. Tombak itu menukik tajam untuk menghancurkan musuhnya.

Crash!

GUHAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!

Naruto berteriak sangat keras penuh kesakitan atas derita yang didapat dari tombak Baraqiel yang menusuk mata kirinya sampai menembus otak dan batok kepala.

Adegan itu sama persis, waktu Naruto membunuh Yu-Long

"ITU SAKIT! SAKIT SAKIT SAKIT! MATAKU. . . ADUH, MATAKU! MATA MATA MATA MATAAAA! KEPALA KEPALA KEPALA! EH? GUAHAHAHAHA. BANGSAT! BANGSAT! BANGSAT! KALIAN MELUBANGI MATAKU KEHEHEHEH"

Kegelapan dan merah darah meledak dari tubuh Naruto, membanjiri seluruh penjuru medan pertempuran, sampai-sampai cahaya mentari tak dapat menembus luapan aura serupa darah itu barang hanya sejengkal.

"ADUH SAKIT SAKIT SAKIT SAKIT. , . . AYAH, IBU, TSUBAKI, VALI, BIKOU, KUROKA, OPHIS, NARUKO, LE FAY! EEEEH? SIAPAAAA?"

"ADUH ADUH. . . SALIB SALIB SALIB! TANGAKU DIPAKU, KAKIKU DIPAKU, PANAS PANAS PANAS!"

"ADUH ADUH. . . SAKIT SAKIT SAKIT! TANGANKU DIPOTONG, PERUTKU DIROBEK, JARI-JARIKU DIGUNTING. PHO-PHOENIX TEAR SUNTIK SUNTIK SUNTIK! TUMBUH TUMBUH TUMBU! POTONG POTONG POTONG. LAGI, LAGI, DAN LAGI. . . HIKZ. . . RAMBUTKU RAMBUT PUTIH PUTIH PUTIH TULANG. JARI-JARI CADANGANKU DIPOTONG LAGI. LE FAY, LE FAY, LE FAY?!"

AYO AYO! WAKTUNYA BANGKIT! EEEEH? SIAPA? BANGKIT BANGKIT BANGKIT. GUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA"

AKU. . . ADALAH SESEORANG YANG AKAN BANGKIT. . .

SUDAH WAKTUNYA PEMILIHAN . . .

SUDAH WAKTUNYA PENGHAKIMAN. . .

MENGAMBIL KEPUTUSAN BAGI DUNIA INI. . .

LANJUTKAN ATAU HENTIKAN. . .

HANCURKAN ATAU BIARKAN. . .

MARI KITA TENTUKAN. . . .

AYO, SEGERA PUTUSKAN. . . AYO, SEGERA TENTUKAN. . .

AKU. . . ADALAH HAKIM YANG HENDAK BANGKIT. . .

KESADARANKU ADALAH TRIHEXA!

TUBUHKU ADALAH GREAT RED!

PELINDUNGKU ADALAH JUUBI

DAN RATUKU ADALAH OUROBOROS!

MEREKA. . . EMPAT MAKHLUK ILAHI YANG MEMBERKATI DIRIKU DENGAN SEGALA YANG MEREKA PUNYA. . .

MAKA DARI ITU. . . NASIB DARI DUNIA, BERADA DALAM GENGGAMANKU!

[[ TRIHEXA : TRUE DRAGON EXCUTOR]]

Akhir bagi dunia ini. . . Dimulai dari sekarang.

.

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continued. . . . . . . . .

.

.

.

XXXXXX The DxD XXXXXX

.

.

.

.

.

Jumlah Arc dalam Fic ini:

Arc 1 : Broken Heart. (Devlopment dan sebab.)

Arc 2 : Dragon Tear. (Devlopment dan akibat dari Arc pertama. Serta terciptanya Butter Fly Effect)

Arc 3 : Seven Root. (Devlopment dan Masalah utama dimulai)

Arc 4 : 7 World's. (Inti cerita)

Arc 5 : RE (Epilog dan Spoiler untuk The DxD 2 : Final Sacrifice.)

Wahay Guest Apakah anda paham dengan apa yang saya tulis di atas? Jika tidak. . . Sungguh bodohnya anda.

Tanpa banyak berkata lagi saya ucapkan ribuan terima kasih kepada para pembaca khususnya untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Tapi maaf, untuk chapter kemarin saya belum sempat membalasnya. Tapi yakinlah saya sudah membacanya semua ko. Dan nanti pasti akan saya balas!

Sekian dari saya Author kacangan ini, Papa Haise The Centipede.

- Kubu-kubu yang terlibat dalam Dragon Raid -

[[Aliansi Lima Fraksi]]

- Maou Ajuka Belzeebuub.

- Maou Serafal Leviathan.

- Archngel Gabriel.

- Suster Griselda.

- Gubernur Da-Tenshi Baraqiel.

- Longinus Ikuse Tobio/Slash Dog.

- Dewa Thor. (Mati)

- Dewa Odin.

- Raja Tengu. (Mati)

- Sun Wukong Generasi pertama.

[[Dragon King]]

- King Dragon of Fire. Tannin.

- King Dragon of Earth. Fafnir.

- King Dragon of Air. Yu-Long. (Mati)

- King Dragon of Ice. Tiamat. (Mati)

[[Sekutu]]

- Dewa Isis.

- Dewa Susano'o. (Mati)

- Dewa Hades.

- Dewa Amaterasu.

[[Awakening Dragon]]

- Ouroboros Dragon Ophis.

- Sekiryuushintei Naruto Arashikage.

- Mysterious Tailed Beast Naruko.

- Hakuryuuko Vali Lucifer.

- The Strongst of Holy Swordman Arthur Pendragon.

- Secon Generation of Victorious Fighting Budha Bikou.

- Le Fay Pendragon. (Mati)

- Kuroka. (Sekarat)

[- Kubu yang berkemungkinan ikut berperang. -]

[[DxD]]

- Taichou. King of 72 Djin/Devil.

- Naruto Lucifer Namikaze.

- Naruto Angels.

- Naruto Rikudo.

- Naruto Root S.

- Naruto No Aogiri.

- Mx-01.

[[Future]]

- Sekiryuutei Hyoudou Issei (30th).

- Hakuryuuko Bolt Uzumaki.

- Levinia. Longinus Dimension Lost.

- Sekiryuutei Ixis Gremory

Summary :

Semesta 2 - DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )

Semesta 1 - DxD 1 : Taichou, Bolt, Ixis, Levinia, Hyodou Issei (30Th).

Semesta 1 - DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)

Semesta 1 - DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)

Semesta 1 - DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)

Semesta 1 - DxD 5 : Android Mx-01. (Dari Fic : Before RE;)

Semesta 1 - DxD 6 : Naruto no Aogiri. (Dari Fic : Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)

Semesta 1 - DxD 7 : Naruto Root (Dari Fic : Tokyo Root S.)

Death : Azazel, Sirzachs, Shemhazai, Joker Dulio, Yasaka no Kyuubi, Loki, Yu-Long, Tiamat, Le Fay, Susano'o, Thor. Tengu.

Issue For Next Chapter - 666 : True Dragon Excutor. (Aku akan menhancurkan dunia yang telah merenggut nyawamu.)

Salam Anti-Mainstream!