The DxD
Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.
Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)
Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.
Pairing : NarutoXNarukoXLe FayXOphis, IseXRias, ValiXKuro, TsubaXKiba, Etc
Warning : Triologi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Multi-Universe, Death Char, Multi-Naruto, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). Fem!Ixis, Bolt. RUMIT!
.
.
.
.
.
.
.
ARC : IV - 7 World's, 7 Man's, and 7 Fate's.
Special Chapter : Taichou Side - Butterfly Effect.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Semesta 1 - DxD 1 : Kokabiel Attack (Kematian Kedua.)
Semilir angin yang berhembus semi-kencang, menyibakkan asap debu hingga membumbung tinggi ke angkasa. Mata biru itu menajam untuk memperjelas area pandangannya yang tertutupi oleh sisa asap debu kecoklatan. Bulu-bulu Hitam legam. Namun tak sehitam kegelapan malam, ia temukan berguguran di depan sana. "Kokabiel. . ." Genggaman pada Tanto yang berkilat tajam, mengeras mengisyaratkan kecamuk hati yang penuh dendam "Mati!"
Flash!
Gatching!
Tanto dan bulu sekeras baja bertemu menciptakan hujan bunga api yang membanjiri area sekitar. Tanpa menjeda, Naruto kembali menyeret Tanto-nya kebelakang dan langsung melancarkan sebuah tusukan.
Trank!
Kembali, Kokabiel mampu mengantisipasi serangan itu. Seringai kejam merekah dari bibir sang Malaikat Jatuh, menunjukan gigi-giginya yang runcing menakutkan. "Kau lemah The Devil Ninja Shadow!"
Naruto segera bersalto ke belakang tiga kali untuk menghindari tebasan pedang cahaya musuh di hadapannya. Mata biru yang semula menajam kini bertransformasi menjadi merah menakutkan, menatap Kokabiel penuh kehancuran. "Jangan sombong!" Aliran petir meletup dari bilah tajam, Naruto menjejak tanah kuat-kuat dan melesat dalam kilatan gelap.
Trank!
Meski hasil tetap sama dengan Kokabiel yang mampu menghalau seranganya. Naruto tak menyerah untuk kembali menyerang. Pemuda itu kembali menciptakan sebuah tusukan yang langsung menghunus ke dagu Kokabiel, akan tetapi hal itu tidak membuahkan apa-apa karena reflek milik Veteran Great War itu terlalu tajam untuk ditumpulkan. Tanto melesat ke atas saat dilemparkan, dengan otomatis hal itu membuat perhatian Kokabiel fokus terhadap pedang berelement petir tersebut. Naruto yang memang merencanakan hal tersebut segera menghunuskan kakinya kuat.
Brakh!
Berkat tendangan itu, kokabiel kehilangan keseimbangannya dan hampir jatuh ke belakang. Tak membutuhkan jeda Naruto segera menjejak tanah. Memutar tubuhnya di udara pemuda Uzumaki itu melancarkan sebuah tendangan memutar. Namun, seranga tersebut masih saja mampu di halau oleh Kokabiel dengan menyilangkan tangannya di depan wajah. "Kena kau!" Dengan keakuratan dalam memprediksi, Naruto menendang gagang Tanto yang turun ke bawah tertarik oleh gaya grevitasi.
Splash!
Bzzttztztzt!
Tanto berelement petir itu melesat tajam membelah udara. Kokabiel yang masih belum siap dengan serangan selanjutnya dibuat syok oleh hal tersebut. Segera Da-Tenshi yang memiliki lima pasang sayap tersebut mengeraskan sayapnya, dengan sekali kepak Tanto yang melesat itu dimentahkan. Namun, tiba-tiba saja petir meletup dari bilah tajam Tanto Naruto, menjadikan sayap Kokabiel yang memiliki sifat kekerasan layaknya baja sebagai Konduktor medan Masa yang mengakibatkan petir itu merambat dan akhirnya meledak menyambar tubuh Kokabiel.
Blaaaar!
Naruto tetap siaga dalam posisi menyerang dan bertahan, meski asap debu menggepul tebal menghalangi pengelihatan, mata merah khas Clan-nya tetap dapat melihat jelas aura Kokabiel yang dulu tenang, kini berkecamuk penuh amarah. Suara kepakkan sayap otomatis memancing insting pemuda Uzumaki itu. Dan benar saja, sebuah tombak cahaya melesat cepat memotong asap debut yang mengepul. Naruto segera berguling ke kiri menghindari serangan yang hanya berjarak beberapa senti saja dari bekas tempatnya berdiri. Kembali adrenalin pemuda itu berteriak pertanda bahaya dan detik berikutnya sebuah ledakan menerbangkan tubuh Naruto.
"Ohok_." Darah segar dimuntahkan dalam intensitas tinggi, dada pemuda itu terasa sangat sakit saat ia mencoba untuk menormalkan nafasnya. Pandangannya mulai menggelap seiring luka bakar di beberapa bagian tubuhnya berdenyut nyeri.
"Kurama!"
Jauh dari tembat bentroknya Naruto dan Kokabiel, lebih tepatnya di tempat Rias dan para bidaknya tengah mendapat pengobatan dari Asia. Sebuah ransel hitam milik Naruto yang sedari tadi di bawa oleh Kiba Yuuto tiba-tiba saja bertransformasi menjadi sebuah Sayap metalik berwarna hitam dan melesat terbang menghampiri sang tuan.
[Mode Change]
Sayap metalik itu segera menancap kokoh pada punggung Naruto, detik berikutnya sayap tersebut mengatup kedepan menciptakan lempengan-lempengan logam hitam yang melapisi tubuh Naruto layaknya Armor abad pertengahan.
[Knight of Templar Another Armor.]
Itu, adalah armor yang Naruto kembangkan dari cetak biru rahasia milik Clan Arashikage. Armor-suit yang berbentuk Zirah ksatria zaman pertengahan, lengkap dengan tombak Karavel dan Perisai tapi tanpa Visor pelindung wajah. Selain itu Armor tersebut juga dilengkapi oleh tekhnologi SAI (Self-Learning Artificial Intelligence) yang berfungsi sebagai kontrol jarak jauh dan pergantian kendali dari Manual ke Auto-Pilot.
Bukan hanya itu, armor ini juga memiliki sejumlah fungsi canggih yang lain. Misalnya yang saat ini Naruto gunakan, yaitu; [Healing and Up]. [Healing and Up] adalah salah satu teknik Armor tersebut yang berguna untuk mempercepat regenerasi luka sekaligus menaikan tekanan Darkness Power yang mengalir dalam tubuh Naruto. Tetapi, karena Armor ini masih dalam tahap pengembangan, maka Naruto hanya mampu menggunakan Zirah ini dalam jangka waktu kurang dari satu menit.
Tombak karavel di tangan kanan, sedangkan perisai ditangan kiri. Berbekal dukungan Rocket Boost di punggungnya Pemuda Uzumaki itu melesat dalam kecepatan kasat mata, menerjang kepulan asap debu untuk memotong jarak dengan Kokabiel.
Trank!
Bunga api kembali beramburan saat tombak Karavel bertemu dengan pedang cahaya. Naruto segera mengambil langkah mundur, mata merah pemuda itu menatap awas setiap pergerakan Kokabiel. Tanpa ragu Naruto segera mengarahkan perisai-nya ke depan untuk menghalau tembakan Divine Power dalam intensitas tinggi yang menargetkannya. Ledakan kembali menggelegar, membuat asap debu menutupi direksi pengelihatan di area tersebut.
"Heh. Jadi ini kemampuan barumu? Menarik." Seringai menyebalkan nampak jelas merekah di bibir Kokabiel, walau'pun asap debu masih menyamarkan sosok angkuhnya. "Tapi, itu tidak cukup kuat untuk mengalahkanku!"
Wushh.
Kokabiel menerjang maju! Memberikan sebuah tebasan horizontal dengan pedang cahaya dalam genggamannya. Tidak mau mendapat luka kritikal dari serangan tersebut, Naruto menghunuskan tombak Karavel hitam legam miliknya untuk meng-counter tebasan Kokabiel. Kedua senjata bertemu, menghasilkan dentuman logam memekik telinga. Naruto segera memutar tubuhnya ke kiri seraya menarik tombak Karavel-nya ke arah dalam, tanpa jeda ia segera melemparkan perisai di tangan kirinya untuk mengalihkan perhatian Kokabiel.
Brakh!
Seperti yang Naruto duga. Kokabiel menebaskan pedang cahaya miliknya untuk membelah dua perisai tersebut. Namun, tepat ketika pedang Kokabiel menyentuh permukaan perisai, tiba-tiba saja petir biru meletup dari benda tersebut menjadikan pedang cahaya Kokabiel sebagai media perambatan, sebelum menyambar tubuh sang Malaikat Jatuh dengan tegangan lebih dari 50.000 Volt.
Aaaarrrggghhhh!
Naruto menerjang maju saat rencananya berjalan mulus seperti yang diinginkan. Ini adalah kesempatan terakhirnya untuk mengalahkan Kokabiel, karena ia sudah mencapai batasnya dalam menggunakan Armor hitam ini. Ditambah, Darkness Power dalam tubuhnya yang berfungsi sebagai suplai Power armor ini'pun sudah mendekati titik dimana Naruto tidak akan sanggup lagi untuk mengontrolnya.
[Dimension Lance]
Kegelapan menguar hebat bercampur petir biru yang meletup dari bilah silinder tombak Karavel milik pemuda itu. Bergerak dalam kecepatan layaknya arus listrik, Naruto menghunuskan tombak-nya sekuat tenaga untuk melubangi dada Kokabiel sekaligus membuat lubang celah dimensional.
BLAAAAAARRR
"NARUTOOOO!" Dan teriakan dari sang Hairess Gremory menjadi satu-satunya suara selain ledakan yang menutup celah dimensional.
.
.
.
.
.
.
.
XXXXXX Taicho Side XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Semesta 1 - DxD 1 : Satu Bulan Kemudian. (New Life - Kembali Hidup untuk ketiga kalinya.)
Seorang gadis cantik dengan kulit putih sebersih salju berjalan tenang menaiki susunan anak tangga secara elegan untuk menuju lantai dua mansion megah yang terletak disebuah hutan. Rambut merah indahnya yang tersorot cahaya mentari membiaskan keindahan seorang putri bangsawan, penuh akan syarat keanggunan.
"Ohayou Sara Ojou-sama." Gadis cantik bernama Sara itu mendongak untuk memposisikan wajahnya agar dapat menatap wajah seorang pria bermata merah menyala yang menyapanya hormat.
Pria itu. . . Adalah Naruto Taichou!
"Ohayou Kiiroi-kun. Apa kondisimu sudah mulai membaik?" Sara menjawab sapaan itu, sekaligus bertanya kepada sosok pemuda berambut kuning semi-hitam yang berada di hadapannya.
"Aku tidak pernah merasa sebaik ini, Ojou-sama."
"Bagus." Ucap Sara dengan senyum lembut yang menghiasi wajahnya. Kemudian Sara kembali melangkahkan kaki jenjang, putih nan mulus miliknya untuk mendekati si pria kuning.
"Tapi ingat!" Gadis ini mengangkat jari telunjuk miliknya. Memberi isyaratkan agar Naruto tetap diam dan mendengarkan. "Kau harus tetap beristirahat dan jangan pernah sekali-kali bertindak bodoh seperti minggu lalu."
"Ta-tapi_"
"Tidak ada tapi-tapian." Telunjuk lentik gadis itu segera membungkam bibir Kiiroi, atau lebih tepatnya Naruto Arashikage yang akan dikenal dengan nama Naruto Taichou di masa depan.
"Ini perintahku Kiiroi-kun! Aku tidak mau melihatmu pingsan lagi. Lagipula jumlah pelayan di Mansion ini sudah lebih dari cukup untuk membuat rumah besar ini bersih mengkilat." Sara mengerucutkan bibirnya sebal, sekaligus melipat kedua lengannya dibawah dada, dan tentu saja hal itu membuat dua buah gundukan lemak yang memang memiliki ukuran pas, nampak lebih berisi dari sebelumnya. "Apa kau mengerti, Kiiroi-kun?"
Kiiroi atau Naruto hanya dapat menggangguk pasrah atas doktrin yang dikeluarkan oleh sang tuan putri di hadapannya. Kadang Naruto berfikir; apa semua putri bangsawan selalu bersifat egois dan Tsundere seperti ini? Entahlah Naruto terlalu pusing untuk memikirkan hal itu. 'Eh? Tunggu dulu. Sejak kapan aku tahu jika setiap putri bangsawan selalu seperti ini? Seingatku hanya Sara Ojou-sama satu-satunya putri bangsawan yang aku kenal. Tapi, kenapa aku merasa pernah menghadapi situasi seperti ini?' Batin pemuda itu. 'Hah~ siapa peduli.' Nampaknya Naruto benar-benar melupakan segalanya. Baik tentang ingatannya atau'pun tentang Rias Gremory.
"Ha'i Ojou-sama!"
.
.
.
.
.
.
To Be Continued. . . . , . .
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Halo~ berjumpa lagi dengan saya dan Pan Name baru saya nyahahaha. Kali ini, saya membawa sepotong Chapter Special khusus dari sudut pandang Musuh utama yaitu; Naruto Taichou. sebagai pembuka dari Arc utama, atau Arc : 7 World's, 7Man's, 7 Fate's. Dan tanda akan berakhirnya Season awal dari Fict The DxD Trilogi.
The DxD. (Season 1)
The DxD : Final Sacrifice. (Season 2)
The DxD : For All. (Season 3 atau Final.)
Nah, setelah membaca Chapter ini, apakah ada yang menemukan sebuah keganjilan? Nyahaha saya sarankan untuk kembali membaca CHAPTER 5. Dan anda dapat mengetahui maksud saya yang sebenarnya nyahahaha.
Ah. . . Sepertinya saya sudah telalu banyak bicara ya? Hehe dan yang menunggu Chapter ASLI (yang tengah panas-panasnya) saya usahakan untuk mengupdatenya dalam beberapa hari lagi jika tidak ada halangan. Heheh.
Tanpa banyak berkata lagi saya ucapkan ribuan terima kasih kepada para pembaca khususnya untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Tapi maaf, untuk chapter kemarin saya belum sempat membalasnya. Namun, yakinlah saya sudah membaca semuanya ko. Dan nanti pasti akan saya balas!
Sekian dari saya Author kacangan ini, Papa Haise The Centipede. atau Iblis Pemetik Bunga.
Salam Anti-Mainstream!
