Disclaimer : One Piece udah jadi hak paten Eiichiro Oda, aku cuma punya fic ini..
Summary : Nami menyadari bahwa topi jerami Luffy tidak ada, Nami nekad balik lagi ke Impel Down hanya untuk mencari topi jerami Luffy sebelum Luffy sadar dari pingsannya. Ace menemani Nami mencari topi itu, Robin mencegah Nami melakukan itu tapi Nami hanya berkata,"Topi itu adalah harta karun Luffy yang paling berharga."
Pairing : ZoPe (chap ini aja), AceNa (chap ini aja), LuHan (Chap ini saja), LuNa, ZoRo.
ARE YOU LOOKING FOR SOMETHING?
"Sepertinya ada yang aneh dari Luffy?" tanya Nami dalam hati, dia terus mengamati Luffy dari atas sampai bawah. Jangan pada mikir yang aneh-aneh ya. Hancock yang melihat Nami memperhatikan Luffy terus menerus, cemburu pada Nami.
"Cih, bagaimana bisa sih orang selemah kau menjadi kru topi jerami?" cibir Hancock menatap Nami sinis.
Nami hanya diam, dia sangat menyadari itu. Dia tidak seperti kru lainnya yang bisa diandalkan dalam hal bertarung. Dia juga tahu bahwa dia bukan Robin yang bisa menumbuhkan anggota tubuhnya, dimana pun dia mau, bukan Chopper yang cukup mampu diandalkan dalam hal bertarung, dia bukan Franky si cyborg yang bisa membuat kapal dan mempunyai senjata tersembunyi di tubuhnya. Dia bukan Brook yang juga seorang swordman sama seperti Zoro dan pandai memainkan alat musik, dia bukan Sanji yang bisa berkelahi dengan tendangannya yang kuat dan bisa membuat masakan yang sangat enak. Saat semua nakamanya menjadi lebih kuat lagi, dia tidak pernah menjadi lebih kuat. Dia hanya bisa merepotkan yang lainnya, Usopp juga kalau kepepet bisa bertarung, sedangkan dia sama sekali tidak pernah bisa diandalkan bertarung kecuali dengan perfect climact tack buatan Usopp.
Nami berubah menjadi sedih saat mengingat itu semua, dia juga tidak pernah tahu kenapa dan apa alasan Luffy merekrutnya menjadi kru topi jerami.
"Kata siapa Nami itu lemah wanita angkuh?" bela Ace.
"Iya, Nami tidak lemah, dia bahkan membantu penyelamatanku dan Ace," sahut Robin sambil tersenyum.
"Nami itu wanita yang sangat kuat, dia bahkan sering memukul kami bila kami berbuat yang aneh-aneh," sambung Chopper dengan polosnya. Ace dan Robin hanya tertawa mendengar Chopper, Nami tidak tahu harus senang atau tidak mendengarnya.
"Terimakasih Chopper, atas pembelaannya," jawab Nami lemah.
"Sama-sama, Nami," balas Chopper polos yang membuat Ace dan Robin tertawa kecil.
"Cih, kenapa kalian begitu membela wanita lemah ini sih, karena dia Luffy jadi seperti ini!" seru Hancock memandang tajam pada Nami, Nami semakin bersalah dengan keadaan Luffy.
"Kau salah shicibukai, Nami tidak selemah yang kau kira. Dia wanita yang cantik, anggun, sexy, dan kuat. Satu lagi, tanpa dia mungkin bajak laut topi jerami takkan bisa sampai sejauh ini, kalau dia lemah, mana mungkin Luffy merekrutnya," jawab Ace sedikit blushing saat dia menyadari bahwa dia telah membela Nami.
Dengan gaya lebainya, Hancock mulai memasang puppy eye lalu berdiri, dia ngga sadar apa kalau dia itu ada di atas gagak yang sedang terbang dengan kecepatan tinggi. Dia mendongakkan kepalanya sampai kebelakang, gaya khasnya bila merendahkan orang lain.
"What?! Jelas-jelas aku yang paling cantik sedunia, semua orang mengakui itu. Aku bahkan lebih kuat daripada DIA!!" teriak Hancock hingga tanpa sadar dia jatuh dari burung itu, Nami langsung mencoba meraih tangan hancock tapi gagal. Robin langsung membuat jaring dengan Hancock.
"Bagus Robin, bisa kau angkat dia?" pinta Nami secara sopan pada Robin.
Robin pun mencoba mengangkat Hancock tapi…
"Lepaskan aku, aku tidak sudi ditolong oleh orang seperti kalian!" teriak Hancock dari bawah.
Karena Hancock tak bisa diam, Robin juga tidak bisa menahan Hancock yang terus memberontak, akhirnya Hancock jatuh ke laut tetapi untungnya ada kapal di bawah itu.
"Wanita angkuh!!" seru Nami dari atas gagak.
"Hei, Nami, kenapa kau memanggilnya wanita angkuh?" tanya Ace dan Chopper hampir bersamaan.
"Entahlah," jawab Nami singkat.
"Tapi itu nama yang bagus untuknya, benar kan," Ace dan mereka berempat pun tertawa.
"Wanita angkuh," ucap Ace sambil tertawa.
:::::::::::
"Aaaaahhh!"
"Oi, Ijo lumut, sepertinya ada yang jatuh di atas kapal kita."
"Kita, lo aja kali gue kan ngga punya kapal."
"Itu Wanita, I'll catch you lady!!"
"Yohohoho, how beautifful she is, tapi aku kan tidak bisa melihat, yohohoho."
"Aku ini punya nama, namaku Zoro bukan ijo lumut tapi makasih ya kau bilang aku lucu dan imut."
"Oi, siapa yang bilang kau lucu dan imut, dasar narsis!"
Beginilah situasi di kapal Perona saat menantikan detik-detik jatuhnya Hancock. Zoro yang terus bertengkar dengan Perona, Brook dengan semua skull joke garingnya, Sanji dengan lebainya slow motion sambil merentangkan kedua tangannya ke depan hendak menangkap Hancock yang jatuh.
"Zoro, itu ada orang jatuh tepat di atas kepalamu!" pekik Perona saat melihat Hancock dalam radius 3 meter lagi mendarat di kepala Zoro.
Zoro mengeluarkan pedangnya, tapi Sanji yang melihat itu malah salah paham dan mendorong Zoro. Perona sudah mencari tempat yang aman untuk sembunyi, Zoro dan Sanji masih bertengkar. Brook pun melerai mereka berdua, radius satu meter. Sanji merentangkan tangannya ke depan untuk menangkap Hancock.
"Nanii!!" seru Sanji kaget karena yang dia tangkap itu Brook yang loncat ke Sanji karena kaget, "Mana wanita itu?"
"A, Arigatou, tararengkyu, terimakasih, thank you, sudah menyelamatkanku," ucap Hancock dengan puppy eye-nya.
BUKKK
Dengan santainya Zoro menjatuhkan Hancock, Sanji yang tidak terima lantas menendang Zoro karena berlaku tidak sopan pada Hancock. Sanji segera mendatangi Hancock dengan mata berbentuk hati dan berputar-putar seperti gasing.
"Hai, Lady, maafkan teman saya yang tidak tahu sopan santun itu ya," ucap Sanji mengecup tangan Hancock sambil membungkukkan badannya.
"Hei, kau ini siapa?" tanya Zoro to the point.
"Aku, aku adalah wanita tercantik sedunia dan aku bernama Boa Hancock," jawab Hancock dengan pose yang sama sebelum dia jatuh tadi.
"Kenapa kau bisa jatuh dari langit?" tanya Perona yang sudah berada disamping Zoro.
Bukannya menjawab, Hancock malah tertawa terbahak-bahak membuat yang lainnya takut kecuali Sanji. Sanji malah terus berputar-putar, dan ikut tertawa dengan Hancock.
"Oi, Zoro, kapan kita sampai ke impel down?" tanya Perona memasuki ruang kemudi dimana Zoro berada.
"Ngga tahu, hei kau wanita aneh, apa kau tahu dimana impel down?" tanya Zoro pada Hancock.
"Setengah jam lagi kita nyampe kok," jawab Hancock dengan penuh percaya diri.
"Sok tahu, darimana kau tahu kita akan sampai setengah jam lagi?" tanya Zoro ketus.
"Sudah, percaya saja padaku," jawab Hancock santai.
Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke Impel Down.
SsssssssssssssssssssssssssssssS
Nami merasakan keganjilan pada Luffy, ada yang kurang dari penampilan Luffy tapi dia tidak menemukannya.
"Nami, kau ke impel down dengan apa?" tanya Robin.
"Entahlah aku tidak tahu namanya, dia seperti yang dipakai Kaito Kid, tapi aku meninggalkannya di Impel down," jawab Nami sedikit menyesal dengan kecerobohannya itu.
"Haha, apa sebegitunya kau khawatir dengan adikku hingga kau meninggalkan gladermu disana," celetuk Ace sambil tertawa kecil. Nami blushing, mukanya jadi merah. Robin tersenyum jahil, Chopper sibuk mengobati Luffy.
"Ah! Aku harus balik ke impel down," seru Nami sehingga membuat Ace terlonjak, untung gak jatoh.
"Hei, Nami, apa kau sudah gila?!" Ace memandang Nami dengan tatapan tak percaya.
"Tidak, tapi kita balik ke impel down sekarang," jawab Nami, "Eh, sebaiknya aku saja yang kesana."
"Nami, kau benar-benar sudah gila ya," Nami tidak perduli dengan ocehan Ace yang jelas-jelas mengkhawatirkannya. Robin hanya diam tanpa tahu harus bereaksi seperti apa, Chopper bereaksi sama seperti Ace.
"Aku harus menemukan topi jerami milik Luffy sebelum Luffy bangun!" ujar Nami lalu menggunakan pakaian parasutnya.
"Nami, apa kau sudah gila, hanya untuk sebuah topi jerami kau mempertaruhkan nyawamu apalagi tadi kau terkena tembakan Kuma kan saat hendak menyelamatkan Ace!" cegah Robin menunjuk luka pada lengan kanan Nami yang sudah diperban oleh Chopper.
"Topi jerami itu adalah harta karun Luffy yang paling berharga," jawab Nami lalu terjun dengan parasutnya, Robin tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia juga tahu, topi itu bahkan lebih berharga dari nyawa Luffy sendiri. Robin hanya bisa berdo'a semoga tidak terjadi apa-apa dengan Nami.
"Nami, aku ikut!"
Ace dan Nami pun pergi ke impel down.
XxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxX
"Dimana aku harus mencarinya?" tanya Nami dalam hati.
"Mungkin terjatuh saat dipojokan, soalnya pas aku membopongnya dia masih mengenakan topi jeraminya itu," jawab Ace seolah bisa menebak apa yang dipikirkan Nami.
Sementara itu di kapal yang cukup besar, sudah hampir sampai di impel down.
"Zoro, lebih baik kau istirahat saja, lukamu masih belum sembuh benar tahu!" perintah Perona sambil menaruh makan malam untuk Zoro di kamarnya.
"Kenapa kau begitu mengkhawatirkan aku sih?" tanya Zoro menatap Perona tajam.
"Bukan urusanmu!" jawab Perona lalu pergi dari kamar Zoro.
"Kita sudah sampai!" teriak Hancock pake toak.
MMMMAAADDDDDDDDDD
"Are you loking for this?" tanya kapten Smoker saat melihat Nami dan Ace datang.
"Smoker, balikin gak topi itu!" seru Nami tegas menatap Smoker tajam.
"Kalau tidak gimana, apa kau akan menangis seperti anak bayi?" ejek Smoker lalu bersiap membakar topi jerami itu.
Nami pun berlari ke arah Smoker, Smoker melempar topi itu ke sembarang arah sehingga topi itu jatuh ke laut. Ceritanya mereka ada di jembatan, dan di bawahnya itu laut. Disana ada hiu pembunuh yang siap menerkam siapa saja.
BYURRR
Nami mengambil topi jerami milik Luffy. Ace menyadari kalau Smoker telah melukai lengan Nami sehingga lengan Nami berdarah, Nami tidak menyadari itu. Ace tidak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan Nami apalagi dia adalah pemakan buah setan, yang tidak memungkinkan dia untuk berenang.
"Sekarang kita lanjutkan lagi pertarungan kita, Portgas D Ace," ucap Smoker dengan memberi penekanan pada nama Ace.
"Cih, jadi ini alasanmu membuang topi itu ke laut SMOKER!" balas Ace berang.
Zoro dan lainnya yang baru sampai di impel down, langsung disambut dengan Mihawk. Zoro menatap Mihawk dengan tatapan membunuh, dia mengepalkan tangannya dan bersiap dengan pedangnya. Mihawk melihat Hancock dengan pandangan mengejek.
"Ah, sudah kuduga kau adalah pengkhianat!" seru Mihawk menatap Hancock setajam silet.
"Hancock, apa kau sudah tidak mau lagi dengan gelar Shicibukaimu hah!!" teriak Admiral Kainu.
"Hancock-san, apa benar kau adalah Shicibukai?" tanya Sanji kaget.
Hancock tidak punya pilihan lain, dia pun menyerang Sanji. Dia tidak pernah ingin melakukan ini, tapi dia tidak punya pillihan lain. Sanji jelas tidak melawan Hancock, begitupun dengan Brook. Hanya saja Brook tidak seperti Sanji yang terlalu memegang prinsip, Brook pun membalas serangan Hancock tapi dia malah diserang oleh Sanji.
"Sanji, kau ini kenapa? Dia itu musuh kita!!" seru Brook menghindari serangan Sanji.
"Oi, Sanji, Brook itu benar, dia adalah musuh kita!" bela Perona.
"Perona, kenapa kau membela mereka?" tanya Absalom yang tiba-tiba datang bersama Hogback.
"Diam kau, asal kau tahu ya strawhat pirates adalah Shicibukai ketujuh," jawab Perona berbohong.
"Yang dikatakan wanita berambut pink itu benar, jadi biarkan mereka pergi. Hei kalian, kalau mau menyelamatkan Ace, lebih baik kau selamatkan dulu wanita yang diserang hiu itu," ujar Admiral Aokiji menunjuk Nami yang berlari di atas laut, kok bisa ya, bisalah kan Nami ketakutan ceritanya makanya dia bisa lari di atas air.
"Aokiji, kau ini kenapa ikut-ikutan membela mereka?" tanya admiral Kainu.
"Aku tidak membela, kalian saja yang tidak tahu, sebenarnya ini rahasianya Sengoku tapi terpaksa aku bongkar. Jangan pernah harap kalau Sengoku akan mengakui mereka sebagai Shicibukai!" jawab Aokiji lalu berlalu begitu saja.
"Kau Mihawk kan!" ucap Zoro penuh amarah.
Mihawk adalah satu-satunya orang yang ingin dia kalahkan di dunia ini. Orang yang telah menghalanginya meraih impiannya, orang yang telah merenggut nyawa sahabatnya. Dia punya dendam tersendiri pada Mihawk.
"Kau, pirate hunter Roronoa Zoro kan?" tebak Mihawk saat melihat Zoro.
"Kau sudah ingat rupanya, tapi aku adalah kru topi jerami sekarang!" jawab Zoro bersiap dengan pedang-pedangnya.
"Hei, rileks saja, tapi kalau kau ingin bertarung denganku. Akan kuhadapi kau!!" seru Mihawk.
"Hei, Zoro apa yang kau lakukan. Ayo lari dari sini!!!!" teriak Sanji lalu menyeret Zoro dan Hancock.
"Kalau kalian macam-macam, akan kubunuh wanita ini!" seru Brook mengeluarkan pedangnya dan menaruh ke leher Hancock.
Nami masih berlari mengitari perairan itu, laut yang mengitari impel down. Sanji lalu menyelamatkan Nami dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Kau, wanita angkuh, kok bisa disini?" tanya Ace kaget melihat Hancock ikut dengan mereka.
"Cepat, naik balon udara ini. Tenang saja, balon udara ini anti peluru, anti senjata tajam, anti rusak, anti air, dan anti lainnya," jelas Nami panjang lebar.
"Perona, kau ikut kami saja!" ajak Zoro.
"Tidak bisa, aku kan masih anggota Moria," tolak perona walau sebenarnya dia ingin ikut dengan mereka.
"Ah, sudahlah, kau tadi kan sudah membela kami!" ucap Sanji lalu menggendong Perona ke dalam balon udara.
"Nami, topinya mana?" tanya Ace pada Nami yang masih terlihat shock dikejar hiu cyborg itu.
"Ini!" jawab Nami menunjukkan topi jerami milik Luffy.
"Yosha, ayo kita berangkat sekarang!!" seru Nami pada nakamanya.
"Ayo!!" seru mereka semua.
Luffy pun sadar dari pingsannya, saat ini mereka ada sudah dekat dengan Shabondy Archipelago. Franky dan Usopp sudah kembali ke Thousand Sunny. Zoro dan kawan-kawan pun sudah hampir mendekati Shanbody, di jalan mereka bertemu dengan burung raksasa yang membawa Robin, Chopper dan Luffy.
Karena balon udara milik Nami sudah overload, tadinya Nami yang ingin ke burung itu tapi karena bertengkar dengan Hancock, akhirnya Zoro dan Perona yang ke burung itu. Luffy pun naik balon udara milik Nami.
"Luffy, bagaimana keadaanmu?" tanya Hancock lembut.
"Masih sakit sih, tapi sudah gak apa-apa kok," jawab Luffy singkat sambil tersenyum.
"Luffy, ini topimu," Nami memberikan topi jerami milik Luffy.
"Terima kasih Nami, aku pikir ini hilang karena saat aku bangun. Topiku tidak ada," ucap Luffy lalu memeluk Nami.
"Oya Luffy, kau sudah makan belum?" Hancock melepaskan pelukan Luffy pada Nami secara paksa hingga Nami mengaduh, "Nami, kau tidak apa-apa?" tanya Luffy khawatir dengan Nami.
"Iya, aku tidak apa-apa," jawab Nami menahan sakitnya karena dia sempat terkena pisau Smoker saat dia mengambil topi Luffy.
Luffy melihat Ace, dia mengucek-kucek matanya lalu melihat ke arah Ace lagi. Dia berteriak kegirangan, dia lalu memeluk Ace dengan erat.
"Ace, kau selamat!" teriak luffy kegirangan.
"Iya, tapi kalau kau memelukku seerat ini, aku bisa mati Luffy," jawab Ace melepaskan pelukan Luffy.
"Maaf, aku terlalu senang kau selamat, Nami makasih ya kau sudah menyelamatkan kakakku," ucap Luffy lalu memeluk Nami lagi, tapi kali ini langsung dilepas.
"Apa kau sudah melupakan kami Luffy?" canda Sanji.
"Haha, Sanji kau ada juga, Brook!!!!!" teriak Luffy memeluk keduanya berbarengan.
"Tulangku bisa patah kalau memelukku seperti ini Luffy!"
"Iya, aku tidak bisa nafas, yohohoo, aku kan memang tidak bernafas lagi, skull joke!"
Luffy pun melepaskan pelukan kangennya itu lalu saat dia sadar ada Hancock disana, diapun berteriak sekencang-kencangnya.
"Hancock, kenapa kau bisa disini?!!" tanya Luffy membuat balon udara yang mereka tumpangi itu hampir jatuh karena ulahnya.
"Aku yang menyanderanya," jawab Sanji dengan mata berbentuk hati.
"Hancock, terimakasih ya, kau sudah menyelamatkanku, tolong jangan jadikan Sanji batu," ucap Luffy tulus.
"Batu?" gumam Sanji.
Hancock hanya terdiam, memasang muka polos dan terus berdekatan dengan Luffy membuat Nami menjadi kesal. Entah kenapa, saat dia melihat Luffy dan Hancock tampak akrab, hatinya menjadi perih. Rasanya dia ingin menangis, seperti disambar petir di siang bolong. Ace pun mendekati Nami, dia menghibur Nami dan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. Nami pun tak mampu menahan airmatanya, Ace membiarkan Nami menangis. Luffy yang melihat itu, menjadi salah paham dengan Ace. Dia pikir Ace yang sudah membuat Nami menangis.
"Ace, apa yang kau lakukan pada Nami-swan?" Sanji marah pada Ace, lalu memukul wajahnya.
"Sanji, sudahlah, ini bukan salah Ace. Aku tidak menangis kok, tadi itu aku mataku kemasukan debu," jawab Nami berbohong sambil membantu Ace berdiri.
"Oh begitu, maafkan aku Ace-san, aku pikir kau telah membuat Nami menangis," ucap Sanji merasa sangat menyesal dengan perbuatannya pada Ace.
"Iya, tidak apa-apa kok," jawab Ace menyeka darah di sudut bibirnya.
Luffy merasa sedih saat melihat Nami lebih memperhatikan Ace dari dia, Luffy pun pura-pura kesakitan untuk menarik perhatian Nami.
"Aw, aduh, sakit!" erang Luffy memegangi lukanya bekas serangan Kuma tadi.
"Luffy, kau tidak apa-apa kan?" tanya Hancock dengan wajah khawatir.
"Kenapa bukan Nami sih," batin Luffy kesal. Dia melihat Nami, Nami memalingkan wajahnya. Luffy merasa aneh dengan sikap Nami, kalau dia perhatikan lagi sebenarnya Nami meneteskan airmata. Luffy semakin mengerang kesakitan, dia berharap kali ini Nami menghampirinya. Ace hanya tersenyum melihat tingkah norak adeknya, Sanji dan Brook hanya geleng-geleng kepala, karena mereka yakin Luffy hanya berpura-pura saja. Hancock semakin khawatir dengan keadaan Luffy. Lagi-lagi usaha Luffy tidak berhasil, Luffy pun menyerah dengan keadaannya.
………………
"Zoro, kau mau kemana?" tanya Luffy saat melihat Zoro balik arah.
"Aku mau mengantar Perona kembali ke pulau Kuraigna!" sahut Zoro lalu pergi menjauh dari balon udara Nami.
"Pero-chan, aku mau ikut Pero-chan," rengek Sanji lalu berusaha untuk lompat dari balon udara, Luffy dkk swt melihat Sanji seperti itu.
Karena takut terjadi sesuatu dengan Sanji, mereka memutuskan untuk ikut Zoro.
Sesampainya di Pulau Kuraigna…
"Zoro, terimakasih ya udah antar aku pulang," ucap Perona tersipu-sipu.
"Tidak apa-apa kok, tenang aja, sekarang kita kanteman," jawab Zoro tersenyum.
"Pero-chan, aku mau tinggal bersama Pero-chan disini!" seru Sanji berlari slow motion ke arah Perona.
Perona swt, Zoro dan lainnya jaw dropped, Zoro pun menendang Sanji dan Sanji menendang Zoro. akhirnya terjadilah acara tendang-menendang antara Zoro dan Sanji. Sanji bersikeras ingin tinggal dengan Perona, Luffy yang tidak mau kehilangan nakama sekaligus koki kapalnya itu meminta Hancock menggunakan jurus andalannya.
"Hancock, bisakah kau menggunakan jurus itu," bisik Luffy sedikit menjauh dari nakamanya.
Nami melihat Luffy berbisik pada Hancock mengira bahwa Luffy dan Hancock berpacaran. Diapun menjadi sedih melihatnya.
"Mero-mero love," ucap Hancock.
"Berhasil!" sorak Luffy lalu menjabat tangan Hancock membuat Hancock terbang ke awang-awang.
"Zoro, tolong bawa Sanji ya, ayo kita kembali ke Shanbody Archipelago!" seru Luffy mengangkat tangannya ke atas.
"AYOO!!" teriak semuanya.
Mereka pun kembali meneruskan perjalanan panjangnya menuju Shanbody Archipelago.
BERSAMBUNG…………
Horee… aku udah selesai UTSnya. Aku bener-bener seneng banget,, tapi UTSnya sih gak bikin seneng.
Saatnya membalas review, yohohoho…
NakamaLuna : Bagaimana, sudah keliatan belum LuNa-nya? Makasih yah udah review.
Lovetta : Lovetta, makasih ya udah review. Maaf ya kalo ZoPe-nya gak banyak.
Azure R. Aori : makasih ya udah review, ini udah update.
RodeoHyorinmaru : makasih ya ro udah review, Ace di eksekusi itu emang udah ada di manganya, animenya belum ada episode eksekusi Ace.
Maaf beribu maaf kalo kalian menganggap au males bales review, itu gak bener tapi mood aku lagi rusak karna UTS kemaren, makanya Cuma dikit deh balesannya.
Baca dan review yah.. makasih.
