Sebelumnya di. . . The DxD.
"Aku. . . Adalah seseorang yang akan bangkit. . ."
[Sudah waktunya pemilihan . . . Sudah waktunya penghakiman. . .]
"Mengambil keputusan bagi dunia ini . . ."
[Lanjutkan, atau hentikan. .
Hancurkan, atau biarkan. . .]
"Mari kita tentukan. . . ."
[Ayo segera putuskan. . . Ayo segera tentukan. . .]
"Aku . . Adalah hakim yang hendak bangkit. . .
Kesadaranku adalah Trihexa!
Tubuhku adalah Great Red!
Pelindungku adalah Juubi!
Dan Ratuku adalah Ouroboros!"
[Mereka. . . Empat makhluk Ilahi yang memberkati diriku dengan segal yang mereka punya. . .]
"Maka dari itu. . . Nasib dari Dunia ini, berada dalam genggamanku!"
[[ Trihexa : True Dragon Excutor! ]]
Naruto Taichou tertawa penuh suka cita, saat mendengarkan Naruto Arashikage melantunkan [Syair Kebangkitan] untuk memulai kehancuran bagi seluruh dunia. Ternyata benar seperti dugaannya bahwa kehancuran [Dimensi Satu] di [Cabang Semesta 2] akan lebih dahsyat dari pada kehancuran 6 Dimensi lainnya. "Ini benar-benar persis seperti yang tertulis dalam Artefak Kuno peninggalan Solomon." Untuk ke-dua kalinya Naruto Taichou merasa bangga dengan petengetahuan yang ia dapat setelah menelusuri Solomon's Templar.
"Menurut Prasasti Kuno itu; [Alam semesta] terdiri dari [7 Cabang semesta] yang saling melengkapi. Disetiap [Cabang Semesta] memiliki [7 dimensi] yang saling berhubungan, membentuk kurva piramida 7 tingkat yang berpusat pada [Dimensi 1]. Jika [Dimensi 1] runtuh, otomatis dimensi 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 juga ikut runtuh. Dan satu [Cabang Semesta] akan musnah. Namun tidak dengan sebaliknya. Walaupun dimensi 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 hancur, itu tidak akan mempengaruhi apa'pun. [Dimensi 1] tetap terjaga, begitu pula [Cabang Semesta]. Karena pada dasarnya, pusat atau jantung bagi [Cabang Semesta] adalah [Dimensi 1]."
Sebuah fakta yang keluar dari mulut makhluk terkuat itu, memperjelas semua keganjilan yang tiba-tiba datang ke dunia ini atau lebih tepatnya [Cabang Semesta 2]. Sebagai Raja dari 72 Iblis atau Jin yang tertulis dalam [Kitab : Lesser Key of Solomon's]. Sekaligus pria yang sudah menghancurkan [Cabang Semesta 1] dengan cara yang benar-benar salah, ia merasa puas kali ini karena mulai mengerti dengan tatanan Alam Semesta.
"Aku jadi penasaran, bagaimana jadinya jika Trihexa milik Naruto Arashikage yang terkontaminasi oleh kekuatan Great Red, Ophis, dan Juubi sehingga berwujud Naga itu, berhadapan dengan Trihexa miliku yang benar-benar memiliki wujud murni seperti yang sudah diceritakan dalam wahyu." Pria diumur 21 itu kembali menyeringai, selagi otaknya bekerja untuk menimbang semua kemungkinan dan sebab-akibat yang akan terjadi jika ia benar-benar menurunkan Trihexa [Cabang Dimensi 1] sekarang.
"Ah! Itu ide yang buruk. Jika aku menurunkan Trihexa-ku sekarang, semua permainan ini tidak akan menarik dan malah terkesan membosankan. Hmm. . . Sedikit menunggu mungkin lebih baik. Dan. . ." Eksfresi wajah Taichou berubah seperti baru menyadari sesuatu. "Jadi 'mereka' juga datang kesini, huh?" Seringai kejam kembali merekah di bibir pria itu. "Luar biasa! Sebaiknya aku menyiapkan 'Panggung pertunjukan' terakhir untuk acara puncak malam ini, selagi 'Bintang Utama' membersihkan sampah-sampah itu." Dalam hitungan detik, Taichou sudah terbungkus oleh Masou (Djin Armor) api dari Wadah Logam [Amon] Iblis yang menyimbolkan Kesopanan dan kesederhanaan.
"Semua ini, hanya pengorbanan demi menghadapi 'musuh' di masa depan." Dan dengan ucapan 'ganjil' itu, Taichou melesat layaknya meteor api, meninggalkan langit pertempuran untuk melaksanakan rencana berikutnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
The DxD
Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.
Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)
Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.
Pairing : NarutoXNarukoXLe FayXOphis, IseXRias, ValiXKuro, TsubaXKiba, Etc
Warning : Triologi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Multi-Universe, Death Char, Multi-Naruto, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). Fem!Ixis, Bolt. RUMIT!
.
.
.
.
.
.
.
ARC : IV - 7 World's, 7 Man's, and 7 Fate's.
Chapter 28 - 666 : True Dragon Excutor (Perwujudan lain (Mix) dari Binatang Malapetaka.)
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Jika pada hari ini Manusia menanyakan apa yang sedang terjadi sampai-sampai langit dan bumi berteriak layaknya ketakutan. . .
Percayalah, seluruh makhluk supranatural akan menjawab secara serempak, dan tanpa keraguan; bahwa hari ini, jam ini, menit ini, dan detik ini. . . Adalah kebangkitan sesosok makhluk perkasa yang sudah tertulis dalam wahyu [hari perjanjian.] Namun, dengan bentuk berbeda dari ciri-ciri yang sudah dijelaskan.
Dari lubang dimensi super besar yang terbuka di langit sana, perlahan-lahan sesosok Naga Ekstrim keluar dari dalam lubang itu, menatap dunia dengan mata tunggal menakutkan yang dapat membunuhmu hanya dengan melihatnya. Hitam pekat lebih kelam dari pada gelapnya malam, menjadi warna dasar dari kulit sekeras Adamantium yang melapisi tubuh kolosal dua kali lebih besar dari pada Great Red itu sendiri. Naga itu mulai turun dari langit bersama jutaan benda padat layaknya meteor yang menghujani Bumi dan mengisyaratkan kehancuran sejati.
GROAAAAAAAAARR!
Raungan dahsyat Naga kolosal itu, mengakibatkan angin bergemuruh hebat bercampur dengan hujan lebat menciptakan badai dahsyat yang dihiasi sambaran petir kuat. Bumi berguncang dan bergetar, memuntahkan seluruh isi perutnya yang tersimpan sejak zaman nol. Lautan bergolak membuat gemuruh gelombang ombak besar yang siap menghancurkan daratan. Seluruh Dunia diselimuti oleh kegelapan pekat sampai-sampai cahaya sang Surya tak mampu menembus kegelapan yang lebih gelap dari pada sang raja malam. Seluruh manusia dan bahkan hewan dari belahan Bumi mana'pun lari tunggang-langgan dari bencana besar-besaran itu, untuk mencari perlindungan atau mungkin pertolongan yang mustahil akan datang.
Hari ini . . Hari kebangkitan sang Binatang Malapetaka. Sekaligus hari dimana kehancuran bagi dunia dimulai!
Ribuan mata terbelalak menatap sosok Naga Super Kolosal yang mulai keluar dari lubang dimensi di langit sana. Aura dominasi penuh kehancuran yang dipancarkan oleh Naga itu sudah lebih dari cukup untuk membuat semua makhluk yang berada dalam medan pertempuran bergetar ketakutan, dan akhirnya terjatuh dikedua lutut mereka. Rasa takut dan keputus asaan, benar-benar telah memenuhi hati mereka sampai-sampai semua diam membisu, semua diam membatu. Rasanya seluruh kekuatan yang mereka miliki direnggut secara paksa oleh sang Naga Malapetaka.
Naruko memaksa tubuhnya untuk bergerak walau'pun nyatanya, tubuh gadis Manifestasi dari Juubi itu bergetar hebat oleh tekanan aura kehancuran yang dipancar sosok Naga di atas sana. Ini di luar perkiraan, Naruko tidak pernah menduga bahwa Naruto akan benar-benar melepaskan tubuh Trihexa dari [Ujung Dimensi] dan memanggil [Binatang Malapetaka] itu ke alam dunia untuk mengakhiri segalanya.
"Minna! Bersiaplah aku akan meneleport kalian kedalam Kastil Ouroboros!" Melalui Intercom yang tersemat di telinganya, Naruko berteriak untuk menghubungi seluruh anggota Awakening Dragon. 'Aku harus menghentikan Naruto sebelum ia bergabung dengan Trihexa.' Batin gadis itu. Dan dengan bersusah payah Naruko segera merapal segel tangan untuk mengaktifkan kemampuaannya dan meneransfer semua anggota Awakening Dragon yang sudah ia tandai sebelumnya. "Hiraishin no Jutsu."
Sepersekian detik berlalu, dan seluruh anggota Awakening Dragon_kecuali Le Fay dan Naruto_telah berada di Kastil Ouroboros. Tiga lapis Kekkai Hexagram aktif, melindungi area sekitaran Kastil dari bencana yang ditimbulkan oleh bangkitannya Trihexa.
"Dimana Le Fay?" Ucap Naruko, saat direksi pengelihatan gadis itu tak dapat menangkap sosok gadis mungil berrambut pirang dimana'pun ia memandang. Mendapatkan pertanyaan seperti itu, tentu saja semua anggota Awakening Dragon diam membisu. Hanya ada tetesan air mata yang menghiasi mata mereka. Namun, hal itu sudah cukup untuk membuat Naruko tahu bahwa gadis kesayangan Tuannya telah gugur dalam medan pertempuran.
Mata merah berpola riak air milik gadis manifestasi Juubi itu menatap datar sosok Arthur yang kini tengah duduk bertumpu dengan pedang yang tertancap kedalam tanah. Meski tahu bahwa pemuda itu tengah bersedih atas kematian adik semata wayangnya, Naruko sama sekali tak merasa simpati atau'pun peduli akan hal tersebut, karena Naruko tahu bahwa tak akan ada yang dapat menenangkan atau mengerti betapa perihnya hati pemuda itu saat ini. Jadi memberikan waktu untuk Arthur menyendiri adalah tindakan paling tepat yang dapat ia lakukan. Selain itu. . .
"Ophis apa sekarang kau mengerti maksud dari ucapanku beberapa jam yang lalu?" Ophis mengangguk paham, ketika ia kembali mengingat ucapan Naruko, lima menit sebelum dimulai pertempuran. "Kalau begitu pergilah dan bawa Sang-Ayah. Aku akan menahan Naruto agar kesadaran Trihexa yang tersegel di dalam tubuhnya tidak bersatu dengan tubuh Trihexa di langit sana." Setelah mengucapkan hal itu, Naruko segera mengaktifkan [Rikudo Mode.] Sekarang Naruko benar-benar mirip dengan mendiang nenek moyangnya, yaitu; Kaguya Ootsutsuki. Mungkin hanya wajah, mata, dan Chakra no Yoroi yang membedakan rupa mereka.
"Vali aku serahkan tempat ini padamu." Dengan Rinnegan merah menyala Naruko menatap Arthur tegas. "Aku mengerti betapa sedihnya kau saat ini, Arthur. Namun, kesedihanmu itu tidak akan membawa Le Fay kembali ke dunia ini." Dan ucapan itu menjadi moment terakhir yang dapat didengar seluruh anggota Awakening Dragon_kecuali Le Fay dan Naruto_sebelum sang Mysterious Tailed Beast dan The Infinite Dragon, pergi untuk melaksanakan tugasnya masing-masing.
"Kenapa. . . Kenapa harus Fe Fay?" Arthur berucap parau penuh kesedihan. Dalam hati putra sulung Pendragon itu tersimpan sejuta kepedihan atas kematian sang adik tercinta. Merki'pun pada nyatanya Arthur selalu bersikap normal dan nampak tak terlalu memperhatikan Le Fay layaknya Naruto, namun sebenarnya Arthur sangatlah menyayangi adik semata wayangnya itu lebih dari nyawanya sendiri.
"Kenapa Vali. . . Kenapa?" Arthur mendongak untuk menatap Vali dan kini, nampaklah kesedihan sejati dari seorang Arthur Pendragon! Diwakili oleh aliran air mata yang membanjiri kedua sisi pipinya, Arthur mulai menunjukan emosi yang sebenarnya.
Vali memejamkan matanya, ia tak kuasa untuk menatap wajah sahabatnya yang kini tengah dikuasai emosi menyakitkan. Disamping itu, Vali juga merasakan apa yang Arthur rasakan karena Le Fay adalah anggota Team-nya. Terlebih lagi, sosok gadis kecil itu sudah Vali anggap sebagai bagian dari keluargannya sendiri. "Ini adalah konsekuesi dari jalan yang telah kita pilih, Arthur." Mengucapkan hal itu, Vali mulai membuka kelopak matanya seraya menatap sosok Naga Kolosal yang mulai keluar dari langit gelap di atas sana.
'Ya. Itu benar, ini adalah balasan dari semua kejahatan yang telah kita lakukan. Dan mungkin hanya menghitung waktu, sampai kita semua mendapat balasan dari apa yang telah kita lakukan selama ini.' Batin sang Lucifer saat tangan kanannya mengarah ke atas, seakan ingin menggapai sang Naga Malapetaka.
"Bukankah begitu. . . . Naruto?"
.
.
.
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Wilayah Tengah Pulau Ouroboros. . .
Naruto VS Seluruh Pemimpin Aliansi Lima Fraksi. . .
Naruto terdiam, berdiri kaku layaknya patung tepat di dasar inti kawah dengan tubuh bagian atas yang tak tertutup oleh sehelai'pun benang. Aura keji nan kelam menguar dahsyat dari tubuhnya, sampa-sampai membuat seluruh pemimpin Aliansi Lima Fraksi yang berdiri di sekeliling bibir kawah dan mengepungnya menegang hebat akibat pancaran aura intimidasi yang tak kenal henti untuk mengontaminasi seluruh area. Saat ini, tak ada satu'pun yang dapat melihat eksfresi Naruto, sebab wajah pemuda itu tertutup oleh rambu putih miliknya yang entah sejak kapan mulai memanjang. Akibatnya, mereka_pemimpin Aliansi_tidak dapat membaca apa yang tengah direncanakan oleh pemuda tersebut.
"Tetaplah waspada, Minna." Ajuka mulai angkat bicara, walau nyatanya nafas Maou Belzebuub itu, agak sesak karena tekanan energi yang menguar dahsyat dari Naga Malapetaka di langit sana dan pemuda yang berada inti kawah. "Karena musuh, dapat menyerang kapan saj_"
Jrashhh!
Dan lengan kiri sang Maou Belzebuub telah lepas dari tubuhnya.
Arghhhhhhh!
Ajuka berteriak lantang penuh rasa sakit ketika menyadari salah satu organ tubuhnya telah hilang dari tempat seharusnya. Darah segar menyembur deras dari tubuh sang Maou, menampakkan bekas luka gigitan binatang buas yang seharusnya adalah tempat lengannya berada.
Seluruh mata pemimpin Aliansi, melebar dibuatnya. Rasa syok sangat kental terlihat dari raut wajah para pemimpin itu, karena mereka sama sekali tidak dapat melihat pergerakan musuh, bahkan mereka sama sekali tidak dapat merasakan pergerakan aura yang dipancarkan tubuh Naruto karena pada nyatanya aura itu tetap tenang tanpa sedikit'pun berubah. Segera para pemimpin Aliansi menyebarkan direksi pandangan mereka ke segala arah dan detik berikutnya mereka dapat menemukan sosok pemuda berrambut putih yang membuang tangan Ajuka dari gigitannya.
"Trihexa. . ." Naruto mulai berbicara. Namun kali ini, suara pemuda itu terdengar seperti gabungan dari dua suara berbeda. Tanpa menunggu jeda, tubuh Naruto segera tertutup oleh lempengan Armor ksatria Naga tanpa Visor pelindung wajah, berhiaskan aksen rumit berwarna emas yang sangat kontras dengan warna hitam kelam sebagai warna dasar dari Armor tersebut.
"HANCURKAN SELURUH DUNIA!"
GROAAAARRRRR!
Sang Naga Malapetaka kembali meraung buas untuk menjawab perintah dari tuannya, membuat Bumi dan Langit kembali bergetar. Dan bencana dahsyat yang baru saja berakhir, kini kembali dimulai dengan intensitas yang lebih kuat dari sebelumnya. Raungan Naga itu sama persis seperti tekhnik [Tenpechi] milik The Mysterious Tailed Beast, Juubi yang hendak masuk dalam bentuk terakhirnya. Pulau Ouroboros yang menjadi medan pertempuran sekaligus pusat dari bencana yang terjadi di seluruh dunia itu'pun rata dengan tanah! Walau'pun kerusakannya tak separah belahan dunia yang lain karena tuan dari sang Naga itu sendiri berada di pulau tersebut.
Baraqiel, Gabriel, Serafall, Odin, Sun Wukong, Ikuse Tobio, Hades, Isis, Amaterasu, Fafnir, dan juga Tennin menggabungkan kekuatan mereka untuk membuat kubah pelindung agar terhindar dari bencana alam dan mengelilingi Ajuka yang tengah diobati oleh Suster Griselda.
"Ini benar-benar gila! Seluruh pasukan kita musnah tak tersisa hanya karena kedatangan Trihexa ke dunia ini." Odin menggeram menahan amarah yang berkecamuk dalam hatinya. Ini. . . Sudah benar-benar keterlaluan! Karena 6000 pasukan yang tersisa benar-benar tewas seketika. Semua diam membisu tanpa ada niat menyangkal perkataan Odin. Mereka juga berfikir bahwa ini memanglah sudah sangat keterlaluan. Namun apa daya? Mereka tak mampu untuk berbuat banyak karena satu-satunya makhluk yang paling ditakuti oleh dunia kini tengah berada di depan mata mereka sendiri. "Apakah ini juga akhir dari kita?" Lanjut Odin yang tatapannya tak lepas dari sosok sang Trihexa.
Brakh!
Suara benturan kuat yang tiba-tiba saja terdengar membuat semua pemimpin Aliansi mengalihkan tatapan mereka ke arah sumber suara. Dan. . . Mereka dapat melihat dengan jelas bahwa Naruto yang sudah dalam mode [Berseker] tengah menatap mereka datar layaknya predator yang menatap mangsanya kurang minat.
"Hei." Naruto berucap dengan suara datar penuh kehampaan. "Apa kalian fikir pelindung itu dapat melindungi kalian dari maut?"
Tak ada yang menjawab.
"KEHEHEHE. . . Aku tanya sekali lagi. . . KEHEHE." Naruto mulai tertawa kali ini. Dan hal itu malah membuat para pemimpin Aliansi Lima Fraksi berkeringat dingin karenanya. "Apa salahku sampai kalian selalu membuatku sengsara?"
Semua diam membisu, semua diam membatu. Para pemimpin Aliansi kembali mengingat apa yang telah mereka lakukan pada pemuda dihadapan mereka. Dan semua itu semata-mata hanya demi memuaskan ego mereka.
"Kalian telah membantai Clan-ku. . . Kalian telah membunuh orangtua-ku. . . Kalian telah mencuri hidupku. . . Kalian telah menyakiti hatiku. . . Kalian telah menghianatiku. . . Dan ketika aku mulai mendapatkan kebahagiaanku lagi. . . Kalian seenaknya saja datang dan kembali merenggut SEMUA ITU!"
Area disekitar Naruto hancur berkeping-keping oleh ledakan energi yang dipancarkan tubuhnya. Naruto segera menjejak tanah dan melesat bagaikan kilat dengan jari tangan yang terkepal kuat.
"APA SALAHKU SAMPAI-SAMPAI KALIAN SELALU MEMBUATKU MENDERITA?!"
BLAAAAARRR!
Kekkai yang diciptakan oleh seluruh pemimpin Aliansi, hancur berkeping-keping! Berhamburan di udara layaknya serpihan kaca. Segera semua orang yang berada dalam Kekkai itu menyebarkan direksi pengelihatan mereka kesegala arah, untuk mencari sosok Naruto yang telah hilang entah kemana.
Crash!
Suara daging yang tertembus begitu nyaring terdengar. Tentunya, hal itu otomatis membuat semua orang mengalihkan perhatian mereka kesatu arah. Dan. . . Mereka semua membulatkan mata secara sempurna.
"Odin-dono!"
"Ka-kau_ohok!" Odin memuntahkan banyak darah dari mulutnya saat rasa teramat sakit berdenyut di jantungnya. Mata sang Dewa Ketua dari tanah Norse itu menatap murka penuh kebencian sosok berrambut putih yang seluruh tubuhnya_kecuali kepala dan wajah_dilapisi oleh plat baja hitam berhias ukiran emas dibeberapa tempat, tengah melubangi dadanya sekaligus mencengkram organ vital yang berfungsi sebagai pompa darah. Jantung. Memang, Odin adalah salah satu orang yang kuat bahkan sangat kuat. Tapi, sekuat apa'pun orang itu, ia tak mungkin selamat jika Organ Vital khususnya jantung dihancurkan.
"Agrrhhh!' Odin menjerit kesakitan sampai suara paraunya yang mengisyaratkan rasa sakit luar biasa, tak lagi dapat keluar dari mulutnya ketika tangan Naruto yang menembus dada meledakkam jantung sang Dewa, sekaligus memberikan kematian instan nan menyedihkan bagi sang kakek tua.
Brukk
Naruto segera membuang tubuh tak bernyawa sang Dewa Ketua kearah kumpulan para pemimpin Aliansi. Tentu saja hal itu membuat semua perhatian fokus terhadap tubuh Odin yang melesat kearah mereka. Baraqiel segera melesat dan menangkap tubuh kaku Odin. Di mata Jendral Da-Tenshi itu terpancar kesedihan mendalam atas kematian Kakek tua dalam pelukkannya.
"Beristirahatlah dengan tengan Kakek tu_"
Brakh!
Belum sempat Baraqiel menyelesaikan ucapannya itu, ia harus terpaksa dibungkam oleh sebuah tendangan super kuat yang menghantam punggungnya telak. Dan membuat tubuh kekarnya mendarat keras diatas tanah. Baraqiel segera bangkit tanpa memperdulikan punggungnya yang sudah terkoyak dan meneteskan banyak darah. Namun ketika tubuh kekar sang Jenderal Da-Tenshi itu telah berhasil berdiri tegak, matanya membulat sempurna karena tiba-tiba sebuah pedang merah penuh akan aura kutukan telah bersarang di dadanya sampai menembus punggung.
Rasa sakit luar biasa menjalar dari dada keseluruh tubuh kekar sang Jenderal Da-Tenshi saat aura kutukan yang terkandung dalam bilah tajam pedang Raja Iblis Gram meracuni setiap tetes darahnya. Baraqiel berusaha menggerakkan tangannya yang mulai mati rasa untuk mencabut pedang yang bersarang di dada. Sedikit demi-sedikit ia mampu melakukan hal itu sampai akhirnya berhasil menggenggam gagang pedang Raja Iblis Gram. hanya butuh sedikit usaha lagi sampai ia bisa mencabut bilah tajam tersebut.
Akan tetapi. . .
Hal itu malah membuat aura kutukan Gram semakin ganas membara! Seakan-akan memiliki kesadaran tersendir dan tak sudi dirinya disentuh oleh tangan hina selain tangan tuannya, bilah tajam itu tercabut dengan sendirinya dari dalam dada Baraqiel membuat pria kekar itu menjerit kesakitan. Seakan tak puas, pedang Dragon Slayer tingkat tertinggi itu langsung bergerak dalam kecepatan Jet! Membuat tebasan-tebasan membabi buta tak kenal ampun yang menghujani tubuh Baraqiel.
Beberapa ribu detik telah berlalu, Gram menancam kokoh di tanah dengan lima sayap bagian kiri yang kandas, kedua tangan yang terpotong dan percikan darah segar milik sang Gubernur Da-Tenshi. Bagian-bagian tubuh itu Berceceran mengotori tanah pertempuran.
Brukh.
"Ohok!" Baraqiel memuntahkan banyak darah dari mulut ketika ambruk di kedua lututnya. Puluhan luka sayat nampak jelas memenuhi tubuh kekarnya yang berlumur liquid merah. Luka-kuka itu berdenyut ganas memberikan rasa sakit yang tak dapat digambarkan oleh sang Malaikat pendosa. Andai saja aliran Holy Power dalam tubuhnya tidak ditekan oleh aura kutukan Gram, Baraqiel pasti mampu selamat dari keganasan pedang tersebut.
Melihat hal mengenaskan yang terjadi kepada dua pimpinan Fraksi, pemimpin Fraksi lain yang tengah bertarung sengit dengan Naruto tak tinggal diam. Gabriel, Amaterasu, Serafall, Isis dan Sun Wukong berlari mendekati tubuh tak berdaya Baraqiel dan tubuh tak bernyawa Odin. Melihat hal itu dari kejauhan, Naruto segera mengangkat tangannya memberi isyarat kepada Naga Malapetaka di langit sana.
Dan. . .
DUAAAAARRRR!
Laser hitam pekat yang ditembakkan oleh Trihexa tepat menargetkan Odin dan Baraqiel menghancurkan tempat tersebut sampai tak tersisa sekaligus menelan Gabriel, Amaterasu, Serafall, Isis, dan Sun Wukong yang baru saja mendekat dalam ledakan dahsyatnya.
Sebuah kekuatan penghancur maha dahsyat baru saja ditunjukkan oleh sang Malapetaka.
"Sudah waktunya untuk memulai fase kedua." Naruto mengadahkan wajahnya, mata merah miliknya bersinar mengerikan menatap langit sebelah barat yang mulai bergemuruh dahsyat dan mengabaikan para pemimpin Aliansi Lima Fraksi yang tengah sekarat. Perlahan tapi pasti, jutaan partikel kegelapan berkumpul ditelapak tangan pemuda itu membentuk sebuah bola energi kecil namun memancarkan gaya Gravitasi yang sangat luar biasa kuat. "Dengan ini, aku akan benar-benar memusnahkan kalian sampai tak tersisa."
GROAAAAARRR!
Trihexa meraung keras seakan-akan menyetujui ucapan Naruto untuk memulai fase ke-dua. "Dan ini. . . Adalah bentuk balas dendamku, pada kalian dan dunia yang telah membuatku menderita." Naruto melemparkan bola hitam super padat di telapak tangannya itu, ke atas langit.
[Super Massiv Black Hole.]
"SADARLAH NARUTOOO!" Itu. . . Suara Naruko.
[Juubi Dama!]
[Extream Magic : Bararaq Incerad Saiqa!]
[Absolute Power of Destruction : Super Nova!]
Sunset di tanah anarki kian mencekam. Dan sayap patah terbang tertatih bersamanya.
Hari ini Satan bersyukur memanjatkan do'a-do'anya, untuk dunia tanpa pelangi.
Mawar merah menghitam tega bunuh asmara, ketika cinta tenggelam, Aku'kan jatuh lebih dalam.
Hari ini malaikat pergi dan tak akan pernah kembali, karena kita adalah. . .
GROAAAARRRR!
GROAAAARRRR!
Dua sosok Dewa Naga, merah dan ungu gelap keluar dari langit barat menatap bengis, sosok Naga Malapetaka yang berada di langit timur.
.
.
.
.
.
Bentrok Terakhir Untuk Menentukan Hasil Akhir Bagi Semesta 2. . . DIMULAI!
.
To Be Continued. . . . , . .
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Halo~ berjumpa lagi dengan saya!
Sepertinya tidak ada yang perlu saya sampaikan dalam chapter ini. Hehehe tapi jika kalian ingin bertanya secara langsung datang saja ke Akun FB saya dengan Name : Alfan Livan-Lucifer. Karena saya lebih sering aktif di jejaring sosial tersebut (cieee promosi #plak)
Ah! Tapi nampaknya dipembuka Chapter kali ini perkataan Taichou menjadi sebuah kunci dari segudang misteri dalam fic ini. Jika kalian penasaran, tetap ikuti fic ini karena di chapter-chapter mendatang akan saya bongkar semua keganjilan dan tujuan sejati Taichou!
Untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Tapi maaf, untuk chapter kemarin saya belum sempat membalasnya. Tapi yakinlah saya sudah membacanya semua ko. Dan nanti pasti akan saya balas!
Sekian dari saya~ Papa Haise The Centipede!
- Kubu-kubu yang terlibat dalam Dragon Raid -
[[Aliansi Lima Fraksi]]
- Maou Ajuka Belzeebuub.
- Maou Serafal Leviathan. (Mati)
- Archngel Gabriel. (Mati)
- Suster Griselda. (Mati)
- Gubernur Da-Tenshi Baraqiel. (Mati)
- Longinus Ikuse Tobio/Slash Dog. (Mati)
- Dewa Thor. (Mati)
- Dewa Odin. (Mati)
- Raja Tengu. (Mati)
- Sun Wukong Generasi pertama. (Mati)
[[Dragon King]]
- King Dragon of Fire. Tannin.
- King Dragon of Earth. Fafnir.
- King Dragon of Air. Yu-Long. (Mati)
- King Dragon of Ice. Tiamat. (Mati)
[[Sekutu]]
- Dewa Isis. (Mati)
- Dewa Susano'o. (Mati)
- Dewa Hades.
- Dewa Amaterasu. (Mati)
[[Awakening Dragon]]
- Great Red Apocalypse Dragon.
- Ouroboros Dragon Ophis.
- Trihexa 666 (Naga Malapetaka)
- Excutor Naruto Arashikage.
- Mysterious Tailed Beast Naruko.
- Hakuryuuko Vali Lucifer.
- The Strongst of Holy Swordman Arthur Pendragon.
- Secon Generation of Victorious Fighting Budha Bikou.
- Le Fay Pendragon. (Mati)
- Kuroka. (Sekarat)
[- Kubu yang berkemungkinan ikut berperang. -]
[[DxD]]
- Taichou. King of 72 Djin/Devil.
- Pure Trihexa 666 (Binatang Malapetaka)
- Naruto Lucifer Namikaze.
- Naruto Angels.
- Naruto Rikudo.
- Naruto Root S.
- Naruto No Aogiri.
- Mx-01.
[[Future]]
- Sekiryuutei Hyoudou Issei (30th).
- Hakuryuuko Bolt Uzumaki.
- Levinia. Longinus Dimension Lost.
- Sekiryuutei Ixis Gremory
Summary :
Semesta 2 - DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )
Semesta 1 - DxD 1 : Taichou, Bolt, Ixis, Levinia, Hyodou Issei (30Th).
Semesta 1 - DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)
Semesta 1 - DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)
Semesta 1 - DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)
Semesta 1 - DxD 5 : Android Mx-01. (Dari Fic : Before RE;)
Semesta 1 - DxD 6 : Naruto no Aogiri. (Dari Fic : Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)
Semesta 1 - DxD 7 : Naruto Root (Dari Fic : Tokyo Root S.)
Death : Azazel, Sirzachs, Shemhazai, Joker Dulio, Yasaka no Kyuubi, Loki, Yu-Long, Tiamat, Le Fay, Susano'o, Thor. Tengu, Odin, Isis, Amaterasu, Slash Dog, Gabriel, Baraqiel, Griselda, Sun Wukong, Serafall.
Issue For Next Chapter : In The End.
Salam Anti-Mainstream!
