Beberapa menit sebelum fase ke-dua. . .
Naruto VS Seluruh Pimpinan Aliansi Lima Fraksi.
Mata merah berbahaya milik Naruto menatap bengis Baraqiel yang melesat kearah tubuh tak bernyawa Odin. Seakan tak membiarian hal itu terjadi Naruto segera menjejak tanah sampai hancur berkeping-keping, menjadikan tanah itu sebagai pijakan sebelum ia menghilang dari tempat tersebut.
Dalam kecepatan layaknya teleport, pemuda itu langsung menghunuskan kakinya ke langit ketika posisi tubuhnya sudah berada diatas Baraqiel. Energi kegelapan berkumpul di sekitar kaki terlapis armor runcing miliknya dan dalam sekali gerakan kuat, Naruto mendaratkan kakinya tepat di punggung Baraqiel.
Blaaar!
Ledakan hebat, menjadi tanda betapa kuatnya tendangan tersebut. Naruto bersalto ke depan sebelum mendarat di atas tanah, tangan kirinya segera menghadirkan Gram dari dimensi penyimpanan dan tanpa melihat untuk memastikan kondisi Baraqiel, pemuda itu melemparkan pedang Raja Iblis ke arah belakang, layaknya tombak.
Jleeeb!
Suara daging terkoyak, semakin membuat Naruto yakin bahwa serangannya tepat mengenai sasaran. Mata merahnya berkilat menakutkan menatap tajam kearah depan, tanpa memperdulikan arah belakang pemuda Arashikage itu menerjang maju kearah para pemimpin Aliansi.
Blaaaar!
Naruto memukul dinding pertahanan yang diciptakan Serafall sampai hancur berkeping-keping. Dalam mode ini, sekarang pukulan pemuda itu setara dengan satu pukulan Trihexa yang mengandung jutaan aura kegelapan.
Flash!
Blaaar!
Baru saja pemuda itu hendak menyerang gadis yang menyandang gelar Maou Leviathan di depannya. Naruto harus merasakan betapa kuatnya Dragon Power yang ditembakan oleh Raja Naga Fafnir. Asap mengepul dari hasil ledakan, menyembunyikan wujud Naruto yang tak diketau kondisinya. Akan tetapi ketika detik berganti menit, seluruh mata terbelalak saat melihat tubuh Naruto yang mengepulkan asap tidak sama sekali mendapatkan cidera.
"Kau sebut itu serangan?" Pemuda itu segera mengangkat tangannya ke atas, perlahan tapi pasti jutaan aura kegelapan berkumpul di telapak tangannya membentuk sebuah bola energi kecil. "Akan aku tunjukan, apa itu serangan." Naruto menghilang dari tempatnya semula.
Flash!
[Black Hole]
Dan tiba-tiba sudah berada di hadapan Fafnir sembari menghantamkan bola energi di telapak tangannya tepat ke moncong sang Raja Naga. Namun alih-alih melubangi kepala Fafnir, bola energi hitam pekat itu malah menarik paksa tubuh Fafnir ke dalamnya dengan gaya Gravitasi 10 kali lebih kuat daripada Gravitasi yang dimiliki matahari. Dan detik berikutnya tubuh sang Raja Naga sudah tak dapat ditemukan dimana'pun.
"Kurang Aja_" Ucapan Serafall terpaksa harus terhenti, ketika tiba-tiba sebuah lengan kekar mencekik lehernya kuat seakan-akan sudah tak sabar untuk mematahkan tenggorokkannya. "Naru_Ohok!" Dengan sekejap kekuatan Serafall terserap oleh tangan yang mencekiknya, membuat daya tubuhnya melemah secara derastis.
"Maafkan aku Sera-sama, kehehehe."
Menyaksikan hal yang terjadi terhadap Serafall, Gabriel yang berjarak paling dekat dengan sang Maou Leviathan segera menerjang ke depan. Meresapi kaki putih nan mulus miliknya dengan Holy Power dalam jumlah besar, sang Archangel membuat tendangan memutar yang mengarah ke tengkuk Naruto.
Brakh!
Akan tetapi Naruto masih mampu menahan tendangan Gabriel dengan tangan kiri yang bebas mencengkram kuat pargelangan kaki sang Saraph, selagi tangan kanannya tetap mencekik Serafall. "Kaki yang indah Gabriel-san." Naruto menengok ke belakang sekaligus menjilat kaki mulus putih nan jenjang milik Gabriel. Dan tentu saja hal itu membuat Gabriel marah bukan kepalang.
"KAU!"
"Kehehehe. Tapi, tindakanmu sudah tak dapat dimaafkan lagi." Setelah mengucapkan hal itu, Naruto segera memutar tubuhnya ke belakang. Tangan kanannya yang mencekik Serafall mengangkat tubuh gadis itu seakan-akan berat sang Maou tak lebih besar daripada bulu angsa, sebelum membenturkan tubuh Serafall kepada Gabriel, sekaligus membanting kedua gadis tersebut sampai menghancurkan tanah. Setelah melakukan hal tersebut Naruto segera terbang ke langit.
ARGGHHHH!
Pemuda itu kembali menyeringai ketika mendengar suara jeritan penuh rasa sakit datang dari Baraqiel yang berjarak agak jauh darinya. Akan tetapi seringan Naruto segera datar kembali saat mata merah menyala miliknya menangkap sosok lima pemimpin Aliansi berlari mendekati Baraqiel.
"Trihexa."
Groooaaaarrr!
Dan. . .
DUAAAAARRRR!
Laser hitam pekat yang ditembakkan oleh Trihexa tepat menargetkan Odin dan Baraqiel menghancurkan tempat tersebut sampai tak tersisa sekaligus menelan Gabriel, Amaterasu, Serafall, Isis, dan Sun Wukong yang baru saja mendekat dalam ledakan dahsyatnya.
Sebuah kekuatan penghancur maha dahsyat baru saja ditunjukkan oleh sang Malapetaka. Dan hal itu mengakibatkan terciptanya lubang besar di tengah pulau Ouroboros.
"Sudah waktunya untuk memulai fase kedua." Naruto mengadahkan wajahnya, mata merah miliknya bersinar mengerikan menatap langit sebelah barat yang mulai bergemuruh dahsyat dan mengabaikan para pemimpin Aliansi Lima Fraksi yang tengah sekarat. Perlahan tapi pasti, jutaan partikel kegelapan berkumpul ditelapak tangan pemuda itu membentuk sebuah bola energi kecil namun memancarkan gaya Gravitasi yang sangat luar biasa kuat. "Dengan ini, aku akan benar-benar memusnahkan kalian sampai tak tersisa."
GROAAAAARRR!
Trihexa meraung keras seakan-akan menyetujui ucapan Naruto untuk memulai fase ke-dua. "Dan ini. . . Adalah bentuk balas dendamku, pada kalian dan dunia yang telah membuatku menderita." Naruto melemparkan bola hitam super padat di telapak tangannya itu, ke atas langit.
[Super Massiv Black Hole.]
"SADARLAH NARUTOOO!" Itu. . . Suara Naruko.
[Juubi Dama!]
[Extream Magic : Bararaq Incerad Saiqa!]
[Absolute Power of Destruction : Super Nova!]
DUUUAAAAAAAARRRRRRRRRRR!
Tiga perempat dari pulau Ouroboros musnah tak tersisa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
The DxD
Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.
Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)
Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.
Pairing : NarutoXNarukoXLe FayXOphis, IseXRias, ValiXKuro, TsubaXKiba, Etc
Warning : Triologi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Multi-Universe, Death Char, Multi-Naruto, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, No OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). Fem!Ixis, Bolt. RUMIT!
.
.
.
.
.
.
.
ARC : IV - 7 World's, 7 Man's, and 7 Fate's.
Chapter 29 - In The End. Taichou The Real Enemy.
.
.
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
GROAAAARRRR!
GROAAAARRRR!
Dua sosok Dewa Naga, merah dan ungu gelap keluar dari gerbang Naga raksasa yang terbuka di langit barat, menatap bengis sosok Naga Malapetaka yang berada di langit timur.
True Dragon Great Red atau sang Apocalypse Dragon akhirnya menunjukan dirinya ke alam dunia untuk memenuhi perjanjian yang telah tercipta antara dirinya dan Ophis jikalau anak angkatnya (Naruto) lepas kendali atas kontrol kekuatanya. Sebenarnya Great Red sudah mengetahui sejak ia memberi kesempatan ke-2 kepada Naruto untuk hidup kembali bahwa di dalam tubuh Anak angkatnya itu tersegel kesadaran dari Bintatang Malapetaka. Namun, Gread Red tidak pernah menyangka bahwa anak-nya itu akan melepaskan Jiwa Trihexa dan memanifestasikan Jiwa dari Binatang Malapetaka tersebut kedalam wujud Naga yang seharusnya menjadi wujud dari Naruto sendiri untuk menggantikan dirinya di Celah Dimensional nanti. Tapi tunggu. . .
"Ophis, sepertinya orang itu sudah mulai masuk dalam pertempuran ini." Suara renta, serak namun berwibawa keluar dari mulut penuh susunan gigi runcing milik Great Red. Melontarkan sebuah pertanyaan kepada sosok Naga ungu gelap yang tak kalah agung dari dirinya.
"Apa yang kau maksud orang itu adalah aura kehadiran kuat ini?" Ophis memastikan. Kini wujud sang Infinite Dragon sudah benar-benar sepenuhnya menjadi sosok Naga ungu kolosal yang hampir mirip dengan Great Red. Mungkin hanya warna dan susunan tanduk yang menghiasi punggungnya saja yang menjadi pembeda antara dirinya dan Great Red. "Tapi, preoritas utama kita adalah untuk memurnikan kebencian Trihexa dan membuatnya tunduk kepada Naruto. Jadi sebisa mungkin abaikanlah kehadiran itu Great Red."
"Kau benar Ophis."
Flash!
Blaaaaar!
Baru saja mereka berdua menyelesaikan diskusi untuk melancarkan rencana, mereka harus dibuat bermanuver secara zig zag menghindari Beam hitam penuh aura kehancuran yang ditembakan oleh sosok Naga hitam jauh di depan sana. "Ophis! Ayo kita serang Trihexa!"
GROAAAAAAAARRR
GROOAAAAAAARRR
Raungan kedua Naga kolosal itu menggetarkan langit sekaligus memusnahkan kegelapan yang mengontaminasi dunia. Dalam satu kepakan kuat, Gread Red dan Ophis melesat dalam kecepatan gila! Menerjang maju, mempersempit jarak dengan Trihexa.
GROAAAAAAARRR
Tidak tinggal diam, Trihexa juga kembali meraung buas layaknya ksatria yang menerima tantangan dari musuhnya. Membuka mulutnya lebar, Trihexa menyemburkan milyaran galon api hitam yang hampir menutup seluruh angkasa untuk membakar hidup-hidup dua musuh yang mendekatinya. Menyaksikan hal itu, Ophis dan Great Red tak mau kalah! Mereka juga menyemburkan api andalan mereka dalam jumlah tak kalah besar.
Langit yang awalnya mulai kembali normal, kini terasa sangat panas karena suhu udara dipaksa naik setinggi mungkin oleh tiga api berbeda warna yang saat ini tengah bertabrakan di angkasa dan secara tidak langsung mengakibatkan tingkat Pemanasan Global naik secara drastis. Panas api yang membakar dapat secara langsung dirasakan oleh para makhluk di muka bumi khususnya yang berada di Pulau Ouroboros.
"Otou-sama, Ojou-sama." Naruto bergumam tatkala menyadari kehadiran Great Red dan Ophis. Mata merahnya menatap datar gelombang api yang bertaburan di angkasa. Namun dari sana pula terpancar sedikit cahaya kesedihan yang nampak jelas dipancarkan oleh mata Naruto. Entah mengapa hatinya merasa tersakiti ketika melihat tiga makhluk Dewa di langit sana tengah bertarung sengit. Rasanya ia tak sanggup untuk melihat Ojou-sama dan Ayah-nya bertarung dengan perwujudan dirinya sendiri. "Trihexa tinggalkan Ophis dan Great Red! Ayo lakukan fase kedua!"
GROAAAAAAARRR
Naga Malapetaka itu kembali meraung, menjawab panggilan sang tuan. Mengepakkan keempat sayapnya Trihexa melesat turun menghampiri Naruto. Namun. . .
Bzt. . . Bztt. . . Bzttt!
DUAAAAAAAAAAAARRR!
GROAAAAAAARRR!
Dari langit sana turun sebuah pedang petir raksasa yang langsung menyambar Trihexa dan meledak tepat ketika menyentuh kulit Naga Malapetaka tersebut. Awan gelap di langit sana, segera memudar dan menampakkan sosok tua orang pria gagah dan satu anak kecil yang amat familiar dikalangan makhluk supernatural.
Mereka adalah. . .
Sakra The God of Heavenly Emperor.
Shiva The God of Destruction.
Zeus The Great King of God From .
Tiga eksistensi terkuat di dunia akhirnya memasuki medan pertempuran dengan tujuan yang jelas berbeda namun tetap dalam satu aliran; yaitu melindungi dunia dari kehancuran. Semua mata kecuali para Makhluk Dewa menatap tidak percaya kehadiran tiga dewa dari dua Mitologi berbeda itu. Aura dominasi dan kekuatan benar-benar telah memenuhi seluruh wilayah yang menjadi medan pertempuran.
"Ternyata kalian datang juga heh?"
Blaaaar!
Ketignya menatap tajam pemuda berarmor Ksatria Naga yang masih senantiasa berdiri tegak sembari menguarkan aura kegelapan dari sekujur tubuhnya. Mereka dapat merasakan bahwa pemuda bernama Naruto itu sudah berada dalam level yang sungguh sangat berbeda dari semua eksistensi yang hidup di dunia ini. Ditambah dengan Tiga Dewa Naga yang berada dalam naunganya membuat Naruto sudah benar-benar menjadi sebuah keganjilan yang patut dipertanyakan asal-usulnya. "Naruto Arashikage. . . Siapa kau sebenarnya?!"
"Hahahaha!" Alih-alih menjawab, Naruto malah tertawa dan mengangkat tangan kirinya untuk memanggil sang Naga Malapetaka yang sudah ditenggelamkan ke dasar lautan oleh serangan Zeus.
Blaaaar!
Layaknya balon yang berisikan air, tiba-tiba saja Lautan meledak dan menyemburkan jutaan galon air asin ke udara. Nampak jelas dari dalam lautan, Trihexa yang mulai berenang naik keatas untuk memenuhi panggilan Naruto. "Aku bukanlah siapa-siapa karena aku juga tidak tahu siapa sebenarnya diriku. Namun, jika kalian besikukuh untuk menghentikanku, maka aku akan memberi kehancur pada kalian semua!"
GROAAAAAAAAR!
Entah mengapa, Trihexa yang memiliki ukuran dua kali lipat lebih besar dari Great Red menjadi semakin kecil dan terus mengecil tatkala berhasil bebas dari dalam lautan. Lalu setelah jangkap pada hitungan 60 detik, wujud Kolosal dari sang Naga Malapetaka itu sudah menghilang tergantikan oleh kepulan asap kecil.
"A-apa yang sebenarnya terjadi?" Ajuka berucap penuh keterkejutan, ketika menyaksikan hal ganjil yang terjadi pada Trihexa. Nanun, ternyata bukan hanya dirinya saja. Hampir semua pemimpin Aliansi Lima Fraksi yang tersisa (Ajuka, Hades, dan Tennin) dan Tiga Dewa utama dari dua mitologi berbeda juga menatap tidak percaya dengan menghilangnya sosok Trihexa.
"Apa mungkin orang itu gagal mempertahankan wujud lain dari Trihexa?" Gumam Zeus. Mata sang Dewa petir menajam untuk mengopservasi lingkungan sekitar. Tetapi, tatapannya itu terhenti saat menyadari sosok Naruto sudah berada di hadapannya.
"Mati!"
Trank!
Blaaaar!
Shockwave yang dihasilkan oleh benturan dari dua pedang itu, mau tidak mau membuat Zeus melesat jatuh ke bawah dan menghantam kerasnya tanah. Tidak tinggal diam kedua dewa yang berada dalam satu mitologi yaitu; Shiva dan Sakra segera melancarkan tinju mereka, menargetkan kepala dari Naruto. Namun, tanpa bisa diduga kedua bogem yang bahkan bisa menghancurkan gunung dengan sekali pukul itu, masih bisa dihentikan oleh Naruto dengan cara meng-counter-nya.
Blaaaaar
Dentuman kembali terjadi ketika kepalan tangan dari tiga pria itu bertemu. Meledakan udara kosong sekaligus menghasilkan Shockwave yang membuat langit retak dan terbelah pada akhirnya. Memanfaatkan jeda beberapa detik yang ada, Zeus segera mengalirkan Divine Power miliknya pada bilah tajam Sword of Olympus untuk melancarkan serangan balasan.
[Lightning Thunder]
Bztttt~
[Black Hole]
Namun nihil, serangan bersekala besar yang Zeus tembakan terhisap oleh sebuah bola gravitasi yang entah sejak kapan sudah berada di balik tubuh Naruto. "Maaf saja ya."
Flash!
Trank!
Blaaaaaar!
Kedua pedang berlevel tertinggi di kelasnya kembali berbenturan untuk membela sang pemilik yang tengah bertaruh nyawa dalam seni berpedang. Kilatan hitam dan biru simpang siur kesana kemari saking cepatnya permainan pedang dari keduanya.
Trank!
"Heh, kau hebat juga pak tua." Naruto menyeringai sembari melontarkan kalimat serkatis dari mulutnya ketika Gram dan Sword of Olympus saling bergesekan mencari sebuah hasrat dominasi dari kemenangan.
"Cih, jangan remehkan aku anjing tengik!" Berbekal otot-otot kekar dan kekuatan yang maha dahsyat, Zeus menekan Sword of Olympus dalam genggamanya untuk memotong langsung Demon-King Sword Gram. Tidak sampai disitu, sang Raja Dewa dari gunung Olympus itu juga mengalirkan Divine Power berupa petir untuk mempertajam bilah pedangnya.
Set!
Naruto membelalak ketika mendapati sebuah potongan halus pada bilah tajam Gram, dirinya benar-benar sudah ceroboh kali ini dan melupakan fakta sederhana namun sangat berbahaya; bahwa petir bisa mempertajam sekaligus memotong logam terkuat di dunia jika digunakan dengan benar. "Jangan bescanda!"
Srak!
Crash!
Naruto memunculkan duri super tajam dari armor runcing di bagian siku-nya dan berhasil memberi luka cukup dalam pada pipi Zeus. Namun, dia harus dibuat jatuh ke tanah ketika sang Dewa membalas serangan Naruto dengan mengaktifkan Otoritas lain miliknya, yaitu; Gempa Bumi.
Duaaaaaar!
Trank!
Tanah hancur berkeping-keping akibat tubuh Naruto yang membenturnya. Untung bagi Naruto, jika saja ia tidak cepat tanggap untung mengantisipasi serangan Zeus yang berikutnya, dapat dipastikan Sword of Olympus telah menghujam tubuhnya karena Zeus tidak sama sekali memberi jeda pada serangannya. Meski itu hanya untuk menghirup oksigen.
"Tahan dia Zeus!" Memanfaatkan hal tersebut, Sakra dan Shiva segera melesat kebawah dengan senjata andalanya masing-masing. Namun baru beberapa meter kedua dewa itu bergerak mereka harus mengurungkan niat mereka untuk membunuh Naruto, karena Ophis dan Great Red sudah terlebih dahulu menghadang mereka dengan menembakan ribuan sihir Proyektil.
GROOOOAAAAARR!
DUAAAAAAAAARRR!
[Limbo Hongoku!]
Braaaakh!
Tiba-tiba saja Zeus yang hampir berhasil memotong Pedang Raja Iblis Gram, dipaksa terlempar jauh oleh sebuah serangan kasat mata. Memanfaatkan hal itu, Naruto segera bangkit dan menemukan sosok Naruko yang berada dalam wujud Rikudou Mode. "Naruko, serahkan Zeus kepadaku. Bantulah Ayah dan Ophis!" Mendapat anggukan paham dari Naruko, pemuda yang kini telah terbangkit sebagai Eksekutor Dunia itu segera menjejak tanah dan melesat cepat ke arah Zeus.
"Hancurlah!" Naruto berteriak lantang, posisi tubuh yang masih berada di udara ia manfaatkan untuk membuat posisi menghujam. Dan dengan sekali lewat Naruto mendaratkan dengkulnya yang telak menhantam kepala Zeus.
Blaaaaaar!
Meski mampu menahan serangan Naruto tepat di detik-detik terakhir. Namun, Zeus tetap saja harus rela terpelanting dan berguling-guling karena daya serangan dari pemuda itu sungguh sangat kuat. Tidak menyia-nyiakan waktu, Naruto segera menghilang dari tempatnya mendarat dan kembali muncul di hadapan Zeus sembari membawa bola gravitas super kuat di tangannya.
[Black Hole!]
[Lightning Vortex]
Drrtttttt!
Bola Gravitasi milik Naruto berbenturan dengan pusaran listrik terkonsentrasi milik Zeus. Dua kekuatan yang saling bertolak belakang itu mengakibatkan tanah bergetar hebat sekaligus memusnahkan semua yang ada disekitar.
Blaaaaaaarrr!
Keduanya terpental ke belakang tanpa dapat menahan dahsyatnya Shockwave yang dihasilkan oleh dua serangan setara dewa tersebut. Naruto yang terpental sampai ditempat pertempuran Naruko, Ophis, Great Red Vs Shiva, dan Sakra itu, segara masuk dalam konfrontasi untuk membully dua dewa yang berani menghalangi langkahnya tanpa mengindahkan Zeus yang terpental sampai tengah lautan.
"Wahai Jin yang menyimbolkan Kejujuran dan Ketakutan. . .
Aku perintahkan engkau untuk merasuki tubuhku. . .
Ubah tuanmu menjadi Jin Agung yang dapat mencabut nyawa siapa'pun. . ."
[Bellial!]
Zeus menyipitkan matanya ketika sebuah cahaya perak yang berpijar terang menusuk indra pengelihatannya. Beberapa detik berlalu, dari permukaan laut tempatnya berdiri Zeus dapat melihat sesosok pria berambut perak yang tubuhnya di balut oleh susunan kerangka tulang Naga tengah melayang di udara sembari membawa sebuah sabit perak raksasa. Jika dilihat-lihat pria itu hampir mirip Naruto.
"Siapa kau!?"
[Xtream Magic.]
Deg!
Zeus membeku, tubuhnya kaku, mulutnya membisu, matanya menatap kosong ke depan, dan pandangannya mencerminkan sebuah objek yang keluar dari lingkaran sihir Pentagram besar milik Taichou. Seekor Naga raksasa yang membusuk menatap tajam dengan mata merah menyalanya. Naga yang keluar dari Sihir Xtream milik Taichou itu meraung sunyi dan merenggut kelima indera yang dimiliki Zeur. Tanpa sang Dewa sadari darah segar mengalir santai dari lubang mata, telinga, hidung, mulut, dan pori-pori tubuhnya sendiri.
"Ini adalah sihir Xtream paling kuat yang aku miliki, dan hanya bisa kugunakan satu kali. Jurus pamungkas Bellial, dimana aku memanggil Naga dari alam kematian untuk memangsa jiwa targetnya. Raungan sunyinya mampu merenggut kelima indera dan jika kau menyentuh wujud dari Bangkai Naga ini, jiwamu akan dibawanya kedalam dimensi Bellial. Meski'pun kau adalah seorang Dewa, selama kau masih memiliki jiwa, jangan harap untuk tidak binasa."
Jadi. . . Selamat tinggal untuk selamanya."
[Belior Zauto]
Groaaaaaaarrr!
Bruk!
Tanpa ada satu'pun yang menyadari, Zeus tewas dalam kesunyia dan tubuhnya tenggelam dalam dasar lautan.
"Heh. Aku tidak menyangka akan menggunakan kekuatan ini untuk membunuh Zeus. Tapi biarlah. . . Lagipula, aku ingin segera bertempur dengan Naruto. " Ucap Taichou enteng, sebelum ia kembali melesat entah kemana.
.
.
.
.
.
"Ayah, Ophis, dan Naruko. . . Izikan aku untuk membunuh kedua Dewa itu dengan tanganku sendiri."
Setengah jam sudah terlewati dari dimulainya konfrontasi antara 4 Dewa Naga melawan 2 Dewa terkuat. Angin senja berhembus kencang diantara dua sisi kubu yang berlawanan. Pulau Ouroboros yang hanya tersisa seperempatnya saja akan menjadi saksi bisu pertempuran terakhir antara Naga dan Dewa yang memperebutkan nasib dunia. Naruto maju selangkah, tatapanya lurus mengopservasi sosok dua Dewa yang hanya berjarak beberapa puluh meter di depannya.
"Jangan sampai mati, Naruto." Protes Naruko. Namun dilihat dari seringai kejam yang terpatri di bibir gadis itu, dia sudah menyetujui permintaan Naruto. Sedangkan Great Red dan Ophis hanya meraung buas sebagai tanda kesetujuan mereka.
"Tenang saja aku tidak akan mati kecuali diriku sendiri yang membunuhku. Ayo kita mulai. . . .
Fase ke-dua."
"I! Son of The True Red Dragon that rises up from supremacy."
[[ We! Who possesses the Solomon God Dragon, shall become a king ]]
"Dark Purple God of Infinity, Brilliant God of Dreams & Illusions, Uncrowned King of Tailed Beast, and Dark Emperor of Destruction"
[[ Transcended our limit that makes oneself a forbidden existence ]]
《 Doo! Doo! Doo! Doo! Doo! Doo! Doo! Doo! Doo! Doragon Drive! 》
《 Forbidden Evolution : Xtream Dragon of Judgement. 》
.
.
.
.
.
.
To Be Continued. . . . , . .
.
XXXXXX The DxD XXXXXX
.
.
.
.
.
.
.
Halo~ berjumpa lagi dengan saya!
Sepertinya tidak ada yang perlu saya sampaikan dalam chapter ini. Hehehe tapi jika kalian ingin bertanya secara langsung datang saja ke Akun FB saya dengan Name : Alfan Livan-Lucifer. Karena saya lebih sering aktif di jejaring sosial tersebut (cieee promosi #plak)
Saya gx bisa ngeles karena ini memang kemalasan saya. tapi, tetap saja saya mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya karena telat update.
Untuk Review yang masuk; Terima kasih sudah menyempatkan waktu anda yang berharga untuk memberikan tanggapan, atau'pun koreksian kepada Fic Kacangan ini, saya sangat senang mendapatkan Review dari anda sekalian. Tapi maaf, untuk chapter kemarin saya belum sempat membalasnya. Tapi yakinlah saya sudah membacanya semua ko. Dan nanti pasti akan saya balas!
Sekian dari saya~ Papa Haise The Centipede!
- Kubu-kubu yang terlibat dalam Dragon Raid -
[[Aliansi Lima Fraksi]]
- Maou Ajuka Belzeebuub.
- Maou Serafal Leviathan. (Mati)
- Archngel Gabriel. (Mati)
- Suster Griselda. (Mati)
- Gubernur Da-Tenshi Baraqiel. (Mati)
- Longinus Ikuse Tobio/Slash Dog. (Mati)
- Dewa Thor. (Mati)
- Dewa Odin. (Mati)
- Raja Tengu. (Mati)
- Sun Wukong Generasi pertama. (Mati)
[[Dragon King]]
- King Dragon of Fire. Tannin.
- King Dragon of Earth. Fafnir. (Mati)
- King Dragon of Air. Yu-Long. (Mati)
- King Dragon of Ice. Tiamat. (Mati)
[[Sekutu]]
- Dewa Isis. (Mati)
- Dewa Susano'o. (Mati)
- Dewa Hades.
- Dewa Amaterasu. (Mati)
[[Awakening Dragon]]
- Great Red Apocalypse Dragon.
- Ouroboros Dragon Ophis.
- Trihexa 666 (Naga Malapetaka)
- Excutor Naruto Arashikage.
- Mysterious Tailed Beast Naruko.
- Hakuryuuko Vali Lucifer.
- The Strongst of Holy Swordman Arthur Pendragon.
- Secon Generation of Victorious Fighting Budha Bikou.
- Le Fay Pendragon. (Mati)
- Kuroka. (Sekarat)
[- Kubu yang berkemungkinan ikut berperang. -]
[[DxD]]
- Taichou. King of 72 Djin/Devil.
- Pure Trihexa 666 (Binatang Malapetaka)
- Naruto Lucifer Namikaze.
- Naruto Angels.
- Naruto Rikudo.
- Naruto Root S.
- Naruto No Aogiri.
- Mx-01.
[[Future]]
- Sekiryuutei Hyoudou Issei (30th).
- Hakuryuuko Bolt Uzumaki.
- Levinia. Longinus Dimension Lost.
- Sekiryuutei Ixis Gremory
Summary :
Semesta 2 - DxD 1 : Naruko Otsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD/ The Devil Ninja Shadow )
Semesta 1 - DxD 1 : Taichou, Bolt, Ixis, Levinia, Hyodou Issei (30Th).
Semesta 1 - DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)
Semesta 1 - DxD 3 : Naruto The Embodiment Angel. (Dari Fic : Knight of The Embodiment Angels)
Semesta 1 - DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)
Semesta 1 - DxD 5 : Android Mx-01. (Dari Fic : Before RE;)
Semesta 1 - DxD 6 : Naruto no Aogiri. (Dari Fic : Half Blood : Change The World. Crossover NarutoXTokyo Ghoul.)
Semesta 1 - DxD 7 : Naruto Root (Dari Fic : Tokyo Root S.)
Death : Azazel, Sirzachs, Shemhazai, Joker Dulio, Yasaka no Kyuubi, Loki, Yu-Long, Tiamat, Le Fay, Susano'o, Thor. Tengu, Odin, Isis, Amaterasu, Slash Dog, Gabriel, Baraqiel, Griselda, Sun Wukong, Serafall, Zeus, Fafnir.
Issue For Next Chapter : Final Showdown! 2 Naruto Vs 5 Naruto.
Di Chapter depan. semua bakal muncul mulai dari Taichou Cs. Vali Lucifer Cs, sampai Ixis Cs.
Salam Anti-Mainstream!
