Disclaimer : One Piece punya Eiichiro Oda, kalau OP punya gue pasti udah dari dulu Luffy jadian sama Nami dan genrenya gw jadiin romance,, huahahaha,,

Summary : Zoro melawan Mihawk, apa kali ini Zoro akan menang. Sekilas alasan eksekusi Ace.

Pairing : LuNa, ZoRo, dan pair lainnya.

Warning : OOC.

"Mimpi" dalam mimpi.

Tadinya aku mau mengganti judulnya tapi karena udah pewe jadi gak jadi deh, hehehe..

JEALOUS

Pagi itu bajak laut topi jerami meninggalkan pulau Kuja. Hancock dan penduduk pulau tersebut mengantarkan mereka sampai ke pintu gerbang pulau Kuja. Margaret, Aphelandra, dan Sweetpea juga ikut mengantar mereka. Pintu gerbang dibuka, Luffy melambaikan tangannya pada Hancock dan penduduk Kuja. Luffy tersenyum ke arah Hancock yang membuat wanita berumur 28 tahun itu hampir pingsan dibuatnya. Sanji kiss bye buat Margaret, tapi anehnya malah Chopper yang malu-malu. Usut punya usut ternyata Chopper malu-malu karena dipuji abis-abisan sama Caimie, Zoro ketiduran di dek kapal, Ace biasa saja, Franky bergaya super, Brook memainkan biola. Usopp berada di ruang jaga. Nami melihat ke langit seakan merasakan cuaca yang berbicara dengannya.

Robin kembali ke kamar wanita untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.

"Luffy, jaga diri baik-baik ya!" seru Hancock melambaikan tangannya.

"Pasti!" seru Luffy membalas lambaian tangan Hancock.

"Franky, bisakah sunny terbang melewati monster laut di depan kita itu?" tanya Nami pada Franky.

Franky langsung mengambil alih kemudi dan menerbangkan Sunny hingga keluar dari pulau Kuja.

ZZZZZ

"Angkatan laut datang!" teriak Usopp dari atas ruang jaga.

"Jumlah mereka banyak sekali, Luffy?"

"Tunggu apalagi, kita hajar saja mereka semua!" perintah Luffy dengan semangat.

Pertarungan pun dimulai dengan komposisi Smoker melawan Ace, Luffy melawan Marshall D. Teach, Zoro melawan Mihawk, Robin melawan Tashigi, Sanji melawan Absalom, Brook melawan Gecko Moria, Chopper melawan Dr. Hogback, Franky melawan Flamingo, Nami dan Usopp bertugas untuk melindungi Hachi dan Caimie juga melindungi Thousand Sunny agar tidak kena serangan Marinir.

Setelah bertarung tiga jam, Luffy berhasil mengalahkan Blackbeard begitupun dengan Ace dan lainnya kecuali Zoro. Zoro masih bertarung melawan Mihawk. Smoker, Tashigi, anggota marinir, Shicibukai, dan kru topi jerami lainnya masih menyaksikan pertarungan Zoro melawan Mihawk.

STRINGG..

"Santoryuu Ougi:San-Zen-Se-Kai," ucap Zoro menyatukan kedua pedangnya dan memutar dengan cepat berhadapan dengan Mihawk.

Mihawk menghindari jurus itu dengan mudah setelah menebas Zoro dengan pedangnya,"Apa kau sudah lupa pertarungan terakhir kita, kau menggunakan jurus itu juga. Aku pikir, saat kita bertemu lagi kau sudah lebih kuat. Ternyata kau masih lemah, kali ini aku akan membunuhmu Roronoa Zoro!!" Mihawk mengayunkan pedangnya ke arah Zoro yang tidak sadarkan diri. Dia bersiap-siap untuk menghunus pedangnya ke arah tubuh Zoro.

"Zoro!!" teriak topi jerami. Robin berlari ke arah Zoro, namun dihentikan oleh Luffy. Nami hanya bisa pasrah, Sanji memasang wajah khawatir. Usopp dan Chopper pun menangis, padahal Zoro belum meninggal. Robin tidak mengindahkan Luffy, dia terus berlari ke arah Zoro.

"Zoro, aku mohon sadarlah. Tolong bangkitlah, bukankah kau bilang padaku, kau akan menjadi pendekar pedang terkuat di dunia. Zoro, aku yakin Kuina juga tidak ingin kau dikalahkan oleh Mihawk sekali lagi. Zoro, aku mohon bangunlah dan kalahkan Mihawk!!" Robin berteriak dalam depresi, dia sama sekali tidak ingin kehilangan sosok seorang Zoro dalam hidupnya.

"MARIMO BAKA, KENAPA KAU HANYA DIAM SAJA! BANGUN DAN KALAHKAN DIA!" teriak Sanji.

"Zoro, ayo bangun. Impianmu ada di depan mata kan, bangun dan kalahkan dia!!" teriak Nami ikut memberi semangat.

"Nami, apa kau akan melakukan hal yang sama jika itu aku," gumam Luffy dalam hati.

"ZORO, BANGUN DAN KALAHKAN DIA!!" seru semua nakamanya.

Perlahan Zoro pun membuka matanya, pedang milik Mihawk sudah hampir mendarat mulus di jantungnya. Dia menahan pedang itu dengan pedang Ichimonjinya. Zoro pun bangkit dan mulai bertarung lagi dengan Mihawk.

"Ittouryuu Iai: Shishi Sonson," ucap Zoro.

Mihawk menghindarinya lagi dengan mudah. Zoro pun memejamkan matanya, dia tidak melakukan gerakan apapun, dia hanya diam sambil terus memejamkan matanya. Zoro berkonsentrasi, dia memusatkan pikirannya pada gerakan Mihawk. Mihawk memanfaatkan hal ini dengan menyerang balik Zoro, Mihawk mengayunkan pedang raksasanya itu ke arah Zoro. Zoro membuka matanya dan menahan pedang itu dengan pedang Ichimonjinya, "Asura Ichibugin," Zoro pun mengubah dirinya menjadi tiga dan dengan kesembilan pedangnya itu dia menebas Mihawk dari jarak mereka berdiri.

Mihawk mengeluarkan darah segar dari tubuhnya,"Roronoa, selamat kau sudah menjadi pendekar pedang terkuat di dunia," dengan mengatakan hal itu maka Mihawk pun terjatuh ke laut.

Dengan selesainya pertarungan Zoro dan Mihawk, Smoker menarik mundur pasukannya. Dia memberikan senyuman pada bajak laut topi jerami, dia pun pergi kembali ke Calm Belt membawa Mihawk. Zoro pun terjatuh ke laut, Sanji dengan sigap langsung menolong Zoro yang tercebur.

XXXX

"Sanji, ngapain dia disini?" tanya Zoro dalam hati.

Sekarang dia berada di ruang perawatan, Sanji terus menunggunya hingga tertidur. Luffy pun masuk dengan senyum terkembang dibibirnya dan diikuti oleh Nami yang ikut tersenyum ke arah Zoro. Usopp dan lainnya pun ikut menjenguk Zoro. Zoro memandang mereka dengan tatapan yang tidak bisa digambarkan, sementara itu Sanji terbangun menyadari Zoro sudah siuman. Zoro melihat ke arah sahabatnya tapi wajahnya mengisyaratkan kekecewaan.

"Robin-cwan, dia sedang istirahat dikamarnya," ucap Sanji menjawab pertanyaan tersembunyi Zoro.

"Oh," Zoro melihat ke sembarang arah.

"Oi, Luffy, apa kau dan Nami pacaran?" tanya Zoro tiba-tiba.

"Apa maksudmu Zoro?" tanya Luffy pura-pura gak ngerti maksud Zoro.

"Kau dan Nami sudah menjadi sepasang kekasih?" tanya Zoro lagi, dia kesulitan menjelaskan hal itu pada Luffy,"Kalian daritadi terus berpegangan tangan. Itu sangat menggangu pandanganku!"

Wajah keduanya berubah menjadi merah, Nami pun memutuskan untuk keluar dari ruangan perawatan. Ace tersenyum melihat mereka berdua, Luffy hanya bisa memberikan senyum khasnya pada Zoro. Sanji kembali ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

Makan malam kali ini tidak seramai biasanya, Zoro masih terbaring lemah di kamar perawatan dan Robin masih istirahat di kamarnya atas perintah Chopper karena dia sedikit demam. Suasana makan malam berlangsung sepertia biasa, Luffy terus mencuri jatah teman-temannya dan anehnya dia sama sekali tidak mengambil makanan punya Nami.

Usai makan malam Nami kembali ke kamarnya untuk menyelesaikan pekerjaannya menggambar peta sambil melihat keadaan Robin. Nami menghentikan langkahnya tepat di dek kapal, dia melihat Ace memandang laut dengan wajah sedih. Nami pun mendekati Ace tanpa menyadari bahwa Luffy terus memandang mereka berdua dengan wajah yang sulit digambarkan.

"Ace, ada apa?" tanya Nami berdiri disamping Ace.

Ace memandang sekilas ke arah Nami, dia tersenyum menyadari Luffy terus mengintai mereka. Ace kenal dan hafal sifat Luffy, Ace pun mendekati Nami. Nami mundur selangkah, Ace melihat sekilas ke arah Luffy lalu memandang Nami lagi.

"Nami, apa kau pernah acting sebelumnya?" tanya Ace lalu pura-pura ingin mencium Nami.

"Ace, APA YANG KAU LAKUKAN?!" Nami meninju muka Ace sampai memar.

Luffy lalu kembali ke kamarnya sambil tersenyum penuh kemenangan. Ace tersenyum, diapun minta maaf sama Nami,"Nami, maaf. Aku hanya memastikan dugaanku benar."

"Apa maksudmu?" tanya nami tak mengerti.

"Kau nanti akan tahu, Nami, perasaanmu padanya pasti terbalaskan," Nami blushing ditempat.

Dia tidak tahu maksud Ace berkata seperti itu, Nami tersenyum mendengar ucapan Ace. Dia pun kembali ke kamarnya.

XXX

"Nami, sekarang kita bertemu lagi."

"Arlong, bukankah kau dipenjara!!"

"Hah, aku berhasil kabur dari angkatan laut bodoh itu!"

"Lalu mau apa kau disini?"

"Aku akan menjadikanmu budakku lagi. Aku akan membunuh Luffy dan menjadikanmu budakku selamanya Nami!"

End Of Nami's dream

"Luffy!!" teriakan Nami pun terdengar sampai kamar Luffy.

Luffy loncat dari tempat tidur gantungnya, dia berlari ke kamar Nami. Nami terbangun dari tidurnya, dia sedang menenangkan dirinya di sisi tempat tidur saat Luffy memasuki kamarnya dengan tiba-tiba.

"Nami, ada apa?" tanya Luffy panik.

"Luffy, aku mimpi Arlong kembali lagi dan dia akan membunuhmu lalu menjadikanku budaknya selamanya," jawab Nami dan meneteskan airmata.

Luffy menaruh topinya dikepala Nami, "Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan membiarkan itu terjadi," Luffy memberikan senyuman khasnya pada Nami. Nami hanya bisa tersenyum balik, "Luffy, tapi aku takut," ucap Nami.

"Tidurlah, aku akan menjagamu disini," jawab Luffy lembut.

Luffy pun menjaga Nami, sebenarnya dia juga bermimpi hal yang sama dengan Nami. Dia memiliki firasat kurang baik dalam perjalanannya kali ini. Luffy pun meninggalkan kamar Nami setelah memastikan Nami baik-baik saja. dia kembali ke kamarnya sendiri setelah Nami sudah benar-benar tidur.

Luffy tidak bisa tidur lagi memikirkan mimpinya itu, mimpi yang sama dengan yang dialami Nami. Dia juga memimpikan itu, dia bermimpi bahwa Arlong kembali lagi. Arlong mengancam Nami untuk menjadi budaknya, dalam mimpinya itu, dia tidak bisa melindungi Nami. Dia dengan mudah dikalahkan oleh Arlong dan bukan itu saja, dalam mimpinya itu. Nami disiksa oleh Arlong tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa, tubuhnya tidak bisa digerakkan. Arlong sudah bertambah kuat, dan kini Luffy tidak bisa tidur.

Luffy pun memutuskan untuk keluar kamar, diapun duduk diatas kepala sunny. Luffy menatap lautan malam itu dengan tatapan kosong. Dia masih memikirkan mimpi itu, dia menghela nafas panjang.

Kriekk..

Nami terkejut saat melihat kaptennya belum tidur,'Apa dia tidak tidur dari tadi?' tanya Nami pada pikirannya sendiri. Nami pun mendekati Luffy.

Ratusan meteor pun berjatuhan malam itu, Nami dan Luffy make a wish. Mereka berdua pun kembali tidur ke kamar masing-masing, sepertinya hujan meteor yang dilihat mereka itu telah meredakan kegundahan hati mereka.

FFFF

Ace pun menjalankan rencananya, dia tersenyum puas melihat rancangan rencana kegiatannya dengan Nami. Dia berharap rencananya ini berjalan dengan lancar. Ace melirik ke tempat tidur Luffy, adiknya yang bodoh itu masih tidur dengan nyenyak.

Dewi fortuna sedang berpihak pada Ace rupanya, Nami sudah bangun dan dia sedang stretching di dek kapal. Nami melihat ke arah Ace sambil tersenyum, Ace pun balik tersenyum.

Dia mendekat ke arah Nami, Nami pun menghentikan kegiatan stretchingnya. Dia memandang Ace sambil mengerutkan alisnya.

"Nami, bisa kita berdua saja?" tanya Ace pada Nami. Nami terlihat bingung namun dia tetap mengikuti Ace.

"Begini, aku ingin menceritakan tentang alasan kenapa aku bisa hampir dieksekusi."

Nami diam dan mendengarkan cerita Ace.

"Aku sebenernya dikalahkan oleh Blackbeard, tanpa sepengetahuanku. Blackbeard berkhianat pada Whitebeard, aku mengejarnya karena aku tidak terima dengan pengkhianatannya itu. Aku bertarung dengannya, tapi sayangnya aku kalah. Begitu aku sadar, aku sudah ada di impel down, Garp bilang padaku bahwa alasan aku di eksekusi hanya untuk memancing bajak laut Shirohige, bukankah itu sangat memalukan. Aku malah membahayakan orang yang sudah menganggap aku sebagai anak kandungnya!"

"Ace, kenapa kau menceritakan semua ini padaku?" tanya Nami tak mengerti.

"Karena aku mempercayaimu, Nami, sama seperti Luffy mempercayaimu," jawab Ace.

"Ace, apakah menurutmu Luffy mempunyai perasaan seperti yang kurasakan padanya?" ucap Nami memandang ke laut.

"Pasti, dia hanya perlu waktu untuk menyadari perasaannya dan menyatakannya padamu. Jadi tunggulah saat itu datang, percayalah padaku Nami."

Nami kembali tersenyum. Dia pun mengajak Ace ke ruang makan karena Sanji sudah memanggil mereka dari tadi.

ZZZZZZZZZZ

Keanehan kembali terjadi di Thousand Sunny, contohnya saja saat makan malam kali ini. Luffy duduk dihadapan Nami, Ace duduk disamping Nami, apalagi kalau bukan ingin memanas-manasi Luffy. Ace semakin gencar memanas-manasi Luffy dengan cara mendekati Nami.

"Nami, dimulutmu ada bekas sausnya," ujar Ace lalu membersihkan mulut Nami dengan serbet makan.

"Ah, terima kasih Ace," semburat warna merah muncul dipipi Nami.

Melihat kejadian itu, Luffy mempercepat makannya dan keluar dari ruang makan. Dia berjalan ke luar ruangan, dan itu membuat Ace tersenyum puas,"Rencana berhasil," gumam Ace lalu melanjutkan makan malamnya dengan tenang.

Luffy kembali ke ruang jaga, hari itu giliran sang kapten yang jaga. Nami merasa khawatir pada Luffy, diapun membawakan Luffy daging kesukaannya karena tadi Luffy tidak menghabiskan makanannya.

"Luffy, apa kau baik-baik saja?" tanya Nami yang sudah berdiri dihadapan Luffy.

"Nami, aku sangat menyayangi Ace. Aku mohon padamu, jangan pernah menyakitinya!" pinta Luffy tanpa melihat Nami.

"Apa maksudmu, aku tidak mengerti?" tanya Nami balik,'Kenapa Luffy jadi aneh ya.'

"Hari sudah malam, sebaiknya kau tidur," perintah Luffy. Nami pun kembali ke kamarnya.

XXXX

"Zoro, selamat ya kau sudah menjadi pendekar pedang terkuat di dunia," ucap Robin saat dia berada di ruang perawatan Chopper.

Zoro menoleh ke arah Robin dan tersenyum, dia memberikan senyuman yang tidak bisa ditebak maknanya. Dia mendekati Robin, dan menarik tangan wanita bertubuh tinggi dan berambut hitam panjang itu untuk duduk di kursi kamar perawatan itu.

"Robin, terimakasih karena tanpa kau, aku mungkin tidak ada disini," Robin meletakkan telunjuknya dibibir Zoro. Jantungnya berdegub kencang, darahnya berdesir kencang. Zoro mendekatkan wajahnya pada Robin, begitupun dengan Robin dan wajah mereka semakin dekat, lebih dekat lagi.

"Oi, Marimo!" seru Sanji membuka pintu ruang perawatan tersebut,"MARIMO, APA YANG KAU LAKUKAN PADA ROBIN-CWAN DAN KENAPA KALIAN BERDEKATAN SEPERTI ITU?!!" marah Sanji saat mendapati Zoro dan Robin berdekatan, sangat dekat malah.

Zoro dan Robin pun blushing, Sanji menunggu jawaban dari keduanya tapi tak satupun dari mereka menjawabnya. Robin pun keluar dari kamar perawatan itu, wajahnya masih memerah mengingat kejadian tadi. Sanji menatap Zoro dan meminta penjelasan peristiwa yang baru saja dilihatnya.

"Kami tidak melakukan apa-apa kok, kau saja yang terlalu berlebihan. Lagipula, ngapain kau ada disini, kangen?" jawab Zoro dingin.

"Aku hanya ingin mengantarkan makan malammu, sekalian memberikan ucapan selamat padamu!" jawab Sanji lalu berjalan keluar kamar namun dia menghentikan langkahnya saat didekat pintu,"Marimo, kalau kau sampai menyakiti Robin-cwan, kau akan berhadapan denganku."

Sanji pun keluar kamar tersebut dan meninggalkan Zoro sendiri,"Tentu saja, aku tidak akan menyakiti wanita yang kucintai," gumam Zoro.

FFFFF

"Selamat datang di pulau Fishmen!" seru Hachi.

Thousand Sunny pun mendarat di pulau kelahiran Hachi, Caimie dan Pappag tersebut. seperti biasa, Nami membagikan uang untuk para nakamanya, Luffy selalu protes bila terjadi pembagian jatah uang dari Nami.

"Oya, set Log ternyata lebih cepat dari perkiraanku, jadi malam ini kita bisa melanjutkan perjalanan ke Red line," jelas Nami.

"Nami, kenapa aku selalu mendapatkan uang yang sedikit dibanding lainnya?!" protes Luffy.

"Begini ya Senchou, kapten Luffy, raja bajak laut yg akan datang, kau pasti akan menghabiskan uangmu untuk sesuatu yang tak penting, jadi aku sengaja tidak memberikanmu uang lebih," jawab Nami penuh kesabaran.

"Okelah kalau begitu, kalau begitu aku akan ikut denganmu saja!" kata Luffy.

"Tapi kan kau sudah kuberi uang, kenapa kau harus pergi denganku?" gantian Nami yang protes.

"Bagaimana kalau aku mati kelaparan karena uang yang kau berikan itu kurang, karena itu aku akan pergi denganmu sekalian memastikan bahwa kau selamat tanpa tujuan," jawab Luffy lalu menarik Nami.

"Luffy, aneh sekali ya, sepertinya dia itu suka sama Nami deh," ucap Usopp memandang kapten dan navigator itu dengan tatapan aneh.

Kru lainnya juga merasakan hal seperti itu, ini tidak seperti kapten mereka. Ace hanya tersenyum, dia sudah duga seperti itu. Kini mereka melihat ke arah Sanji, mereka lalu melihat ke arah Zoro dan Robin.

……………

Nami berjalan-jalan mengitari kota Merman, para penduduk pulau tersebut memandang penuh amarah ke arah Nami dan Luffy. Luffy terlalu sibuk mengagumi pulau Fishmen hingga tak menyadari bahwa Nami sudah hilang dari pandangannya.

Nami merasa ada yang mengikutinya dari tadi, dia pun menoleh ke belakang tapi Luffy tidak ada. Nami mempercepat langkahnya, dia menjadi khawatir pada kaptennya yang bodoh itu. Sementara itu di lain tempat yang berbeda, Luffy memasuki kedai makanan di kota itu. Perutnya terus mengeluarkan suara-suara karena dia belum makan lagi, Luffy pun memesan makanan. Luffy menyadari bahwa Nami tidak berada disampingnya, diapun meninggalkan kedai itu lalu pergi mencari Nami.

Nami merasa khawatir, kecemasan melanda hatinya. Dia terus mempercepat langkahnya, pikirannya kacau dan mimpi yang dialaminya terus menghantui pikirannya. Nami berlari tanpa arah, dia pun terpojok. Dua orang yang mengikutinya tadi semakin mendekatinya, Nami memejamkan matanya berharap itu semua hanya mimpi.

Dua orang itu semakin dekat, dan menampakkan wajah keduanya. Mereka mendekati Nami yang masih memejamkan matanya, "Kalian?" gumam Nami saat melihat wajah dua orang yang mendekatinya. Dua orang itu membekap Nami hingga dia tak sadarkan diri.

Luffy masih terus berlari mencari Nami,"Permisi, apakah kau melihat wanita berambut pendek dan berwarna orange lewat sini?" tanya Luffy pada orang yang melewatinya.

"Tadi aku lihat dia dibawa oleh dua orang mermain ke arah gudang tua disana," jawab orang itu sambil menunjuk gudang tua yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.

"Terima kasih ya," ucap Luffy lalu bergegas pergi kesana.

Luffy. Luffy tidak tahu kalau tempat yang ditunjuk oleh mermain itu hanya gudang tua kosong.

XXX

"Hai, Nami, kita bertemu lagi ternyata," kata mermain berambut panjang.

"Arlong, kau?" Nami yang sudah sadar, memandang tajam penuh kemarahan pada orang di depannya itu.

"Ternyata kau masih mengingatku ya," Arlong mengangkat dagu Nami, dia melihat ke tato ditangan Nami, dia menatap Nami lalu medorong Nami ke tembok dengan keras hingga Nami tidak sadarkan diri.

"Kau pasti berpikir aku dipenjara, asal kau tahu saja. Aku akan membuat perhitungan dengan Mugiwara no Luffy, dan aku akan menjadikanmu sebagai budakku untuk selamanya!!"

Tidak lama kemudian, Luffy datang dan langsung menghajar Arlong. Dia pun menggunakan gear dua dan menghajar Arlong habis-habisan. Luffy pun melepaskan ikatan Nami, dan membawanya pergi ke Thousand Sunny.

XXXX

"Chopper, Chopper, tolong periksa Nami!" perintah Luffy saat dia kembali ke Thousand Sunny.

"Oi, Luffy, kenapa Nami-cwan bisa seperti itu?" tanya Sanji,"Apa kau tidak menjaganya!"

"Arlong sudah kembali, dia menculik Nami," jawab Luffy menunjukkan wajah khawatir.

"Luffy, kau ikut aku. Lukamu juga harus diobati!" perintah Chopper

Sanji mengepalkan tangannya, dia pun memilih untuk memasak makan malam di dapur. Robin mengikuti Chopper sambil membawa air hangat untuk membersihkan luka Luffy dan Nami.

Luffy melihat ke arah Nami, dia merasa bersalah karena tak bisa melindungi wanita yang paling dicintainya. Perlahan Nami pun membuka matanya, di ruangan itu Luffy, Chopper, dan Robin sedang memandang ke arahnya. Dia merasakan sakit di kepalanya, kepalalanya juga diperban. Nami melihat ke arah Luffy yang memasang wajah khawatir dan bersalah, Luffy memandang Nami balik.

"Nami, maafkan aku karena aku tidak bisa menjagamu dengan baik," ucap Luffy tulus.

"Kau tidak bersalah padaku kok Luffy," balas Nami sambil tersenyum.

CCCCCCC

BERSAMBUNG……………

Pendek banget ya chap ini, sebenernya aku pengen bikin Luffy cemburu pada Ace di chap ini, dan memfokuskan pada judul fic tapi entah kenapa susah sekali membuat Luffy cemburu. Oya, disini aku sengaja memotong pertarungan Arlong dan Luffy karena aku berencana untuk membuat fic lagi dari adegan itu, tapi baru rencana sih belum tentu jadi. Maaf kalau aku mengecewakan penggemar LuNa, karna LuNanya dikit disini, maaf juga kalo Zoro disini gak banyak.

Aku minta maaf karena di chap ini gak ada balesan review yang kedua, karena aku udah bales lewat Pm. Alasannya sih karena aku mau istiraha (baca: tidur) dulu setelah mengetik chap ini seharian,,hehehe.. aku cuma bales buat anonymous aja, maaf ya.

Sabaku no Robin : maaf ya Saba, kalo ZoRonya gak banyak. Mungkin lain kali, aku bikin fic dengan pairing ZoRo deh buat kamu sebagai permintaan maaf,,hehehe.. makasih ya udah review dan maaf juga kalo udah bikin kamu kecewa.

Aku harap reader bisa menikmati chap ini. Meski aku ngaku kalau fic ini sepertinya bukan chapter yang diharapkan. Maafkan saya kalo kecewa dengan chap/fic ini.

Dan sepertinya fic ini akan jadi fic terpanjang bikinan aku,,hehehe..

Terima kasih sudah membaca dan tidak lupa saya meminta reader untuk mereview fic ini..^o^