Ini fanfic dari iklan kecap abc. Lucu aja tiap kali liat iklannya, kalo ada kesalahan nama dan sebagainya. Tolong dimaafkan ya.
Disclaimer : One Piece maupun brand kecap ABC bukan punya aku.
Itu tadi sekilas tentang fic saya yang gak kelar-kelar ini.
================================INTERMEZO==============================
"Rio, makan siangnya sudah siap!" seru Mama dari dapur.
Namun yang dipanggil belum juga datang, khawatir bercampur cemas, bunda pun mencari Rio ke ruang makan. Bunda mendapati Rio berjalan mengendap-endap hendak keluar dari rumah.
"Rio, mau kemana?" tanya Mama sambil memegang piring berisi ayam kecap favorit Rio.
"Mau ke rumah Putri, Ma, soalnya mamanya Putri masak ayam kecap. Ayam kecapnya itu enak banget," puji Rio langsung ngibrit ke rumah Putri.
Mama yang merasa penasaran, ikut-ikutan ke rumahnya Putri. Tercium aroma yang sangat wangi dari dapur rumah Putri, mirip bau masakan ayam kecap. Mama langsung nimbrung deket Bunda.
"Bu Joko, masak ayam kecap juga," ujar mama basa-basi/(A/N : namanya ini ngarang aja)
"Padahal bumbunya sama, apa yang beda ya," lanjut mama lebih ke arah pertanyaan.
"Kecapnya kali bu," kata Bu Joko memastikan.
"Kecapnya sa-ma, ABC?" jawab mama.
"Iya, bu, saya ngga pake kecap ABC. Boleh minta kecapnya, bu?" tanya mama tanpa malu sedikitpun.
Akhirnya mama balik lagi ke rumah dan bereksperimen membuat berbagai masakan terutama ayam kecap dengan kecap ABC.
"Ma, Rio pulang,hmm, harum," ujar Rio langsung ke dapur.
Setelah menyikat habis masakan mamanya, Rio beranjak pergi ke rumah Putri lagi. Rio sudah sampai pintu rumahnya, ketika mamanya bertanya dari dalam dapur.
"Rio, kamu mau kemana lagi?" tanya mama dari dapur.
"Mau main ke rumah putri, ma," sahut Rio sambil membuka pintu.
"Kan udah mama buatin ayam kecap pake kecap ABC!" seru mama masih dari dapur.
"Mamanya Putri cantik sih, jadi aku betah disana."
"????"
============================SEKIAN=============================
Oke itu tadi sekedar intermezo sebelum aku memulai rapat dadakan. Setelah memanggil semua kru topi jerami, dicaci maki sama Hancock, dan terpaksa memanggil arwah Ace, aku nyatakan rapat penentuan lanjut atau nggak fic Lovely LuNa akan dibuka.
Setelah menunggu bajak laut topi jerami melepas kangen karna sudah lama ngga ketemu, Luffy yang masih berbalut perban dimana-mana, mendadak histeris saat melihat arwah Ace.
"Ace!!" jerit Luffy memecah keheningan dan membangunkan author yang sedang ketiduran di meja makan sunny go.
Oya, ceritanya kami thousand sunny. Luffy tanpa pikir panjang langsung berlari dan memeluk Ace, tapi tembus. Dia mencoba lagi tapi tetep gak bisa.
"Kok aku gak bisa peluk Ace ya," otak Luffy yang emang cuma pentium dua itu belum juga menyadari kalo yang dipeluk itu adalah arwah, makhluk tak bernyawa. Beda sama Brook yang emang punya kekuatan buah setan untuk hidup kekal.
"Kau ini anak bodoh, tentu saja kau tidak bisa memelukku. Aku kan sudah meninggal!" teriak Ace menyadarkan Luffy.
Kru topi jerami plus author dan Hancock hanya sweatdropped melihat kakak adik yang sudah beda dunia itu. Tiba – tiba Usopp menginterupsi pertengkaran duo penyandang D itu. Dia mengeluarkan kertas foto dari tasnya, lalu dengan senyum penuh arti dia berkata.
"Lihat, aku menemukan foto ini didalam tas author!" seru Usopp.
"Paling juga fotonya author, gak penting ah. Mendingan Nami-swan kemana-mana deh," sahut Sanji tak peduli.
"Bukan, makanya liat dulu," bujuk Usopp.
Foto pun dibalik dan tampaklah foto Sanji seperti pada cover chapter 544 One Piece di onemanga, sedetik kemudian..
"Tak kusangka ternyata kau juga ikut-ikutan menjadi penduduk asli Momorio ya,,hahahaha,," tawa Zoro pun meledak.
Terjadilah pertengkaran kesekian kalinya antara Zoro dan Sanji, sudah cukup duo penyandang D yang bertengkar saat ini. Nami dengan sekali serangan clima tact-nya, ketiga manusia pun hangus terkena halilintar dari perfect clima tact milik Nami.
"Author, cepatlah utarakan maksud dan tujuanmu mendatangkan kami semua. Aku masih harus membantu Haredas dan penduduk Weatheria lainnya," tegas Nami to the point.
"Baiklah, tapi bagaimana bisa mulai kalau mereka bertiga masih terkapar seperti itu," keluh Author gak sabaran.
……………………SINKKKK…………………….
Hening. Semuanya masih memikirkan cara untuk menyadarkan mereka bertiga, dimulai dari ide gila Hancock untuk membangunkan mereka dengan mero mero no mi. hal itu tentu saja dicegah dengan kru topi jerami lainnya + Ace + author, lalu ide gila dari Nami dengan clima tact-nya, dan lagi-lagi dicegah. Hingga Robin pun tanpa meminta pendapat teman-temannya, langsung mengerahkan kekuatannya. Dia mengeluarkan tangan-tangan dari tangan dan kaki ketiganya. Dengan sekali serang, langsung membuat ketiganya terbangun.
"Oi, Robin, kau ingin membunuhku ya!" bentak Zoro dengan wajah kesal.
"Marimo baka, jangan seenaknya saja membentak Robin-cwan!" maki Sanji.
"Luffy-kun, kau tak apa-apa?" tanya Hancock lembut.
"Ngga apa-apa, Hancock, arigatou," ucap Luffy sambil tersenyum lebar.
"Dia memanggil namaku, apa? Luffy bilang aishiteru," Hancock mulai 'berimajinasi' lagi kalo Luffy bilang aishiteru.
"Ayolah, teman. Kapan kita bisa rapat kalo kalian kayak gini?"
"Rapat apa??" jawab mereka serempak.
"Ini tentang fanfic buatanku ituloh LoveLy LuNa!" Author jadi kesel.
"Ohh," koor mereka kompak.
"Bantu aku ya, menurut kalian pairingnya gimana? Luffy apa kau bersedia dipasangkan dengan Nami?" tanya author udah putus asa.
"Ngga mau!" jawab Luffy lantang.
"Kenapa?" protes author dan Nami.
"Nami itu kan pelit, selalu menyuruhku seenaknya saja, uang jajanku juga paling dikit, selalu menghajarku seenaknya saja. aku gak mau, bisa babak belur aku." Jelas Luffy panjang tapi gak lebar.
"Author, aku mau kok dipasangkan dengan Nami-swan," usul Sanji dengan mata berbentuk hati dan hidung menangis darah (tau kan maksudnya apa.).
"Nami, apa kau mau dipasangkan dengan Luffy?" tanya author lagi udah putus harapan.
"Ngga mau!" balas Nami.
"Ah, baiklah. Tapi masalahnya aku ingin membuat pairing kalian berdua, jadi gimana donk?" author udah bener-bener putus asa menghadapi Luffy dan Nami yang saling mengirim death glare.
"Tanya aja sama reader, gampang kan." Usul Ace bijak.
"Usulmu bagus juga Ace, gak salah aku membangkitkanmu dari alam kubur, dan dengan ini RAPAT DITUTUP!"
Dengan berakhirnya rapat gak jelas ini, saya selaku author yang punya fanfic ini. memohon pada reader/author lewat review, untuk memberikan pendapatnya.
Jawaban terbanyak, maka itu yang akan saya pake buat meneruskan fic ini.
Silakan kemukakan pendapat kalian ya. Makasih.
Kalian ingin berakhir dengan pairing apa?
Luffy X Nami
Sanji X Nami
Menurut kalian, apakah fanfic saya ini sebaiknya lanjut ato nggak?
Lanjut aja. Alasan….
Nggak usah. Alasan….
Buat yang udah mereview dan memberikan pendapatnya, saya ucapkan sangat terima kasih sekali. Oya satu lagi pertanyaannya.
Kalo fic ini tetep dengan pairing LuNa, cerita seperti apa yang kalian harapkan pada lanjutannya nanti?
Utarakan ide kalian ya. Saya lagi buntu ide nih.
oya, sampe lupa. begini, karna aku bikin nih fanfic buat reader.
jadi dari kalian, untuk kalian, oleh kalian.
pertanyaan terakhir.
dalam fic ini, kalian pengen pairing apa aja?
terserah aja.
kemukakan aja pendapat kalian. yang ngga ada pilihannya boleh juga kok. misal pengen ZoNa, LuHan, AceNa, ZoRo, ato lainnya. terserah aja.
Terima kasih, dan saya harap anda bisa mereview polling ini.
Terima kasih ya.
Ada yang tahu cara bikin poll di profile?
