The DxD
Disclaimers : Masashi Kishimoto & Ichie Ishibumi.
Crossover : Naruto and High School DxD
Rate : M (For story and leangue. No Lemon, Lime Yes!)
Genres : Adventure, Fantasy, Sci-Fi, Supernatural, Hurt/Comfort, Angst, Tragedy ETC.
Warning : Triologi Fic, Time Travel, Dimensional Travel, Multi-Universe, Death Char, Multi-Naruto, Dark Side Naruto, Powerfull Naruko and Ophis, Universal, Semi-OOC, OC, Typo(s), Miss Typo(s), Adult theme, Violence, AU, Twist Plot (Plot Maju, Mundur, Naik, Turun, dan Berliku). Fem!Ixis, Bolt. RUMIT!
.
.
.
.
.
.
A/N : Halo... Lama tak jumpa kawan! Apa ada yang ingin membunuh saya? Atau malah ingin menikahi saya? Cieee #dibacok Hahaha maafkan saya yang telah lama menghilang dari dunia ini. Tapi sekarang saya telah kembali untuk melunasi hutang-hutang saya kepada kalian semua! Err... Nggak janji sih #dikroyokreader.
Ok, tanpa banyak bacot dan alasan-alasan murni(?) Lagi, langsung saja saya persembahkan untuk kalian semua yang tentunya saya cintai di dunia maupun akhirat. . .
.
.
.
The DxD
Final Arc - 7 Man, 7 World, and 7 Fate.
Chapter 32 - Hancurkan Taichou!
.
.
.
Gelombang aura kegelapan menjulang sampai langit, meluluhlantahkan area sekitar, dan memberi sebuah perasaan yang mungkin akan membunuhmu jika kau dapat merasakannya. Gejolak jiwa yang tak lagi memiliki pegangan, tampak jelas disana. Bergemuruh layaknya badai yang siap menerbangkan segalanya. "Trihexa. . ."
Suara bariton itu. . . Menciptakan sebuah sensasi mengerikan terhadap semua orang yang berada di dalam Dimension Creator, karena tepat setelah Taichou mengatakan kalimat tersebut tubuh sang Binatang Malapetaka yang memiliki 7 kepala,menguarkan aura mengerikan, hampir sama dengan aura yang meledak dari tubuh Taichou sendiri. "Ini adalah pertempuran yang menentukan segalanya! Jadi ayo kita bertarung sampai mati, Naruto Arashikage!"
Groaaaaaaarrrrrrddd!
Dan. . . Suatu kengerian hadir di hadapan semua orang.
Groaaarrrrrrrrrr!
Groaaarrrrrrrrrr!
Groaaarrrrrrrrrr!
Groaaarrrrrrrrrr!
Groaaarrrrrrrrrr!
Groaaarrrrrrrrrr!
Groaaarrrrrrrrrr!
Ketujuh Trihexa itu mengaum buas menyebabkan Dimensi reflika dari gurun Sahara ini, bergetar dengan dahsyatnya. Dapat dilihat, ketujuh Trihexa itu adalah simbol binatang dari tujuh kepala yang dimiliki Trihexa sebelum membelah diri. Namun, alih-alih berkepala tujuh semua Trihexa ini hanya memiliki satu kepala dan tetap memiliki intensitas kekuatan yang sama dengan wujud aslinya. "Nah, sekarang apa yang akan kau lakukan kembaranku?" Ucap Taichou seraya duduk di atas salah satu Trihexa yang memiliki kepala Singa.
"Heh, aku juga akan menyiapkan Team-ku dalam pertempuran ini." Naruto mengatakan hal tersebut sembari menghadirkan Gram dalam genggamannya. "Vali dan yang lain, pergilah untuk mengalahkan Trihexa berkepala Beruang. Naruko kau urus Trihexa berkepala Banteng. Ayah, kali ini aku serahkan Trihexa berkepala Naga untukmu. Dan Ophis... Kami semua butuh dukunganmu. Aku yang akan melawan Taichou."
"Cih, tetap arogan seperti biasa, huh? Tapi karena itulah aku menyukaimu Naruto." Aura perak berpijar dari tubuh Vali dengan gemilangnya. Tampaknya sifat maniak bertarung sang Hakuryuuko terkuat itu sama sekali tidak memudar walaupun musuh yang akan ia hadapi kali ini, tidaklah main-main kuatnya. Bahkan, kali ini semua yang tergabung dalam Awakening Dragon bener-benar bersemangat untuk segera memulai pertarungan penentu ini.
"Maaf tapi ini bukan hanya pertarungan kalian, kami juga akan turut membantu." Dari arah belakang, sebuah suara feminim menginstruksi. Awalnya Naruto syok karena wajah gadis tersebut sangat identik dengan Rias Gremory tapi setelah beberapa detik ia amati kembali, aura gadis itu bukanlah milik sang Ruin Princes.
"Kalau begitu silahkan kalian bergabung dengan kami, lagipula kali ini musuh yang kita hadapi bukanlah sesuatu yang dapat dihadapi seorang diri." Naruto mengatakan hal itu bukan semata-mata karena tak yakin dengan Timnya. Tapi karena sekarang disetiap pecahan Trihexa dipimpin oleh Naruto-naruto dari Dimensi berbeda. "Jadi adakah yang ingin berduet denganku dan menari bersama Taichou?"
"Aku!"
Semua mengalihkan pandangan mereka kearah seorang pria paruhbaya yang sedari tadi hanya diam mengamati. Itu adalah Issei dewasa dari Dimensi 1 - Semesta 2. "Jika begitu semua telah diputuskan. Taichou aku tidak akan kalah darimu!"
"Datanglah Naruto Arashikage!" Teriak Taichou seraya merubah wujudnya menjadi Jin Baal.
.
.
.
.
Pertempuran terakhir;
Naruto & Issei 30th VS Naruto Taichou & Inti Trihexa.
Team Vali VS Trihexa Beruang & Naruto Rikudo.
Naruko VS Trihexa Ular & Banteng.
Great Red VS Trihexa Naga & Ular.
Naruto Lucifer VS Naruto Angel & Trihexa Badak.
Ixis, Levinia VS Naruto Root, Naruto Aogiri, MX-01.
.
.
.
.
Naruto & Issei 30th VS Naruto Taichou & Inti Trihexa.
Bergerak dalam kecepatan penuh, Naruto dan Hyodou Issei menerjang maju ke arah Taichou yang telah bertransformasi dalam bentuk Jin Baal. Aura mengerikan terpancar dari keduanya. Disetiap hentakan kaki mereka tanah berpasir Gurun Sahara meledak sampai menimbulkan cekungan kecil. Naruto melompat tinggi, ia memulai serangan pembuka dengan menghantamkan kaki kananya ke arah pipi Taichou. Namun, serangan itu dengan mudahnya dapat dipatahkan, tiba-tiba tanpa dapat di bendung lagi Hyodou Issei telah berada di belakang tubuh Taichou sembari menebaskan Ascalon horizontal.
Trankkk!
Issei terpental beberapa meter ke belakang tatkala pedang dalam genggamannya berbenturan dengan ekor Taichou. Naruto menduga, Taichou telah menguasai 72 Jin yang ia miliki sehingga dirinya bisa mengaplikasikan kekuatan itu sesuka hati, seperti ekor Baal yang berubah menjadi Tombak Trisula dari Jin Barbatos. "Dragon Shoot!" Tepat sebelum Issei mendarat di tanah, ia menghadirkan Boosted Gear dan menembakan aura Iblis yang ia miliki untuk kembali menyerang Taichou. Tapi alih-alih mengenai sasaran, Dragon Shoot tersebut hilang ditelan oleh Rasi bintang yang hadir disekitar Taichou.
Booom!
Ledakan kembali terdengar dari kejauhan, dan nyatanya itu adalah ledakan yang dihasilkan oleh Dragon Shoot milik Issei. Benar seperti dugaan Naruto, lagi-lagi Taichou mengkombinasikan kekuatan 72 Jin yang ia miliki dalam wujud satu Jin sempurna. Dan kali ini yang ia gunakan adalah kekuatan dari Jin Dantalion. Naruto melompat mundur, jika terus seperti ini akan sangat sulit untuk mengalahkan Taichou karena disamping kekuatan, Taichou juga ahli dalam bidang tehnik. "Dragon Break!" Naruto masuk dalam mode Armor Great Red, dengan ini ia berharap dapat menanggulang kekuatan Taichou dengan kecepatannya. Melesat layaknya cahaya, Naruto tiba dihadapan Taichou dalam sekedip mata seraya memukul wajahnya.
Brakhh!
Sayangnya, Taichou mampu mengimbangi kecepatan serangan Naruto sehingga ia dapat meng-counter pukulan itu. Shockwave tercipta dari dua bogem yang saling beradu. "Cukup main-mainnya." Melompat, Taichou menendang wajah Naruto sekuat tenaga, akan tetapi Naruto melakukan hal yang sama sehingga kedua serangan itu kembali bertabrakan dan menimbulkan gelombang kejut untuk kedua kalinya.
Blarrrrr!
Keduanya terpental beberapa meter namun tepat di arah Taichou mendarat, Issei yang telah masuk dalam mode Balance Breaker tengah menanti kedatangannya seraya melancarkan serangan. Taichou yang belum siap, harus terpaksa menerima serangan tersebut di perutnya, dan membuat ia terbang ke angkasa. Akan tetapi ternyata Naruto juga sudah menunggu. Memfokuskan kekuatannya pada telapak kaki yang menghunus ke langit. Layaknya roket, kaki yang terbalut armor runcing itu mendarat tepat di perut Taichou. Dan menghempaskannya kembali ke bumi di tempat Issei yang telah menunggu dengan Armor besar nan padat perwujudan dari Rook. "Heyaaa!"
Brakhhh!
"Akhhh!" Issei melebarkan mata ketika merasakan sakit luar biasa di punggungnya. Ia yakin pukulannya itu tepat mengenai Taichou dan membuat orang itu terpental jauh, berpuluh-puluh meter. Namun, entah mengapa ia juga merasakan sakit yang luar biasa seakan pukulannya sendirilah yang melukainya..
"Mirror Alice, bagaimana rasanya terkena pukulanmu sendiri Ise-kun?"
Issei membalikan tubuhnya, disana ia dapat menjumpai Taichou tengah menyeringai sembari membuang sebuah cermin yang retak pada bagian ujungnya. "Ku-kurang ajar! Jadi kau juga mencuri Sacred Gear Tsubaki-san!
"Ufufufu, bisa dibilang begitu. Sayangnya... Sacred Gear curian ini hanya bisa aku gunakan satu kali_"
Betzzz!
Tanpa dapat menyelesaikan ucapannya, Taichou menghindari sebuah Katana yang melaju cepat menargetkan tenggorokannya. "Trik lama huh?" Berbalik, pedang Baal dalam genggamannya memblok Katana yang tadi sempat melawatinya. "Aku tidak akan tertipu lagi dengan seranganmu itu Naruto." Taichou menerjang maju dengan tubuh yang terbalut oleh aliran listrik menargetkan Issei yang juga menyerbu ke arahnya.
Blarrrrr!
Shock Wave kembali tercipta ketika pukulan milik Taichou dan Issei bertemu. Naruto yang baru saja tiba segera melancarkan tendangan memutar, namun Taichou dengan reflek yang bagus mampu menahan tendangan tersebut sekaligus mencengkram pergelangan kaki Naruto dan membantingnya ke tanah. Tidak membiarkan hal itu terjadi, Issei segera menjejak perut Taichou sekaligus menarik tangan Naruto agar terlepas dari cengkeraman Taichou yang terpental jauh ke belakang. "Rea Baldo!" Tepat pada momen tersebut, Naruto segera menciptakan ratusan pedang di sekitarnya dan memerintahkan ratusan pedang itu untuk menyerang Taichou.
Taichou yang melihat ratusan pedang datang dari depan, menyeringai senang. "Dantalion!" Seukiran Rasi bintang tercipta di depan sang Kegelapan, menelan serangan tersebut secara kontinyu sedetik sebelum menembus tubuh sang tuan. Tiba-tiba saja lima ukiran Rasi bintang muncul dari ketiadaan sembari memuntahkan ratusan pedang yang awalnya menargetkan Taichou, tepat di sekeliling Issei dan Naruto
Trank!
Trank!
Trank!
Ise dan Naruto yang terkejut segara menghadirkan senjata mereka masing-masing. Berbekal reflek keduanya yang sudah tidak diragukan lagi, kedua orang tersebut menangkis semua pedang yang balik menyerang mereka dengan mudah. Namun, tampaknya itu hanyalah pengalihan dari Taichou sebab baru satu detik Naruto dan Ise selamat dari senjata makan tuan itu, mereka harus dikejutkan lagi oleh lingkaran sihir Hexagram yang bersinar terang di langit sana.
Xtrem magic : Amol dherrsaiqal!
Groaaaarrrr!
Sesosok raksasa api perwujudan ksatria zaman pertengahan lengkap dengan pedang merah yang membara keluar dari lingkaran sihir hexagram milik Taichou. Sang ksatria api itu berteriak lantang menggetarkan atmosfir buatan Dimension Creator sebelum mengahunuskan pedangnya sembari melesat ke arah Naruto dan Issei dalam kecepatan super. Kedua pria yang mengenakan Armor Naga merah itu berpandangan, mereka tahu bahwa sudah tak ada lagi waktu untuk menghindari hujaman dari sang Ksatria api. Suhu di sekitar sudah benar-benar naik ratusan kali lipat akibat dari materialistik sang Ksatria tercipta dari api yang memiliki suhu setara matahari.
"Dark Doom!" Seketika, dari tubuh Naruto meledak Darkness Power dalam jumlah besar. Kekuatan kegelapan itu, membentuk sebuah kubah hitam transparan di sekitar area Naruto dan Issei, mencoba melindungi keduanya dari tumbukan sang Jin Api yang akan segera datang menghantam
BLAAAAAARRRRRRR!
Ledakan dahsyat menghancurkan area sekitar! Menghiasi pasir gurun Sahar dengan api merah membara dan terbakar. Sang Ksatria Api milik Taichou berhenti tiga meter dari permukaan tanah karena pedang miliknya tertahan oleh lapisan kubah hitam milik Naruto. Di langit sana Taichou menyeringai, ia masih mengontrol Amon dan keukeh untuk menghancurkan kubah pelindung milik Naruto. "Mari naikan levelnya." Kini lingkaran sihir raksasa kembali tercipta di depan sang Kegelapan, seringai mengerikannya merekah lebar bertepatan dengan Api Putih yang menyembur dari pedangnya.
Xtream Magic : Ashtor Inqirad-Saiqa!
Groaaaaaaaarrrr!
Sesosok Naga putih yang seluruh tubuhnya tercipta dari Api Suci mengaum buas, sembari melesat cepat ke arah Ksatsia Api yang masih mencoba untuk menghancurkan Kekkai milik Naruto. "Bersatu!" Seakan memiliki akal fikiran Naga putih penjelmaan dari Api Suci dan sang Ksatria Api mengikuti interuksi dari sang tuan,
BLAAAAAAARRRRRRR!
Ledakan kembali terdengar! Kali ini dengan intensitas yang jauh lebih besar dari sebelumnya! Dark Doom milik Naruto mengalami retakan di sana-sini akibat dari hantaman pedang sang raksasa Api yang kini telah di Upgrade menjadi Api Putih simbol pemurnian yang notabenenya adalah musuh alami bagi kegelapan. Naruto meringis dengan peluh bercucuran di wajahnya, ia sudah tak tahan lagi untuk terus mempertahankan bentuk dari Dark Doom yang digempur oleh duet Sihir ekstrim ini. Issei juga tak jauh berbeda dengan Naruto, ia menggunakan Dragon Power miliknya untuk membantu Naruto menahan kekuatan dahsyat dari serangan Taichou. "Naruto, kau bisa menahan ini sedikit lebih lama?"
"Akan aku usahakan."
Di luar Dark Doom, Amon sang Ksatria Api tak henti-hentinya menebaskan pedang Api Putih itu untuk terus menggempur pertahanan Naruto. Taichou sang pengendali Amon menatap pemandangan tersebut dangan bosan. "Apa cuma segini saja kekuatanmu Naru-"
Flsah!
Tanpa dapat menyelesaikan ucapannya Taichou mengelak dari sebuah Beam berkecepatan cahaya yang datang dari bawah. Akibatnya konsentrasi Taichou buyar untuk terus mengontrol bentuk dari Amon. Berkat hal tersebut Naruto dapat terbebas dari gempuran Amon. Mata Rinnegan sang kegelapan memicing tajam tatkala melihat Issei yang tiba-tiba sudah berada di depannya dan bersiap menghantamkan pukulan keras perwujudan dari Armor True Queen.
Shinra tansei!
Blaaaaaaarrrr!
Untuk kesekian kalinya tanah kembali meledak namun kali ini disebabkan oleh tubuh Issei yang secara tiba-tiba di hempaskan kembali ke bumi oleh sebuah gelombang kekuatan kasat mata. Issei kembali bangkit sembari meregenerasi Armor True Quuen miiliknya.
Tab
"Taichou, mulai dari sini kami akan serius untuk melawanmu."
Naruto mendarat tepat disamping Issei. Keduanya mengangguk. Saling memahami satu sama lain tanpa harus berbicara dan mulai berjalan bersama menutup jarak dengan Taichou yang sudah kembali turun dari langit. Aura mencekam meledak dari kedua pria berzirah Naga merah itu, menggetarkan seluruh pemukaan gurun dan menerbangkan pasir-pasir di sekitar mereka. "Taichou... Bukan! Tapi Naruto Arashikage! Kau memilih jalan yang salah." Suara Naruto berubah derastis, karena sekarang suara pemuda itu lebih terdengar seperti paduan suara dari jutaan manusia. Dan keduanya melafalkan syair kebangkitan secara bersamaan.
"I! Son of The True Red Dragon that rises up from supremacy."
"I! The Red Dragon Emperor that rises up from supremacy."
[[ We! Who possesses the Solomon God Dragon, shall become a king ]]
[[ I! Who possesses the Heavenly Dragon, shall become a king ]]
"Dark Purple God of Infinity, Brilliant God of Dreams & Illusions, Uncrowned King of Tailed Beast, and Dark Emperor of Destruction"
"Black-Jet God of Infinity, Brilliant God of Dreams & Illusions."
[[ Transcended our limit that makes oneself a forbidden existence ]]
[[ Transcended our limit that makes oneself a forbidden existence ]]
《Doo! Doo! Doo! Doo! Doragon Drive! 》
《Doo! Doo! Doo! Doo! Doragon Drive! 》
《Forbidden Evolution : Xtream Dragon of Judgement! 》
《Forbidden Evolution : Diabolos Dragon!》
Seluruh hamparan pasir gurun Sahara terangkat ke atas seakan hukum fisika tak lagi bekerja pada area tersebut, karena saking dahsyatnya lonjakan energi yang maledak dari tubuh Naruto dan Issei. Penampilan keduanya'pun sudah sangat berbeda sekarang. Tubuh Naruto ditutupi oleh Armor Great Red dengan warna hitam pekat dan garis merah dibeberapa bagian. Sedangkan Issei terlapisi oleh lempengan Armor Great Red berwarna Crimson dan garis hitam di beberapa bagian, dari punggu keduanya tumbuh masing-masing dua pasang sayap Naga merah, dilengkapi dengan empat laras meriam yang disematkan pada bagian pundak dan pinggang. Naruto dan Issei, kini benar-benar nampak seperti dewa Naga yang berasal dari dunia lain.
"Hahahahah!" Naruto Arashikage, atau yang akrab dipanggil Naruto Taichou tertawa layaknya orang gila tatkala menyaksikan kedua musuhnya berubah menjadi wujuh terkuat yang mereka punya. Darahnya bergolak, nafasnya memburu, dan jantungnya berdetak keras, sebuah hasrat lama yang ia dambakan akhirnya datang menjumpainya.
"AYO MENARI BERSAMA!"
Taichou berlari kencang, menggiring dua makhluk miniatur Naga yang mengejarnya. Adrenalinya meningkat sampai ratusan kali lipat dan memaksanya melompat kesana-kesini tatkala puluhan laser penghancur ditembakan oleh Issei dari empat laras meriam yang ada di pundak dan pinggangnya. Ledakan dahsyat memekikan telinga terdengar di sana-sini, dan menghancerkan segala yang ada dalam jalur lintasan Beam tersebut. Berbekal 72 Jin yang ia miliki, Taichou dapat menghindari dan meniadakan semua serangan Issei, sembari memberi perintah terhadap Trihexa berkepala Singa untuk menghadang Naruto.
Taichou merubah wujudnya menjadi Jin Zagan. Ribuan tumbuhan sulur tiba-tiba tumbuh disekitarnya memutar balikan fakta bahwa tumbuhan khas tropis itu tak dapat tumbuh di iklim ekstrim gurun pasir. "Diamlah sejenak Ise!" Mengatakan hal tersebut, sembari menebaskan Tombaknya sembarang Arah. Taichou memerintahkan ratusan tanaman sulur hasil ciptaannya untuk memperlambat sang Diabolas Dragon sekaligus melumphkannya.
Pyaaaaaaar!
Masih dalam wujud Jin Zagan, Taichou terbang ke atas sembari berteriak lantang. "Xtream Magic : Ashtor Inqerad. - Extrem Magic : Bararaq inqerad Saiqa. Xtream Magic : Rea Baldo." Langit bergemuruh keras ketika tiga buah lingkaran sihir raksasa tercipta. Detik berikutnya, ribuan pedang, Halilintar, dan Api Putih turun dari lingkaran sihir tersebut untuk menargetkan Issei yang masih direpotkan oleh sulur-sulur raksasa milik Zagan dari segala arah.
"Lemah!" Namun... Issei yang sedang dalam mode terkuatnya tidak sama sekali gentar dengan serangan Taichou. Sepuluh buah permata di Armornya bercahaya Putih-Perak sebelum melepaskan sepuluh ekor Naga Mini berwarna Putih-Perak disekitanya.
[Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide] [Divide]
Kesepuluh Wyvern Fairy itu terus-menerus membagi dua semua Xtream Magic milik Taichou, sampai pada batas dimana serangan tersebut tak lagi dapat memenuhi tugasnya. "Berubah!" Satu ucapan itu cukup untuk membuat semua Wyvern Fairy milik Issei kembali menjadi warna asalnya; merah crimson. Dan mulai menggandakan kekuatan.
[Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost] [Boost]
Otomatis kelima Naga mini itu mendekati Issei dan meneransferkan semua kekuatan yang telah digandakan kepada tuannya. "Inilah balasanku!" Tiba-tiba, armor bagian dada milik Issei terbelah, menampakan sebilah meriam besar yang menyerupai kepala Naga.
Longinus Smasher!
Dalam kecepatan kasat mata sebuah Beam penghancur total ditembakan oleh Issei dari meriam yang terletak di dadanya. Beam itu melesat layaknya cahaya, menargetkan Taichou yang masih tenang melayang di angkasa.
"Dantalion." Taichou menyeringai.
BLAAAAAAAARRRRRRRR!
Dalam mode ini Issei memiliki jumlah energi yang tak terbatas! Karena Diabolas Dragon adalah pergabungan dari Great Red, Ophis dan Ddraig. Belum cukup sampai di sana, Issei kembali melancarkan serangan, namun dengan jumlah output yang lebih besar dari sebelumnya. Empat larah meriam di bahu dan pinggangnya mengunci target sasaran di atas sana.
[D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D] [D∞D]
"MAJU!"
Infinity Blaster!
Ledakan kuat menghiasi angkasa dengan warna merah menyala yang menerangi seluruh area gurun Sahara.
.
.
.
.
Team Vali VS Trihexa Beruang & Naruto Rikudo.
Tak hanya di sisi Naruto, di sisi ini'pun pertempuran berjalan dengan panas! Kekuatan dari Trihexa berkepala Beruang tidaklah main-main dahsyatnya, hanya dengan satu tembakan api yang dimuntahkannya saja sudah cukup untuk melelehkan pasih gurun sahara dan menciptakan lubang tak berdasar di mana-mana. Belum lagi kekuatan dari Naruto Rikudo yang tak bisa dianggap remeh. Sejauh ini Team Vali belum ada yang mampu mendaratkan satupun pukulan tehadap sang Pertapa.
Limbo : Hongoku!
"Vali Menunduk!" Sang Hakuryuuko menuruti peringatan yang diberikan oleh Kuroka tepat pada waktunnya karena ia tak dapat melihat serangan kasat mata yang dilancarkan oleh Naruto Rikudo. Pada awalnya serangan tersebut sama sekali tak dapat dihindari oleh semua anggota Team Vali mereka menjadi bulan-bulanan tekhnik Limbo milik Naruto Rikudo. Namun berkat Kuroka dan Bikou yang menggunakan Senjutsu sampai batas maksimal, kini semua Limbo dapat diatasi dengan instruksi dari Kuroka dan Bikou. Ditambah dengan hadirnya Boruto yang juga memiliki Rinnegan membuat semua kembali teratasi.
"Jadi sudah ketahuan ya?" Naruto Rikudo yang sedari tadi hanya duduk memperhatikan jalannya pertarungan, kini berdiri dan mulai mendekati setengah Team Vali. "Kalau begitu izinkan aku untuk bersungguh-sungguh melawan kalian."
Bwoshhh...
Chakra emas meletup dari tubuh Naruto Rikudo, menggetarkan area pertempuran dengan kekuatan mahadahsyat yang dimilikinya. Chakra emas itu melapisi tubuhnya seakan-akan menjadi kulit kedua bagi sang pertapa. "Bijuu Dama!" Tanpa aba-aba sebuah bola hitam yang tercipta dari ketiadaan, ditembakan oleh Naruto Rikudo yang baru saja menyelesaikan Transformasinya.
Buuuuummm!
Team Vali menyebar untuk menghidari ledakan kuat yang dihasilkan oleh serangan Naruto Rikudo. Gurun Sahra bagian timur luluh-lantah akibah Boom Bijuu tersebut. Vali segera melesat dalam kecepatan dewa mencoba mendaratkan pukulannya terhadap Naruto Rikudo namun reflek sang pertapa sangatlah akurat, ia menghindari pukulan Vali hanya dengan margin yang tipis. Namun, dari arah belakang Arthur yang datang dengan kecepatan Dewa-nya telah terlebih dahulu mengayunkan pedangnya dan membelah Naruto Rikudo menjadi dua. Akan tetapi Arthur melebarkan mata ketika tubuh Naruto yang ia yakini telah ditebasnya berubah menjadi sebongkah kaya.
Buakhh!
Berbekal pengalaman dan keahliannya sebagai pendekar pedang suci terkuat, Arthur dapat memblok sebuah tendangan yang datang dari titik buta dengan pedangnya sembari memberi serangan balasan. Naruto Rikudo bersalko ke belakang menghindari serangan Arthur, tapi tepat sebelum kakinya menapak di tanah Bikou telah terlebih dahulu menghantam tubuh Naruto Rikudo dengan Ruyi Jing Bang kesayangannya.
Flsah!
Naruto Rikudo kembali mengelak, berkat Kyuubi Mode tingkat satu ia memiliki kecepatan yang hampir menyamai Hiraishin. Jadi bukanlah hal sulit untuk menghindari serangan itu.
Brakhh!
Brakhh!
Brakkh!
Lagi!
Naruto Rikudo dibully habis-habisan oleh tiga pria dari Team Vali, saking intensnya serangan tersebut ia sampai tak sempat hanya untuk sekedar mengambil nafas. Tapi meskipun begitu tidak ada satupun serangan yang dapat menganainya! Semua diblok oleh Naruto Rikudo.
"Oodama Rasengan!"
Bola chakra super padat itu menggilas Armor Divide Divinding dari arah depan sampai hancur berkeping-keping sekaligus membuat sang pemiliknya melesat jauh puluhan meter. Arthur menggeram tidak suka pemimpinya dilecehkan seperti itu, ia berlari menuju Naruto Rikudo sembari melemparkan Caliburn kebanggaannya lurus ke depan.
Flash!
Naruto yang sudah bersiap untuk mematahkan arah serangan Holy-King sword terkejut tatkala pedang Raja itu menghilang tiga meter sebelum mengenainya. Adrenali sang Pertapa berteriak membunyikan alarm tanda bahaya, dan dengan margin yang sangat tipis Naruto mampu menghindari Pedang Raja Suci yang tiba-tiba muncul dari arah belakang.
Trank!
Pedang itu terlempar jauh ke atas, Arthur menjejak tanah berpasir gurun Sahara kuat-kuat dan melesat dalam kecepatan dewa untuk mengambil lagi pedang kebanggaannya. Namun Naruto tak membiarkan itu terjadi, dia juga ikut melesat ke atas untuk menggagalkan usaha Arthur sembari menciptakan aliran petir di telapak tangan kirinya. "Chidori!"
Bzttt bzttt bztttt
Brakh!
Naruto membatalkan seranganya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada ketika secara mendadak sebuah tinju berkekuatan dahsyat menghantamnya. Memutar tubuhnya yang melayang sebelum mendarat, Naruto Rikudo dapat melihat Vali tengah melayang angkuh dengan Armor putih-perak yang memancarkan kekuatan 5 kali lipat dari biasanya. Empireo Juggernaut Overdrive.
"Sekarang... Kau akan merasakan kekuatanku yang sebenarnya Naruto!". Vali yang terbalut lempengan Zirah putih-perak hasil dari mode Empiro Juggernaut Overdrive mengarahkan telapak tangannya ke depan.
Compression Divider!
Naruto Rikudo mematung ketika tubuhnya serasa ditekan panjang lebarnya dari segala arah.
[Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress] [Compress]
Suara mekanik menggema ke segala penjuru medan pertempuran bertepatan dengan tubuh Naruto Rikudo yang ditekan panjang lebarnya dari segala arah. Vali mengerahkan semua kekutannya dalam serangan ini, ia berharap bisa segera memusnahkan kembaran dari Naruto saudaranya karena orang ini benar-benar amat sukar untuk dijatuhkan.
Naruto memejamkan matanya, ini adalah jurus yang berbahaya karena tak bisa diatas hanya dengan kekuatan fisik saja. Kelopak mata sang Pertapa akhirnya terbuka menampakan iris ungu beriak air dengan Magatama yang menghiasinya... Sepasang mata warisan mendinga sahabatnya yang telah lama tak ia gunakan. 'Maaf karena aku mengingkari janjiku Sasuke'
Shinra Tensei
Dan gelombang kasat mata, menghancurkan segalanya yang ada dalam area Gurun Sahar.
To be continue. . .
Hohoho~ gimana? Kurang seru? Kurang greget? Atau kurang panas? Santai saja~ karena di Chapter depan akan saya buat sepanas godaan mama Muda! :v tapi sebelum itu, maafkan saya yang sudah terlalu lama menggantung anda sekalian. Hah~ banyak sekali persoalan yang saya hadapi. Wkwkwk baiklah sekian dari saya~ sampai bertemu di Chapter selanjutnya!
Summary:
Semesta 2 - DxD 1 : Naruko Ootsutsuki & Naruto Arashikage. (dari fic The DxD / The Devil Ninja Shadow.)
Semesta 1 - DxD 1 : Taichou, Bolt, Ixis, Levinia, Hyodou Issei (30Th).
Semesta 1 - DxD 2 : Naruto Lucifer Namikaze. (Dari Fic : Revenge of The Absolute Satan.)
Semesta 1 - DxD 3 : Naruto Angel. (Dari Fic : Forgotten Angels.)
Semesta 1 - DxD 4 : Naruto Sage of The Six Path. (Dari Fic : Naruto DxD : In Rain You Lost.)
Semesta 1 - DxD 5 : Android Mx-01. (Dari Fic : Before RE;)
Semesta 1 - DxD 6 : Naruto no Aogiri. (Dari Fic : Half Blood : Change The World. Crossover Naruto X Tokyo Ghoul.)
Semesta 1 - DxD 7 : Naruto Root (Dari Fic : Tokyo Root S.)
Issue For Next Chapter :
Chapter 33 - Truth : Diabolos Dragon Lucifer VS Trihexa Armored Susano'o.
Duet Hakuryuuko & Hakuryuuko melawan Naruto Rikudo!
"Aku... Hanya ingin melindungi keluargaku!" Vali Lucifer
"Ayo kita lafalkan syair kebangkitan." Ophis & Vali.
Naruto Arashikage VS Naruto Arashikage!
Naruto Lucifer VS Naruto Angel!
Detik-detik kehancuran Cabang Semesta 2
Dimulai!
.
.
.
.
Salam Anti-Mainstream!
