Jadi selamat membaca, terima kasih buat author dan reader yang sudah mereview fic aku ini dan sudah menunggunya.. sekali lagi, happy reading ^o^

Kalian juga boleh kok menge-flame ficku ini jika ini OOC tingkat tinggi, kalian juga menge-flame ficku ini jika dalam ficku ini mengandung bashing. Saya mohon bantuannya ya untuk memperbaiki fic saya yang jelek ini. terima kasih.

Disclaimer : One Piece punya Eiichiro Oda.

Summary : Bajak laut topi jerami pun meneruskan perjalanan mereka menuju Redline, Ace mengetahui rahasia yang tersembunyi dibalik eksekusi Roger. Laboon ikut bersama bajak laut topi jerami mengarungi grand line, dan otomatis Crocus juga ikut karena dia adalah dokternya Laboon. Tapi dia tidak bergabung dengan topi jerami.

Warning : OOC.

Mmmm, chara POV

LABOON

Setelah melewati pertarungan sengitnya dengan Arlong, Luffy kembali ke thousand sunny. Nami masih pingsan akibat perlawanannya pada Arlong, kini Nami sedang ditangani Chopper dan Robin. Luffy menunggunya di luar bersama kru topi jerami lainnya. Sanji yang melihat Nami terluka langsung menghampiri Luffy dan meninju pelipisnya.

BRUAKK

Luffy pun jatuh tersungkur, dia mengerti kenapa Sanji memukulnya. Dia memang salah, dia tidak menjaga Nami dengan baik.

"Luffy, kau bilang akan menjaga Nami, tapi apa kenyataannya. Kau membiarkan Arlong menculiknya, dan membuatnya terluka. Kalau aku tahu akan seperti ini, lebih baik aku saja yang menemaninya melihat keadaan kota!" seru Sanji naik pitam.

"Iya, aku memang salah. Aku tadi kelaparan, saat berjalan-jalan ditengah kota. Aku melihat toko takoyaki, lalu aku makan dulu disana. Kupikir Nami masih mengikutiku dibelakang, tapi pas aku sadar Nami tidak ada. Aku langsung berlari tanpa membayar takoyaki itu, aku juga sempat ditipu sama seorang mermain. Saat aku tiba, Nami sudah terkulai tak berdaya seperti itu.", jelas Luffy yang sekarang sudah berdiri.

Bukannya membela dirinya, Luffy malah membuatnya semakin terpojok. Zoro yang sudah hafal tabiat Sanji pun berusaha untuk melerai keduanya, tentu saja Sanji tidak tinggal diam. Zoro yang mencoba melerai Sanji dan Luffy malah terkena tendangan maut Sanji tapi untungnya Zoro cepat menangkisnya dengan pedang Ichimonjinya.

Keadaan semakin diperburuk karena Zoro juga terlibat dalam pertengkaran yang seharusnya tidak terjadi, dengan cekatan, Ace melempar Sanji dan Zoro ke sembarang arah.

"Kalian ini seperti anak kecil saja! kau Sanji, setidaknya kau adalah laki-laki paling normal yang pernah bergabung dengan adikku, seharusnya kau bersikap kepala dingin dan tidak main hantam gitu aja. Aku tahu kau mengkhawatirkan Nami, begitupun dengan aku-" menyadari ucapannya barusan, Ace cepat melanjutkan kembali nasehatnya itu,"Tentu saja yang lain juga, dan kau Zoro. kau sudah tahu Sanji seperti itu, harusnya kau tidak ikut-ikutan dengan pertengkaran tidak penting ini. kau Luffy, jangan pikir hanya karena kau adalah adikku, kau tidak salah. Kau juga salah, apa tidak ada yang lain dipikiranmu itu selain makanan hah?!" nasehat Ace yang ikut-ikutan emosi.

"Aku ingin melihat keadaan Nami, terserah kalian saja mau melanjutkan atau tidak. Aku lelah," lanjut Ace, lalu pergi meninggalkan mereka bertiga.

"Luffy, kuharap ini adalah yang terakhir kali. Kalau tidak," Sanji menatap Luffy serius. Tatapannya itu bahkan bisa membunuh Luffy kalau itu memang bisa. Zoro yang mengerti situasi ini segera menyingkir dan mengikuti Ace.

Sanji membalikkan badannya lalu melanjutkan kata-katanya yang terputus,"Kalau tidak, ah kau pasti mengerti maksudku ini."

Luffy hanya terdiam memandang punggung Sanji yang kian lama mulai menghilang. Luffy menundukkan kepalanya, dan mengepalkan tangannya. Dia tahu maksud Sanji, dia juga tahu Sanji memang lebih dulu mencintai Nami dan meski dia tidak pernah mengatakannya, Luffy tahu Sanji akan melakukan apa saja untuk Nami. ya, dia tahu Sanji tidak akan tinggal diam. Tapi sayangnya Luffy tidak tahu bahwa Ace, kakaknya, juga jatuh cinta pada Nami.

Di kamar perawatan, Nami masih terbaring di tempat tidur. Chopper sedang memeriksa keadaan Nami, Robin membantu Chopper membalut luka Luffy. Luffy memang tidak terluka parah karena saat Luffy masuk ke dalam markas Arlong, semua anak buah Arlong sudah terkapar tak berdaya. Tapi anehnya hanya Arlong yang tidak terluka, dan terjadilah pertempuran sengit itu.

Flashback

Saat itu Ace sedang berjalan-jalan sendiri, tanpa sengaja dia melihat dua orang merman membawa seorang gadis yang terasa familiar dengannya. Ace pun mendekat, dilihatnya Nami dibawa oleh dua orang manusia ikan aneh ke sebuah gudang tua. Ace diam-diam mengikuti mereka, dan sesampainya di gudang tua itu..

Kemana mereka akan membawa Nami? hanya itu yang kupikirkan saat melihat dua manusia ikan membawa Nami dengan kasar. Aku juga melihat seorang manusia ikan gergaji, aku sih tak tahu karena hidungnya seperti gergaji maka kupikir dia itu manusia ikan gergaji. Dia menyuruh anak buahnya itu untuk mengikat Nami dikursi kosong.

Aku hanya bisa mengamati keadaan, kulihat Nami masih tak sadarkan diri. Dia mendekati Nami dan heii, tunggu dulu. Ini sangat berbahaya, apa yang ingin dia lakukan pada Nami.

Nami pun tersadar, dia menatap Arlong tajam. Ace melihat tongkat Nami yang diletakkan disudut ruangan, Ace pun masuk mengendap-endap sambil terus memperhatikan apa yang hendak dilakukan Arlong pada Nami.

Nami pun berdiri dan menendang Arlong dengan high heels miliknya. Arlong yang kesakitan lalu memukul Nami dengan sadis, itu membuat Nami jatuh tak sadarkan diri.

Ace mulai emosi saat melihat Arlong memperlakukan Nami seperti itu, Ace bahkan lupa kalau dia sedang bersembunyi. Melihat hal itu, dia lalu menyerang Arlong. Dengan kekuatan buah iblisnya, dia membuat anak buah Arlong menjadi ikan bakar. Dia ingin menghajar Arlong saat dia menyadari ada orang yang datang, Luffy berlari memasuki gudang tua itu dengan menerobos pintu yang sudah reyot itu. Ace langsung cepat keluar dari sana.

"ARLONG!!" seru Luffy melihat kedalam gudang.

"Nami!!" Luffy lalu berlari ke arah Nami. Dia menggendong Nami, dan menaruhnya di tempat yang aman.

Luffy masuk kembali kedalam gudang tua, dia mencari Arlong. Orang yang dicarinya pun berdiri di belakangnya dan mencoba menghunuskan pisau beracun ke arahnya, dia berbalik dan mendapati Arlong mencoba menghunuskan pisau beracun.

Luffy cepat menghindar, namun sialnya pisau itu terkena lengan kirinya. Arlong membuang senjatanya, lalu menyerang Luffy seperti saat di desa kokoyashi. Hanya saja, dia lebih kuat dan lebih cepat.

Luffy yang khawatir dengan keadaan Nami pun menggunakan gear two dan menghajar Arlong hingga Arlong terkapar tak berdaya disudut ruangan.

Luffy mengabaikan luka di lengan kirinya, dia hanya memikirkan Nami. dia kembali ke tempat Nami dan membawanya pergi dari sana.

E.O.F

XXX

Nami perlahan membuka matanya, dilihatnya Chopper masih sibuk meracik obat-obatan untuknya, di tempat tidur yang satu lagi terlihat Zoro sedang tertidur dengan nyenyaknya.

'Apa yang Zoro lakukan disini?' pikir Nami lalu mengedarkan pandangannya lagi ke sudut kamar lainnya. Sanji dan Luffy tertidur di tikar karena bersikeras ingin menjaga Nami.

'Apa yang mereka lakukan disini?' batin Nami sweatdropped. Chopper yang melihat wajah tanya Nami segera menjawabnya,"Zoro tadi tertidur disana, aku sudah menyuruhnya pindah tapi dia malah mengigau dan hampir menebasku dengan pedangnya. Luffy dan Sanji mungkin tertidur karena lelah bertengkar, Ace menyuruh mereka berdua untuk tidur di tikar itu. Bagaimana keadaanmu saat ini Nami?" jelas Chopper sekalian menanyakan keadaan Nami.

"Ah, aku sudah baikan kok. Chopper bolehkah aku pindah ke kamarku?" tanya Nami mencoba bangun dari tempat tidurnya.

"Boleh, tapi kalau terjadi apa-apa denganmu, aku tidak bisa memantaunya," jawab Chopper namun langsung berubah pikiran begitu melihat Nami memberikan death glare sambil melihat ke arah Sanji, Luffy, dan Zoro.

Nami meninggalkan keempatnya menuju kamar wanita, saat dia hendak ke kamarnya. Nami melihat Ace berdiri menghadap lautan. Angin membelai lembut rambut acak-acakan Ace, dia membalikkan badannya.

"Nami, sejak kapan kau ada disitu?" tanya Ace sedikit terkejut dengan kehadiran Nami.

"Baru saja, aku ingin ke kamarku. Tapi aku terhenti saat melihat kau berdiri disana," jawab Nami sambil berjalan mendekati Ace.

Jantung Ace berdegub kencang, dia benar-benar salah tingkah saat Nami semakin dekat dengannya. Kalau saja Nami bisa melihat wajah Ace sekarang ini.

"Apa yang kau lakukan disana Ace, bolehkah aku menemanimu?" tanya Nami dengan sopan.

"Aku tidak bisa tidur, bagaimana dengan keadaanmu Nami?" tanya Ace.

"Aku sangat mencemaskanmu, makanya aku tidak bisa tidur. Nami, aku menyukaimu."

Pernyataan Ace barusan bagaikan halilintar ditelinga Nami, Nami hanya terdiam. Dia tak dapat berkata-kata, dia hanya menganggap Ace sebagai nakama dan sosok seorang kakak baginya.

"Tapi Ace, selama ini kau telah membantuku," hanya itu yang terlontar oleh Nami.

"Nami, aku kan tidak memintamu menjadi kekasihku," tegas Ace.

"Tapi Ace, aku, sudah menyakitimu. Lebih baik kau jangan membantuku lagi!"

Dengan mengatakan hal itu Nami pun meninggalkan Ace sendiri, tanpa mereka ketahui bahwa sepasang mata terus mengawasi. Orang berambut kuning itu hanya menggeram pelan. Dia tampak berpikir keras saat mendengar pernyataan cinta Ace pada Nami, dia terus berpikir hingga rokoknya habis.

"Ah, besok saja kutanyakan pada Ace-san," ujarnya dalam hati sambil berjalan menuju kamar laki-laki.

Sementara itu, Luffy yang terbangun disaat yang sama juga mendengar pernyataan Ace. dia hanya diam tanpa bereaksi apa-apa. Dia pura-pura tidur, meski sebenarnya dia terus memikirkan kata-kata Ace itu.

"Haruskah aku merelakannya untukmu, Ace,"

XXXX

"Hei, lihat itu aliran laut yang kita lewati dulu!" seru Usopp dari atas menara pengintai.

"Laboon, akhirnya kita akan bertemu lagi!" seru Brook saking bahagianya.

XXX

Setelah melewati aliran arus laut dan melewati gunung, Sunny go pun sampai diujung perbatasan red line. Luffy dan Brook sangat antusias saat mereka sudah semakin mendekati teluk tempat Laboon tinggal. Brook terus mencari Laboon tapi belum muncul juga, meski dia tidak menampakkan raut wajah gelisah. Dari sikapnya sudah menggambarkan betapa gugupnya dia, mendadak rasa tidak percaya diri itu muncul pada dirinya. Apakah Laboon akan mengenalinya dalam bentuk tengkorak, bagaimana jika Laboon malah takut melihatnya. Luffy yang mengerti perasaan Brook langsung menghampirinya, dia menepuk pundak Brook seraya berkata, "Tenang saja Brook, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Ayo, keluarlah dia telah menunggumu."

Ucapan bijak sang kapten membuat si tengkorak hidup kembali mendapatkan kepercayaan dirinya, Brook segera mengikuti langkah Luffy.

"Ngukk,,, ukkk,,," begitulah bunyi Laboon menyapa bajak laut topi jerami.

"Laboon, ini aku Brook sudah datang!" seru Brook saking riangnya.

Laboon yang sudah sekian lama tidak bertemu dengan Brook, bukannya senang malah ketakutan. Wajah laboon saat ini sangat pucat, persis seperti Chopper jika ketakutan. Brook jadi depresi dan akhirnya mojok di ruangan. Nami yang kasihan sama Brook, mencoba menghiburnya.

"Brook, sudahlah, gak usah bersedih begitu. Coba kau perlihatkan tone dial itu pada Laboon, mungkin dia akan mengingatmu," hibur Nami dengan wajah iba.

"Ah, benar juga idemu Nami-san, terimakasih ya," Brook langsung berdiri dan melangkah ke luar kapal untuk bertemu Laboon, namun langkahnya terhenti di mulut kapal. Dia berbalik ke arah Nami,"Nami-san, boleh kutahu warna celana dalammu hari ini?"

"Orange," karena merasa prihatin sama Brook, Nami jadi tidak sadar mengatakan warna celana dalamnya pada Brook.

"Yohohoho, seperti warna rambutmu ya. Terima kasih Nami-san," dengan secepat mungkin Brook langsung kabur dari tempatnya berdiri sebelum..

"BROOK!!" Nami akhirnya menyadari kesalahannya tapi sayangnya dia sudah terlambat karena Brook sudah kabur daritadi.

XXX

Siang ini Ace memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi Twin Cape, saat sedang berkeliling dia bertemu dengan orang tua nyentrik dengan gaya super aneh. Penampilannya mirip seorang kepala suku indian, hanya saja dia memakai pakaian santai seperti Franky dan memiliki janggut putih juga memakai kacamata.

Crocus, itulah nama orang tua itu. Dia segera mengenali Ace, mereka sempat diam terpaku dengan pikiran masing-masing.

"Apa kau Gold D. Ace?" tanya Crocus menatap lurus Ace.

"Bukan, aku Portgas D. Ace. maaf kau salah orang," jawab Ace datar. Sebenarnya dia tahu yang dimaksud orang di depannya ini adalah dirinya, tapi dia tetap tak ingin mengakuinya.

Ace membalikkan badannya hendak kembali ke Sunny, dia sudah tak bersemangat saat nama keluarga ayah kandungnya diungkit lagi.

"Ace," panggil Crocus tepat saat Ace hendak meninggalkannya.

"Aku tidak tahu siapa kau, dan aku juga tidak mau tahu siapa kau," sahut Ace tanpa membalikkan badannya. Crocus hanya menghela nafas panjang melihat Ace.

"Dasar ayah dan anak, sama-sama keras kepala," Crocus terus saja bicara meski ia tahu Ace tidak mengindahkan ucapannya itu.

Ace terus melangkahkan kakinya, dia sama sekali tidak ingin disangkut pautkan dengan ayah yang telah meninggalkannya sebelum dia dilahirkan. Ayah yang telah membuatnya dibenci banyak orang, dia sangat membenci ayah kandungnya itu dan baginya ayahnya adalah Shirohige.

Crocus menatap Ace dalam diam, dia bahkan tidak mengejarnya sama sekali. Ace mungkin membenci Roger, tapi jauh dilubuk hatinya yang terdalam. Dia juga ingin mengetahui seperti apa sosok ayah kandungnya itu, dia berbalik dan mendapati Crocus yang tersenyum ke arahnya.

"Ace, ayahmu itu sangat menyayangi kau dan ibumu. Dia punya alasan tersendiri ketika menitipkanmu pada Garp, oya, sudah lama aku ingin memberikan sesuatu padamu. Ayo ikut aku," ujar Crocus.

Ace mengikuti Crocus dari belakang, dia sempat ragu saat Crocus menyuruhnya memasuki perut Laboon. Tapi toh, dia ikut masuk juga. di rumah kecil yang hanya ditumbuhi sebatang pohon kelapa itu, Crocus mempersilakan Ace duduk. Dia lalu ke dalam, mengambil sebuah amplop dan album tua.

Amplop itu berisi surat dari Roger, dia menulis surat itu selama di penjara. Tentu saja Garp yang memberikan surat-surat itu pada Crocus. Crocus membuka album tua yang usang itu dan memperlihatkannya pada Ace. Ace melihat album itu, dia terkejut saat melihat foto-fotonya masih bayi. Foto ibunya yang masih muda, serta masih banyak lagi foto lama keluarganya.

"Kenapa kau memberikan semua ini padaku?" tanya Ace masih menatap foto-foto dan surat dari ayahnya.

"Kapten sangat menyayangimu Ace, dia mengorbankan nyawanya hanya untuk menyelamatkan kalian berdua," Crocus memulai ceritanya. Ace tampak tak memedulikan kata-katanya, dia melanjutkan ceritanya lagi.

Flashback

"Kau?"

"Ya Roger, ini aku Garp. Aku kesini ingin melakukan perjanjian denganmu," tutur Garp dengan wajah serius.

"Sebelumnya, aku ingin menitipkan anakku padamu. Dan jangan pernah menyentuh keluarga juga nakamaku, deal?" pinta Roger.

"Kau bisa mempercayaiku, Roger."

Roger pun menyerahkan diri pada marinir dengan jaminan keselamatan keluarga serta nakamanya, entah apa alasan Roger yang sebenarnya. Hanya Eiichiro Oda yang tahu alasan yang sebenarnya mengapa tiba-tiba Roger menyerahkan diri dan memilih untuk dieksekusi.

E.O.F

"Roger sangat bahagia saat dia tahu akan memiliki seorang anak, tapi saat dia sadar kalau dia adalah raja bajak laut. Dia memilih untuk melakukan perjanjian pada marinir, dia berharap anaknya kelak bisa lebih baik darinya. Wajar kalau kau kecewa atau benci dengannya, aku sudah menceritakan semuanya padamu. Semuanya terserah padamu," sambung Crocus.

"Akan kupikirkan, aku harus pergi. Terima kasih," ucap Ace beranjak pergi membawa surat-surat dari Roger.

XXX

Ace pun kembali ke thousand sunny, saat dia kembali bajak laut topi jerami sedang merayakan pesta bergabungnya Laboon sebagai anggota baru mereka. Tentu saja adiknyalah yang merekrutnya, terkadang Ace memikirkan semua anggota adiknya. Mereka semua punya impian, mungkin karena itu Luffy merekrut semua krunya itu. Kata-kata Crocus tentang ayah kandungnya terus bergema ditelinganya, dia tetap berjalan hingga tampaklah Thousand Sunny.

"Ace, cepat kemari kalau tidak ingin makananmu dihabiskan Luffy!" seru Sanji dari atas dek kapal.

Tak lama setelah Ace pergi, Crocus juga datang untuk merayakan welcome party untuk Laboon. Semuanya bergembira, semuanya sangat senang. Ace pun terlihat begitu, dia sudah yakin dengan keputusannya. Dia menghampiri Luffy.

"Luffy, mari kita buktikan siapa yang menjadi pirate king, kau atau aku!" tantang Ace.

Mendengar hal itu, Luffy mengangkat minumannya dan berteriak,"Bersulang!" yang menyetujui tantangan Ace.

"Ace, kali ini aku akan mengalahkanmu dan menjadi raja bajak laut."

"Kalau kau bisa."

Mereka bersulang sekali lagi dan kembali berbaur dengan keceriaan malam itu. Luffy meminta Brook menyanyikan Bink Sake, semua bergembira hingga larut malam. Franky yang terus menangis haru karena melihat Brook dan Laboon, Robin yang selalu tersenyum sambil sesekali tertawa melihat tingkah nakamanya, Zoro yang entah keberapa kalinya dia menghabiskan sakenya, Sanji yang terus berputar-putar diantara Nami dan Robin, Chopper, Usopp, dan Luffy yang menari khas mereka sambil mendengarkan dan menyenandungkan Bink sake. Ace yang ikut meneguk sake bareng Zoro, Crocus yang hanya diam sambil ikut meneguk beberapa gelas sake.

Hari itu juga adalah hari resminya Laboon bergabung menjadi anggota baru bajak laut topi jerami, hingga pesta usai. Hanya tinggal Luffy seorang yang masih terbangun. Dia memandang wajah teman-temannya satu per satu. Bibirnya melengkungkan sebuah senyuman, semua yang terjadi sebelumnya terus hadir dalam benaknya. Dia tidak ingin kehilangan nakamanya juga kakaknya, Ace. akhirnya dia memilih duduk di atas kepala Sunny.

Sambil menyenandungkan lagu bink sake dengan pelan, ditemani ratusan bintang yang menghiasi malam. Dia terus bersenandung, seolah dengan begitu, dia akan mengusir kegusarannya. Tanpa disadarinya, seseorang sedang berjalan mendekatinya.

"Luffy," panggil orang itu.

Luffy menoleh ke arah pemilih suara, sesosok gadis berambut orange berdiri dibelakangnya dengan wajah tanya.

"Oh, kau Nami, maaf ya aku sudah membangunkanmu," sahut Luffy.

"Kau belum tidur daritadi?" tanya Nami lalu berdiri disamping Luffy.

Luffy melihat sekilas ke arah Nami, lalu mengalihkan pandangannya lagi ke laut.

"Aku belum ngantuk, kau sendiri kenapa belum tidur?" tanya Luffy.

"Bagaimana bisa tidur, suaramu itu membuat kupingku sakit. Aku jadi tidak bisa memejamkan mataku," jawab Nami setengah bercanda.

Keduanya tertawa pelan karena takut membangunkan yang lain, keduanya terus bicara tentang petualangan masing-masing. Luffy bercerita tentang penduduk amazon lily, tapi tidak terlalu banyak karena dulu sudah diceritakan Hancock. Nami bercerita tentang pulau Weatheria, saat dia bertemu Haredas.

GROOOKKKK

"Nami, apa kau bisa masak?" tanya Luffy yang sudah jelas tahu jawabannya.

"Tidak, dulu yang suka masak adalah Nojiko. Memang sih, aku pernah diajarin tapi beberapa kali mencobanya, aku selalu gagal," jawab Nami mengenang kakaknya.

"Ayo kita coba sekali lagi, kalau tidak dicoba. Kita ngga akan tahu hasilnya, kau bisa meminta Sanji untuk mencicipi masakanmu," ajak Luffy.

Luffy dan Nami pun berjalan ke dapur, Luffy duduk anteng di kursi meja makan menunggu Nami, sedangkan Nami mengeluarkan beberapa bahan untuk dimasak.

===================Beberapa menit kemudian===================

Nami menghidangkan nasi goreng buatannya pada Luffy, dia menatap Luffy dengan cemas. Takut kalau rasa masakannya itu tidak enak, Luffy menyendok nasi goreng itu dan mendekatkannya kemulutnya. Dia melirik ke arah Nami, lalu memasukkan nasi goreng itu ke dalam mulutnya dan melumatnya hingga tercerna dalam lambung.

Nami terus memperhatikan Luffy makan hingga suapan terakhir, Luffy lalu meneguk air minumnya dan melihat Nami berlagak berpikir.

"Untuk masakan pertama, nasi gorengmu ini jauh lebih enak dari punya Sanji. Berarti, kalau Sanji gak ada, kau bisa menggantikannya jadi koki kapal," jawab Luffy mantap.

"Aku kan hanya bisa masak ini saja, sebaiknya kita bereskan dulu dapur ini sebelum Sanji datang," kata Nami.

"Iya, ayo kita bereskan sama-sama."

Keduanya lalu membereskan dapur sambil sesekali tertawa membayangkan bagaimana rupa Sanji kalau saja mereka tidak membereskan dapur. Hari sudah semakin larut, setelah membereskan dapur dan meja makan keduanya pun memutuskan untuk pergi tidur. Luffy kembali ke kamar pria dan Nami ke kamar Wanita.

XXXX

Pagi itu Sanji seperti biasa bangun lebih dulu daripada yang lain, dia lalu bergegas ke dapur untuk mempersiapkan sarapan pagi buat nakamanya. Siang ini bajak laut topi jerami akan melanjutkan setengah perjalanan mereka agar bisa sampai ke pulau Raftell, tempat one piece berada.

Dia mencoba membuka pintu dapur, tapi saat dia memutar kunci untuk membuka. Pintu itu malah terkunci, dia terdiam lalu mencoba lagi hingga sebuah kesimpulan terlintas dalam benaknya.

"Siapa yang masuk dapurku ya," tanya Sanji pada dirinya sendiri.

Dia melangkah masuk, dapurnya tetap bersih. Dia mengamati dapurnya sekali lagi, letak perabotan semua lengkap dan masih tertata rapih. Lalu dia melihat ke dalam kulkas dan menyadari bahwa beberapa bahan tidak ada. Nasi tadi malam juga sudah habis tak tersisa, dia mencoba mengingat apa dia telah memakai bahan-bahan tersebut, namun dia tetap merasa tidak memakainya.

"Aneh," gumam Sanji.

Sanji melanjutkan kembali mempersiapkan sarapan pagi untuk nakamanya, menu pagi ini Sanji membuat sandwich isi daging tuna, dan juga nasi goreng daging sapi.

Setelah selesai menyiapkan sarapan pagi buat nakamanya, dia memanggil nakamanya untuk sarapan. Mulai dari Luffy yang selalu datang duluan saat waktu makan datang, Zoro yang datang kedua karena takut jatah makannya dimakan Luffy, Ace yang datang malas-malasan, Usopp dan Chopper yang berlomba hingga ruang makan, Franky dengan gaya supernya, Brook yang berjalan santai setelah sebelumnya menyapa Laboon, Crocus juga ikut makan bersama mereka, Robin yang berjalan santai, disusul oleh Nami dibelakangnya.

Sarapan kali ini berjalan dengan normal, tangan-tangan Luffy semakin terlatih dalam mencuri makan pagi teman-temannya. Kecepatannya juga sudah meningkat, tentu saja tak urung dia masuk ke dalam perangkap yang dipasang Usopp dalam makanannya, seperti hari-hari sebelumnya hanya Luffy yang kenyang sedangkan lainnya tidak puas dengan jatah makan yang didapatkan mereka.

Aktivitas kembali normal, Robin membaca buku dikursi santainya, Nami mengurus kebun mikannya, Sanji membereskan meja makan dan dapur lalu menyiapkan cemilan buat Nami dan Robin, Franky memeriksa keadaan kapal mereka dan mengecek bahan cola di gudang, trio bodoh sedang memancing dengan bosan, Brook bermain dengan Laboon, Zoro latihan di gym, Ace mengobrol dengan Crocus dan menanyakan seperti apa rupa ibunya.

Setelah menimbang dan memikirkan masak-masak Brook memutuskan tetap ikut berlayar menuju pulau Raftell.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

BERSAMBUNG....................

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Oke, segini dulu updatenya..

Gimana? Bagus? Jelek? Ooc? Ato malah makin hancur?

Terima kasih. Dan review please…

Sekali terima kasih buat semua yang udah nunggu dan mereview fic ini.

Kalo ada typonya, kasi tau ya di bagian mananya.

Oya, berdasarkan polling dan keputusanku sendiri. fic ini tetep pairing utamanya LuNa.