Maaf baru update sekarang, aku kehabisan ide dan ide yang ada malah sulit dikembangin hehehe mungkin karna udah lama banget gak nulis fanfic, maaf kalo malah jadi makin ancur dari sebelumnya ya.. aku harap ada yang membacanya, kalo gak ada yang review.. aku udah pasrah.
Disclaimer : One Piece punya Eiichiro oda. Fairy Tail punya Mashima Hiro
Summary : tinggal selangkah lagi Bajak Laut Topi Jerami menuju Pulau Raftel tempat One Piece berada namun sesuatu terjadi ketika mereka singgah di pulau berikutnya, semua teman – temannya tidak ada lagi di kapal saat Luffy kembali ke Sunny. Hanya ada kakeknya dan Ace disana, dan sebuah kotak yang dibungkus pake kertas biasa yang dibawa oleh Hancock. Dan fakta bahwa Luffy dan Nami sudah menikah. Apa yang terjadi sebenarnya? Ada yang penasaran? Ada yang mau tahu? Baca aja lanjutannya..
Warning : OOC, 99% Karangan Author 1% Canon, AR/AT/mungkin termasuk AU
'pikiran' pikiran
2 YEARS FROM NOW
"Crocus, ayo ceritakan lagi petualangan bajak laut Roger!" pinta Chopper dan Luffy selama perjalanan menuju pulau berikutnya.
"Luffy, daripada mendengarkan kisah yang sama berulang kali lebih baik kau memancing untuk mendapatkan persediaan makanan sebelum kita tiba di pulau berikutnya!" saran Sanji yang terdengar lebih seperti perintah dibandingkan memberikan saran.
"Aku juga sudah bosan setiap saat mendengar hal yang sama," timpal Ace lalu melanjutkan kontes minum sake dengan Zoro lagi.
"Itu benar Luffy, kau tidak bisa meminta Crocus setiap saat menceritakan petualangan Roger berulang kali." ujar Nami masih memperhatikan arah log pose ke pulau selanjutnya. "Tapi aku penasaran, dari cerita yang selalu diceritakan Crocus, sepertinya Roger itu tidak tertarik dengan wanita. Lalu bagaimana ceritanya hingga Ace lahir?"
"Benar juga, kalau dipikir – pikir Roger-san hampir sama seperti Luffy-san, bagaimana bisa..?" sahut Brook ikut nimbrung.
"Yosh, sudah diputuskan sekarang Crocus akan menceritakan kenapa Ace bisa ada." balas Luffy antusias.
Crocus memandang Ace meminta persetujuan, lalu memandang wajah – wajah antusias kru Bajak Laut Topi Jerami bahkan Zoro dan Robin yang biasanya acuh dengan cerita – cerita Crocus pun tampak tertarik mendengarkan cerita itu.
Crocus berdehem sebelum memulai ceritanya itu, sekali lagi dia memandang Ace meminta persetujuan namun yang dipandang tampak tak tertarik dan melanjutkan kontes minum sake-nya bersama Zoro. Crocus lalu memandang wajah – wajah antusias itu sambil menghela nafas sejenak.
"Pernikahan Rouge dan Roger bisa dibilang tak lepas dari campur tangan Garp.." Crocus memulai ceritanya. Dia kembali memandang mereka sebelum melanjutkan ceritanya, wajah ayo-cepat-lanjutkan-gak-usah-lihat-lihat-terus-gitu jelas tergambar.
"Aku tidak tahu pasti bagaimana ceritanya tapi yang kudengar, Rouge adalah keponakan Garp. Mungkin juga karena itu Roger menitipkan Rouge pada Garp sebelum dia meninggal. Aku tidak tahu pasti bagaimana Roger dan Rouge bisa bertemu," jeda sejenak. Crocus menghela nafas pelan lalu menghembuskannya. "Roger orang yang terbuka dan suka berpetualang, seperti yang Nami bilang.. dia mirip dengan Luffy. Tapi dia juga mirip dengan Ace. Sampai suatu saat ketika kami menunggu log pose di salah satu pulau di dunia baru, saat itu Roger belom menjadi raja bajak laut. Hari itu hari dimana Roger melarikan diri dari sebuah kedai karena tidak membayar makanan yang dia makan, s-"
"Kita sudah sampai di pulau!" Seru Usopp dari atas menara.
Cerita Crocus pun terpotong karena sekarang perhatian setiap orang teralihkan ke pulau yang akan dituju, seperti biasa Nami memberikan instruksi pada nakamanya untuk merapat dan membagi – bagikan uang agar mereka bisa membeli keperluan masing – masing. Namun belum sempat Nami memberikan tugas pada nakamanya untuk keperluan kapal, Luffy sudah menariknya dan membawanya turun dari kapal. Disusul Ace yang juga entah hilang kemana.
Crocus dan Brook tinggal di Thousand Sunny, berjaga – jaga kalau ada marinir di pulau tersebut. Usopp 'menemani' Zoro membeli Sake, Sanji berbelanja keperluan kapal bersama Franky, dan Robin dan Chopper pergi ke toko buku.
XXX
TOKK
Nami memukul kepala Luffy dengan tongkatnya. Luffy meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya yang sedikit benjol.
"Nami, kenapa sih mukul kepala terus?!" protes Luffy sambil mengelus-elus kepalanya yang dipukul Nami tadi.
"Kau itu yang kenapa. Menarikku turun paksa dari kapal. Kau tidak tahu betapa takutnya aku tadi, kupikir aku tadi bakal mati tenggelam.." balas Nami terus mengoceh tanpa henti.
Bukannya menjelaskan alasannya, Luffy malah menarik tubuh Nami hingga sekarang Luffy menggotong Nami dan membawanya berlari. Anehnya penduduk disana mengacuhkan mereka seolah-olah hal seperti itu sudah sering terjadi.
Luffy terus berlari menuju pusat kota sementara Nami masih sibuk melepaskan diri dari Luffy tapi Luffy tidak memedulikannya. Sesampainya di pusat kota, Luffy baru menurunkan Nami. Baru saja Nami memijakkan kakinya ditanah, Luffy sudah menariknya lagi ke tengah – tengah pusat kota dimana terdapat sebuah bazar yang menjual beraneka macam benda maupun makanan.
"Nami, mana bagianku?" pinta Luffy sambil menadahkan tangannya.
"Tidak ada. Ini hukumannya karena kau sudah membuatku kesal." Jawab Nami tapi saat dia sadar ternyata Luffy sudah kembali menghilang.
Nami mau tak mau akhirnya melihat – lihat bazar tersebut 'mungkin saja ada yang menarik' begitulah pikirnya. Saat Nami melewati salah satu counter makanan di bazar itu, penjual kebab tersebut tiba – tiba meminta bayaran pada Nami, Nami yang merasa tidak membeli makanan disitu jelas marah besar.
"Bibi jangan seenaknya begitu dong! Aku bahkan tidak membeli kebab yang bibi jual, kenapa aku harus membayar makanan yang tidak kumakan!" kesal Nami pada bibi penjual tak bersalah itu.
Belum reda rasa kesal Nami, para penjual makanan di bazar tersebut itu pun berdatangan meminta bayaran pada Nami dengan jumlah makanan yang tidak sedikit. Nami masih tidak terima dengan tindakan yang menurutnya pemerasan itu.
"Tapi nona, pacarmu yang memakai topi jerami itu bilang kalau makanan yang dia beli itu akan dibayar olehmu," jawab bibi penjual kebab tadi.
"Iya, kami juga begitu. Tadi pemuda yang memakai topi jerami bilang kalau wanita yang berambut jingga sebahu agak bergelombang akan membayar semuanya." Jelas satu per satu penjual tersebut.
Satu per satu sudut siku-siku bermunculan di kening Nami, dengan malu dan senyum terpaksa dan tidak lupa meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi, Nami membayar semua makanan yang telah di beli Luffy. Nami bersumpah di dalam hati dia akan menaikkan bunga hutang Luffy hingga Luffy tidak bisa membayarnya bahkan dengan one piece sekalipun.
"Nami, sini!" panggil Luffy menunjukkan tempat aksesoris tempat Luffy berdiri.
Nami pun berjalan dengan cepat menghampiri Luffy takut terjadi hal tak terduga seperti tadi, sesampainya di tempat Luffy.. Luffy langsung menyambut tangan Nami dan memakaikan cincin.
"Pas sekali!" ujar Luffy setelah mengenakan sebuah cincin pada jari manis Nami,"Wah bibi benar, cincin ini pas sekali untuk Nami. Tapi bagaimana bibi bisa tahu kalau aku bersama Nami?"
"Oh jadi namamu Nami. Kau tahu nona, kau sangat beruntung mempunyai pacar seperti dia. Daritadi dia sibuk melihat-lihat jualanku dengan ekspresi yang sulit ditebak. Jujur saja awalnya aku merasa sangat terganggu karena dia hanya melihat tanpa bergerak sedikitpun, saat kutanya ada yang bisa kubantu? Dia hanya berkata'Bibi, apa ya hadiah yang cocok untuk permintaan maaf?'" jelas bibi penjual aksesoris itu sambil tersenyum.
"Aku juga punya loh Nami, kata bibi ini kalo aku juga memakai cincin yang sama denganmu di jari manisku kau tidak akan marah lagi. Ini gratis loh, ya kan bi?" kata Luffy dengan senyum terkembang.
"Terima kasih Luffy, ini bagus sekali." Ucap Nami sambil memeluk Luffy,"Tapi lain kali jangan diulang lagi ya.."
Aneh, untuk sesaat Luffy merasa ada getaran aneh menjalar diseluruh tubuhnya. Jantungnya seperti berdetak lebih cepat dari biasanya atau ini hanya perasaannya saja? Entahlah apapun itu bagi Luffy perasaan aneh itu sangat menyenangkan juga mengganggu.
"Permisi, tuan, nona, kumohon tolong saya!" tiba – tiba seorang pemuda seumuran Ace mendatangi Luffy dan Nami memohon memintapertolongan keduanya.
"Ada apa?" tanya Luffy sambil mengambil kuda – kuda seperti mau bertarung.
"Tidak, aku bukan minta tolong dari penjahat. Tolong saya, agar kalian berdua jadi peserta pernikahan massal yang kami adakan. Sponsor acara yang kami adakan bilang tidak akan mensponsori acara kami jika kuota peserta yang dijanjikan tidak terpenuhi." Jelas pemuda itu.
"Baiklah kalau begitu, kami akan menolongmu. Iya kan Nami?" Luffy menyanggupi permintaan pemuda misterius tersebut.
"Aku tidak mau!" tolak Nami.
"Tidak usah dengarkan dia, aku pasti menolongmu!" ucap Luffy mengabaikan tolakan Nami.
"Tenang saja tuan, nona, kalau kalian menolongku aku akan memberikan emas murni batangan 10 KG dan uang 5 juta berri, tidak hanya itu kami juga menyediakan makanan gratis untuk tuan dan nona. Dan tidak kalah menarik, sebagai ucapan terima kasih dari saya, khusus untuk anda nona, saya akan memberikan voucher gratis berbelanja baju sepuasnya di boutique paling elit sepulau ini! Anda tahu shichibukai Boa Hancock? Ato admiral tertinggi Sengoku? Mereka semua pernah belanja di boutique itu. Bagaimana apakah anda menerima tawaran saya?" kata pemuda itu lagi.
"Jadi apa yang harus kami lakukan untuk membantumu?" ujar Nami mendadak berubah pikiran, dia dan pemuda itu lalu pergi menuju stand pernikahan massal untuk mengurus pendaftarannya diikuti Luffy dari belakang. "Tapi benar kan kau akan memberikan itu semua?"
"Iya benar, mana mungkin aku bohong. Nona lihat peserta yang disana? Kami juga membayar mereka untuk jadi peserta penikahan ini. Kudengar, anaknya Roger-komandan divisi 2 bajak laut Shirohige, Portgas D Ace-, dan shichibukai Boa Hancock juga ikut jadi peserta. Tapi kurasa itu hanya gosip belaka karena rumor yang beredar kalau Boa Hancock sudah menikah dengan seorang bajak laut, kalo gak salah denger namanya Monkey D Luffy."
==::==
"Hei nona, anda tidak bisa begitu. Kami bahkan sudah membayar 30 juta berri (senilai 300 juta jewel) agar kalian jadi peserta pernikahan ini, kenapa tiba-tiba anda jadi tidak mau?" keluh seorang pemuda yang sepertinya orang yang telah menyewa mereka sebagai peserta pernikahan massal tersebut.
"Aku tidak keberatan kok menikah denganmu Luce, ini juga demi nama baik guild. Apa kata Gray kalo aku menolak pekerjaan ini hanya karena masalah kecil seperti itu. Apalagi ini kakek sendiri yang memintanya, kau sendiri juga menyetujuinya kan? Kenapa sekarang kau menolaknya?" ujar Natsu tak mengerti.
"Bukan begitu, tapi aku hanya ingin menikah dengan orang mencintaiku.. bukannya karena pekerjaan. Menikah itu kan sekali seumur hidup," jawab Lucy pelan.
"Aku mencintaimu Luce. Happy juga mencintaimu, iya kan Happy?" balas Natsu tegas melihat kearah Happy.
"Tapi tidak sebesar cintaku pada ikan dan Charle," jawab Happy dengan mata berbinar – binar.
"..." Lucy hanya bisa menghela nafas panjang menghadapi dua orang di depannya, sadar bahwa sia – sia saja berdebat dengan kedua pemuda di depannya itu. Dia pun menyerah dan menyetujui 'pekerjaan' yang diberikan.
XXXXXXXX
Nami hanya memandang peserta yang di tunjuk oleh pemuda yang hendak ditolongnya itu, dilihatnya dua orang pemuda, satu orang kucing yang membawa gembolan, dan satu orang gadis yang sepertinya seumuran Luffy.
"Anda tidak bisa begitu nona, kami sudah membayar anda 30 juta berri..."
Dan setelah mendengar jumlah uang yang dibayarkan yang jelas jauh lebih sedikit dari yang dijanjikan kepadanya, jelas mengundang protes dari Nami.
"Kenapa peserta yang disana itu dibayar jauh lebih besar dari bayaranku?!" protes Nami sambil menunjuk peserta tadi.
"Tapi nona, bukankah aku juga sudah menjanjikan memberikanmu 10 KG batang emas dan voucher gratis belanja sepuasnya di boutique paling terkenal di pulau ini? Jika diuangkan nilainya kan bisa lebih dari 30 juta berri." Jawab pemuda itu sambil menghitung semua jumlah hadiah yang dibawa pulang Nami nanti dengan kalkulator dan menunjukkannya pada Nami.
"300 juta berri!" seru Nami tak percaya dengan total hadiah yang dijanjikan.
"Jadi sekarang anda mau kan membantu saya?" mohon pemuda itu lagi.
"T-tentu saja," jawab Nami.
ZZZ
"Kau.." seketika itu juga tubuhnya menegang, Robin menatap orang yang di depannya dengan waspada.
Tak ada gerakan atau sikap bertarung dari orang dihadapannya itu, hanya helaan nafas ringan yang terdengar dari keduanya. Orang yang di hadapannya itu maju selangkah, tapi tidak melakukan apa – apa.
"Tenang saja, aku disini untuk liburan. Lagipula aku sudah janji dengan Saulo tidak akan menyentuhmu lagi," kata lawan bicaranya itu.
"Aku disini hanya ingin menyampaikan pesan untukmu dan teman-temanmu, Sengoku sudah tidak jadi Admiral Tertinggi. Mungkin yang akan menggantikan posisinya adalah Akainu. Hm, tapi bukan itu pesan yang ingin kusampaikan. Ada yang mencarimu dan sekarang sedang menunggu di Thousand Sunny. Itu saja yang ingin kusampaikan," jelas lawan bicaranya itu sebelum berlalu dari hadapan Robin.
"Nico Robin," panggil lawan bicaranya itu tanpa membalikkan badannya,"Aku rasa aku tahu kenapa kau sangat berharga bagi Saulo."
XXXXXXXXXXXXX
"Robin-san, maaf kalau saya baru bisa menjemput anda sekarang.." belum sempat orang itu selesai bicara, Robin memotongnya,"Menjemput?"
"Saya diperintahkan Dragon-san untuk menjemput anda, sudah lama Dragon-san ingin menemui anda namun karena berbagai alasan beliau baru bisa menemui anda. Sebenarnya ini adalag rencana Garp dan Ace" Jawab orang itu menjelaskan maksud kedatangannya.
"Itu benar Robin, ini adalah rencana Ace dan Garp agar kau dan kru bajak laut topi jerami lain termasuk Luffy berpisah selama dua tahun dan berlatih untuk menjadi lebih kuat di tempat kalian terdampar dulu kecuali Luffy. Luffy dan Ace sendiri akan dilatih oleh Garp dan mungkin juga Rayleigh di tempat rahasia mereka." Jelas Crocus menjelaskan rencana Ace dan Garp.
"Aku dan Laboon akan kembali ke Twin Cape, jangan khawatir dengan Sunny Go. Aku akan menjaganya hingga kalian kembali," tambah Crocus sambil tersenyum.
Setelah mendengar itu, Robin pun ikut dengan pasukan revolusioner menemui Dragon. "Terima kasih Crocus," ucap Robin sambil tersenyum sebelum naik ke kapal pasukan revolusioner.
XXXX
Sementara itu Chopper yang masih di toko buku, bertemu dengan Kuma. Chopper langsung kembali ke wujud manusianya, dia bersiap untuk melawan Kuma meski dia tahu sia – sia saja namun Kuma tidak melawannya.
"Aku disini hanya ingin menuruti perintah terakhir dari Laksamana Madya Garp untuk mengirimmu ke pulau Harta karun di South Blue." Jelas Kuma menunggu respon Chopper.
"Untuk apa Kakeknya Luffy menyuruhku kembali ke pulau Harta Karun?" tanya Chopper yang memang tidah tahu rencana yang sebenarnya.
"Aku tidak tahu, aku hanya diperintahkan seperti itu. Temanmu yang beralis aneh dan tengkorak hidup juga sudah kembali ke pulau tempat mereka teleportasi dulu. Mungkin juga temanmu yang Arkeolog juga sudah dikirim dan temanmu yang berambut hijau itu juga sudah, temanmu yang cyborg dan berhidung panjang juga sudah aku teleportasi." Jawab Kuma tanpa mau menjelaskan secara terperinci.
"Apakah Luffy dan Nami juga akan di teleportasi?" tanya Chopper lagi.
"Mereka juga akan di teleportasi," jawab Kuma singkat.
"Dua tahun dari sekarang, jadilah lebih kuat lagi. Itu rencana sebenarnya dari teleportasi ini," dengan itu Kuma pun me-teleportasi Chopper ke South Blue, Pulau Harta Karun.
XXXX
"Saya terima nikah dan kawinnya Nami binti Fulan dengan mas kawin seperangkat alat navigasi dan uang sebesar 1 Juta Berri dibayar tunai." Ucap Luffy melakukan ijab qabul pada pernikahan massal itu.
Pada pernikahan massal yang di adakan di pusat kota itu, Luffy mengenakan setelan jas dengan topi jerami. Sedangkan Nami mengenakan kebaya warna putih dengan sentuhan sedikit warna orange, konsep pernikahan mereka sangat sederhana. Usai membaca ijab qabul dan di sahkan oleh saksi maka hari itu juga Luffy dan Nami sah menjadi suami istri.
"Luffy, sekarang pasangkan cincin ini di jari manis Nami, begitu juga dengan Nami." Kata Penghulu sambil menyodorkan buku nikah untuk nantinya ditandatangani oleh keduanya setelah memakai cincin, setelah itu Luffy dan Nami pun menandatangani buku nikah tersebut.
"Dengan ini, kalian sah menjadi suami istri."
XXX
"Nami, tadi itu kau sangat cantik. Bajunya cocok banget denganmu." Kata Luffy dalam perjalanan menuju Thousand Sunny sambil tersenyum lebar.
"Luffy..." panggil Nami pelan namun tetap terdengar oleh Luffy.
"Ada Apa Nami?" tanya Luffy menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Nami.
"Tidak apa-apa, mungkin hanya perasaanku saja." Jawab Nami bias.
"Tidak usah khawatir, Semua akan baik – baik saja. Meskipun kita terpisah lagi, kita tetap akan bertemu lagi." kata Luffy menenangkan Nami.
Nami merasa tenang setelah mendengar perkataan Luffy, mungkin memang tidak ada yang perlu ditakutkan. Namun tetap saja Nami merasa tak tenang, perasaan ini sama seperti saat di Shabaody dulu ketika satu per satu nakamanya menghilang dari pandangannya.
Tak ingin membuat Luffy semakin khawatir. Nami mengajak Luffy untuk makan di salah satu restoran dekat darmaga tempat Sunny merapat.
CCCC
"Luffy, kau tunggu disini dulu. Aku mau ke Sunny dulu."
Setelah itu Nami pun pergi dengan membawa belajaannya dan juga mas kawinnya meninggalkan restoran itu setelah sebelumnya membayar semua makanan yang di pesan Luffy pada kasir.
Nami mempercepat langkahnya menuju Sunny Go, perasaannya semakin tidak tenang. Dia harus memastikannya sendiri.
Sesampainya di Thousand Sunny, hanya ada Ace dan Crocus juga Hancock dan Garp di kapal. Nami memandang ketiganya dengan penuh tanya, 'apa maksud semua ini?' 'kenapa Hancock ada disini?' 'kemana teman-temannya?' 'kenapa kakeknya Luffy ada disini?' semua pertanyaan itu terus berputar dalam benaknya.
"Apa kau yang bernama Nami?" tanya Garp mendekati Nami.
"..." Nami tidak langsung menjawab, dia terlalu kaget dengan apa yang dilihatnya.
"Kuanggap jawabannya 'iya'. Nami," kata Garp dengan nada serius. Namun sejurus kemudian, Garp tertawa dengan keras. Pertanda dia sedang senang. Nami semakin tidak mengerti, Garp yang dengan tawa bahagianya, Ace dengan senyum lebarnya dan Hancock dengan wajah muram.
"Nami," panggil Garp lalu memeluk singkat Nami. "Bwahaha.. selamat atas pernikahanmu. Ace, kau juga harus memberikan ucapan selamat pada adik iparmu ini."
"..." Nami masih bingung dengan semua yang terjadi di Sunny, yang lebih membingungkan adalah kenapa Kakekknya Luffy bisa tahu tentang pernikahan massal itu?. Lalu Ace dan Hancock juga kenapa bisa tahu?
"Nami, maaf aku tidak memberitahukanmu sebelumnya. Pemuda yang kau dan Luffy tolong itu sebenarnya anggota marinir yang diperintahkan oleh Kakek agar kalian mengikuti pernikahan massal itu. Kenapa kami berkumpul disini? Karena kami ingin menjemput Luffy kembali ke East Blue, untuk berlatih selama dua tahun. Hancock untuk beberapa alasan ikut dengan kami, dan Kakek tidak lagi menjadi anggota marinir. Dan kau akan diteleportasi oleh Kuma ke Pulau Weatheria." Jelas Ace menjelaskan semuanya.
"Apa Luffy sudah tahu?" tanya Nami akhirnya.
"Mungkin," jawab Ace tidak yakin.
"Sebelum aku teleportasi, boleh aku menemui Luffy sebentar?Aku janji padanya akan kembali lagi," kata Nami meminta ijin.
"Tentu saja, kenapa tidak." Jawab Ace sambil tersenyum.
Sebelum Nami kembali ke restoran, Nami pegi menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu. Setelah itu, dia lalu menuju Hancock.
"Hancock, tolong berikan ini pada Luffy saat aku sudah di teleportasi." Pinta Nami lalu setelah itu bergegas kembali ke restoran tempat Luffy berada.
XXXX
"Kuma.." gumam Luffy saat melihat Kuma meninggalkan restoran.
Pikiran Luffy saat itu juga langsung terpusat pada Nami, entah kenapa instingnya mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di Thousand Sunny. Seketika itu juga Luffy langsung keluar restoran meninggalkan tumpukan piring kotor yang sebagian belum dibayarkan oleh Nami.
"Tuan, uang yang dibayarkan nona tadi masih kurang!" seru pelayan tersebut namun tidak digubris oleh Luffy. Luffy sudah lari secepat mungkin menuju Sunny Go.
Sementara itu dari arah yang berlawanan Nami terus melangkahkan kakinya secepat mungkin, dari kejauhan terlihat Luffy berlari ke arahnya. Setidaknya itu yang terlihat oleh Nami.
"Nami!" panggil Luffy menghentikan larinya.
"Syukurlah, kau baik-baik saja," ucap Luffy setelah mengatur nafasnya.
"Tadi aku melihat Kuma keluar dari restoran tempat kita tadi, entah kenapa saat melihatnya perasaanku jadi tidak enak dan tanpa kusadari aku langsung berlari kesini. Hah, aku pikir kau bertemu dan Kuma lalu kita akan berpisah sekali lagi. Aku, takut kehilanganmu lagi. Tapi syukurlah kau baik – baik saja," ujar Luffy dengan senyum lebarnya.
Nami memang bilang mau menemui Luffy karena ada sesuatu yang ingin dikatakannya sebelum dia di teleportasi, tapi entah kenapa saat ini lidahnya terasa kelu dan tidak tahu harus mengatakan apa. Nami mendadak lupa ingatan, dia lupa apa yang ingin dikatakannya.
Melihat Nami yang biasanya cerewet atau kadang sadis itu membuat Luffy merasa aneh karena ini baginya tidak seperti Nami,"Nami, ada apa? Dari tadi kau diam saja."
"Luffy, kau, tadi makan berapa piring di restoran itu?" tanya Nami dengan nada mengintimidasi.
"Aku tidak tahu. Pokoknya tadi itu ada tumpukan piring," jawab Luffy sambil berpikir keras berapa piring yang dihabiskannya tadi."Kenapa?"
DUAK
Sekali lagi jitakan kasih sayang mendarat di kepala Luffy, Luffy mengaduh kesakitan namun masih tersenyum lebar. Dia merasa tenang karena baginya Nami sudah benar – benar kembali.
"Tsk, mulai hari ini tidak ada lagi jatah makan malam untukmu dan tidak ada lagi jatah uang untukmu!" jawab Nami mencoba untuk bersikap biasa.
"Kenapa? Aku tidak salah apa-apa kenapa menghukumku seberat itu!" protes Luffy.
"Tadi pelayan restoran itu menagih jumlah makanan yang kau pesan, keuangan kita bahkan sampai habis hanya untuk membayar semua makanan yang kau makan itu." Jawab Nami memasang wajah muram.
"Tapi kan Sanji sudah membeli persediaan makanan untuk perjalanan berikutnya," Luffy masih bersikeras membujuk Nami dengan caranya sendiri.
"..." tak ada jawaban atau bantahan dari Nami.
"Nami..."
XXXX
"Luffy," panggil Ace.
Saat ini mereka sedang menuju East Blue tempat kenangan masa kecil mereka saat Sabo masih ada. Luffy tidak menjawab panggilan Ace, dia hanya menengok ke arah Ace lalu kembali memandang ombak di tengah lautan. Ace mengikuti Luffy melihat laut, dan beberapa lumba – lumba yang mengikuti kapal mereka.
"Ace," panggil Luffy masih melihat ombak ditengah lautan. "Aku lapar."
.
.
.
...DUA MINGGU KEMUDIAN...
Luffy, Ace, dan Garp akhirnya tiba di Grand Terminal tempat mereka berlatih dulu. Tempat kenangan Luffy dan Ace juga Sabo. Tempat pertama kali Luffy bertemu dengan Sabo dan Ace. tempat ketiganya berpetualang dan bercita – cita jadi bajak laut. Tempat peristirahatan terakhir Sabo, sahabat karib mereka.
"Yo Luffy.."
BERSAMBUNG
Akhirnya bisa ngupdate juga.. aku juga bikin fanfic baru tapi masih dalam tahap pembuatan menurut reader, fanfic ini tetap dilanjutkan apa dihapus saja ya?
Aku ingin mengucapkan banyak sekali terima kasih yang sebesar – besarnya atas masukan ataupun pujian ataupun cacian mungkin. Terima kasih masih mengikuti fanfic saya ini, terima kasih sudah mereview fanfic saya ini. Sekedar pemberitahuan, fanfic ini masih 3 atau 4 chapter lagi baru tamat.
kalau gak ada yang baca atau review, aku udah pasrah..
sekali lagi terima kasih banyak ya.. maaf kalo ada review yang belum di balas. Mungkin lain waktu akan saya balas kalau ada kesempatan lagi.. kalau ada yang nanya kapan di update lagi, itu kalau aku punya kesempatan dan ide hehehehe
