Disclaimer : One Piece©Eiichiro Oda
Summary : Ace koma setelah terkena serangan Akainu, disaat yang bersamaan Akainu dan Garp melanjutkan pertarungannya. Berita pertarungan antara marinir dan bajak laut di Pulau Kuja menyebar luas hingga ke telinga bajak laut topi jerami. Rayleigh yang melihat kekhawatiran Luffy akan Ace memberikan saran untuk mengganti tempat pertemuan mereka. Bagaimanakah reaksi nakama Luffy melihat berita itu? Apakah Ace akan sadar atau meninggal? Ada yang penasaran? Mau tahu kelanjutannya? Baca aja hehe
Warning : OOC, AR/AT/mungkin AU, 99% karangan author 1% canon
RUSUKAINA
Bukan Akainu namanya kalau menyerah di tengah pertarungan. Dengan sisa tenaganya, dia kembali bangkit. Tubuhnya masih lemah karena dia terpental ke lautan dekat hutan tempat Luffy membuat rakit dulu, dia berjalan terhuyung ke daratan untuk melanjutkan pertarungan. Dia mengubah tubuhnya menjadi magma sehingga tubuhnya kini menjadi hangat. Garp sendiri masih tak sadarkan diri, mungkin karena dia sudah tua sehingga daya tahan tubuhnya tidak seperti saat dia melawan Roger dulu. Perlahan kesadaran pensiunan marinir itu kembali, tapi tubuhnya masih belum bisa digerakkan. Dia mengepalkan tinjunya, berharap kekuatannya cepat pulih. Akainu semakin mendekat ke arah Garp, dia tidak suka dikalahkan, dia bahkan akan membunuh temannya bahkan mungkin orang tuanya sendiri jika itu tidak sesuai dengan keadilannya. Garp perlahan bangkit, dia kini berdiri bukan sebagai laksamana madya lagi apalagi petinggi angkatan laut, dia berdiri sebagai seorang kakek yang hampir kehilangan cucunya dua kali karena loyalitasnya terhadap pekerjaannya, kini dia tidak perduli lagi dengan dirinya. Dia hanya ingin agar cucunya hidup, setidaknya di fanfic ini dia ingin bisa menyelamatkan cucunya. Ace.
'Ace, bertahanlah. Maafkan aku belum bisa menjadi kakek yang baik untukmu, tolong jaga Luffy untukku!' Ucap Garp dalam hati.
Akainu melancarkan serangan beruntun terhadap Garp. Garp dengan cepat menghindar, dengan haki yang ia miliki Garp pun melancarkan serangan kepada Akainu.
"Apa hanya itu jurus yang kau punya Garp? Aku sudah melihat semua gerakan itu saat kita bertarung tadi."
"Aku juga sudah melihat semua gerakan mu itu saat kita bertarung tadi, Sakazuki."
Garp memperkuat tinjunya dengan haki dan dengan soru dia meninju area perut Akainu yang kalau terkena tinju Garp, mungkin Akainu bisa meninggal detik itu juga namun Akainu melihat itu dan menghindarinya namun terlambat. Tinju Garp mengenai tulang rusuknya. Akainu pun muntah darah. Dia mengeluarkan jurus yang digunakannya untuk membunuh Ace dalam animanga ke arah Garp. Garp mencoba menghindar namun tubuhnya tak bisa digerakkan. Garp mencoba untuk meninjunya sekali lagi tapi dia terlalu lemah untuk menangkis serangan mendadak itu. Sedikit lagi, Garp mungkin akan meninggalkan dunia ini.
Tidak terjadi apa-apa.
Shirohige berdiri di depan Garp menjadi tameng untuk Garp, dia memberikan Garp seringai khasnya.
"Terima kasih sudah menolong anakku."
"Tak perlu, dia juga merupakan cucuku."
Marco datang membawa Garp untuk diberikan pertolongan dokter bajak laut Shirohige namun Garp menolak. Garp tetap ingin bertarung dengan Akainu, hal ini membuat Shirohige melumpuhkan Garp hingga dia tak sadarkan diri. Jimbei lalu menawarkan diri untuk membawa Garp ke tempat Ace, Marco pun menyerahkan Garp kepada Jimbei dan dia bergabung dengan bajak laut Shirohige lainnya.
888
"Ace," panggil Luffy, "Kau tidak meninggal kan?"
DUAK
"Kakek, sakit. Kenapa sih pukulan kakek selalu membuatku sakit padahal aku ini manusia karet." Keluh Luffy memegangi kepalanya. "Pukulan Nami juga membuatku sakit."
"Itu karena kau berbicara sembarangan. Awas kau Edward, aku akan membalasmu. Apa kalian punya donat?" Sahut kakeknya.
Penduduk Kuja sekali lagi dibuat kagum dengan tingkah duo kakek cucu itu. Mereka melihat Garp dan Ace juga Law dan Jimbei seperti saat pertama kali mereka melihat Luffy. Namun kali ini, mereka tidak se-primitif dulu. Mereka kini lebih bisa bersikap normal seperti sikap mereka terhadap Luffy.
"Luffy-kun, aku baru sadar kalau kau memakai cincin di jari manismu. Apa itu berarti kau sudah menikah?" Tanya Jimbei sedikit penasaran dengan cincin yang dikenakan Luffy.
"Oh ini, shishishi... Aku menolong pemuda suruhan kakek untuk mengikuti pernikahan massal dengan Nami." Jawab Luffy melihat cincinnya.
"APAA?!" Kaget Rayleigh, Law, dan Nenek Nyon.
"Bwahahaha... Rencanaku bagus bukan, sekarang aku bisa menikmati masa tuaku dengan tenang. Aku sudah punya rencana untuk cicitku nanti, kalau dia sudah dewasa, dia akan menjadi marinir yang tangguh kalau bisa dia akan menggantikan Sakazuki."
"Tidak akan! Anakku nanti akan menjadi raja bajak laut sepertiku!"
"Bajak laut?! Sudah cukup dengan permainan bajak lautmu itu! Cicitku nanti akan menjadi marinir seperti buyutnya!"
"Raja bajak laut!"
"Marinir!"
"Raja bajak laut!"
"Marinir!"
Begitulah seterusnya adu argumen Garp dan Luffy berlangsung hingga Law menyuruh mereka berdua diam. Law juga mengusir Luffy dari kamar Hancock dan menyuruh Garp istirahat karena luka-lukanya belum sepenuhnya diobati. Rayleigh dan Luffy akhirnya memilih untuk keluar kamar.
"Luffy, aku punya ide bagaimana kalau kita mengubah tempat pertemuannya."
Rayleigh pun mengemukakan strategi bagaimana mereka memberitahukan bajak laut topi jerami tempat pertemuan mereka kelak. Rayleigh membuat semacam kode seperti kode 3D2Y pada lengan Luffy sebelah kiri. Rayleigh juga menyuruh Luffy untuk mengganti bajunya dengan baju warna orange. 'Semoga mereka mengerti maksud tersembunyi ini,' begitulah pikir Rayleigh. Rayleigh kemudian mengajak Luffy untuk bergabung dengan Shirohige melanjutkan pertarungan yang tertunda tadi. Dengan pulihnya kekuatan Luffy, Luffy tentu saja bersemangat apalagi mengingat kakaknya dan kakeknya yang terluka parah karena Akainu. Tanpa mereka ketahui Kizaru sudah menyuruh para masukan marinir untuk mundur, Akainu sudah terluka parah dan Shirohige juga sudah dikalahkan. Entah bagaimana caranya, Kurohige berhasil menyelinap masuk ke dalam pertempuran itu dan membunuh Shirohige seperti pada animanga-nya. Karena itu juga Kizaru menyuruh pasukannya mundur. Dia tidak mungkin membiarkan Akainu ikut terbunuh oleh Kurohige meskipun dia yakin Akainu yang akan menang.
"Apa yang terjadi dengan Pak Tua Whitebeard?" Tanya Luffy sesampainya di hutan pulau Kuja.
"Oi Pak tua, kenapa kau diam saja? Ace masih tidur tapi kakek bilang dia tidak meninggal."
"Dia sudah meninggal. Ayah kami sudah meninggal," ujar Marco.
"..."
Luffy ikut berduka dengan menurunkan topinya hingga menutupi sebagian wajahnya. Dia hanya seperti itu mungkin selama 15 detik. Marco lalu berbalik dan menepuk pundak Luffy seraya mengatakan,"Ayah bilang kalau Ace sudah sadar, tolong sampaikan maaf kepadanya karena tak bisa menjemputnya sesuai janjinya. Seorang Ayah akan selalu melindungi anaknya meski itu harus kehilangan nyawanya dan membuat anaknya membencinya. Tetaplah hidup dan saat dia bertemu dengan Marco maka kalianlah yang akan meneruskan era bajak laut Whitebeard."
888
Luffy dan Rayleigh pun menjalankan rencana mereka untuk kembali ke Marineford, sesampainya disana Luffy membunyikan lonceng sebanyak 16 kali. Kemudian dia membuka topinya dan menyilang tangan kanannya ke dadanya pertanda dia berduka. Pemberitaan mengenai Luffy membunyikan bel di Marineford yang lama pun menyebar ke seluruh Grandline dan sekitarnya hingga ke nakamanya.
Pulau Kuraigana
"Sampai kapan kau akan membacanya, tanganku pegal memeganginya terus." Keluh Perona memegangi koran untuk Zoro.
"Tunggu dulu, aku masih belum selesai. Ini tidak seperti Luffy memikirkan hal seperti ini, aku yakin ini pasti rencana Rayleigh." Zoro kembali mengamati foto Luffy di koran, masih ada pesan tersembunyi yang ia lewati menurut feeling Zoro. 'Cincin di jari manis, diatas topi jerami, dan rompi warna orange.' "Rupanya begitu."
"Kenapa kau menyeringai seperti itu?"Tanya Perona penasaran.
"Aku juga penasaran bagaimana reaksi si Alis Melintir saat membacanya," gumam Zoro.
Kerajaan Kammabaka, Pulau Momorio
"APA! Awas kau Luffy!"
Pulau Harta Karun
"Iya, Luffy, iya aku mengerti, hm.. EEH!"
Pulau Boin
"..."
Pulau Barimajoa
"Suuppaa!"
Pulau Wheatheria
"../.."
"Hey hey hey ada apa Nami? Mukamu merah."
"Tch, tidak ada apa-apa. Haredas-san, tolong ajari aku tentang cuaca lagi!"
"Ada apa dengannya? Hm... Oh Nami-san, bukankah ini kaptenmu? Apa dia yang jadi suamimu?" Runtut Haredas yang sukses terkena lemparan buku di wajahnya.
Sejak saat itu Haredas tidak pernah lagi membahas Luffy dihadapan Nami kecuali Nami sendiri yang memberikan petunjuk tentangnya.
XXX
"Fufufu... Jadi begitu, baik Luffy aku mengerti."
ZZZ
"Luffy-san, Nami-san, selamat atas pernikahan kalian. Luffy-san sungguh beruntung bisa melihat celana dalam Nami-san setiap hari,yohoho..."
ZZZ
"Rayleigh, menurutmu apa mereka akan mengerti kode pesan itu?" Tanya Luffy saat mereka sedang berada di kastil milik Hancock bersaudara.
"Fufufu... Pasti mengerti. Aku bahkan bisa memastikan bahwa salah satu diantara mereka akan sangat bersemangat."
Rayleigh memang benar tapi bukan orang yang dimaksud Rayleigh yang akan sangat bersemangat, untuk sesaat Luffy bisa merasakan aura membunuh yang entah darimana asalnya yang membuat Luffy bergidik ngeri. Luffy tidak tahu kalau rencana Rayleigh sebenarnya adalah memberitahukan kepada nakamanya bahwa Luffy dan Nami sudah menikah, dan Rayleigh sebenarnya ingin mengatakan selamat atas penikahannya kepada Nami dengan cara membuat Luffy melakukan seperti itu. Pesan itu tentu saja diterima dengan baik oleh Nami, dia juga tidak sabar menunggu satu tahun sepuluh bulan lagi di Shanbody dan berpetualang bersama dengan Luffy dan nakamanya.
"Torao, bagaimana keadaan Ace? Apa dia sudah sadar?"
"Lihat saja sendiri tapi jangan berisik."
Ace masih tak sadarkan diri, sudah tiga hari ini Ace koma. Law masih disana untuk merawat Ace. Garp sendiri sudah kembali ke desa Fusha bersama dengan pengikutnya, Helmeppo dan Coby.
XXX
'Luffy!'
'Tolong Aku...'
Tiba-tiba Luffy teringat saat terakhir dia di Shanbody sebelum kehilangan nakamanya dan berkumpul dengan nakamanya. Dia teringat bagaimana saat itu Nami memanggil namanya dan memintanya untuk menolongnya tapi tubuhnya terlalu berat untuk berlari mengejarnya saat itu.
'Kau kuat, bagaimana kalau kau dan aku jadi partner?'
Lalu ingatan Luffy kembali saat pertama kali dia bertemu dengan Nami. Luffy yang saat itu ingin mencari navigator untuk kapalnya, bertemu dengan Nami yang terdesak oleh anak buah Buggy yang membuat mereka berdua harus kabur dari kejaran anak buah Buggy tersebut. Nami mengajak Luffy kesebuah rumah yang Luffy pikir itu adalah rumah Nami, Nami meminta Luffy untuk menjadi partner in crime-nya tapi Luffy menolaknya dan mengatakan ingin Nami jadi navigator kapalnya. Nami tentu saja menolak karena dia membenci bajak laut, namun berdalih akan menerima tawaran Luffy, Nami malah menyerahkan Luffy kepada Buggy. Saat Nami disuruh untuk membunuhnya, Nami malah menyelamatkannya meski pada akhirnya mereka tertangkap dan berakhir Luffy akan dieksekusi di Logue Town. Luffy tersenyum mengingatnya.
"Nami," gumam Luffy lirih.
Saat itu Luffy dan Rayleigh sedang latihan haki di pulau Rusukaina. Rayleigh mengajarkan Luffy tentang haki lebih dalam. Bagaimana menonaktifkan pengguna buah setan dengan haki dan menggabungkan jurus-jurus andalan Luffy dengan haki.
"Hei Luffy, apa kau sudah melakukannya dengan Nami? Kau tahu kan maksudku..." Goda Rayleigh sambil mengerlingkan matanya, namun yang digoda tidak mengerti maksud Rayleigh.
"Melakukan apa Pak Tua Rayleigh? Maksudmu yang mereka sebut ijab qabul itu?" Tanya Luffy memiringkan kepalanya tanda dia tak mengerti.
"Bukan, maksudku seperti yang suami istri lakukan di malam pertama mereka, jangan-jangan kau dan Nami belum..." Menyadari sesuatu yang sudah pasti Luffy belum memahaminya, Rayleigh menepuk keningnya seraya bergumam,"Bodohnya aku."
"Luffy, apa kau tahu seperti apa pernikahan itu?" Tanya Rayleigh ingin memastikan kalau dugaannya benar.
"Tidak. Dadan bilang menikah itu menyusahkan tapi saat aku mengikuti pernikahan massal itu, menurutku menikah itu menyenangkan. Aku bahkan bisa makan gratis sebanyak yang aku mau." Jawab Luffy yang sukses membuat Rayleigh meneteskan keringat sebesar gedebong pisang.
"Luffy, dengar, saat kau menikah. Kau sudah pasti memiliki orang yang akan kau lindungi dan yang akan menjagamu selama-lamanya sampai kau atau dia meninggal, itu berarti kau memiliki tanggung jawab yang besar apalagi kalau kau memiliki anak nanti. Kau harus bisa melindungi mereka seperti yang dilakukan Shirohige dan kapten Roger. Tapi yang paling penting dari pernikahan adalah, kau bisa hidup dengan istrimu seumur hidupmu misalnya tidur bareng, mandi bareng, ya sesuatu seperti itu. Kau juga bebas melakukan apa saja dengan istrimu, ah kau juga..." Pembicaraan itu pun berlanjut hingga malam menjelang pagi.
888
"Apa yang sedang kalian lakukan di lab?" Tanya Nami dari balik jendela luar lab.
Haredas dan para peneliti cuaca itu pun terkejut bukan main melihat Nami.
"Nona, jangan main-main di laboratorium! Kami sedang membuat percobaan simulasi iklim di Rusukaina. Kalau kau ingin melihatnya, kau bisa melihatnya kemari tetapi jika tidak, tolong keluar dari lab ini!" Ujar salah satu peneliti tersebut.
"Maaf, apa kalian tahu tempat shopping dan salon di pulau ini?" Jawab Nami namun begitu melihat tatapan tanya mereka, seakan kata-kata itu tidak pernah ada, Nami pun mengerti kalau mereka sama sekali tidak mengerti shopping dan salon. "Shopping dan Salon? Belanja baju, celana, dan semacamnya, lalu menata rambut dan semacamnya, yang seperti itu. Apakah kalian tahu dimana aku bisa menemukannya?"
"Oooh~" koor mereka.
"Nona, kami tidak punya waktu untuk hal seperti itu. Apa kami terlihat orang yang suka dengan hal seperti itu?"
Nami memperhatikan mereka sekali lagi dari ujung kuku kaki hingga ujung rambut dengan telunjuk diletakkan di dagunya berlagak orang berpikir. Tanpa diperhatikan pun Nami sudah menerka mereka tidak pernah shopping apalagi ke salon, apalagi dengan pakaian ala Merlin itu. Mungkin mereka lebih banyak menghabiskan waktu ke tukang jahit atau toko perlengkapan penyihir jika toko semacam itu memang ada.
"Tidak," jawab Nami setelah cukup lama berpikir.
"Kalau kau sudah mengetahuinya lebih baik kau tidak mengganggu kami Nami-san." Jawab peneliti itu lagi.
"Oke. Aku akan pergi,"
888
"Oi Okama whatever Queen Koph, apa tantanganmu waktu itu masih berlaku. Aku harus bisa mengalahkan semua okama di pulau neraka ini untuk mendapatkan resep turun temurun itu?!" Tanya Sanji yang masih membara setelah mengetahui kabar pernikahan Nami dan Luffy.
'Awas kau Luffy! Beraninya kau menodai Nami-san ku. Aku tidak akan pernah memaafkanmu kapten.'
"Iya,,," ucapan Ivankov terpotong oleh Sanji yang langsung menyerang koki petarung terkuat di Kerajaan Kammabaka itu.
ZZZ
"Zoro, ada apa denganmu? Kau terus menyeringai seperti itu. Kau tidak akan bisa membuatku terpesona, jadi simpan saja seringaimu itu." Ujar Perona saat menemani Zoro latihan, tak jarang Zoro terkena negative hollow milik Perona akibat salah sasaran karena Bulgori yang mencoba menyerang Perona.
"...Lebih baik aku mati saja..." Ucap Zoro saat terkena negative hollow Perona,"Tring! Oi bisa tidak kau berhati-hati dengan serangan anehmu itu!"
Zoro pun menghindar dari serangan bulgori yang berhasil terkena negative hollow milik Perona. Bulgori itu menggaruk-garukkan tanah seperti tikus yang menggali lubang, dia juga mengucapkan kata-kata yang hanya dimengerti spesies mereka. Zoro hanya tertawa melihatnya tanpa mengetahui kalau Perona menyerangnya dengan serangan yang sama pada Bulgori itu.
"Aku minta maaf aku sudah lahir.."
XXX
"Tanuki-san, apa kau sudah menemukan obat-obatan yang- Waaa! Tanuki-san!" Panik kepala suku yang saat itu ingin mengajak Chopper mencari tanaman obat bersama, Chopper yang terlalu semangat belajar obat-obatan tidak tidur selama berhari-hari hingga keadaannya seperti lukisan scream. Seram sekali.
Kepala suku itu langsung mengangkat Chopper ke rumahnya, dia menyuruh istrinya untuk menyiapkan tempat tidur untuk Chopper lalu membaringkannya. Mereka pun meninggalkan Chopper untuk mencari tanaman obat, sejak Chopper berbicara pada burung-burung itu, mereka tidak lagi mengganggu penduduk suku bahkan mereka ikut membantu penduduk suku untuk mencari tanaman obat. Penduduk suku pun juga menolong burung-burung itu jika mereka sakit atau terluka.
MMM
"Paman aneh, apa paman tidak apa-apa?" Tanya anak kecil dan kakeknya di barimajoa.
"Sangat Supeeer! Little bro! Kalian mau masuk? Aku sedang memperbaiki kerusakan laboratorium kemaren..."
"Maaf paman, kami hanya memiliki cola sekotak ini. Kami tidak bisa berlama-lama disini, para marinir itu masih mencarimu. Kami harus kembali." Jawab anak kecil itu.
"Terima kasih lil bro, kau boleh main kesini jika sudah selesai kuperbaiki."
XXX
"Hei, bagaimana kalau kita memanfaatkan satan ini untuk memperoleh keuntungan lebih banyak lagi. Kita membuatnya jadi penyanyi atau apapun itu!" Saran salah seorang penculik itu pada kedua temannya.
Brook tanpa disadarinya keluar dari tubuhnya dan mencuri dengar pembicaraan ketiga penculik itu. Ketiga penculik itu masih belum menyadari kalau Brook mendengarkan mereka bertiga.
"Yohohoho... Ide yang cemerlang, aku mau melakukan itu maksudku menjadi penyanyi dan kalian bertiga menjadi managerku. Keuntungannya kita bagi 1:3, bagaimana?" Usul Brook menegosiasi.
"Baiklah!" Kompak mereka bertiga.
Dimulailah perjalanan karir Brook sebagai penyanyi dalam dua tahun ini.
XXX
"Usoppun, ayo cepat lari. Pulau ini akan makan lagi, kalau kau tidak lari kau benar-benar akan termakan. Gunakan skillmu sebagai seorang penembak jitu!" Heracles memberikan semangat pada Usopp dalam latihan menjadikan-kapten-Usopp-kapten-pemberani-seantero-Grandline.
Usopp membidik satu per satu tanaman buas yang mulai mengincarnya, dia juga masih menggunakan jurus andalannya. Tanaman itu menggeliat kepedasan dan tercabut dari tanah, lalu memuntahkan biji tanaman yang Heracles bilang itu salah satu polo green terkuat yang biasa dia gunakan untuk mempertahankan diri dari serangan musuh. Usopp memunguti biji-biji itu dan memasukkannya ke dalam kantung berlabel WF.
SSS
"Aaaaahhhh!" Teriak Ace dan Hancock bersamaan.
"Kau? Apa yang kau lakukan denganku?!"
"Harusnya aku yang bilang itu padamu!"
"Aceeee... Kau sudah bangun! Kenapa kau dan Hancock tidak pakai baju?"
.
.
.
.
888
Diluar kamar Hancock
"Hahaha... Kau juga kena Ace, dulu aku juga gitu. Ah... Mereka bahkan menyerangku hanya karena aku protes bajuku seperti baju perempuan..." Kenang Luffy terus bercerita awal dia berada di Pulau Kuja.
"Ah iya, aku baru ingat, Ace..." Ucapan Luffy menjadi lirih, dia teringat pesan Marco padanya yang membuatnya teringat kalau Shirohige sudah meninggal.
"Pak Tua sudah meninggal," lanjut Luffy menatap kakaknya sedih.
"Pak Tua? Maksudmu?" Ace tidak bisa memendam kegusarannya saat dilihatnya Luffy menundukkan kepalanya tanda berduka.
Ace bahkan tidak memikirkan lagi apa pemikiran penduduk Kuja ketika dia berlari tanpa baju sehelaipun, dia terus berlari ke dalam hutan tempat pertarungan terakhir melawan Akainu tadi. Luffy mengikuti Ace dari belakang seperti saat mereka masih kecil dulu, Rayleigh yang kebetulan ada disana hanya diam melihat dua kakak beradik beda bapak ibu itu. Seringai menggoda menghiasi wajah pria tua mantan kru pertama raja bajak laut Roger itu.
"Dimana ayahku?" Tanya Ace kalap.
"Ayahmu? Maksudmu Shirohige?" Kata Rayleigh memastikan.
"Dia sudah tidak ada, Marco membawanya ke pulau kecil untuk dimakamkan. Aku tidak tahu dimana, kau Ace kan? Anak kaptenku. Gol D Roger!"
"Kau salah orang. Aku adalah komandan divisi dua bajak laut Shirohige, Portgas D Ace. Ayahku hanya Shirohige."
"Oh kau mengganti nama belakangmu dengan nama Rouge-san, kau tahu ibumu adalah wanita paling hebat sedunia. Dia wanita yang bisa dan hanya dia yang bisa membungkam kapten Roger." Ujar Rayleigh.
"Kau siapa?"
"Ace, dia adalah Rayleigh. Kru pertama bajak laut Roger, sama seperti Zoro shishishi... Ace, Marco bilang 'Ayah bilang kalau Ace sudah sadar, tolong sampaikan maaf kepadanya karena tak bisa menjemputnya sesuai janjinya. Seorang Ayah akan selalu melindungi anaknya meski itu harus kehilangan nyawanya dan membuat anaknya membencinya. Tetaplah hidup dan saat dia bertemu dengan Marco maka kalianlah yang akan meneruskan era bajak laut Whitebeard.'"
888
"Hebihime-sama!"
"Nenek Nyon, bagaimana ini aneki-sama mengalami penyakit seperti waktu itu lagi, apa kami harus memanggil Luffy lagi!" Panik Sandersonia.
"Ada apa dengannya? Seenaknya saja memandang rendah aku. Emang kurang seksi apa aku hingga dia bahkan tidak melirikku sama sekali! Dasar pria tak tahu diri! Sudah bagus aku memberinya tumpangan, meminjamkan kamar bahkan kasurku, Luffy saja belum pernah tidur dikasurku! Tch, membuatku kesal saja!" Maki Hancock entah kepada siapa.
"Aku rasa, perasaannya mulai berubah haluan," gumam nenek Nyon,'Dulu dia juga begitu terhadap Luffy,'
"Hebihime-sama! Ace-san mau bertemu dengan anda."
"Mau apa dia kemari. Suruh dia masuk."
"Bai-" belum sempat pengawal itu melapor, Ace sudah masuk kedalam kamar Hancock.
Nenek Nyon memberikan tanda kepada pengawal dan kedua adik Hancock untuk meninggalkan Ace dan Hancock berdua. Ace tidak memedulikan itu.
"Mau apa kau kesini?" Tanya Hancock dengan nada mengintimidasi dan merendahkan khasnya. Beda sekali dengan saat dia memberitahukan Ace bahwa Luffy datang untuk menyelamatkannya.
"Terima kasih telah merawatku selama aku koma. Hancock, aku akan kembali kepada bajak laut Shirohige, nakamaku telah menungguku. Tolong jaga Luffy untukku!" Pamit Ace sambil membungkukkan badannya tersenyum.
"Terima kasih telah membantu Luffy selama ini, aku percayakan Luffy padamu." Ucap Ace.
"Kau tidak perlu menyuruhku, aku pasti akan menjaganya karena aku kan istrinya." Jawab Hancock yang masih salah paham dan beranggapan bahwa Luffy adalah suaminya hanya karena Luffy pernah memeluknya dan menciumnya.
"Kau... Bukan istri Luffy. Istri Luffy itu Nami!" Dengan itu Ace berjalan keluar kamar Hancock namun langkahnya terhenti di depan pintu.
"!"
"Hancock, aku minta maaf atas kejadian di kamarmu tadi. Aku juga turut menyesal atas pencabutan gelarmu itu."
"Aku tidak melakukan hal itu untukmu, tapi karena aku menyukai Luffy."
"Aku tahu dan aku juga tahu kalau dia hanya menganggapmu nakamanya, dan dia hanya mencintai Nami. Tolong jaga dia setahun lebih ini, Hebihime-sama. Oh iya, kusarankan untuk tidak terlalu berharap kalau dia akan mencintaimu balik soalnya kau tidak akan bisa mengalahkanku karena orang yang paling Luffy 'cintai' nomor satu itu adalah aku. "
Ace pun meninggalkan kamar Hancock setelah sebelumnya berpamitan dengan Hancock untuk terakhir kalinya. Hancock memegang dadanya yang berdegub kencang, ini diluar dugaannya dan ada apa dengan out of character ini. 'Yang benar saja, ini tidak mungkin... Aku hanya mencintai Luffy kan?'
"Luffy," gumam Hancock.
"Kau memanggilku?" Sahut Luffy yang kebetulan di kamar Hancock untuk menanyakan Ace.
"Luffy?"
"Oh aku ingin menanyakan Ace, Nenek Nyon bilang dia disini. Apa kau tahu dia dimana?" Tanya Luffy celingukan mencari Ace."Aceee! Kau disini?"
"Ace tadi sudah pergi katanya mau pergi menemui nakamanya," jawab Hancock seperti Chopper ketika ada yang memujinya.
"Shishishi... Kau lucu Hancock, seperti Chopper."
Luffy pun meninggalkan Hancock untuk menyusul Ace.
888
"Wow! Aku tidak tahu ada pulau yang memiliki iklim seunik itu. Bagaimana cara kalian menelitinya?"
"Ikut saja kami, nanti akan kami perlihatkan sesuatu yang menarik disana."
XXX
"Torao, kau melihat Ace tidak?" Tanya Luffy ketika melewati Law di hutan.
"Dia sudah pergi dengan Jimbei." Jawab Law yang tengah bersiap untuk menaiki kapal selamnya.
"Torao, kau mau kemana?" Tanya Luffy.
"Bukan urusanmu. Tugasku sudah selesai disini." Jawab Law lalu bergegas pergi dari sana.
"Luffy, ini, tadi kakakmu memberikan ini padaku. Dia bilang kalau kau mencarinya, dia bilang sampai jumpa di New World." Ujar Margaret memberikan vivre card milik Ace yang baru.
Luffy hanya bisa tersenyum dan meneruskan perjalanannya, bukan kembali ke Kuja tapi ke Rusukaina, melatih jurus-jurusnya dan level hakinya. Margaret mengikuti Luffy dari belakang, "Luffy."
"Kakakmu itu sangat baik ya, beda sekali denganmu. Dia bahkan memintaku untuk mengajarinya," lanjut Margaret.
"Shishishi... Ace memang hebat. Aku sangat bangga padanya, meski dia bukan kakak kandungku. Dia dan Sabo adalah kakak terbaikku."
"Sabo?"
"Dia juga kakakku sama seperti Ace, tapi dia meninggal saat kami masih kecil." Jawab Luffy dan langkahnya pun terhenti.
"Luffy-kun, aku mencarimu kemana-mana. Oh ada Margaret-chan, kau mau ikut kami latihan?" Tawar Rayleigh.
"Terima kasih banyak Rayleigh-sama!" Ucap Margaret membungkukkan badannya sebagai penghormatan.
"Kau tidak perlu seformal itu, santai saja. Baiklah, ayo kalian berdua kita mulai latihan haki lagi."
XXX
"Sugeeee~!"
Margaret dan Rayleigh hanya sweatdrod ketika melihat Luffy. Saat itu Margaret sedang memperlihatkan Luffy salah satu kegunaan haki jika digunakan pada senjata. Sebenarnya Margaret bermaksud untuk memanah bukit seperti ketika dia mengejar Luffy di Kuja tapi yang terjadi panah itu berhasil memanah serentetan burung sehingga burung-burung itu seperti sate. Luffy memanfaatkan fenomena itu untuk membakar sate burung itu.
"Margaret ayo makan bareng nanti habis burungnya?" Tawar Luffy sambil menelan seekor burung bulat-bulat.
"Aku minta satu saja," jawab Margaret.
ZZZ
"Gomu-gomu no Bushio Jetto Pistol!"
Luffy melancarkan jurusnya disertai dengan haki. Dia juga menggabungkan beberapa jurusnya yang dengan haki yang sudah ia pelajari dari Rayleigh dan Margaret. Sementara itu Rayleigh dan Margaret meninggalkan Luffy latihan sendiri bersama penghuni hutan tersebut.
888
"Hah..." Keluh Hancock.
"Aneki-sama, kau tidak mengantar makanan untuk Luffy?" Tanya Marigold ketika melihat kakaknya seperti orang kerasukan. Hanya melamun dan menghela nafas panjang, dia berpikir pasti karena Luffy, karena cuma Luffy yang bisa membuat kakaknya seperti itu.
"Eh! Luffy~"
"Kenapa kau tidak memberitahuku?! Aku mau ke kamarnya dulu, apa yang harus kumasak ya?"
Marigold memandang heran kakaknya itu, tidak biasanya dia tidak tahu keberadaan Luffy. Mungkinkah dia sedang tidak memikirkan Luffy. Mungkinkah yang dia pikirkan itu...
"Ace.." Pancing Marigold yang sontak membuat Hancock menoleh.
"..."
"Aneki-sama... apa mungkin kau jatuh cinta pada Ace-san?"
"Aku? jatuh cinta pada Ace? yang benar saja!" sangkal Hancock lalu keluar kamar.
XXX
"Ace, kau sudah sadar?!"
Marco langsung menghampiri Ace saat dilihatnya sahabat sekaligus saudaranya itu datang. Ace yang mendengar kabar kematian Shirohige langsung ke pulau tempat Shirohige dimakamkan. Untung saja ada Margaret yang berbaik hati memberikan di celana yang entah mengapa banyak sekali rendanya. Kalau tidak, bisa malu setengah mati dia menghadapi teman-temannya.
"Maafkan aku, gara-gara aku ayah..." Ace tàk sanggup meneruskan kata-katanya lagi, kini airmatanya sudah mengalir deras. Dia tertunduk lesu, dia merasa begitu lemah. sangat lemah. "Aku akan menjadi lebih kuat lahi dari sekarang, aku berjanji ayah... aku maksudku kami bajak laut Shirohige akan melanjutkan impianmu yang tertunda. Dan sekarang aku yang akan menjadi raja bajak laut!"
"Kalau begitu, aku akan membantumu mewujudkannya. Sekarang kita harus ke suatu tempat untuk bertemu aliansi Shirohige dan Yonkou lainnya. Ayo Ace!"
XXX
.
.
.
BERSAMBUNG...
Akhirnya aku bisa update juga... maaf kalo ada typo ato salah kata ato mungkin terlalu pendek. ini baru sebagian, jadi chapter ini bakal dibagi dua hehe
buat semua yang udah review, udah baca tapi gak review, ato cuma numpang lewat doang. saya ucapkan terima kasih banget banget.
disini Ace saya buat hidup hehehe kalo kalian baca, kalian pasti tahu kalo saya memasangkan Hancock dan Ace. maaf kalo actionnya kurang, dan romancenya juga kurang. sekali lagi terima kasih banyak atas semua reader yang sudah menunggu dan terus membaca fic saya ini. saya sangat senang. sampai jumpa lagi.
