Disclaimer : One Piece©Eiichiro Oda
Summary : Chapter ini chapter spesial dari fic Love Is Nakama. Hehe maksudnya ngikutin kayak di manga-manga gitu hehe untuk chapter 9 (chapter 10 kalau di list chapter fic Love is Nakama) masih ongoing.
Warning : OOC, AR/AT/mungkin AU, 99% karangan author 1% canon
MISSING SCENE
Sejak Ace meninggalkan Amazon Lily dan menjadi salah satu Yonkou, memang belum bisa disamakan dengan Empat Besar Kidou, seperti Big Mom atau Red Shank, sejak itu juga Luffy berlatih lebih keras dari sebelumnya. Seolah tidak mau kalah dengn adik bungsunya, Ace pun berlatih semakin giat. Jimbei dn Marco sering menjadi lawan sparingnya. Luffy sendiri memilih menjadikan hewan-hewan raksasa penghuni Rusukaina sebagai sparingnya selain Rayleigh dan Margaret serta Boa bersaudara terkadang. Seperti sekarang...
"Gomu gomu no pistol!" Seru Luffy namun lagi-lagi meleset.
Raion, Singa penghuni Rusukaina, mencoba menyerang Luffy dari belakang namun Luffy dengan sigap menghindar dan melancarkan serangan balik. Kali ini dia menggunakan Gear Fourth Giganto no Anger Gattling, Raion pun terpental.
"Hah..." nafas Luffy tersengal karena seharian ini dia terus melatih haki dan jurus-jurus yang dia miliki.
"Luffy~ , aku membawakanmu makanan. Aku istri yang baik kan?!" ujar Hancock bersemu merah.
"Terima kasih, Hancock, aku memang lapar sekali. Untung saja kau membawakan makanan, kalau tidak aku mungkin sudah menjadikan Raion makan malamku." Balas Luffy mengabaikan kalimat terakhir Hancock. Raion memasang wajah horror mendengar Luffy.
XXX
"Yo... Yonkou baru! Kau tidak pergi ke pulau Raftel? Bukankah kau berjanji menjadi Raja Bajak Laut?" sapa Shank ketika bertemu Ace.
"Aku yang sekarang belum pantas menyandang gelar Raja Bajak Laut." sahut Ace.
"Mau sparing denganku?"
XXX
"Bagaimana cara memodifikasi benda ini kedalam clima tact milikku?" Gumam Nami setelah latihan dengan wind knot yang diberikan Haredas. Sejak dia kembali ke Wheatheria, Nami terus melatih wind knot yang diberikan Haredas. Dia juga bisa menggunakan wind knot itu menghasilkan awan seperti di kamar mandi Haredas.
"Hei, hei, hei, Nami, apa yang kau sibuk lakukan daritadi? Ada yang bisa kubantu?" Tawar Haredas melihat Nami sibuk mengutak-atik clima tact dan wind knot dengan tampang serius.
"Aku hanya berpikir bagaimana memodifikasi dua benda ini," jawab Nami menunjuk clima tact dan wind knot.
XXX
"Mihawk, aku mohon ajarkan aku semua ilmu yang kau miliki."
"Kenapa aku harus mengajarimu, kau yang ingin mengalahkanku dan ah aku lupa kau sudah menyandang Swordman terhebat." Jawab Mihawk sarkastik.
"Aku belum menang. Itu hanya kebetulan saja, karena aku bisa merasakan kehadiranmu dan membaca gerakanmu dengan mata tertutup." Aku Zoro.
"Itu adalah Bushou Haki." Ujar Mihawk,"Kau tidak tahu kalau kau memiliki Haki?"
"Tidak. Tolong buat aku lebih kuat. Aku ingin bisa melindungi Luffy dan nakamaku sampai impian kami terwujud." Mohon Zoro masih membungkuk dihadapan Mihawk.
"Ayo ikut aku."
XXX
"Tanuki-san, obat apa yang sedang kau buat itu?" Tanya kepala suku.
"Aku sedang meracik rumble ball, kegunaannya untuk mengubah wujudku. Aku juga masih harus melatih wujud raksasaku agar tidak menyakiti orang lain," jawab Chopper tersenyum lalu kembali pada pekerjaannya.
"Kau benar-benar menakjubkan, Tanuki-san." Gumam Kepala Suku sambil memperhatikan Chopper.
"Tch, aku tidak akan senang kau puji, dasar."
"Hahahaha... kau benar-benar lucu."
XXX
"Soul King~kyaa" teriak fans Brook di konser ketiganya di suatu pulau di Grand Line.
Brook bernyanyi lalu jiwanya keluar dari raganya menuju penonton, dan ketika dia sampai di penonton wanita cantik, dia pun mengatakan
"Boleh aku melihat celana dalammu, nona."
Wanita itupun berteriak histeris dan Brook pun melanjutkan konsernya. Akhirnya Brook tahu kekuatan buah setan Yomi Yomi no Mi. Berapa kalipun dia mati, jiwanya akan tetap hidup. Sejak penculikan dan dieksploitasi buat ketiga manajernya itu, Brook pun melatih agar jiwanya bisa keluar masuk dan membuatnya menjadi senjata rahasianya jika bertarung nanti selain jurus pedangnya.
XXX
"Jimbei, maaf aku baru datang sekarang ke Pulau Fishman ini. Aku akan menggantikan Shirohige untuk melindungi tempat ini dan juga meneruskan perjuangan Luffy dan krunya dalam melindungi Pulau ini. Karena itu jadilah nakamaku, kita bersama-sama melindungi tempat ini." Runding Ace.
Jimbei tampak berpikir keras, baik Luffy maupun Ace ingin menjadikannya nakama. Berpetualang bersamanya tetapi dia tidak bisa meninggalkan tempat ini.
"Kau tak perlu meninggalkan tempat ini, kau ikut aku melihat dunia luar jika kau sudah siap. Kami akan menunggumu, bagaimana?" Pengaruh Ace.
"Maaf aku tidak bisa, mungkin bila kita bertemu lagi. Maukah kau mengajakku lagi?" Jawab Jimbei.
"Baiklah." Jawab Ace tersenyum.
XXX
"Blueprint ini?" Gumam Franky ketika mempelajari Blueprint laboratorium Vegapunk.
"Oh, jadi seperti ini..."
XXX
"Wow... aku tidak tahu kau mempunyai jurus seperti itu, Robin. Pantas saja Luffy merekrutmu jadi krunya." Kata Dragon ditengah pertarungan.
"Fufufufu... sebenarnya aku baru saja menemukannya, mungkin terpengaruh oleh gear 3 punya Luffy." Jawab Robin juga ditengah pertarungan.
"Kau harus mengasahnya lagi, oh iya bagaimana dengan hubungan Luffy dan menantuku itu? Ayahku selalu saja ikut campur dengan yang satu itu. Tujuannya pasti agar ada yang mengikuti jejaknya jadi Marinir." Nasehat plus curcol Dragon.
"Dragon-san, Robin-san, cepat kembali ke kapal. Urusan kita sudah selesai disin!" Seru pemuda berambut pirang.
"Kau tidak usah khawatir, mereka mungkin jauh lebih dekat dari yang terlihat." Jawab Robin penuh arti.
"Mungkin aku bisa memiliki cucu sebelum Luffy mencapai Raftel, hahaha." Balas Dragon.
XXX
"Sanji-kyuuun~~," panggil wanita (?) berambut orange panjang sebahu.
Sesaat Sanji pun terpana namun seketika itu juga Sanji sadar kalau itu bukan dia. Sanji pun tak segan-segan menendang wanita (?) itu. Dia mengambil sepotong potongan resep dari wanita (?) itu. Para penghuni Pulau Momorio pun tak henti-hentinya mencoba menyergap Sanji dari penjuru arah. Sanji pun berlari dan melompat menghindari mereka. Dia tidak mau apa yang terjadi padanya pertama kali terjebak di neraka ini terjadi lagi.
"Diable Jambe Sky Walk Okama Hell No!"
XXX
"Luffy, sampai jumpa di Shanbody. Aku akan menunggu kalian disana. Laboon dan Crocuw sudah kembali ke Twin Cape, Red Line. Jaga dirimu baik-baik." Pamit Rayleigh.
Setahun sudah mereka berpisah. Selama itu juga mereka bertambah kuat, kekuatan mereka pun bertambah. Bukan hanya Bajak Laut Topi Jerami tetapi Ace dan Bajak Laut Shirohige juga semakin kuat.
XXX
"Usoppun, ini adalah biji Green Bit untukmu. Kau harus bisa menanamnya sendiri, jadi kau bisa memiliki cadangan untuk bekalmu nanti. Hahaha... aku yakin mereka akan terkejut kalau tahu betapa kuatnya kau nanti.
"Terima kasih Heracles, aku mungkin akan lebih kuat dari Sanji atau Zoro sekarang." Balas Usopp bangga.
XXX
"Wow... Tanuki-san, kami tidak tahu anda bisa berubah bentuk seperti itu." Kagum Kepala Suku.
"Hehehe... dasar kau, aku tidak akan senang dipuji seperti itu. Aku kan sudah pernah berubah menjadi ini." Jawab Chopper malu.
"Waaa..."
Penduduk Pulau Harta Karun itupun kalang kabut menghindari Chopper yang sudah berubah menjadi raksasa. Bukan saja karena gempa berskala kurang dari 1 ritcher yang ditimbulkannya tetapi karena mereka takut Chopper akan mengamuk lagi. Untung saja burung raksasa dan kepala suku menemukan cara untuk 'menjinakkan' Chopper, jadi Chopper sedikit demi sedikit tidak hilang kendali lagi saat merubah dirinya menjadi raksasa.
XXX
"Apa yang kau lakukan di labku?" Tanya seorang pria nyentrik berpakaian laboratorium.
Franky pun membalikkan badannya dan kacamata santainya pun terlepas. Dihadapannya, berdiri seorang ilmuwan yang dikenal dengan ilmuwan gila karena kejeniusannya. Pria itu tak tampak marah, itu seperti ketika Chopper dan Luffy saat melihat sesuatu yang menarik perhatian mereka. Sulit digambarkan. Pria itu hanya memandang Franky, lalu dia tanpa memedulikan Cyborg itu pria itu mengambil sebuah blueprint kemudian sibuk dengan urusannya sendiri. Franky hanya terdiam selama satu detik hingga kemudian..
"SUUUUPEEEEER!"
Pria itu pun melihat Franky sekilas lalu sibuk dengan eksperimennya lagi. Tak lama kemudian, dia pun ikut bergabung dengan Franky memperagakan gerakannya sendiri.
"Kau Super Vegapunk kan?!" Konfirmasi Franky masih dengan gaya supernya.
"Ow... aku suka panggilan itu, anak muda?" Balas pria yang ternyata Vegapunk.
"Ow... aku sudah tidak muda lagi. Maaf aku meminjam peralatan supermu. Aku sudah memperbaiki dan menyelesaikan sebagian dari blueprint itu." Jawab Franky menunjukkan hasil kerjanya.
Vegapunk melihat labnya sekilas lalu melihat Franky. Setelah menanyakan nama Franky, Vegapunk pun meneliti Franky.
"Aku bisa memodifikasi tubuhmu jika kau mau, kita adalah nakama jadi kau tidak perlu sungkan kuahahahaha." Tawar Vegapunk.
"Wow... itu adalah impianku. Bertemu denganmu dan dimodifikasi olehmu. Modifikasi aku agar lebih kuat dari Kuma." Sambut Franky.
"Ahahaha...kau benar-benar menarik."
XXX
"Luffy~" panggil Hancock.
Luffy yang sedang melatih jurus-jurus second gearnya tidak menjawab panggilan Hancock, namun aroma makanan yang menusuk hidung Luffy dan 'teman-teman' barunya itu langsung mengehentikan sparing mereka.
"Thewima kwashih Hwangkock awhas mhankangnhwa. Bwuhatkhan wuntuhk nwakwamwakwu juwgha ya." Ujar Luffy dengan mulut penuh makanan.
"Baiklah kalau kau mau, sebagai istrimu, aku akan melakukan apa saja untukmu." Jawab Hancock malu-malu.
"Yosh! Aku akan latihan lagi."
Luffy pun melanjutkan sparing dengan teman barunya aka hewan buas disana. Hancock jika bukan karena digeret nenek Nyon, masih tinggal disana mungkin untuk setahun kemudian namun bukan Hancock namanya kalau menuruti perintah orang lain.
Hancock pun menyelinap ke Rusukaina saat malam tiba, dari kejauhan terdengar suara Luffy dan teman barunya. Dengan berbekalkan makan malam segerobak, Hancock bermaksud ingin makan malam dengan Luffy.
"Hancock, kau membawa makan lagi."
Makan malam itu pun langsung diserbu dengan teman baru Luffy dan Luffy. Hancock yang kesal karena acara makan malamnya terganggu pun mengubah hewan - hewan malang itu menjadi batu.
"Waaaa... cepat ubah mereka lagi. Apa yang kau lakukan dengan nakamaku!" Panik Luffy.
Dengan enggan Hancock pun mengubah mereka kembali.
XXX
"Nami, kau masih ingin disini?" Tanya Haredas.
Hari sudah larut malam, tetapi Nami masih berkutat dengan jurnal penelitian New World. Kali ini Nami sibuk membaca jurnal cuaca di Amazon Lily, tepatnya Rusukaina. Sesekali dia ke laboratorium untuk membuktikan teorinya sendiri. Bagaikan penyihir cuaca, hari demi hari Nami mengembangkan ilmu-ilmu cuaca yang didapatkannya.
"Luffy, tunggu dan lihat, aku akan membawamu ke Pulau Raftel dan menemukan One Piece lalu kau akan menjadi Raja Bajak Laut."
XXX
.
.
.
.
BERSAMBUNG
Maaf baru update lagi. Ini adalah chapter spesial lanjutan dari chapter 8. Chapter selanjutnya adalah Post Timeskip. Terima kasih sudah menunggu. Yang baca tapi ga review, yg review tapi ga baca, yang baca dan review, saya ucapkan terima kasih banyak. Nantikan chapter selanjutnya ya...
