Disclaimer : One Piece©Eiichiro Oda
Summary : chapter ini sebenarnya rewrite dari versi manganya cuma dimodifikasi aja. Sekali lagi Ace disini masih hidup.
Warning : OOC, AR/AT/mungkin AU, 99% karangan author 1% canon
CHANGES
"Terima kasih sudah mengajariku, Mihawk." Ungkap Zoro pamit. - Pulau Kuraigana
"!" - Pulau Momorio
"Kufufu... aku pergi dulu, semuanya. Terima kasih telah menjagaku dua tahun ini." Pamit Robin - Markas Besar Pasukan Revolusioner.
"Yo... aku pergi dulu ya." Pamit Franky. - Pulau Barijomoa
"Terima kasih untuk semuanya, jaga diri kalian baik-baik ya." Pamit Chopper. - Pulau Harta Karun, South Blue
"Usoppun, ini adalah Pop Green untukmu. Terima kasih sudah menemaniku, aku harap kita akan bertemu lagi." Ujar Heracles dalam perjalanan mereka menuju Sabaody Archipelago. - Pulau Boin
"Apa kau yakin kalau ini akan menjadi tur terakhirmu, Soul King?" Ditengah perjalanan menuju Pulau Sabaody
"Terima kasih dua tahun ini, maaf sudah merepotkanmu!" Pamit Nami - Pulau Wheatheria
"Akhirnya... shishishi, aku tidak sabar bertemu mereka lagi." Gumam Luffy.
XXX
Shabondy Archipelago, Groove 17
"Kau?!" Waspada Franky saat dilihatnya Kuma berada di Thousand Sunny.
Keadaannya sudah tidak lagi seperti saat dia teleportasi Franky dua tahun dan dua tahun tiga hari lalu. Seolah Kuma melindungi Sunny dengan segenap hatinya dan sepenuh kekuatannya. Saat melihat Franky, Kuma pun berdiri seakan memberi salam kepada Franky, Franky langsung memasang kuda-kuda untuk bertarung tetapi tak terjadi apa-apa.
"Misiku sudah berhasil. Ini misi terakhirku dari atasanku. Jika kita bertemu lagi, aku sudah menjadi Pacifista." Dengan itu Kuma meninggalkan Franky yang supeer terkejut.
Groove 42, salah satu bar di Shabondy
Nami menghela nafasnya untuk kesekian kalinya, dibelakangnya sekelompok Bajak Laut yang mengaku menjadi mereka. Bartender di depannya memberikan informasi yang cukup untuknya.
"Bartender, mana minumanku?" Seorang pria gendut bertopi jerami itu lalu melihat ke arah Nami,"Buat cewek cantik disana bergabunglah denganku!"
"Tidak, aku sedang menunggu seseorang." Tolak Nami.
Seorang wanita berambut orange sebahu lalu menghampirinya dan menodongkan pistol di kepalanya, namun Nami mengabaikannya.
"Jadi kau mau minum denganku," ujar seorang pria disamping Nami.
"Usoopp!" Seru Nami memeluk Usopp.
Pria gendut yang mengaku sebagai Luffy itu pun membuat gaduh di bar itu, membuat Usopp mengeluarkan jurus barunya itu.
"Midori Hitoriboshi,"
Nami dan Usopp pun memilih untuk segera pergi dari sana. Di luar Nami dan Usopp terus mengobrol tentang petualangan mereka selama dua tahun ini.
"Hei Nami, sejak kapan kau dan Luffy menikah?" Ujar Usopp membuat Nami terbatuk.
"Dua tahun lalu, saat kami berjalan di kota. Jeez, Rayleigh-san dan Shakkie bahkan menggodaku sesampaiku disini." Jawab Nami mengingat kenangan dua tahun lalu.
Sementara itu di belahan lainnya masih di Groove 42, Sanji baru saja menapakkan kakinya di Shabondy diikuti penduduk Momorio. Terdampar di Pulau Momorio untuk kedua kalinya selama dua tahun membuat Sanji seperti berada di Oasis wanita ketika matanya menangkap sosok wanita berjalan tak jauh dari tempatnya berjalan. Tentu saja wanita itu berlarian ketakutan karena mengira Sanji adalah pria mesum, meskipun itu adalah kenyataan. Sanji pun akhirnya menemui Rayleigh dan Shakkie di Groove 13.
Groove 12,
"Nico Robin, berhasil ditangkap."
Robin mendengarkan pengumuman itu dengan sikap waspada,"aku harus cepat pergi dari sini."
Groove 42, Hutan Mangrove
"Apa kau menjual ikan, pak?" Tanya Sanji, mencari bahan makanan untuk perjalanan mereka selanjutnya.
"Apa yang harus kulakukan, tadi ada seorang pria berambut hijau hendak meminjam kapalku tapi dia salah naik kapal. Sudah kuperingatkan tapi dia tetap saja tidur." Panik nelayan itu.
"Apakah yang bapak maksud orang ini." Tunjuk Sanji pada poster buronan milik Zoro.
Setelah memastikan bahwa itu benar-benar Zoro, Sanji pun mengabaikannya dan segera berlalu dari sana namun ketika baru beberapa langkah Zoro muncul dengan kapal bajak laut yang terbelah dua disertai tangisan penghuni kapal minus Zoro.
Groove 19, Suatu tempat di Shanbody
"Kau tidak tahu siapa aku!?" Tantang Luffy palsu.
"Hah, Sanji, Zoro?" Abai Luffy asli.
"Dengarkan kalau aku bicara, kau mau cari mati!" Gertak Luffy palsu seraya menodongkan pistolnya.
Dengan hakushou haki miliknya, Luffy pun berhasil menjinakkan Luffy palsu. Orang-orang yang ada disana hanya diam dengan muka terkejut. Beberapa dari mereka tampak ketakutan. Luffy pun berlalu dari sana mengikuti vivre card milik Rayleigh.
XXX
Groove 23, Perekrutan Kru Topi Jerami palsu
"Sanji, Zoro, apa yang-"
"Kapten. Yo. Kap-ten-Luf-fy." Sapa Sanji berapi-api.
"Sanji, Zoro! Oi Sanji, mengapa kau tiba-tiba menyerangku?" Sahut Luffy menghindar dari tendangan Sanji.
"Urusai!"
Sanji terus menyerang Luffy, Zoro tentu saja melerai mereka dengan caranya sendiri namun Sanji menghentikannya dengan mengatakan kalau itu adalah pertarungan antar lelaki. Mendengar itu, Zoro hanya melihat mereka. Luffy yang tidak peka dengan kemarahan Sanji terus menghindar, Sanji adalah nakamanya jadi dia tidak mau bertarung dengan sekuat tenaganya. Ajang perekrutan Topi Jerami palsu kini berubah menjadi lautan bajak laut yang pingsan karena hakushou milik Luffy.
"Oi, Sanji, ada apa denganmu?"
"Aku sudah dengar semuanya dari Rayleigh-san. Aku bisa terima kalau Nami-san menikah karena dia mencintaimu tapi pernikahan kalian terjadi karena paksaan, aku tidak bisa memaafkannya. Dua tahun aku berlatih di Neraka itu..."
Luffy akhirnya mengerti sumber kemarahan Sanji. Luffy pun menjadi serius bertarung dengan Sanji, dengan segenap kekuatan mereka.
"Gomu gomu no..."
"Diable jamble..."
"Gear second elephant trunk."
"Amour éternel."
Luffy dan Sanji pun terkapar kelelahan, Zoro yang bosan melihat pertarungan bodoh mereka juga ikut ambil andil membereskan marinir dan bajak laut yang ada disana. Disaat bersamaan, Chopper datang dengan burung raksasa.
"Zoro, Luffy, Sanji."
XXX
"Namiii..." panggil Luffy dari kejauhan.
"Nami-saaaaan, Robin-chan..." panggil Sanji.
Zoro, Sanji, Luffy, dan Chopper pun turun dari burung raksasa dan bergabung dengan yang lainnya. Brook pun langsung menghampiri Luffy,"Luffy-san, aku merindukanmu."
"Oi, Luffy, lihat ini." Tunjuk Usopp pada Franky.
"Sugooiii," kagum trio idiot saat Franky memperlihatkan gadget terbarunya dan rambutnya yang bisa berubah style jika dipencet.
"Ini bukan saatnya mengagumi itu, Luffy." Nami mengingatkan.
Seperti janji Luffy sebelumnya, sebelum mereka ke Dunia Baru. Luffy dan nakamanya sekali lagi ke Pulau Fishman, Luffy ingin menengok Shirahoshi dan sekali lagi mengajak Jimbei bergabung dengan bajak lautnya.
"Hah... aneh, bukannya seharusnya Marinir sudah menemukan kita, tapi..." heran Usopp.
"Bukannya itu kapal milik Hancock," tunjuk Nami.
Sementara itu, di groove yang berbeda masing-masing post Marinir menghadapi serangan dari berbagai arah, mulai dari okama yang mengejar mereka, marinir yang tersungkur dan mengatakan hal negatif, marinir yang menghadapi serangga raksasa dan bunga mematikan, marinir yang diserang burung raksasa, dan marinir yang tidak bisa meluncurkan meriam mereka karena hujan lokal.
Disisi lain lautan Shanbody, beberapa kapal Marinir termasuk Admiral didalamnya menjadi batu. Sementara itu Hancock berserta ular yang selalu melingkarinya bergegas ke suatu tempat.
"Hancock-chaaan, kecantikanmu tak lekang oleh waktu." Rayu Sanji.
Dihadapan Luffy, disaksikan seluruh kru Topi Jerami. Seperti taruhannya dengan Nami dua tahun lalu, Hancock pun mencium Sanji. Tentu saja ini membuat Bajak Laut Topi Jerami minus Luffy. Hancock lalu kembali ke kapalnya.
"Nami, kau adalah nakamaku!" Seru Luffy hingga Hancock pun dengar.
Tanpa sepengetahuan Luffy dan nakamanya, mendengar pengakuan Luffy itu membuat Hancock patah hati sepatah-patahnya. Hancock ingat benar saat dia mengantarkan makanan untuk Luffy dan tidak sengaja mendengar percakapan Rayleigh dan Luffy, saat Rayleigh mengatakan bahwa cinta adalah nakama. Ketika Luffy menolaknya dengan mengatakan aku tidak akan menikahimu, jangan sakiti Ace bahkan jika kau adalah temanku, aku tidak akan memaafkanmu. Karena itu saat Luffy mengatakan Nami adalah nakamanya dengan lantang, dia tahu bahwa Luffy benar-benar mencintai Nami.
"Hah... bicara apa kau itu, Luffy. Tentu saja aku adalah nakamamu." Respon Nami terlihat bingung namun akhirnya dia menyadari maksud Luffy dan mukanya menjadi merah.
"Fufufu... jadi cuma Nami saja nakamu, Luffy." Goda Robin.
"Shishishi..."
XXX
"Jadi... bagaimana kau dan Nami bisa menikah?" Introgasi Usopp.
"Iya, aku syok berat mendengarnya." Tambah Usopp.
"Iya, aku tidak tahu kalau kau dan Nami-san saling mencintai, Luffy-san." Timpal Brook lalu menambahkan,"Jadi warna apa-"
"Berani melanjutkannya, aku akan menghancurkan tulangmu." Ancam Nami.
"Fufufu... itu sungguh cerita menarik." Celetuk Robin.
"Eeh!" Koor Topi Jerami minus Luffy.
"Darimana kau tahu?" Tanya Nami.
"Kukuku... aku mengikutimu." Jawab Robin enteng.
"...Eeh!" Respon Topi Jerami minus Luffy yang hanya tertawa.
"Aku sudah tahu kalau Robin memakai kekuatannya di telinga Nami, pantas saja Nami punya telinga dan mata 3 hahaha," sahut Luffy yang disambut bogem mentah oleh Nami.
Sementara menunggu Sanji yang pingsan karena mimisan akut, Luffy pun membagikan bekal makanan yang ia dapat dari Hancock. Surume, Kranken yang menjadi teman mereka saat ke Pulau Fishman dulu kembali menolong mereka melewati laut terdalam. Kali ini mereka tidak lagi dihalangi oleh Monster laut lain.
Beberapa jam kemudian tibalah Bajak Laut Topi Jerami di Pulau Fishman, Hachi dan Keimi pun sudah disana menjemput mereka. Luffy dan nakamanya pun pergi menemui Jimbei di istana Ryugu.
"Oh mana Shirahoshi, aku janji akan menemuinya jika kesini lagi." Tanya Luffy.
"Sejak saat itu, kami sering mengantar putri ke hutan terlarang. Bos Jimbei bilang untuk kebaikan putri, kami membangun Sea Land. Ini juga berkat Ace-san yang memperluas wilayah Pulau Fishman." Jawab Keimi.
Tak terasa mereka pun sampai di hutan terlarang, benar saja. Disana terdapat Waterpark kecil yang menyerupai Taman Bermain di Pulau Shanbody. Putri Shirahoshi dan ketiga kakaknya terlihat asyik bermain bersama anak-anak Pulau Fishman. Tentu saja pemeran utama kita, siapa lagi kalau bukan tiga idiot, mereka terkagum-kagum melihat wahana disana dan memutuskan untuk bergabung bersama mereka.
Disisi lain hutan terlarang seorang bajak laut yang kini menjadi Yonkou termuda itu masih terlihat adu debat dengan salah satu penghuni istana Ryugu. Sepertinya alasannya dan Luffy sama.
Sea Land, tempat bajak laut Topi Jerami
"Yahooo..." seru Luffy dari wahana Shark Coaster.
"Huhu... aku kalah lagi," ratap salah satu Merman Buntal yang kalah taruhan dengan Nami di Arcade Kasino.
"Sugoii... Usoppp. Kau tepat sasaran lagi." Kagum Chopper yang kini memegang permen manisan apel dan permen kapas di dua tangannya.
Robin dan Brook memilih untuk duduk di salah satu kafe sambil meminum kopi dan teh, Franky menemui adiknya Tom untuk membantu masalah Teknis pada Sea Land, Sanji pergi ke Pulau Paradise dimana terdapat atraksi Mermaid. Zoro, jangan ditanya, bahkan author saja tidak tahu kemana dia perginya.
"Hah? Kenapa aku ada di tempat ini?" Zoro pun terdampar di wahana Turtle Sky saat sedang berjalan-jalan.
XXX
"Bagaimana Jimbei, kau mau kan jadi kruku?" Bujuk Ace untuk kesekian kalinya.
Bukan tanpa alasan Ace mengajak Jimbei menjadi nakamanya, ayah angkatnya, Shirohige, dan ayah kandungnya, Gold D Roger, mempertahankan pulau ini dengan segenap kekuatan mereka bahkan adik angkatnya, Luffy, juga seperti itu, karena itu selain alasan itu, dia juga ingin bersama Jimbei melindungi Pulau Fishman.
"Aaaaceeeee...!" Seru Luffy.
"Jimbei, aku datang menjemputmu seperti janjiku dua tahun lalu." Ujar Luffy.
"Maaf Luffy, tapi aku duluan yang mengajaknya. Iya kan Jimbei?" Sanggah Ace.
"Tapi jawabanku tetap sama, aku tidak akan meninggalkan tempat ini. Maaf ku-" jawab Jimbei terpotong.
"Bukankah sudah kubilang, kau tak perlu ikut berlayar dan kau tetap bisa tinggal disini. Melindungi tempat ini dibawah bendera Shirohige. Bajak lautku." Potong Ace.
"Shishishi... bagiku kau adalah nakamaku, jadi kalau kau berubah pikiran. Besok kami akan ke New World, aku akan menunggumu hingga datang. Dan apapun keputusanmu setelah itu, aku akan menerimanya." Ujar Luffy memberikan vivre card miliknya.
XXX
"Luffy, kau sudah bertemu dengannya?" Selidik Ace penuh teka-teki.
"Siapa yang kau maksud, Ace?" Jawab Luffy penuh tanya.
"Nanti kau akan tahu sendiri jika takdir berpihak padamu." Jawab Ace,"Dia tidak akan bergabung denganmu, kau tahu itu kan?"
"Aku yakin dia akan datang." Sahut Luffy mantap.
"Ya, tapi dia tidak bergabung denganmu. Aku harus pergi. Luffy, sampai bertemu lagi. Ah, ini vivre card milikku yang baru." Pamit Ace.
Ace pun berpamitan dengan Luffy dan bajak laut Topi Jerami. Tidak lama kemudian, Jimbei pun datang seperti kesepakatan mereka. Seperti saat Vivi dan Karu dulu, Jimbei datang bukan untuk bergabung dengan Topi Jerami. Dia memilih Ace, karena dia ingin membayar hutang budinya dengan Shirohige. Jimbei juga mengatakan bahwa dia juga menganggap Luffy nakamanya dan dia siap untuk membantunya kapanpun Luffy membutuhkannya.
XXX
"Luffy, kau baik-baik saja?" Tanya Nami khawatir.
Sejak meninggalkan Pulau Fishman, Luffy lebih banyak menghabiskan waktu di kepala Sunny kecuali saat waktu makan tiba. Saat ini mereka sudah memasuki dunia baru. Banyak hal telah mereka lewati hingga sampai disana.
Selama dua tahun mereka berpisah, para kru Topi Jerami mengalami banyak perubahan terutama fisik mereka tak terkecuali Luffy.
"Oh Nami, apa kita sudah mau sampai?" Tanya Luffy.
"Belum, melihat perkiraan cuaca hari ini kita akan sampai dalam dua jam lagi." Jawab Nami.
'Ada apa dengan Luffy? Sikapnya padaku jadi aneh sejak meninggalkan Pulau Fishman.'
Ya. Tanpa Luffy sadari, sejak mereka bertemu kembali. Luffy memandang Nami dengan cara yang berbeda, dia lebih sering mendatangi ruangan Chopper tetapi tidak pernah masuk karena saat dia tak berada di sekitar Nami, jantungnya kembali normal. Dia menjadi merasa aneh dan kesal setiap kali Sanji bersikap manis terhadap Nami tetapi memilih bersikap biasa. Yang paling aneh lagi dia tanpa alasan yang tidak diketahuinya tidak suka orang lain melihat Nami hanya dengan bikini dan pakaian terbuka lainnya. Dia lebih sering tidak mendengarkan Nami bicara karena suara jantungnya tidak kalah kerasnya dengan suara Nami. Banyak perubahan yang tidak Luffy sadari terjadi padanya.
XXX
"Chopper, sepertinya aku punya penyakit jantung." Ujar Luffy saat dia hendak mengajak Chopper main.
"Eeeh! Hontou ni?" Kaget Chopper.
Tanpa pikir panjang, Chopper pun segera menyuruh Luffy rebahan dan memeriksa layaknya seorang dokter. Setelah pemeriksaan, Chopper pun menghela nafas lega.
"Jangan menakutiku seperti itu, Luffy. Aku pikir kau beneran sakit, sebenarnya ada apa? Kau sehal walafiat kok tidak sakit."
"Tapi bener kok, sejak kita kumpul lagi, setiap kali aku berada di dekat Nami jantungku terus berdetak cepat, dadaku terasa sesak dan aku seperti demam karena sekujur tubuhku jadi panas. Bukan hanya itu saja, ada yang lebih aneh, entah mengapa rasanya seperti... jantungku mau copot setiap kali Nami menyentuhku. Sebenarnya aku sudah lama seperti itu tetapi baru kali ini aku menyadarinya, aku sakit jantung kan namanya?" Cerita Luffy yang lebih seperti curhat.
"Luffy, mungkin kau harus mengatakan itu kepada Robin, Kau tahu kan Robin tahu hal seperti itu." Simpul Chopper.
Atas saran Chopper, Luffy pun mencari Robin namun yang dicarinya ternyata disamping Nami. Robin yang mendengar percakapan Chopper dan Luffy pun menghampiri Luffy.
"Kau harus mengatakan itu langsung kepada Nami, kapten." Saran Robin.
Luffy pun menghampiri Nami. Nami yang sedang berjemur pun duduk karena merasa Luffy ingin bicara dengannya.
"Pulau yang akan kita singgahi masih sejam lagi, kenapa kau tidak main dengan Usopp dan Chopper." Jawab Nami sebelum Luffy mengatakan apapun.
"Nami, aku sudah tidak tahan lagi-" ucapan Luffy terpotong dengan suara denden mushi berdering.
"Bos, kaukah itu? Bos tolong aku. Dingin sekali disini, tolong kami bos."
"Oi siapa kau? Dimana?"
"Siapa kau? Kau bukan bos,"
"Aku Monkey D Luffy, orang yang akan menjadi bajak laut."
"Tolong aku, aku ada di Punk Hazard."
XXX
"Aaah... kenapa aku?" Keluh Usopp.
"Shishishi... tenang kan ada aku." Hibur Luffy.
Usopp kalah undian pergi ke Punk Hazard bareng Luffy. Zoro, Robin, Usopp, dan Luffy pun pergi ke Punk Hazard melalui jalanan awan buatan Nami. Sementara menunggu grup Luffy, yang lainnya pun bersantai di kapal.
Flashback
"Yo... adik ipar. Mau kuberi tahu rahasia Luffy?" Bisik Ace saat di Pulau Fishman.
Nami yang mencium bau uang itupun mengangguk dan mendekat ke arah Ace. Ace pun memberitahu Nami sesuatu yang tidak di duga Nami tentang Luffy. Sesuatu yang membuatnya menjadi nano nano.
Ace POV Flashback dalam Flashback*
"Kau... Portgas D Ace, mau apa kau kesini?" Waspada Sandersonia.
"Aku hanya ingin bertemu Hancock." Jawab Ace,"Aku tahu dia menginginkan kehadiranku."
"Hmph... emang siapa kau berani mengatakan hal itu padaku!" Cibir Hancock entah mengapa dengan wajah merona.
"Sikapmu menunjukkan bahwa kau ingin aku disini." Goda Ace. "Jadi... apa kau sudah menyerah."
Sandersonia menyadari ini pembicaraan pribadi memilih untuk tidak ikut campur dan meninggalkan kamar Hancock. Hancock sendiri hanya diam menatap Ace tajam, meski entah mengapa dia merasakan hal serupa pada Luffy dulu terhadap Ace saat itu.
"Saat aku mengatakan padanya bahwa aku istrinya, dia mengatakandengan jelas 'aku tidak menikahimu' lalu aku berkata padanya apa bagusnya wanita itu dan dia menjawabnya dengan sepenuh hati 'karena aku membutuhkannya, tanpanya kau dan aku tidak akan bertemu dan tanpanya, aku tidak akan sampai disini. Aku membutuhkannya karena dia navigatorku.'"
E.O.F Ace Versi dalam Flashback
End Of Flashback
"Nami-san, Nami-san!" Panggil Sanji.
"Hah?"
"Nami-san, kau baik-baik saja?" Khawatir Sanji.
"Iya, hanya teringat sesuatu-"
Nami dan Sanji pun tertidur setelahnya. Disusul Chopper dan Franky, beberapa orang berpakaian aneh membawa mereka kesuatu tempat.
"Dibawa kemana mereka?" Gumam Brook.
Brook yang memang cuma kerangka tidak dibawa oleh pasukan berpakaian aneh hanya bisa ber-skull joke ria, namun Brook menyadari kalau itu bukan saat yang tepat untuk ber-skull joke ria, Brook pun mengejar pasukan aneh itu.
XXX
"Sugeeee... kaki itu bisa bicara, hei bagaimana kalau kau jadi nakamaku." Ajak Luffy.
"Jangan asal ngajak orang sembarangan!" Tegur Usopp dan Zoro. Robin hanya tertawa kecil melihat kelakuan nakamanya.
Namun sebelum Luffy menjadikannya nakama, kaki itu sudah meninggalkan Topi Jerami. Luffy yang tidak kenal kata penolakan itu pun mengejar kaki tersebut, namun sebelum itu terjadi seekor naga yang disangka mati itu bangkit dan membuat keempat Topi Jerami bersemangat.
"Blehh... ga enak banget rasa naga tadi." Keluh Luffy.
"Siapa yang suruh kau memakannya?!" Tegor Usopp.
"Oi, lihat disana!" Alih Zoro.
Mereka pun terdiam, di seberang sana, lautannya membeku sebagian. Tidak seperti di tempat mereka berpijak, daratannya panas seperti larva. Zoro pun tanpa pikir panjang berenang ke arah seberang, disusul Usopp, Luffy, dan Robin yang menggunakan banana boat.
"ZORO!" Panik Luffy.
Zoro sudah seperti terkena jurus Aokiji, sekujur tubuhnya membeku. Usopp pun berinisiatif membuat banana boat satu lagi dilengkapi tumbuhan penghangat. Robin pun menemani Zoro yang membeku, semuanya terlihat biasa-biasa saja sampai...
"Aah! Aku ingat sekarang, saat kau kedinginan kalau mau hangat, harus pelukan," ujar Luffy yng dipotong Usopp dengan,"Terus? Kita harus pelukan gitu, sori ya... gue bukan maho."
"Ck, kau bodoh sekali Usopp, bukan kita yang pelukan tapi Robin dan Zoro. Robin bisa menggunakan kekuatannya dengan membuat tangan yang banyak lalu memeluk Zoro, dengan begitu Zoro tidak beku lagi. Baguskn ideku?" Tutup Luffy bangga.
"Fufufu... ide yang menarik kapten." Respon Robin.
XXX
BERSAMBUNG
*A/N maksud disini Ace mencceritakan Flashback versi Ace dalam Flashback Nami.
Wahooo... akhirnya selesai juga chapter 9 ini. Oh iya, Insya Allah chapter selanjutnya settingnya sebagian Punk Hazard, sebagian Dresrosa, yang dua setting ini banyak skip dari manganya hahaha trus setting di Zo juga.
Berkali-kali aku ucapkan terima kasih terlalu banyak, makasih banget buat yang baca, makasih banget buat yang review, makasih banget buat baca dan review, makasih bnget buat yang following dan favorit-in fic ini.
See you on next chapter...XD
