Disclaimer : One Piece milik Eiichiro Oda

Summary : chapter ini masih rewrite dari manganya, cuma di modifikasi di beberapa bagian aja. Sekali lagi disini Ace masih hidup.

Warning : OOC, AU/AR/AT, 1% canon, 99% karangan author, alur ga beraturan, banyak typo, dll.

Tulisan miring - flashback

ZOU

Di suatu tempat di Dunia Baru...

"Oi, Ace, coba jelaskan padaku!? Ba-gai-ma-na A-k-u bi-sa sam-pai ber-ak-hir be-gi-ni?!" protes Marco, dihadapannya adalah bajak laut Lola, bajak laut mantan zombi Thriller Bark itu telah melamar Ace namun entah untuk keberapa kalinya lamarannya itu ditolak. Ace pun mengajukan proposal pada Lola untuk melamar Marco karena dia orang yang sangat baik dan dia pasti akan dengan senang hati menerima lamarannya.

"Maukah kau menikahiku?" lamar Lola untuk kesekian kalinya pada hari itu.

"Tentu saja tidak!" tolak Marco lalu beranjak pergi.

Perbatasan Pulau Dingin dan Panas, Danau Tengah, Punk Hazard – Tim Luffy

Luffy, Usopp, Zoro, dan Robin tengah menyeberang danau Dispenser* ketika mereka mendapat serangan mendadak. Banana boat buatan Usopp itupun rusak parah, Zoro lalu mengambil alih kendali. Dia menyuruh Usopp membawa Luffy dan Robin ke bebatuan di tengah danau sementara dia membereskan makhluk mirip centaurus yang menyerang mereka. Ketika Zoro hendak menyerang mereka, tiba-tiba Zoro tertarik ke dalam danau. Seekor hiu menyerang Zoro dari bawah hingga Zoro tenggelam.

"Serang!" seru Bos Centaurus.

"Takkan kubiarkan kau melukai nakamaku!" Brook datang tepat waktu.

Sementara Brook melawan balik penyerang nakamanya itu, Zoro pun kembali ke permukaan dan bersama dengan ketiga nakamanya itu menyeberangi danau.

"Baju hangat!"

"Hambirkhwan aakkuuu jubbrga (Ambilkan aku juga)."

XXX

Bekas Gedung Penelitian, Punk Hazard – Tim Nami

"Waaaa... kepala itu bisa bicara!" seru bocah raksasa berlarian ketakutan.

"Kau itu diam saja!" bentak Nami pada potongan kepala samurai Wanokuni.

Setelah pasukan aneh yang dilihat Brook menidurkan mereka, sisa Topi Jerami minus Brook dikurung dalam sebuah ruangan berdinding baja. Ketika mereka sadar, sebuah kepingan puzzle meminta tolong agar dia disatukan. Mereka berempat pun berlomba menyatukan kepingan berbicara itu hingga akhirnya menjadi potongan kepala yang bisa bicara. Franky pun menjebol penjara itu dan melarikan diri ke sebuah ruangan yang berisi anak – anak. Dan disinilah mereka, melewati ruangan berisi anak-anak raksasa juga anak-anak berukuran normal.

"Tolong kami kak... kami sudah tidak sakit lagi... kami ingin pulang ke rumah... kembalilah dan tolong kami." Mohon anak perempuan raksasa pada Nami.

XXX

Markas Utama Pasukan Revolusioner, New World.

"Bagaimana keadaan Dragon-san?" tanya seorang pemuda seumuran Ace pada rekannya.

"Kau bisa lihat sendiri kan... aku tidak pernah melihatnya seperti itu." Jawab rekannya itu.

XXX

"Bahahahahaha..." ketawa Luffy dan Usopp.

Sesampainya Tim Luffy di tempat yang ditunjuk Law, mereka mendapati kejadian fenomenal sepanjang sejarah one piece. Dihadapannya kini nakamanya dan sekumpulan anak-anak juga makhluk aneh yang mengklaim kaki yang Luffy panggil Leggy itu miliknya, alasan kedua idiot itu tertawa adalah karena nakamanya bertukar tubuh gara-gara kekuatan Law. Nami jadi Franky, Sanji jadi Nami yang disambut sangat baik bagi Sanji, Chopper jadi Sanji, dan Franky jadi Chopper. Agar tidak tertukar Usopp pun membuatkan identitas berupa topeng diatas kepala nakamanya.

"Ngomongin anggota tubuh, saat aku mengejar pasukan aneh itu, aku bertemu dengan potongan tubuh-" cerita Brook namun dipotong oleh makhluk aneh dari Wano.

"Dimana kau melihatnya?" desak makhluk itu.

"Ah... aku rasa dia ke arah danau." Jawab Brook.

Makhluk aneh dari Wano itupun langsung berlari menuju danau yang dimaksud Brook. Sanji melihat itu meminta izin pada Luffy untuk mengejar makhluk itu, Brook pun mengikuti Sanji dengan alasan dia tahu anggota tubuh yang dicari makhluk itu. Dari kejauhan, Nami mendengar konspirasi Sanji dan Brook yang berniat mengeksploitasi pertukaran tubuh mereka yang lebih mengarah pada pelecehan tubuh Nami, karena khawatir dengan duo mesum itu Nami pun mengutus Zoro untuk mengalihkan perhatian Sanji dari perbuatan tidak menyenangkan.

XXX

"Luffy! Maafkan aku, mereka membawa Nami." Ujar Chopper panik.

Sepeninggal Tim Luffy plus Franky menyisir belakang bangunan tempat mereka berkumpul tadi, dua orang raksasa yang memakai topi datang menculik Nami dan menyerang Brownbeard, Bos Centaurus yang memberikan Tim Luffy tumpangan. Franky dan Luffy pun pergi menuju duo raksasa penculik Nami.

Disisi lain Punk Hazard, tempat Zoro, Sanji, dan Brook. Mereka pun akhirnya menemukan makhluk aneh dari Wano berdiri mematung. Tidak jauh dari mereka, makhluk yang disebut Brook Slime itu mulai mendekati mereka.

"Oi, kau tidak apa-apa?" tanya Sanji.

"Anggota tubuhku, ada di danau itu, sepertinya ada yang menggigitnya.""

Sanji pun menyelam kedalam danau untuk menyelamatkan anggota tubuh makhluk Wano itu, dengan tenaga yang dimiliki Sanji dalam tubuh Nami itu akhirnya bisa menyelamatkan tubuh makhluk Wano itu.

"Terima kasih sudah menyelamatkanku. Maafkan aku baru memperkenalkan diri, aku adalah samurai dari negeri Wano, namaku Kin'emon." Intro makhluk Wano yang bernama Kin'emon.

"Untuk membalas budi baikmu, izinkan aku...""

Dengan itu Kin'emon menebas katananya ke arah Slime sehingga menimbulkan kobaran api, mereka berempat itu pun mulai berlari menghindari slime yang mengamuk. Pucuk dicinta ulam pun tiba, seekor naga terlihat berlari terbirit-birit karena takut Slime. Dan...

XXX

"Franky, sudah kubilang jangan menyerangku!"

"Rawr... Raaagh...""

"Luffy, Franky, awas!""

"!""

"Gomu gomu no Elephant Gatling.""

Franky-Chopper pun terkapar tak sadarkan diri. Salah satu duo raksasa itu menculik Nami lagi ketika Luffy lengah, Luffy yang menyadari itu kemudian mencoba menyusul Nami namun telat. Raksasa itu sudah naik ke atas jurang dengan Nami, Luffy pun mencoba menyelamatkan Nami namun ternyata sesampainya disana raksasa itu sudah terkapar dan Nami sudah diselamatkan. Dihadapan mereka kini berdiri Trafalgar Law.

"Aku ingin melawan salah satu Yonkou, jadi... bagaimana kalau kita menjadi aliansi?!" ujar Law.

"Oke, asalkan bukan Shanks." Jawab Luffy mantap.

"Luffy, jangan seenaknya saja gitu! Ah tapi yang lebih penting dari itu, kembalikan dulu tubuh kami menjadi normal." Pinta Nami-Franky.

"...kau... istrinya Straw-ya, kan?" celetuk Law memperhatikan Nami-Franky.

"Nami? Shishishi... kau masih mengingatnya Torao, iya, dia istriku tapi bukan dalam wujud ini hahaha..." tawa Luffy melihat Nami dalam wujud Franky yang disambut dengan jitakan sayang dari Nami.

"Aku ada disana, dua tahun yang lalu. Saat kami melihat cincin di jari Straw-ya." Respon Law melihat ekspresi bagaimana-kau-bisa-tahu-dan-apa-maksud-ucapan-Luffy-barusan pada wajah Nami.

XXX

Danau Dispenser, Tim Zoro...

"Izinkan aku untuk membayar hutangku pada kalian."

Dengan itu samurai milik Kin'emon menimbulkan api yang menghalau gas Slime sehingga mereka bisa keluar dari sana, tidak jauh dari sana, terlihat seekor naga yang berlari sekuat tenaganya menghindari Slime. Zoro, Sanji, Brook, dan Kin'emon berlomba mengejar naga itu dan menaikinya hingga ke Gedung Penelitian.

XXX

Gedung Penelitian, Tim Luffy...

"ALIANSI?!"

"Oi Luffy, jangan main-main! Apa kau tahu aliansi itu apa?" Usopp.

"Benar itu, Luffy. Kita tidak bisa mempercayai dia begitu saja." Chopper.

"Luffy, apa kau tahu aliansi itu apa? Trafalgar bisa saja mengkhianatimu," Robin

"Torao, apa kau akan mengkhianatiku?" Luffy

"Tidak." Jawab Law tegas.

Semua kru Topi Jerami hanya menghela nafas panjang mendengarnya, kalau sudah begitu, tidak bisa lagi dirubah. Sekali Luffy memutuskan sesuatu, sifatnya sudah mutlak, tidak bisa diganggu gugat lagi. Sementara menunggu Tim Zoro, bajak laut Topi Jerami feat Law mengadakan rapat strategi dalam menghancurkan S.A.D ditambah misi penyelamatan anak-anak raksasa yang dikepalai Nami dan Chopper.

XXX

"Aku masih tidak percaya kau menyerahkan anak-anak itu pada marinir, padahal kau gigih ingin menyelamatkan anak-anak itu." Ujar Usopp.

"Anak-anak itu sudah berada ditangan yang tepat, lagipula bagaimana bisa aku tidak... saat marinir itu memohon agar merawat anak-anak itu." Jawab Nami melayang ke saat Tashigi meminta Nami untuk merawat anak-anak raksasa itu.

"KAKAK BAJAK LAUT, TERIMA KASIH BANYAK YA!""SAAT BESAR NANTI AKU MAU MENJADI BAJAK LAUT SEPERTI KAKAK!""

Seruan anak-anak yang disertai omelan dan cacian marinir itu pun mengantarkan kepergian bajak laut Topi Jerami berserta Law dan samurai Wanokuni menuju Dressrosa.

XXX

"Nami-ya, jika terjadi sesuatu dengan kami. Bawa Monosuke dan Caesar pergi dari Dressrosa ke pulau Zou." Ujar Law mengawali rapat strategi mereka.

Dimulai dengan rencana Doflamingo dan Law mengundurkan diri dari gelar Shichibukai, lalu rencana penyelamatan Kanjuuro, rencana penyerahan Caesar di Green Bit, dan terakhir penghancuran pabrik SMILE.

Tidak lama Doflamingo menghubungi Law melalui den den mushi dan mengatakan kalau dia mengundurkan diri dari kursi Shibukai dan kerajaan Dressrosa, mendengar itu Luffy langsung mengambil alih pembicaraan Law dan Doflamingo dengan mengatakan kalau dia akan menjadi raja bajak laut.

XXX

Masih ada waktu kurang lebih sehari semalam sampai Dressrosa, Nami memutuskan untuk melihat kebun jeruknya. Sejak kejadian Punk Hazard, dia belum sempat merawat kebun jeruknya. Hari sudah mulai sore, langit juga sudah mulai berubah warna, Nami berjalan menuju kebun jeruknya menaiki tangga dekat kepala Sunny lalu tibalah dia di kebun jeruk miliknya.

Sementara itu yang lain juga masing-masing mulai sibuk dengan urusannya, Sanji kembali ke dapur memasak sesuatu untuk mereka, Robin membaca buku di kursi santainya sambil memperhatikan Luffy, Chopper, dan Usopp bermain dengan Momonosuke yang berubah menjadi naga, Brook dan Kin'emon yang mencoba entah apa itu, Zoro dan Law yang tertidur di dek Sunny. Caesar? Tidak ada yang mengamatinya.

"Siapa yang mau camilan sore?" sahut Sanji dari dapur.

"Aku!" sahut Luffy, Chopper, Usopp.

"Aku tidak akan memberikan kalian sebelum para wanita." Jawab Sanji, "Robin-chan, Nami-san... kemana Nami-san?""

"Booo... pelit." Koor ketiganya.

"Kalau kalian mau, sana cari Nami-san." Sahut Sanji.

Luffy yang pergi mencari Nami. Biar bagaimanapun dia tidak mau melewatkan makanan apapun itu, Luffy pergi memanggil Nami ke kebun jeruknya. Dengan semangat 45, Luffy mempercepat langkahnya menuju Nami. Hari semakin sore, matari sudah mulai terbenam dan hal ini tidak dilewatkan begitu saja oleh Nami. Luffy akhirnya sampai tepat sebelum tangga menuju kebun Nami, dia baru akan berteriak memanggil Nami namun terhenti. Dari tempat Nami berdiri, dia menyaksikan matahari terbenam membuat latar sekeliling Nami menjadi sewarna senja.

"Seperti lukisan..."

Luffy berhenti. Tanpa sadar dia memperhatikan Nami dari tempatnya berdiri, dari sudut pandang Luffy, Nami berdiri membelakanginya namun tubuhnya agak condong ke arah matahari terbenam. Angin sore berhembus agak kencang jadi Nami harus membenarkan rambutnya yang tertiup angin, langit senja dan laut yang mereflesikan matahari terbenam menjadi latar Nami berdiri. Ditambah senyuman yang terpampang dalam wajah Nami benar-benar seperti lukisan.

Merasa ada yang memperhatikannya, Nami melihat kearah Luffy namun Luffy tidak memperhatikannya. Nami pun turun membawa jeruk-jeruk yang sudah matang, dia berdiri di hadapan Luffy, bingung dengan sikap Luffy. Masih dengan latar belakang yang sama, Nami dihadapan Luffy ini benar-benar...

"Cantik."

Baru saat itulah Luffy menyadarinya, Nami sudah berada dihadapannya membawa jeruk yang sudah pasti bukan untuknya. Nami mengerjapkan matanya, barusan tadi Luffy mengatakan dia cantik.

"Wow... baru kali ini aku menyadari kalau matahari terbenam itu cantik."

Sudut siku-siku mulai bermunculan di atas kepala Nami, mendengar komentar Luffy itu membuatnya kesal dan menjitak Luffy dengan keras. Dia merasa bodoh sekali berpikir kalau Luffy mengatakan itu padanya, padahal tanpa sepengetahuannya memang kata-kata itu untuknya. Tanpa sepengetahuannya, melihat pemandangan matahari terbenam tadi membuat Luffy tidak bisa bergerak, jantungnya berdegub kencang dan perutnya seperti mulas. Tentu saja Nami tidak tahu itu, dia meninggalkan Luffy yang tersenyum penuh arti sambil memegangi kepalanya. Nami tidak tahu dari tempat Luffy berdiri, dia bahkan tidak bisa melihat matahari terbenam karena terhalang Sunny.

"Oh Nami-san, kau mau camilan sore~?"

"Terima kasih, Sanji-kun. Tolong buatkan aku puding dan jus jeruk juga dari ini."

Nami menyerahkan jeruk hasil panennya yang diterima Sanji dengan tangan terbuka, Sanji pun kembali ke dapur untuk membuat pesanan Nami sekalian menyeesaikan camilan sore yang dijanjikannya tadi. Robin yang melihat kejadian matahari terbenam dari awal hingga akhir hanya tertawa kecil, hal ini membuat Zoro melihat ke arahnya dengan rasa penasaran. Nami pun duduk di kursi samping Robin masih merasa kesal dengan Luffy.

"Apa yang kau tertawakan?" tanya Nami pada Robin.

"Kau mau tahu?" tanya balik Robin misterius.

"Ah, aku mau mandi saja."

"Nami-san, Robin-chan, ini camilan kalian plus puding dan jus jeruk pesenan Nami-san dan capucino untuk Robin-chan." Sanji memberikan camilan untuk Nami dan Robin sebelum Nami ketika Nami hendak pergi ke kamarnya untuk mandi, Sanji berbalik ke arah para pria,"Oi... ini camilan buat kalian."

XXX

"Baiklah, ingat misi kita. Nami-ya, kalau ada apa-apa dengan kami, lanjutkan saja perjalanan kalian menuju Zou dan kami akan menyusul kalian." Ujar Law menyerahkan potongan vivre card milik salah satu krunya (Bepo).

Tanpa menunggu penjelasan Law lebih lanjut, tim penyelamat Kanjuuro sekaligus penghancur SMILE sudah menghilang dari Sunny. Diikuti tim pengantar Chaesar yang terdiri dari Usopp, Law, Robin, dan Chaesar sendiri.

Sementara itu tim penyelamat Kanjuuro dan penghancur SMILE yang terdiri dari Luffy, Sanji, Zoro, Kin'emon, dan Franky sibuk menjelajahi kota Dressrosa. Kota yang mendapat julukan kota perdamaian itu memang unik, di setiap sudut kota terdapat mainan yang bisa berjalan dan bicara juga ada manusia normal.

XXX

"Yo, adik ipar... kita bertemu lagi." Sapa Ace saat melihat Sunny Go merapat di Dressrosa. Disampingnya seorang pemuda seumuran Ace hanya tersenyum ke arah Nami.

"Oh Ace, ada apa kau kesini?" tanya Nami.

"Aku ada urusan disini, kau tahu... mengejar musuh lama." Jawab Ace dengan nada sedikit khawatir.

"Nami, biar kuberitahu lagi sebuah rahasia tentang Luffy." Ujar Ace dengan senyum menggoda. Dia mendekat ke arah Nami dan memberitahukan sesuatu yang hanya bisa didengar oleh Nami."Aku harus pergi. Terima kasih sudah menjaga Luffy, Nami. Oh iya, tangkap ini."

Ace pun pergi menuju Dressrosa, mungkin menyusul pemuda yang tadi bersamanya. Nami memperhatikan tone dial digenggagamannya, baru saja dia mau mendengarkan tone dial itu namun diurungkannya karena melihat Chopper yang terus menghela nafas panjang, dilihatnya sumber permasalahan Chopper. Momonosuke si sumber masalah terlihat suntuk dan bosan. Nami ikut menghela nafas lalu meletakkan tone dial itu di kamarnya kemudian kembali ke dek kapal.

"Ada apa, Momo-chan?" tanya Nami layaknya seorang ibu (?) mungkin seperti kakak pada adiknya.

"..." Momonosuke tampak memikirkan sesuatu namun saat dilihat wajah khawatir Nami dan Chopper, akhirnya dia punya ide bagus dan dia pun menjawab, "Aku mau main Shogun."

XXX

Tim SMILE terpencar. Zoro mengejar peri yang mencuri pedangnya, Sanji terjerat dengan dancer wanita yang tiba-tiba saja menciumnya dan dia pun jatuh cinta, atau setidaknya terlihat dan diakuinya begitu, Kin'emon yang mengejar Zoro mendapati dirinya tersesat.

Zoro terus mengejar peri yang mencuri pedang Shushui-nya dan gotcha! Zoro berhasil mendapatkan pedangnya kembali dan menangkap peri yang ternyata manusia kerdil atau bangsa Tontatta seperti yang diakui peri kecil itu. Peri yang ketakutan itu akhirnya mengatakan pada Zoro kalau dia tidak seharusnya bisa melihatnya, karena Zoro sudah melihatnya maka Zoro harus membantunya dan harus mengantarnya pulang. Dan disitulah Zoro bertemu dengan Usopp, Robin, dan Caesar.

Dancer wanita yang mengaku bernama Violet itu mengatakan semua hal tentang Doflamingo pada Sanji dan karena kekuatan yang dimilikinya, dia mengatakan pada Sanji kalau teman-temannya berada dalam bahaya. Mendengar itu, Sanji pun langsung meluncur secepat mungkin menuju Sunny Go. Disaat yang sama, Tim Nami baru saja mengalahkan salah satu anak buah Doflamingo yang dimenangkan oleh Brook.

Tim Robin terjebak. Armada angkatan laut sudah mengerumuni Green Bit, Doflamingo muncul dan bernegosiasi pada mereka. Law memegang Caesar sebagai sandera. Diluar dugaan Law, Doflamingo mengarahkan serangannya pada Sunny Go. Law pun menangkisnya, hal ini membuat dia lengah. Caesar tertangkap. Sanji yang baru datang lalu menendang Doflamingo hingga Caesar terlepas, Law pun menangkapnya namun Doflamingo kembali menyerang Sanji. Law pun menyerang balik Doflamingo dan menyelamatkan Sanji, Nami sudah mendekat, Law melempar Caesar ke Sanji namun ditendang Sanji menuju Sunny Go.

"Sanji-ya, bawa Caesar pergi dari sini. Kita bertemu disana."

XXX

"Ingat Luffy, jangan sampai identitasmu ketahuan. Kau adalah Lucy, menangkan pertarungan itu secepatnya."

"Kau adalah anak buah Doflamingo, kan?!" serang Franky mengintimidasi seorang pria bertopeng.

"Benar. Tuan muda akan mengadakan sebuah gladiator dan salah satu hadiahnya adalah buah Nagi Nagi No Mi dan buah langka Red Dragon, aku dengar ini bisa menarik perhatian Topi Jerami."

.

.

"Luffy, apa kau tahu dua buah itu?" tanya Franky namun Luffy hanya diam.

"Aku tidak ingat. Tapi apapun itu, aku tetap harus mengikuti gladiator itu dan memenangkan dua buah setan itu."

Luffy pun mendaftarkan diri mengikuti pertarungan itu. Pertarungan demi pertarungan dimenangkannya hingga babak berikutnya.

"Aah... aku lapar." Keluh Luffy berjalan di koridor koloseum, ketika dilihatnya ada makanan tidak jauh dari tempatnya berdiri, Luffy pun menghampirinya, "Nek, minta makannya dong.""

"Mana uangnya dulu," jawab nenek penjual makanan itu.

"Aku tidak punya uang." Jawab Luffy jujur.

"Nek, aku beli roti tapi uangku hanya segini." Ujar gadis berkepang berpakaian ala gladiator.

"Oh kau, Rebecca-chan, ini rotimu." Balas nenek itu ramah.

Gadis itu menoleh ke arah pemuda disampingnya, dia melihat mata pemuda itu melihat ke arah rotinya tanpa berkedip. "Kau mau, Lucy?" pemuda yang ternyata Luffy itu melihat roti sambil memegangi perutnya.

"Ini." Gadis itu memberikan setengah rotinya yang langsung disantap oleh Luffy.

"Terima kasih..." jawab Luffy.

"Rebecca," namaku Rebecca."

XXX

"Yo... Luffy!" Sapa kedua pemuda, salah satunya Ace.

"Ace, sedang apa kau disi-" ucapan Luffy pun terhenti ketika dia menyadari kehadiran pemuda selain Ace.

Ekspresi Luffy berubah horror melihat pemuda itu, seperti melihat hantu. Ace hanya tertawa melihat ekspresi Luffy, diam-diam dia memotret ekspresi Luffy itu dengan kamera curian dari marinir. Tentu saja Ace juga begitu saat bertemu Sabo, pemuda yang saat ini berhadapan dengan Luffy. Bartolomeo hanya melihat tiga bersaudara itu dengan mupeng.

"Sabo, aku tinggalkan Luffy bersamamu. Aku akan mencari Burgess dan menanyakannya tentang Teach. Luffy... sampai bertemu lagi dan kakek bilang, dia ingin segera punya cicit..!" Ujar Ace sedikit mengeraskan suaranya.

"Luffy, serahkan saja buah setan itu kepadaku. Aku tidak akan membiarkannya jatuh ke tangan lain. Kau harus segera bertemu Nakamamu, mereka dalam bahaya." Ujar Sabo memberitahu Luffy, Luffy pun segera berkumpul dengan Zoro dan lainnya.

"Kau... ikut aku." Perintah Sabo pada Bartolomeo.

XXX

SKIP FIGHT (scene dari manganya waktu Luffy dkk ngelawan Doflamingo cs, Arc Dressrosa)

XXX

"Pemenangnya adalah Lucy!"

"Uwoooo!"

Sorak sorai membahana di Dressrosa, Doflamingo sudah dikalahkan. Para warga Dressrosa, bajak laut, dan marinir yang terluka juga sudah disembuhkan oleh Putri Sherry. Rebecca dan Raja Riku juga Viola kembali ke kerajaan Dressrosa.

Flashback

"Lucy, kenapa kau mau mengorbankan nyawamu demi kami." Tanya Rebecca.

"Karena aku tidak suka Mingo. Lagipula, Bellamy dan Law adalah nakamaku. dan juga karena kau mengingatkanku pada Nami shishishi..." jawab Luffy.

"Nami...?" Gumam Rebecca.

"Dia nakamaku, dia adalah navigatorku, dan ini terdengar lucu tapi kami menikah meski aku masih tidak mengerti pernikahan itu apa." Jawab Luffy tertawa.

E.O.F

XXX

"Rebbeca, apa kau yakin kau ingin tinggal disini padahal dia akan meninggalkanmu. Apa kau mau semua berakhir seperti ini tanpa mengucapkan selamat tinggal!"

"Tentu saja tidak. Aku ingin tinggal bersamanya!"

"Kalau begitu, ikut aku!"

Luffy pun membawa Rebecca pergi dari istana, ke tempat seharusnya dia berada. Sementara Rebbeca menemui Kyros, ayahnya, Luffy kembali ke tempat nakamanya.

"Luffy, senpai lewat sini!"

Marinir pun mulai mengejar mereka. Para warga tak kalah hebohnya berlarian mengejar Luffy. Fujitora pun menghadang Luffy. Luffy bisa saja menghindar dan melarikan diri namun dia memilih untuk bertarung melawan Fujitora.

Para nakama Luffy hanya diam melihat kapten mereka bertarung, memang pertarungan yang unik karena Luffy memberitahukan jurus yang dia pakai untuk melawan Fujitora. Karena tidak ada ujung pangkalnya, terpaksa mereka membawa Luffy paksa kembali ke kapal.

XXX

"Kami sudah memutuskan, sejak kita bertarung bersama. Mungkin ini hanya keinginan kami sendiri tapi..." Bartolomeo memulai pengumumannya.

Para bajak laut dan juga Tonttata yang diwakilkan Leo, mengumumkan bahwa mereka bersedia menjadi subordinat Luffy, yang mana Luffy menjadi bos besar mereka.

"Tidak mau!" Tolak Luffy mentah-mentah.

"EEH!"

"Kalau kalian dalam bahaya, panggil saja aku dan aku akan menyelamatkan kalian. Begitu juga jika aku membutuhkan kalian, kalian yang datang membantuku." Jawab Luffy menjawab pertanyaan mereka.

"Haha... aku tahu aku tidak salah pilih panutan, benar-benar ciri khas Luffy senpai."

"Tapi ini adalah pilihan kami sendiri, kami bertujuh mengabdikan diri kami pada bajak laut Topi Jerami. Jadi... bersulang!"

"Oi..."

Tanpa sepengetahuan Luffy, Ace dan Sabo melihat keseluruhan scene itu.

"Haha... Ace, aku rasa, kau kalah dengan Luffy." Ujar Sabo.

"Hah? Dia masih seratus tahun lebih awal untuk itu."

"Ace, apa yang kau berikan pada Nami sebekum mereka ke Zou."

"Foto Luffy saat bertemu denganmu." Jawab Ace menahan tawa,"Nami adalah orang yang tepat untuk Luffy. Dia gadis yang pintar, perhatian, dan menarik. Kau berpikir begitu juga kan saat Robin memberitahumu?!"

"Ya. Aku tidak sabar melihat perkembangan mereka, tahu Luffy... aku bahkan ragu mereka akan memberikan kita keponakan."

"Hahaha... kita lihat saja nanti."

XXX

Perjalanan menuju Zou, Dua hari sebelumnya...

"Nami-san... kau baik-baik saja?" Khawatir Sanji.

"Iya, tenang saja aku baik-baik saja. Aku tidak demam."

Kembali ke beberapa saat yang lalu ketika Nami mendengarkan tone dial dari Ace, hal pertama yang didengarnya atau mungkin dilihatnya adalah scene saat Nami memetik jeruk. Luffy berdiri menghadapnya, entah sudah berapa lama. Dia pun menyadari bahwa itu adalah scene sebelum mereka sampai di Dressrosa. Dia juga menyadari bahwa dari tempatnya berdiri, Luffy tidak bisa melihat matahari terbenam. Dan itu berarti...

Lalu scene berubah saat Luffy masih di Rusukaina, dalam scene itu...

"Luffy, apa yang kau pikirkan saat kau memutuskan untuk menolong pemuda itu." Tanya Rayleigh di sela latihan mereka.

"Karena dia terlihat kesusahan. Lagipula menikah itu menyenangkan, aku bisa makan gratis. Tapi lebih dari itu... aku pikir menikah dengan Nami akan sangat menyenangkan, kami bisa berpetualang bersama, aku bisa tetap bebas seperti sekarang dan impian kami semua bisa terwujud. Dan... aku tidak tahu bagaimana hidupku tanpa Nami shishishi... dia terlalu berharga untukku dan hal terakhir yang ingin kulakukan untuknya adalah membuatnya tersenyum dan bahagia."

"Bagaimana dengan Robin?"

"Robin?"

"Apa kau berpikiran yang sama dengan seperti Nami?"

"Tidak. Tapi aku juga ingin dia bahagia, bukan hanya Robin, Zoro, Usopp, Sanji, Chopper, Franky, dan Brook juga."

"Haha... iya, aku tahu."

"Bagaimana kalau ada navigator yang lebih baik dan lebih handal dari Nami, apa kau akan menukarnya dengan Nami?"

"Tidak! Kalau bukan Nami, aku tidak mau. Nami tak tergantikan. Bahkan saat aku jadi raja bajak laut dan dia berhenti menjadi navigatorku, aku tidak akan mencari navigator lain."

"..."

"Fuhahahha..."

Lalu scene berubah saat mereka di Thousand Sunny ketika Luffy mencium Hancock... melihat itu Nami entah mengapa merasa sedih.

"Rasanya biasa saja," gumam Luffy sambil memegang bibirnya.

"..."

"Ace, ini aneh. Kenapa saat aku mencium Hancock, perutku tidak bergejolak, dadaku juga tidak sesak dan aku merasa biasa saja. Jantungku bahkan tidak secepat saat Nami menciumku," curhat Luffy pada Ace.

Belum hilang syok Ace karena kejadian LuHan tadi, kini Luffy membeberkan fakta yang lebih membuat Ace syok lagi.

Luffy pun menceritakan kejadian sebelum dia berpisah dengan Nami.

Flashback Luffy POV (A/N: Luffy disini menceritakan pada Ace, jadi aku sengaja memakai Aku dalam Flashback)

Berawal dari ketika salah seorang pemuda berumuranmu menghampiri kami dan meminta pertolongan kami..

"Ya aku sudah tahu cerita itu, langsung ke pokok permasalahannya saja." Potong Ace saat aku menceritakan awal mula Nami menciumku.

"Tapi aku tidak tahu harus darimana menceritakannya," ucapku tidak mengerti maksud Ace.

"Kenapa kau tidak menceritakan awal mula kenapa tiba-tiba Nami menciummu," saran Ace terlihat entahlah seperti merasa terganggu.

Aku hanya diam, berpikir darimana Nami tiba-tiba menciumku. Aah.. Aku ingat sekarang.12"Baiklah.." Aku kembali memulai ceritaku. Semua itu berawal dari sejak Nami kembali dari kapal, entah kenapa aku merasa Nami sedikit berbeda. Dia seakan ingin menangis tapi ditahan, aku berkata padanya,"Tenang saja, semuanya akan baik-baik saja. Kau tak perlu khawatir, meski kita terpisah kita akan baik-baik saja. Aku akan lebih kuat lagi dari sekarang agar aku bisa melindungimu juga Zoro, Usopp, Sanji, Chopper, Robin, Fr-.." Ucapanku terhenti saat tiba-tiba Nami menciumku. Aku tidak mengerti mengapa saat itu jantungku berdegub kencang, tubuhku kaku, darahku seperti mengalir lebih cepat, aku bingung dan tidak mengerti. Dan aku hanya membiarkannya seperti itu, kakiku mulai terasa lemas dan aku harus berusaha agar tidak jatuh menimpa Nami. Aku benar-benar tidak mengerti, bukan hanya itu saja, Nami juga hmm bagaimana ya menjelaskannya, Nami juga-

"Sudah cukup ceritanya. Aku sudah mengerti permasalahannya sekarang, lagipula kalau kau melanjutkan ceritamu itu rate fanfic ini bisa berubah. Luffy, dengarkan aku baik-baik?!" Potong Ace sekali lagi dan ya flashback mode off.

E.O.F

Nami hanya terdiam melihat semua scene itu. Lalu scene terakhir yang dilihatnya adalah saat mereka di Sunny Go ketika baru memasuki New World. Ekspresi Luffy saat melihat Nami dan ekspresi saat melihat Luffy tanpa mereka sadari membuat Nami menyadari perasaannya yang sebenarnya untuk Luffy.

Semenjak mendengarkan tone dial itu Nami tidak bisa berhenti memerah wajahnya dan tersenyum sendiri. Disaat itulah mereka bertemu dengan kapal Big Mom dan mereka pun menghindar darinya.

XXX

The Going Luffy Senpai, Kapal Bajak Laut Barto Club, Perjalanan menuju Zou...

"Jadi... berita itu benar kalau kau dan Nami-senpai sudah menikah?" Wawancara Bartolomeo.

Matanya berbinar-binar menanti jawaban Luffy, bukan hanya dia namun semua kru Bartolomeo juga. Dan sepertinya diam-diam bajak laut yang mendeklarasikan sebagai subordinat Luffy juga curi dengar dari denden mushi yang tanpa sengaja terhubung ke denden mushi milik Bartolomeo.

"Iya. Mengapa semua orang menanyakan hal yang sama padaku?" Jawab Luffy bingung.

"Itu karena kau Luffy-senpai." Jawab Bartolomeo yang diiyakan baik nakama, aliansi, maupun subordinat Luffy.

Luffy memiringkan kepalanya tanda tak mengerti. "Haaah... sudah kuduga akan begini. Luffy, apa yang paling ingin kau sukai dan ingin kau lakukan sepanjang hidupmu?"

"Masa kau tidak tahu, Usopp. Kau ini bodoh sekali... aku sudah bilang aku akan jadi raja bajak laut dan aku akan berpetualang bersama kalian."

Usopp yang merasa terhina hanya menghela nafas panjang. Dia pun menegaskan alasan semua pertanyaan itu pada Luffy.

"Kau mengerti kan sekarang?! Karena semua orang berpikir kau tidak pernah mau menikah apalagi jatuh cinta, dan terlebih lagi... dengan Nami. Kau... apa kau serius dengan impianmu itu. Kau masih sayang dengan nyawamu."

"Usopp-san... kau sadar kan denden mushi ini juga terhubung ke Nami-san?" Brook mengingatkan Usopp.

"EEH...!" muka Usopp pun memucat,"N-n-nami... ini... salah paham."

"Hah... tidak ada respon, untung saja."

Semua orang ber-sweat drop ria menyaksikan Usopp. Luffy hanya terkekeh melihatnya. Setelah itu Bartolomeo menunjukkan poster terbaru Luffy dkk kepada mereka.

XXX

"Luffy-senpai, sampaikan salamku untuk Sanji-senpai, Brook-senpai, Nami-senpai, dan Chopper-senpai ya... aku ingin sekali bertemu dengan Topi Jerami lainnya tapi... hwaaa... sampai bertemu lagi senpaaaiiii... beritahu kami kalau kau dalam kesulitan..!" Antar Bartolomeo.

Seperginya dari Bartolomeo, Kanjuuro berinisiatif membuat kendaraan berupa naga kecil untuk mengantar mereka ke atas, ke pulau Zou. Sesampainya di Zou, mereka pun terpencar.

XXX

"Nami... Luffy dan lainnya sudah datang!"

Kabar Luffy memasuki pemukiman Mink pun tersebar dan Chopper berlari ke kamar Nami untuk membangunkannya. Mendengar kedatangan Luffy, Nami segera bangun dari tempat tidurnya. Namin pun segera berlari menemui Luffy dan lainnya.

"Luffy!" Seru Nami lalu memeluk Luffy,"Maafkan aku, Sanji..."

XXX

Nami pun menceritakan semua yang terjadi selama mereka terpisah dimulai dari perlawanan mereka menghadapi kapal Big Mom, lalu ketika bertemu dengan salah satu anak buah Kaido, terakhir saat salah satu anak buah Big Mom mengambil Sanji.

Disaat yang bersamaan salah satu bangsawan Zou atau mungkin lebih tepat disebut raja Zou, raja malam, Duke Inuarashi pun sadar dari komanya. Luffy dkk pun bertemu dengannya dan sekali lagi mendapatkan info kepergian Sanji dan apa yang terjadi sebenarnya sebelum Topi Jerami datang. Tidak lama setelah itu Nekomamushi, pengawal siang pun sadar dari komanya.

XXX

BERSAMBUNG...

*danau dispenser = sebenarnya ini seperti plesetan karena danaunya ga ada namanya, di manga english cuma center of lake, jadi ya... aku namakan danau dispenser karena ada air oanas dan air esnya hehe

Aaah... akhirnya bisa update juga. Sekali lagi untuk semua yang sudah review, terima kasih banyak. Untuk yang baca tapi gak review, yang follow, yang favoritin, yang baca dan review. Terima kasih banyak. Wow... aku gak nyangka bakal dapet 81 review. Sampai jumpa chapter selanjutnya...